MAHADAYA (Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya) – Terakreditasi SINTA 3
Jurnal Desain dan Arsitektur (DESA) – Terakreditasi SINTA 3
Jurnal Wilayah dan Kota (JWK) – Terakreditasi SINTA 4
Pencapaian ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan melahirkan karya-karya bermutu yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat maupun perkembangan ilmu pengetahuan. Mari bersama-sama memperkuat budaya riset menuju ekosistem akademik yang makin unggul dan berdaya saing global.
BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan kembali diraih Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Hubungan Internasional berhasil memperoleh status Akreditasi “UNGGUL”, predikat tertinggi dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi di Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen UNIKOM dalam menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat posisinya sebagai Digital Entrepreneurial University.
Predikat Akreditasi “UNGGUL” tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) Nomor 220/AK.03.05/2026 serta Sertifikat Akreditasi Nomor 220/DL.03.05/2026. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 28 Juli 2026 dan ditandatangani oleh Ketua Dewan Eksekutif LAMSPAK, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si., dengan perolehan nilai akreditasi 255. Dimana status akreditasi tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 4 Februari 2026 hingga 4 Februari 2031, sebagai bentuk pengakuan atas pemenuhan standar mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas akademik.
Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses evaluasi yang mengacu pada ketentuan penjaminan mutu pendidikan tinggi nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2023. Penetapan akreditasi juga merujuk pada Peraturan BAN-PT Nomor 21 Tahun 2024 mengenai pengalihan Akreditasi Program Studi (APS) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kepada Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM), serta Peraturan LAMSPAK Nomor 2 Tahun 2025 tentang Tahapan dan Prosedur Akreditasi Program Studi.
Diraihnya kembali predikat Akreditasi UNGGUL menjadi bukti bahwa Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM berhasil mempertahankan capaian akreditasi tertinggi yang telah diraih sebelumnya, sekaligus menunjukkan konsistensi dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Capaian tersebut juga menjadi bukti nyata pengelolaan manajemen program studi yang dilaksanakan secara profesional, terencana, dan berkelanjutan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan tersebut juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pimpinan universitas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para pemangku kepentingan dalam membangun budaya mutu yang berkesinambungan pada aspek pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola program studi yang mengacu pada standar nasional maupun internasional.
Sebagai salah satu program studi yang terus berinovasi dalam pengembangan kurikulum, Prodi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika global, perkembangan teknologi digital, serta kebutuhan dunia kerja. Dengan dukungan dosen yang kompeten, jejaring kerja sama nasional maupun internasional, serta lingkungan akademik yang kondusif, program studi ini berkomitmen menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan analitis, kepemimpinan, dan perspektif global.
Dalam kesempatan wawancara, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa Akreditasi Unggul ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra dan pengguna lulusan. Bagi kami, pencapaian ini bukan sekadar pengakuan terhadap kelengkapan administrasi, melainkan terhadap budaya mutu yang telah dibangun secara konsisten dalam tata kelola, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan mahasiswa dan lulusan. Kami bersyukur dan bangga, tetapi kami juga menyadari bahwa status Unggul bukanlah akhir dari perjalanan. Pencapaian ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kerja sama nasional dan internasional, meningkatkan produktivitas penelitian, serta memastikan bahwa lulusan kami memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan global.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si., mengungkapkan “Pencapaian Akreditasi UNGGUL ini merupakan wujud nyata komitmen FISIP UNIKOM dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan pada setiap aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kualitas tata kelola Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra kerja sama, serta pimpinan universitas yang telah bersinergi dalam mempertahankan capaian ini. Ke depan, FISIP UNIKOM akan terus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama internasional sebagai bagian dari komitmen mewujudkan UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University yang berdaya saing global”, ungkap Prof. Dewi.
Keberhasilan mempertahankan predikat Akreditasi UNGGUL ini semakin memperkuat posisi strategis Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM sebagai salah satu pilihan terbaik bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang hubungan internasional dengan jaminan mutu pendidikan yang unggul. Untuk Informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru Program Studi S1 Ilmu Hubungan Internasional UNIKOM dapat diakses melalui pmb.unikom.ac.id.(Direktorat Hms & Pro)
niat perilaku; adopsi dompet digital; kemudahan penggunaan yang dirasakan; keamanan yang dirasakan; kepercayaan yang dirasakan; kegunaan yang dirasakan
Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85178086268
BANDUNG, UNIKOM – Komitmen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi terus diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Berkolaborasi dengan SDIT Insan Cermat, UNIKOM menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Optimalisasi Artificial Intelligence (AI) untuk Akselerasi Konten Interaktif, Analisis Dinamika Siswa, dan Penguatan Komunikasi Guru SDIT Insan Cermat: Membangun Generasi Guru Digital Visioner dan Bersinergi”.
Bertempat di SDIT Insan Cermat, .Jalan Cigagak, Cipadung, Kota Bandung, kegiatan yang berlangsung pada 13–15 Mei 2026 tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi digital guru agar mampu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bijak, efektif, dan profesional dalam proses pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan secara cermat oleh tim pengabdian UNIKOM dengan menyesuaikan kalender akademik sekolah mitra agar tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar. Pendekatan tersebut menunjukkan komitmen UNIKOM dalam menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya berdampak, tetapi juga selaras dengan kebutuhan dan kondisi sekolah.
Penguatan kapasitas guru menjadi fokus utama kegiatan tersebut. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini, guru dituntut tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran secara kreatif, adaptif, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai pendidikan. Melalui pelatihan ini, UNIKOM menghadirkan solusi atas tingginya beban administratif yang selama ini menyita waktu pendidik, sehingga guru dapat lebih fokus mendampingi perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat, Angga Setiyadi, M.Kom., CITPM., mengungkapkan bahwa antusiasme para guru menunjukkan kesiapan mereka dalam bertransformasi menuju ekosistem pendidikan berbasis Artificial Intelligence. “Kami sangat bangga melihat para guru kini telah mahir mentransformasi dokumen pasif menjadi aset pembelajaran aktif seperti kuis dan flashcards melalui NotebookLM, serta mampu melakukan analisis psikologis siswa yang lebih objektif berdasarkan data. Hal ini membuktikan bahwa guru-guru SDIT Insan Cermat telah siap menempatkan diri sebagai asisten cerdas sekaligus validator utama dalam ekosistem pendidikan berbasis AI”, tuturnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pihak Yayasan dan SDIT Insan Cermat, kemudian dilanjutkan dengan sesi pelatihan intensif yang dikemas secara aplikatif melalui praktik langsung, simulasi, diskusi, dan studi kasus. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan berbagai perangkat Artificial Intelligence dalam menyelesaikan tantangan nyata yang dihadapi guru di lingkungan sekolah.
Pelatihan menghadirkan para akademisi dan praktisi UNIKOM yang memiliki kompetensi di bidang teknologi digital dan Artificial Intelligence. Pada sesi pertama, Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D. bersama Ketua Divisi Codelabs UNIKOM, Dian Dharmayanti, S.T., M.Kom., membimbing peserta mengoptimalkan NotebookLM untuk mentransformasi dokumen pembelajaran menjadi materi ajar yang lebih interaktif, efektif, dan mudah dipahami peserta didik.
Sesi berikutnya dipandu oleh Angga Setiyadi, M.Kom., CITPM., bersama Eko Budi Setiawan, S.Kom., M.Kom., yang membahas pemanfaatan Artificial Intelligence dalam menyusun komunikasi evaluasi hasil belajar siswa, termasuk penyusunan narasi rapor yang lebih informatif, objektif, dan mudah dipahami oleh orang tua.
Selanjutnya, Irfan Maliki, S.T., M.T., CITPM., bersama Sugeng, S.Kom., M.T., mengajak peserta mengeksplorasi pemanfaatan Canva AI dan Gemini Canvas untuk menghasilkan media pembelajaran digital yang lebih menarik, kreatif, serta mampu meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Sebagai pelengkap, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNIKOM, Yayah Sutisnawati, S.E., M.M., bersama Mari Maryati, S.E., M.M., memberikan materi mengenai analisis dinamika psikologis siswa berbasis data. Melalui pendekatan tersebut, guru dibekali kemampuan membaca perkembangan perilaku siswa secara lebih objektif tanpa memberikan stigma ataupun label negatif, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih inklusif, humanis, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.
Selama pelatihan berlangsung, para guru menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta secara aktif berlatih menyusun materi menggunakan Gemini Canvas, mengubah dokumen pembelajaran menjadi kuis dan flashcards melalui NotebookLM, hingga mengembangkan berbagai media pembelajaran digital yang siap digunakan di kelas. Kegiatan tersebut memperlihatkan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence ke dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari.
Selain meningkatkan kompetensi digital, pelatihan tersebut juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas komunikasi antara sekolah dengan orang tua. Melalui pemanfaatan AI, guru mampu merangkum data rapor yang kompleks menjadi narasi yang lebih mudah dipahami, sekaligus melakukan analisis perkembangan siswa secara objektif sehingga proses evaluasi menjadi lebih akurat, efektif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
Kepala SDIT Insan Cermat, Muhammad Iqbal, S.H., M.H., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama UNIKOM. Menurutnya, pemanfaatan Artificial Intelligence akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan apabila tetap diimbangi dengan profesionalisme guru. “Harapan saya, efisiensi yang tercipta melalui AI tetap dibarengi dengan ketelitian guru sebagai validator utama untuk memastikan setiap konten yang sampai kepada siswa tetap akurat dan sesuai dengan tujuan pembelajaran”, tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan SDIT Insan Cermat, Dr. H. Endang Jumali, Lc., M.A., M.Si., IFP., CRFA., menilai penguasaan teknologi merupakan kompetensi yang harus dimiliki pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan. “Melalui pendalaman materi teknologi yang lebih komprehensif pada pelatihan ini, guru akan semakin mampu membimbing siswa menjadi generasi yang adaptif, kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan”, ungkapnya.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat di SDIT Insan Cermat, UNIKOM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence. Sejalan dengan visi UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dan Campus AI Ready, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI sebagai asisten cerdas, tetapi juga menegaskan bahwa peran pendidik tetap menjadi kunci utama sebagai pengarah, pengambil keputusan, dan validator dalam setiap proses pembelajaran. Diharapkan kolaborasi ini mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif, adaptif, humanis, dan siap menghadapi tantangan era digital. (Direktorat Hms & Pro)