Tag: kuliah teknologi informasi

  • Pengembangan Algoritma Perencanaan Jalur yang Menggabungkan Algoritma Rapidly-Exploring Random Tree dan Algoritma  Particle Swarm Optimization

    Pengembangan Algoritma Perencanaan Jalur yang Menggabungkan Algoritma Rapidly-Exploring Random Tree dan Algoritma  Particle Swarm Optimization

    Penulis: Adam Malik, Muhammad Aria Rajasa Pohan

    Abstrak

    Penelitian ini mengusulkan algoritma perencanaan jalur yang menggabungkan algoritma Rapidly-exploring Random Tree (RRT) dan Particle Swarm Optimization (PSO). Penelitian ini bertujuan untuk mencapai nilai mendekati optimal dengan konvergensi cepat menggunakan algoritma yang diusulkan. Algoritma RRT dapat menghasilkan jalur yang lebih cepat, tetapi tidak optimal. Algoritma RRT dihybridkan dengan algoritma PSO untuk meningkatkan kinerjanya dan menghasilkan jalur yang mendekati optimal. Setiap iterasi dari proses kombinasi melibatkan pemutaran roda roulette. Hasil pemutaran roda roulette menentukan apakah proses pengambilan sampel selanjutnya dilakukan secara acak, di sekitar jalur terbaik lokal, atau di sekitar jalur terbaik global. Akibatnya, seiring meningkatnya kualitas suatu jalur, probabilitas pengambilan sampel di sepanjang jalur tersebut juga meningkat. Algoritma PSO-RRT adalah nama yang diberikan untuk algoritma yang diusulkan. Algoritma PSO-RRT diuji dan dibandingkan dengan algoritma RRT* dan RRT* terinformasi. Pengujian didasarkan pada simulasi dan menggunakan berbagai tolok ukur seperti lingkungan yang berantakan, banyak jalur sempit, lapangan persegi, dan jalur yang sulit. Hasil pengujian ini, yang dibahas di bagian hasil dan diskusi, menunjukkan bahwa algoritma yang diusulkan mengungguli RRT* dan RRT* terinformasi. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Konvergensi cepat; Optimasi swarm partikel; Perencanaan jalur; Pohon acak yang menjelajahi dengan cepat

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85145409136  

  • Synergy in Discipline”: FEB UNIKOM Bentuk Generasi Berkarakter melalui Character Building di Rindam III Siliwangi

    Synergy in Discipline”: FEB UNIKOM Bentuk Generasi Berkarakter melalui Character Building di Rindam III Siliwangi

    BANDUNG, UNIKOM — Sebagai bagian dari upaya membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan sejak awal perjalanan akademik mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Character Building bertajuk “Synergy in Discipline: One Soul One Goal”. Bertempat di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari pada tanggal 5–6 Agustus 2026, dengan diikuti oleh mahasiswa semester satu Tahun Akademik 2025-2026.

    Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk dunia kerja. “Disiplin dan karakter merupakan fondasi penting yang perlu dibangun sejak mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar untuk mencapai tujuan secara individu, tetapi juga memahami pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama”, demikian tuturnya.

    Mengusung semangat “Synergy in Discipline: One Soul One Goal”, Character Building FEB UNIKOM dirancang untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai arti penting disiplin, kerja sama, tanggung jawab, solidaritas, dan kepemimpinan. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam membangun kekompakan sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi dan bekerja dalam tim.

    Pemilihan Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, sebagai lokasi kegiatan juga turut mendukung tujuan tersebut. Lingkungan pelatihan yang sarat dengan nilai kedisiplinan, ketangguhan mental, kepemimpinan, dan kerja sama memberikan suasana yang berbeda dari lingkungan pembelajaran di kampus. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diajak untuk keluar dari zona nyaman, membangun komunikasi yang efektif, serta memperkuat rasa saling percaya di antara sesama peserta.

    Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang mendorong keterlibatan aktif, kekompakan, dan pembentukan karakter. Semangat “One Soul One Goal” menjadi benang merah dalam setiap aktivitas, dengan pesan bahwa keberhasilan sebuah kelompok membutuhkan keselarasan tujuan, komitmen, dan kontribusi dari setiap individu.

    Rangkaian kegiatan Character Building kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam pidato penutupnya, Prof. Umi mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Lebih lanjut, Prof. Umi juga berpesan agar pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama Character Building tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan akademik maupun kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan kekompakan diharapkan menjadi kebiasaan yang terus tumbuh seiring perjalanan mahasiswa di lingkungan FEB UNIKOM. “Character Building bukan sekadar kegiatan yang selesai dalam dua hari. Nilai-nilai yang diperoleh harus dibawa kembali ke kampus dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam belajar, berorganisasi, maupun membangun hubungan dengan sesama”, ungkap Prof. Umi.

    Melalui penyelenggaraan Character Building tersebut, FEB UNIKOM menegaskan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, mampu bekerja sama, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Semangat “Synergy in Discipline: One Soul One Goal” juga diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa tingkat satu FEB UNIKOM untuk membangun perjalanan akademik yang penuh prestasi sekaligus tumbuh sebagai pribadi yang mampu bersinergi, berkontribusi, dan mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, Character Building bukan hanya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarmahasiswa, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun generasi FEB UNIKOM yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Menuju Lulusan Berstandar Global: UNIKOM Kolaborasi bersama Cisco melalui Sosialisasi Learning Path Mitra Industri guna Penyelarasan Kurikulum Industri Berbasis Cisco Networking Academy

    Menuju Lulusan Berstandar Global: UNIKOM Kolaborasi bersama Cisco melalui Sosialisasi Learning Path Mitra Industri guna Penyelarasan Kurikulum Industri Berbasis Cisco Networking Academy

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam memperkuat komitmennya menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri melalui kegiatan berbasis Cisco Networking Academy (NetAcad), Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Deputi Wakil Rektor IV dan Divisi International Class & Training menyelenggarakan kegiatan workshop bertema “Aligning Education with Industry: Sinkronisasi Kurikulum OBE Menuju Lulusan FTIK yang Unggul dan Adaptif”, yang ditujukan bagi dosen di lingkungan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM pada Selasa, 18 Agustus 2026.

    Bertempat di Ruang Lab Cisco lantai 9 Smart Building UNIKOM, workshop tersebut secara khusus menghadirkan pembekalan mengenai pemanfaatan Cisco Networking Academy (NetAcad) sebagai platform pembelajaran berbasis industri dimana para dosen diperkenalkan pada berbagai course Cisco, sumber pembelajaran, fasilitas laboratorium virtual, sistem evaluasi, hingga mekanisme pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses pembelajaran di kelas.

    Dalam kegiatan tersebut, Cisco Networking Academy menjadi fokus utama pembekalan. Platform tersebut diperkenalkan sebagai salah satu sumber kurikulum industri yang dapat dimanfaatkan dosen untuk memperkaya materi perkuliahan dan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Para dosen diperkenalkan dengan berbagai course yang tersedia di Cisco Networking Academy, termasuk materi yang berkaitan dengan Python, Linux, dan Cybersecurity. Selain materi pembelajaran, platform Cisco juga menyediakan video, artikel, PowerPoint, kuis, aktivitas interaktif, serta hands-on laboratory yang dapat mendukung proses pembelajaran berbasis praktik.

    Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi sekaligus Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Herman S. Soegoto, MBA., dalam sambutan pembukanya  menekankan pentingnya peran dosen dalam menjembatani kompetensi akademik dengan kebutuhan industri. Menurutnya, para dosen pada dasarnya telah memiliki penguasaan yang baik terhadap bidang ajarnya. Namun, penyelarasan dengan kebutuhan industri, termasuk melalui pemanfaatan kurikulum Cisco, tetap diperlukan agar materi yang diberikan kepada mahasiswa semakin relevan dengan perkembangan dunia kerja.

    Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Herman berharap, setelah mengikuti kegiatan tersebut, dosen dapat mengambil berbagai materi yang relevan dari Cisco Networking Academy untuk kemudian diadopsi ke dalam kurikulum maupun mata kuliah. “Harapan kami adalah setelah pelatihan ini atau penyelarasan ini, Bapak-Ibu kemudian bisa mengambil manfaatnya, menimba apa yang perlu kita adopsi ke kurikulum kita, ke mata kuliah kita, sehingga itu bisa kita transfer ke mahasiswa kita”, tuturnya.

    Sementara itu, Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D​., menjelaskan bahwa UNIKOM sebenarnya telah memiliki sejumlah kurikulum industri yang telah berjalan cukup lama, termasuk kurikulum dari Cisco. Dengan demikian, UNIKOM berupaya membuka akses yang lebih luas kepada dosen agar dapat mempelajari dan memanfaatkan kurikulum Cisco Networking Academy untuk mendukung proses pembelajaran di kelas. “Kita buka opportunity sebesar mungkin. Bagi Bapak-Ibu yang mau belajar dan menyelaraskan kelasnya dengan kurikulum industri, bisa masuk”, ungkapnya.

    Menurut Adam, Ph.D., pemanfaatan kurikulum industri, termasuk kurikulum Cisco, memiliki posisi penting dalam penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE). Capaian kompetensi mahasiswa dapat didukung dengan bukti yang lebih terukur melalui penyelesaian course dan perolehan certificate. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi tidak selalu harus dipahami sebagai sertifikasi industri berbayar. Peserta juga dapat memperoleh Certificate of Completion setelah menyelesaikan seluruh materi, kuis, maupun tugas dalam sebuah course. “Completion certificate sudah lebih dari cukup untuk menjadi portofolio di OBE”, jelasnya.

    Pertama, dosen dapat tetap menggunakan materi perkuliahan yang selama ini digunakan sekaligus mengimplementasikan kurikulum Cisco secara paralel. Dengan pola tersebut, mahasiswa memperoleh materi perkuliahan sekaligus kesempatan mengikuti course Cisco dan memperoleh Certificate of Completion. Kedua, dosen dapat menerapkan full adoption, yakni menggunakan materi dari kurikulum Cisco secara lebih menyeluruh dalam proses pembelajaran. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kurikulum program studi serta dikomunikasikan bersama ketua program studi dan tim kurikulum. “Bapak-Ibu tetap bisa menjalankan materi yang sudah Bapak-Ibu miliki, lalu menjalankan kurikulum dunia industrinya paralel dengan materi yang Bapak-Ibu ajarkan. Atau kalau misalkan mau bisa full, full adoption”, tuturnya.

    Adam, Ph.D., juga menekankan bahwa implementasi kurikulum Cisco tetap perlu dikoordinasikan dengan program studi agar pemanfaatannya selaras dengan struktur kurikulum yang telah ditetapkan. Salah satu keunggulan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah materi pembelajaran Cisco Networking Academy yang memiliki cakupan dan standar global. Peserta diperkenalkan dengan materi yang dapat diakses dan dipelajari oleh peserta didik dari berbagai negara. Hal ini memberikan nilai tambah bagi dosen karena materi Cisco dapat dimanfaatkan untuk memperkaya perspektif pembelajaran sekaligus memperkenalkan standar kompetensi global kepada mahasiswa.

    Sebagai bagian penting dari kegiatan, peserta diperkenalkan secara langsung pada mekanisme penggunaan Cisco Networking Academy. Pada tahap awal, peserta didaftarkan sebagai student pada platform Cisco Networking Academy. Peserta yang sebelumnya pernah terdaftar juga akan melalui proses penyelarasan data dan registrasi. Peserta yang baru memperoleh undangan perlu melakukan registrasi agar dapat mengakses kelas yang telah ditentukan. Setelah berhasil masuk, kelas yang diikuti dapat dilihat melalui menu My Learning.

    Setelah menyelesaikan course dan memenuhi tahapan yang ditentukan, peserta selanjutnya dapat diarahkan untuk memperoleh peran sebagai instructor. Sebagai student, peserta berfokus pada materi dan resources yang telah di-enroll, sedangkan sebagai instructor, peserta memperoleh akses yang lebih luas terhadap materi course dan berbagai sumber pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung proses pengajaran.

    Dalam sesi pengenalan teknis, Ketua Divisi International Class & Training sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Angga Friyanto, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa salah satu keunggulan Cisco Networking Academy adalah tersedianya materi pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar dengan standar yang sama dengan yang digunakan peserta didik di berbagai negara. “Materi yang diakses ini full 100 persen sama persis dengan apa yang orang atau siswa Amerika juga belajar Cisco. Ini materinya.”, jelas Angga

    Menurut Angga, kesamaan materi tersebut menjadi peluang penting bagi UNIKOM untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya pembelajaran industri bagi mahasiswa. Tantangannya bukan hanya pada ketersediaan materi, tetapi bagaimana dosen dapat mengelola, mendalami, dan memberdayakan materi tersebut agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Ia menilai peran para instruktur menjadi penting dalam menyusun strategi agar materi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, baik untuk mahasiswa maupun pengembangan kompetensi sivitas akademika.

    Dalam pelaksanaan kegiatan, para dosen terlebih dahulu diarahkan untuk memastikan akun yang digunakan telah terdaftar pada sistem Cisco Networking Academy. Angga menjelaskan bahwa terdapat peserta yang sebelumnya telah memiliki akun dengan alamat email yang sama maupun akun yang terdaftar menggunakan alamat email berbeda. Bagi dosen yang sebelumnya telah menerima invitation, proses tidak berhenti pada menerima undangan. Peserta tetap perlu melakukan registrasi pada sistem agar dapat terdaftar dan memperoleh akses pembelajaran yang diperlukan.

    Platform Cisco juga memberikan informasi mengenai kebutuhan perangkat, kemampuan awal, jumlah modul, laboratorium, aktivitas interaktif, serta evaluasi yang harus diselesaikan peserta. Informasi tersebut dapat menjadi referensi dosen dalam menyusun maupun menyesuaikan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan pengembangan kurikulum agar capaian pembelajaran menjadi lebih terukur. Selain menyediakan materi pembelajaran, Cisco Networking Academy juga memungkinkan proses pembelajaran dipantau secara sistematis. Peserta diperkenalkan dengan struktur course yang mencakup ruang lingkup materi, urutan modul, target pembelajaran, dan kompetensi yang diharapkan. Setiap modul memiliki materi serta tujuan pembelajaran yang dapat menjadi acuan bagi dosen.

    Kemajuan pembelajaran peserta juga dapat dipantau melalui grade book. Dosen dapat melihat aktivitas yang telah diselesaikan, perolehan poin, serta bagian yang masih harus dikerjakan. Dengan mekanisme tersebut, proses pembelajaran berbasis Cisco menjadi lebih terukur karena peserta maupun dosen dapat mengetahui perkembangan penyelesaian course.

    Pada tahap awal kegiatan, peserta diperkenalkan pada beberapa course Cisco Networking Academy yang relevan dengan bidang teknologi informasi, antara lain Python, Linux, dan Cybersecurity. Untuk Python, tersedia beberapa course, termasuk Python Essentials 1, Python Essentials 2, dan Data Science. Pada bidang Linux tersedia Linux Essentials 1 dan Linux Essentials 2, sementara bidang Cyber Security juga memiliki sejumlah course yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.

    Pemanfaatan Cisco Networking Academy juga tidak berhenti pada penggunaan materi untuk mahasiswa. Platform tersebut juga memberikan kesempatan bagi dosen untuk mengembangkan kompetensinya sebagai instructor. Setelah memperoleh peran sebagai instructor, dosen dapat mengikuti program pengembangan kemampuan dan pelatihan instruktur yang disediakan secara berkala. Dengan pemanfaatan kurikulum industri Cisco secara lebih luas, UNIKOM berkomitmen untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin terhubung dengan perkembangan teknologi global dan kebutuhan industri, sehingga kompetensi yang diperoleh mahasiswa tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan dunia profesional. (Direktorat Hms & Pro)

  • Berbagi Praktik Terbaik Tata Kelola dan Pengembangan Program Doktor: Prodi Doktor Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM Terima Kunjungan Studi Banding dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Lampung

    Berbagi Praktik Terbaik Tata Kelola dan Pengembangan Program Doktor: Prodi Doktor Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM Terima Kunjungan Studi Banding dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Lampung

    BANDUNG, UNIKOM – Komitmen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dalam memperkuat mutu akademik sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi terus diwujudkan melalui berbagai kerja sama strategis. Selasa, 11 Agustus 2026,  Program Studi Doktor Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM menerima kunjungan studi banding (benchmarking) dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Lampung, di Ruang Rapat Lantai 12, Smart Building UNIKOM. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan sumber daya akademik.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, jajaran pimpinan UNIKOM antara lain, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi (DSI), Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., M.M.,  Direktur Jurnal dan Publikasi Ilmiah, Assoc. Prof. Dr. Poni Sukaesih Kurniati, S.IP., M.Si., Direktur Quality Assurance, Assoc. Prof. Dr Ely Suhayati, S.E., M.Si., Ak. CA. Sementara perwakilan dari IIB Darmajaya Lampung turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom., Ketua Program Studi Doktoral Informatika, Prof. Ir. Suhendro Yusuf Irianto, M.Kom., Ph.D., Kepala Lembaga Penjamin Mutu., Zaidir Jamal, S.T., M.Eng.

    Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan IIB Darmajaya ke UNIKOM. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting bagi kedua institusi untuk saling mengenal tata kelola, berbagi pengalaman, serta mengidentifikasi ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara lebih konkret. Ia juga menjelaskan bahwa Fakultas Pascasarjana UNIKOM memiliki peran dalam mengelola program pendidikan pada jenjang magister dan doktoral. Saat ini, Fakultas Pascasarjana UNIKOM menaungi dua program doktor, salah satunya adalah Program Studi Doktor Sistem Informasi yang menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi dan sistem informasi.

    Menurut Assoc. Prof. Dr. Rahma, pengelolaan pendidikan doktoral di UNIKOM didukung oleh berbagai unsur strategis di tingkat universitas maupun fakultas. Kehadiran sejumlah direktorat dalam kegiatan tersebut, antara lain bidang publikasi dan jurnal, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), kerja sama, serta program internasional, menjadi bagian dari upaya UNIKOM membangun ekosistem akademik yang saling terintegrasi. Selain itu, ia juga mengungkapkan “di Program Studi Doktor Sistem Informasi, kami memastikan dosen-dosen yang terlibat sesuai dengan kompetensi bidang Sistem Informasi. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas proses pendidikan dan memastikan mahasiswa memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan bidang keilmuannya”, tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran IIB Darmajaya di UNIKOM. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi Program Studi Doktor Sistem Informasi untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan mitra perguruan tinggi. Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Agus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan IIB Darmajaya menjadikan UNIKOM sebagai tempat benchmarking. Ia juga memperkenalkan jajaran akademik dan unsur pendukung yang hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan ruang diskusi yang lebih komprehensif.

    Assoc. Prof. Dr. Agus juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan tidak hanya jajaran Program Studi Doktor Sistem Informasi, tetapi juga sejumlah unsur pendukung di lingkungan UNIKOM. Kehadiran unsur pimpinan dan direktorat diharapkan dapat memperluas ruang diskusi sehingga benchmarking tidak berhenti pada aspek pengelolaan program studi, tetapi juga menyentuh berbagai aspek pendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi. Ia menilai kolaborasi lintas unit menjadi penting karena pengembangan program doktoral tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai aspek, mulai dari penjaminan mutu, publikasi dan jurnal, penelitian, hingga pengembangan kerja sama akademik. “Kami mencoba menghadirkan rekan-rekan dari berbagai unsur yang berkaitan dengan pengelolaan akademik. Harapannya, diskusi yang dilakukan kali ini bisa lebih komprehensif dan Bapak-Ibu dari IIB Darmajaya dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai bagaimana ekosistem akademik dan pendukung Program Studi Doktor Sistem Informasi di UNIKOM berjalan”, tambahnya.

    Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik IIB Darmajaya, Dr. Sutedi, menyampaikan bahwa kunjungan ke UNIKOM merupakan bagian dari upaya IIB Darmajaya untuk memperkuat kesiapan penyelenggaraan program doktoral yang relatif baru dikembangkan di institusinya. Ia mengungkapkan bahwa IIB Darmajaya memilih UNIKOM sebagai salah satu rujukan benchmarking karena memiliki reputasi akademik yang baik serta pengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan pada jenjang doktor. “Kami datang ke UNIKOM tentu dengan maksud untuk belajar, terutama mengenai tata kelola Program Studi S3. Kebetulan program doktor yang kami kembangkan ini masih relatif baru dan pada Juli lalu kami telah memperoleh SK untuk penyelenggaraan program tersebut. Karena itu, kami merasa perlu belajar dari perguruan tinggi yang sudah memiliki pengalaman dalam mengelola program doktor”, tutur Dr. Sutedi.

    Menurut Dr. Sutedi, posisi program doktor yang dikembangkan IIB Darmajaya sebagai salah satu program yang relatif baru di wilayahnya membuat kegiatan benchmarking menjadi sangat penting. Keterbatasan pengalaman dan sumber daya pada tahap awal pengembangan program menjadi alasan bagi IIB Darmajaya untuk memperluas pembelajaran melalui kunjungan ke berbagai perguruan tinggi yang telah memiliki pengalaman lebih panjang dalam mengelola pendidikan doktoral. Ia juga menilai UNIKOM menjadi salah satu institusi yang relevan untuk dijadikan rujukan karena selain memiliki reputasi yang telah dikenal, terdapat pula sejumlah akademisi yang memiliki pengalaman dan kepakaran di bidang yang relevan dengan pengembangan program doktor di IIB Darmajaya. Selain itu, ia menambahkan bahwa proses pengembangan program doktor membutuhkan pembelajaran yang berkelanjutan, terutama dalam membangun tata kelola, memastikan mutu akademik, mengembangkan sumber daya dosen, serta memperkuat penelitian dan publikasi. Untuk itu, pengalaman yang diperoleh dari UNIKOM diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi IIB Darmajaya dalam mengembangkan program doktor yang berkualitas dan berkelanjutan. “Kami menyadari bahwa dalam mengembangkan program doktor masih terdapat berbagai keterbatasan sumber daya. Karena itu, kami sangat membutuhkan insight dan pengalaman dari perguruan tinggi yang telah lebih dahulu menjalankan program tersebut. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan dari UNIKOM hari ini dapat kami bawa dan kembangkan di kampus kami”, pungkasnya.

    Harapan tersebut sejalan dengan semangat UNIKOM untuk menjadikan benchmarking sebagai pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas. Pertukaran pengalaman antara kedua institusi diharapkan dapat berkembang menjadi berbagai kegiatan akademik bersama yang memberikan manfaat langsung bagi dosen, mahasiswa, peneliti, maupun institusi secara keseluruhan.

    Dalam sesi diskusi, kedua institusi kemudian membahas sejumlah aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, mulai dari pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran, tata kelola program studi, penerimaan serta layanan mahasiswa, penelitian dan publikasi ilmiah, hingga pengembangan kerja sama dan internasionalisasi. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif dengan menempatkan pertukaran pengalaman sebagai bagian penting dalam upaya menemukan strategi pengembangan pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap perubahan zaman.

    Kegiatan benchmarking UNIKOM bersama IIB Darmajaya diharapkan bukan sekadar agenda kunjungan kelembagaan, melainkan menjadi momentum untuk membangun hubungan akademik yang lebih erat dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Dengan semangat berbagi pengetahuan, memperkuat sinergi, dan menciptakan inovasi. UNIKOM dan IIB Darmajaya diharapkan dapat terus mengembangkan kerja sama yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Asah Diplomasi dan Negosiasi : Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fisip UNIKOM Simulasikan Sidang Internasional Dewan Keamanan PBB, Bahas Kompleksitas Konflik Ukraina

    Asah Diplomasi dan Negosiasi : Mahasiswa Prodi Ilmu Hubungan Internasional Fisip UNIKOM Simulasikan Sidang Internasional Dewan Keamanan PBB, Bahas Kompleksitas Konflik Ukraina

    BANDUNG, UNIKOM — Selasa, 11 Agustus 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menyelenggarakan Short Diplomatic Course (SDC) dan Simulasi Sidang Internasional dengan tema “United Nations Security Council Meets on Ukraine”. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menghadirkan simulasi suasana persidangan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Security Council/UNSC) secara langsung dalam lingkungan akademik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan hubungan internasional sekaligus mengasah kemampuan diplomasi, negosiasi, komunikasi, argumentasi, dan pengambilan keputusan dalam forum multilateral.

    Ketua Pelaksana sekaligus Guru Besar FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Aelina Surya, Dra., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan 96 peserta, dengan 40 peserta merupakan mahasiswa yang telah menempuh enam semester, serta peserta lainnya yang turut berpartisipasi dimana program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai internasionalisasi, baik dalam perspektif teori maupun praktik, sekaligus memperkenalkan secara langsung dinamika konferensi internasional. “Tujuan dari program ini adalah memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai internasionalisasi dalam teori dan praktik, serta memberikan pemahaman mengenai bagaimana konferensi internasional dilaksanakan”, tutur Prof. Aelina.

    Lebih lanjut, Prof. Aelina berharap kegiatan tersebut dapat dikembangkan menjadi aktivitas yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, terutama kemampuan berbahasa Inggris dalam konteks akademik dan hubungan internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dekan FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., para mahasiswa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

    Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Assoc. Prof. Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., mengajak para peserta untuk memandang simulasi tersebut bukan sekadar sebagai kegiatan akademik, melainkan sebagai pengalaman untuk memahami secara langsung kompleksitas proses pengambilan keputusan dalam politik dan keamanan internasional. “Dunia sedang menunggu keputusan. Perang terus berlangsung, publik sedang menyaksikan, pemerintah sedang memperhatikan, dan hari ini kalian akan memainkan peran sebagai para pengambil keputusan dalam Dewan Keamanan”, jelasnya.

    Assoc. Prof. Dr. Dewi juga mengungkapkan bahwa isu Ukraina yang menjadi tema simulasi memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas persoalan keamanan internasional. “Situasi di Ukraina mengingatkan kita pada satu kebenaran mendasar dalam hubungan internasional: keamanan mudah dibicarakan secara teori, tetapi sangat sulit untuk diimplementasikan”, ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa ketika konflik internasional terjadi, masyarakat sering mempertanyakan mengapa perang tidak segera dihentikan, mengapa Dewan Keamanan tidak dengan cepat mencapai kesepakatan, atau mengapa proses diplomasi terkadang berjalan lambat. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami sendiri bahwa politik internasional tidak dapat dilihat hanya dari satu perspektif. “Politik internasional bukan hanya tentang memilih antara benar dan salah. Di dalamnya terdapat kepentingan nasional, keamanan, kepentingan ekonomi, kondisi internasional, pertimbangan kemanusiaan, persaingan geopolitik, serta distribusi kekuasaan dalam sistem internasional”, tegasnya.

    Selain itu, Assoc. Prof. Dr. Dewi menegaskan bahwa diplomasi menuntut kemampuan untuk memahami kepentingan sendiri sekaligus memahami perspektif pihak lain. “Di situlah diplomasi dimulai. Kalian harus memahami posisi negara kalian sendiri, tetapi pada saat yang sama juga harus memahami mengapa negara lain dapat melihat situasi yang sama dengan cara yang berbeda”, tuturnya. Terakhir, Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berbicara dalam forum internasional, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan menganalisis kompleksitas persoalan, berkomunikasi melalui perbedaan, melakukan negosiasi, serta mencari solusi ketika tidak terdapat penyelesaian yang benar-benar sempurna. “Menjadi mahasiswa hubungan internasional berarti lebih dari sekadar mengingat konsep dan teori. Ini berarti belajar bagaimana menganalisis kompleksitas, berkomunikasi melalui perbedaan, bernegosiasi, dan mencari penyelesaian dalam situasi ketika penyelesaian yang sempurna mungkin tidak ada”, demikian pungkasnya.

    Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan memasuki agenda utama melalui roll call dan pengenalan para delegasi. Para mahasiswa tampil sebagai delegasi dari berbagai negara anggota PBB dengan mengenakan jas formal dan menjalankan peran diplomatik sesuai negara yang direpresentasikan. Para delegasi tersebut antara lain merepresentasikan negara Argentina, Belarus, Brasil, Kanada, Ceko, Kolombia, Denmark, Mesir, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kenya, Latvia, Lithuania, Meksiko, Belanda, Nigeria, Korea Utara, Pakistan, Polandia, Rumania, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia, Suriah, Turkiye, Uni Emirat Arab, Inggris, Ukraina, dan Amerika Serikat. Simulasi juga menghadirkan peran Chairperson, Co-Chair, dan Secretary General untuk membangun mekanisme persidangan yang menyerupai forum internasional.

    Persidangan kemudian berlangsung melalui beberapa tahapan Committee Session, mulai dari Opening Committee Session, General Speaker List, Moderated Caucus, hingga Unmoderated Caucus dan Closing Committee Session. Dalam sesi tersebut, para delegasi menyampaikan pandangan negaranya, memberikan argumentasi, merespons delegasi lain, serta melakukan proses negosiasi untuk mencari titik temu terhadap isu yang dibahas. Proses tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran mahasiswa karena mempertemukan teori yang diperoleh di ruang kelas dengan praktik diplomasi dalam situasi simulatif. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami isu yang dibahas, tetapi juga mampu mempertahankan posisi negara, menyusun strategi negosiasi, membangun komunikasi dengan delegasi lain, dan mengambil keputusan berdasarkan kepentingan yang dibawa.

    Rangkaian kegiatan selanjutnya diisi dengan testimonial comments dari observer dan pemberian penghargaan kepada para peserta. Sejumlah kategori penghargaan yang disiapkan meliputi Best Speech, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, Verbal Commendation, Best Position Paper, serta Most Favourite Male and Female Delegates. Kategori penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kemampuan dan kontribusi peserta selama mengikuti simulasi. Best Speech diberikan kepada delegasi yang dinilai mampu menyampaikan pidato secara informatif dengan penguasaan bahasa dan substansi yang baik, sedangkan Most Outstanding Delegate ditujukan bagi peserta yang menunjukkan kemampuan, persiapan, pengetahuan isu, serta kontribusi yang menonjol selama persidangan.

    Sementara itu, kategori Honorable Mention dan Verbal Commendation menjadi bentuk penghargaan atas kemampuan diplomasi, keterlibatan aktif, serta kontribusi peserta dalam debat. Adapun Best Position Paper diberikan kepada delegasi yang menghasilkan position paper dengan gagasan yang dinilai unggul, orisinal, inovatif, dan mencerminkan kemampuan diplomasi. Kategori Most Favourite Male and Female Delegates ditentukan berdasarkan suara dari para observer melalui formulir yang disediakan selama kegiatan. Menutup kegiatan, seluruh rangkaian simulasi diakhiri dengan pemberian penghargaan dan apresiasi kepada para peserta.

    Melalui kegiatan Short Diplomatic tersebut, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan dinamika hubungan internasional sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin terhubung secara global. (Direktorat Hms & Pro)

  • The 2nd International Student Conference on Earth and Environmental Research (ISCEER) 2026 kembali hadir!

    The 2nd International Student Conference on Earth and Environmental Research (ISCEER) 2026 kembali hadir!

    Universitas Komputer Indonesia dengan bangga menyelenggarakan konferensi ini dengan tema:

    Meningkatkan Ketahanan Global: Sains dan Teknologi Inovatif untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.

    Menghadirkan para pakar terkemuka dari berbagai negara:

    🌟 Assoc. Prof. Abdulkareem Shafiq M. Al-Obaidi (Taylors University, Malaysia)
    🌟 Prof. Dr. Muhammad Imran Aslam (NED University of Engineering & Technology, Pakistan)
    🌟 Jufra Fy, S.Kom (Wilmar Consultancy Services, Indonesia)
    🌟 Assoc. Prof. Dr. Chowwalit Chookhampaeng (Mahasarakham University)

    📆 5 November 2026
    📍 Auditorium Lantai 17, Smart Building, UNIKOM

    Kirimkan hasil penelitian terbaik Anda dan jadilah bagian dari diskusi global mengenai inovasi dan solusi dalam bidang Sains dan Teknologi Kebumian serta Lingkungan.

    Dapatkan berbagai kesempatan berharga untuk publikasi, memperluas jejaring, dan menjalin kolaborasi internasional.

    📌 Tanggal Penting:
    📖 Batas Akhir Pengumpulan Makalah Lengkap: 29 Juli 2026
    ✍️ Batas Akhir Pengumpulan Makalah Revisi: 9 September 2026
    ✅ Pengumuman Penerimaan: 10 Oktober 2026
    🏫 Pelaksanaan Konferensi: 5 November 2026

    ⛓️‍💥 Informasi & Pendaftaran:
    🌐 https://isceer.unikom.ac.id/
    📞 Agis Abhi Rafdhi (+62 813-2324-2018)
    📧 timkonferensi@email.unikom.ac.id

    UNIKOM #UNIKOMBerdampak #ISCEER2026 #PublikasiIlmiah #KonferensiInternasional

  • Prodi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM Lahirkan Dua Akademisi, Perkuat Kiprah Keilmuan di Bidang Manajemen

    Prodi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM Lahirkan Dua Akademisi, Perkuat Kiprah Keilmuan di Bidang Manajemen

    BANDUNG, UNIKOM — Pada bulan Agustus 2026, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali mencatat capaian akademik dan melahirkan dua doktor baru melalui keberhasilan Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., dan Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si. Keduanya dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi masing-masing di hadapan Tim Promotor dan Tim Penguji. Sidang Promosi Doktor Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, sementara Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si., mengikuti sidang pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kedua sidang tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., selaku Promotor sekaligus Ketua Sidang.

    Dr. Windi Novianti Teliti Keputusan Investasi Generasi Z

    Pada sidang yang berlangsung 5 Agustus 2026, Dr. Windi mempertahankan disertasi berjudul “Keputusan Investasi Gen Z Melalui Bias Perilaku: Pendekatan Keuangan Keperilakuan dalam Konteks Paparan Media Sosial, Literasi Keuangan, dan Ekspektasi Keuntungan (Survey pada Mahasiswa Perguruan Tinggi yang Memiliki Galeri Investasi di Wilayah Jawa Barat)”. Topik tersebut menempatkan perilaku Generasi Z dalam mengambil keputusan investasi sebagai fokus kajian, dengan pendekatan keuangan keperilakuan yang mempertimbangkan paparan media sosial, literasi keuangan, dan ekspektasi keuntungan.

    Dr. Windi dibimbing oleh Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., sebagai Co Promotor. Dalam mempertahankan hasil penelitiannya, ia mempresentasikan disertasi secara singkat sebelum menghadapi sesi pertanyaan dan tanggapan dari Tim Penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.; Prof. Dr. H. Nugraha, S.E., Ak., M.Si., CA, CPA., CFP; Assoc. Prof. Dr. Yoyok Prasetyo, S.T., M.Sy.; dan Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si. Setelah melalui seluruh rangkaian evaluasi, ia dinyatakan lulus Ujian Promosi Doktor. Dalam rangkaian sidang tersebut, Dr. Windi tercatat sebagai Doktor ke-4 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM.

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. Windi menyampaikan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktor di UNIKOM. Perjalanan akademiknya di UNIKOM telah berlangsung sejak jenjang S1 dan S2 Manajemen, hingga kemudian melanjutkan pendidikan doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Saat ini, Dr. Windi juga mengabdikan diri sebagai dosen tetap UNIKOM. “Alhamdulillah, ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian studi saya. Prosesnya luar biasa, melewati berbagai rintangan dan tantangan, hingga akhirnya saya dapat mencapai jenjang pendidikan tertinggi, yaitu S3”, ungkapnya. Ia menilai sistem perkuliahan hybrid di UNIKOM menjadi salah satu kemudahan selama menempuh pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang berdomisili di luar Bandung.

    Dr. Yadi Maryadi Kaji Kinerja Perguruan Tinggi di Era Digital

    Masih di bulan yang sama, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen kembali menggelar Sidang Promosi Doktor. Pada kesempatan tersebut, Dr. Yadi mempertahankan disertasi berjudul “Model Kinerja Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Kepemimpinan Digital dan Sistem Informasi Manajemen Melalui Budaya Organisasi Sebagai Variabel Mediasi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah II”. Disertasi Dr. Yadi mengangkat kajian mengenai model kinerja perguruan tinggi swasta dengan menyoroti kepemimpinan digital dan sistem informasi manajemen serta menempatkan budaya organisasi sebagai variabel mediasi.

    Dalam sidang tersebut, Dr. Yadi diuji oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si.; Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA.; Dr. Elvera, S.E., M.Sc.; dan Assoc. Prof. Dr. Deden Abdul Wahab Sya’roni, Ir., M.Si. Sementara proses penyusunan disertasi dibimbing oleh Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, SE., M.Si. sebagai Co Promotor. Setelah mempresentasikan disertasi dan menjawab berbagai pertanyaan serta tanggapan dari Tim Penguji dan Tim Promotor, Dr. Yadi dinyatakan lulus Ujian Promosi Doktor. Ia menjadi Doktor ke-5 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM.

    Pada kesempatan tersebut, Dr. Yadi mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran Sidang Promosi Doktor yang menjadi puncak perjalanan akademiknya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNIKOM beserta jajaran pimpinan, dosen, promotor, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, fasilitas, doa, serta bimbingan selama masa studi. Menurutnya, sistem pembelajaran hybrid di UNIKOM memberikan kemudahan dalam mengikuti perkuliahan secara daring maupun luring, khususnya karena dirinya berasal dari Pagar Alam. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, serta mengajak rekan-rekan DIM Angkatan 1 untuk segera menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor bersama.

    Dalam disertasinya, Dr. Yadi mengangkat penelitian mengenai model kinerja perguruan tinggi swasta berbasis kepemimpinan digital dan sistem informasi manajemen dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi terhadap kinerja perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah II. Ia memilih topik tersebut karena relevan dengan proses transformasi digital yang tengah berlangsung di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, dengan harapan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja perguruan tinggi swasta.

    Dua Disertasi, Dua Perspektif untuk Menjawab Tantangan Manajemen Kontemporer

    Keberhasilan Dr. Windi dan Dr. Yadi menunjukkan keberagaman isu yang dikaji melalui pendidikan doktoral di Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM.

    Dr. Windi menghadirkan kajian mengenai keputusan investasi Generasi Z dan keuangan keperilakuan, sedangkan Dr. Yadi mengangkat kinerja perguruan tinggi swasta dalam konteks kepemimpinan digital, sistem informasi manajemen, dan budaya organisasi. Dua tema tersebut memiliki konteks yang berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari persoalan manajemen yang berkembang di tengah perubahan lingkungan organisasi dan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengembangan akademik Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Dengan bertambahnya dua doktor baru, UNIKOM terus mendorong lahirnya insan akademik yang memiliki kapasitas keilmuan dan mampu menghasilkan kajian berbasis penelitian.

    UNIKOM Apresiasi Capaian Dua Doktor Baru

    Rangkaian Sidang Promosi Doktor tidak hanya menjadi tahap akhir perjalanan akademik, tetapi juga menjadi momentum penting bagi keluarga, promotor, penguji, serta sivitas akademika yang turut mendukung proses pendidikan doktoral.

    Setelah dinyatakan lulus, kedua doktor baru menerima Surat Keterangan Lulus Ujian Promosi Doktor dan mengikuti sesi foto bersama Tim Promotor, Tim Penguji, serta keluarga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyampaian kesan, pesan, dan harapan dari promotor serta ungkapan rasa syukur dari masing-masing doktor baru.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3. Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya Sidang Promosi Doktor Ilmu Manajemen yang diikuti oleh Dr. Windi dan Dr. Yadi, keduanya dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh tahapan akademik, mulai dari proses studi, penelitian dan disertasi, sidang tertutup hingga ujian terbuka, sebagai bagian dari pencapaian akademik di Program Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi UNIKOM sekaligus menunjukkan komitmen dan ketekunan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan doktoral. Rektor berharap capaian kedua doktor tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen lainnya yang tengah menyelesaikan disertasi agar dapat segera menuntaskan studinya dan mengikuti jejak keberhasilan para pendahulunya.

    Menurut Prof. Eddy, perjalanan studi para promovendus menjadi bukti bahwa jarak dan kesibukan bukanlah hambatan untuk meraih pendidikan doktoral. Dukungan sistem pembelajaran hybrid yang diterapkan UNIKOM memberikan kemudahan bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar daerah, untuk mengikuti perkuliahan, bimbingan, maupun berkomunikasi dengan promotor dan tim penguji secara efektif. Pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM menghadirkan proses pendidikan yang adaptif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman. Atas capaian tersebut, Prof. Eddy juga menyampaikan selamat kepada Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., dan Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si., serta berharap ilmu dan hasil penelitian yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktor dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan masyarakat.

    Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, organisasi, dan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Enam Program Studi Di Lingkungan Fakultas Pascasarjana UNIKOM Perkuat Arah Strategis Di Era Artificial Intelligence Melalui Lokakarya VMTS

    Enam Program Studi Di Lingkungan Fakultas Pascasarjana UNIKOM Perkuat Arah Strategis Di Era Artificial Intelligence Melalui Lokakarya VMTS

    BANDUNG, UNIKOM – Sebagai bagian lanjutan dari rangkaian Lokakarya Sosialisasi Visi, Misi,Tujuan dan Sasaran (VMTS) Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) pada 14 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Parallel Session sesi tersebut diselenggarakan dalam ruang diskusi untuk mempersentasikan, memperdalam dan menerjemahkan arah strategis VMTS Fakultas Pascasarjana ke dalam konteks pengembangan masing-masing Program Studi, Khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan Artificial Intelligence (AI).

    Kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam rangkaian Lokakarya Sosialisasi VMTS Fakultas Pascasarjana UNIKOM Setelah sebelumnya para peserta mengikuti pemaparan mengenai VMTS Fakultas Pascasarjana serta memperoleh perspektif dari para pemangku kepentingan eksternal, pembahasan kemudian diperdalam melalui forum diskusi di tingkat Program Studi melalui sesi pararel tersebut, setiap Program Studi diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan, peluang dan strategipengembangan yang selaras dengan arah strategis Fakultas serta responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.

    Sesi paralel pertama berlangsung dengan melibatkan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (DIM) dan Program Studi Doktor Sistem Informasi (DSI). Program Studi Doktor Ilmu Manajemen melaksanakan paparan VMTS dan sesi diskusi bersama pembicara eksternal yang dipimpin Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si. Sementara itu, Program Studi Doktor Sistem Informasi melaksanakan agenda serupa di Ruang DSI 12.011 yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi, Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., M.M., bersama pembicara eksternal.

    Format diskusi yang menghadirkan perspektif eksternal memberikan ruang bagi masing-masing program studi untuk melihat kembali arah VMTS dari sudut pandang yang lebih luas. Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara pengembangan akademik dengan dinamika lingkungan eksternal.

    Empat Program Magister Lanjutkan Penguatan VMTS

    Rangkaian paralel session juga dilanjutkan dengan melibatkan empat program studi magister, yaitu Magister Manajemen (MM), Magister Desain (M.Ds), Magister Sistem Informasi, dan Magister Ilmu Komunikasi (MIK).

    Pada Program Studi Magister Manajemen, sosialisasi VMTS dan diskusi dipimpin Ketua Program Studi Magister Manajemen, Assoc. Prof. Dr. Ir. Deden A. Wahab Sya’roni, M.Si., bersama pembicara eksternal.

    Selain itu, Program Studi Magister Desain juga menggelar sosialisasi VMTS dan diskusi bersama pembicara eksternal bersama dengan mahasiswa dan alumni yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Magister Desain, Dr. Taufan Hidayatullah, S.Sn., M.Ds., dengan membahas sejumlah diskusi mengenai arus cascading penyusunan VMTS yang menyesuaikan dengan Visi dan Misi Universitas, Fakultas, dan Program Studi.

    Sementara itu, Program Studi Magister Sistem Informasi menyelenggarakan sosialisasi VMTS dan diskusi yang dipimpin Ketua Program Studi Magister Sistem Informasi, Sri Supatmi, M.T., D.Sc.

    Adapun Program Studi Magister Ilmu Komunikasi melaksanakan sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) sekaligus diskusi bersama para pakar dan akademisi di bidang Ilmu Komunikasi. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), Dr. Hj. Ani Yuningsih, Dra., M.Si., Ketua DPW Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI), Dr. Imam Jahrudin Priyanto, Drs., M.Hum. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat (KPID Jabar), yang diwakili oleh Wakil Ketua KPID Jabar, Dr. Almadina Rakhmaniar, S.Psi., M.I.Kom., serta Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) yang diwakili oleh Dr. Eki Baihaki, M.Si., hadir secara hybrid.

    Kegiatan dipimpin oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Desayu Eka Surya, M.Si., CICS., dengan dihadiri jajaran dosen homebase Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, diantaranya Dr. Rismawaty Rais, S.Sos., M.Si., dan Dr. Olih Solihin, S.Sos., M.I.Kom., serta mahasiswa.

    Diskusi tersebut melahirkan beragam masukan, evaluasi, dan perspektif dari para pakar, dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra sebagai bahan penting dalam penyempurnaan dan perumusan VMTS Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM, agar semakin relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan masyarakat, dan tantangan dunia komunikasi di era digital.

    Dalam kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Desayu menyampaikan bahwa seluruh masukan dan hasil evaluasi yang disampaikan dalam forum akan diolah dan dikaji secara bersama-sama sebagai bahan penyusunan VMTS Program Studi Magister Ilmu Komunikasi. “Masukan-masukan yang berharga dari Bapak dan Ibu untuk penyusunan visi dan misi program studi ini sangat bernilai bagi Prodi MIK. Terlebih, sebagai Prodi yang baru berdiri di universitas yang mengedepankan Artificial Intelligence (AI), hal tersebut tidak dapat kita hindari di era saat ini”, ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI menjadi salah satu aspek yang perlu diintegrasikan dalam pengembangan pendidikan di UNIKOM. Implementasi teknologi tersebut telah dilakukan dalam proses pembelajaran, termasuk melalui beberapa mata kuliah Program Studi Magister Ilmu Komunikasi yang fokus pada Komunikasi digital diantaranya pada MK Analisis Konten Media dan khalayak, Digital PR, Analisis Jaringan Sosial, dan sebagainya. Menurutnya, penguatan aspek teknologi dan Artificial Intelligence (AI) tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan Magister Ilmu Komunikasi yang adaptif, kompeten, dan mampu menghadapi dinamika industri komunikasi di era transformasi digital.

    Dari Sosialisasi Menuju Penguatan Strategi Program Studi

    Penyelenggaraan sesi secara paralel memungkinkan pembahasan VMTS dilakukan secara lebih terarah berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing program studi. Kehadiran pembicara eksternal juga memperluas ruang dialog sehingga proses sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian dokumen atau arah strategis, tetapi menjadi forum untuk membangun pemahaman bersama.

    Di tengah perkembangan AI yang semakin mempengaruhi berbagai bidang keilmuan dan dunia profesional, penguatan VMTS menjadi bagian penting bagi perguruan tinggi untuk memastikan arah pengembangan akademiknya tetap relevan dengan perubahan lingkungan. Melalui forum tersebut, Fakultas Pascasarjana UNIKOM mempertemukan perspektif internal dan eksternal sebagai bagian dari proses penguatan arah Program Studi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan Pascasarjana yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada penguatan keilmuan.

    Pelaksanaan paralel session menegaskan bahwa akselerasi VMTS di era Artificial Intelligence membutuhkan kolaborasi dan dialog lintas perspektif. Melalui keterlibatan program studi dan pihak eksternal, Fakultas Pascasarjana UNIKOM terus mendorong penguatan arah strategis yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan lingkungan eksternal. (Direktorat Hms & Pro)

  • Fakultas Pascasarjana UNIKOM Gandeng 15 Mitra Strategis, Perkuat Arah Pendidikan di Era Artificial Intelligence melalui Lokakarya VMTS

    Fakultas Pascasarjana UNIKOM Gandeng 15 Mitra Strategis, Perkuat Arah Pendidikan di Era Artificial Intelligence melalui Lokakarya VMTS

    BANDUNG, UNIKOM — Guna memperkuat arah pengembangan pendidikan tinggi di era Artificial Intelligence (AI), Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS), pada Jumat 14 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kelas Hybrid Lantai 12 Smart Building UNIKOM. Mengangkat tema “Tantangan Akselerasi VMTS pada Era Artificial Intelligence”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penyelarasan VMTS Universitas, Fakultas Pascasarjana, hingga Program Studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Forum tersebut juga sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan sivitas akademika dengan para pemangku kepentingan eksternal dalam memperoleh masukan bagi pengembangan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

    Kegiatan Lokakarya tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan UNIKOM, antara lain Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Umi Narimawati, S.E., M.Si., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi, Assoc. Prof. Dr. H. Herman S. Soegoto, M.B.A., serta Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D. Turut hadir pula Dekan Fakultas Pascasarjana, para Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Pascasarjana UNIKOM, serta para mitra dari dunia industri, dunia usaha, perguruan tinggi, asosiasi, alumni, dan berbagai institusi terkait.

    Ketua Pelaksana Lokakarya sekaligus Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi, Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., M.M., dalam laporannya menyampaikan “Lokakarya yang dilaksanakan adalah satu finalisasi kerja Dekan dan para Kaprodi Doktor dan Magister di lingkungan  Pascasarjana, yang dilaksanakan dalam rangkaian yang cukup panjang melalui beberapa kali diskusi bersama melalui rapat fakultas. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses penyelarasan VMTS tidak dapat dilepaskan dari arah pengembangan UNIKOM yang semakin memperhatikan perkembangan teknologi AI.

    Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa lokakarya menjadi momentum penting untuk memastikan kesinambungan antara VMTS Universitas, Fakultas Pascasarjana, dan Program Studi. “Karena UNIKOM mengadakan perubahan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS), maka kami dari Fakultas Pascasarjana turut menyusun Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Fakultas yang selanjutnya akan menjadi dasar bagi Program Studi dalam menyusun VMTS-nya, sehingga akan terbentuk keselarasan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Universitas, Fakultas dan Program Studi di Lingkungan Pascasarjana UNIKOM”, ungkapnya.  Menurutnya, proses penyelarasan dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama berupa pemaparan VMTS Universitas dan Fakultas Pascasarjana, sedangkan tahap berikutnya dilanjutkan melalui parallel session pada masing-masing program studi.

    Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Rahma menyampaikan bahwa ada enam Program Studi di lingkungan Pascasarjana yang terlibat dalam proses tersebut, yaitu Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Doktor Sistem Informasi, Magister Manajemen, Magister Desain, Magister Sistem Informasi, dan Magister Ilmu Komunikasi. Selain itu, ia menjelaskan “kami sengaja menghadirkan stakeholder supaya VMTS yang sudah disusun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Keterlibatan internal UNIKOM dalam Lokakarya tersebut mencakup jajaran pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Pascasarjana, serta mahasiswa. Sementara itu, stakeholder eksternal yang turut berpartisipasi berasal dari dunia industri dan dunia usaha, perguruan tinggi mitra, alumni, serta asosiasi”, jelasnya. Ia juga berharap kolaborasi dengan para mitra dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan, antara lain guest lecture, dosen tamu, kolaborasi riset, dukungan penelitian, serta pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

    Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., dalam kapasitasnya mewakili Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutan pembukanya menekankan pentingnya adaptasi seluruh Fakultas dan Program Studi terhadap perubahan visi universitas yang memasukkan unsur kompetensi AI dan digital. Prof. Umi menjelaskan, perubahan visi di tingkat universitas secara otomatis perlu diterjemahkan ke dalam arah pengembangan fakultas dan program studi. “Semua Fakultas dan semua Program Studi harus menuju pada visi, misi, tujuan, dan sasaran tingkat universitas yang memasukkan unsur AI dan digital”, ungkap Prof. Umi.

    Menurut Prof. Umi, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam lokakarya menjadi penting karena masukan yang diberikan akan menjadi bagian dari proses pengembangan pendidikan dan kurikulum. Ia juga menyatakan bahwa UNIKOM sebelumnya telah mulai memasukkan unsur kompetensi AI dan digital dalam pengembangan kurikulum. Selanjutnya, VMTS Fakultas Pascasarjana akan diadopsi dan diterjemahkan oleh Program Studi di lingkungan Pascasarjana. “Pada akhirnya ke mana? Ke kurikulum. Semua harus mengacu pada Visi, Misi, dan Tujuan sehingga profil lulusan yang ditetapkan oleh program studi di Pascasarjana dapat tercapai,” tegasnya. Dengan demikian, penyelarasan VMTS tidak berhenti pada penyusunan dokumen strategis, tetapi diarahkan hingga implementasi dalam kurikulum dan pencapaian profil lulusan.

    Salah satu agenda penting dalam Lokakarya adalah penandatanganan kerja sama antara Fakultas dan Program Studi di lingkungan Pascasarjana UNIKOM dengan para mitra. Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Pascasarjana dan mitra, serta Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Studi dengan mitra. Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah Program Studi pada jenjang Doktor dan Magister, diantaranya Program Studi Doktor Sistem Informasi, Doktor Ilmu Manajemen, Magister Manajemen, Magister Desain, serta Magister Ilmu Komunikasi.

    Wakil Ketua Pelaksana dan Penanggung Jawab acara lokakarya sekaligus Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Desayu Eka Surya., M.Si.,CICS., mengatakan terdapat 15 mitra yang melakukan penandatangan MoU dengan Fakultas Pascasarjana dan MoA dengan Program Studi di Lingkungan Pascasarjana, antara lain PT 4nesia Digital Solution, PT Metro Smart Technology, Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (KAMSELINDO), Rumah Sakit YARSI, PT Dekatama Centra, Institut Agama Islam As-Syifa, Perumda Air Minum Tirta Patriot, PT Tajir Berkah Sinergi, PT Sanggar Indah Group, Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia, PT Primega Saniyya Lestari, Java Robotika Teknologi, CV Jamise Kreativa Indonesia, PT Mutiara Packaging, TVRI Bandung, Janavalla Hotel Bandung, PT Mozza Travel, serta Journal of Social Media and Message Universitas Islam Riau. Selain itu, pelaksanaan kerja sama juga melibatkan mitra yang hadir secara daring. Salah satunya adalah PT Tajir Berkah Sinergi yang melaksanakan penandatanganan MoU dan MoA secara online.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan VMTS Fakultas Pascasarjana UNIKOM serta perspektif eksternal. Pemaparan VMTS disampaikan oleh Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., bersama pembicara eksternal. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam lokakarya karena perkembangan Artificial Intelligence membawa perubahan yang semakin luas terhadap dunia pendidikan, penelitian, kebutuhan kompetensi, serta hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri dan masyarakat.

    Sebagai penutup rangkaian sesi pertama Lokakarya, seluruh peserta bersama jajaran pimpinan UNIKOM melaksanakan sesi foto bersama di Lantai 15 Smart Building UNIKOM, yang turut dihadiri oleh Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. H. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T.

    Sesi kedua dilaksanakan setelah waktu ishoma, yaitu parallel session yang diikuti oleh enam Program Studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Keenam program studi tersebut meliputi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Doktor Sistem Informasi, Magister Manajemen, Magister Desain, Magister Sistem Informasi, dan Magister Ilmu Komunikasi.

    Melalui rangkaian kegiatan lokakarya tersebut, Fakultas Pascasarjana UNIKOM menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, dan sasaran dengan tantangan transformasi teknologi. Penguatan kolaborasi dengan mitra serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan di era Artificial Intelligence. Proses tersebut diarahkan untuk menghasilkan kurikulum yang adaptif, profil lulusan yang relevan, riset yang lebih kolaboratif, serta pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Webinar Prodi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM: Dorong Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan

    Webinar Prodi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM: Dorong Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan

    BANDUNG, UNIKOM — Sabtu, 08 Agustus 2026, Program Studi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) mendorong penguatan kompetensi mahasiswa dalam membangun bisnis digital yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan melalui Webinar “Membangun Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan”. Kegiatan yang mengangkat tema “Implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital” tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran pada mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital. Webinar tersebut diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, masyarakat, serta pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

    Ketua Pelaksana kegiatan, Wita Fajriah, mahasiswa Magister Sistem Informasi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis. Digitalisasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang menuntut dunia usaha untuk terus beradaptasi. “Bisnis digital yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan teknologi dan inovasi, tetapi juga tata kelola yang baik serta jiwa kewirausahaan. Ketiga aspek tersebut diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan bisnis yang inovatif, adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang”, ungkapnya.

    Selanjutnya, Ketua Program Studi Magister Sistem Informasi UNIKOM, Sri Supatmi, M.T., D.Sc., menegaskan bahwa tema webinar sangat relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Menurutnya, teknologi digital tidak lagi sekadar menjadi alat pendukung, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari strategi bisnis dalam menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif. “Bisnis digital yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Kita membutuhkan tata kelola yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta jiwa kewirausahaan yang mampu melihat peluang dan mengubahnya menjadi solusi serta model bisnis yang bernilai”, jelasnya. Ia menambahkan, melalui mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teknologi, tetapi juga mampu berpikir strategis, menciptakan peluang, membangun model bisnis, dan memimpin transformasi digital.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan unsur fakultas, program studi, mahasiswa, dan masyarakat dalam satu forum pembelajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat sehingga dunia bisnis harus memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan tersebut melalui kreativitas dan inovasi. “Para mahasiswa Magister Sistem Informasi tentunya dituntut untuk mengembangkan daya kreasi dan inovasinya, supaya pengetahuan yang didapatkan selama menempuh studi S2 dapat diterapkan, dikembangkan, dan memberikan value added bagi institusi yang membutuhkan,” ungkapnya. Prof. Eddy juga menilai webinar menjadi wadah yang baik untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong mahasiswa menghubungkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan nyata di berbagai institusi.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM,  Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital yang menggunakan pendekatan team teaching. Mata kuliah tersebut melibatkan Rektor UNIKOM, Dekan Fakultas Pascasarjana, Deputi Wakil Rektor IV, serta Direktur Pengembangan Teknologi Digital & Sistem Informasi (PTDSI). “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan dan bisnis digital tidak hanya berlangsung dalam suasana kelas, tetapi juga dapat diimplementasikan melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman”, jelasnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur PTDSI UNIKOM sekaligus Dosen Magister Sistem Informasi, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom. Ph.D., menyoroti pentingnya kemampuan manusia beradaptasi di tengah percepatan teknologi. Menurutnya, teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai faktor yang menggantikan manusia, melainkan sebagai sarana untuk mempercepat inovasi dan menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Teknologi bukan lagi menjadi faktor yang akan menggantikan manusianya, tetapi bagaimana manusianya bisa beradaptasi terhadap kemajuan teknologi dengan tetap terus belajar dan mengasah kreativitas”, tuturnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan produk teknologi, baik berupa aplikasi maupun model bisnis, sangat ditentukan oleh kemampuannya menjawab kebutuhan nyata masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Webinar tersebut juga menjadi bagian dari momentum perayaan 26 tahun UNIKOM. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pascasarjana dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kewirausahaan menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi sekaligus mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari ekosistem UNIKOM. “Entrepreneurship menjadi usaha kita bersama untuk menghadirkan mahasiswa dan calon mahasiswa yang mampu berkembang serta berkontribusi di masa depan,” ungkapnya.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dipandu oleh Luthfiyah Sakinah selaku moderator. Tiga narasumber dari latar belakang yang berbeda turut hadir untuk membagikan pengalaman dan perspektif praktis mengenai tata kelola teknologi informasi, pengembangan bisnis digital, serta transformasi digital.

    Narasumber pertama, A.S. Antapradja, S.IP., selaku mahasiswa Magister Sistem Informasi UNIKOM sekaligus Kepala PDOS Unit Bisnis Teknologi PT Sucofindo (Persero), memaparkan materi mengenai layanan jasa ICT PT Sucofindo dalam mendukung tata kelola sektor teknologi informasi di Indonesia. Pemaparannya memberikan gambaran mengenai bagaimana pemanfaatan layanan dan solusi teknologi informasi dapat mendukung tata kelola organisasi serta kebutuhan transformasi digital di sektor industri.

    Selanjutnya, David Erwinson, S.Kom., M.M., selaku owner Croccante Chips sekaligus alumni Magister Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM, berbagi pengalaman dalam membangun dan mengelola bisnis digital secara berkelanjutan. Pengalaman praktis yang disampaikan menjadi gambaran bagi peserta mengenai bagaimana konsep bisnis digital dapat diterapkan secara langsung, mulai dari pengembangan usaha hingga upaya mempertahankan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.

    Sementara itu, narasumber ketiga, Ariep, S.T., M.CAS., Founder Rumah Komunitas, membahas strategi membangun bisnis digital serta pentingnya transformasi digital bagi keberlangsungan bisnis. Ia mengajak peserta memahami bahwa transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan model bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan.

    Ketiga pemaparan tersebut memperkaya perspektif peserta karena menghadirkan kombinasi antara tata kelola teknologi informasi, pengalaman praktis membangun bisnis, dan strategi transformasi digital. Hal tersebut sejalan dengan tujuan mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan konsep, tetapi juga mendorong mereka memahami penerapannya dalam dunia nyata.

    Sesi terakhir webinar berlangsung interaktif melalui tanya jawab dan diskusi antara peserta dan para narasumber. Berbagai pertanyaan dan pengalaman yang disampaikan peserta menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan pengembangan bisnis digital, pemanfaatan teknologi, tata kelola, hingga strategi membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Melalui kegiatan Webinar “Membangun Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan”, Program Studi Magister Sistem Informasi UNIKOM menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diarahkan pada implementasi, inovasi, dan penciptaan nilai. Sinergi tata kelola, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap membangun bisnis digital secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)