Tag: Times Higher Education Ranking

  • Visualisasi Potensi Kesesuaian Lahan Pertanian Menggunakan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah (AR-GIS)

    Visualisasi Potensi Kesesuaian Lahan Pertanian Menggunakan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah (AR-GIS)

    Penulis: Hanhan Maulana, Hideaki Kanai

    Abstrak

    Studi ini bertujuan untuk memvisualisasikan potensi kesesuaian lahan pertanian menggunakan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah (AR-GIS). AR-GIS dapat memberikan pengalaman imersif kepada pengguna. Wilayah Kabupaten Bandung dipilih sebagai daerah penelitian karena memiliki potensi pertanian yang baik. Tantangan yang memotivasi pengembangan realitas tertambah dalam visualisasi kesesuaian lahan adalah agar petani dapat menggunakan GIS secara praktis untuk membantu pengambilan keputusan. Studi ini memiliki tiga tahapan utama. Tahapan pertama dan kedua mengintegrasikan Analisis Keputusan Multikriteria (MCDA) dengan metode Sistem Informasi Geografis (GIS). Tahapan pertama bertujuan untuk menentukan komoditas potensial menggunakan metode MCDA dengan mempertimbangkan faktor ekonomi, lingkungan, dan karakteristik tanaman. Tahapan kedua menjelaskan proses evaluasi kesesuaian lahan untuk setiap komoditas menggunakan metode GIS. Berdasarkan hasil evaluasi, kubis, kentang, dan bawang bombai merupakan tanaman yang paling sesuai untuk dibudidayakan di daerah penelitian. Hasil ini konsisten dengan data statistik yang menunjukkan bahwa komoditas-komoditas ini memiliki produktivitas tertinggi. Tahap ketiga dari penelitian ini menjelaskan proses visualisasi peta menggunakan realitas tertambah (augmented reality). AR-GIS diharapkan mampu memberikan tampilan visualisasi peta yang lebih baik. Dengan visualisasi peta yang baik, informasi pada GIS dapat mudah dipahami oleh pengguna. Lebih jauh lagi, diharapkan AR-GIS akan memiliki tingkat kegunaan yang tinggi. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Realitas tertambah; Sistem informasi geografis realitas tertambah; Komoditas; Sistem informasi geografis; Analisis keputusan multi-kriteria

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85128131357 

  • Teknologi Mesin Pengupas Jagung untuk Meningkatkan Produktivitas Petani

    Teknologi Mesin Pengupas Jagung untuk Meningkatkan Produktivitas Petani

    Penulis: Senny Luckyardi, Raiswati Unsta Mega, Kevin R, Naufal A. N, Hanifah A. P

    Abstrak

    Jagung merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia dan merupakan komoditas pangan kedua setelah beras. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang mesin pemisah biji jagung menggunakan mesin yang murah dan ringan dengan daya dorong yang kecil. Penelitian ini menggunakan perhitungan sederhana untuk mendapatkan desain optimal mesin pengupas jagung. Mesin pemisah dibuat dengan memotong bahan, mengerjakan mesin, mengelas rangka, memasang dan merakit mesin setelah diperbaiki dan disetel. Langkah selanjutnya adalah menguji kinerja alat dengan memeriksa kapasitas pengupasan. Jika ada kerusakan, akan diperbaiki lagi, tetapi jika tidak, maka mesin siap digunakan. Hasil pengujian kualitas dan kapasitas produksi menunjukkan bahwa perbedaan diameter jagung yang dikupas memengaruhi kapasitas produksi jagung yang dikupas, di mana semakin besar diameter jagung yang dikupas, semakin tinggi kapasitas produksinya. Desain mesin pengupas jagung ini diperkirakan dapat meningkatkan jumlah produksi biji jagung olahan sebesar 20% dari produk yang menggunakan perangkat mekanis di pasaran, dengan daya listrik 0,8952 kW (diperkirakan 1 hp 0,746 kW). Desain fungsional dan cara kerja mesin, yaitu menggunakan energi berbahan bakar minyak, adalah dua tingkat penyortiran: kasar dan halus. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Biologi; Kimia; Pengelolaan lingkungan; Waduk Jangari; Parameter; Fisik; Kualitas air

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85131939125

  • Dampak Manajemen Pengetahuan, Teknologi Informasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pencitraan Perguruan Tinggi terhadap Mutu Pendidikan

    Dampak Manajemen Pengetahuan, Teknologi Informasi, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pencitraan Perguruan Tinggi terhadap Mutu Pendidikan

    Penulis: Umi Narimawati; Marliana Budhiningtias Winanti; Syahrul Mauluddin; Dadang Munandar; Denok Sunarsi
    DOI: 10.15549/jeecar.v10i6.1505

    Abstrak:
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami pengaruh penerapan manajemen pengetahuan, pemanfaatan teknologi informasi, serta program pengabdian kepada masyarakat terhadap pencitraan perguruan tinggi dan dampaknya terhadap mutu pendidikan secara keseluruhan pada perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Jawa Barat dan Banten. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei serta metode simple random sampling untuk mengumpulkan data dari 226 dosen perguruan tinggi swasta di Jawa Barat dan Banten. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak PLS versi 3.0 yang berbasis pendekatan Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen pengetahuan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pencitraan perguruan tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai t-statistic sebesar 1,594 dan nilai P-value sebesar 0,112. © 2023, Institute of Eastern Europe and Central Asia. Seluruh hak cipta dilindungi.

    Kata Kunci Penulis:
    program pengabdian kepada masyarakat; implementasi manajemen pengetahuan; mutu pendidikan; pencitraan perguruan tinggi; pemanfaatan teknologi informasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85178284931

  • Desain Cetak Biru TI dengan Kerangka Kerja TOGAF ADM untuk Pengembangan Sistem Informasi

    Desain Cetak Biru TI dengan Kerangka Kerja TOGAF ADM untuk Pengembangan Sistem Informasi

    Penulis: Rizky Jumansyah, Rangga Sidik Eddy Soeryanto Soegoto

    Abstrak

    Badan Persatuan Nasional dan Politik Kabupaten Kutai Barat saat ini membutuhkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung proses pelayanan yang ada dan memanfaatkan data dan informasi yang ada. Dengan dukungan dan peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), masyarakat atau pihak yang berkepentingan dapat dengan mudah menemukan atau mengakses data dan informasi yang dibutuhkan. Di sinilah peran arsitektur perusahaan dibutuhkan untuk mendukung kegiatan bisnis utama dan kegiatan bisnis pendukung yang dilakukan oleh organisasi. Tujuan implementasi arsitektur perusahaan adalah untuk menyelaraskan bisnis dan teknologi informasi dengan tujuan organisasi. Implementasi arsitektur perusahaan terkait erat dengan bagaimana suatu organisasi mengembangkan dan membangun arsitektur perusahaannya. Banyak kerangka kerja yang dapat digunakan dalam mendesain perusahaan untuk mendukung berjalannya sistem di dalam perusahaan. Dalam kasus ini, kerangka kerja yang akan digunakan dalam merumuskan dan merencanakan sistem informasi secara strategis di dalam Badan Persatuan Nasional dan Politik Kabupaten Kutai Barat adalah TOGAF (The Open Group Architecture Framework) dengan fokus pada enam komponen arsitektur yang terdiri dari Visi Arsitektur, Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi, Arsitektur Teknologi, Peluang dan Solusi, dan Perencanaan Migrasi. TOGAF ADM dapat digunakan untuk membuat cetak biru teknologi untuk suatu perusahaan, di mana cetak biru tersebut dapat digunakan dan menjadi referensi dalam pengembangan perusahaan. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Cetak Biru; Arsitektur Perusahaan; Sistem Informasi; TOGAF ADM 9.1

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85141697703

  • Pemodelan Antena Setengah Lambda Terbuka Menggunakan Pengujian Detektor Plotter Antena Otomatis pada Frekuensi Siaran UHF

    Pemodelan Antena Setengah Lambda Terbuka Menggunakan Pengujian Detektor Plotter Antena Otomatis pada Frekuensi Siaran UHF

    Penulis: Muhammad Rizky Firdaus, Budi Herdiana, Rio Muhammad Iskandar

    Abstrak

    Antena dipol cukup populer dalam berbagai penelitian di bidang teknologi antena. Banyak model dan modifikasi telah dilakukan untuk mendapatkan kinerja optimal sesuai dengan bidang aplikasi. Dari sekian banyak model antena ini, ternyata tidak banyak antena jenis ini yang memiliki fungsi yang sama sebagai antena pemancar dan penerima. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memodelkan antena dipol UHF setengah lambda terbuka agar dapat bekerja dengan baik pada alokasi frekuensi siaran UHF. Metode untuk mewujudkan hal ini adalah dengan menggunakan pendekatan pengujian komparatif, yang dimulai dengan mendesain model fisik antena, kemudian diuji secara otomatis oleh detektor plotter antena, hasilnya adalah visualisasi bentuk pola radiasi antena. Dari pola radiasi ini, akan terlihat luas sudut gain, daya pancar, daya terima, dan Return Loss. Berdasarkan hasil pengujian, daya pancar maksimum setiap antena adalah 121 mWatt dan daya terima adalah 97 mWatt dengan nilai rugi balik -18,78 dB pada frekuensi siaran UHF 428,5 MHz. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Antena otomatis; Siaran; Pengujian Pemodelan; UHF

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85141701102  

  • Implementasi Augmented Reality pada Sosialisasi Gempa Bumi dan Tsunami dalam Program BMKG Goes to School

    Implementasi Augmented Reality pada Sosialisasi Gempa Bumi dan Tsunami dalam Program BMKG Goes to School

    Penulis: Ruhimat, Eddy Soeryanto Soegoto

    Abstrak

    Sosialisasi mengenai gempa bumi dan tsunami kepada siswa dilakukan secara rutin melalui program BMKG Goes to School (GTS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi dan efektivitas implementasi Augmented Reality (AR) dalam kegiatan sosialisasi gempa bumi dan tsunami pada program BMKG GTS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan survei sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi AR dalam program BMKG GTS sangat efektif dan efisien dalam menyampaikan informasi mengenai gempa bumi dan tsunami kepada siswa. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap informasi tentang gempa bumi dan tsunami karena materi disajikan secara interaktif dan menarik. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis:

    Augmented reality; BMKG Goes to School; Gempa bumi; Sosialisasi; Tsunami

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85145379

  • Meningkatkan Kinerja Padding Laston AC-WC dengan Pemanfaatan Limbah Terak Nikel

    Meningkatkan Kinerja Padding Laston AC-WC dengan Pemanfaatan Limbah Terak Nikel

    Penulis: Falderika, Nur Fitrah

    Abstrak

    Pemanfaatan limbah sebagai bagian dari material perkerasan jalan merupakan isu penting. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya ketersediaan material alami sebagai bahan baku jalan dan meningkatnya biaya pengadaan serta proses perolehan agregat. Akibatnya, dibutuhkan material alternatif dan salah satunya adalah terak nikel. Terak nikel dikategorikan sebagai limbah Beracun dan Berbahaya (B3), sehingga pengujian diperlukan untuk menentukan kandungan zat berbahaya. Nilai uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) lebih kecil dan memenuhi persyaratan, hasil pengujian karakteristik fisik terak nikel juga memenuhi persyaratan yang digunakan dalam material konstruksi jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan terak nikel terhadap kinerja campuran Laston (AC-WC). Pengujian dilakukan berdasarkan metode empiris dengan uji Marshall yang mengacu pada ketentuan sifat campuran Laston (AC-WC) Spesifikasi Umum untuk Jalan dan Jembatan Jalan Raya, Bina Marga, 2018. Variasi Kandungan Aspal Referensi (KAA) yang digunakan adalah 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%. Berdasarkan hasil analisis uji Marshall, diketahui bahwa penggunaan terak nikel memiliki kinerja yang lebih baik dalam hal nilai stabilitas Marshall yang lebih tinggi yaitu 1803 kg dibandingkan dengan 1660 kg pada campuran tanpa terak nikel. Dari hasil pengujian dan analisis yang dilakukan, limbah terak nikel ini dapat digunakan sebagai bahan baru dalam campuran aspal sehingga dampaknya adalah limbah tersebut dapat digunakan kembali. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Laston AC-WC; Marshall; Terak nikel

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85145569238 

  • Perancangan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif untuk Visualisasi Kesesuaian Lahan

    Perancangan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif untuk Visualisasi Kesesuaian Lahan

    Penulis: Hanhan Maulana, Kanai H

    Abstrak

    Studi ini bertujuan untuk memvisualisasikan potensi kesesuaian lahan pertanian menggunakan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif (AR-GIS). Dalam pengambilan keputusan pertanian, aspek geografis merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Namun, terdapat banyak keterbatasan pada platform AR awal dan salah satunya adalah keterbatasan jumlah pengguna. Titik jangkar berbasis cloud mampu mengatasi keterbatasan ini dengan menghubungkan banyak pengguna melalui internet yang memungkinkan mereka untuk melihat, berinteraksi, dan menyinkronkan konteks digital secara bersamaan. Melalui teknologi ini, penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah membuat peta kesesuaian lahan. Tahap kedua adalah pengembangan AR-GIS Kolaboratif dengan mengadopsi pendekatan desain yang berpusat pada pengguna. Studi ini mengintegrasikan GIS dengan kemampuan visualisasi AR untuk memvisualisasikan peta kesesuaian lahan kemudian memungkinkan kerja kolaborasi multi-pengguna berdasarkan Objek AR. Studi ini mengembangkan sistem berbasis AR-GIS menggunakan UNITY 3D. AR GIS yang dibangun didasarkan pada multi-platform untuk mengatasi berbagai platform perangkat seluler yang digunakan oleh petani, yang kemudian diintegrasikan dengan jangkar Cloud untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lain. Jangkar Cloud memungkinkan kerja kolaboratif antara petani dan pemangku kepentingan lainnya. Studi ini mengevaluasi kinerja sistem menggunakan dua perangkat dengan spesifikasi berbeda. Berdasarkan hasil evaluasi, visualisasi peta yang baik dapat diberikan oleh AR-GIS kolaboratif. Teknologi AR kolaboratif juga memberikan visualisasi alternatif serta interaksi alternatif dengan peta yang memiliki banyak pengguna. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap peta kesesuaian lahan. Diharapkan sistem AR-GIS kolaboratif dapat memberikan bantuan yang bermanfaat bagi petani dalam hal pengambilan keputusan. Dengan keputusan dan wawasan yang tepat mengenai peta kesesuaian lahan, risiko gagal panen dapat diminimalkan, dan produktivitas sektor pertanian dapat ditingkatkan. © 2023 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    2708; GIS Pertanian; Jangkar Cloud; Sistem kolaboratif; GIS; Peta kesesuaian lahan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85176566794 

  • Perancangan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif untuk Visualisasi Kesesuaian Lahan

    Penulis: Hanhan Maulana, Kanai H

    Abstrak

    Studi ini bertujuan untuk memvisualisasikan potensi kesesuaian lahan pertanian menggunakan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif (AR-GIS). Dalam pengambilan keputusan pertanian, aspek geografis merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Namun, terdapat banyak keterbatasan pada platform AR awal dan salah satunya adalah keterbatasan jumlah pengguna. Titik jangkar berbasis cloud mampu mengatasi keterbatasan ini dengan menghubungkan banyak pengguna melalui internet yang memungkinkan mereka untuk melihat, berinteraksi, dan menyinkronkan konteks digital secara bersamaan. Melalui teknologi ini, penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah membuat peta kesesuaian lahan. Tahap kedua adalah pengembangan AR-GIS Kolaboratif dengan mengadopsi pendekatan desain yang berpusat pada pengguna. Studi ini mengintegrasikan GIS dengan kemampuan visualisasi AR untuk memvisualisasikan peta kesesuaian lahan kemudian memungkinkan kerja kolaborasi multi-pengguna berdasarkan Objek AR. Studi ini mengembangkan sistem berbasis AR-GIS menggunakan UNITY 3D. AR GIS yang dibangun didasarkan pada multi-platform untuk mengatasi berbagai platform perangkat seluler yang digunakan oleh petani, yang kemudian diintegrasikan dengan jangkar Cloud untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lain. Jangkar Cloud memungkinkan kerja kolaboratif antara petani dan pemangku kepentingan lainnya. Studi ini mengevaluasi kinerja sistem menggunakan dua perangkat dengan spesifikasi berbeda. Berdasarkan hasil evaluasi, visualisasi peta yang baik dapat diberikan oleh AR-GIS kolaboratif. Teknologi AR kolaboratif juga memberikan visualisasi alternatif serta interaksi alternatif dengan peta yang memiliki banyak pengguna. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap peta kesesuaian lahan. Diharapkan sistem AR-GIS kolaboratif dapat memberikan bantuan yang bermanfaat bagi petani dalam hal pengambilan keputusan. Dengan keputusan dan wawasan yang tepat mengenai peta kesesuaian lahan, risiko gagal panen dapat diminimalkan, dan produktivitas sektor pertanian dapat ditingkatkan. © 2023 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    2708; GIS Pertanian; Jangkar Cloud; Sistem kolaboratif; GIS; Peta kesesuaian lahan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85176566794 

  • Wujudkan Pengabdian Kepada Masyarakat Yang Berdampak Melalui Workshop Internasional: Fakultas Desain Unikom Dan Iysa Perkuat Kompetensi Kreatif Generasi Muda

    Wujudkan Pengabdian Kepada Masyarakat Yang Berdampak Melalui Workshop Internasional: Fakultas Desain Unikom Dan Iysa Perkuat Kompetensi Kreatif Generasi Muda

    BANDUNG, UNIKOM – Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat yang berdampak dan berkelanjutan, Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjalin kolaborasi strategis dengan International Young Scientists Association (IYSA) menyelenggarakan workshop internasional bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan menengah (SMA) pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Ruang Kelas Lantai 6, Smart Building UNIKOM. Kegiatan yang melibatkan seluruh lini di lingkungan Fakultas Desain UNIKOM, mulai dari Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Grafis (DG), Desain Interior (DI), hingga Magister Desain (MDS), bertujuan untuk mengasah kreativitas sekaligus membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Tidak hanya berfokus pada pengembangan nilai budaya dan inovasi, program tersebut juga bertujuan mendorong kemandirian finansial dan efisiensi melalui pemanfaatan ilmu desain sebagai solusi konkret dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

    Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut menghadirkan dua kegiatan utama yang dirancang untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan peserta. Kelas pertama bertajuk “Paper Sculpture Amazing Pop-Up” yang diketuai oleh Dr. Yully Ambarsih Ekawardhani, S.Sn., M.Sn., sementara kelas ke dua mengangkat tema “Smartphone Modeling Photography” yang diketuai oleh Adityo B. Hardoyo, M.Ds. kegiatan workshop pada kedua sesi tersebut tidak terlepas dari kolaborasi aktif para dosen di lingkungan Fakultas Desain UNIKOM yang berperan sebagai narasumber, pendamping dan panitia. Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa dalam kepanitiaan memberikan kontribusi signifikan dalam memastikan seluruh rangkaian workshop berjalan dengan lancar dan interaktif.

    Ketua Pelaksana Panitia sekaligus Ketua Program Studi DKV UNIKOM, Dr. Kankan Kasmana, S.Sn., M.Ds., menjelaskan bahwa antusias tinggi tampak dalam workshop internasional tersebut yang diikuti oleh peserta dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). “Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu baru yang menyenangkan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung. Mereka belajar menciptakan karya seni melalui media kertas pada sesi paper sculpture dan memahami teknis fotografi profesional hanya dengan menggunakan smartphone”, tutur Dr. Kankan.

    Lebih lanjut, Dr. Kankan menekankan bahwa workshop tersebut menjadi wadah strategis bagi para dosen untuk melakukan transfer keilmuan secara langsung kepada masyarakat sebagai bentuk dedikasi akademik. Kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Desain UNIKOM dan International Young Scientists Association (IYSA) tersebut menjadi agenda setiap tahun, dan merupakan kompetisi kali ketiga yang dilaksanakan di UNIKOM. Implementasi program tersebut menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Desain UNIKOM dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan, sekaligus sebagai langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan kapasitas kreatif masyarakat secara konsisten.

    Sementara itu, ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) “Paper Sculpture Amazing Pop-Up”, Dr. Yully Ambarsih Ekawardhani, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa para peserta dibekali dengan pemahaman teknis mengenai prinsip dasar mekanik kertas, yang mencakup seni melipat, memotong, hingga menempel. Menurutnya, kegiatan tersebut  menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan sisi kreatif dari program studi DKV kepada generasi muda. “Kegiatan ini mengusung tema cerita rakyat Indonesia, khususnya fabel atau cerita hewan, yang kemudian ditransformasikan menjadi karya desain pop-up yang menarik. Melalui pendekatan ini, kami tidak hanya mengasah keterampilan desain peserta, tetapi juga menanamkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya bangsa dengan cara yang kontemporer dan inovatif”, ungkap Dr. Yully.

    Dengan demikian, kegiatan workshop internasional Fakultas Desain UNIKOM bersama IYSA menjadi bukti nyata komitmen kolaborasi strategis dalam menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan. Dengan memadukan metode konvensional melalui seni kriya kertas (paper sculpture) serta pemanfaatan teknologi modern melalui fotografi smartphone, kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa sinergi kreatif mampu melahirkan karya inovatif yang memiliki nilai sosial dan ekonomi tinggi. Melalui transfer keilmuan yang interaktif, Fakultas Desain UNIKOM tidak hanya berhasil mengasah keterampilan teknis generasi muda, tetapi juga sukses melestarikan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mendorong terciptanya kemandirian finansial bagi masyarakat melalui efisiensi dan inovasi desain yang berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)