Tag: Garuda

  • Studi Pengendalian Banjir Menggunakan Model Numerik 1D/2D di Saluran Cipabuaran, Daerah Aliran Sungai Sabi, Kota Tangerang

    Penulis: V. Pratiwi ; B. P. Yakt ; A. Rizaldi, I. R. Moe ; D. P. Koesrindartono

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042009

    Abstrak

    Banjir yang terjadi di Kota Tangerang masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Banjir tersebut berasal dari Bogor melalui Sungai Cisadane. Saluran Cipabuaran merupakan salah satu saluran di daerah aliran sungai Sabi yang sering meluap. Sungai Sabi sendiri merupakan anak sungai dari Sungai Cisadane. Dalam studi ini, simulasi pengendalian banjir di Saluran Cipabuaran dilakukan menggunakan model numerik 1D-2D. Simulasi dilakukan dengan 4 skenario berdasarkan aliran desain periode ulang 10 tahun. Untuk skenario 1, pengendalian banjir dilakukan dengan menggunakan kolam penampungan di hilir Saluran Cipabuaran, skenario 2 dilakukan dengan menggunakan dua kolam penampungan di hulu dan hilir Saluran Cipabuaran, skenario 3 menggunakan kolam penampungan di hilir Saluran Cipabuaran dan saluran bypass ke Sungai Cisadane, dan skenario 4 dilakukan dengan menggunakan kolam penampungan di hilir Saluran Cipabuaran dan normalisasi pada Saluran tersebut. Hasil simulasi menunjukkan efektivitas pengurangan banjir untuk setiap skenario, pada skenario 1 banjir dapat dikurangi sebesar 9%, skenario 2 banjir dapat dikurangi sebesar 32,52%, skenario 3 banjir dapat dikurangi sebesar 77,34% dan untuk skenario 4 banjir dapat dikurangi sebesar 95%. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa skenario 4 di mana pengendalian banjir dilakukan dengan menggunakan kolam penampungan di hilir Saluran Cipabuaran dan normalisasi Sungai dapat mengurangi banjir secara signifikan. © 2019 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Pengendalian banjir; Banjir; Danau; Model numerik; Perencanaan regional; Daerah aliran sungai

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Saluran pintas; Simulasi kontrol; Aliran desain; Kolam retensi; Periode ulang; Daerah aliran sungai

    Judul utama teknik

    Sungai

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075890420

  • Aplikasi Data Mining untuk Ekspor Produk Indonesia ke Korea Selatan Menggunakan Clustering: Pusat Promosi Perdagangan Indonesia Busan

    Penulis: Pandin C.R.R., Fahrudin

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022053

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan data ekspor produk Indonesia terhadap Korea Selatan. Metode clustering yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode K-Means, di mana cluster K-Means memiliki tingkat akurasi yang baik. Penelitian ini menguji bagaimana penggunaan metode K-Means dalam studi kasus ekspor produk Indonesia terhadap Korea Selatan. Dari hasil clustering menggunakan metode K-Means berdasarkan nilai USD dan Kg, maka dihasilkan 3 (tiga) cluster dengan nilai cluster tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan bahwa metode K-Means dapat digunakan untuk pengendalian persediaan produk referensi atau sebagai Pusat Promosi Perdagangan Indonesia di Busan untuk melihat produk ekspor mana yang harus dipertahankan dan produk ekspor mana yang perlu ditingkatkan untuk dipromosikan di Korea Selatan sehingga dapat meningkatkan jumlah produk ekspor Indonesia terhadap Korea Selatan. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075870920

  • Identifikasi Sidik Jari Menggunakan Algoritma Bozorth dan Boyer-Moore

    Penulis: Supatmi S. ; Sumitra I.D.

    Abstrak

    Proses identifikasi sidik jari dalam bentuk citra biner dapat dilakukan dengan berbagai algoritma untuk mencocokkan proses sidik jari. Studi ini bertujuan untuk menentukan waktu pemrosesan deteksi sidik jari menggunakan model Bozorth dan Boyer-Moore. Hasil menunjukkan bahwa kedua model tersebut dapat mendeteksi sidik jari. Kontribusi makalah ini adalah untuk membandingkan dan menganalisis algoritma Bozorth dan Boyer-Moore. Perbandingan dilakukan dengan simulasi MATLAB. Hasil simulasi menunjukkan algoritma Boyer-Moore memiliki proses identifikasi yang lebih cepat. Di sisi lain, algoritma Bozorth memiliki keunggulan untuk identifikasi sidik jari yang mengalami rotasi atau translasi ruang. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Citra biner; MATLAB

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Boyer-Moore; Algoritma Boyer-Moore; Membandingkan dan menganalisis; Deteksi sidik jari; Identifikasi sidik jari; Proses identifikasi; Simulasi Matlab; Pemrosesan waktu

    Judul utama Teknik

    Pengenalan sidik telapak tangan

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075864563

  • Model Aplikasi Pesantren Pesantren Berbasis Sistem Perusahaan

    Penulis: Edi K., Supriyati, Ramadhan S.B.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022082

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan desain model aplikasi sistem berbasis Forum Pesantren untuk mengintegrasikan semua fungsi terkait. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan eksploratif, sedangkan jenis data diambil dengan melakukan wawancara dan observasi dengan Forum Pesantren. Data sekunder diambil dari teori yang tersedia dalam jurnal, e-book, prosiding, dan slide presentasi tentang hasil seminar dan kebijakan pemerintah. Hasil penelitian ini adalah menjadikan aplikasi pesantren pesantren sebagai alat untuk mengembangkan diri, memperkenalkan penggunaan teknologi dan menjadi lembaga yang memimpin pesantren menuju Pesantren Pesantren Modern. Agar Forum Sekolah Asrama Islam dan Pesantren mampu bertahan di era Revolusi Industri 4.0 dan juga berkontribusi dalam Sustainable Development Goals (SDGs). © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci: Fisika zat terkondensasi; Teknik industri; Ilmu material

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075900490

  • Evaluasi Kegunaan Website Pembayaran Online terhadap Kepuasan Agen

    Penulis: Sari D.P. ; Pangaribuan I.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022121

    Abstrak

    Website dapat digunakan sebagai media bagi penyedia dan agen untuk melakukan bisnis penjualan tiket transportasi seperti maskapai penerbangan, hotel, kereta api dan bus, penjualan pulsa dan pembayaran lainnya. Agen bertindak sebagai penjual yang menjual produk kepada pelanggan. Terdapat banyak website pembayaran online yang ada, untuk bersaing dengan website yang ada, perlu memuaskan agen. Kepuasan dapat dicapai dengan kualitas website. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas website dan kepuasan agen. Penelitian ini menggunakan Webqual 4.0 sebagai metode, penulis mengambil 30 sampel dari agen terdaftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan statistik t pada nilai kegunaan adalah -0,56. Nilainya lebih kecil dari nilai t-tabel pada tingkat signifikansi 95%, sehingga hipotesis ditolak, artinya variabel usability tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada situs web pembayaran online. Dampak dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usability situs web pembayaran guna meningkatkan kepuasan agen. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol rekayasa

    Kepuasan pelanggan; Perdagangan elektronik; Penjualan; Rekayasa usability; Situs web

    Istilah tidak terkontrol rekayasa

    Pembayaran online; Hasil penelitian; Statistik T; Kualitas situs web

    Judul utama rekayasa

    Desain Web

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075864564

  • Alokasi Sumber Daya Saluran Akses Berganda Pembagian Kode dengan Penerapan Sub-Antrian Token untuk Lalu Lintas Switch Paket Multi-Layanan Nirkabel

    Penulis: Lestariningati S.I. ; Agusdian A.

    DOI: 10.1088/1757-899X/66a2/2/022130

    Abstrak

    Tujuan makalah ini adalah untuk menentukan metode Alokasi Sumber Daya Saluran Switch Paket Multi-Layanan nirkabel berbasis CDMA. Seperti diketahui, sel CDMA memiliki kapasitas yang berfluktuasi terutama karena interferensi ko-saluran yang bervariasi. Simulasi dilakukan untuk menunjukkan karakteristik lalu lintas Switch Paket Multi-Layanan seperti gabungan pengguna CBR, VBR, dan ABR yang diterapkan pada sistem CDMA. Idenya adalah untuk mengirimkan lalu lintas ketika kapasitas meningkat dari nilai minimum yang ditetapkan, dengan menerapkan Algoritma Sub-Antrian Token dan Sumber Daya Saluran Lalu Lintas Multi-Layanan yang Diusulkan. Pada awalnya, metode ini ditujukan untuk lalu lintas non-real-time seperti lalu lintas ABR, tetapi simulasi menunjukkan bahwa metode ini dapat diterapkan lebih lanjut pada koneksi real-time dengan memprioritaskan penundaan panggilan yang terputus dengan nilai QoS tertentu yang disepakati untuk mendapatkan kembali layanan. Simulasi metode yang diusulkan menunjukkan pemanfaatan saluran atau bandwidth CDMA yang lebih baik, dan menekan probabilitas panggilan terputus untuk lalu lintas real-time. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Kompleksitas komputasi; Panggilan terputus; Jaringan paket; Pengalihan paket; Alokasi sumber daya; Layanan telekomunikasi

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Pemanfaatan bandwidth; Peningkatan kapasitas; Sumber daya saluran; Probabilitas panggilan terputus; Lalu lintas non-real-time; Lalu lintas pengalihan paket; Lalu lintas real-time; Koneksi real-time

    Judul utama teknik

    Akses multipleks pembagian kode

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075895105

  • Model Arsitektur Perusahaan Menggunakan Perencanaan Arsitektur Perusahaan untuk Layanan di Dinas Pertanahan Nasional

    Penulis: Samsudin A. ; Hadiana A.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042018

    Abstrak

    Penelitian ini mencoba membuat pemodelan arsitektur sistem informasi di Dinas Pertanahan Nasional. Pemodelan sistem informasi perlu dilakukan untuk mengoptimalkan organisasi dan menciptakan inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Pemodelan yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode perencanaan arsitektur perusahaan. Perencanaan arsitektur perusahaan (EAP) merupakan metode berorientasi bisnis yang berguna untuk memodelkan arsitektur sistem informasi yang terdiri dari inisialisasi perencanaan, pemodelan bisnis dan teknologi yang digunakan, data arsitektur, aplikasi, dan teknologi serta program bantuan perencanaan arsitektur yang dibuat, sehingga cetak biru (data, aplikasi, dan teknologi) yang dibuat dapat dijadikan dasar peningkatan dan pengembangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh area fungsional yang terdiri dari empat fungsi pendukung dan tiga fungsi utama dalam organisasi. Pemodelan EAP menyediakan dokumentasi untuk Badan Pertanahan Nasional dengan rekapitulasi yang terdiri dari model arsitektur data, aplikasi arsitektur, bisnis fungsional, dan arsitektur teknologi. © 2019 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Program aplikasi; Sistem informasi; Penggunaan informasi; Perencanaan regional; Rekayasa sistem

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Pemodelan bisnis; Arsitektur data; Pemodelan arsitektur perusahaan; Perencanaan arsitektur perusahaan; Arsitektur sistem informasi; Model sistem informasi; Informasi model; Arsitektur teknologi

    Judul utama teknik

    Arsitektur komputer

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075858722

  • Pengembangan Perencanaan Arsitektur Perusahaan untuk Manajemen Berbasis Sekolah di SMA Negeri

    Pengembangan Perencanaan Arsitektur Perusahaan untuk Manajemen Berbasis Sekolah di SMA Negeri

    Penulis: Tresna I.S. ; Hadiana A.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022034

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perencanaan sistem informasi strategis dan membuat pemodelan arsitektur sistem informasi prioritas di SMA negeri. Studi ini menggunakan metode analisis deskriptif. Perencanaan sistem informasi dengan mengoptimalkan peran sistem informasi dan teknologi informasi merupakan upaya untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dalam manajemen berbasis sekolah yang dapat memberikan nilai lebih dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan. Perencanaan dimulai dengan mendefinisikan fungsi utama menggunakan analisis rantai nilai. Perencanaan arsitektur perusahaan digunakan untuk memodelkan arsitektur sistem informasi yang telah dipilih dalam perencanaan sistem informasi, menggunakan empat tahapan yaitu inisialisasi perencanaan, tinjauan kondisi perusahaan saat ini, tinjauan rencana perusahaan di masa depan, dan perencanaan implementasi. Landasan ini dibuat untuk pengembangan sistem dan pengembangan informasi terintegrasi yang akan dirancang sesuai dengan tahapannya. Hasil penelitian ini menghasilkan cetak biru arsitektur perusahaan untuk membuat petunjuk dalam pengembangan sistem informasi yang didasarkan pada prioritas dan peran manajemen berbasis sekolah dalam organisasi dan secara langsung memengaruhi proses bisnis. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan sistem informasi strategis dan pemodelan arsitektur sistem informasi di sekolah menengah atas negeri sangat penting. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Arsitektur komputer; Pendidikan teknik; Sistem informasi; Penggunaan informasi

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Perencanaan arsitektur perusahaan; Perencanaan implementasi; Arsitektur sistem informasi; Sistem teknologi informasi; Informasi terintegrasi; Kinerja organisasi; Kualitas pendidikan; Sistem informasi strategis

    Judul utama teknik

    Manajemen informasi

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075862721

  • Penilaian Keseimbangan Fasad Bangunan Berdasarkan Teori ProporsiPenulis: Dewiyanti D.; Sari S.O.DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042029

    Penilaian Keseimbangan Fasad Bangunan Berdasarkan Teori ProporsiPenulis: Dewiyanti D.; Sari S.O.DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042029

    Abstrak
    Estetika merupakan faktor yang sangat sulit diukur karena sifatnya yang subjektif. Estetika melibatkan persepsi, di mana setiap orang dapat memandang suatu objek secara berbeda. Teori rasio emas (golden ratio) menjadikan estetika sebagai aspek yang dapat diukur. Dalam arsitektur, visualisasi estetika pada fasad bangunan umumnya dipersepsikan secara subjektif. Pada bangunan lama, teori proporsi diterapkan secara ketat, namun belakangan penerapannya mengalami penurunan sejak industri fabrikasi membuat berbagai proses menjadi lebih mudah. Artikel ini bertujuan untuk mengukur apakah bangunan yang dibangun pada masa kini masih menghormati aturan-aturan proporsi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan tiga bangunan pemerintah kolonial yang dibangun hingga tahun 1920-an dengan tiga bangunan setara yang dibangun pada abad ke-21. Penilaian dilakukan melalui analisis foto berdasarkan pengukuran rasio emas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori proporsi dengan perhitungan rasio emas masih digunakan pada bangunan baru yang mengusung konsep gaya Indo-Eropa, meskipun penerapannya tidak sedetail perhitungannya jika dibandingkan dengan bangunan yang dibangun sebelum tahun 1920-an. © 2019 IOP Publishing Ltd. Seluruh hak cipta dilindungi.

    Kata kunci terindeks

    Istilah teknik terkontrol

    Rasio aspek ; Perencanaan wilayah

    Istilah teknik tidak terkontrol

    Fasad bangunan ; Rasio emas ; Bangunan pemerintah ; Aplikasi ITS ;Bangunan lama

    Judul utama teknik

    Bangunan

    Artikel ini dapat diakses melalui:
    https://www.scopus.com/pages/publications/85075866669

  • Komputerisasi Standar Laporan Keuangan Internasional untuk Tata Kelola yang Baik pada Usaha Kecil dan MenengahPenulis: Supriyati; Bahri R.S.; Komarudin E.DOI: 10.1088/1757-899X/662/5/052009

    Komputerisasi Standar Laporan Keuangan Internasional untuk Tata Kelola yang Baik pada Usaha Kecil dan MenengahPenulis: Supriyati; Bahri R.S.; Komarudin E.DOI: 10.1088/1757-899X/662/5/052009

    Abstrak
    Penelitian ini bertujuan untuk merancang model manajemen pesantren yang sesuai dengan pendekatan komputerisasi International Financial Report Standard (IFRS) untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta meningkatkan pengelolaan pesantren agar mampu bersaing dan memiliki keunggulan kompetitif dalam menghadapi era Industri 4.0. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode eksploratif. Jenis data yang digunakan meliputi data primer, data sekunder, dan data observasi pada pesantren sebagai sampel dalam proses pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah perancangan model laporan keuangan dengan pendekatan IFRS untuk UKM serta peningkatan tata kelola pesantren melalui pendekatan good corporate governance sehingga mampu melengkapi sistem pengelolaan dan menciptakan keunggulan kompetitif dalam menghadapi era Industri 4.0. Perubahan dinamis dengan penerapan tata kelola yang baik pada pesantren di Indonesia dalam menyongsong modernitas tidak selalu menghilangkan nilai-nilai pesantren dalam menghadapi era industri 4.0. Laporan keuangan berbasis IFRS untuk UKM diharapkan mampu menjawab tantangan melalui perjuangan ideologis serta pemanfaatan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, arus globalisasi juga telah menyebabkan berbagai perubahan pada seluruh aspek pengelolaan pesantren dengan tetap mengutamakan nilai-nilai Islam. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah teknik terkontrol
    Kompetisi; Industri 4.0

    Istilah teknik tidak terkontrol
    Keunggulan kompetitif; Tata kelola perusahaan; Analisis deskriptif; Laporan keuangan; Teknologi Informasi dan Komunikasi; Data observasi; Tujuan penelitian; Usaha kecil dan menengah

    Topik utama teknik
    Keuangan

    Artikel ini dapat diakses di:
    https://www.scopus.com/pages/publications/85075881709