Tag: sinta

  • Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

    Faktor-Faktor Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Pertanian untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): Wawasan dari Tinjauan Literatur Sistematis yang Dilengkapi dengan Analisis Bibliometrik Komputasional

    Penulis: Herman S.Soegoto; Muhammad Aria Rajasa Pohan;  Senny Luckyardi; Sri Supatmi; Eri Amasawa;  Santi Phithakkitnukoon; Zainal Arifin Hasibuan

    DOI: 10.17509/ajse.v5i2.83667

    Abstrak:

    Produksi pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dan perubahan iklim global. Penelitian ini ini melakukan tinjauan literatur sistematis untuk meneliti evolusi dan pendorong emisi GRK pertanian. Peneliti menganalisis data Web of Science, Scopus, dan Google Scholar menggunakan metode bibliometrik dan tematik. Analisis ini mengidentifikasi sumber emisi seperti penggunaan energi, pengelolaan tanah, aplikasi pupuk, dan pengelolaan ternak. Penelitian ini juga membahas langkah-langkah mitigasi seperti praktik berkelanjutan, pertanian presisi, dan energi terbarukan. Temuan menunjukkan bahwa budidaya tanaman, aktivitas peternakan, dan perubahan penggunaan lahan tetap menjadi sumber emisi utama. Inovasi teknologi dan strategi berbasis kebijakan membentuk kembali lanskap penelitian. Penelitian ini menyediakan kerangka kerja untuk memahami emisi GRK pertanian dan mendukung intervensi untuk mengurangi jejak karbon pada sektor ini serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). © 2025 Kantor Jurnal dan Publikasi UPI.

    Kata kunci: Produksi pertanian; Sumber emisi; Emisi gas rumah kaca; Strategi mitigasi; Sustainable Development Goals (SDGs); Praktik berkelanjutan; Tinjauan literatur sistematis

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105006917187

  • Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Dissolved Solids (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Standar Sayuran untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Dissolved Solids (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Standar Sayuran untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penulis: Senny Luckardi; Agis Abhi Rafdhi; Annisa Wulan Sari; Hewa Majeed Zangana; Eddy Soeryato Soegoto

    DOI: 10.17509/ajse.v6i1.89992

    Abstrak 

    Penelitian ini mengeksplorasi cara meningkatkan produktivitas sayuran berdaun hidroponik dengan menyeimbangkan Total Dissolved Solids (TDS) dan pH larutan nutrisi. Menggunakan pakcoy dalam sistem rakit apung, penelitian ini menerapkan desain eksperimental terkontrol untuk mengamati bagaimana parameter-parameter ini berinteraksi dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan hasil panen. Pemantauan harian dan penyesuaian tingkat nutrisi dan pH yang cermat ditekankan untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Kondisi TDS dan pH yang seimbang meningkatkan pembentukan daun dan akumulasi biomassa, sementara ketidakseimbangan menyebabkan stres nutrisi dan penghambatan pertumbuhan. Penelitian ini menawarkan panduan praktis bagi petani untuk menyinkronkan TDS dan pH secara real-time untuk pengelolaan nutrisi yang lebih baik. Temuan ini berkontribusi pada hidroponik presisi yang selaras dengan pertanian berkelanjutan, khususnya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk SDG 2 (Zero Hunger) melalui produksi pangan yang efisien dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong penggunaan input pertanian yang optimal. © 2026 Universitas Pendidikan Indonesia.

    Kata Kunci: Hidroponik; Sayuran berdaun; pH; Sustainable Development Goals (SDGs); Total padatan terlarut (TDS)

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105018607274

  • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penulis: Lia Warlina, Afredi A.

    DOI: 10.17509/ijost.v11i2.89803

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Kecamatan Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Sebanyak 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, objek wisata buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki objek wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial objek wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (mendorong peluang ekonomi), SDG 1 (mengurangi kemiskinan), dan SDG 5 (memajukan kesetaraan gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Keywords: Sistem Informasi Geografis (SIG); Analisis tetangga terdekat; SDGs; Daya tarik wisata

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980

  • Evaluasi Pengalaman Pengguna Sistem E-Planning SIPD dengan Kuesioner meCue di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa

    Evaluasi Pengalaman Pengguna Sistem E-Planning SIPD dengan Kuesioner meCue di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa

    Penulis: Khairu Rijalul Amin, Irfan Dwiguna Sumitra

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121515

    Abstrak

    E-Planning adalah aplikasi yang digunakan untuk membantu merumuskan kebijakan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah berbasis internet. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) mewajibkan pemerintah kota/kabupaten di seluruh Indonesia untuk menerapkan SIPD secara bertahap mulai tahun 2021 menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri, yaitu SIPD dengan alamat web https://sipd.kemendagri.go.id. Aplikasi SIPD e-Planning yang dibangun dan dikembangkan mencakup e-Database, e-Planning, eMonev, dan e-Reporting untuk membangun hubungan yang lebih efektif, efisien, dan taat hukum antara pemerintah pusat dan daerah, mempercepat reformasi birokrasi untuk memperkuat otonomi daerah. Untuk kebutuhan evaluasi dan pengembangan aplikasi, perlu dilakukan penelitian tentang pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning. Aplikasi SIPD ePlanning diperkenalkan kepada Pemerintah Daerah bersamaan dengan munculnya pandemi COVID-19, yang dimulai pada awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu juga untuk meneliti bagaimana layanan aplikasi SIPD e-Planning selama pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa, khususnya selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Kuesioner meCUE dan wawancara dengan pengguna aplikasi. Evaluasi pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning menunjukkan bahwa aplikasi SIPD e-Planning praktis dan sangat tepat digunakan untuk mencapai tujuan e-Planning. Aplikasi SIPD e-Planning mudah digunakan dan memiliki antarmuka yang ramah pengguna. Perencanaan pembangunan selama pandemi COVID-19 sangat efektif menggunakan aplikasi SIPD e-Planning karena dapat diakses secara online sehingga tidak terpengaruh oleh perubahan jadwal kerja yang disebabkan oleh kebijakan kerja dari rumah (WFH) selama pandemi COVID-19. Evaluasi keseluruhan pengalaman pengguna menunjukkan bahwa pengguna Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa memiliki pengalaman yang relatif serupa dengan aplikasi SIPD e-Planning. © 2024 IEEE.

    Kata kunci: COVID-19; Kabupaten Gowa; Kabupaten Luwu; kuesioner meCUE; Aplikasi SIPD e-Planning; pengalaman pengguna

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015814061

  • Masyarakat 5.0: Optimalisasi Sistem Sosioteknik dalam Pengurangan Kemiskinan

    Masyarakat 5.0: Optimalisasi Sistem Sosioteknik dalam Pengurangan Kemiskinan

    ​​Gustiana I. ; Wahyuni W. ; Hasti N.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022019

    Abstrak: 

    Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah desain platform digital sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang ada di masyarakat dengan berbagai penyebab. Kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensional. Penyebab kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan ketimpangan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh permasalahan sosial, pendidikan, serta keterbatasan akses komunikasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sociotechnical System (STS). Analisis STS menggunakan enam atribut, yaitu tujuan, manusia, bangunan/infrastruktur, teknologi, budaya, serta proses/prosedur. Pendekatan STS menganalisis permasalahan berdasarkan aspek sosial dan teknis. Hasil akhir dari penelitian ini menghasilkan rancangan platform digital sebagai ruang publik untuk menampung partisipasi masyarakat agar peduli dan bersedia berbagi dengan komunitas miskin dalam bentuk kelompok pelatihan kewirausahaan (UKM). Teknologi ini berperan sebagai alat bantu dalam mendidik masyarakat, bukan sebagai pesaing masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip Masyarakat 5.0.
    © Published under licence by IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075861932

  • Merancang Sistem Informasi Geografis untuk Rumah Tidak Layak Dilakukan Karena Pendukung Kebijakan

    Merancang Sistem Informasi Geografis untuk Rumah Tidak Layak Dilakukan Karena Pendukung Kebijakan

    Hardiyana B. ; Wibawa J.C.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022103

    Abstrak:

    Implementasi program pengembangan kesejahteraan sosial di negara berkembang umumnya berfokus pada program pemberdayaan masyarakat miskin, yang lebih bernuansa dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat, bisnis, dan pemerintah. Pemberdayaan dianggap sebagai salah satu pilihan kebijakan dalam pengembangan kesejahteraan sosial saat ini. Pengembangan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip pemberdayaan dimaksudkan bahwa dalam penanganan masyarakat miskin harus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk meningkatkan kemandirian (UU Nomor 13 Tahun 2011). Pembangunan daerah memiliki dampak pada pembangunan nasional. Kebijakan pengentasan kemiskinan yang diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat telah menjadi agenda utama dan prioritas pembangunan di Kecamatan Baleendah, khususnya Desa Rancamanyar. Salah satu program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di Desa Rancamanyar adalah Program Bantuan Perumahan bagi rumah-rumah tak layak huni. Berbagai upaya pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah rumah tak layak huni masih dianggap tidak merata. Dengan terbatasnya pengelolaan dan pengolahan data survei di daerah, hal ini menjadi salah satu faktor yang tidak membantu kebijakan yang ada. Dengan pembangunan sistem informasi geografis untuk rumah-rumah tak layak huni, salah satu upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendukung dan membantu pengambilan keputusan terkait rumah-rumah tak layak huni adalah melakukan analisis geografis dan pemetaan rumah-rumah tak layak huni di Desa Rancamanyar, agar bantuan yang diberikan tidak salah sasaran. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075869118

  • Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pendidikan di

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pendidikan di

    Perguruan Tinggi Swasta: Pendekatan Data Mining Menggunakan Model VAR

    Wahyuddin S. ; Fauzi Insan Estiko ; Estiko Rijanto

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022050

    Abstrak: 

    Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis data mining untuk mengekstraksi pengetahuan terkait faktor-faktor yang memengaruhi biaya pendidikan serta memprediksi besaran biaya pendidikan di masa mendatang. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi biaya pendidikan di sebuah perguruan tinggi swasta di wilayah Indonesia bagian timur. Penelitian ini menggunakan model Vector Autoregressive (VAR) dengan variabel yang meliputi biaya pendidikan, tingkat inflasi, jumlah mahasiswa terdaftar, dan upah minimum regional. Data yang digunakan mencakup periode Januari 2010 hingga Desember 2018 dan dikumpulkan dari perguruan tinggi swasta terkait, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), serta BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menerapkan prosedur bertahap yang meliputi uji stasioneritas, penentuan lag optimal, uji signifikansi parameter, pengujian ketidakberkorelasi residual, serta uji stabilitas struktur model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pendidikan dan jumlah mahasiswa dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Temuan ini memberikan implikasi terhadap prediksi biaya pendidikan. © Published under licence by IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075886440?

  • Pendidikan Kewirausahaan Terkomputerisasi – Tinjauan Khusus tentang Kualitas Hidup di Era Digital

    Pendidikan Kewirausahaan Terkomputerisasi – Tinjauan Khusus tentang Kualitas Hidup di Era Digital

    Eddy Soeryanto Soegoto ; Senny Luckyardi

    DOI: 10.1088/1742-6596/1477/3/032017

    Abstrak: 

    Kesenjangan sosial dan ekonomi tetap menjadi isu penting di Indonesia yang berkaitan dengan tingkat kemiskinan. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana pendidikan kewirausahaan berbasis komputer dapat membantu mengurangi kemiskinan dalam hal peningkatan kualitas hidup. Studi tentang kualitas hidup perlu dilakukan dalam penelitian ini mengingat sebagian besar penelitian sebelumnya menyoroti pengangguran dan tingkat pendapatan sebagai indikator kemiskinan, tanpa mengaitkannya dengan kualitas hidup. Selain itu, bisnis berbasis komputer kini telah menjadi tren baru untuk kegiatan penghasil pendapatan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menerapkan analisis Mann-Whitney untuk membandingkan kualitas hidup antara dua kelompok responden. WHOQOL-BREF digunakan sebagai instrumen penelitian dan didistribusikan kepada kelompok 1 yang terdiri dari responden yang telah diberikan pendidikan kewirausahaan berbasis komputer dan kelompok 2 yang terdiri dari responden yang tidak diberikan pendidikan kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berbasis komputer dapat membantu mengurangi kemiskinan melalui peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Kewirausahaan menciptakan perubahan positif yang pada akhirnya membawa dampak besar pada kesejahteraan manusia. Penelitian ini berkontribusi untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang pendidikan kewirausahaan berbasis komputer sebagai jalan untuk mengurangi kemiskinan. © 2020 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci terindeks: Istilah terkontrol teknik (Fisika) ;Istilah tidak terkontrol teknik (Pendidikan kewirausahaan; Kesejahteraan manusia; Aktivitas penghasil pendapatan; Kualitas hidup; Perubahan positif; Kualitas hidup; Metode kuantitatif; Instrumen penelitian) ; Judul utama teknik (E-learning)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85083788581

  • Signifikansi Pendidikan Pemasaran dalam Pengurangan Kemiskinan di Indonesia: Tinjauan Khusus Terhadap Kualitas Hidup

    Signifikansi Pendidikan Pemasaran dalam Pengurangan Kemiskinan di Indonesia: Tinjauan Khusus Terhadap Kualitas Hidup

    Senny Luckyardi ; Ratih Hurriyati ; Disman ; Puspo Dewi Dirgantari

    DOI: 10.15549/jeecar.v9i1.867

    Abstrak: 

    Kemiskinan di Indonesia telah menjadi permasalahan krusial sebagai akibat dari kesenjangan sosial dan ekonomi. Fenomena ini tidak terlepas dari peran pendidikan sebagai pintu masuk dalam upaya pengentasan kemiskinan. Salah satu penyebab utama kegagalan kewirausahaan yang pada akhirnya meningkatkan risiko kebangkrutan dan kemiskinan adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pemasaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan pemasaran dapat berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan dalam konteks peningkatan kualitas hidup. Mengingat sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada tingkat pengangguran dan pendapatan sebagai indikator kemiskinan, yang belum mampu menjelaskan kualitas hidup secara komprehensif, maka diperlukan kajian terhadap kualitas hidup dalam penelitian ini. Selain itu, analisis Mann–Whitney digunakan untuk membandingkan kualitas hidup pada dua kelompok responden dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Observasi juga dilakukan selama enam bulan untuk menilai kualitas hidup responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah WHOQOL-BREF, yang didistribusikan kepada Kelompok 1 (30 responden yang telah menerima pendidikan pemasaran) dan Kelompok 2 (30 responden yang belum menerima pendidikan pemasaran). Setiap responden berasal dari provinsi yang berbeda di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pemasaran dapat membantu mengurangi kemiskinan yang ditandai dengan peningkatan kualitas hidup secara signifikan. Pengetahuan pemasaran mendorong perubahan positif yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan manusia. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai pendidikan pemasaran sebagai salah satu sarana pengentasan kemiskinan. © 2022, Institute of Eastern Europe and Central Asia. All rights reserved.

    Kata Kunci: Analisis; Indonesia; Pendidikan pemasaran; Kemiskinan; Kualitas hidup

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85124341101?

  • Peran Pemerintah Indonesia di Era Inovasi Disrupsi Perbankan

    Poni Sukaesih Kurniati ; Suryanto

    DOI: 10.15549/jeecar.v9i1.881

    Abstrak:

    Inovasi disrupsi digital di industri jasa keuangan merupakan inovasi yang berhasil mengubah lanskap industri keuangan, mulai dari struktur, teknologi, hingga model pemasarannya. Munculnya industri Teknologi Keuangan (Fintech) menandai inovasi disrupsi di industri jasa keuangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah Indonesia di era disrupsi perbankan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif—data diperoleh melalui wawancara dan studi literatur, Bank Indonesia, Asosiasi Fintech Indonesia, dan Asosiasi Perbankan Nasional. Sebelum penelitian dimulai, validitas data terlebih dahulu diuji. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemerintah mendorong pertumbuhan perbankan dan fintech secara berdampingan dan diarahkan untuk segera berkolaborasi. Peran pemerintah sebagai regulator telah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI, Bank Sentral Indonesia) dengan menerbitkan berbagai peraturan. Studi ini menyimpulkan bahwa ada tiga area yang perlu dipantau dan dijaga oleh regulator, termasuk penyalahgunaan dana publik, perlindungan publik, data pribadi, dan pencucian uang. © 2022, Institute of Eastern Europe and Central Asia. All rights reserved.

    Keywords: Perbankan; Disrupsi; Fintech; Peran Pemerintah

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85124364446