Tag: universitas digital

  • Sistem Deteksi Stunting Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Supporting Sustainable Development Goals

    Sistem Deteksi Stunting Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Supporting Sustainable Development Goals

    Penulis: Syahrul S., Sri Nurhayati, Mochamad Fajar Wicaksono, Tiara Nurul Fatimah

    Abstrak

    Penelitian ini berfokus pada deteksi stunting anak secara real-time menggunakan alat ukur yang didukung oleh teknologi Internet of Things (IoT). Stunting anak mengacu pada kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang terganggu dan tidak sesuai dengan usia anak. Salah satu strategi utama pemerintah untuk memerangi stunting adalah melalui Posyandu yang memainkan peran penting dalam inisiatif kesehatan masyarakat. Saat ini, sebagian besar Posyandu di Indonesia masih mengandalkan metode manual untuk memantau gizi anak, dengan adopsi teknologi IoT yang terbatas untuk tujuan ini. Penelitian ini memperkenalkan sistem yang terdiri dari komponen perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengatasi kesenjangan ini. Perangkat keras meliputi sensor load cell untuk mengukur berat badan dan sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan. Sensor-sensor ini diintegrasikan dengan mikrokontroler ESP32 untuk pengolahan data. Komponen perangkat lunak adalah aplikasi berbasis web yang menerima data yang ditransmisikan dari perangkat keras melalui teknologi IoT. Selama pengujian, perangkat keras menunjukkan pengukuran berat dan tinggi badan anak yang akurat, dengan kesalahan rata-rata hanya 0,14 kg untuk berat dan 0 mm untuk tinggi. Lebih lanjut, aplikasi web bekerja dengan andal, memberikan informasi deteksi stunting dengan tingkat keberhasilan 100%. Studi ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). © School of Engineering, Taylor’s University.

    Keywords: Internet of things; Mikrokontroler ESP32; Elektronik sensor; Sel beban sensor; Stunting


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85219072040

  • Meningkatkan Keamanan Siber Pertanian: Memanfaatkan Pembelajaran Mendalam dan Model Bahasa Besar untuk Perlindungan Pertanian Cerdas

    Meningkatkan Keamanan Siber Pertanian: Memanfaatkan Pembelajaran Mendalam dan Model Bahasa Besar untuk Perlindungan Pertanian Cerdas

    Penulis: Hewa Majeed Zangana, Senny Luckyardi, Firas Mahmood Mustafa, Shuai Li

    DOI: 10.4018/979-8-3373-3296-3.ch010

    Abstrak

    Transformasi digital pertanian yang cepat melalui teknologi pertanian cerdas telah menghadirkan tantangan keamanan siber baru yang mengancam integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data dan sistem pertanian yang penting. Seiring dengan pertanian presisi, sensor yang didukung Internet of Things (IoT), dan pengambilan keputusan otomatis yang menjadi bagian integral dari pertanian modern, risiko yang terkait dengan ancaman siber, seperti pelanggaran data, serangan ransomware, dan kerentanan rantai pasokan, terus meningkat. Tidak seperti langkah-langkah keamanan tradisional, solusi berbasis AI, termasuk pembelajaran mendalam dan Model Bahasa Besar, menawarkan deteksi ancaman secara real-time, mekanisme pertahanan adaptif, dan kemampuan penilaian risiko yang ditingkatkan. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan teknologi-teknologi ini dalam mengamankan jaringan pertanian, mulai dari deteksi intrusi hingga respons insiden otomatis. Penelitian ini juga menyajikan studi kasus solusi keamanan siber berbasis AI yang diimplementasikan di lingkungan pertanian. © 2025 oleh IGI Global Scientific Publishing.

    Keywords: Robot pertanian; Kehidupan buatan; Virus komputer

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105004786381

  • Patriarki sebagai Penghalang bagi Pengusaha Wanita di Indonesia

    Patriarki sebagai Penghalang bagi Pengusaha Wanita di Indonesia

    Penulis: Wahdiniwaty R., Rustam D.A.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/3/032042

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak Sistem Patriarki sebagai penghalang bagi Pengusaha Perempuan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan mengumpulkan data melalui Dokumentasi. Dalam pengumpulan data, penulis akan menggunakan data Sekunder untuk melengkapi makalah ini yang diambil dari Survei Tempo.Co tentang perkembangan Pengusaha Perempuan di Indonesia tahun 2018. Menariknya, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Patriarki tidak selalu menjadi beban bagi sebagian besar Pengusaha, khususnya Perempuan. Meskipun sistem patriarki semakin berkembang pesat di Indonesia dan menjadi masalah bagi perempuan termasuk pengusaha, hasil survei Tempo menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengusaha perempuan didasarkan pada sikap berani perempuan Indonesia dalam melawan patriarki. Penelitian ini dapat menjadi referensi untuk menyelidiki lebih lanjut tentang isu-isu yang dibahas. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Sistem Patriarki memang merupakan penghalang bagi pengusaha perempuan di Indonesia. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Keywords: Survei; Pengusaha perempuan; Indonesia; Metode kualitatif; Data sekunder; Pengusaha perempuan; Pengumpulan data


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075859861

  • Integrasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Peran Pemangku Kepentingan dalam Proyek Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Studi Kasus PT Chevron Geothermal Indonesia

    Integrasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dengan Peran Pemangku Kepentingan dalam Proyek Usaha Kecil dan Menengah (UKM): Studi Kasus PT Chevron Geothermal Indonesia

    Penulis: Desayu Eka Surya, Wan Amizah Wan Mahmud

    DOI: 10.17576/JKMJC-2025-4101-18

    Abstrak:
    Penelitian ini mengkaji integrasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dan Teori Pemangku Kepentingan dalam proyek usaha kecil dan menengah (UKM) PT Chevron Geothermal Indonesia (PT CGI) di Desa Samarang dan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Pulau Jawa, Indonesia. CSR telah menjadi instrumen strategis bagi perusahaan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana inisiatif PT CGI, yakni Super Chicken, Perkebunan Pisang, dan Budidaya Jamur, selaras dengan kepentingan para pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan berkelanjutan. Berlandaskan Teori Pemangku Kepentingan yang menyatakan bahwa perusahaan perlu memperhatikan kepentingan berbagai pemangku kepentingan, penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, analisis dokumen, dan observasi langsung. Sebanyak enam belas informan kunci, yang terdiri atas perwakilan PT CGI, pejabat pemerintah daerah, serta penerima manfaat UKM, berpartisipasi dalam penelitian yang dilaksanakan pada periode Januari hingga Juli 2016. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan merupakan faktor krusial dalam keberhasilan CSR. Proyek Super Chicken meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat lokal, inisiatif Perkebunan Pisang memperkuat keberlanjutan pertanian, sementara proyek Budidaya Jamur menyediakan peluang ekonomi, khususnya bagi perempuan dan kelompok marjinal. Inisiatif-inisiatif tersebut menggambarkan tujuan CSR dalam pembangunan berbasis komunitas, penciptaan nilai melalui pertumbuhan ekonomi dan pengembangan keterampilan, serta saling ketergantungan antara perusahaan dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CSR paling efektif ketika diimplementasikan melalui model yang digerakkan oleh pemangku kepentingan, sehingga mendorong kemandirian jangka panjang dan penciptaan nilai bersama. Penelitian ini berkontribusi pada literatur CSR dan Teori Pemangku Kepentingan dengan memberikan wawasan mengenai bagaimana korporasi dapat mendorong pembangunan berkelanjutan melalui strategi CSR kolaboratif yang berorientasi pada tujuan.

    Keywords: Tanggung jawab sosial perusahaan; PT Chevron Geothermal Indonesia; Usaha Kecil dan Menengah (UKM); teori pemangku kepentingan; pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105003189150

  • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penulis: Lia Warlina, Afredi A.

    DOI: 10.17509/ijost.v11i2.89803

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kecamatan Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Sebanyak 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, objek wisata buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki objek wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial objek wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (mendorong peluang ekonomi), SDG 1 (mengurangi kemiskinan), dan SDG 5 (memajukan kesetaraan gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Keywords: Sistem Informasi Geografis (SIG); Analisis tetangga terdekat; SDGs; Daya tarik wisata


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980

  • Sistem Logistik sebagai Upaya Integrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Sekitarnya

    Sistem Logistik sebagai Upaya Integrasi di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Sekitarnya

    Penulis: Suheri T.; Melinda W.G.

    DOI: 10.1088/1755-1315/158/1/012043

    Abstrak:

    Indonesia merupakan salah satu negara maritim dengan wilayah berbentuk kepulauan. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang memiliki sistem logistik terintegrasi sangat berpengaruh terhadap peningkatan nilai pariwisata, khususnya pariwisata bahari. Pembentukan aktivitas logistik di KEK Mandalika sebagai kawasan pariwisata, yang terbentuk melalui kegiatan ekspor dan impor produk sebagai salah satu bentuk promosi pariwisata, akan menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Pentingnya sistem logistik, baik untuk pergerakan manusia maupun barang, dapat mendukung sistem investasi di wilayah KEK Mandalika. Sistem logistik mampu menyediakan aglomerasi sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas wisata dalam hal distribusi kargo, baik secara lokal maupun global. KEK Mandalika memerlukan sistem logistik yang terintegrasi guna meningkatkan daya saing nasional melalui dukungan sistem fisik, seperti ketersediaan komoditas dan infrastruktur perkotaan/kewilayahan, serta infrastruktur nonfisik berupa penyedia layanan dan regulasi agar tercapai keberlanjutan. Sistem logistik juga berperan strategis dalam menyinkronkan dan menyelaraskan perkembangan antar sektor ekonomi dan antar wilayah guna menghindari ketimpangan dengan wilayah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja sistem logistik yang telah ada di kawasan Mandalika dan wilayah sekitarnya sebagai dasar perumusan kebijakan integrasi sistem logistik di dalam dan di luar kawasan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). © Published under licence by IOP Publishing Ltd.

    Kata Kunci Terindeks:

    Istilah Terkendali Teknik
    Ekonomi; Investasi

    Istilah Tidak Terkendali Teknik
    Sistem logistik terintegrasi; Sistem logistik; Daya saing nasional; Sistem fisik; Penyedia layanan; Kawasan ekonomi khusus; Promosi pariwisata; Aktivitas wisata

    Judul Utama Teknik
    Logistik

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85048440571?

  • Interaksi antar Sektor Kelautan Menggunakan System Dynamics untuk Pelabuhan Laut Dalam Patimban sebagai Green Port: Suatu Model Usulan

    Interaksi antar Sektor Kelautan Menggunakan System Dynamics untuk Pelabuhan Laut Dalam Patimban sebagai Green Port: Suatu Model Usulan

    Penulis: Tatang Suheri ; Mohammad Benny Alexandri ; Sam’un Jaja Raharja ; Margo Purnomo; Sparisoma Viridi

    DOI: 10.1088/1755-1315/799/1/012021

    Abstrak: 

    Berdasarkan Marine Policy Statement (MPS), beberapa sektor dipilih sebagai elemen kunci yang interaksinya dimodelkan menggunakan pendekatan system dynamics (SD). Sektor-sektor tersebut meliputi pelabuhan, pelayaran niaga, kawasan konservasi laut, dan perikanan komersial. Selain itu, sesuai dengan MPS dan mencakup wilayah di luar kawasan pesisir, model ini juga mempertimbangkan alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri akibat aktivitas pelayaran niaga, pemeliharaan jalan negara akibat keberadaan pelabuhan (pergeseran dari Pelabuhan Tanjung Priok), redistribusi penduduk, serta aspek lingkungan. Beberapa elemen membentuk reinforcing loops (R+), sementara elemen lainnya membentuk balancing loops (B-) dalam upaya mencapai keseimbangan atau solusi. Beberapa skenario diajukan, masing-masing dengan seperangkat parameter yang berbeda dan dapat merepresentasikan kebijakan tertentu. Mengingat keterbatasan data dan informasi yang berkaitan dengan pelabuhan laut dalam, sebagian besar data yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada asumsi, namun tetap memiliki hubungan kausal yang logis antar elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa karakteristik yang muncul sesuai dengan yang diharapkan, sementara karakteristik lainnya bersifat baru dan bergantung pada skenario yang dipilih. Oleh karena itu, diperlukan perbandingan lebih lanjut dengan kondisi nyata sebagai upaya validasi model. © Published under licence by IOP Publishing Ltd.

    Kata Kunci Terindeks:

    Istilah teknis terkendali bidang teknik
    Robot pertanian; Teknik pantai; Konservasi; Perikanan; Teknik kelautan; Kapal; Pembangunan berkelanjutan; Teori sistem

    Istilah teknis tidak terkendali bidang teknik
    Lahan pertanian; Hubungan kausal; Perikanan komersial; Pelayaran niaga; Data dan informasi; Aspek lingkungan; Kawasan konservasi laut; System Dynamics

    Kepala pokok utama bidang teknik
    Pelabuhan dan bandar pelabuhan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85112407397?

  • Go-cocoserv sebagai Layanan Konservasi Terumbu Karang Berbasis Karakteristik Lokasi Pembibitan

    Go-cocoserv sebagai Layanan Konservasi Terumbu Karang Berbasis Karakteristik Lokasi Pembibitan

    Penulis: Andri Sahata Sitanggang ; Novrini Hasti ; Fenny Syafariani R.

    DOI: –

    Abstrak: 

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi donasi daring untuk budidaya bibit terumbu karang guna meningkatkan luasan dan pemulihan lokasi terumbu karang, khususnya pada area yang mengalami tingkat kerusakan tinggi. Aplikasi ini diimplementasikan menggunakan metode Geographic Information System (GIS), yang ditentukan melalui titik koordinat pada setiap kawasan terumbu karang. Titik koordinat tersebut diintegrasikan dengan citra yang terhubung dengan informasi mengenai kondisi terumbu karang. Hasil dari penelitian ini berupa sebuah aplikasi donasi yang memungkinkan masyarakat melakukan donasi dengan membeli bibit terumbu karang yang selanjutnya ditanam oleh pembudidaya terumbu karang berdasarkan lokasi terumbu karang yang dipilih oleh masyarakat. Aplikasi ini ditujukan untuk mempercepat proses pemulihan terumbu karang yang rusak di wilayah pesisir Jawa Barat. Dengan adanya teknologi ini, diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat secara lebih mudah dalam upaya penyelamatan terumbu karang, sehingga proses konservasi atau penanaman bibit terumbu karang dapat dilakukan secara berkelanjutan, serta diharapkan mampu mengurangi tingkat kerusakan terumbu karang. © 2021 Taylor’s University. All rights reserved.

    Author Keywords: Konservasi; Terumbu karang; Donasi daring; GIS; Sistem; Web

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85121150998?

  • Akuarium Otomatis Berbasis Internet of Things dan Pengembangan Sistem Pengendalian Air

    Akuarium Otomatis Berbasis Internet of Things dan Pengembangan Sistem Pengendalian Air

    Penulis: Aria M. ; Aditiya V. ; Mardika A.S. ;Nugroho H.S.

    DOI: 10.1063/5.0129189

    Abstrak:

    Penelitian ini membahas perancangan akuarium otomatis berbasis Internet of Things (IoT) serta pengembangan sistem pengendalian air. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem akuarium yang mampu memberikan pakan ikan secara otomatis serta melakukan pengurasan air berdasarkan tingkat kekeruhan air di dalam akuarium. Selain menyediakan pemberian pakan ikan secara otomatis, penelitian ini juga merancang sistem pemantauan kondisi akuarium melalui aplikasi berbasis Android. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan Arduino Mega sebagai pusat pengendali utama dari keseluruhan sistem. Selain Arduino, digunakan pula beberapa komponen tambahan lainnya guna mendukung tercapainya tujuan penelitian. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, alat ini diharapkan dapat membantu pengguna akuarium dengan mempermudah proses perawatan dan pemeliharaan akuarium. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menjadikan perawatan ikan dalam akuarium lebih mudah, praktis, dan efisien waktu karena telah menggunakan sistem otomatis yang memanfaatkan berbagai sensor yang tersedia. Alat hasil penelitian ini juga diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat, khususnya dalam hal pemeliharaan akuarium. © 2023 Author(s).

    Author Keywords: akuarium otomatis; IoT; sistem pengendalian air


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177568318?

  • Perancangan Dan Pembangunan Sistem Pengukuran Kualitas Air Multikedalaman Menggunakan Protokol Rs-485 Berbasis Smartphone Android

    Perancangan Dan Pembangunan Sistem Pengukuran Kualitas Air Multikedalaman Menggunakan Protokol Rs-485 Berbasis Smartphone Android

    Penulis: Anadita Rizti Oktavia ; Jana Utama

    DOI: 10.1063/5.0176606

    Abstrak: 

    Pengelolaan sumber daya air, khususnya ekosistem danau atau waduk, perlu mendapat perhatian yang serius. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah pengukuran kualitas air pada kegiatan akuakultur umumnya hanya dilakukan pada permukaan air, padahal kondisi kualitas air tidak selalu sama pada setiap kedalaman. Oleh karena itu, diperlukan perancangan suatu sistem sensor yang mampu mengukur kondisi air pada beberapa kedalaman tertentu. Sistem yang dirancang merupakan sistem sensor kualitas air secara fisik dan kimia pada berbagai kedalaman, dengan sensor yang digunakan berupa sensor suhu dan sensor pH. Untuk mengukur kedalaman, sistem ini memanfaatkan mekanisme katrol yang dilengkapi dengan rotary encoder. Panjang tali yang ditarik atau diregangkan digunakan untuk menentukan kedalaman pengukuran dalam satuan meter. Selain itu, data hasil pengukuran dikirimkan melalui protokol RS-485 dan disimpan ke dalam data logger. Sistem ini juga dilengkapi dengan informasi lokasi pengukuran. Seluruh informasi dapat diakses melalui smartphone Android menggunakan server lokal melalui koneksi Bluetooth pada aplikasi yang telah disediakan. Hasil pengujian perangkat menunjukkan bahwa sensor suhu memiliki tingkat kesalahan sebesar 1%, sensor pH sebesar 3,1%, dan pengukuran kedalaman menggunakan rotary encoder memiliki tingkat kesalahan sebesar 0,77%. Pengujian langsung dilakukan di tiga lokasi yang berbeda, dan hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan kedalaman air memengaruhi nilai suhu dan pH air, di mana semakin dalam air, suhu cenderung semakin rendah. Perubahan nilai pH terhadap kedalaman air juga dipengaruhi oleh intensitas panas dari sinar matahari, pada permukaan air, peningkatan suhu menyebabkan kelarutan karbon dioksida menurun sehingga nilai pH meningkat dan air menjadi bersifat lebih basa. © 2023 Author(s).

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177584618?