Tag: universitas komputer indonesia

  • Aplikasi AI yang Etis dan Aman dalam Penelitian Pertanian: Tantangan dan Peluang

    Aplikasi AI yang Etis dan Aman dalam Penelitian Pertanian: Tantangan dan Peluang

    Penulis: Hewa Majeed Zangana, Senny Luckyardi, Firas Mahmood Mustafa, Shuai Li

    DOI: 10.4018/979-8-3373-4252-8.ch002

    Abstrak

    Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam penelitian pertanian telah memperkenalkan inovasi transformatif yang menjanjikan peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan presisi dalam praktik pertanian. Namun, kemajuan dan penerapan sistem AI yang pesat di bidang ini juga menimbulkan kekhawatiran etis dan keamanan yang signifikan. Isu-isu seperti privasi data, bias algoritmik, akses yang adil, dampak lingkungan, dan transparansi menghadirkan tantangan kompleks yang harus dinavigasi dengan hati-hati. Penelitian ini mengeksplorasi pertimbangan etis dan risiko keamanan kritis yang terkait dengan aplikasi AI dalam penelitian pertanian, sekaligus menyoroti peluang besar untuk memajukan pemahaman ilmiah, meningkatkan ketahanan pangan, dan mempromosikan praktik berkelanjutan. Dengan meneliti tren terkini, studi kasus, dan kerangka peraturan, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana AI pertanian dapat dikembangkan dan diterapkan secara etis dan aman, memastikan bahwa inovasi melayani kemanusiaan dan lingkungan secara bertanggung jawab. © 2025, IGI Global Scientific Publishing. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Pertanian; Kecerdasan buatan; Dampak lingkungan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105008416715

  • Mengatur Pertanian Berbasis AI: Kebijakan, Etika, dan Peran Bahasa dalam Transfer Pengetahuan

    Mengatur Pertanian Berbasis AI: Kebijakan, Etika, dan Peran Bahasa dalam Transfer Pengetahuan

    Penulis: Hewa Majeed Zangana, Pratiwi Amelia, Senny Luckyardi, Firas Mahmood Mustafa, Shuai Li

    DOI: 10.4018/979-8-3373-4862-9.ch011

    Abstrak

    Kecerdasan buatan (AI) mentransformasi pertanian dengan memungkinkan pertanian presisi, analitik prediktif, dan pengambilan keputusan otomatis, sehingga meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Namun, kemajuan teknologi yang pesat ini menimbulkan tantangan kebijakan dan etika yang kompleks, khususnya terkait tata kelola data, akses yang adil, dampak lingkungan, dan transparansi. Penelitian ini mengeksplorasi kerangka kerja regulasi yang membentuk praktik pertanian berbasis AI dan menekankan peran penting bahasa dalam memfasilitasi transfer pengetahuan yang efektif di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani, pembuat kebijakan, dan peneliti. Dengan menganalisis pendekatan interdisipliner, penelitian ini menyoroti bagaimana kejelasan linguistik dan pertimbangan etika mendasari tata kelola AI yang bertanggung jawab di bidang pertanian, memastikan inovasi melayani kepentingan publik sekaligus mengurangi risiko. Penelitian ini menganjurkan kebijakan komprehensif yang menyeimbangkan inovasi dengan akuntabilitas dan inklusivitas dalam lanskap agriteknologi yang terus berkembang. © 2025, IGI Global Scientific Publishing.

    Keywords: Agribisnis; Pertanian; Kecerdasan buatan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105011884709

  • Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

    Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

    Penulis: Herman S. Soegoto; Muhammad Aria Rajasa Pohan; Senny Luckyardi; Sri Supatmi; Eri Amasawa; Santi Phithakkitnukoon; Zainal Arifin Hasibuan

    DOI: 10.17509/ajse.v5i2.83667

    Abstrak

    Produksi pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim global. Penelitian ini melakukan tinjauan literatur sistematis untuk meneliti evolusi dan pendorong emisi GRK pertanian. Peneliti menganalisis data Web of Science, Scopus, dan Google Scholar menggunakan metode bibliometrik dan tematik. Analisis ini mengidentifikasi sumber emisi seperti penggunaan energi, pengelolaan tanah, aplikasi pupuk, dan pengelolaan ternak. Analisis ini juga membahas langkah-langkah mitigasi seperti praktik berkelanjutan, pertanian presisi, dan energi terbarukan. Temuan menunjukkan bahwa budidaya tanaman, aktivitas peternakan, dan perubahan penggunaan lahan tetap menjadi sumber emisi utama. Inovasi teknologi dan strategi berbasis kebijakan membentuk kembali lanskap penelitian. Penelitian ini memaparkan kerangka kerja untuk memahami emisi GHG pertanian dan mendukung intervensi untuk mengurangi jejak karbon sektor ini serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). © 2025 Kantor Jurnal dan Publikasi UPI.

    Keywords: Produksi pertanian; Sumber emisi; Emisi gas rumah kaca; Strategi mitigasi; Sustainable Development Goals (SDGs); Praktik berkelanjutan; Tinjauan literatur sistematis

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105006917187

  • Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Dissolved Solids (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Standar Sayuran untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Dissolved Solids (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Standar Sayuran untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penulis: Senny Luckardi; Agis Abhi Rafdhi; Annisa Wulan Sari; Hewa Majeed Zangana; Eddy Soeryato Soegoto

    DOI: 10.17509/ajse.v6i1.89992

    Abstrak 

    Penelitian ini mengeksplorasi cara meningkatkan produktivitas sayuran berdaun hidroponik dengan menyeimbangkan Total Dissolved Solids (TDS) dan pH larutan nutrisi. Menggunakan pakcoy dalam sistem rakit apung, penelitian ini menerapkan desain eksperimental terkontrol untuk mengamati bagaimana parameter-parameter ini berinteraksi dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan hasil panen. Pemantauan harian dan penyesuaian tingkat nutrisi dan pH yang cermat ditekankan untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Kondisi TDS dan pH yang seimbang meningkatkan pembentukan daun dan akumulasi biomassa, sementara ketidakseimbangan menyebabkan stres nutrisi dan penghambatan pertumbuhan. Penelitian ini menawarkan panduan praktis bagi petani untuk menyinkronkan TDS dan pH secara real-time untuk pengelolaan nutrisi yang lebih baik. Temuan ini berkontribusi pada hidroponik presisi yang selaras dengan pertanian berkelanjutan, khususnya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk SDG 2 (Zero Hunger) melalui produksi pangan yang efisien dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong penggunaan input pertanian yang optimal. © 2026 Universitas Pendidikan Indonesia.

    Keywords: Hidroponik; Sayuran berdaun; pH; Sustainable Development Goals (SDGs); Total padatan terlarut (TDS)

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105018607274

  • Identifikasi Pembangunan Regional Berkelanjutan di Kabupaten Majalengka

    Identifikasi Pembangunan Regional Berkelanjutan di Kabupaten Majalengka

    Penulis: Lia Warlina

    DOI: 10.1088/1757-899X/407/1/012083

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai metode yang tepat untuk tingkat keberlanjutan dalam pengembangan wilayah Majalengka, menerapkan metode yang dipilih, dan menganalisis hasilnya. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dan perhitungan langsung untuk memperkirakan tingkat keberlanjutan dalam pembangunan regional. Indikator Pembangunan Berkelanjutan (SDI), Indeks Keberlanjutan Lingkungan (ESI), Jejak Ekologis (EF), dan Indeks Kesejahteraan (WI) dinilai sebagai metode yang tepat. Indeks Kesejahteraan digunakan untuk menganalisis tingkat pembangunan regional berkelanjutan di Majalengka. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa indeks kesejahteraan (WI) adalah 75 dan indeks stres kesejahteraan (WSI) adalah 2,72. Nilai WSI berada di antara kategori OK dan sedang, ini menunjukkan bahwa tekanan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia belum melampaui tekanan ekosistem. Tingkat keberlanjutan dalam barometer keberlanjutan berada pada posisi sedang, posisi ini “hampir berkelanjutan” baik untuk ekosistem maupun sistem manusia (rumah tangga). Hasil ini digunakan untuk merekomendasikan kepada para pemangku kepentingan wilayah Majalengka dalam merumuskan kebijakan pembangunan. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85054878287

  • Sistem Deteksi Kebakaran Hutan Menggunakan Jaringan Sensor Nirkabel (WSN)

    Sistem Deteksi Kebakaran Hutan Menggunakan Jaringan Sensor Nirkabel (WSN)

    Penulis: Nurhayati S., Indriani S.L., Ansori R.M.R.

    DOI: 10.1063/5.0129221

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang dapat mendeteksi kebakaran hutan sehingga dapat mencegah penyebaran kebakaran dan meminimalkan kerusakannya. Hutan merupakan sumber daya alam yang memiliki potensi besar untuk dieksploitasi dan dilestarikan, namun ancaman dan gangguan sering terjadi yang menghambat upaya konservasi. Salah satu ancaman dan gangguan tersebut adalah kebakaran hutan. Salah satu dampak dari kebakaran ini adalah hilangnya keanekaragaman hayati. Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, dengan memanfaatkan Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Network), lokasi kebakaran hutan dapat dideteksi. Parameter yang digunakan untuk deteksi kebakaran adalah suhu, kelembaban, dan kualitas udara. Sistem ini dibangun menggunakan dua node sensor dan satu node koordinat menggunakan modul frekuensi radio XBee S2C untuk membentuk jaringan yang terhubung secara nirkabel. Semua informasi berupa kondisi pembentukan suhu, kelembaban, dan titik koordinat dikirim ke server. Data ini dapat dilihat di situs web melalui komputer server. Hasil uji menunjukkan bahwa sistem pemantauan telah mampu mendeteksi kebakaran hutan berdasarkan parameter yang telah ditentukan. © 2023 Penulis.

    Kata Kunci: Sistem deteksi kebakaran hutan; Jaringan sensor nirkabel; XBee


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85177571063

  • Kemajuan dalam Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Biomassa yang Efektif.

    Kemajuan dalam Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Biomassa yang Efektif.

    Penulis: Asep Bayu Dani Nandiyanto, Siti Nur Hofifah, Dwi Fitria Al Husaeni, Dwi Novia Al Husaeni, Meli Fiandini, Senny Luckyardi, Eddy Soeryanto Soegoto, Arif Darmawan, Muhammad Aziz

    DOI: 10.1007/s10668-023-03655-6

    Abstrak:

    Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dianggap sebagai tanaman air terapung yang berpotensi digunakan untuk mengatasi masalah pangan, energi, dan lingkungan saat ini. Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat dan mudah di berbagai lingkungan tropis dan subtropis selama memiliki akses terhadap cahaya dan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan fotosintesis. Ekosistem terancam oleh pertumbuhan invasifnya dan kapasitas adaptasinya yang luar biasa. Namun, pengelolaan tanaman ini dapat menghasilkan produk-produk berharga. Penelitian ini mendemonstrasikan teknologi partikel yang dapat digunakan untuk memanfaatkan eceng gondok, termasuk bantalan rem, pupuk, bioenergi, pakan ternak, agen fitoremediasi, bioplastik, dan adsorben. Studi ini disertai dengan diskusi berdasarkan eksperimen yang dilakukan dan literatur yang tersedia saat ini, memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca. Kapasitas eceng gondok untuk menyerap makro- dan mikro-nutrien, nitrogen, dan fosfor menjadikannya tanaman yang baik untuk fitoremediasi. Prospek produksi selulosa menjadikannya prospektif sebagai sumber energi biomassa dan pakan ternak. Lebih lanjut, eceng gondok dapat diubah menjadi partikel dengan kandungan selulosa tinggi untuk aplikasi dalam bioplastik, bantalan rem, dan adsorben. Laporan terkini mengenai edukasi eceng gondok kepada siswa juga ditambahkan. Terakhir, isu dan saran untuk pengembangan masa depan terkait penggunaan eceng gondok dibahas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan komprehensif tentang bagaimana mengubah tanaman eceng gondok invasif menjadi produk bernilai. © Penulis 2023.

    Kata Kunci: Tumbuhan air; Ekosistem; Teknik; Lingkungan; Teknologi partikel; Eceng gondok

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85171264623

  • Cek kesehatan asam urat gratis 2026

    Cek kesehatan asam urat gratis 2026

    Halo Unikomers! 👋

    Kesehatan adalah aset paling berharga untuk menunjang aktivitas perkuliahan dan pekerjaan kita. Yuk, sempatkan waktu untuk Pemeriksaan Asam Urat!

    Bekerja sama dengan Unikom Medical Center, kegiatan ini mengajak kita untuk mengenali tingkat asam urat demi kesehatan yang lebih baik. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan, antara lain:
    ✅ Deteksi dini gangguan kesehatan
    ✅ Mengidentifikasi risiko penyakit jantung & stroke
    ✅ Mendapatkan informasi pola makan & gaya hidup sehat
    ✅ Merencanakan langkah untuk mengontrol tingkat asam urat

    Catat jadwalnya dan jangan sampai terlewat:
    🗓 Hari/Tanggal: Selasa, 27 Januari 2026
    🕘 Waktu: Pukul 09.00 s.d 16.00 WIB
    📍 Lokasi: Unikom Medical Center, Ruang 4301 (Jl. Dipati Ukur No. 112-116)

    Kabar baiknya, pemeriksaan ini GRATIS! Khusus bagi Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan (Tendik) UNIKOM.

    Mari jaga kesehatan bersama! 🩺✨

  • Peran Kebijakan Lingkungan Dalam Mempromosikan Teknologi Transportasi Hijau

    Peran Kebijakan Lingkungan Dalam Mempromosikan Teknologi Transportasi Hijau

    Penulis: Siphimvadee Suthakavatin, Khodor Shatila, Karine Aydinyan, Raeni Dwi Santy

    ​​DOI: 10.1051/bioconf/202414506013

    Abstrak:

    Penelitian ini mengeksplorasi peran kebijakan lingkungan dalam mendorong adopsi teknologi transportasi hijau, dengan fokus pada pengaruh insentif keuangan, kerangka peraturan, dan investasi publik dalam infrastruktur di pusat-pusat kota utama Asia. Penelitian ini menyoroti bagaimana inovasi teknologi bertindak sebagai mediator penting antara kebijakan dan adopsi pilihan transportasi berkelanjutan seperti kendaraan listrik (EV) dan kendaraan bertenaga hidrogen. Dengan menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural (SEM), penelitin ini meneliti hubungan antara faktor-faktor tersebut, menunjukkan bahwa tingkat insentif keuangan yang lebih tinggi, peraturan yang mendukung, dan investasi publik strategis mengarah pada kemajuan signifikan dalam inovasi teknologi, yang pada gilirannya mendorong adopsi teknologi transportasi hijau. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang solusi mobilitas perkotaan berkelanjutan dan menawarkan wawasan penting bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan industri di wilayah yang mengalami urbanisasi cepat. Studi ini juga membahas peran ganda dari pendorong kebijakan ini, baik dalam memengaruhi adopsi secara langsung maupun dalam mendorong kemajuan teknologi. © Para Penulis, diterbitkan oleh EDP Sciences.

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85216661038

  • Kerangka Kerja Intelijen Geospasial Untuk Perencanaan Infrastruktur BTS Menuju Target Akses Internet Universal di Indonesia

    Kerangka Kerja Intelijen Geospasial Untuk Perencanaan Infrastruktur BTS Menuju Target Akses Internet Universal di Indonesia

    Anjar Dimara Sakti, I Gusti Ayu Andani, Anissa Dicky Putri, Muhammad Rizky Zakiar, Ismail Al Faruqi, Cokro Santoso, Rezzy Eko Caraka, Pitri Rohayani, Fabian Surya Pramudya, Arie Wahyu Wijayanto, Angga Setiyadi, Wervyani Shalannanda

    DOI: 10.1016/j.jag.2024.104274

    Abstrak

    Cakupan internet yang merata telah muncul sebagai prioritas global utama, yang sangat penting untuk mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia bertujuan untuk menyediakan akses internet universal pada tahun 2024, khususnya di daerah terpencil. Studi ini memperkenalkan pendekatan berbasis pembelajaran mesin yang inovatif untuk mengidentifikasi area prioritas untuk penyebaran menara Base Transceiver Station (BTS), yang sangat penting untuk mencapai target akses internet pemerintah. Indeks Prioritas Jaringan BTS dikembangkan dengan mengintegrasikan estimasi permintaan internet dengan indeks kesesuaian BTS yang berasal dari prediktor utama: kedekatan dengan stasiun fiber optik, kesesuaian fisik-lingkungan, dan kesiapan infrastruktur-ekonomi. Model tersebut mengidentifikasi area dengan permintaan internet tinggi dan kesesuaian BTS tinggi sebagai yang paling penting untuk pengembangan segera, mencakup 20 km2. Selain itu, pengembangan BTS di masa mendatang harus menargetkan area dengan permintaan tinggi tetapi kesesuaian sedang (900 km2) dan permintaan sedang tetapi kesesuaian tinggi (280 km2). Untuk memvalidasi metodologi, model Random Forest digunakan, yang mencapai nilai area di bawah kurva sebesar 0,7315, menunjukkan kinerja prediksi yang kuat. Untuk parameter Kesesuaian Penempatan BTS, mediannya adalah 0,65, dengan kuartil bawah dan atas masing-masing sebesar 0,44 dan 0,85, yang menegaskan bahwa sebagian besar lokasi yang diusulkan sangat sesuai untuk pengembangan. Pendekatan sistematis ini memberikan wawasan berbasis data untuk distribusi menara BTS yang merata guna memastikan perluasan infrastruktur internet yang efisien di seluruh Indonesia. Lebih lanjut, studi ini menawarkan kerangka kerja yang dapat diadaptasi oleh negara lain yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur digital mereka dan mencapai akses internet yang komprehensif dan merata. © 2024 Penulis

    Kata Kunci: Aksesibilitas internet; Pembelajaran mesin; Penginderaan jauh; Penilaian spasial


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85209593186