Tag: Times Higher Education Ranking

  • Sambut Generasi Baru: Dalam Sidang Terbuka Senat PMB UNIKOM 2026, Rektor UNIKOM Dorong Mahasiswa Kreatif, Inovatif, Dan Adaptif Di Era AI

    Sambut Generasi Baru: Dalam Sidang Terbuka Senat PMB UNIKOM 2026, Rektor UNIKOM Dorong Mahasiswa Kreatif, Inovatif, Dan Adaptif Di Era AI

    BANDUNG, UNIKOM — Langkah awal memasuki dunia perguruan tinggi menjadi momentum istimewa bagi mahasiswa baru Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Bertempat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB pada Senin, 21 September 2026, UNIKOM menggelar Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 sekaligus peringatan Dies Natalis ke-26 UNIKOM, yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, sivitas akademika dan seluruh mahasiswa baru UNIKOM.

    Mengusung semangat menyambut generasi baru UNIKOM, kegiatan berlangsung melalui rangkaian agenda yang memadukan pengenalan kehidupan akademik, prosesi penerimaan mahasiswa baru, penguatan nilai-nilai kemahasiswaan, hingga pemberian apresiasi kepada insan berprestasi di lingkungan UNIKOM.

    Ketua Pelaksana Upacara Sidang Terbuka Senat UNIKOM, Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan PMB dan PKKMB UNIKOM tahun ini dilaksanakan pada 21–26 September 2026 di beberapa lokasi, meliputi Sabuga, lingkungan UNIKOM secara hybrid, Gedung Balai Sartika, serta lingkungan fakultas dan program studi masing-masing. “Kegiatan PMB dan PKKMB ini tentunya bertujuan memberikan pengenalan awal mengenai lingkungan akademik, nilai-nilai dasar institusi, budaya kampus, serta membekali mahasiswa baru dalam memulai perjalanan sebagai insan akademik yang unggul”, tuturnya.

    Lebih lanjut, Dr. Yuni menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rektor UNIKOM, Prof. 3. Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dan seluruh jajaran pimpinan, panitia, Tim Protokoler UNIKOM, serta mahasiswa KPM, PSM, SADAYA, juga KSR yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, tanggung jawab, dan kebersamaan. Terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk Manajemen Sabuga. “Semoga rangkaian PMB dan PKKMB ini menjadi awal yang baik dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa baru dalam meraih prestasi di masa depan”, demikian pungkasnya.

    Sementara itu, Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., melaporkan bahwa proses PMB UNIKOM telah dilaksanakan melalui delapan gelombang Ujian Saringan Masuk berbasis Komputer (USMBK) sejak Januari hingga Agustus 2026. Selain USMBK, UNIKOM membuka jalur penerimaan melalui rapor, prestasi akademik dan non-akademik, KIP, serta beasiswa anak guru. Proses seleksi dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi digital melalui sistem yang transparan, meliputi ujian daring, wawancara, serta penilaian prestasi akademik dan non-akademik.

    Dari seluruh rangkaian penerimaan tersebut, sebanyak 1.552 mahasiswa dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa baru UNIKOM Tahun Akademik 2026/2027. Para mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, di antaranya Mesir dan Madagaskar, dan Australia. Dr. Agus berharap mahasiswa baru tidak hanya beradaptasi dengan lingkungan akademik, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan serta memanfaatkan teknologi, komunikasi, dan digitalisasi untuk mengembangkan potensi diri dan menjadi agen perubahan.

    Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pelantikan mahasiswa baru oleh Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jabar, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., melalui pembacaan Janji Mahasiswa yang dibacakan oleh perwakilan dari mahasiswa baru. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UNIKOM, sekaligus penguatan komitmen untuk menjalani kehidupan perguruan tinggi dengan penuh tanggung jawab.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa syukur karena seluruh sivitas akademika dapat berkumpul dalam suasana sehat, bahagia, dan penuh semangat, khususnya untuk menyambut mahasiswa baru dari berbagai jenjang pendidikan. Bertepatan dengan Dies Natalis ke-26 UNIKOM, Prof. Eddy mengajak generasi baru tersebut menjadikan masa pendidikan di UNIKOM sebagai momentum untuk membangun kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia yang semakin dinamis.

    Prof. Eddy juga menegaskan bahwa mahasiswa UNIKOM tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan penguasaan teknologi digital. Mahasiswa juga perlu membangun jiwa entrepreneur, kreativitas, inovasi, serta kemampuan menciptakan nilai tambah melalui teknologi. Pesan tersebut sejalan dengan identitas UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University, yang mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aktivitas kehidupan dan pendidikan.

    Dalam menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat, mahasiswa juga didorong untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Menurutnya, perkembangan AI membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda, mulai dari pembelajaran, penelitian, analisis data, pengembangan program, hingga penciptaan berbagai inovasi. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan solusi baru.

    Komitmen tersebut turut diwujudkan UNIKOM melalui pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis AI serta kolaborasi dengan Google. Kehadiran AI Learning Center/Lab AI UNIKOM menjadi salah satu bagian dari upaya membekali sivitas akademika dengan kemampuan memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran dan pengembangan.

    You are creative”, menjadi salah satu pesan yang ditekankan Prof. Eddy kepada generasi baru UNIKOM. Kreativitas perlu diwujudkan melalui kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru, sedangkan inovasi berarti menciptakan sesuatu yang berbeda dan memberikan nilai tambah dibandingkan apa yang telah ada. Semangat tersebut diharapkan tumbuh dalam diri mahasiswa melalui proses pembelajaran maupun berbagai kegiatan di luar kelas.

    Prof. Eddy turut mengingatkan mahasiswa untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, termasuk dalam penyusunan tugas, skripsi, tesis, maupun disertasi. Perkembangan berbagai perangkat digital dan AI harus dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan untuk mengabaikan proses belajar maupun nilai-nilai kejujuran akademik.

    Tidak kalah penting, mahasiswa didorong untuk aktif dalam organisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan di UNIKOM. Keterlibatan tersebut menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan bersosialisasi yang akan menjadi bekal ketika memasuki dunia profesional maupun bermasyarakat. Prof. Eddy juga memberikan tips bagi mahasiswa baru agar memiliki tekad yang kuat, memiliki motivasi yang tinggi, menjadi pribadi yang persisten, menjaga kedisiplinan, dapat memanfaatkan energi dan waktu sebagai anak muda, mengembangkan kreativitas dan inovasi, membangun jiwa entrepreneur, dan memanfaatkan teknologi AI secara produktif.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Eddy juga memperkenalkan jajaran pimpinan dan sivitas akademika UNIKOM yang akan menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan. Pengenalan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk semakin memahami lingkungan akademik sekaligus mengenal berbagai unsur yang mendukung penyelenggaraan pendidikan di UNIKOM.

    Tidak hanya menjadi seremoni penyambutan, kegiatan juga menjadi ruang apresiasi atas kontribusi dan prestasi sivitas akademika. Rangkaian acara turut diisi dengan sambutan BNI dan penyerahan beasiswa BNI, penyerahan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi, serta penyerahan beasiswa kepada mahasiswa UNIKOM.

    Semangat apresiasi kemudian berlanjut melalui pemberian penghargaan kepada dosen dan karyawan teladan serta penghargaan atas 25 tahun pengabdian kepada UNIKOM. Rangkaian apresiasi tersebut menjadi bagian dari perayaan perjalanan UNIKOM sekaligus penghormatan terhadap kontribusi sivitas akademika dalam mendukung perkembangan institusi.

    Bagi mahasiswa baru, rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa perjalanan di UNIKOM tidak hanya berorientasi pada proses pembelajaran di dalam kelas. Berbagai ruang untuk berprestasi, berorganisasi, berkolaborasi, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, hingga mengembangkan kompetensi digital menjadi bagian dari ekosistem yang dapat dimanfaatkan mahasiswa selama menjalani pendidikan.

    Usai prosesi Sidang Terbuka, agenda dilanjutkan dengan sejumlah pembekalan bagi mahasiswa baru, di antaranya sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), sosialisasi visi dan misi UNIKOM oleh Direktorat Quality Assurance, serta pengarahan dari berbagai direktorat dan unit di lingkungan UNIKOM.

    Pembekalan tersebut mencakup pengenalan berbagai unit dan layanan UNIKOM, seperti INBISKOM, Direktorat AP2SC UNIKOM dan HITS UNIKOM Radio, King Sejong, Direktorat International Affairs & Corporations, Direktorat PTDSI, Direktorat IT Infrastructure & Network, hingga UTV. Rangkaian ini memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih luas ekosistem akademik, teknologi, kemahasiswaan, internasionalisasi, serta berbagai layanan pendukung yang tersedia di UNIKOM.

    Melalui Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027, UNIKOM secara resmi menyambut generasi baru yang akan menjadi bagian dari perjalanan institusi ke depan. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-26 UNIKOM, yang merefleksikan perjalanan panjang institusi dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi sekaligus menatap tantangan masa depan.

    Prosesi sidang terbuka senat menjadi perjalanan baru mahasiswa UNIKOM pun dimulai. Membawa semangat untuk belajar, berkembang, berprestasi, dan berkontribusi, para mahasiswa baru diharapkan mampu memanfaatkan setiap kesempatan selama berada di UNIKOM untuk menjadi generasi yang mampu menjadi entrepreneur, adaptif, berintegritas, kompeten, serta siap menghadapi perkembangan dunia yang semakin dinamis dan berbasis teknologi.

    Selamat datang dan selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Komputer Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Kajian MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM Dorong Implementasi Nilai Islam Dalam Kehidupan: “Islam Tapi Tidak Islam”

    Kajian MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM Dorong Implementasi Nilai Islam Dalam Kehidupan: “Islam Tapi Tidak Islam”

    BANDUNG, UNIKOM — Nilai-nilai Islam tidak hanya tercermin melalui pelaksanaan ritual ibadah, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari yang menjunjung kejujuran, amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, dan toleransi. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Kajian Majelis Ta’lim (MT) Ashfiyatun Nisa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) yang menghadirkan Ustadz Yayat Ruhiyat sebagai pemateri yang digelar pada Jumat, 18 September 2026.

    Kajian yang berlangsung secara online tersebut mengangkat tema “Islam Tapi Tidak Islam” dan turut dihadiri oleh para anggota MT Ashfiyatun Nisa dan sivitas akademika UNIKOM. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan spiritual sekaligus refleksi bagi sivitas akademika UNIKOM, khususnya anggota MT Ashfiyatun Nisa, untuk memahami bagaimana nilai-nilai ajaran Islam dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Qori Ibu Lasmanah dengan saritilawah Ibu Tyas. Ayat yang dibacakan Q.S. Ali ‘Imran ayat 18–19, yang berbunyi “Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha perkasa, Maha bijaksana (18).  Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (19)”

    Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti yang dipandu oleh moderator yaitu Ketua Majelis Ta’lim Ashfiyatun Nisa UNIKOM, Apriani Puti Purfini, S.Kom., M.T. Dalam pemaparannya, Ustadz Yayat Ruhiyat mengajak peserta untuk merefleksikan perbedaan antara “Islam” sebagai identitas keagamaan dengan “islami” sebagai nilai yang diwujudkan melalui perilaku.

    Menurutnya, seseorang dapat beragama Islam, tetapi nilai-nilai Islam belum tentu sepenuhnya tercermin dalam perilakunya. Ia kemudian mengangkat kisah diskusi antara filsuf Prancis Ernest Renan dan Muhammad Abduh, ulama besar asal Mesir, sebagai ilustrasi mengenai tantangan untuk membuktikan nilai-nilai Islam melalui kehidupan nyata. “Ada orang yang Islam, tapi belum tentu islami” tutur  Ustadz Yayat dalam kajiannya.

    Ustadz Yayat menjelaskan bahwa kehebatan ajaran Islam tidak hanya dapat dilihat dari aspek simbolik maupun ritual keagamaan. Berbagai bentuk ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ta’lim, umrah, maupun ibadah haji merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan pula ke dalam perilaku sosial dan kehidupan sehari-hari.

    Ustadz Yayat selanjutnya membahas sebuah penelitian yang kerap dikaitkan dengan George Washington University mengenai tingkat “keislamian” suatu negara berdasarkan indikator nilai-nilai sosial. Dalam kajian tersebut, ia menyampaikan tujuh indikator yang digunakan sebagai barometer, yakni kejujuran, amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, dan toleransi. “Jadi ada tujuh item yang menjadi barometer untuk melihat apakah seseorang, suatu komunitas, rumah tangga, atau sebuah negara mencerminkan nilai-nilai islami”, jelasnya.

    Pembahasan tersebut mengarahkan peserta pada pemahaman bahwa keberagamaan tidak semestinya berhenti pada aktivitas ritual, tetapi juga perlu melahirkan karakter dan tindakan yang memberikan manfaat bagi orang lain. Nilai kejujuran, amanah, adil, menjaga kebersihan, menghargai waktu, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menghormati perbedaan menjadi bagian dari implementasi nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

    Di sesi akhir kajian, Ustadz Yayat menekankan pentingnya memulai perubahan dari diri sendiri. Menurutnya, seseorang tidak perlu menunggu orang lain untuk terlebih dahulu melakukan kebaikan. Implementasi nilai-nilai Islam justru dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dari tindakan pribadi. “Beginning at ourself. Kita mulai dari kita, mulai dari diri kita. Jangan pernah berharap menunggu orang lain untuk melakukan, sementara kita tidak mau melakukannya”, tegasnya. Melalui kajian tersebut, MT Ashfiyatun Nisa UNIKOM tidak hanya menghadirkan ruang untuk memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong refleksi mengenai bagaimana ajaran Islam dapat hadir dalam karakter, etika, dan perilaku sehari-hari. Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk menghadirkan nilai-nilai kebaikan mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, hingga masyarakat luas.(Direktorat Hms & Pro)

  • Mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 Ikuti Bimtek Ke Dua: Perkuat Implementasi Sistem Digital Di Masyarakat

    Mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 Ikuti Bimtek Ke Dua: Perkuat Implementasi Sistem Digital Di Masyarakat

     

    BANDUNG, UNIKOM — Memasuki tahap pelaksanaan program di berbagai wilayah pengabdian di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) 2026 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Ke dua yang digelar pada Rabu, 9 September 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan berbagai sistem digital yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat dan petugas di lapangan.

    Kegiatan Bimtek diikuti oleh mahasiswa peserta KKN Berdampak UNIKOM 2026 yang saat ini telah ditempatkan di wilayah pengabdian masing-masing dan mulai menjalankan program kerja bersama masyarakat. Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM 2026, Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., dengan menghadirkan pembekalan mengenai implementasi sistem informasi yang mendukung pelaksanaan program pengabdian.

    Menurut Dr. Agus, Bimtek kedua merupakan kelanjutan dari pembekalan sebelumnya. Jika Bimtek pertama berfokus pada pengoperasian sistem untuk mendukung aktivitas mahasiswa selama KKN, maka Bimtek kedua diarahkan pada kemampuan mahasiswa dalam memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem yang akan digunakan oleh masyarakat. “Pada hari ini kita mengadakan Bimtek ke dua bagi adik-adik mahasiswa terkait bagaimana implementasi aplikasi yang sudah kita siapkan bagi masyarakat sekaligus bagi petugas di lapangan”, tutur Dr. Agus.

    Sebelumnya, mahasiswa telah memperoleh pembekalan mengenai penggunaan sistem yang mendukung seluruh tahapan pelaksanaan KKN, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, hingga evaluasi. Sistem tersebut juga memungkinkan berbagai aktivitas mahasiswa terdokumentasi secara digital dan terintegrasi.

    Melalui pemanfaatan teknologi, keberadaan mahasiswa di lokasi pengabdian dapat dipantau secara lebih terukur, termasuk pendataan peserta, penempatan berbasis geofencing, hingga pencatatan aktivitas harian, perizinan, dan berbagai kondisi lapangan lainnya.

    Hal senada disampaikan oleh Ketua Divisi Bimbingan Konseling, Karir Lulusan, dan Alumni (BKKLA) Dr. Nungki Heriyati, S.S., M.A., selaku anggota Task Force KKN Berdampak UNIKOM sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurutnya, seluruh kelompok mahasiswa telah menyusun program kerja bersama DPL dan mulai menjalankan berbagai kegiatan di wilayah masing-masing. “Mahasiswa sudah ditempatkan di posisinya masing-masing dan sudah mulai masuk ke program kerja yang sudah dibuat. Masing-masing kelompok sudah menyampaikan program kerjanya kepada DPL, sudah disetujui, dan mulai dimasukkan juga ke dalam sistem”, ungkap Dr. Nungki.

    Dr. Nungki menambahkan bahwa sistem digital yang digunakan dalam KKN Berdampak UNIKOM 2026 memungkinkan proses pemantauan program dilakukan secara lebih terstruktur. Data aktivitas mahasiswa yang tercatat di dalam sistem dapat membantu tim pelaksana dan DPL dalam melihat perkembangan pelaksanaan program secara berkala.

    Hingga memasuki pekan ke tujuh dan ke delapan pelaksanaan, sebanyak 32 kelompok mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai wilayah dan mulai beradaptasi dengan lingkungan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta menjalankan program kerja universitas, program kerja usulan, maupun program insidental sesuai kondisi di lapangan.

    Melalui pelaksanaan Bimtek secara bertahap, UNIKOM terus mendorong lahirnya model KKN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan sistem digital diharapkan tidak hanya mendukung efektivitas pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat pengukuran dampak pengabdian kepada masyarakat secara lebih terukur dan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Bidik Hibah Nasional Dan Internasional, Pusat Kajian Bisnis Digital FEB UNIKOM Perkuat Kompetensi Dosen Melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Riset

    Bidik Hibah Nasional Dan Internasional, Pusat Kajian Bisnis Digital FEB UNIKOM Perkuat Kompetensi Dosen Melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Riset

    BANDUNG, UNIKOM — Memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan riset berkualitas dan meningkatkan peluang memperoleh pendanaan penelitian, Pusat Kajian Bisnis Digital yang berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal Hibah Riset Dalam dan Luar Negeri pada Selasa, 8 September 2026. Bertempat di Ruang VVIP 16, Lantai 16 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut secara khusus ditujukan bagi dosen-dosen di lingkungan FEB UNIKOM sebagai upaya membekali peserta dengan strategi dan keterampilan dalam menyusun proposal hibah yang kompetitif, baik pada skema pendanaan nasional maupun internasional. Workshop tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya kelompok-kelompok riset yang mampu menghasilkan proposal, publikasi, serta luaran penelitian yang berdampak.

    Turut hadir jajaran pimpinan UNIKOM, antara lain: Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Teknologi & ICT, International Program & Center of Excellence, Prof. Zainal A. Hasibuan, MLS., Ph.D., Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., Kepala Pusat Kajian Bisnis Digital sekaligus Direktur International Program UNIKOM, Dr. Senny Lukyardi, S.P., M.M., Direktur DP3M UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Irawan Afrianto, S.T., M.T., Direktur Pusat Kajian dan Hibah International UNIKOM, Dr. Muhammad Aria Rajasa Pohan, M.T., serta narasumber eksternal multi hibah Dr. Adi Santoso, S.E., M.M., selaku COE Economics of Advanced Digital Technology (EADT) Telkom University, serta para Ketua Program Studi dan dosen di lingkungan FEB UNIKOM.

    Wakil Rektor Bidang Teknologi & ICT, International Program & Center of Excellence UNIKOM Prof. Zainal A. Hasibuan, MLS., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya pengembangan Center of Excellence, khususnya dalam penguatan bidang penelitian. “Pada kesempatan ini kami mengadakan workshop mengenai penulisan proposal hibah dalam negeri maupun luar negeri. Ini merupakan suatu upaya yang sangat strategis dan merupakan jalan panjang, tetapi harus kita mulai, yaitu melakukan persiapan-persiapan dalam menyongsong berbagai undangan hibah yang sifatnya kompetitif”,  ungkap Prof. Zainal.

    Menurutnya, kegiatan tersebut dimotori oleh FEB UNIKOM dan diharapkan dapat menjadi langkah awal yang nantinya dapat dikembangkan dan diikuti oleh fakultas-fakultas lain di lingkungan UNIKOM. Kehadiran narasumber dari internal maupun eksternal UNIKOM diharapkan dapat memberikan pengalaman, arahan, serta pendampingan kepada para dosen dalam menghasilkan proposal yang berkualitas dan kompetitif. Prof. Zainal menambahkan, penguatan riset tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi UNIKOM dalam mendukung program pemerintah, khususnya melalui pengembangan perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata.

    Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si. menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop yang secara khusus melibatkan dosen-dosen FEB UNIKOM. Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan upaya UNIKOM dalam membangun dan memperkuat kelompok-kelompok riset. “Penelitian itu membutuhkan pemikiran, tidak hanya pemikiran sendiri, tetapi pemikiran banyak orang sehingga menghasilkan ide-ide yang baik. Dengan data yang berkualitas dan menggunakan metode yang tepat, tentunya akan menghasilkan penelitian yang berdampak”, tutur Prof. Umi.

    Lebih lanjut, Prof. Umi mendorong para dosen untuk membangun budaya penelitian secara kolaboratif. Menurutnya, kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya akademik yang berkualitas sekaligus mendukung pengembangan karier akademik dosen. “Tidak ada satu pun karya yang hanya dikerjakan sendiri. Maka, ini sudah tepat, UNIKOM khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis membedah kegiatan penelitian ini bersama”, tambahnya. .

    Prof. Umi juga menyoroti keberadaan Pusat Kajian Bisnis Digital sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan FEB UNIKOM. Menurutnya, keberadaan pusat kajian tersebut memiliki karakteristik tersendiri karena didukung pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Ia juga berharap hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi dapat diimplementasikan dan dikembangkan menjadi berbagai inovasi serta aktivitas kewirausahaan. Hal tersebut sejalan dengan arah UNIKOM dalam mendorong lahirnya entrepreneur unggul berbasis AI.

    Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB UNIKOM Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop merupakan bagian dari upaya FEB untuk mengimplementasikan visi, misi, dan tujuan UNIKOM, khususnya dalam mendukung penguatan Center of Excellence serta pengembangan budaya riset di lingkungan fakultas. Menurutnya, FEB UNIKOM telah memiliki pusat kajian yang meskipun masih relatif baru, telah didukung oleh sumber daya dosen yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Workshop tersebut secara khusus diarahkan untuk memberikan fasilitas dan pendampingan kepada dosen, terutama mereka yang belum memiliki pengalaman sebagai ketua dalam pengajuan hibah penelitian.

    Prof. Siti juga menjelaskan bahwa salah satu target yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut adalah menghasilkan proposal penelitian yang telah memenuhi persyaratan dan kualifikasi sesuai dengan arahan para narasumber. Saat ini, FEB UNIKOM telah membentuk 15 kelompok riset yang mengikuti proses pengembangan proposal dan diharapkan jumlahnya dapat terus bertambah. “Untuk output-nya, harapannya adalah proposal yang memang sudah memenuhi syarat dan kualifikasi yang diarahkan oleh narasumber. Kami sudah mempunyai 15 kelompok, insya Allah akan bertambah. Dari 15 kelompok tersebut, targetnya minimal satu proposal dari setiap kelompok, dan apabila lebih dari satu tentu menjadi capaian yang lebih baik”, jelasnya.

    Tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, FEB UNIKOM juga menyiapkan tahapan tindak lanjut melalui proses monitoring dan evaluasi. Pemantauan akan dilakukan bersama Pusat Kajian FEB UNIKOM untuk memastikan materi dan hasil workshop dapat ditindaklanjuti menjadi proposal yang siap diajukan pada berbagai skema hibah. “Langkah berikutnya setelah kegiatan ini adalah monitoring. Dari Ketua Pusat Kajian, Ibu Senny, akan dilihat sejauh mana follow-up dari pelaksanaan workshop ini, karena kami mengejar agar tahun ini sudah ada proposal yang dapat disubmit ke sistem-sistem yang berkaitan dengan pemerintahan, baik nasional maupun internasional”, pungkas Prof. Siti.

    Rangkaian workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi utama yang menghadirkan sejumlah narasumber. Direktur Pusat Kajian dan Hibah International UNIKOM Dr. Muhammad Aria Rajasa Pohan, M.T., menyampaikan materi mengenai navigasi hibah internasional dan konsorsium. Selanjutnya, Direktur DP3M UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Irawan Afrianto, S.T., M.T., membahas kebijakan riset nasional dan penguatan internal.

    Sementara itu, narasumber eksternal multi hibah Dr. Adi Santoso, S.E., M.M., menyampaikan materi mengenai bedah anatomi proposal dan perumusan novelty. Sesi tersebut dilanjutkan dengan hands-on workshop dan klinik draft, sehingga para dosen tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga dapat mengembangkan rancangan proposal secara langsung.

    Kegiatan kemudian dilengkapi dengan diskusi panel dan live review draft proposal dengan membedah sejumlah ide proposal dari perwakilan dosen FEB UNIKOM. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh masukan langsung dari narasumber untuk menyempurnakan gagasan dan substansi proposal sebelum diarahkan menuju tahap pengajuan hibah.

    Melalui workshop hibah yang secara khusus ditujukan bagi dosen FEB UNIKOM tersebut, diharapkan terbentuk ekosistem riset yang semakin kolaboratif dan produktif, sekaligus menghasilkan proposal-proposal penelitian yang kompetitif pada tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah FEB UNIKOM dalam memperkuat kontribusi riset, meningkatkan kapasitas dosen, serta menghasilkan karya akademik yang memiliki relevansi dan dampak lebih luas. (Direktorat Hms & Pro)

  • PMB UNIKOM 2026 Masih Dibuka! Kenali Tahapan Pendaftaran hingga Registrasi Ulang dan Raih Kesempatan Belajar di Kampus Digital dan AI

    PMB UNIKOM 2026 Masih Dibuka! Kenali Tahapan Pendaftaran hingga Registrasi Ulang dan Raih Kesempatan Belajar di Kampus Digital dan AI

    BANDUNG, UNIKOM — Kesempatan untuk bergabung sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) pada tahun akademik 2026/2027 masih terbuka. Di tengah semakin dekatnya pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNIKOM 2026, calon mahasiswa baru perlu memastikan setiap tahapan, mulai dari pendaftaran, seleksi, hingga registrasi ulang, telah diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan.

    Dalam kesempatan wawancara, Direktur PMB UNIKOM 2026, Dr. Yudistira Soegoto, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru diawali dengan tahap pendaftaran. Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran secara langsung dengan datang ke kampus UNIKOM maupun secara daring melalui laman pmb.unikom.ac.id.

    Setelah melakukan pendaftaran, calon mahasiswa menentukan program studi dan jalur penerimaan yang akan diikuti. UNIKOM saat ini memiliki sekitar 32 program studi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma hingga Doktor. Sementara itu, jalur penerimaan secara umum terbagi menjadi jalur seleksi tes dan jalur tanpa tes dengan persyaratan dokumen tambahan. “Untuk yang tanpa tes, misalnya jalur rapor dan jalur prestasi, calon mahasiswa wajib melengkapi persyaratan seperti surat rekomendasi dari kepala sekolah, sertifikat prestasi, dan nilai rapor. Sedangkan untuk jalur tes, calon mahasiswa wajib mengikuti seleksi yang telah ditetapkan secara online melalui usm.unikom.ac.id”, jelas Dr. Yudistira.

    Menariknya, bagi peserta yang mengikuti jalur tes, hasil seleksi dapat diketahui pada hari yang sama setelah proses tes diselesaikan. Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus selanjutnya dapat melanjutkan ke tahapan registrasi.

    Registrasi Ulang, Tahap Penting Sebelum Resmi Menjadi Mahasiswa UNIKOM

    Proses registrasi ulang dapat dilakukan secara daring melalui sistem PMB dengan melengkapi dan mengunggah sejumlah dokumen persyaratan administrasi, seperti ijazah atau dokumen kelulusan dan dokumen pendukung lainnya. Bagi calon mahasiswa yang membutuhkan bantuan, proses registrasi juga dapat dilakukan dengan datang langsung ke UNIKOM untuk memperoleh pendampingan dari tim PMB dalam pengunggahan dokumen.

    Setelah seluruh dokumen dinyatakan valid, calon mahasiswa akan memperoleh bukti kuitansi kuning sebagai tanda bahwa proses registrasi telah diselesaikan. Bukti tersebut selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan berbagai perlengkapan mahasiswa, di antaranya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), jas almamater, dan kartu kesehatan. Tahapan kemudian berlanjut dengan pengarahan calon mahasiswa baru untuk bergabung ke dalam grup informasi, baik grup umum maupun grup berdasarkan program studi. Grup tersebut menjadi sarana koordinasi dan penyampaian informasi menjelang pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru.

    Pendaftaran Masih Dibuka hingga 19 September, Registrasi Ulang hingga 20 September 2026

    Bagi calon mahasiswa yang belum menyelesaikan proses pendaftaran, kesempatan untuk bergabung dengan UNIKOM masih terbuka. Dr. Yudistira menegaskan bahwa pendaftaran PMB UNIKOM 2026 masih dibuka hingga Sabtu, 19 September 2026. Sementara itu, batas akhir registrasi ulang adalah Minggu, 20 September 2026, atau satu hari sebelum pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru pada 21 September 2026.

    Untuk memastikan calon mahasiswa tetap mendapatkan layanan hingga batas akhir, tim PMB UNIKOM tetap memberikan pelayanan pada akhir pekan. Pada Sabtu, 19 September 2026, pelayanan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB, sedangkan pada Minggu, 20 September 2026, pelayanan dibuka hingga pukul 15.00 WIB. “Tim PMB tetap melaksanakan tugas pada weekend, Sabtu dan Minggu. Jadi, bagi calon mahasiswa yang masih ingin melakukan pendaftaran maupun registrasi, masih kami layani sampai tanggal tersebut,” tutur Dr. Yudistira.

    Setelah seluruh rangkaian proses tersebut diselesaikan, calon mahasiswa baru akan mengikuti kegiatan penerimaan mahasiswa baru UNIKOM yang dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 21 September 2026 sampai dengan PKKMB UNIKOM tanggal 23 September 2026

    PMB UNIKOM 2026 Dibuka Lebih Awal dengan Lima Gelombang

    Berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang umumnya dimulai pada Januari, PMB UNIKOM 2026 telah dibuka lebih awal. Pendaftaran dimulai pada Desember 2025 dan dibagi ke dalam lima gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada Desember 2025 hingga Januari 2026, dilanjutkan gelombang kedua pada Februari–Maret, gelombang ketiga pada April–Mei, gelombang keempat pada Juni–Juli, dan gelombang kelima pada Agustus–September 2026.

    Pembagian gelombang tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa untuk mempersiapkan pilihan program studi, menentukan jalur penerimaan, mengikuti proses seleksi bagi jalur tes, hingga menyelesaikan registrasi.

    UNIKOM Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Digital dan Kewirausahaan

    Lebih jauh, Dr. Yudistira menyampaikan bahwa memilih perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan status negeri atau swasta, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi tersebut mampu memberikan bekal yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Sebagai perguruan tinggi yang telah meraih Akreditasi Unggul, UNIKOM menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga penguasaan teknologi dan kemampuan adaptif mahasiswa.

    Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah pembekalan mata kuliah wajib yang berkaitan dengan software, hardware, animasi, dan kewirausahaan bagi mahasiswa. Menurutnya, bekal tersebut menjadi penting karena tidak semua lulusan perguruan tinggi pada akhirnya bekerja sesuai dengan bidang studinya. “Kalau dibekali dengan mata kuliah tersebut, tentu lulusan UNIKOM bisa lebih unggul karena memiliki kelebihan-kelebihan yang sudah dibekali, seperti hardware, software, animasi, dan kewirausahaan”, jelasnya.

    Selain melalui kurikulum, UNIKOM juga terus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi melalui pengembangan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya smart classroom yang mendukung pembelajaran hybrid, serta Lab AI Learning Center hasil kolaborasi UNIKOM x Google, yang menjadi salah satu pionir pusat pembelajaran AI pertama di Indonesia. Penguatan ekosistem digital tersebut turut didukung melalui pemanfaatan Google for Education yang memberikan akses terhadap berbagai perangkat dan layanan digital untuk menunjang proses pembelajaran, kolaborasi, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dan sivitas akademika.  UNIKOM juga memiliki lingkungan kampus yang strategis di pusat Kota Bandung, dilengkapi seperti, sarana olahraga, klinik kesehatan, perpustakaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

    Jangan Ragu Memilih Perguruan Tinggi, Kenali Kampus dan Rasakan Atmosfernya

    Bagi calon mahasiswa yang masih berada dalam tahap menentukan pilihan, Dr. Yudistira berpesan agar keputusan memilih perguruan tinggi tidak hanya didasarkan pada label negeri atau swasta. Menurutnya, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan kebutuhan, minat, serta tujuan pendidikan dan karir yang ingin dicapai. Ia juga mengajak calon mahasiswa untuk mengenal UNIKOM secara langsung sebelum menentukan pilihan. “Bagi teman-teman yang masih ragu, coba rasakan vibes dan atmosfer UNIKOM. Lihat fasilitasnya, berkunjung dulu ke UNIKOM, kemudian baru menetapkan apakah saya harus masuk UNIKOM atau tidak,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh status perguruan tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar, mengembangkan kompetensi, serta berani mengambil peran di tengah perkembangan zaman.

    Generasi UNIKOM Harus Menjadi Pionir Teknologi dan Pencipta Lapangan Kerja

    Menatap generasi mahasiswa UNIKOM di masa mendatang, Dr. Yudistira berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pihak yang mengambil peran dalam perkembangan teknologi. “Jangan ketinggalan dengan teknologi. Semakin berkembangnya zaman, tentu teknologi semakin canggih. Kita jangan hanya menjadi konsumtif, tetapi jadilah pemimpin-pemimpin yang bisa memegang peran dalam perkembangan teknologi,” tegasnya.

    Menurutnya, rekam jejak prestasi mahasiswa UNIKOM di tingkat nasional hingga internasional menjadi modal penting untuk terus melahirkan generasi unggul. Berbagai capaian UNIKOM di ajang kompetisi dunia menjadi bukti bahwa mahasiswa perguruan tinggi swasta juga memiliki peluang yang besar untuk berprestasi dan bersaing di tingkat global. Lebih dari sekadar menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, Dr. Yudis berharap mahasiswa UNIKOM mampu menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan. “Bukan hanya sekadar menjadi pekerja. Kalau bisa, menciptakan pekerjaan, karena melihat peluang itu penting. Kalau bisa menciptakan pekerjaan, jangan hanya menjadi pekerja”, pungkasnya.

    Dengan semakin dekatnya penutupan pendaftaran dan pelaksanaan PMB UNIKOM 2026, calon mahasiswa diharapkan segera memastikan pilihan program studi, jalur penerimaan, kelengkapan dokumen, serta status registrasinya. Pendaftaran masih dibuka hingga 19 September 2026, sedangkan registrasi ulang dapat dilakukan hingga 20 September 2026, sebelum calon mahasiswa mengikuti rangkaian penerimaan mahasiswa baru pada 21 September 2026. Yuk Jadi Bagian dari Kampus Digital Entrepreneurial (Direktorat Hms & Pro)

  • Benchmarking FTIK UNIKOM dan FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Kalsel: Bahas Pengembangan Program Studi Sistem Informasi dan Kolaborasi di Era Digital

    Benchmarking FTIK UNIKOM dan FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Kalsel: Bahas Pengembangan Program Studi Sistem Informasi dan Kolaborasi di Era Digital

    BANDUNG, UNIKOM — Berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring akademik menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di era transformasi digital. Hal tersebut tercermin melalui kunjungan studi banding Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan, ke Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), pada Kamis, 3 September 2026. Bertempat di Ruang Rapat FTIK Lantai 7, Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut secara khusus membahas rencana pembukaan dan pengembangan Program Studi S1 Sistem Informasi di ULM, sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara UNIKOM dan ULM.

    Turut hadir jajaran rombongan dari FMIPA ULM antara lain, Dekan FMIPA ULM, Prof. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D., Kepala UPA TIK ULM, Irwan Budiman, S.T., M.Kom., Ketua Jurusan Ilmu Komputer FMIPA ULM, Dwi Kartini, S.Kom., M.Kom., Sekretaris Jurusan Ilmu Komputer FMIPA ULM, Fatma Indriani, S.T., M.I.T., Ph.D., serta Dosen Jurusan Ilmu Komputer FMIPA ULM, Dodon T. Nugrahadi, S.Kom., M.Eng., Dosen Jurusan Ilmu Komputer FMIPA ULM. Sementara dari FTIK UNIKOM, turut hadir Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi sekaligus Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman Soegoto, MBA., beserta jajaran Ketua Program Studi dan dosen dilingkungan FTIK UNIKOM, diantaranya:  Kaprodi Sistem Informasi, Assoc. Prof. Dr. Wartika, S.Kom., M.T., Rangga Sidik, S.Kom., M.Kom., Kaprodi Manajemen Informatika dan Bisnis Digital, Bella Hardiyana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta Ketua Divisi Kerjasama, Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol.

    Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi sekaligus Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman Soegoto, MBA., menyampaikan apresiasi atas kunjungan FMIPA ULM ke UNIKOM. “Kami merasa senang bahwa UNIKOM menjadi salah satu perguruan tinggi yang dikunjungi oleh ULM. Pada kesempatan ini, kita dapat berdiskusi dan berbagi informasi yang kita miliki, begitu pula dengan pengalaman yang disampaikan oleh teman-teman dari ULM”, tuturnya.  Ia juga menjelaskan, salah satu fokus utama pembahasan dalam kunjungan tersebut adalah rencana ULM dalam membangun Program Studi S1 Sistem Informasi.

    Senada dengan hal tersebut, Dekan FMIPA ULM, Prof. Ir. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kunjungan ke UNIKOM merupakan bagian dari upaya ULM untuk menginisiasi kerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari akademik, riset, hingga pengembangan sumber daya manusia. “Tujuan utama kami ke UNIKOM adalah untuk menginisiasi kerja sama, baik dalam bidang akademik, riset, maupun pengembangan sumber daya manusia. Kami juga banyak berdiskusi terkait dengan pengembangan program studi, terutama Program Studi S1 Sistem Informasi,” tuturnya.

    Prof. Sunardi menilai UNIKOM memiliki pengalaman yang relevan untuk dijadikan rujukan dalam pengembangan Program Studi S1 Sistem Informasi di ULM. Karena itu, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai hal yang telah dilakukan UNIKOM dalam mengembangkan program studi di bidang Sistem Informasi. “Kami melihat UNIKOM memiliki Program Studi Sistem Informasi yang sudah sangat maju. Dalam hal ini, kami ingin belajar bagaimana mengembangkan Program Studi Sistem Informasi di ULM”, jelasnya. Lebih lanjut, Prof. Sunardi mengungkapkan bahwa UNIKOM dipandang memiliki pengalaman dan posisi yang relevan dalam bidang teknik dan ilmu komputer. “Kami melihat UNIKOM termasuk salah satu PTS yang terdepan dalam bidang teknik dan ilmu komputer. Itu menjadi salah satu alasan utama kami berkunjung ke sini untuk belajar dan melakukan benchmarking”, ungkap Prof. Sunardi.

    Selain itu, sejumlah rencana kerja sama juga telah menjadi bagian dari pembahasan antara ULM dan UNIKOM. Salah satunya adalah mendorong dosen ULM untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral, khususnya pada bidang Sistem Informasi. “Yang pertama, kami akan mendorong dosen-dosen kami untuk dapat melanjutkan studi, terutama pada jenjang S3 Sistem Informasi. Kemudian, mudah-mudahan kami juga dapat berkolaborasi dalam bidang akademik, seperti pertukaran dosen atau dosen tamu, serta kerja sama dalam bidang riset,” paparnya.

    Agenda kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif di mana diskusi tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran informasi mengenai pengembangan Program Studi Sistem Informasi, tetapi juga membuka pembahasan mengenai potensi pengembangan kerja sama akademik dan riset. Gagasan pertukaran dosen, dosen tamu, riset bersama, hingga peluang studi lanjut bagi dosen ULM menjadi bagian dari peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh kedua institusi. Kunjungan kemudian diakhiri dengan dokumentasi dan penyerahan cinderamata antara FTIK UNIKOM dan FMIPA ULM sebagai simbol apresiasi dan hubungan baik antar kedua institusi.

    Menurut Assoc. Prof. Dr. Herman, dalam diskusi tersebut, pihak ULM menggali informasi mengenai pengembangan Program Studi Sistem Informasi di UNIKOM, mulai dari proses pembentukan hingga aspek yang membedakannya dengan program studi lain, seperti Informatika, Teknik Informatika, maupun Teknik Komputer. Selain itu, ULM juga mendalami karakteristik dan ciri khas yang dimiliki Program Studi Sistem Informasi di UNIKOM.

    Selain membahas aspek pengembangan program studi, diskusi juga mengarah pada peluang kerja sama yang dapat direalisasikan oleh kedua perguruan tinggi pada masa mendatang. Salah satu peluang yang mengemuka adalah pengembangan sumber daya manusia melalui studi lanjut bagi dosen ULM. “Ke depan, ada kemungkinan dosen dari ULM dapat melanjutkan studi S3 di bidang Sistem Informasi di UNIKOM. Hal ini tentunya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat Program Studi Sistem Informasi yang rencananya akan dibentuk oleh ULM”, tambah  Assoc. Prof. Dr. Herman.  Di akhir diskusi, ia mengungkapkan harapannya, “mudah-mudahan dari diskusi pada hari ini dapat terbangun kerja sama yang lebih luas di masa yang akan datang. Saya pikir ini sangat baik untuk pengembangan pendidikan di Indonesia”,  demikian pungkasnya.

    Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kunjungan rombongan ULM ke Lab AI Learning Center kolaborasi UNIKOM x Google yang berlokasi di Lobby Smart Building UNIKOM. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengenalan terhadap fasilitas pembelajaran dan pengembangan teknologi berbasis kecerdasan artifisial yang dimiliki UNIKOM, sekaligus melengkapi rangkaian benchmarking dan pertukaran wawasan selama kegiatan.

    Melalui kunjungan ULM ke UNIKOM, kedua institusi menunjukkan komitmen untuk membangun hubungan kelembagaan yang tidak berhenti pada kegiatan benchmarking saja, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan. Pertukaran pengetahuan, penguatan sumber daya manusia, kolaborasi akademik, dan riset menjadi sejumlah ruang kerja sama yang berpotensi dikembangkan bersama untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM Hadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026

    Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM Hadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026

    BANDUNG, UNIKOM — Menjadi bagian dari momen penting dalam agenda kenegaraan menjadi pengalaman membanggakan bagi mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Febby Cipta, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM sekaligus Duta DPD RI Provinsi Jawa Barat 2025, mendapat kesempatan menghadiri rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI Tahun 2026 sebagai tamu undangan yang digelar pada 14 Agustus 2026, bertempat  di Kompleks Parlemen Republik Indonesia, Senayan, Jakarta.

    Kehadiran Febby menjadi bagian dari keterlibatan para Duta DPD RI dari sejumlah provinsi dalam momentum kenegaraan tersebut. Selain Duta DPD RI Provinsi Jawa Barat, turut hadir Duta DPD RI dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Dalam kesempatan tersebut, Febby mengikuti secara langsung rangkaian agenda kenegaraan yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, pimpinan dan anggota MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, jajaran kementerian, pimpinan lembaga negara, serta para duta besar dan perwakilan negara sahabat.

    Pada tahun 2026, DPD RI menjadi tuan rumah Sidang Bersama DPR RI–DPD RI di bawah kepemimpinan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin. Rangkaian agenda kenegaraan tersebut meliputi Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI–DPD RI, serta Rapat Paripurna DPR RI. Agenda tersebut turut diisi dengan penyampaian pidato pimpinan lembaga negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Tidak hanya mengikuti rangkaian persidangan, Febby bersama para Duta DPD RI juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dengan Kepala Biro Persidangan II DPD RI, Untung Putra Jaya. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai program dan pengembangan peran Duta DPD RI, khususnya dalam memperkuat kontribusi generasi muda sebagai representasi DPD RI serta memperluas dampak berbagai program di daerah.

    Bagi Febby, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang berharga, baik dalam menjalankan perannya sebagai Duta DPD RI Provinsi Jawa Barat maupun sebagai mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM. Keterlibatannya memberikan kesempatan untuk menyaksikan secara langsung dinamika ketatanegaraan Indonesia dalam sebuah forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintahan, lembaga negara, serta perwakilan negara sahabat.

    Pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi Febby untuk memperluas wawasan mengenai sistem ketatanegaraan, diplomasi, serta peran lembaga-lembaga negara dalam menjalankan fungsi konstitusionalnya. Hal ini sejalan dengan kompetensi mahasiswa Hubungan Internasional yang tidak hanya dituntut memahami dinamika global, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap konteks nasional dan penyelenggaraan pemerintahan.

    Kehadiran Febby dalam momentum kenegaraan tersebut turut memperkuat deretan pengalaman dan capaian mahasiswa UNIKOM di berbagai ruang pengembangan diri. Predikat sebagai duta tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kapasitas generasi muda, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan, membangun jejaring, serta menghadirkan kontribusi yang berdampak bagi masyarakat dan bangsa.

    Melalui pengalaman tersebut, Febby diharapkan dapat terus membawa semangat generasi muda yang kritis, adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi, sekaligus menjadi representasi mahasiswa UNIKOM yang mampu mengambil peran dalam berbagai ruang strategis di tingkat daerah maupun nasional. (Direktorat Hms & Pro)

  • Dari Seleksi Ketat Menuju Kampus Impian; Mahasiswa Terpilih KIP UNIKOM Siap Memulai Langkah Baru

    Dari Seleksi Ketat Menuju Kampus Impian; Mahasiswa Terpilih KIP UNIKOM Siap Memulai Langkah Baru

    BANDUNG, UNIKOM — Perjalanan panjang seleksi mahasiswa baru Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui jalur Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) memasuki tahap akhir. Jum’at, 28 Agustus 2026, Divisi Beasiswa UNIKOM melaksanakan kegiatan registrasi ulang mahasiswa baru penerima KIP Kuliah dirangkaikan dengan sesi foto dan pembagian jas almamater sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru UNIKOM. Bertempat di Lobby Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut turut dihadiri para orang tua/wali mahasiswa.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru penerima KIP Kuliah untuk memulai perjalanan akademiknya di UNIKOM. Selain melakukan proses administrasi dan dokumentasi, para mahasiswa juga menerima jas almamater sebagai simbol resmi bergabungnya mereka sebagai bagian dari keluarga besar UNIKOM.

    Ketua Divisi Beasiswa UNIKOM, Dr. Lina Ismawati, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahap akhir proses panjang seleksi mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Menurutnya, program beasiswa tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, baik oleh UNIKOM maupun para mahasiswa penerima. “Alhamdulillah, ini merupakan salah satu proses perjalanan panjang seleksi mahasiswa baru KIP Kuliah Universitas Komputer Indonesia sudah mencapai titik final. Hari ini dilaksanakan registrasi ulang mahasiswa baru jalur KIP Kuliah yang memperoleh pendanaan dari negara”, tuturnya.

    Dr. Lina menjelaskan, penerima KIP Kuliah mendapatkan dukungan pembiayaan pendidikan sesuai ketentuan program, termasuk pembiayaan UKT serta dukungan biaya hidup atau uang saku operasional. Selain dukungan dari pemerintah, UNIKOM juga memberikan subsidi sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa penerima KIP Kuliah. “Beasiswanya penuh untuk UKT dan biaya lainnya, termasuk diberikan uang saku operasional untuk mahasiswa sebesar tujuh juta lima ratus ribu rupiah. Tentunya ada support dari UNIKOM berupa subsidi untuk mahasiswa sehingga semuanya free”, jelasnya.

    Proses seleksi penerima KIP Kuliah di UNIKOM dilakukan secara ketat dan melalui sejumlah tahapan. Pada tahun ini, tercatat sebanyak 905 pelamar dari berbagai penjuru Nusantara mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui jalur KIP Kuliah di UNIKOM.

    Menurut Dr. Lina, tingginya jumlah peminat tersebut menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap UNIKOM sebagai perguruan tinggi yang memberikan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dan memiliki keterbatasan ekonomi. “Alhamdulillah, ini adalah bukti bahwa UNIKOM sudah dipercaya sebagai kampus unggul oleh mahasiswa, oleh siswa-siswa yang ingin kuliah di UNIKOM”, ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kesempatan memperoleh KIP Kuliah harus diiringi dengan kesungguhan mahasiswa dalam menjalankan kewajibannya selama menempuh pendidikan. Para penerima beasiswa diharapkan mampu menjaga prestasi akademik, menyelesaikan studi tepat waktu, serta memberikan kontribusi positif selama menjadi mahasiswa UNIKOM. “Beasiswa ini adalah amanah rakyat. Jadi seluruh mahasiswa KIP Kuliah harus melaksanakan kewajibannya sebagai mahasiswa, menunjukkan prestasi terbaiknya, agar nanti bisa lulus tepat waktu, membawa ijazah dan menyongsong masa depan yang jauh lebih cerah”, pungkasnya.

    Salah satu mahasiswa baru penerima KIP Kuliah, Muhammad Sulthon Abul Mafakhir, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UNIKOM, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program tersebut. Ia menuturkan bahwa proses untuk mendapatkan KIP Kuliah cukup panjang. Setelah sempat menunda kuliah selama satu tahun, dirinya mencoba mendaftar melalui laman KIP Kuliah hingga akhirnya mendapatkan kesempatan mengikuti Computer Based Test (CBT) di UNIKOM dan tahapan seleksi berikutnya.

    “Prosesnya lumayan panjang, karena saya gap year dulu satu tahun. Terus saya mencoba daftar di laman KIP Kuliah. Ternyata ada panggilan untuk tes CBT di UNIKOM. Alhamdulillah, saya juga dipanggil untuk Zoom Meeting”, ungkapnya.

    Ketertarikannya memilih UNIKOM dan Program Studi Teknik Informatika juga telah tumbuh sejak jenjang sekolah. Ia mengaku telah memiliki ketertarikan terhadap bidang komputer sejak SMP sehingga memilih Teknik Informatika sebagai program studi yang ingin ditempuh. “Sebelumnya memang tertarik ke sini, sama Teknik Informatika, soalnya saya dari SMP sudah tertarik dengan jurusan komputer”, katanya.

    Kebahagiaan tersebut juga dirasakan oleh ibu dari Muhammad Sulthon, Yusi Anggrain, yang hadir mendampingi putranya dalam kegiatan registrasi ulang dan pembagian jas almamater. Ia mengaku sangat bersyukur melihat anaknya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur KIP Kuliah. “Alhamdulillah, saya selaku orang tuanya sangat bersyukur sekali karena mempunyai anak yang berprestasi melalui jalur KIP”, tuturnya.

    Sebagai orang tua, Yusi berharap kesempatan yang telah diperoleh putranya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meraih prestasi selama berkuliah di UNIKOM. Ia juga berharap putranya mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan lulus tepat waktu. “Harapannya semoga bisa menjadi mahasiswa yang terbaik dan berprestasi. Semoga bisa kuliah dengan baik dan, insya Allah, lulus tepat waktu,” harapnya. Bagi Yusi, kehadiran pertama kalinya di lingkungan UNIKOM juga menjadi pengalaman yang membahagiakan. Ia mengaku terkesan dengan lingkungan dan tampilan kampus yang dilihatnya secara langsung.

    Momentum registrasi ulang, sesi foto, dan pembagian jas almamater tersebut pun menjadi awal baru bagi para penerima KIP Kuliah untuk menapaki perjalanan akademik di UNIKOM. Melalui Divisi Beasiswa, UNIKOM terus berkomitmen memastikan mahasiswa penerima KIP Kuliah memperoleh dukungan yang diperlukan selama menjalani pendidikan, sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab bahwa kesempatan memperoleh beasiswa harus diwujudkan melalui prestasi, kedisiplinan, dan keberhasilan menyelesaikan studi. (Direktorat Hms & Pro)

  • HIPMI PT UNIKOM Dan BPC HIPMI Kota Bandung Hadirkan Talkshow “From Legacy To Leadership”, Dorong Generasi Muda Lanjutkan Warisan, Membawa Perubahan

    HIPMI PT UNIKOM Dan BPC HIPMI Kota Bandung Hadirkan Talkshow “From Legacy To Leadership”, Dorong Generasi Muda Lanjutkan Warisan, Membawa Perubahan

    BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 27 Agustus 2026, Himpunan Pengusaha Mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Komputer Indonesia (HIPMI PT UNIKOM) berkolaborasi dengan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung dalam menghadirkan talkshow bertajuk “From Legacy to Leadership: Melanjutkan Warisan, Membawa Perubahan” bersama Yudi Budiana sebagai narasumber. Bertempat di Studio UTV, Lantai 3 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) HIPMI Kota Bandung.

    Talkshow tersebut menjadi ruang dialog bagi pengurus, anggota, alumni atau senior, calon kader, pemimpin, serta masyarakat umum untuk merefleksikan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Melalui tema yang diangkat, kegiatan tersebut juga mendorong generasi penerus agar mampu menghargai warisan kepemimpinan sebelumnya sekaligus memiliki keberanian menghadirkan perubahan yang relevan dengan perkembangan zaman.

    Rangkaian acara talkshow dipandu oleh Direktur Kemahasiswaan sekaligus Host, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., dengan menghadirkan calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2026-2029, Yudi Budiana sebagai narasumber. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mengangkat berbagai perspektif mengenai makna legacy dalam kepemimpinan serta bagaimana nilai-nilai yang telah dibangun oleh pemimpin terdahulu dapat menjadi fondasi bagi kepemimpinan generasi berikutnya.

    Dalam sesi utama, pembahasan diawali dengan pemaknaan legacy sebagai nilai, pengalaman, pencapaian, budaya, dan pembelajaran yang diwariskan dari kepemimpinan sebelumnya. Warisan tersebut tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang perlu dipertahankan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi generasi penerus untuk menentukan hal-hal yang perlu dilanjutkan, dikembangkan, maupun diperbarui sesuai dengan kebutuhan organisasi.

    Diskusi kemudian berkembang pada bagaimana seorang pemimpin dapat mengambil pembelajaran dari pengalaman masa lalu tanpa terjebak untuk mengulang pola yang sama. Menurut perspektif yang dibangun dalam talkshow, keberlanjutan organisasi membutuhkan kemampuan untuk membaca perubahan, melakukan evaluasi secara berkala, serta memastikan bahwa nilai-nilai positif tetap menjadi identitas organisasi di tengah tuntutan inovasi.

    Tantangan kepemimpinan di era perubahan juga turut menjadi salah satu pembahasan penting. Inovasi dinilai perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas dan nilai dasar organisasi. Dengan demikian, regenerasi tidak sekadar dimaknai sebagai pergantian kepemimpinan, tetapi juga sebagai proses transfer nilai, pengalaman, wawasan, dan semangat untuk membawa organisasi menuju arah yang lebih adaptif.

    Melalui kolaborasi antara BPC HIPMI Kota Bandung dan HIPMI PT UNIKOM, kegiatan ini sekaligus memperkuat ruang pembelajaran kepemimpinan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan calon kader organisasi. Kehadiran talkshow dalam rangkaian Muscab HIPMI Kota Bandung diharapkan dapat memperluas perspektif peserta mengenai pentingnya membangun kepemimpinan yang memiliki kesinambungan sekaligus mampu merespons perubahan.

    Sesi talkshow kemudian ditutup dengan closing statement yang disampaikan oleh Yudi Budiana, dilanjutkan penutupan resmi oleh Host, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D.

    Melalui kegiatan “From Legacy to Leadership: Melanjutkan Warisan, Membawa Perubahan”, HIPMI PT UNIKOM bersama BPC HIPMI Kota Bandung menyampaikan pesan bahwa kepemimpinan masa depan tidak harus memilih antara mempertahankan warisan atau menciptakan perubahan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui proses refleksi, evaluasi, inovasi, dan regenerasi yang berkelanjutan. Kegiatan talkshow tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus inspirasi bagi peserta dan khalayak umum untuk membangun kepemimpinan yang mampu belajar dari masa lalu, memahami tantangan masa kini, dan berani membawa perubahan untuk masa depan yang lebih baik. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prodi Manajemen FEB Unikom Raih Akreditasi Unggul Siap Perkuat Inovasi Dan Daya Saing Lulusan

    Prodi Manajemen FEB Unikom Raih Akreditasi Unggul Siap Perkuat Inovasi Dan Daya Saing Lulusan

    BANDUNG, UNIKOM — Program Studi (Prodi) Sarjana Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) berhasil meraih akreditasi Unggul dari Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Capaian tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan LAMEMBA Nomor 272/DE/A.5/LAMEMBA-U/IX/2026. Sertifikat akreditasi menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Manajemen pada Program Sarjana Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, memperoleh predikat “Terakreditasi Unggul” yang berlaku sejak 4 September 2026 hingga 4 September 2031.


    Raihan akreditasi Unggul tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi FEB UNIKOM dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pada Program Studi Sarjana Manajemen. Sebelumnya, Program Studi Manajemen telah meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sehingga capaian akreditasi Unggul dari LAMEMBA tersebut menjadi kelanjutan dari komitmen dan konsistensi program studi dalam mempertahankan serta meningkatkan mutu pendidikan. Predikat tersebut sekaligus menjadi pengakuan atas berbagai proses peningkatan mutu yang telah dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.


    Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E. M.Ak., Ak, CA., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan memperoleh akreditasi Unggul bukanlah hasil dari persiapan sesaat menjelang proses asesmen, melainkan buah dari proses panjang yang telah berlangsung selama lima tahun sebelumnya. “Alhamdulillah, proses yang luar biasa. Karena akreditasi itu bukan proses yang pada tahun tertentu habis waktunya, kemudian kita berupaya menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan pada saat assessment. Tetapi lebih kepada proses yang berjalan selama lima tahun ke belakang”, ungkap Prof. Siti.


    Prot. Siti menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi yang dilakukan oleh seluruh unsur di lingkungan fakultas dan program studi dapat menghasilkan pencapaian sesuai dengan yang diharapkan. “Dengan hasil capaian Unggul, satu, membuktikan bahwa kerja keras itu akan menghasilkan apa yang kita harapkan. Walaupun kembali, faktor kebesaran Allah juga penting, karena tidak mungkin tanpa kasih sayang Allah kita mendapatkan hasil yang luar biasa,” tuturnya.


    Konsistensi dalam Peningkatan Mutu
    Lebih lanjut, Prof. Siti menegaskan bahwa predikat Unggul bukanlah akhir dari perjalanan peningkatan kualitas pendidikan di FEB UNIKOM. Sebaliknya, capaian tersebut harus secara konsisten dipertahankan sekaligus ditingkatkan untuk mutu Program Studi Sarjana Manajemen dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, Program Studi Sarjana Manajemen harus terus menjalankan proses pembelajaran dan Tridarma Perguruan Tinggi, yang diperkuat dengan aspek tata kelola sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan LAMEMBA. “Harapannya ke depan, ini adalah titik awal kita di Fakultas Ekonomi, khususnya di Prodi Manajemen, untuk tetap terus melaksanakan proses pembelajaran maupun Tridarma Perguruan Tinggi, dan tambahannya adalah tata kelola sampai lima tahun ke depan”, jelasnya. Lebih lanjut ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan proses setelah diperolehnya akreditasi Unggul. Predikat tersebut tidak boleh membuat sivitas akademika berhenti melakukan perbaikan. “Karena tidak boleh berhenti. Setelah kita mendapatkan akreditasi Unggul, bukan berarti sudah selesai. Tetap terus melaksanakan proses yang memenuhi ketentuan LAMEMBA dalam konteks ini,” ungkap Prof. Siti.


    Tantangan Mempertahankan Predikat Unggul
    Prof. Siti juga mengingatkan bahwa mempertahankan predikat Unggul merupakan tantangan tersendiri. Sertifikat akreditasi yang diterima saat ini menjadi bukti atas capaian yang telah diraih, tetapi kualitas penyelenggaraan pendidikan harus terus dijaga secara konsisten. Menurutnya, konsistensi dalam menjaga mutu juga akan memberikan manfaat bagi lulusan.


    Selain itu, status akreditasi program studi menjadi salah satu informasi penting yang dibutuhkan lulusan dalam berbagai keperluan akademik maupun profesional. “Menjadi bekal buat lulusan. Karena lulusan juga membutuhkan sertifikat akreditasi, apalagi akreditasinya Unggul,” tambahnya. Pada akhirnya, ia berharap Program Studi Sarjana Manajemen FEB UNIKOM dapat mempertahankan predikat Unggul pada periode akreditasi berikutnya. “Tidak mudah untuk mempertahankan itu. Mudah-mudahan lima tahun ke depan Program Studi Sarjana
    Manajemen bisa mempertahankannya lagi”, demikian pungkasnya.
    Sementara itu, Ketua Program Studi Sarjana Manajemen UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Raeni Dwi Santy, S.E., M.Si., CIMA., CDMP., mengungkapkan bahwa raihan akreditasi prodi Manajemen tidak terlepas dari kerja sama, kontribusi dan komitmen dari berbagai pihak, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para mitra dan stakeholder Program Studi Sarjana Manajemen. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian akreditasi Unggul ini. Bagi kami, predikat Unggul bukan hanya sebuah pencapaian administratif, tetapi merupakan refleksi dari proses panjang dan kerja bersama seluruh keluarga besar Program Studi Sarjana Manajemen dalam membangun budaya mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan”, tuturnya.


    Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Raeni menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi motivasi bagi Program Studi Sarjana Manajemen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan secara berkelanjutan. Menurutnya, perubahan lingkungan bisnis, perkembangan teknologi, serta kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut program studi untuk terus beradaptasi dan menghadirkan pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa. “Predikat Unggul ini justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak maju. Ke depan, kami ingin memperkuat kualitas pembelajaran, inovasi kurikulum, pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, penguatan Tridarma Perguruan Tinggi, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan Manajemen UNIKOM semakin kompeten dan memiliki daya saing”, jelasnya.
    Selain itu, ia juga berharap capaian akreditasi Unggul dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika dan stakeholder Program Studi Sarjana Manajemen. Dengan demikian, kualitas yang telah dicapai tidak hanya dapat dipertahankan selama periode akreditasi, tetapi terus ditingkatkan dan memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, lulusan, serta masyarakat. “Unggul bukan sekadar predikat yang tercantum dalam sertifikat, tetapi merupakan amanah untuk terus memberikan pengalaman pendidikan terbaik bagi mahasiswa dan memastikan lulusan Sarjana Manajemen UNIKOM mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan bisnis ke depan”, demikian pungkasnya.


    Raihan akreditasi Unggul Prodi Manajemen sekaligus memperkuat komitmen FEB UNIKOM untuk menjadikan peningkatan mutu sebagai proses yang berkelanjutan. Dengan capaian tersebut, Program Studi Sarjana Manajemen diharapkan terus berkembang dalam aspek pembelajaran, Tridarma Perguruan Tinggi, tata kelola, serta kontribusinya dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing. (Direktorat Hms & Pro)