Tag: Garuda

  • Perencanaan Jalur Tingkat Lanjut untuk Mengurangi Tabrakan Depan dan Belakang pada Kendaraan Otonom Menggunakan Pemetaan dan Perencanaan yang Sadar akan Ketidakpastian

    Perencanaan Jalur Tingkat Lanjut untuk Mengurangi Tabrakan Depan dan Belakang pada Kendaraan Otonom Menggunakan Pemetaan dan Perencanaan yang Sadar akan Ketidakpastian

    Penulis: Muhammad Aria Rajasa Pohan, Jana Utama, Budi Herdiana

    Abstrak

    Kendaraan otonom (AV) menghadapi risiko keselamatan ketika pengemudi manusia berperilaku berbahaya di sekitar AV. Penelitian ini mengusulkan strategi perencanaan jalur untuk mengurangi risiko tabrakan depan dan belakang. Metode ini mengintegrasikan teknik pemetaan dan perencanaan yang sadar ketidakpastian. Pemetaan menggunakan ruang waktu konfigurasi (CTS) yang sadar ketidakpastian. Dalam CTS, ukuran batas objek dinamis beradaptasi dengan ketidakpastian geraknya. Representasi ini dikombinasikan dengan algoritma perencanaan jalur RRT-PSO dan Templat Aturan Multi. Kami menamai algoritma ini perencana jalur sadar ketidakpastian (Uncertainty-Aware Path Planner/UAPP). Sistem ini diuji dalam empat skenario simulasi. Skenario tersebut mencakup pengemudi yang berperilaku berbahaya di sekitar AV. Hasil menunjukkan bahwa UAPP mengurangi risiko tabrakan depan dan belakang. Analisis komparatif juga dilakukan. Kinerja UAPP dibandingkan dengan algoritma Fast RRT dan closed loop RRT (CL-RRT). Analisis statistik menunjukkan bahwa UAPP mencapai nilai p yang lebih rendah dalam sebagian besar kasus. Penelitian ini menunjukkan potensi strategi perencanaan jalur yang sadar akan ketidakpastian untuk kendaraan otonom. Penelitian ini berpotensi untuk mengembangkan sistem kendaraan otonom yang lebih aman. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Kendaraan otonom; Mitigasi tabrakan; Templat aturan ganda; Perencanaan jalur; Pemetaan yang sadar akan ketidakpastian

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002429415

  • Model Keamanan Data Internet of Things Menggunakan Elliptic Curve Diffie Hellman dan Advanced Encryption Standard

    Model Keamanan Data Internet of Things Menggunakan Elliptic Curve Diffie Hellman dan Advanced Encryption Standard

    Penulis: Sopian Alviana, Muhamad Faishal Azizi, Dedeng Hirawan

    Abstrak

    Internet of Things (IoT) adalah teknologi transformatif yang memungkinkan perangkat keras untuk terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan komputer. Di antara protokol yang umum digunakan dalam IoT adalah Message Queue Telemetry Transport (MQTT). Meskipun MQTT menawarkan keuntungan transmisi data yang ringan, ia kurang mampu memastikan keamanan dan kerahasiaan data. Keterbatasan ini dapat diatasi melalui implementasi algoritma kriptografi. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan data pada perangkat IoT dengan memanfaatkan pendekatan kriptografi gabungan yang mengintegrasikan Elliptic Curve Diffie Hellman (ECDH) dengan Advanced Encryption Standard (AES). Metodologi penelitian melibatkan beberapa tahapan utama: menganalisis dan menentukan persyaratan sistem, merancang model keamanan, dan melakukan pengujian kinerja. Keberhasilan dievaluasi berdasarkan parameter seperti penggunaan memori dan prosesor. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa integrasi ECDH dan AES secara efektif mengamankan data pada perangkat IoT, dengan penggunaan memori tercatat sebesar 8,69% dan pemanfaatan prosesor sebesar 21,3%. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    AES; ECDH; Internet of Things; MQTT; Keamanan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002311862 

  • Kondisi Terkini Teknologi Digital Twin di Sektor Konstruksi Indonesia: Sebuah Survei

    Kondisi Terkini Teknologi Digital Twin di Sektor Konstruksi Indonesia: Sebuah Survei

    Penulis: Yongki Alexander Tanne, Nauval Pramesta Nugroho, Keisya Nairazzahra Abduloh, Gischa Sandrina Aulia

    Abstrak

    Kemajuan teknologi di era industri 4.0 telah secara signifikan meningkatkan pentingnya teknologi Digital Twin. Berbagai industri, seperti manufaktur, kesehatan, pertanian, otomotif, dan lainnya, telah mulai merasakan manfaat Digital Twin dalam konteks simulasi dan pengambilan keputusan, termasuk industri konstruksi secara global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai status terkini pengembangan Digital Twin di Indonesia dari perspektif pemangku kepentingan, dengan fokus pada tingkat pemahaman, potensi, dan tantangan implementasinya. Melalui survei terhadap 99 responden yang mewakili pemangku kepentingan konstruksi dari berbagai wilayah di Indonesia, penelitian ini mengungkapkan bahwa teknologi Digital Twin di sektor konstruksi Indonesia masih dalam tahap awal pengembangan. Hal ini terlihat dari tingkat pemahaman definisi dan manfaatnya, yang hanya mencapai 16,2% dan 22,2%, masing-masing. Mengenai potensi, sebagian besar responden percaya bahwa Digital Twin dapat mengatasi tantangan konstruksi seperti efisiensi, simulasi, dan dukungan pengambilan keputusan (95%). Mengenai tantangan, pendapat responden umumnya terbagi dalam kategori seperti sumber daya manusia (40,7%), infrastruktur (29,1%), biaya (12,8%), sosialisasi (12,8%), regulasi (3,5%), dan keamanan data (1,2%). Penelitian ini diharapkan dapat mendorong studi lebih lanjut oleh para peneliti dan pemangku kepentingan tentang penerapan teknologi Digital Twin di sektor konstruksi Indonesia. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Integrasi BIM; Industri konstruksi; Digital twin; Analisis prediktif dalam konstruksi; Survei

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002299137

  • Pengembangan Instrumen Refleksi Diri untuk Deteksi Karakter (Serinteron) untuk Membantu Siswa Mengenali Kekuatan dan Kelemahan Karakter Mereka

    Pengembangan Instrumen Refleksi Diri untuk Deteksi Karakter (Serinteron) untuk Membantu Siswa Mengenali Kekuatan dan Kelemahan Karakter Mereka

    Penulis: Hendrik Pandu Paksi, Sa’dun Akbar, A. Rosyid Al Atok, Ari Sapto, Zaenal Abidin, Zainal Arifin Hasibuan, Amadhila Elina Penehafo

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen refleksi berbasis teknologi yang independen untuk mendeteksi kekuatan karakter religius, membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karakter mereka sekaligus membantu guru dalam memilih program penguatan karakter religius yang sesuai berdasarkan kondisi siswa. Kami menggunakan model Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi karena memberikan pendekatan terstruktur untuk desain pembelajaran, memastikan pengembangan dan evaluasi yang sistematis. Hasil menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki tingkat validitas yang baik karena evaluasi ahli mengkonfirmasi keakuratannya. Penilaian validitas konstruk dan isi menunjukkan bahwa instrumen tersebut memenuhi standar yang dibutuhkan. Setelah validasi, uji coba terbatas dilakukan dengan siswa, menunjukkan efektivitas yang tinggi. Instrumen ini juga dianggap praktis, sebagaimana dibuktikan oleh tanggapan kuesioner siswa. Selain itu, wawancara dengan guru mengkonfirmasi kemudahan implementasinya dalam pembelajaran karena instrumen ini dirancang dengan prosedur yang mudah digunakan. Temuan ini diperoleh karena instrumen tersebut menjalani pengembangan sistematis, memasukkan revisi berdasarkan umpan balik ahli, dan diujicobakan untuk menilai efektivitas dan kepraktisannya. Penelitian ini berdampak pada siswa dengan memungkinkan mereka untuk menilai kekuatan karakter religius mereka sekaligus memberikan data berharga kepada guru untuk merancang program pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan siswa. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Sekolah dasar; Karakter religius; Instrumen refleksi diri; Serinteron; Siswa

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002300534

  • Eksplorasi Metode Pemikiran Desain untuk Platform Digital

    Eksplorasi Metode Pemikiran Desain untuk Platform Digital

    Penulis: Rifqi Fahrudin, Marsani Asfi, Sudadi Pranata, Chandra Lukita, Eddy Soeryanto Soegoto, Irfan Dwiguna Sumitra

    Abstrak

    Dalam dunia digital yang serba cepat saat ini, platform digital membentuk interaksi komersial, pendidikan, dan sosial. Meningkatnya persaingan dalam pengembangan platform digital menuntut inovasi berkelanjutan dan pendekatan yang berpusat pada pengguna. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi proses pemikiran desain ke dalam desain platform digital, meneliti bagaimana setiap tahap metodologi ini dapat diadaptasi untuk mengatasi tantangan utama seperti kolaborasi multi-pemangku kepentingan dan kompleksitas teknologi. Melalui beberapa studi kasus pengembang platform digital, penelitian kualitatif ini menyelidiki bagaimana Pemikiran Desain mendorong inovasi dan meningkatkan kepuasan pengguna. Penelitian ini berpuncak pada kerangka kerja praktis yang dirancang untuk membantu pengembang mengoptimalkan pengalaman pengguna dan memperkuat keunggulan kompetitif mereka di pasar. Selain itu, temuan ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan menyempurnakan penerapan pemikiran desain di lingkungan digital dan menyoroti jalan untuk penelitian lebih lanjut dalam konteks terkait. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Pemikiran desain; Platform digital; Eksplorasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001496046

  • Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tidak Terstruktur: Analisis Menggunakan Teori Harel

    Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tidak Terstruktur: Analisis Menggunakan Teori Harel

    Penulis: Shelly Morin, Didi Suryadi, Sufyani Prabawanto, Dedi Sulistiyo

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana siswa berpikir ketika menyelesaikan soal matematika tidak terstruktur. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif yang melibatkan siswa kelas VIII SMP. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal matematika tidak terstruktur berupa materi geometri, observasi, dan wawancara mendalam. Selanjutnya, setelah siswa menyelesaikan soal; untuk lebih menggambarkan jawaban siswa, wawancara mendalam dilakukan untuk mengeksplorasi dan menggali informasi lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa masalah ditemukan: kompleksitas soal yang diberikan kepada siswa menjadi tantangan dalam menyelesaikan soal geometri tidak terstruktur, siswa mengalami kesulitan menafsirkan soal karena keterbatasan pengetahuan sebelumnya, terutama mengenai materi geometri, dan soal yang diberikan membutuhkan kreativitas dalam menemukan solusi. Kendala siswa terletak pada kurangnya pengetahuan sebelumnya, terutama materi geometri, dan kreativitas untuk menemukan dan menetapkan strategi untuk membangun solusi sesuai dengan pengetahuan mereka. Penelitian ini berkontribusi dalam mengungkap proses berpikir siswa ketika membangun solusi berdasarkan pengetahuan sebelumnya untuk mengidentifikasi kesulitan belajar secara lebih mendalam. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberagaman cara berpikir siswa memberikan peluang pemecahan masalah yang berbeda. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Geometri; Sekolah menengah pertama; Matematika yang tidak terstruktur; Siswa; Cara berpikir

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002415768

  • Penelitian Ilmu Komputer di Indonesia untuk Menciptakan Infrastruktur Berkelanjutan bagi Sustainable Development Goals Perserikatan Bangsa-Bangsa

    Penelitian Ilmu Komputer di Indonesia untuk Menciptakan Infrastruktur Berkelanjutan bagi Sustainable Development Goals Perserikatan Bangsa-Bangsa

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Brandon Nathanael Meliala, Senny Luckyardi, Bobi Kurniawan

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi peran ilmu komputer dalam memajukan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seiring dengan pesatnya urbanisasi, tantangan lingkungan, dan ketahanan terhadap bencana di negara ini, teknologi baru seperti Kecerdasan Buatan (AI), big data, Internet of Things (IoT), dan blockchain menghadirkan solusi inovatif. Penelitian ini mengkaji studi-studi yang menggunakan tinjauan pustaka sistematis dari lima tahun terakhir yang berfokus pada penerapan ilmu komputer dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Peneitian ini menyoroti kontribusi yang selaras dengan SDGs PBB melalui proses terstruktur dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan yang relevan. Temuan utama mengungkapkan potensi jaringan pintar bertenaga AI, pemantauan lingkungan berbasis IoT, dan analitik prediktif untuk manajemen bencana. Namun, tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, risiko keamanan siber, dan kesenjangan regulasi tetap menjadi hambatan signifikan bagi adopsi. Penelitian ini menekankan perlunya investasi yang lebih signifikan, kebijakan yang lebih kuat, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat integrasi teknologi. Dengan menggabungkan ilmu komputer dengan strategi keberlanjutan, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat perlindungan lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan dan wawasan untuk studi masa depan, yang menganjurkan pendekatan berbasis teknologi untuk pembangunan berkelanjutan. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Kecerdasan buatan (AI); Penelitian komputer; Infrastruktur digital; Internet of Things; Tujuan pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001481965

  • Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematika Tingkat Lanjut Siswa dalam Aljabar melalui Tiga Perjalanan Dunia pada Lembar Kerja Matematika

    Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematika Tingkat Lanjut Siswa dalam Aljabar melalui Tiga Perjalanan Dunia pada Lembar Kerja Matematika

    Penulis: Nadya Dewinda Agustin, Mohamad Syarif Sumantri, Arita Marini, Sri Pernia Warakmulty

    Abstrak

    Penelitian ini menyelidiki perkembangan advanced mathematical thinking (AMT), kemampuan berpikir matematika tingkat lanjut, siswa sekolah dasar dalam memecahkan masalah aljabar menggunakan lembar kerja berdasarkan perjalanan tiga dunia matematika Tall. Dengan menggunakan desain sekuensial eksploratif, penelitian ini mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif dari 40 siswa kelas lima. Instrumen dan analisis data divalidasi melalui penilaian ahli dan triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa siswa mencapai kemampuan AMT, termasuk representasi matematika, kreativitas, abstraksi, dan pembuktian. Sekitar 40% siswa mencapai fase alami, 35% berkembang ke fase alami-ke-formal, dan 35% mencapai fase formal-aksiomatik. Hasil ini terjadi karena pendekatan Tall memanfaatkan kecenderungan alami anak-anak untuk bermain, berimajinasi, dan mengeksplorasi, sehingga mendorong penalaran yang lebih dalam. Studi ini berdampak pada pendidikan matematika dengan menunjukkan bahwa keterampilan AMT dapat dipupuk di tingkat sekolah dasar melalui dukungan terstruktur, meningkatkan perkembangan kognitif siswa dan kemampuan pemecahan masalah dalam aljabar. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Pemikiran matematika tingkat lanjut; Masalah aljabar; Pembuktian matematika; Sekolah dasar; Tiga dunia matematika

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105021025512

  • Eksplorasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Perencanaan Transmigrasi

    Eksplorasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Perencanaan Transmigrasi

    Penulis: Leonardi Paris Hasugian, Budi Setiyono, Reyner Marvi Leiwakabessy, Amri Diensyah Hufadz Abdullah, Rama Mahesa Raja Arum, Myrna Dwi Rahmatya, Ashurova Sanobar Yuldashevna, Feby Artwodini Muqtadiroh, Nur Aini Rakhmawati

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat penggunaan dan integrasi teknologi informasi dalam perencanaan transmigrasi di wilayah Kobalima Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif eksploratif seperti penelusuran literatur dan analisis konten media online, wawancara, dan observasi lapangan pendahuluan. Temuan menunjukkan bahwa terdapat banyak potensi penggunaan teknologi. Kondisi saat ini menunjukkan penerapan teknologi informasi yang terbatas pada fungsi administratif, koneksi yang tidak stabil, tingkat literasi digital yang rendah, dan tidak adanya sistem terintegrasi antara berbagai lembaga yang terlibat. Di sisi lain, peningkatan investasi dalam infrastruktur, dan peningkatan keterlibatan kaum muda dengan teknologi, menawarkan peluang untuk mengembangkan solusi yang relevan secara kontekstual, partisipatif, dan adaptif untuk perencanaan transmigrasi melalui penggunaan sistem informasi digital. Hasil penelitian ini adalah dasar konseptual untuk menciptakan sistem informasi yang relevan secara kontekstual, partisipatif, dan adaptif untuk perencanaan transmigrasi di wilayah Kobalima Timur. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Kobalima Timur; Adopsi TIK; Sistem informasi; Studi kualitatif; Perencanaan transmigrasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105029675576

  • Pemantauan Otonom dengan Pengenalan Ekspresi Wajah

    Pemantauan Otonom dengan Pengenalan Ekspresi Wajah

    dan Gamifikasi untuk Mendukung Model Pembelajaran Blended

    Penulis: Indra Kurniawan ; Yeffry Handoko Putra

    DOI: –

    Abstrak:
    Model pembelajaran blended merupakan salah satu model pembelajaran yang populer dan dipercaya oleh banyak institusi pendidikan di dunia sebagai model yang lebih efektif. Namun demikian, model ini memiliki sejumlah tantangan dan kelemahan, terutama terkait keterbatasan pemantauan dan penilaian aktivitas pembelajaran selama sesi daring atau sesi asinkron. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pemantauan otonom dengan memanfaatkan metode pengenalan ekspresi wajah dan gamifikasi guna mendukung proses pembelajaran dengan model blended learning. Hasil penelitian ini berupa perancangan dan implementasi sistem pemantauan otonom yang menyajikan laporan pemantauan secara waktu nyata (real-time) dengan konsep gamifikasi. Laporan waktu nyata tersebut dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai salah satu komponen penilaian terhadap peserta didik. Selain itu, penerapan konsep gamifikasi terbukti mampu memotivasi peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran jarak jauh secara lebih serius dan responsif, karena adanya mekanisme kompetisi dalam perolehan poin. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci Penulis:
    Pemantauan otonom; Pengenalan ekspresi wajah; Gamifikasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85148345218?