Tag: universitas komputer indonesia

  • Fakultas Pascasarjana UNIKOM Gelar Seminar Personal Branding Dorong Mahasiswa Bangun Reputasi Profesional Sejak Dini

    Fakultas Pascasarjana UNIKOM Gelar Seminar Personal Branding Dorong Mahasiswa Bangun Reputasi Profesional Sejak Dini

    BANDUNG, UNIKOM – Jum’at, 30 Januari 2026, Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan forum akademik inspiratif bertajuk “Personal Branding: Elevating Your Future – Mastering Personal Branding for the Global Career”. Kegiatan tersebut merupakan implementasi mata kuliah Marketing Management pada Program Studi Magister Manajemen dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dengan partisipasi mahasiswa, akademisi, praktisi, serta masyarakat umum.

    Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema personal branding merupakan program yang sangat relevan dan strategis. Menurutnya, setiap individu pada dasarnya ingin memiliki citra dan reputasi yang baik, sehingga kemampuan membangun personal branding menjadi kebutuhan mendasar di era kompetisi global. Prof. Umi mengapresiasi Dekan Pascasarjana, panitia mahasiswa, serta narasumber yang telah berkontribusi menyelenggarakan kegiatan tersebut. “Ini merupakan momen yang sangat bermanfaat, khususnya bagi para peserta yang belajar bagaimana membangun dan mengelola branding diri untuk mendukung karir ke depan. Pendidikan formal bukan hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan citra dan reputasi profesional”, demikian ungkapnya.

    Lebih lanjut, Prof. Umi menekankan bahwa personal branding tidak hanya penting bagi mereka yang telah memiliki nama besar, tetapi justru harus mulai dibangun sejak masa perkuliahan. Mahasiswa perlu belajar memosisikan diri, mengenali keunggulan, serta mengkomunikasikan nilai yang dimiliki secara konsisten dan otentik. Hal tersebut, menurutnya, sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap proses pembelajaran yang dirancang oleh Dekan Pascasarjana dalam mata kuliah yang diampu. Terakhir, Prof. Umi juga mengajak mahasiswa untuk terus berkarya, meningkatkan kompetensi, serta berkontribusi sebagai generasi muda unggul dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang berkelanjutan. “Ke depan, kompetensi harus semakin luar biasa. Teruslah berkarya dan bangun reputasi diri dengan integritas”, pungkasnya.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas besar mahasiswa pada mata kuliah Marketing Management. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori bauran pemasaran seperti product, price, place, promotion, people, process, physical evidence, dan promise, tetapi juga mengimplementasikannya dalam konteks personal branding sebagai sebuah “produk diri” yang memiliki nilai dan diferensiasi. “Branding adalah aset intangible yang sangat menentukan keberhasilan, baik di dunia bisnis, profesional, maupun akademik. Konsep branding tidak hanya melekat pada produk atau jasa, tetapi juga pada personal individu”, tegasnya.

    Seminar tersebut menghadirkan Rizqi Ghassani, M.I.Kom., RFP, Director ESM Public Speaking Center, sebagai narasumber utama yang memaparkan strategi membangun personal branding melalui komunikasi efektif dan penguatan kemampuan public speaking dan juga brand identity. Kegiatan tersebut dipandu oleh Muhamad Fahad Alfarisi, S.I.Kom., mahasiswa Magister Manajemen selaku moderator. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mereka sepanjang sesi diskusi.

    Melalui webinar tersebut, UNIKOM menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan magister yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun reputasi profesional yang kuat, adaptif terhadap transformasi digital, serta siap bersaing di tingkat global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H

    Marhaban ya Ramadhan 🌙

    ​Sivitas Akademika Universitas Komputer Indonesia mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H bagi seluruh umat Muslim.

    ​Mari jadikan momentum bulan suci ini sebagai sarana untuk memperkuat integritas, meningkatkan kualitas diri, serta menebar manfaat bagi sesama dalam bingkai kebersamaan. Semoga setiap langkah ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini senantiasa mendapatkan ridha dari Allah SWT.

    ​Selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin

  • UNIKOM Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Bidang Sosiologi Pemerintahan dalam Sidang Terbuka Senat, Perkuat Keunggulan Akademik dan Transformasi Digital

    UNIKOM Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Bidang Sosiologi Pemerintahan dalam Sidang Terbuka Senat, Perkuat Keunggulan Akademik dan Transformasi Digital

    BANDUNG, UNIKOM — Sabtu, 14 Februari 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar dua akademisi UNIKOM yaitu Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak., CA., sebagai Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pemerintahan. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi akademik dan marwah keilmuan perguruan tinggi di lingkungan UNIKOM.

    Sidang terbuka senat UNIKOM dipimpin dan dibuka langsung oleh Ketua Senat, Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI JABAR Prof. 3 Prof. H.C. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Guru Besar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia bagi dua akademisi UNIKOM oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.

    Pada kesempatan tersebut, anggota senat, tamu dan undangan menyaksikan tayangan profil dari masing-masing Guru Besar yang memotret kilas perjalanan, kontribusi penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, sebagai rangkaian perjalanan akademik awal berkarya di UNIKOM hingga meraih gelar akademik tertinggi Guru Besar. Setelah itu, kedua Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah sebagai puncak agenda akademik, yang merefleksikan gagasan, temuan, serta kontribusi keilmuan yang telah dikembangkan secara konsisten.

    Dalam orasinya, Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak., CA. memaparkan refleksi perjalanan akademiknya hingga meraih jabatan Guru Besar, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan sistem informasi akuntansi berbasis teknologi artificial intelligence yang dituangkan ke dalam bukunya berjudul “Artificial Intelligence dan Masa Depan Akuntansi”, sebagai fondasi transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola organisasi yang adaptif di era transformasi digital.

    Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., dalam orasi ilmiahnya membahas bukunya yang berjudul “Pemberdayaan Civil Society dalam Kerangka Good Governance di Era Pemerintahan Digital”, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah secara mendasar relasi antara negara, masyarakat sipil, dan sektor privat, sehingga teknologi tidak lagi sekadar instrumen administratif, melainkan struktur sosial yang memengaruhi cara kekuasaan dijalankan dan partisipasi warga dibentuk. Dalam konteks Indonesia, Prof. Dewi menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai pemberdayaan lokal dengan agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, melalui perencanaan partisipatif, kolaborasi multi pihak, dan pengawasan publik dalam sistem pemerintahan digital.

    Rangkaian Kegiatan pengukuhan Guru Besar kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kalung Guru Besar UNIKOM dan penyerahan sertifikat penghargaan oleh Rektor UNIKOM Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik,  Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.,

    Rektor UNIKOM, Prof. 3. Prof. H.C. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan selamat dan sukses kepada kedua Profesor yang telah dikukuhkan. “Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni administratif, melainkan lahirnya energi keilmuan baru bagi institusi. Profesor, menurutnya, adalah simbol integritas akademik sekaligus penggerak transformasi riset agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi berlanjut pada hilirisasi inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Selain itu, Prof. Eddy juga menyoroti masih rendahnya rasio Guru Besar di Indonesia yang berada pada kisaran 3-4 persen dari total dosen nasional, jauh dari target ideal 10 persen menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, kehadiran Guru Besar baru di UNIKOM diharapkan mampu memperkuat kepemimpinan intelektual, membangun budaya riset kolaboratif, serta mendorong lahirnya profesor-profesor berikutnya.

    Lebih lanjut, Prof Eddy menyatakan di bidang Sistem Informasi dan Akuntansi berbasis teknologi, penguatan tata kelola data dan transparansi menjadi fondasi penting ekonomi digital. Sementara dalam Ilmu Pemerintahan, kebijakan berbasis riset dan tata kelola yang baik merupakan kunci kemajuan sosial. Kedua bidang ini dinilai memiliki kontribusi strategis bagi daya saing bangsa.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., juga turut menyampaikan sambutan dan ucapan selamat kepada kedua profesor melalui tayangan video. Dalam pesannya, Dr. Lukman mengapresiasi UNIKOM atas konsistensi dan komitmennya dalam meningkatkan jumlah Guru Besar. Dr. Lukman juga menyebutkan bahwa dari total 317 perguruan tinggi swasta di wilayah pembinaan LLDIKTI Wilayah IV, saat ini baru 63 perguruan tinggi yang memiliki Guru Besar aktif. Dalam konteks tersebut, UNIKOM dinilai sebagai salah satu institusi yang menunjukkan keseriusan dalam pengembangan jabatan akademik tertinggi. Dengan capaian 11 Guru Besar aktif, UNIKOM termasuk di antara perguruan tinggi swasta dengan jumlah profesor terbanyak di wilayah Jawa Barat dan Banten.

    Sejalan dengan hal tersebut Ketua Paguyuban Profesor, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H., dan Ketua Persatuan Guru Besar Indonesia, Prof. Dr. Puwadhi, M.Hum., yang turut hadir dalam barisan senat, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada UNIKOM. Keduanya menegaskan bahwa meraih jabatan Guru Besar bukanlah proses yang mudah, dimana menjadi seorang profesor, menurut mereka memikul tanggung jawab strategis untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan bangsa.

    Pengukuhan Guru Besar UNIKOM tersebut menandai bertambahnya kekuatan akademik UNIKOM dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan dinamika transformasi digital dan perubahan sosial. Dengan komitmen pada riset, inovasi, dan pengabdian, UNIKOM terus memperkokoh perannya sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi yang berdaya saing dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Ketua APTISI Jawa Barat Sekaligus Rektor UNIKOM Tandatangani MOU dengan KEMENKUM KANWIL JABAR dan PT POS Regional 3 Bandung PADA Prosesi Pelantikan APTISI JABAR

    Ketua APTISI Jawa Barat Sekaligus Rektor UNIKOM Tandatangani MOU dengan KEMENKUM KANWIL JABAR dan PT POS Regional 3 Bandung PADA Prosesi Pelantikan APTISI JABAR

    BANDUNG, UNIKOM — Momentum pelantikan pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030 pada Rabu, 11 Februari 2026 di Bandung Convention Center tidak hanya menjadi ajang pengukuhan kepengurusan baru, tetapi juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Kantor Wilayah Jawa Barat dan PT Pos Indonesia Regional 3 Bandung.

    Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua APTISI Jawa Barat periode 2025-2030, sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., bersama Ketua Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Hemawati BR Pandia, A.Md., IP., S.H., M.M., serta Executive Vice President Regional 3 Bandung PT Pos Indonesia, Ryan Sahariany Syam. Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis antara perguruan tinggi swasta, pemerintah, dan BUMN.

    Kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat difokuskan pada pendampingan aspek hukum kelembagaan, peningkatan literasi hukum bagi sivitas akademika, serta penguatan perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi swasta. Melalui kemitraan ini, PTS diharapkan semakin tertib administrasi dan akuntabel serta memiliki daya saing berbasis kepastian hukum.

    Sementara itu, kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Regional 3 Bandung diarahkan pada pengembangan layanan logistik dan distribusi dokumen akademik, serta dukungan terhadap transformasi layanan berbasis digital. Sinergi ini membuka peluang integrasi sistem layanan kampus dengan jaringan distribusi nasional yang dimiliki PT Pos Indonesia guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan jangkauan pelayanan kepada mahasiswa maupun mitra institusi.

    Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. Eddy, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi swasta yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan regulasi serta percepatan transformasi digital. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mutu tata kelola dan pelayanan institusi.

    Melalui penandatanganan MoU tersebut, APTISI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan, guna memperkuat peran perguruan tinggi swasta sebagai pilar penting pembangunan sumber daya manusia di tingkat regional maupun nasional. (Direktorat Hms & Pro)

  • REKTOR UNIKOM, Resmi Dilantik sebagai Ketua APTISI Jawa Barat Periode 2025–2030: Percepat Akselerasi dan Kolaborasi Digital antar PTS

    REKTOR UNIKOM, Resmi Dilantik sebagai Ketua APTISI Jawa Barat Periode 2025–2030: Percepat Akselerasi dan Kolaborasi Digital antar PTS

    BANDUNG, UNIKOM — Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Prof. 3 Prof. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Bandung Convention Center, Jl. Soekarno Hatta no 345 Bandung. Pelantikan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat kepemimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Barat menuju era transformasi digital dan peningkatan daya saing global.

    Selain pelantikan ketua, sebanyak 86 anggota dewan pengurus APTISI Jawa Barat turut dikukuhkan pada kesempatan yang sama. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E., dimana kepengurusan tersebut merupakan hasil Musyawarah Wilayah APTISI Jawa Barat yang diselenggarakan pada 18 Desember 2025 yang lalu.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum APTISI Pusat, Dr. Ir. H. M. Budi menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi fondasi utama dalam penguatan mutu pendidikan tinggi.  Selain itu, Dr. Budi dalam arahannya juga mendorong agar transformasi digital menjadi fondasi utama penguatan mutu pendidikan tinggi. “Apa pun program studinya dan apa pun jurusannya, jika tidak mempelajari digital, pasti akan tertinggal. Maka siapa pun yang tidak memahami Artificial Intelligence juga akan tertinggal”, tegasnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan optimisme bahwa di bawah kepemimpinan Prof. Eddy, APTISI Jawa Barat akan semakin progresif dan berdaya saing.

    Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Eddy juga menargetkan pada periode 2025–2030, APTISI Jawa Barat mampu menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Dengan strategi terukur, inovasi berkelanjutan, serta percepatan transformasi digital di seluruh PTS. Prof. Eddy optimis bahwa posisi tersebut dapat diraih di era kepemimpinan yang baru. Lebih lanjut, Prof. Eddy juga memaparkan sejumlah langkah konkret organisasi ke depan, di antaranya, pelaksanaan rapat pengurus secara rutin setiap bulan, baik di Kantor APTISI maupun secara bergiliran di kampus-kampus. Berbagai program kolaboratif juga akan dijalankan di masing-masing perguruan tinggi untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas tata kelola, serta memberikan pendampingan bagi PTS yang masih berkembang.

    Melalui pelantikan tersebut, APTISI Jawa Barat menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun pendidikan tinggi swasta yang adaptif, unggul, inklusif, dan berbasis teknologi, sekaligus mendorong peningkatan mutu akademik dan daya saing institusi di tingkat regional maupun nasional. (Direktorat Hms dan Pro)

  • Signifikansi Pendidikan Pemasaran dalam Mengurangi Kemiskinan di Indonesia: Tinjauan Khusus Terhadap Kualitas Hidup

    Signifikansi Pendidikan Pemasaran dalam Mengurangi Kemiskinan di Indonesia: Tinjauan Khusus Terhadap Kualitas Hidup

    Penulis: Senny Luckyardi ; Ratih Hurriyati ; Disman ; Puspo Dewi Dirgantari

    DOI: 10.15549/jeecar.v9i1.867

    Abstrak:

    Kemiskinan di Indonesia telah menjadi isu krusial sebagai akibat dari kesenjangan sosial dan ekonomi. Fenomena ini tidak dapat dipisahkan dari peran pendidikan sebagai pintu masuk dalam upaya pengentasan kemiskinan. Salah satu penyebab utama kegagalan kewirausahaan yang pada akhirnya meningkatkan risiko kebangkrutan dan kemiskinan adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pemasaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pendidikan pemasaran dapat membantu mengurangi kemiskinan dalam konteks peningkatan kualitas hidup. Mengingat sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada tingkat pengangguran dan pendapatan sebagai indikator kemiskinan, yang belum mampu menjelaskan kualitas hidup secara komprehensif, maka tinjauan terhadap kualitas hidup diperlukan dalam penelitian ini. Selain itu, analisis Mann-Whitney digunakan untuk membandingkan kualitas hidup pada dua kelompok responden dengan menggunakan metode kuantitatif. Observasi juga dilakukan selama periode enam bulan untuk menilai kualitas hidup responden. WHOQOL-BREF digunakan sebagai instrumen penelitian dan didistribusikan kepada Kelompok 1 (30 responden yang telah menerima pendidikan pemasaran) dan Kelompok 2 (30 responden yang belum menerima pendidikan pemasaran). Setiap responden berasal dari provinsi yang berbeda di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pemasaran dapat membantu mengurangi kemiskinan, yang tercermin dalam peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Pengetahuan pemasaran mendorong perubahan positif yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan manusia. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai pendidikan pemasaran sebagai salah satu sarana pengentasan kemiskinan. © 2022, Institute of Eastern Europe and Central Asia. All rights reserved.

    Author Keywords: Analisis; Indonesia; Pendidikan pemasaran; Kemiskinan; Kualitas hidup

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85124341101?

  • Peran Investasi Domestik, Investasi Asing, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Pengurangan Kemiskinan di Indonesia

    Peran Investasi Domestik, Investasi Asing, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Pengurangan Kemiskinan di Indonesia

    Penulis: Herman Soegoto, Surjatno Wiganepdo Soegoto, Daniel Francois Meyer

    DOI: 10.15549/jeecar.v9i5.1072

    Abstrak:
    Pemerintah Indonesia berupaya menurunkan tingkat kemiskinan, antara lain dengan mendorong investasi yang bersumber dari dalam negeri maupun luar negeri serta meningkatkan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun demikian, hingga akhir tahun 2020, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih tergolong relatif tinggi, yakni sekitar sepuluh persen dari total penduduk Indonesia. Permasalahan ini mendorong penulis untuk mengkaji peran Investasi Domestik (Domestic Investment/DI), Investasi Asing (Foreign Investment/FI), serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh belum adanya penelitian di Indonesia sebelumnya yang melibatkan keempat variabel tersebut dengan menggunakan data periode 2010–2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui pengaruh DI, FI, dan UMKM terhadap tingkat kemiskinan. Data yang merupakan gabungan antara data runtun waktu (time series) dan data penampang silang (cross-section) dianalisis menggunakan metode panel least squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan akan menurun seiring dengan meningkatnya investasi domestik, meningkatnya investasi asing, serta bertambahnya jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. © 2022, Institute of Eastern Europe and Central Asia. All rights reserved.

    Author Keywords:Investasi domestik; investasi asing; Indonesia; UMKM; kemiskinanArtikel ini dapat diakses di

    https://www.scopus.com/pages/publications/85141168690?

  • Digitalisasi dan UMKM Informal: Inklusi Keuangan Digital untuk Pengembangan UMKM dalam Ekonomi Formal

    Digitalisasi dan UMKM Informal: Inklusi Keuangan Digital untuk Pengembangan UMKM dalam Ekonomi Formal

    Penulis: Siti Kurnia Rahayu ; Isniar Budiarti ; Dony Waluya Firdaus ; Viktoriya Onegina

    DOI: 10.15549/jeecar.v10i1.1056

    Abstrak:

    Penelitian ini mengkaji inklusi keuangan digital serta pemanfaatan teknologi finansial (fintech) oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) informal dalam upaya mengatasi kesenjangan pembiayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai pendekatan utama, yaitu strategi analisis kualitatif dengan verifikasi melalui analisis induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap fintech di Indonesia menjadikan UMKM sebagai penggerak ekonomi digital sehingga mampu mengatasi kesenjangan pembiayaan di sektor informal. Tantangan yang dihadapi fintech dalam mendorong efisiensi usaha UMKM, berupa ketimpangan distribusi agen, keamanan data, permasalahan akses data, rendahnya literasi keuangan digital, rendahnya konektivitas, serta interoperabilitas, dapat diatasi dengan memanfaatkan peluang yang ada. Peluang tersebut meliputi peran lembaga keuangan mikro dan koperasi dalam mendorong inklusi keuangan serta pengembangan jaringan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi komprehensif terhadap capaian inklusi keuangan digital bagi UMKM di Indonesia serta perumusan rekomendasi kebijakan bagi otoritas terkait untuk mendorong efisiensi usaha UMKM melalui fasilitasi inklusi keuangan digital. © 2023, Institute of Eastern Europe and Central Asia. All rights reserved.

    Author Keywords: digitalisasi; inklusi keuangan; inovasi; pinjaman; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85146857749?

  • Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Perekonomian Uni Eropa

    Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Perekonomian Uni Eropa

    Penulis: Andrias Darmayadi, Nikolay Megits

    DOI: 10.15549/jeecar.v10i1.1079

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Perang Rusia–Ukraina terhadap perekonomian Uni Eropa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang menuntut penjelasan serta pemahaman mendalam terhadap dinamika dan aktivitas sosial yang timbul sebagai akibat dari konflik tersebut. Melalui pendekatan deskriptif ini, penelitian berfokus pada evaluasi dampak Perang Rusia–Ukraina terhadap kondisi ekonomi Uni Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekonomian Uni Eropa mengalami dampak yang signifikan akibat perang tersebut, yang ditandai dengan terganggunya hubungan perdagangan antara Rusia dan Uni Eropa di berbagai sektor, terutama sektor energi. Selain itu, konflik ini juga berkontribusi terhadap peningkatan tingkat inflasi yang tinggi, khususnya di negara-negara berkembang. Dampak-dampak tersebut berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi Uni Eropa serta memicu terjadinya krisis ekonomi di sejumlah negara Eropa. © 2023, Institute of Eastern Europe and Central Asia. All rights reserved.

    Author Keywords:ekonomi; Uni Eropa; Rusia; Ukraina; perang


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85146896294?

  • Selamat dan Sukses atas Pelantikan Ketua dan Pengurus APTISI Jawa Barat Masa Bakti 2025-2030.

    Selamat dan Sukses atas Pelantikan Ketua dan Pengurus APTISI Jawa Barat Masa Bakti 2025-2030.

    Sivitas Akademika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) mengucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Ketua dan Pengurus APTISI Jawa Barat Masa Bakti 2025-2030.

    Besar harapan kami, kepengurusan periode ini dapat mengemban amanah dengan penuh integritas serta senantiasa membawa perubahan positif bagi kemajuan perguruan tinggi swasta. Semoga semangat kolaborasi dan sinergi terus terjaga demi meningkatkan mutu serta daya saing pendidikan tinggi di Jawa Barat.

    Selamat mengabdi dan berkarya untuk bangsa!