Tag: kuliah teknologi informasi

  • Mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 Ikuti Bimtek Ke Dua: Perkuat Implementasi Sistem Digital Di Masyarakat

    Mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 Ikuti Bimtek Ke Dua: Perkuat Implementasi Sistem Digital Di Masyarakat

     

    BANDUNG, UNIKOM — Memasuki tahap pelaksanaan program di berbagai wilayah pengabdian di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) 2026 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Ke dua yang digelar pada Rabu, 9 September 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan berbagai sistem digital yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat dan petugas di lapangan.

    Kegiatan Bimtek diikuti oleh mahasiswa peserta KKN Berdampak UNIKOM 2026 yang saat ini telah ditempatkan di wilayah pengabdian masing-masing dan mulai menjalankan program kerja bersama masyarakat. Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM 2026, Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., dengan menghadirkan pembekalan mengenai implementasi sistem informasi yang mendukung pelaksanaan program pengabdian.

    Menurut Dr. Agus, Bimtek kedua merupakan kelanjutan dari pembekalan sebelumnya. Jika Bimtek pertama berfokus pada pengoperasian sistem untuk mendukung aktivitas mahasiswa selama KKN, maka Bimtek kedua diarahkan pada kemampuan mahasiswa dalam memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem yang akan digunakan oleh masyarakat. “Pada hari ini kita mengadakan Bimtek ke dua bagi adik-adik mahasiswa terkait bagaimana implementasi aplikasi yang sudah kita siapkan bagi masyarakat sekaligus bagi petugas di lapangan”, tutur Dr. Agus.

    Sebelumnya, mahasiswa telah memperoleh pembekalan mengenai penggunaan sistem yang mendukung seluruh tahapan pelaksanaan KKN, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, hingga evaluasi. Sistem tersebut juga memungkinkan berbagai aktivitas mahasiswa terdokumentasi secara digital dan terintegrasi.

    Melalui pemanfaatan teknologi, keberadaan mahasiswa di lokasi pengabdian dapat dipantau secara lebih terukur, termasuk pendataan peserta, penempatan berbasis geofencing, hingga pencatatan aktivitas harian, perizinan, dan berbagai kondisi lapangan lainnya.

    Hal senada disampaikan oleh Ketua Divisi Bimbingan Konseling, Karir Lulusan, dan Alumni (BKKLA) Dr. Nungki Heriyati, S.S., M.A., selaku anggota Task Force KKN Berdampak UNIKOM sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurutnya, seluruh kelompok mahasiswa telah menyusun program kerja bersama DPL dan mulai menjalankan berbagai kegiatan di wilayah masing-masing. “Mahasiswa sudah ditempatkan di posisinya masing-masing dan sudah mulai masuk ke program kerja yang sudah dibuat. Masing-masing kelompok sudah menyampaikan program kerjanya kepada DPL, sudah disetujui, dan mulai dimasukkan juga ke dalam sistem”, ungkap Dr. Nungki.

    Dr. Nungki menambahkan bahwa sistem digital yang digunakan dalam KKN Berdampak UNIKOM 2026 memungkinkan proses pemantauan program dilakukan secara lebih terstruktur. Data aktivitas mahasiswa yang tercatat di dalam sistem dapat membantu tim pelaksana dan DPL dalam melihat perkembangan pelaksanaan program secara berkala.

    Hingga memasuki pekan ke tujuh dan ke delapan pelaksanaan, sebanyak 32 kelompok mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai wilayah dan mulai beradaptasi dengan lingkungan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta menjalankan program kerja universitas, program kerja usulan, maupun program insidental sesuai kondisi di lapangan.

    Melalui pelaksanaan Bimtek secara bertahap, UNIKOM terus mendorong lahirnya model KKN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan sistem digital diharapkan tidak hanya mendukung efektivitas pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat pengukuran dampak pengabdian kepada masyarakat secara lebih terukur dan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • PMB UNIKOM 2026 Masih Dibuka! Kenali Tahapan Pendaftaran hingga Registrasi Ulang dan Raih Kesempatan Belajar di Kampus Digital dan AI

    PMB UNIKOM 2026 Masih Dibuka! Kenali Tahapan Pendaftaran hingga Registrasi Ulang dan Raih Kesempatan Belajar di Kampus Digital dan AI

    BANDUNG, UNIKOM — Kesempatan untuk bergabung sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) pada tahun akademik 2026/2027 masih terbuka. Di tengah semakin dekatnya pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNIKOM 2026, calon mahasiswa baru perlu memastikan setiap tahapan, mulai dari pendaftaran, seleksi, hingga registrasi ulang, telah diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan.

    Dalam kesempatan wawancara, Direktur PMB UNIKOM 2026, Dr. Yudistira Soegoto, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru diawali dengan tahap pendaftaran. Calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran secara langsung dengan datang ke kampus UNIKOM maupun secara daring melalui laman pmb.unikom.ac.id.

    Setelah melakukan pendaftaran, calon mahasiswa menentukan program studi dan jalur penerimaan yang akan diikuti. UNIKOM saat ini memiliki sekitar 32 program studi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma hingga Doktor. Sementara itu, jalur penerimaan secara umum terbagi menjadi jalur seleksi tes dan jalur tanpa tes dengan persyaratan dokumen tambahan. “Untuk yang tanpa tes, misalnya jalur rapor dan jalur prestasi, calon mahasiswa wajib melengkapi persyaratan seperti surat rekomendasi dari kepala sekolah, sertifikat prestasi, dan nilai rapor. Sedangkan untuk jalur tes, calon mahasiswa wajib mengikuti seleksi yang telah ditetapkan secara online melalui usm.unikom.ac.id”, jelas Dr. Yudistira.

    Menariknya, bagi peserta yang mengikuti jalur tes, hasil seleksi dapat diketahui pada hari yang sama setelah proses tes diselesaikan. Calon mahasiswa yang dinyatakan lulus selanjutnya dapat melanjutkan ke tahapan registrasi.

    Registrasi Ulang, Tahap Penting Sebelum Resmi Menjadi Mahasiswa UNIKOM

    Proses registrasi ulang dapat dilakukan secara daring melalui sistem PMB dengan melengkapi dan mengunggah sejumlah dokumen persyaratan administrasi, seperti ijazah atau dokumen kelulusan dan dokumen pendukung lainnya. Bagi calon mahasiswa yang membutuhkan bantuan, proses registrasi juga dapat dilakukan dengan datang langsung ke UNIKOM untuk memperoleh pendampingan dari tim PMB dalam pengunggahan dokumen.

    Setelah seluruh dokumen dinyatakan valid, calon mahasiswa akan memperoleh bukti kuitansi kuning sebagai tanda bahwa proses registrasi telah diselesaikan. Bukti tersebut selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan berbagai perlengkapan mahasiswa, di antaranya Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), jas almamater, dan kartu kesehatan. Tahapan kemudian berlanjut dengan pengarahan calon mahasiswa baru untuk bergabung ke dalam grup informasi, baik grup umum maupun grup berdasarkan program studi. Grup tersebut menjadi sarana koordinasi dan penyampaian informasi menjelang pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru.

    Pendaftaran Masih Dibuka hingga 19 September, Registrasi Ulang hingga 20 September 2026

    Bagi calon mahasiswa yang belum menyelesaikan proses pendaftaran, kesempatan untuk bergabung dengan UNIKOM masih terbuka. Dr. Yudistira menegaskan bahwa pendaftaran PMB UNIKOM 2026 masih dibuka hingga Sabtu, 19 September 2026. Sementara itu, batas akhir registrasi ulang adalah Minggu, 20 September 2026, atau satu hari sebelum pelaksanaan kegiatan penerimaan mahasiswa baru pada 21 September 2026.

    Untuk memastikan calon mahasiswa tetap mendapatkan layanan hingga batas akhir, tim PMB UNIKOM tetap memberikan pelayanan pada akhir pekan. Pada Sabtu, 19 September 2026, pelayanan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB, sedangkan pada Minggu, 20 September 2026, pelayanan dibuka hingga pukul 15.00 WIB. “Tim PMB tetap melaksanakan tugas pada weekend, Sabtu dan Minggu. Jadi, bagi calon mahasiswa yang masih ingin melakukan pendaftaran maupun registrasi, masih kami layani sampai tanggal tersebut,” tutur Dr. Yudistira.

    Setelah seluruh rangkaian proses tersebut diselesaikan, calon mahasiswa baru akan mengikuti kegiatan penerimaan mahasiswa baru UNIKOM yang dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 21 September 2026 sampai dengan PKKMB UNIKOM tanggal 23 September 2026

    PMB UNIKOM 2026 Dibuka Lebih Awal dengan Lima Gelombang

    Berbeda dengan dua tahun sebelumnya yang umumnya dimulai pada Januari, PMB UNIKOM 2026 telah dibuka lebih awal. Pendaftaran dimulai pada Desember 2025 dan dibagi ke dalam lima gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada Desember 2025 hingga Januari 2026, dilanjutkan gelombang kedua pada Februari–Maret, gelombang ketiga pada April–Mei, gelombang keempat pada Juni–Juli, dan gelombang kelima pada Agustus–September 2026.

    Pembagian gelombang tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa untuk mempersiapkan pilihan program studi, menentukan jalur penerimaan, mengikuti proses seleksi bagi jalur tes, hingga menyelesaikan registrasi.

    UNIKOM Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi Digital dan Kewirausahaan

    Lebih jauh, Dr. Yudistira menyampaikan bahwa memilih perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan status negeri atau swasta, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi tersebut mampu memberikan bekal yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Sebagai perguruan tinggi yang telah meraih Akreditasi Unggul, UNIKOM menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi juga penguasaan teknologi dan kemampuan adaptif mahasiswa.

    Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah pembekalan mata kuliah wajib yang berkaitan dengan software, hardware, animasi, dan kewirausahaan bagi mahasiswa. Menurutnya, bekal tersebut menjadi penting karena tidak semua lulusan perguruan tinggi pada akhirnya bekerja sesuai dengan bidang studinya. “Kalau dibekali dengan mata kuliah tersebut, tentu lulusan UNIKOM bisa lebih unggul karena memiliki kelebihan-kelebihan yang sudah dibekali, seperti hardware, software, animasi, dan kewirausahaan”, jelasnya.

    Selain melalui kurikulum, UNIKOM juga terus memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi melalui pengembangan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya smart classroom yang mendukung pembelajaran hybrid, serta Lab AI Learning Center hasil kolaborasi UNIKOM x Google, yang menjadi salah satu pionir pusat pembelajaran AI pertama di Indonesia. Penguatan ekosistem digital tersebut turut didukung melalui pemanfaatan Google for Education yang memberikan akses terhadap berbagai perangkat dan layanan digital untuk menunjang proses pembelajaran, kolaborasi, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dan sivitas akademika.  UNIKOM juga memiliki lingkungan kampus yang strategis di pusat Kota Bandung, dilengkapi seperti, sarana olahraga, klinik kesehatan, perpustakaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

    Jangan Ragu Memilih Perguruan Tinggi, Kenali Kampus dan Rasakan Atmosfernya

    Bagi calon mahasiswa yang masih berada dalam tahap menentukan pilihan, Dr. Yudistira berpesan agar keputusan memilih perguruan tinggi tidak hanya didasarkan pada label negeri atau swasta. Menurutnya, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan kebutuhan, minat, serta tujuan pendidikan dan karir yang ingin dicapai. Ia juga mengajak calon mahasiswa untuk mengenal UNIKOM secara langsung sebelum menentukan pilihan. “Bagi teman-teman yang masih ragu, coba rasakan vibes dan atmosfer UNIKOM. Lihat fasilitasnya, berkunjung dulu ke UNIKOM, kemudian baru menetapkan apakah saya harus masuk UNIKOM atau tidak,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh status perguruan tinggi. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar, mengembangkan kompetensi, serta berani mengambil peran di tengah perkembangan zaman.

    Generasi UNIKOM Harus Menjadi Pionir Teknologi dan Pencipta Lapangan Kerja

    Menatap generasi mahasiswa UNIKOM di masa mendatang, Dr. Yudistira berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pihak yang mengambil peran dalam perkembangan teknologi. “Jangan ketinggalan dengan teknologi. Semakin berkembangnya zaman, tentu teknologi semakin canggih. Kita jangan hanya menjadi konsumtif, tetapi jadilah pemimpin-pemimpin yang bisa memegang peran dalam perkembangan teknologi,” tegasnya.

    Menurutnya, rekam jejak prestasi mahasiswa UNIKOM di tingkat nasional hingga internasional menjadi modal penting untuk terus melahirkan generasi unggul. Berbagai capaian UNIKOM di ajang kompetisi dunia menjadi bukti bahwa mahasiswa perguruan tinggi swasta juga memiliki peluang yang besar untuk berprestasi dan bersaing di tingkat global. Lebih dari sekadar menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, Dr. Yudis berharap mahasiswa UNIKOM mampu menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan. “Bukan hanya sekadar menjadi pekerja. Kalau bisa, menciptakan pekerjaan, karena melihat peluang itu penting. Kalau bisa menciptakan pekerjaan, jangan hanya menjadi pekerja”, pungkasnya.

    Dengan semakin dekatnya penutupan pendaftaran dan pelaksanaan PMB UNIKOM 2026, calon mahasiswa diharapkan segera memastikan pilihan program studi, jalur penerimaan, kelengkapan dokumen, serta status registrasinya. Pendaftaran masih dibuka hingga 19 September 2026, sedangkan registrasi ulang dapat dilakukan hingga 20 September 2026, sebelum calon mahasiswa mengikuti rangkaian penerimaan mahasiswa baru pada 21 September 2026. Yuk Jadi Bagian dari Kampus Digital Entrepreneurial (Direktorat Hms & Pro)

  • Benchmarking FTIK UNIKOM dan FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Kalsel: Bahas Pengembangan Program Studi Sistem Informasi dan Kolaborasi di Era Digital

    Benchmarking FTIK UNIKOM dan FMIPA Universitas Lambung Mangkurat Kalsel: Bahas Pengembangan Program Studi Sistem Informasi dan Kolaborasi di Era Digital

    BANDUNG, UNIKOM — Berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring akademik menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di era transformasi digital. Hal tersebut tercermin melalui kunjungan studi banding Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan, ke Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), pada Kamis, 3 September 2026. Bertempat di Ruang Rapat FTIK Lantai 7, Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut secara khusus membahas rencana pembukaan dan pengembangan Program Studi S1 Sistem Informasi di ULM, sekaligus menjajaki peluang kerja sama antara UNIKOM dan ULM.

    Turut hadir jajaran rombongan dari FMIPA ULM antara lain, Dekan FMIPA ULM, Prof. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D., Kepala UPA TIK ULM, Irwan Budiman, S.T., M.Kom., Ketua Jurusan Ilmu Komputer FMIPA ULM, Dwi Kartini, S.Kom., M.Kom., Sekretaris Jurusan Ilmu Komputer FMIPA ULM, Fatma Indriani, S.T., M.I.T., Ph.D., serta Dosen Jurusan Ilmu Komputer FMIPA ULM, Dodon T. Nugrahadi, S.Kom., M.Eng., Dosen Jurusan Ilmu Komputer FMIPA ULM. Sementara dari FTIK UNIKOM, turut hadir Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi sekaligus Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman Soegoto, MBA., beserta jajaran Ketua Program Studi dan dosen dilingkungan FTIK UNIKOM, diantaranya:  Kaprodi Sistem Informasi, Assoc. Prof. Dr. Wartika, S.Kom., M.T., Rangga Sidik, S.Kom., M.Kom., Kaprodi Manajemen Informatika dan Bisnis Digital, Bella Hardiyana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta Ketua Divisi Kerjasama, Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol.

    Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi sekaligus Dekan FTIK UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman Soegoto, MBA., menyampaikan apresiasi atas kunjungan FMIPA ULM ke UNIKOM. “Kami merasa senang bahwa UNIKOM menjadi salah satu perguruan tinggi yang dikunjungi oleh ULM. Pada kesempatan ini, kita dapat berdiskusi dan berbagi informasi yang kita miliki, begitu pula dengan pengalaman yang disampaikan oleh teman-teman dari ULM”, tuturnya.  Ia juga menjelaskan, salah satu fokus utama pembahasan dalam kunjungan tersebut adalah rencana ULM dalam membangun Program Studi S1 Sistem Informasi.

    Senada dengan hal tersebut, Dekan FMIPA ULM, Prof. Ir. Sunardi, S.Si., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kunjungan ke UNIKOM merupakan bagian dari upaya ULM untuk menginisiasi kerja sama dalam berbagai bidang, mulai dari akademik, riset, hingga pengembangan sumber daya manusia. “Tujuan utama kami ke UNIKOM adalah untuk menginisiasi kerja sama, baik dalam bidang akademik, riset, maupun pengembangan sumber daya manusia. Kami juga banyak berdiskusi terkait dengan pengembangan program studi, terutama Program Studi S1 Sistem Informasi,” tuturnya.

    Prof. Sunardi menilai UNIKOM memiliki pengalaman yang relevan untuk dijadikan rujukan dalam pengembangan Program Studi S1 Sistem Informasi di ULM. Karena itu, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai hal yang telah dilakukan UNIKOM dalam mengembangkan program studi di bidang Sistem Informasi. “Kami melihat UNIKOM memiliki Program Studi Sistem Informasi yang sudah sangat maju. Dalam hal ini, kami ingin belajar bagaimana mengembangkan Program Studi Sistem Informasi di ULM”, jelasnya. Lebih lanjut, Prof. Sunardi mengungkapkan bahwa UNIKOM dipandang memiliki pengalaman dan posisi yang relevan dalam bidang teknik dan ilmu komputer. “Kami melihat UNIKOM termasuk salah satu PTS yang terdepan dalam bidang teknik dan ilmu komputer. Itu menjadi salah satu alasan utama kami berkunjung ke sini untuk belajar dan melakukan benchmarking”, ungkap Prof. Sunardi.

    Selain itu, sejumlah rencana kerja sama juga telah menjadi bagian dari pembahasan antara ULM dan UNIKOM. Salah satunya adalah mendorong dosen ULM untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral, khususnya pada bidang Sistem Informasi. “Yang pertama, kami akan mendorong dosen-dosen kami untuk dapat melanjutkan studi, terutama pada jenjang S3 Sistem Informasi. Kemudian, mudah-mudahan kami juga dapat berkolaborasi dalam bidang akademik, seperti pertukaran dosen atau dosen tamu, serta kerja sama dalam bidang riset,” paparnya.

    Agenda kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif di mana diskusi tersebut tidak hanya menjadi ruang pertukaran informasi mengenai pengembangan Program Studi Sistem Informasi, tetapi juga membuka pembahasan mengenai potensi pengembangan kerja sama akademik dan riset. Gagasan pertukaran dosen, dosen tamu, riset bersama, hingga peluang studi lanjut bagi dosen ULM menjadi bagian dari peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh kedua institusi. Kunjungan kemudian diakhiri dengan dokumentasi dan penyerahan cinderamata antara FTIK UNIKOM dan FMIPA ULM sebagai simbol apresiasi dan hubungan baik antar kedua institusi.

    Menurut Assoc. Prof. Dr. Herman, dalam diskusi tersebut, pihak ULM menggali informasi mengenai pengembangan Program Studi Sistem Informasi di UNIKOM, mulai dari proses pembentukan hingga aspek yang membedakannya dengan program studi lain, seperti Informatika, Teknik Informatika, maupun Teknik Komputer. Selain itu, ULM juga mendalami karakteristik dan ciri khas yang dimiliki Program Studi Sistem Informasi di UNIKOM.

    Selain membahas aspek pengembangan program studi, diskusi juga mengarah pada peluang kerja sama yang dapat direalisasikan oleh kedua perguruan tinggi pada masa mendatang. Salah satu peluang yang mengemuka adalah pengembangan sumber daya manusia melalui studi lanjut bagi dosen ULM. “Ke depan, ada kemungkinan dosen dari ULM dapat melanjutkan studi S3 di bidang Sistem Informasi di UNIKOM. Hal ini tentunya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat Program Studi Sistem Informasi yang rencananya akan dibentuk oleh ULM”, tambah  Assoc. Prof. Dr. Herman.  Di akhir diskusi, ia mengungkapkan harapannya, “mudah-mudahan dari diskusi pada hari ini dapat terbangun kerja sama yang lebih luas di masa yang akan datang. Saya pikir ini sangat baik untuk pengembangan pendidikan di Indonesia”,  demikian pungkasnya.

    Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kunjungan rombongan ULM ke Lab AI Learning Center kolaborasi UNIKOM x Google yang berlokasi di Lobby Smart Building UNIKOM. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengenalan terhadap fasilitas pembelajaran dan pengembangan teknologi berbasis kecerdasan artifisial yang dimiliki UNIKOM, sekaligus melengkapi rangkaian benchmarking dan pertukaran wawasan selama kegiatan.

    Melalui kunjungan ULM ke UNIKOM, kedua institusi menunjukkan komitmen untuk membangun hubungan kelembagaan yang tidak berhenti pada kegiatan benchmarking saja, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan. Pertukaran pengetahuan, penguatan sumber daya manusia, kolaborasi akademik, dan riset menjadi sejumlah ruang kerja sama yang berpotensi dikembangkan bersama untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Dari Seleksi Ketat Menuju Kampus Impian; Mahasiswa Terpilih KIP UNIKOM Siap Memulai Langkah Baru

    Dari Seleksi Ketat Menuju Kampus Impian; Mahasiswa Terpilih KIP UNIKOM Siap Memulai Langkah Baru

    BANDUNG, UNIKOM — Perjalanan panjang seleksi mahasiswa baru Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui jalur Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) memasuki tahap akhir. Jum’at, 28 Agustus 2026, Divisi Beasiswa UNIKOM melaksanakan kegiatan registrasi ulang mahasiswa baru penerima KIP Kuliah dirangkaikan dengan sesi foto dan pembagian jas almamater sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru UNIKOM. Bertempat di Lobby Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut turut dihadiri para orang tua/wali mahasiswa.

    Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru penerima KIP Kuliah untuk memulai perjalanan akademiknya di UNIKOM. Selain melakukan proses administrasi dan dokumentasi, para mahasiswa juga menerima jas almamater sebagai simbol resmi bergabungnya mereka sebagai bagian dari keluarga besar UNIKOM.

    Ketua Divisi Beasiswa UNIKOM, Dr. Lina Ismawati, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahap akhir proses panjang seleksi mahasiswa baru penerima KIP Kuliah. Menurutnya, program beasiswa tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, baik oleh UNIKOM maupun para mahasiswa penerima. “Alhamdulillah, ini merupakan salah satu proses perjalanan panjang seleksi mahasiswa baru KIP Kuliah Universitas Komputer Indonesia sudah mencapai titik final. Hari ini dilaksanakan registrasi ulang mahasiswa baru jalur KIP Kuliah yang memperoleh pendanaan dari negara”, tuturnya.

    Dr. Lina menjelaskan, penerima KIP Kuliah mendapatkan dukungan pembiayaan pendidikan sesuai ketentuan program, termasuk pembiayaan UKT serta dukungan biaya hidup atau uang saku operasional. Selain dukungan dari pemerintah, UNIKOM juga memberikan subsidi sebagai bentuk komitmen dalam mendukung keberlangsungan pendidikan mahasiswa penerima KIP Kuliah. “Beasiswanya penuh untuk UKT dan biaya lainnya, termasuk diberikan uang saku operasional untuk mahasiswa sebesar tujuh juta lima ratus ribu rupiah. Tentunya ada support dari UNIKOM berupa subsidi untuk mahasiswa sehingga semuanya free”, jelasnya.

    Proses seleksi penerima KIP Kuliah di UNIKOM dilakukan secara ketat dan melalui sejumlah tahapan. Pada tahun ini, tercatat sebanyak 905 pelamar dari berbagai penjuru Nusantara mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui jalur KIP Kuliah di UNIKOM.

    Menurut Dr. Lina, tingginya jumlah peminat tersebut menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap UNIKOM sebagai perguruan tinggi yang memberikan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dan memiliki keterbatasan ekonomi. “Alhamdulillah, ini adalah bukti bahwa UNIKOM sudah dipercaya sebagai kampus unggul oleh mahasiswa, oleh siswa-siswa yang ingin kuliah di UNIKOM”, ungkapnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kesempatan memperoleh KIP Kuliah harus diiringi dengan kesungguhan mahasiswa dalam menjalankan kewajibannya selama menempuh pendidikan. Para penerima beasiswa diharapkan mampu menjaga prestasi akademik, menyelesaikan studi tepat waktu, serta memberikan kontribusi positif selama menjadi mahasiswa UNIKOM. “Beasiswa ini adalah amanah rakyat. Jadi seluruh mahasiswa KIP Kuliah harus melaksanakan kewajibannya sebagai mahasiswa, menunjukkan prestasi terbaiknya, agar nanti bisa lulus tepat waktu, membawa ijazah dan menyongsong masa depan yang jauh lebih cerah”, pungkasnya.

    Salah satu mahasiswa baru penerima KIP Kuliah, Muhammad Sulthon Abul Mafakhir, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UNIKOM, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diperolehnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program tersebut. Ia menuturkan bahwa proses untuk mendapatkan KIP Kuliah cukup panjang. Setelah sempat menunda kuliah selama satu tahun, dirinya mencoba mendaftar melalui laman KIP Kuliah hingga akhirnya mendapatkan kesempatan mengikuti Computer Based Test (CBT) di UNIKOM dan tahapan seleksi berikutnya.

    “Prosesnya lumayan panjang, karena saya gap year dulu satu tahun. Terus saya mencoba daftar di laman KIP Kuliah. Ternyata ada panggilan untuk tes CBT di UNIKOM. Alhamdulillah, saya juga dipanggil untuk Zoom Meeting”, ungkapnya.

    Ketertarikannya memilih UNIKOM dan Program Studi Teknik Informatika juga telah tumbuh sejak jenjang sekolah. Ia mengaku telah memiliki ketertarikan terhadap bidang komputer sejak SMP sehingga memilih Teknik Informatika sebagai program studi yang ingin ditempuh. “Sebelumnya memang tertarik ke sini, sama Teknik Informatika, soalnya saya dari SMP sudah tertarik dengan jurusan komputer”, katanya.

    Kebahagiaan tersebut juga dirasakan oleh ibu dari Muhammad Sulthon, Yusi Anggrain, yang hadir mendampingi putranya dalam kegiatan registrasi ulang dan pembagian jas almamater. Ia mengaku sangat bersyukur melihat anaknya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur KIP Kuliah. “Alhamdulillah, saya selaku orang tuanya sangat bersyukur sekali karena mempunyai anak yang berprestasi melalui jalur KIP”, tuturnya.

    Sebagai orang tua, Yusi berharap kesempatan yang telah diperoleh putranya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meraih prestasi selama berkuliah di UNIKOM. Ia juga berharap putranya mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan lulus tepat waktu. “Harapannya semoga bisa menjadi mahasiswa yang terbaik dan berprestasi. Semoga bisa kuliah dengan baik dan, insya Allah, lulus tepat waktu,” harapnya. Bagi Yusi, kehadiran pertama kalinya di lingkungan UNIKOM juga menjadi pengalaman yang membahagiakan. Ia mengaku terkesan dengan lingkungan dan tampilan kampus yang dilihatnya secara langsung.

    Momentum registrasi ulang, sesi foto, dan pembagian jas almamater tersebut pun menjadi awal baru bagi para penerima KIP Kuliah untuk menapaki perjalanan akademik di UNIKOM. Melalui Divisi Beasiswa, UNIKOM terus berkomitmen memastikan mahasiswa penerima KIP Kuliah memperoleh dukungan yang diperlukan selama menjalani pendidikan, sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab bahwa kesempatan memperoleh beasiswa harus diwujudkan melalui prestasi, kedisiplinan, dan keberhasilan menyelesaikan studi. (Direktorat Hms & Pro)

  • HIPMI PT UNIKOM Dan BPC HIPMI Kota Bandung Hadirkan Talkshow “From Legacy To Leadership”, Dorong Generasi Muda Lanjutkan Warisan, Membawa Perubahan

    HIPMI PT UNIKOM Dan BPC HIPMI Kota Bandung Hadirkan Talkshow “From Legacy To Leadership”, Dorong Generasi Muda Lanjutkan Warisan, Membawa Perubahan

    BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 27 Agustus 2026, Himpunan Pengusaha Mahasiswa Perguruan Tinggi Universitas Komputer Indonesia (HIPMI PT UNIKOM) berkolaborasi dengan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandung dalam menghadirkan talkshow bertajuk “From Legacy to Leadership: Melanjutkan Warisan, Membawa Perubahan” bersama Yudi Budiana sebagai narasumber. Bertempat di Studio UTV, Lantai 3 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) HIPMI Kota Bandung.

    Talkshow tersebut menjadi ruang dialog bagi pengurus, anggota, alumni atau senior, calon kader, pemimpin, serta masyarakat umum untuk merefleksikan pentingnya keberlanjutan kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Melalui tema yang diangkat, kegiatan tersebut juga mendorong generasi penerus agar mampu menghargai warisan kepemimpinan sebelumnya sekaligus memiliki keberanian menghadirkan perubahan yang relevan dengan perkembangan zaman.

    Rangkaian acara talkshow dipandu oleh Direktur Kemahasiswaan sekaligus Host, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., dengan menghadirkan calon Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung periode 2026-2029, Yudi Budiana sebagai narasumber. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mengangkat berbagai perspektif mengenai makna legacy dalam kepemimpinan serta bagaimana nilai-nilai yang telah dibangun oleh pemimpin terdahulu dapat menjadi fondasi bagi kepemimpinan generasi berikutnya.

    Dalam sesi utama, pembahasan diawali dengan pemaknaan legacy sebagai nilai, pengalaman, pencapaian, budaya, dan pembelajaran yang diwariskan dari kepemimpinan sebelumnya. Warisan tersebut tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang perlu dipertahankan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi generasi penerus untuk menentukan hal-hal yang perlu dilanjutkan, dikembangkan, maupun diperbarui sesuai dengan kebutuhan organisasi.

    Diskusi kemudian berkembang pada bagaimana seorang pemimpin dapat mengambil pembelajaran dari pengalaman masa lalu tanpa terjebak untuk mengulang pola yang sama. Menurut perspektif yang dibangun dalam talkshow, keberlanjutan organisasi membutuhkan kemampuan untuk membaca perubahan, melakukan evaluasi secara berkala, serta memastikan bahwa nilai-nilai positif tetap menjadi identitas organisasi di tengah tuntutan inovasi.

    Tantangan kepemimpinan di era perubahan juga turut menjadi salah satu pembahasan penting. Inovasi dinilai perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas dan nilai dasar organisasi. Dengan demikian, regenerasi tidak sekadar dimaknai sebagai pergantian kepemimpinan, tetapi juga sebagai proses transfer nilai, pengalaman, wawasan, dan semangat untuk membawa organisasi menuju arah yang lebih adaptif.

    Melalui kolaborasi antara BPC HIPMI Kota Bandung dan HIPMI PT UNIKOM, kegiatan ini sekaligus memperkuat ruang pembelajaran kepemimpinan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan calon kader organisasi. Kehadiran talkshow dalam rangkaian Muscab HIPMI Kota Bandung diharapkan dapat memperluas perspektif peserta mengenai pentingnya membangun kepemimpinan yang memiliki kesinambungan sekaligus mampu merespons perubahan.

    Sesi talkshow kemudian ditutup dengan closing statement yang disampaikan oleh Yudi Budiana, dilanjutkan penutupan resmi oleh Host, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D.

    Melalui kegiatan “From Legacy to Leadership: Melanjutkan Warisan, Membawa Perubahan”, HIPMI PT UNIKOM bersama BPC HIPMI Kota Bandung menyampaikan pesan bahwa kepemimpinan masa depan tidak harus memilih antara mempertahankan warisan atau menciptakan perubahan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui proses refleksi, evaluasi, inovasi, dan regenerasi yang berkelanjutan. Kegiatan talkshow tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus inspirasi bagi peserta dan khalayak umum untuk membangun kepemimpinan yang mampu belajar dari masa lalu, memahami tantangan masa kini, dan berani membawa perubahan untuk masa depan yang lebih baik. (Direktorat Hms & Pro)

  • Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Padatan Terlarut (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Sayuran Standar untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Padatan Terlarut (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Sayuran Standar untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Penulis: Senny Luckyardi; Agis Abhi Rafdhi; Annisa Wulan Sari; Hewa Majeed Zangana; Eddy Soeryato Soegoto

    DOI: 10.17509/ajse.v6i1.89992

    Abstrak

    Studi ini mengeksplorasi cara meningkatkan produktivitas sayuran daun hidroponik dengan menyeimbangkan Total Padatan Terlarut (TDS) dan pH larutan nutrisi. Menggunakan pakcoy dalam sistem rakit apung, penelitian ini menerapkan desain eksperimental terkontrol untuk mengamati bagaimana parameter-parameter ini berinteraksi dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan hasil panen. Pemantauan harian dan penyesuaian tingkat nutrisi dan pH yang cermat ditekankan untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Kondisi TDS dan pH yang seimbang meningkatkan pembentukan daun dan akumulasi biomassa, sementara ketidakseimbangan menyebabkan stres nutrisi dan penghambatan pertumbuhan. Studi ini menawarkan panduan praktis bagi petani untuk menyinkronkan TDS dan pH secara real-time guna meningkatkan pengelolaan nutrisi. Temuan ini berkontribusi pada hidroponik presisi yang selaras dengan pertanian berkelanjutan, khususnya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui produksi pangan yang efisien dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong penggunaan input pertanian secara optimal. © 2026 Universitas Pendidikan Indonesia.

    Kata kunci penulis

    Hidroponik; Sayuran berdaun; pH; Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs); Total padatan terlarut (TDS)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105018607274

  • UNIKOM dan King Sejong Institute Bandung 1 Kembali Hadirkan SKA ke-13 bagi Pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat.

    UNIKOM dan King Sejong Institute Bandung 1 Kembali Hadirkan SKA ke-13 bagi Pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat.

    Bandung, September 2026 — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali dipercaya sebagai lokasi pelaksanaan Sejong Korean Language Assessment (SKA) ke-13 melalui kerja sama dengan King Sejong Institute Bandung 1 (KSI Bandung 1). Kegiatan ini menjadi kali ketiga pelaksanaan SKA di lingkungan UNIKOM dan merupakan bagian dari upaya menyediakan akses pengukuran kemampuan Bahasa Korea bagi para pembelajar di wilayah Jawa Barat.

    Sejong Korean Language Assessment (SKA) merupakan ujian kemampuan Bahasa Korea yang diselenggarakan oleh Sejong Institute Foundation di bawah Ministry of Culture, Sports and Tourism Republic of Korea. SKA dirancang untuk mengukur kemampuan komunikasi Bahasa Korea secara komprehensif melalui empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.

    Pelaksanaan SKA ke-13 di UNIKOM berlangsung selama dua hari. Pada Sabtu, 5 September 2026, peserta mengikuti ujian menyimak, membaca, dan menulis. Sementara itu, ujian berbicara dilaksanakan secara daring melalui Zoom Real Time dengan pihak Yayasan King Sejong Institute di Korea pada Minggu, 6 September 2026. Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian ujian pada pelaksanaan tahun ini.

    Selain menjadi instrumen pengukuran kemampuan Bahasa Korea, sertifikat hasil SKA juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung untuk keperluan akademik maupun profesional tertentu. Sertifikat tersebut dapat digunakan dalam proses pendaftaran pada beberapa universitas di Korea Selatan serta menjadi salah satu dokumen yang dapat dipertimbangkan oleh sejumlah perusahaan Korea, sesuai dengan persyaratan masing-masing institusi.

    Pelaksanaan SKA di UNIKOM didukung oleh lingkungan kampus yang kondusif serta fasilitas yang memadai untuk menunjang kelancaran ujian. Dukungan tersebut turut menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan SKA.

    Penyelenggaraan SKA menjadi bagian dari komitmen UNIKOM dalam memperluas kerja sama internasional di bidang bahasa dan budaya. Kolaborasi dengan KSI Bandung 1 diharapkan dapat terus memberikan kesempatan bagi pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat untuk mengembangkan dan mengukur kemampuan mereka, sekaligus mendukung persiapan untuk melanjutkan studi maupun membangun peluang karier di Korea Selatan.

  • Gemilang Di Dunia Literasi, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNIKOM Raih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2026

    Gemilang Di Dunia Literasi, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNIKOM Raih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2026

    BANDUNG, UNIKOM — Kiprah mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dalam menorehkan prestasi kembali mendapat sorotan. Kali ini, Ghaitsa Amalia, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM sekaligus Duta Baca UNIKOM periode 2025-2026 berhasil mengukir prestasi di bidang literasi dengan meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Ghaitsa untuk mewakili Kabupaten Bandung Barat dalam ajang Pemilihan Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat.

    Prestasi tersebut semakin memperkuat deretan capaian mahasiswa UNIKOM yang terus menunjukkan kemampuan dan potensi di berbagai bidang. Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, mahasiswa UNIKOM juga aktif mengembangkan diri melalui kegiatan sosial, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, hingga literasi. Khusus dalam ajang Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, capaian Ghaitsa Amalia menjadi prestasi kedua yang berhasil diraih mahasiswa sekaligus Duta Baca UNIKOM secara berturut-turut. Sebelumnya, pada tahun 2025, Jihan Salsabila, mahasiswa UNIKOM sekaligus Duta Baca UNIKOM Periode 2024–2025, juga berhasil meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat.

    Ghaitsa sendiri sebelumnya telah dipercaya sebagai Duta Baca UNIKOM Periode 2025–2026. Pengalaman tersebut menjadi modal penting baginya untuk berkontribusi lebih luas dalam gerakan literasi sekaligus membawa nama UNIKOM ke tingkat daerah. Keberhasilannya meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat menjadi capaian yang membanggakan, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UNIKOM mampu bersaing dan berprestasi di luar lingkungan kampus.

    Dalam kesempatan wawancara, Direktur Perpustakaan UNIKOM, Ubudiyah Setiawati, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan doa dan harapannya atas kehadiran Duta Baca UNIKOM. Menurutnya, kehadiran Duta Baca UNIKOM telah menunjukkan progres nyata dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) serta memperluas kontribusi gerakan literasi melalui keterlibatan para duta baca di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung. Pada tahun 2026, estafet program tersebut akan dilanjutkan oleh Ghaitsa Amalia bersama Duta Baca UNIKOM lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat Gerakan Literasi Nasional. Melalui program tersebut, UNIKOM terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan dampak nyata dalam melahirkan generasi yang memiliki budaya literasi yang kuat.

    Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat sendiri diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat bersama Paguyuban Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20 Juni hingga 12 Agustus dan merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mendorong peningkatan minat baca serta budaya literasi masyarakat.

    Dalam kesempatan wawancara, Ghaitsa menjelaskan bahwa Pemilihan Duta Baca berkaitan dengan literasi, minat baca, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membangun budaya membaca di Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, Duta Baca memiliki peran penting sebagai representasi sekaligus penggerak yang dapat mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk semakin dekat dengan buku, informasi, dan berbagai kegiatan literasi. “Tujuan utamanya adalah memilih generasi muda yang dapat menjadi Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, sekaligus menjadi penggerak dan contoh dalam meningkatkan minat baca serta budaya literasi masyarakat”, tutur Ghaitsa.

    Rangkaian Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran peserta, seleksi administrasi, tes tulis, aksi literasi, penyaringan peserta hingga Top 10, pembekalan, hingga grand final.

    Pada tahap akhir, peserta dinilai berdasarkan berbagai aspek, termasuk wawasan, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta gagasan dan program yang berkaitan dengan literasi. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, dua peserta terbaik kemudian ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Bandung Barat untuk mengikuti Pemilihan Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat. “Saya memperoleh peringkat Juara 2, sehingga saya mendapatkan kesempatan untuk mewakili Kabupaten Bandung Barat dalam ajang Duta Baca tingkat Jawa Barat”, kata Ghaitsa.

    Sebagai mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi sekaligus Duta Baca UNIKOM, Ghaitsa memandang literasi sebagai isu yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemampuan literasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga kemampuan memilih, memahami, dan menggunakan informasi secara bijak. “Duta Baca dapat menjadi representasi sekaligus penggerak yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan buku, informasi, dan berbagai kegiatan literasi”, ungkapnya.

    Kesiapan dan kecakapan Ghaitsa dalam mengikuti ajang tersebut juga tidak terlepas dari proses pembinaan yang telah dijalaninya selama aktif berorganisasi di lingkungan UNIKOM. Pengalaman Ghaitsa sebagai anggota Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) di bawah Divisi Keprotokolan Direktorat Humas dan Protokoler UNIKOM, menjadi salah satu ruang pembelajaran yang membentuk kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kecakapannya dalam berinteraksi dan membawa diri di berbagai situasi. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Ghaitsa dalam menjalani setiap tahapan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, mulai dari proses seleksi hingga mampu menyampaikan gagasan dan program literasi di hadapan dewan juri.

    Raihan prestasi tersebut tidak terlepas dari proses, kerja keras, serta dukungan dari berbagai pihak yang senantiasa memberikan motivasi dan pendampingan kepada Ghaitsa. Dukungan tersebut datang dari orang tua, keluarga, para pembina dan mentor, civitas akademika UNIKOM, serta berbagai pihak yang turut memberikan arahan dan semangat selama mengikuti rangkaian proses Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Bagi Ghaitsa, capaian tersebut bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga merupakan hasil dari kolaborasi dan dukungan orang-orang di sekitarnya yang terus mendorongnya untuk berkembang, berani berkompetisi, dan memberikan kontribusi positif di bidang literasi.

    Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan, mengembangkan potensi, dan berprestasi di berbagai bidang. Dengan demikian, UNIKOM terus mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkarya, berkompetisi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Prestasi Ghaitsa Amalia menjadi salah satu representasi semangat tersebut bahwa mahasiswa UNIKOM terus bergerak, berprestasi, dan membawa nama baik almamater. (Direktorat Hms & Pro)

  • Pengaruh Dompet Digital

    Pengaruh Dompet Digital

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Sumantri M. B. R

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012122

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dompet digital terhadap perilaku pembelian konsumen di Indonesia. Pembahasan utama akan mengenai Gopay yang diciptakan oleh Gojek, salah satu perusahaan startup terkemuka di Indonesia, yang terkenal dengan layanan transportasi daringnya. Penelitian ini mencakup beberapa faktor, seperti kemudahan penggunaan, keamanan, kredibilitas, dan penawaran untuk dibahas lebih spesifik. Pengumpulan studi literatur sebelumnya dan data perusahaan dipilih dan dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor apa yang menjadikan dompet digital sebagai dompet digital pilihan konsumen, dan apakah Gopay memiliki dampak signifikan terhadap perilaku konsumen yang mencakup semua faktor yang disebutkan di atas. © Diterbitkan di bawah lisensi IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091357442 

    Abstract

  • Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini: Hima Akuntansi UNIKOM Gelar PPM 2026 Di SDN Cisalasih

    Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini: Hima Akuntansi UNIKOM Gelar PPM 2026 Di SDN Cisalasih

    BANDUNG, UNIKOM — Rabu, 26 Agustus 2026, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMAK) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melaksanakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) 2026 di SDN Cisalasih, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Mengusung tema “Simpan Hari Ini, Raih Esok Nanti”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memberikan edukasi literasi keuangan sejak dini kepada siswa sekolah dasar.

    PPM HMAK UNIKOM 2026 secara khusus menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD. Materi literasi keuangan disampaikan melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan menyenangkan agar mudah dipahami sesuai dengan tahap perkembangan anak. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemahaman dasar mengenai kebiasaan menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang saku secara bijak.

    Ketua Pelaksana PPM 2026, Vania Destiya Aulia, dalam sambutannya menyampaikan komitmen mahasiswa untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya melalui kegiatan yang mendukung pendidikan dan pembentukan karakter sejak usia dini.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi UNIKOM, Wine Aulia Putri Mahesa, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program sebagai bentuk implementasi peran mahasiswa dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

    Salah satu kegiatan utama dalam PPM 2026 adalah edukasi mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan yang dikemas melalui aktivitas “Celengan Impian”. Melalui aktivitas tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung sekaligus belajar menetapkan tujuan sederhana yang ingin dicapai melalui kebiasaan menabung.

    Tema “Simpan Hari Ini, Raih Esok Nanti” menjadi landasan utama dalam penyampaian materi. Menabung diperkenalkan kepada siswa bukan semata-mata sebagai upaya mengurangi kegiatan membeli atau jajan, tetapi sebagai kebiasaan untuk mengelola uang secara bijak dan mempersiapkan kebutuhan maupun tujuan di masa mendatang.

    Koordinator Kemahasiswaan Program Studi Akuntansi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PPM 2026. Dalam sambutannya, Ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan pendampingan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

    Selain memberikan apresiasi kepada panitia, Assoc. Prof. Dr. Adeh juga menyampaikan penghargaan kepada pihak sekolah dan para guru yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Dukungan tersebut dinilai penting dalam menciptakan sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam menghadirkan kegiatan edukatif bagi siswa.

    Sementara itu, Nurhayati, S.Pd., mewakili Plt. Kepala SDN Cisalasih, Iroh Kartini, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan kegiatan PPM HIMA Akuntansi UNIKOM di SDN Cisalasih. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan yang bermanfaat bagi para siswa.

    Pelaksanaan PPM 2026 menunjukkan peran mahasiswa tidak hanya sebagai bagian dari sivitas akademika, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Melalui edukasi literasi keuangan yang diberikan sejak dini, Hima Akuntansi UNIKOM berupaya mendorong terbentuknya kebiasaan positif dalam mengelola uang sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.

    Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para siswa serta menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu akuntansi dan nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)