Tag: Webometrics ranking university

  • Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pedesaan sebagai Fungsi Pemberdayaan Pekerja Sosial

    Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pedesaan sebagai Fungsi Pemberdayaan Pekerja Sosial

    Penulis: Dewi Kurniasih; Maisya Chaluela Anjani

    DOI: 10.29333/ejecs/2350

    Abstrak

    Pekerja sosial memainkan peran penting dalam meningkatkan standar hidup masyarakat pedesaan. Mengingat peran penting layanan pekerjaan sosial dalam menangani potensi masalah kemiskinan dan kondisi ekonomi yang buruk di masyarakat pedesaan, khususnya di negara-negara berkembang, penelitian ini mengintegrasikan pandangan penargetan berbasis komunitas dengan teori pemberdayaan untuk menentukan peran pekerja sosial dalam mencapai kesejahteraan masyarakat di daerah pedesaan. Menggunakan data survei rumah tangga pedesaan dari 597 rumah tangga dari 15 komunitas pedesaan di dua provinsi di Indonesia, alat statistik modern, yaitu SmartPLS, menganalisis data tersebut. Hasil menunjukkan bahwa hubungan kerja, keterampilan dan variasi, serta keselarasan moral pekerja sosial dengan masyarakat pedesaan meningkatkan kualitas pemberdayaan mereka. Pemberdayaan pekerja sosial lebih lanjut menyampaikan pentingnya peran mereka dalam membantu masyarakat pedesaan mewujudkan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan dengan menyediakan kebutuhan dasar berupa pendidikan, fasilitas kesehatan, kesempatan kerja, dan lain-lain. Temuan studi ini berharga bagi para praktisi dan pembuat kebijakan, khususnya untuk fokus pada program pengembangan masyarakat pedesaan dengan memanfaatkan upaya pekerja sosial dan memperluas jaringan sosial mereka untuk mendapatkan manfaat maksimal. © 2025, Florida Gulf Coast University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    kesejahteraan masyarakat; penargetan berbasis masyarakat; pemberdayaan; keselarasan moral; masyarakat pedesaan; keterampilan; pekerja sosial

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105004284382

  • Ukuran Partikel Karbon dari Rimpang Lengkuas sebagai Adsorben Berkelanjutan: Sintesis dan Analisis Perhitungan Matematis pada Karakteristik Isoterm Adsorpsi

    Ukuran Partikel Karbon dari Rimpang Lengkuas sebagai Adsorben Berkelanjutan: Sintesis dan Analisis Perhitungan Matematis pada Karakteristik Isoterm Adsorpsi

    Penulis: Asep Bayu Dani Nandiyanto; Alifiyha Nayla Putri Akbar; Shilla Aulia Suhandi; Risti Ragadhita; Dwi Fitria Al Husaeni; Meli Fiandini; Abdulkareem Sh. Mahdi Al-Obaidi; Herry Saputra; Senny Luckyardi; Muhammad Aziz

    DOI: 10.53898/josse2024422

    Abstrak

    Penelitian ini menyelidiki dampak ukuran partikel karbon yang berasal dari rimpang lengkuas terhadap karakteristik isoterm adsorpsi, bertujuan untuk menetapkan efektivitasnya sebagai adsorben. Rimpang lengkuas dipilih karena kaya akan senyawa karbon, termasuk selulosa, hemiselulosa, lignin, pati, pektin, dan serat, sehingga ideal untuk adsorben berbasis karbon. Proses karbonisasi melibatkan pemanasan rimpang lengkuas pada suhu 250°C selama 9 jam, kemudian penggilingan dan pengayakan untuk mendapatkan ukuran partikel tertentu (500, 1000, dan 2000 µm). Karakterisasi dilakukan menggunakan mikroskopi digital dan spektroskopi inframerah transformasi Fourier. Percobaan adsorpsi batch dilakukan menggunakan larutan kurkumin sebagai adsorbat model, membandingkan hasilnya dengan sepuluh model isoterm standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partikel karbon kecil (500 µm) mengalami adsorpsi monolayer, sedangkan partikel besar (1000 dan 2000 µm) menunjukkan adsorpsi multilayer. Studi ini menyimpulkan bahwa partikel karbon yang berasal dari rimpang lengkuas efektif untuk pembersihan limbah berwarna, memberikan solusi alami, berkelanjutan, dan ramah lingkungan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). © 2024 Asep Bayu Dani Nandiyanto.

    Kata kunci penulis

    Adsorpsi; Karbon; Larutan Kurkumin; Rimpang lengkuas isotermik; Distribusi partikel; Tujuan pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85214430183

  • Kerangka Kerja Intelijen Geospasial untuk Perencanaan Infrastruktur BTS Menuju Target Akses Internet Universal di Indonesia

    Penulis: Anjar Dimara Sakti; Andani, I Gusti Ayu Andani; Anissa Dicky Putri; Muhammad Rizky Zakiar; Ismail Al Faruqi; Cokro Santoso; Rezzy Eko Caraka; Pitri Rohayani; Fabian Surya Pramudya; Arie Wahyu Wijayanto; Angga Setiyadi; Wervyan Shalannanda

    DOI: 10.1016/j.jag.2024.104274

    Abstrak

    Cakupan internet yang merata telah muncul sebagai prioritas global utama, yang sangat penting untuk mempromosikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia bertujuan untuk menyediakan akses internet universal pada tahun 2024, khususnya di daerah terpencil. Studi ini memperkenalkan pendekatan berbasis pembelajaran mesin yang baru untuk mengidentifikasi area prioritas untuk penyebaran menara Base Transceiver Station (BTS), yang sangat penting untuk mencapai target akses internet pemerintah. Indeks Prioritas Jaringan BTS dikembangkan dengan mengintegrasikan estimasi permintaan internet dengan indeks kesesuaian BTS yang berasal dari prediktor utama: kedekatan dengan stasiun fiber optik, kesesuaian fisik-lingkungan, dan kesiapan infrastruktur-ekonomi. Model tersebut mengidentifikasi area dengan permintaan internet tinggi dan kesesuaian BTS tinggi sebagai area paling penting untuk pengembangan segera, mencakup 20 km2. Selain itu, pengembangan BTS di masa mendatang harus menargetkan area dengan permintaan tinggi tetapi kesesuaian sedang (900 km2) dan permintaan sedang tetapi kesesuaian tinggi (280 km2). Untuk memvalidasi metodologi, model Random Forest digunakan, yang mencapai nilai area di bawah kurva sebesar 0,7315, menunjukkan kinerja prediksi yang kuat. Untuk parameter Kesesuaian Penyebaran BTS, mediannya adalah 0,65, dengan kuartil bawah dan atas masing-masing sebesar 0,44 dan 0,85, yang menegaskan bahwa sebagian besar lokasi yang diusulkan sangat sesuai untuk pengembangan. Pendekatan sistematis ini memberikan wawasan berbasis data untuk distribusi menara BTS yang adil guna memastikan perluasan infrastruktur internet yang efisien di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, studi ini menawarkan kerangka kerja yang dapat diadaptasi oleh negara lain yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur digital mereka dan mencapai akses internet yang komprehensif dan merata. © 2024 Penulis

    Kata kunci penulis

    Aksesibilitas internet; Pembelajaran mesin; Penginderaan jauh; Penilaian spasial

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85209593186

  • Integrasi Poin Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan ke dalam Mata Pelajaran Sistem Telekomunikasi di Sekolah Menengah Kejuruan

    Integrasi Poin Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan ke dalam Mata Pelajaran Sistem Telekomunikasi di Sekolah Menengah Kejuruan

    Penulis: Agus Heri Setya Budi; Juanda E.A.; Indrawan D.; Henny H.; Masek A.

    DOI: 10.30880/jtet.2024.16.03.016

    Abstrak

    Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PJK) memainkan peran penting sebagai pendekatan instrumental yang harus dipromosikan secara luas untuk memastikan masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif keberhasilan implementasi PJK di Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) dengan spesialisasi Mata Pelajaran Sistem Telekomunikasi. Untuk mencapai tujuan ini, digunakan metodologi penelitian yang menggabungkan analisis dokumen dan wawancara. Melalui analisis dokumen dan wawancara semi-terstruktur dengan tiga ahli bidang studi di kalangan personel sekolah, data yang relevan dikumpulkan. Data tersebut mencakup pemeriksaan silabus dan rencana pembelajaran, yang kemudian diteliti secara cermat menggunakan perangkat lunak Maxqda yang canggih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian dan kriteria kualifikasi yang ada untuk siswa VHS selaras secara signifikan dengan kompetensi inti ESD. Namun, perlu dicatat bahwa silabus dan Rencana Pembelajaran (RPP) itu sendiri kurang mengintegrasikan prinsip-prinsip ESD secara eksplisit. Implementasi Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) yang efektif sangat bergantung pada upaya proaktif para guru. Selain itu, sangat penting bahwa kurikulum dan rencana pembelajaran (RPP) direvisi secara cermat untuk mengintegrasikan kompetensi ESD utama. Pendekatan ini akan membantu menumbuhkan generasi yang lebih berkelanjutan, sadar lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial. © 2024, Penerbit UTHM. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    kompetensi; Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan; telekomunikasi; TVET; Sekolah Menengah Kejuruan

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85213799038

  • Penelitian Materi Pengajaran Bahasa Arab Berbasis Cerita Rakyat Indonesia: Studi Etnografi tentang Dongeng “Bandung”

    Penelitian Materi Pengajaran Bahasa Arab Berbasis Cerita Rakyat Indonesia: Studi Etnografi tentang Dongeng “Bandung”

    Penulis: Mohamad Zaka Al Farisi; Hikmah Maulani; Adityo Baskoro Hardoyo; Shofa Musthofa Khalid; Nalahuddin Saleh

    DOI: 10.1108/AEDS-07-2023-0082

    Abstrak

    Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi potensi penggabungan cerita rakyat Indonesia, khususnya cerita rakyat tentang asal usul Bandung, ke dalam materi pengajaran bahasa Arab. Mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pengajaran bahasa dapat meningkatkan pengalaman belajar bahasa siswa dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Indonesia. Desain/metodologi/pendekatan: Kota asal Bandung adalah salah satu cerita rakyat terkenal di Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Melalui studi etnografi, berbagai aspek cerita rakyat tentang asal usul kota Bandung akan diteliti, yang dapat dimanfaatkan dalam pengajaran bahasa Arab. Hal ini mencakup analisis struktur linguistik, kosakata, dan referensi budaya yang tertanam dalam cerita tersebut. Selain itu, kami akan mengeksplorasi bagaimana guru dapat secara efektif memasukkan cerita rakyat ini ke dalam materi pengajaran mereka untuk menciptakan pelajaran bahasa Arab yang menarik dan relevan secara budaya. Temuan: Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa yang inovatif dan responsif secara budaya dengan menyelidiki penggunaan cerita rakyat Indonesia dalam pengajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan guru dan siswa dengan menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap budaya Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Arab. Pendekatan ini meningkatkan hasil pembelajaran bahasa, mendorong kesadaran budaya, dan menumbuhkan hubungan yang lebih dalam antara siswa dan budaya lokal. Dengan merangkul cerita rakyat, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran bahasa yang dinamis dan bermakna yang memberdayakan siswa untuk menjadi penutur bahasa Arab yang mahir dengan apresiasi yang kuat terhadap kearifan dan budaya Indonesia. Keterbatasan/implikasi penelitian: Secara keseluruhan, penggunaan cerita rakyat sebagai materi pengajaran bahasa asing memberikan keuntungan yang signifikan bagi siswa dalam mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang bahasa, keterampilan budaya, dan minat pada bahasa dan budaya yang dipelajari. Pendekatan ini meningkatkan hasil pembelajaran bahasa, mendorong kesadaran budaya, dan menumbuhkan hubungan yang lebih dalam antara siswa dan budaya lokal sehingga pembelajaran bahasa asing (Arab) menjadi efektif. Dengan merangkul cerita rakyat, guru dapat menciptakan pengalaman belajar bahasa yang dinamis dan bermakna yang memberdayakan siswa untuk menjadi penutur bahasa Arab yang mahir dengan apresiasi yang kuat terhadap kearifan dan budaya lokal Indonesia. Implikasi praktis: Secara praktis, ini melibatkan pemahaman konteks sosial, politik, ekonomi, atau budaya di mana cerita rakyat tersebut muncul, serta interpretasi baru yang memberikan pemahaman yang lebih luas tentang nilai, pesan, atau konflik dalam cerita tersebut. Dalam berkontribusi pada pengetahuan, penelitian ini memiliki implikasi untuk wawasan tentang pengetahuan linguistik dan pembelajaran bahasa kedua dalam norma bahasa pertama tanpa menggeser budaya bahasa pertama. Implikasi sosial: Secara empiris, studi ini menggabungkan pendekatan interdisipliner untuk penelitian cerita rakyat yang dapat membawa pemahaman baru tentang hubungan antara cerita rakyat dan bidang lain seperti linguistik, sastra, antropologi, atau psikologi. Pendekatan ini dapat menghasilkan wawasan yang lebih komprehensif tentang cerita rakyat dan pengaruhnya pada berbagai aspek kehidupan. Berkontribusi pada dampak sosial, memperkenalkan budaya dalam materi pembelajaran merupakan daya tarik wisata pendidikan bagi siswa. Hal ini juga berdampak pada kebijakan publik bahwa pendidikan pariwisata tentang cerita rakyat diperkenalkan sebagai pengajaran dan digunakan sebagai studi lapangan lebih lanjut bagi siswa. Orisinalitas/nilai: Penelitian ini mengkonseptualisasikan keragaman budaya Indonesia yang terintegrasi ke dalam materi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia melalui cerita rakyat. Untuk mengintegrasikan cerita rakyat ke dalam proses pembelajaran, keluarga, tradisi, dan ritual perlu berperan dalam melestarikan dan mendidik. Peneliti dapat mengembangkan wawasan baru, memperluas pemahaman kita tentang budaya dan tradisi, serta memperkaya pengetahuan dan warisan budaya kita. Pendekatan baru ini berpotensi menghasilkan penemuan dan pemahaman yang lebih dalam tentang cerita rakyat sebagai warisan budaya yang penting. Penelitian ini mengeksplorasi potensi penggabungan cerita rakyat Indonesia, khususnya cerita rakyat asal Bandung, ke dalam materi pengajaran bahasa Arab. Mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pengajaran bahasa Arab bagi penutur bahasa Indonesia dapat meningkatkan pengalaman belajar bahasa siswa dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Indonesia melalui pengajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing. © 2024, Emerald Publishing Limited.

    Kata kunci penulis

    Pengajaran bahasa Arab; Etnografi; Cerita rakyat; Cerita rakyat Indonesia; Materi pengajaran

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85187936372

  • Desain Sistem Pemantauan Kesehatan Domba Berbasis IoT

    Desain Sistem Pemantauan Kesehatan Domba Berbasis IoT

    Penulis: Henny; Saifan Fachri Azharan; Agus Heri Setya Budi; Enjang Akhmad Juanda; I Made Aryantha Anthara

    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396935

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pemantauan kesehatan berbasis IoT untuk domba guna memantau parameter fisiologis vital secara akurat, seperti suhu tubuh, denyut nadi, dan laju pernapasan. Sistem ini menggabungkan berbagai teknologi IoT, mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, platform ThingSpeak, dan sensor non-invasif. Metode penelitian dan pengembangan, termasuk desain sistem, implementasi, dan pengujian, digunakan. Hasil menunjukkan bahwa sistem secara efektif memberikan pemantauan parameter fisiologis yang ditargetkan secara akurat dan real-time. Hasil menunjukkan akurasi sensor yang mengesankan dengan presisi lebih dari 90% dalam sebagian besar kasus. Pengukuran suhu tubuh menunjukkan kesalahan rata-rata hanya 2,6%, sementara pengukuran denyut nadi menunjukkan kesalahan rata-rata yang sangat rendah, hanya 1,2%. Pengukuran laju pernapasan menunjukkan kesalahan rata-rata yang sedikit lebih tinggi, yaitu 7,55%. Implementasi sistem ini memungkinkan deteksi dini potensi masalah kesehatan, yang mengarah pada peningkatan pengambilan keputusan, manajemen ternak, dan kesejahteraan hewan. Dampak studi ini terletak pada kemajuan sistem pemantauan kesehatan non-invasif untuk ternak dan prospek analisis prediktif berbantuan AI, pengambilan keputusan otomatis, dan perluasan ke spesies ternak lainnya untuk peningkatan kesejahteraan hewan dan produktivitas pertanian secara keseluruhan. © 2023 IEEE.

    Kata kunci penulis

    kesejahteraan hewan; suhu tubuh; mikrokontroler esp32; iot; manajemen ternak; denyut nadi; laju pernapasan; pemantauan kesehatan domba; thingspeak esp-now

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85185200172

  • Skrining Hipertensi Menggunakan Faktor Risiko Non-Laboratorium dengan Pembelajaran Mesin: Studi Potong Lintang Retrospektif di Indonesia

    Penulis: Reza Ishak Estiko ; Bambang Widyantoro ; Dafsah Arifa Juzar ; Ramdhan Maulana Yusup ; Iqbal Fauzi Rakhmat ; Estiko Rijanto

    Abstrak:
    Tujuan:
    Studi ini bertujuan untuk melakukan skrining hipertensi pada populasi Indonesia yang luas dengan menggunakan pembelajaran mesin (machine learning/ML) dan 11 faktor risiko non-laboratorium, serta memvalidasi hasilnya melalui validasi internal dan eksternal.
    Latar belakang dan peserta: Dari 1.782.365 peserta awal berusia 15 tahun ke atas yang terdaftar di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) pusat pelayanan kesehatan primer di seluruh Indonesia pada periode 2014 hingga 2017, data yang tidak lengkap dan pencilan (outliers) dikeluarkan. Sebanyak 268.210 peserta dimasukkan dalam analisis kami. Kumpulan data (dataset) dibagi secara deterministik menjadi satu dataset untuk pelatihan menggunakan validasi silang internal 10-lipat pada 204.315 peserta dan dataset lainnya untuk validasi eksternal pada 63.895 peserta.
    Desain: Studi potong lintang retrospektif ini menggunakan tiga algoritma pembelajaran mesin, yaitu random forest, gradient boosting, dan extreme gradient boosting (XGBoost), serta membandingkannya dengan regresi logistik sebagai tolok ukur (benchmark) untuk skrining hipertensi berdasarkan kriteria WHO dan International Society of Hypertension. Tingkat kepentingan (importance) faktor risiko diurutkan. Dengan sebagian menggunakan variabel kontinu versus kategorikal untuk usia, lingkar pinggang (waist circumference/WC), dan indeks massa tubuh (body mass index/BMI), kami mengevaluasi kinerja skrining terkait sensitivitas dan area di bawah kurva karakteristik operasi penerima (area under the receiver operating characteristic curve/AUC).
    Hasil: Validasi eksternal mengungkapkan bahwa model XGBoost memberikan kinerja terbaik dalam skrining hipertensi. Validasi eksternal yang sebagian menggunakan variabel kontinu memberikan sensitivitas 0,97 dan AUC 0,75, yang mengindikasikan kemampuan skrining yang sangat baik. Peringkat kepentingan faktor risiko secara berurutan adalah riwayat keluarga hipertensi (family history of hypertension/FH-HTN), usia, WC, BMI, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, merokok, aktivitas fisik rendah, kurang asupan buah atau sayuran, dan konsumsi alkohol.
    Kesimpulan: Dengan menggunakan 11 faktor risiko non-laboratorium yang mudah dikumpulkan, model pembelajaran mesin berhasil melakukan skrining hipertensi dengan kinerja yang lebih baik daripada tolok ukur. Penggunaan variabel numerik untuk usia, WC, dan BMI menghasilkan kemampuan diskriminasi yang lebih baik dibandingkan variabel kategorikal. FH-HTN dan usia merupakan dua faktor risiko utama terjadinya hipertensi. Studi ini merupakan latihan akademis yang bermanfaat dan menunjukkan pentingnya pembelajaran mesin dalam menangani kumpulan data berskala besar.

    Artikel ini dapat diakses di https://bmjopen.bmj.com/content/15/8/e092364

  • Dampak Global COVID-19: Manajemen Risiko dan Krisis pada Perusahaan yang Terdampak

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto ; Senny Luckyardi
    DOI:

    Abstrak
    Penurunan ekonomi menjadi fenomena paling berat yang melanda dunia di samping dampak medis dari wabah virus korona. Negara-negara Asia Tenggara sebagai negara berpendapatan menengah memerlukan strategi yang lebih baik untuk merespons pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dengan sukses. Lebih lanjut, kondisi yang sangat tidak pasti menyulitkan manajemen perusahaan-perusahaan yang terdampak dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Oleh karena itu, bab ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen risiko dan krisis yang lebih baik sebagai respons yang tepat terhadap perubahan yang cepat dan mendadak dalam situasi krisis. Secara khusus, bab ini menyarankan cara-cara di mana para pengambil keputusan dapat menyesuaikan manajemen perusahaan mereka untuk menghadapi kondisi ekstrem. Bab ini mengeksplorasi manajemen risiko dan krisis dari beberapa ahli manajemen menggunakan analisis deskriptif, tinjauan literatur, dan teknik kualitatif. Bab ini menghasilkan strategi-strategi manajemen risiko dan krisis untuk mengurangi kerugian namun sekaligus memberikan perlindungan bagi karyawan dengan mempertimbangkan bahwa keselamatan manusia adalah yang paling utama. Cara perusahaan bereaksi akan membawa dampak besar dalam mengendalikan penurunan ekonomi di tengah resesi global yang kini tampak tak terhindarkan. © 2024 oleh Nova Science Publishers, Inc.

    Kata Kunci Penulis
    perusahaan; pandemi; manajemen risiko dan krisis; Asia Tenggara


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85216680653?

  • Pendekatan Baru Pencegahan COVID-19 melalui Penerapan Kombinasi Algoritma Sistem Pendukung Keputusan

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto; Yeffry Handoko Putra; Rahma Wahdiniwaty; Zuriani Ahmad Zukarnain; Noorihan Abdul Rahman

    DOI: 10.1109/ICIC56845.2022.10006989

    Abstrak:
    Indonesia dan Malaysia dari tahun 2020 hingga 2021 terkena pandemi COVID-19. Kedua negara menerapkan kebijakan pembatasan masuk area berdasarkan kriteria yang hampir sama. Di Indonesia dikenal sebagai PPKM yang menerapkan beberapa tingkat paparan terhadap mereka yang terinfeksi COVID-19. Penentuan tingkat ini seluruhnya didasarkan pada pertumbuhan jumlah yang terpapar COVID-19. Namun, dalam kasus pandemi, jumlah orang yang tidak menderita penyakit COVID-19 tetapi memiliki gejala yang sama dengan gejala COVID-19 juga perlu dipertimbangkan sebagai agen pandemi di lingkungan mereka. Kami menamakannya sebagai Tingkat Kewaspadaan Pandemi COVID-19 (Precaution Covid-19 Pandemic/PCP Level). Tingkat pandemi COVID-19 saat ini belum sepenuhnya ditentukan oleh gagasan ini. Oleh karena itu, gagasan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat pra-pandemi atau kewaspadaan COVID-19 di suatu area dengan mempertimbangkan interferensi dari area sekitarnya. Tingkat PCP tidak didasarkan pada pertumbuhan mereka yang terinfeksi penyakit COVID-19, tetapi dipengaruhi oleh jumlah pasien yang memiliki gejala mirip dengan gejala dominan COVID-19. Penentuan Tingkat PCP dapat digunakan untuk kebijakan kewaspadaan dan mendukung Metode Tingkat Pandemi sebelumnya. Untuk mewujudkan gagasan ini, tiga algoritma digunakan, yaitu algoritma K-Means sebagai pengelompokan pola dan algoritma AHP sebagai penentu tingkat pandemi COVID-19, sementara hubungan pasangan gejala kandidat terhadap penularan COVID-19 dilakukan dengan menggunakan algoritma Naïve Bayes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ketiga algoritma yang diusulkan serta penggunaan data gejala yang erat dengan gejala dominan COVID-19 dapat memberikan alternatif untuk tingkat kewaspadaan pandemi COVID-19. Model untuk menentukan penularan COVID-19 berdasarkan empat gejala kandidat memiliki presisi 89% dan akurasi 85%. Diterbitkan dalam 2022 Seventh International Conference on Informatics and Computing (ICIC).

    Artikel ini dapat diakses di https://ieeexplore.ieee.org/document/10006989

  • Model Manfaat yang Diharapkan, Kurikulum E-Learning, dan Mitra Pendidikan terhadap E-Learning

    Model Manfaat yang Diharapkan, Kurikulum E-Learning, dan Mitra Pendidikan terhadap E-Learning

    Penulis: Indriana; Doni Purnama Alamsyah; Nina Kurnia Hikmawati
    DOI: 10.1109/ICIMTech55957.2022.9915129

    Abstrak
    Adaptasi teknologi baru dalam e-learning diawali dengan motivasi psikologis dari mahasiswa, yang menjadi hal penting terkait kesuksesan konsep e-learning. Menelaah fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara motivasi psikologis mahasiswa dengan manfaat yang diharapkan, kurikulum e-learning, dan mitra pendidikan. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa di Kota Bandung melalui survei kuantitatif. Data dari mahasiswa diambil melalui kuesioner dan data yang terkumpul dari kuesioner diolah menggunakan SmartPLS. Terdapat model penelitian yang didasarkan pada desain hipotesis yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat yang diharapkan dan kurikulum e-learning memiliki hubungan positif dengan motivasi psikologis. Sementara itu, mitra pendidikan tidak memiliki hubungan positif dengan motivasi psikologis. Lebih lanjut, diketahui bahwa manfaat yang diharapkan memberikan dampak terbesar dalam mendukung motivasi psikologis mahasiswa. Motivasi psikologis merupakan hal yang penting terkait adaptasi teknologi baru dalam e-learning, karena merupakan faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan penggunaan e-learning sebagai media pembelajaran. Temuan penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi perguruan tinggi dalam meninjau konsep e-learning agar dapat diterima dengan baik oleh penggunanya.

    Kata Kunci
    Industri, COVID-19, Pembelajaran Elektronik, Pandemi, Pendidikan, Kawasan Perkotaan, Psikologi

    Artikel ini dapat diakses di https://ieeexplore.ieee.org/document/9915129