Tag: Scopus

  • Peramalan Jumlah Kasus Penyakit Paru-paru dengan Metode ARIMA-ARCH

    Peramalan Jumlah Kasus Penyakit Paru-paru dengan Metode ARIMA-ARCH

    Penulis: Mbau B.K

    DOI: 10.1088/1757-899X/407/1/012155

    Abstrak

    Makalah ini bertujuan untuk meramalkan jumlah kasus Tuberkulosis di rumah sakit XYZ. Paru-paru merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Metode penelitian ini menggunakan model ARIMA-ARCH. Hasil pengujian menunjukkan pengaruh heteroskedastisitas peramalan jumlah kasus tuberkulosis, di mana ketika model ARIMA awalnya tidak berpengaruh tetapi tetap dilanjutkan dengan nilai ARIMA-ARCH menghasilkan MAPE yang lebih baik, dibuktikan dengan model ARIMA (0, 1, 3) yang memiliki tingkat akurasi lebih baik, yaitu memiliki nilai MAPE 2,09% sedangkan model ARIMA (0, 1, 3) memiliki nilai MAPE 2,31%. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Peramalan

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Tingkat akurasi; Model ARCH; Tubuh manusia; Metode penelitian

    Judul utama teknik

    Arches

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85054832731

  • Analisis Kontrol Optimal Keadaan Akhir Tetap pada Sistem Bilinear yang Diterapkan pada Sumsum Tulang dengan Spesifik Siklus Sel

    Analisis Kontrol Optimal Keadaan Akhir Tetap pada Sistem Bilinear yang Diterapkan pada Sumsum Tulang dengan Spesifik Siklus Sel

    Penulis: Rainarli E. ; Dewi K.E.

    DOI: 10.1088/1742-6596/824/1/012029

    Abstrak

    Penelitian yang dilakukan oleh Fister & Panetta menunjukkan model kontrol optimal sel sumsum tulang terhadap obat kemoterapi Spesifik Siklus Sel. Model yang digunakan adalah model sistem bilinear. Penelitian Fister & Panetta telah membuktikan keberadaan, keunikan, dan karakteristik kontrol optimal (efek kemoterapi). Namun, dengan menggunakan model ini, jumlah sumsum tulang pada waktu akhir dapat mencapai kurang dari 50 persen dari jumlah sumsum tulang sebelum diberikan pengobatan. Hal ini dapat membahayakan pasien karena kekurangan sel sumsum tulang dapat menyebabkan jumlah leukosit menurun dan pasien akan mengalami leukemia. Penelitian ini akan menguji kontrol optimal dari sistem bilinear yang diterapkan pada keadaan akhir tetap. Metode ini akan digunakan untuk menentukan durasi optimal pemberian kemoterapi dan menjaga sel sumsum tulang pada tingkat yang diizinkan secara bersamaan. Sebelum simulasi dilakukan, makalah ini menunjukkan bahwa sistem dapat dikendalikan dengan menggunakan teori Aljabar Lie. Selanjutnya, makalah ini menunjukkan karakteristik kontrol optimal. Berdasarkan simulasi, hal ini menunjukkan bahwa obat kemoterapi kuat yang diberikan dalam jangka waktu singkat merupakan kondisi paling optimal untuk menjaga sel sumsum tulang tetap pada tingkat yang diizinkan namun tetap dapat memberikan pengobatan yang efektif. Hal ini memberikan preferensi pada bobot pengobatan untuk menjaga sel sumsum tulang. Hasil efek kemoterapi (u) tidak dapat mencapai nilai maksimum. Dengan kata lain, perlu dilakukan penyesuaian dosis obat untuk memenuhi kondisi pengobatan akhir, misalnya jumlah sel sumsum tulang harus berada pada tingkat yang diizinkan. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Aljabar; Tulang; Kemoterapi; Sitologi

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Sel sumsum tulang; Kemoterapi spesifik siklus sel; Keadaan akhir tetap; Kontrol optimal dengan keadaan akhir tetap; Kondisi optimal; Model kontrol optimal; Kerangka waktu singkat; Kondisi perlakuan

    Judul utama teknik

    Sel

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85018435297

  • Simulasi Sistem Bioekonomi Menggunakan Model Berbasis Agen dalam Studi Kasus Pertanian Cerdas, Hijau, dan Konvensional

    Simulasi Sistem Bioekonomi Menggunakan Model Berbasis Agen dalam Studi Kasus Pertanian Cerdas, Hijau, dan Konvensional

    Viridi S. ; Premadi P. ; Aditiawati P. ; Maqdir E.S. ; Suheri T. ; Halid J. ; Sari K.N. ; Pasaribu U.S. ; Sudaryani N.M. ; Latifah N.

    DOI: 10.1088/1755-1315/230/1/012118

    Abstrak:

    Dengan menggunakan model berbasis agen (ABM), interaksi antar agen berupa cuaca (suhu dan curah hujan), tanah, dan tanaman untuk sistem pertanian yang berbeda disimulasikan. Tiga sistem pertanian dipilih: pertanian konvensional (CF), pertanian organik (OF), dan pertanian cerdas (SF), yang masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Umur tanaman τ max = 30 hari dan waktu tunda antara dua penanaman berturut-turut τ lag = 10 hari digunakan untuk simulasi selama sepuluh tahun. Setiap tahun terdapat sembilan proses penanaman ulang. Diamati bahwa CF dan OF sangat bergantung pada cuaca, sedangkan SF tidak. Hal ini akan membuat sistem pertanian terakhir jauh lebih unggul, konstan, dan menghasilkan prediksi yang akurat dibandingkan dengan dua sistem lainnya berdasarkan model yang diusulkan, terutama bagaimana setiap komponen sistem memengaruhi ukuran tanaman seperti yang diasumsikan. © 2019 Institute of Physics Publishing. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci terindeks: Istilah terkontrol teknik (Agen otonom; Platform simulasi); Istilah tidak terkontrol teknik (Model berbasis agen; Sistem pertanian; Waktu tunda; Pertanian organik; Komponen sistem); Judul utama teknik (Metode komputasi)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85062484124

  • Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Penulis: Finandhita A. ; Maulana H.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042023

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model sistem lingkungan cerdas untuk optimasi di bidang pertanian, yaitu untuk memantau kondisi tanah, air, tingkat polusi, dan cuaca di lahan pertanian. Proses pemantauan dilakukan untuk meningkatkan tingkat produktivitas pertanian. Model ini dapat digunakan untuk membantu petani dalam proses pengambilan keputusan untuk mengolah lahan dan menentukan jenis komoditas yang akan ditanam. Metode yang digunakan untuk mengembangkan model ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa sebuah model. Tingkat polusi yang buruk dan cuaca yang relatif tidak menentu dapat memperburuk produktivitas lahan pertanian. Kondisi ini menyulitkan petani untuk menentukan benih dan pupuk yang tepat untuk digunakan, serta waktu yang tepat untuk memulai periode tanam. Dengan demikian, model ini diharapkan dapat mendukung petani dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian mereka. Model ini dikembangkan sebagai bagian dari implementasi konsep kota cerdas dan internet of things (IoT) yang khusus dalam menciptakan lingkungan cerdas di bidang pertanian. © 2019 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci terindeks:  Istilah terkontrol teknik (Pengambilan keputusan; Internet of Things; Produktivitas; Perencanaan regional; Pencemaran air) ; Istilah tidak terkontrol teknik (Lahan pertanian; Produktivitas pertanian; Produk pertanian; Proses pengambilan keputusan; Internet of Things (IOT); Proses pemantauan; Periode penanaman; Lingkungan cerdas) ; Judul utama teknik (Benih)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075858239

  • Pengembangan Model Pertanian Presisi untuk Pertanian Skala Menengah dan Kecil di Indonesia

    Pengembangan Model Pertanian Presisi untuk Pertanian Skala Menengah dan Kecil di Indonesia

    Penulis: Maulana H. ; Kanai H.

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012085

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun model pertanian presisi guna meningkatkan produktivitas pertanian skala menengah dan kecil di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melakukan studi literatur tentang konsep pertanian presisi dan analisis data terkait pertanian di Indonesia. Perubahan cuaca ekstrem di Indonesia berdampak pada penurunan produksi pertanian. Sementara pemahaman tentang kondisi lingkungan merupakan kunci utama pertanian, penelitian ini menjelaskan data apa yang dibutuhkan dalam pertanian presisi, bagaimana memperoleh dan mengolah data, serta menjelaskan bagaimana memvisualisasikan informasi melalui sistem informasi geografis. Penelitian ini juga melakukan penilaian terhadap model yang dibangun. Proses penilaian diimplementasikan dengan menganalisis kesesuaian model berdasarkan kebutuhan petani. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa model tersebut dapat dikembangkan pada fase implementasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan yang jelas tentang persyaratan sistem dan juga dapat mengurangi risiko pada tahap pengembangan dan implementasi sistem. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091360648

  • Model Kendaraan Pengangkut Darat dan Udara Tanpa Awak Otonom untuk Transportasi Pertanian Presisi 4.0: Tinjauan Pustaka

    Model Kendaraan Pengangkut Darat dan Udara Tanpa Awak Otonom untuk Transportasi Pertanian Presisi 4.0: Tinjauan Pustaka

    Penulis: Afrianto I. ; Khumaidi A. ; Adriyendi

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012019

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun model pengangkutan menggunakan kendaraan darat tanpa awak (UAV) dan kendaraan udara tanpa awak (UAV) sebagai kendaraan angkut di perkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan pustaka tentang studi yang berkaitan dengan kendaraan tanpa awak, potensi dan perannya di masa depan. Salah satu hal yang dapat dimanfaatkan dari kendaraan tanpa awak adalah otomatisasi proses pengangkutan barang dari satu tempat ke tempat lain. Dalam penelitian ini, kendaraan tanpa awak digunakan untuk mengangkut kelapa sawit dari perkebunan dan membawanya ke pabrik pengolahan kelapa sawit. Hasil penelitian ini adalah sebuah model yang menggambarkan penggunaan kendaraan tanpa awak untuk otomatisasi pengangkutan kelapa sawit di perkebunan. Dengan memanfaatkan kendaraan tanpa awak ini, diharapkan proses produk kelapa sawit akan lebih cepat, lebih akurat dan tepat dalam proses pengangkutannya dari perkebunan ke pabrik pengolahan. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091391860

  • Pengelolaan Lahan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

    Pengelolaan Lahan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

    Penulis: Lia Warlina ; Syach Berriant Restu Pradana

    DOI: 10.36909/jer.ASSEEE.16089

    Abstrak:Tingkat konversi lahan yang tinggi ke sektor lain telah mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan (SAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi distribusi penggunaan lahan pertanian berkelanjutan dan menentukan perubahan penggunaan lahan pertanian dari tahun 2016 hingga 2019 serta menentukan pemahaman petani tentang pengendalian lahan pertanian berkelanjutan di wilayah strategis Kabupaten Garut. Kami menggabungkan peta penggunaan lahan Kabupaten Garut tahun 2016 dan 2019 dan melakukan survei menggunakan kuesioner daring dengan Google Form. Lokasi penelitian berada di lima kecamatan di Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada konversi lahan di wilayah lahan pertanian berkelanjutan yang ada di Kabupaten Garut. Total luas sawah adalah 6.081 hektar, dengan sekitar 24% merupakan lahan pertanian berkelanjutan. Dari tahun 2016 hingga 2019, luas sawah berkurang sebesar 12 hektar. Kesadaran petani tentang SAL cenderung lebih tinggi pada tingkat kesadaran akan lahan pertanian berkelanjutan, sebanyak 39% petani menyadari keberadaan lahan pertanian berkelanjutan. Insentif yang diberikan kepada petani yang mengendalikan lahan pertanian berkelanjutan adalah pengurangan pajak, penyediaan infrastruktur pertanian, subsidi fasilitas produksi pertanian, dan fasilitas sertifikasi lahan. Mayoritas responden menyadari insentif ini. Kesimpulannya, tidak ada lahan pertanian berkelanjutan yang dikonversi, meskipun terjadi perubahan pada lahan pertanian yang tidak berkelanjutan. Dampak dari penelitian ini adalah rekomendasi kepada pemerintah dalam pengelolaan lahan pertanian berkelanjutan. © 2021 Universitas Kuwait. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85123715759

  • Pemantauan Elektronik Kerentanan Malnutrisi pada Anak Menggunakan Metode Topsis

    Pemantauan Elektronik Kerentanan Malnutrisi pada Anak Menggunakan Metode Topsis

    Penulis:Sri Nurhayati ; Riani Lubis

    Abstrak:

    Masalah kesehatan yang perlu ditangani oleh otoritas nasional dan internasional adalah masalah status gizi anak. Di Indonesia, masalah ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat luas. Studi ini bertujuan untuk merancang model pemantauan kerentanan gizi buruk yang dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan dalam mengatasi gizi buruk dengan mengurangi penyebabnya. Dampak yang terjadi akibat gizi buruk pada anak mengakibatkan pertumbuhan yang terhambat. Oleh karena itu, diperlukan informasi untuk mengetahui apa saja penyebab gizi buruk sehingga lebih mudah untuk menyelesaikan masalah ini dengan menekan faktor-faktor penyebab gizi buruk. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk menentukan penyebab kerentanan gizi buruk adalah metode Topsis dengan menganalisis faktor-faktor penyebab gizi buruk yang meliputi asupan gizi, penyakit menular, pola pengasuhan anak, ketersediaan pangan rumah tangga, sanitasi, dan kemiskinan. Hasil penelitian ini berupa model pemantauan untuk menentukan gizi buruk pada anak sehingga dapat membantu para pemangku kepentingan dalam mengatasi gizi buruk dengan menekan faktor-faktor penyebab gizi buruk. © 2021 Fakultas Teknik.

    Kata Kunci: Status gizi anak; Fuzzy topsis; Faktor-faktor malnutrisi

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85102207841

  • Studi Kelayakan Pemanfaatan Limbah Rumput Vetiver sebagai Nilai Tambah dalam Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan

    Studi Kelayakan Pemanfaatan Limbah Rumput Vetiver sebagai Nilai Tambah dalam Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto ; Herry Saputra ; Agus Supandi Soegoto ; Senny Luckyardi

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelayakan limbah vetiver dan nilai tambah dalam mendukung pengelolaan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tingkat pH, kelembaban, intensitas cahaya, dan suhu pupuk organik dari limbah vetiver. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan pengaruh pupuk terhadap kualitas tanah di sekitar vetiver dan tanaman lain. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara untuk pengumpulan data primer dan didukung oleh tinjauan pustaka sebagai metode pengumpulan data sekunder. Penelitian ini berfokus pada kualitas pupuk dari limbah vetiver, dengan membandingkan kualitas tanah sebelum dan setelah aplikasi pupuk. Kondisi udara juga diukur untuk menganalisis dampak hubungan antara udara dan produktivitas tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum dan setelah aplikasi pupuk pada tanah, nilai pH rata-rata tanah adalah 5,0 yang dikategorikan sebagai Asam Sedang tetap sama yang dikategorikan sebagai tingkat yang wajar menurut Indeks Kualitas Tanah dan Standar Nasional Indonesia. Selain itu, pupuk dari limbah vetiver yang memiliki pH 5,5 dan 6 memenuhi Standar Nasional Indonesia dan cocok untuk digunakan pada tanaman. Manfaat lain dari limbah vetiver adalah bahan ini tidak mencemari lingkungan yang ditunjukkan oleh kualitas udara yang relatif baik (PM 10 dengan 37 dan 32; PM 2.5 dengan 27 dan 25; PM 1.0 dengan 15 dan 13). Kesimpulannya, pupuk vetiver layak digunakan dalam budidaya tanaman dan mengurangi volume limbah pertanian serta memiliki nilai ekonomi (IDR 5.580.000/bulan). © 2021 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Pertanian; Pupuk; Limbah rumput vetiver

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85104147628

  • Analisis Bibliometrik Penelitian Climate-Smart Agriculture Menggunakan VOSviewer

    Analisis Bibliometrik Penelitian Climate-Smart Agriculture Menggunakan VOSviewer

    Penulis: Senny Luckyardi; Eddy Soeryanto Soegoto; Rizky Jumansyah ; Natasha Puspa Dewi ; Raiswati Untsa Mega

    DOI: 10.48317/IMIST.PRSM/morjchem-v10i3.33077

    Abstrak:
    Climate-Smart Agriculture (CSA) merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk memodifikasi dan mengarahkan kembali sistem pertanian yang telah ada guna mendukung ketahanan pangan dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik terhadap kajian CSA dengan mengombinasikan analisis pemetaan menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan bibliometrik dan deskriptif kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari hasil penelusuran berdasarkan kata kunci “climate smart agriculture” pada Google Scholar. Dari hasil penelusuran tersebut, ditemukan sebanyak 999 artikel yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2017–2021. Namun demikian, hanya 132 artikel yang dinilai relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait climate-smart agriculture mengalami peningkatan pada periode 2017–2019, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2020, dan kembali meningkat secara signifikan pada tahun 2021. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pelaksanaan analisis bibliometrik, khususnya dalam bidang climate-smart agriculture. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya dalam melakukan kajian serta menentukan tema penelitian. © 2022. Moroccan Journal of Chemistry. All Rights Reserved.

    Author Keywords:
    Bibliometrik; Climate-smart agriculture; Analisis data; VOSviewer

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85132790789?