Tag: universitas komputer indonesia

  • Penyebaran Polusi Udara di Jalanan Perkotaan

    Penyebaran Polusi Udara di Jalanan Perkotaan

    Penulis: Lia Warlina, Assyfa Octaviyani Istiqomah, Salsabila Suci Ramadhani, Putri Amirah, Cep Ubad Abdullah

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat polusi udara akibat lalu lintas dan jumlah CO, CO2, serta kualitas air yang dihasilkan oleh kendaraan di kota Bandung. Untuk mengukur penyebaran polusi udara, kami melakukan pengukuran pada titik ketinggian yang berbeda di lokasi yang sama. Satu diukur di permukaan tanah, dan yang lainnya diukur pada ketinggian sekitar 35 meter. Sebagai perbandingan, peneliti menguji pengukuran sebelum dan sesudah hujan. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi dasar dan di atasnya berbeda. Meskipun kondisi hujan, tetap menunjukkan hasil yang serupa, jika di dasar tanah konsentrasinya lebih tinggi daripada konsentrasi pada ketinggian 35m. Hal itu terjadi karena sumber polusi udara yang paling besar berada di titik 0 M, karena sumber polusi udara terbesar di kota besar seperti Bandung adalah asap sepeda motor. Konsentrasi Y lebih rendah daripada di dasar tanah. Oleh karena itu, penelitian ini dapat memberikan informasi tentang keberadaan proses penyebaran polusi yang dapat menjadi referensi saat menghitung situasi aktual. © 2019 University of Kuwait. All rights reserved.

    Keywords: Monitor kualitas udara; CO; CO2; Pendidikan; Polusi
    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85074588241

  • Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Penulis: Finandhita A., Maulana H.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042023

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model sistem lingkungan cerdas untuk optimasi di bidang pertanian, yaitu untuk memantau kondisi tanah, air, tingkat polusi, dan cuaca di lahan pertanian. Proses pemantauan dilakukan untuk meningkatkan tingkat produktivitas pertanian. Model ini dapat digunakan untuk membantu petani dalam proses pengambilan keputusan untuk mengolah lahan dan menentukan jenis komoditas yang akan ditanam. Metode yang digunakan untuk mengembangkan model ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa sebuah model. Tingkat polusi yang buruk dan cuaca yang relatif tidak menentu dapat memperburuk produktivitas lahan pertanian. Kondisi ini menyulitkan petani untuk menentukan benih dan pupuk yang tepat untuk digunakan, serta waktu yang tepat untuk memulai periode tanam. Dengan demikian, model ini diharapkan dapat mendukung petani dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian mereka. Model ini dikembangkan sebagai bagian dari implementasi konsep kota cerdas dan internet of things (IoT) yang khusus dalam menciptakan lingkungan cerdas di bidang pertanian. © 2019 IOP Publishing Ltd. All rights reserved.

    Keywords: Pengambilan keputusan; Internet of Things; Produktivitas; Perencanaan regional; Pencemaran air

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075858239

  • Aplikasi Pemantauan Akses Air Bersih dan Pengelompokan Menggunakan Algoritma K-Means

    Aplikasi Pemantauan Akses Air Bersih dan Pengelompokan Menggunakan Algoritma K-Means

    Penulis: Radliya N.R., Fachrizal M.R., Rabbi A.R.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022096

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi pemantauan akses air bersih bagi masyarakat dan menentukan daerah-daerah yang perlu meningkatkan akses air bersih. Pengumpulan data dilakukan dengan meneliti dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan air bersih dan melakukan wawancara dengan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat. Hasil pengumpulan data digunakan untuk mengembangkan sistem aplikasi pemantauan air bersih berbasis Android dan Web. Data dari aplikasi tersebut akan digunakan untuk pengelompokan dengan algoritma K-Means. Misalnya, di kota Bandung, 12 wilayah kelurahan direkomendasikan untuk meningkatkan akses air bersih. Wilayah tersebut memiliki persentase kepemilikan akses air bersih mendekati nilai 29,96% untuk kepemilikan sumber air bersih untuk pangan dan minum, 28,96% untuk kepemilikan sumber air bersih lainnya, dan 14,48% untuk kepemilikan cadangan air bersih. Jumlah klaster akses air bersih yang optimal di kota Bandung adalah tiga klaster karena memiliki nilai Davies-Bouldin Index (DBI) terendah yaitu 0,439. © Published under licence by IOP Publishing Ltd.


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075872024

  • Sistem Pemantauan Air Sungai Menggunakan Internet Of Things untuk Menentukan Lokasi Pencemaran Sungai

    Sistem Pemantauan Air Sungai Menggunakan Internet Of Things untuk Menentukan Lokasi Pencemaran Sungai

    Penulis: Agus Heri Setya Budi, Enjang Ahmad Juanda, Iwan Kustiawan, Najmi Najib Nasrulloh Kurniadi, Henny H.

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem pemantauan air sungai guna menentukan lokasi pencemaran sungai. Dilakukan tiga titik pemantauan, jika terjadi perubahan parameter air yang melebihi ambang batas, sistem dapat merespons dengan mengirimkan notifikasi melalui “Telegram” dan Aplikasi berbasis Web. Sistem telah berhasil mengirimkan notifikasi ketika terjadi perubahan nilai parameter air yang dipantau, yaitu suhu, kebisingan, dan pH air. Sistem dapat memproses data yang masuk kemudian melakukan perhitungan sesuai dengan program yang telah dibuat. Sistem ini dapat menghasilkan klasifikasi status suatu kondisi: aman, peringatan, atau bahaya dan memberikan koordinat lokasi pencemaran sungai. Sistem ini sangat cocok untuk diterapkan pada tim manajemen sistem informasi sumber daya air dan gugus tugas pengendalian pencemaran air. © School of Engineering, Taylor’s University

    Keywords: Koordinasi lokasi; Pendidikan; Internet of Things (IoT); Pemantauan; Polusi


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85114294316

  • Penilaian Kualitas Air dan Pengelolaan Lingkungan di Daerah Aliran Sungai Waduk Jangari Menggunakan Parameter Fisik, Kimia, dan Biologis Terpilih

    Penilaian Kualitas Air dan Pengelolaan Lingkungan di Daerah Aliran Sungai Waduk Jangari Menggunakan Parameter Fisik, Kimia, dan Biologis Terpilih

    Penulis: Senny Luckyardi, Theresia Valentina Lumban Gaol, Dina Oktafiani

    Abstrak:

    Penelitian ini mengkaji kualitas air dan pengelolaan lingkungan di Waduk Cirata dengan menggunakan parameter fisik, kimia, dan biologis tertentu yang terkait dengan pengelolaan lingkungan. Parameter fisik yang diukur adalah curah hujan, suhu, Total Dissolved Solid (TDS), dan kekeruhan. Parameter kimia yang diukur adalah derajat keasaman (pH) dan konduktivitas listrik (EC). Sedangkan parameter biologis yang diukur adalah kepadatan fitoplankton. Survei lapangan dilakukan sebagai metode pengumpulan data yang didukung oleh tinjauan pustaka dan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Sampel air diambil di lokasi tempat aliran air di Waduk Cirata dari Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat bermuara, yaitu di daerah Jangari Bobojong, Cianjur. Sampel diambil di dua titik yang berjarak sekitar 200 m. Pengambilan sampel juga dilakukan di pelabuhan dan tempat budidaya ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran air Waduk Cirata tercemar dengan tingkat yang tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh TDS 102-129 ppm yang berarti kandungan anorganik yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengelolaan lingkungan dari pihak berwenang dan aktivitas masyarakat yang tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, semua pihak terkait bersama dengan masyarakat di sekitar Waduk Cirata, khususnya Jangari, memiliki peran kunci dalam melestarikan fungsinya. Hasil penelitian ini dapat memperkaya literatur tentang kualitas air dan pengelolaan lingkungan serta memberikan masukan bagi pemerintah daerah terkait pengelolaan waduk. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Keywords: Biologi; Kimia; Manajemen lingkungan; Waduk Jangari; Parameter; Fisik; Kualitas air

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85121135554

  • Tinjauan Pustaka Sistematis tentang Internet of Things untuk Pendidikan Tinggi: Arsitektur dan Implementasi

    Tinjauan Pustaka Sistematis tentang Internet of Things untuk Pendidikan Tinggi: Arsitektur dan Implementasi

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Herman Soegoto, Dedi Sulistiyo Soegoto, Suryatno Wiganepdo Soegoto, Agis Abhi Rafdhi, Herry Saputra Dina Oktafiani

    DOI: 10.17509/ijost.v7i3.51464

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan arsitektur Internet of Things (IoT) dari studi sebelumnya, khususnya di dunia pendidikan tinggi; menawarkan rekomendasi untuk penelitian masa depan, serta memperkuat teori arsitektur IoT yang sudah ada di pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan pengumpulan data menggunakan Diagram Corong untuk memilih artikel berdasarkan relevansinya dengan pertanyaan penelitian. Tiga basis data penerbit (Scopus, Emerald, dan EBSCO) dan jurnal indeks digunakan dalam pencarian artikel. Sebanyak 1.200 artikel dikumpulkan dari ketiga sumber tersebut, dengan distribusi hingga 800 di Scopus, 150 di Emerald, dan 250 di EBSCO. Temuan menunjukkan bahwa arsitektur IoT yang ada memiliki model yang lebih canggih daripada ide dasarnya, yang memiliki tiga lapisan, yang menyiratkan bahwa penggunaan IoT dalam pendidikan dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan pengguna. Hal ini disebabkan oleh semakin kompleksnya persyaratan dari berbagai prosedur bisnis di pendidikan tinggi. Penelitian ini berfungsi sebagai inspirasi dan referensi untuk penelitian masa depan bagi lembaga pendidikan tinggi yang memasukkan Internet of Things dalam implementasinya untuk membangun lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang efisien. © 2022 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Keywords: Pertumbuhan melekat; Biofilm; Pengolahan air limbah biologis; Kontaktor biologis berputar

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85139963290

  • Pengaruh hujan terhadap polusi udara (yaitu, PM1, PM2.5, PM10, CO, dan CO2)

    Pengaruh hujan terhadap polusi udara (yaitu, PM1, PM2.5, PM10, CO, dan CO2)

    Penulis: Poni Sukaesih Kurniati, Yonathan Andri Hermawan, Agis Abhi Rafdhi, Andy Jefferson Sabur, Herry Saputra

    DOI: –

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dampak hujan terhadap kualitas udara sekitar dengan melihat indikasi gas CO, CO2, PM1, PM2.5, dan PM10 serta membandingkannya dengan kebijakan lingkungan. Dalam penelitian ini, dilakukan riset dengan mengukur beberapa parameter sebelum dan sesudah hujan. Untuk mendukung penelitian ini, kami juga menghitung jumlah kendaraan yang melintas pada periode waktu tersebut. Sebagai model, kami memilih Bandung sebagai tempat penelitian karena kota ini merupakan salah satu kota besar di Indonesia dan juga merupakan kota wisata. Kami juga membandingkan perhitungan finansial yang dapat terpengaruh oleh polusi ini. Hasil menunjukkan bahwa Bandung memiliki tingkat polusi udara yang tinggi meskipun masih di bawah ambang batas. Setelah hujan, konsentrasi tingkat polusi menurun. Dari segi kebijakan, Bandung masih memiliki udara yang cukup sehat karena masih banyak tumbuhan. Aspek ekonomi Bandung memiliki daya tarik wisata yang kuat. Contoh kebijakan pengendalian udara dapat ditemukan dalam peraturan kota Bandung nomor 06 tahun 2011 tentang pelaksanaan, perlindungan, dan pengelolaan lingkungan dan peraturan provinsi Jawa Barat nomor 11 tahun 2006 tentang pengendalian polusi udara. Kebijakan tersebut menetapkan ambang batas emisi yang harus dilepaskan agar tidak mencemari kualitas udara. Secara khusus, studi ini berfokus pada kota Bandung, tetapi kendaraan harus dibatasi untuk menjaga kualitas udara. Kesimpulannya, studi ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pembuat kebijakan agar kita dapat melindungi lingkungan. © 2019 University of Kuwait. All rights reserved..

    Keywords: Polusi udara; Dampak hujan; Polusi; Pengaruh hujan


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85074618078

  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aksi Kolektif Organisasi Petani di Daerah Pedesaan

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aksi Kolektif Organisasi Petani di Daerah Pedesaan

    Aulia S.A., Sofhani T.F.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042005

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi munculnya dan keberlanjutan aksi kolektif Organisasi Petani (FAM). Lebih lanjut, penelitian ini menganalisis pengaruh aksi kolektif terhadap peningkatan skala ekonomi dan efisiensi anggota FAM. Metode analisis isi diterapkan dalam penelitian ini. Studi kasus melibatkan Organisasi Petani yang berlokasi di Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Banyak penelitian telah dilakukan tentang Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau Organisasi Petani (FAM) sebagai lembaga petani yang melakukan aksi kolektif dalam agribisnis dari proses input hingga proses pengolahan. Namun, penelitian sebelumnya belum banyak mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi munculnya aksi kolektif agribisnis di FAM. Keterbatasan penelitian sebelumnya menyebabkan kegagalan untuk memahami isu-isu yang muncul dari proses dan mekanisme aksi kolektif di dalam FAM. Aktivitas agribisnis yang dilakukan secara kolektif oleh Gapoktan Sri Mulya berkaitan dengan ikatan sosial dan jembatan sosial menuju kemauan untuk melakukan aktivitas agribisnis secara kolektif. Tetapi, indakan kolektif dalam produksi agribisnis tidak optimal, khususnya dalam mengantisipasi perubahan iklim. Hal ini karena faktor modal manusia, seperti pendidikan dan pengetahuan petani dalam mengembangkan budidaya padi juga dapat memengaruhi efisiensi pertanian. © 2019 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Perubahan iklim; Ekonomi; Efisiensi; Perencanaan regional; Daerah pedesaan


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075856234

  • Analisis Bibliometrik Penelitian Climate Smart Agriculture Menggunakan VOSviewer

    Analisis Bibliometrik Penelitian Climate Smart Agriculture Menggunakan VOSviewer

    Penulis: Senny Luckyardi, Eddy Soeryanto Soegoto, Rizky Jumansyah, Natasha Puspa Dewi, Raiswati Untsa Mega

    Abstrak:

    Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture) adalah pendekatan yang digunakan untuk memodifikasi dan mengarahkan kembali sistem pertanian yang ada untuk mendukung ketahanan pangan dalam menghadapi perubahan iklim. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis bibliometrik dalam hal CSA dengan menggabungkan analisis pemetaan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Pendekatan bibliometrik dan kuantitatif deskriptif diterapkan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh adalah hasil pencarian berdasarkan kata kunci “pertanian cerdas iklim” di Google Scholar. Dari hasil pencarian, ditemukan 999 artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2017-2021. Namun, hanya ada 132 artikel yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tentang pertanian cerdas iklim meningkat pada tahun 2017-2019 tetapi menurun pada tahun 2020. Lebih jauh lagi, penelitian meningkat secara signifikan pada tahun 2021. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan pentingnya melakukan analisis bibliometrik, khususnya di bidang pertanian cerdas iklim. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian masa depan dalam melakukan dan menentukan tema penelitian. © 2022. Jurnal Kimia Maroko. Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.

    Keywords: Bibliometrik; Climate Smart Agriculture; Analisis data; Vosviewer

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85132790789

  • Sistem Pemantauan Kualitas Udara Untuk Pesepeda

    Sistem Pemantauan Kualitas Udara Untuk Pesepeda

    Penulis: Aria M.,  Wangsanegara T., Kurniawan F., Maulana T.

    DOI: 10.1063/5.0129192

    Abstrak:

    Dalam beberapa tahun terakhir, emisi gas beracun yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, produksi industri, dan hilangnya vegetasi telah memperburuk polusi udara. Konsentrasi gas dan partikulat berbahaya meningkat di atmosfer. Kualitas udara memengaruhi kesehatan manusia, terutama partikulat yang memengaruhi sistem pernapasan manusia. Untuk mengetahui tingkat polusi udara bagi pengguna sepeda, dibutuhkan instrumen untuk mendeteksi tingkat polusi di udara yang berfungsi sebagai monitor tingkat polusi dan deteksi dini polusi udara, sehingga menjadi referensi bagi pengguna sepeda dalam mengetahui apakah area bersepeda mereka memiliki kualitas udara yang baik atau tidak. Metode pengembangan sistem dalam penelitian ini menggunakan metode prototipe karena metode ini mudah dievaluasi dan diimplementasikan secara bertahap. Perangkat keras alat ini terdiri dari tiga sensor: sensor gas MQ-7, MQ-135, dan sensor kelembaban DHT-11. Perangkat ini memiliki tiga sensor yang terhubung dengan Arduino. Perangkat pengukuran kualitas udara menghasilkan monitor polutan udara secara real-time dari sensor dan menampilkan informasi menggunakan Liquid Crystal Display (LCD). Kesimpulannya, perangkat ini terjangkau, mudah digunakan, berbiaya rendah, dan membutuhkan daya minimal, serta memiliki pengumpulan data yang mudah dipahami. Perangkat ini bermanfaat bagi pengguna sepeda untuk memperhatikan kesehatan kondisi udara di sekitar area bersepeda. © 2023 Author(s).

    Keywords: kualitas udara; pesepeda; sistem pemantauan


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177557112