Tag: Scopus

  • Mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 Ikuti Bimtek Ke Dua: Perkuat Implementasi Sistem Digital Di Masyarakat

    Mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 Ikuti Bimtek Ke Dua: Perkuat Implementasi Sistem Digital Di Masyarakat

     

    BANDUNG, UNIKOM — Memasuki tahap pelaksanaan program di berbagai wilayah pengabdian di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) 2026 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Ke dua yang digelar pada Rabu, 9 September 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan berbagai sistem digital yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat dan petugas di lapangan.

    Kegiatan Bimtek diikuti oleh mahasiswa peserta KKN Berdampak UNIKOM 2026 yang saat ini telah ditempatkan di wilayah pengabdian masing-masing dan mulai menjalankan program kerja bersama masyarakat. Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM 2026, Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., dengan menghadirkan pembekalan mengenai implementasi sistem informasi yang mendukung pelaksanaan program pengabdian.

    Menurut Dr. Agus, Bimtek kedua merupakan kelanjutan dari pembekalan sebelumnya. Jika Bimtek pertama berfokus pada pengoperasian sistem untuk mendukung aktivitas mahasiswa selama KKN, maka Bimtek kedua diarahkan pada kemampuan mahasiswa dalam memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem yang akan digunakan oleh masyarakat. “Pada hari ini kita mengadakan Bimtek ke dua bagi adik-adik mahasiswa terkait bagaimana implementasi aplikasi yang sudah kita siapkan bagi masyarakat sekaligus bagi petugas di lapangan”, tutur Dr. Agus.

    Sebelumnya, mahasiswa telah memperoleh pembekalan mengenai penggunaan sistem yang mendukung seluruh tahapan pelaksanaan KKN, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, hingga evaluasi. Sistem tersebut juga memungkinkan berbagai aktivitas mahasiswa terdokumentasi secara digital dan terintegrasi.

    Melalui pemanfaatan teknologi, keberadaan mahasiswa di lokasi pengabdian dapat dipantau secara lebih terukur, termasuk pendataan peserta, penempatan berbasis geofencing, hingga pencatatan aktivitas harian, perizinan, dan berbagai kondisi lapangan lainnya.

    Hal senada disampaikan oleh Ketua Divisi Bimbingan Konseling, Karir Lulusan, dan Alumni (BKKLA) Dr. Nungki Heriyati, S.S., M.A., selaku anggota Task Force KKN Berdampak UNIKOM sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurutnya, seluruh kelompok mahasiswa telah menyusun program kerja bersama DPL dan mulai menjalankan berbagai kegiatan di wilayah masing-masing. “Mahasiswa sudah ditempatkan di posisinya masing-masing dan sudah mulai masuk ke program kerja yang sudah dibuat. Masing-masing kelompok sudah menyampaikan program kerjanya kepada DPL, sudah disetujui, dan mulai dimasukkan juga ke dalam sistem”, ungkap Dr. Nungki.

    Dr. Nungki menambahkan bahwa sistem digital yang digunakan dalam KKN Berdampak UNIKOM 2026 memungkinkan proses pemantauan program dilakukan secara lebih terstruktur. Data aktivitas mahasiswa yang tercatat di dalam sistem dapat membantu tim pelaksana dan DPL dalam melihat perkembangan pelaksanaan program secara berkala.

    Hingga memasuki pekan ke tujuh dan ke delapan pelaksanaan, sebanyak 32 kelompok mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai wilayah dan mulai beradaptasi dengan lingkungan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta menjalankan program kerja universitas, program kerja usulan, maupun program insidental sesuai kondisi di lapangan.

    Melalui pelaksanaan Bimtek secara bertahap, UNIKOM terus mendorong lahirnya model KKN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan sistem digital diharapkan tidak hanya mendukung efektivitas pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat pengukuran dampak pengabdian kepada masyarakat secara lebih terukur dan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Padatan Terlarut (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Sayuran Standar untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Padatan Terlarut (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Sayuran Standar untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Penulis: Senny Luckyardi; Agis Abhi Rafdhi; Annisa Wulan Sari; Hewa Majeed Zangana; Eddy Soeryato Soegoto

    DOI: 10.17509/ajse.v6i1.89992

    Abstrak

    Studi ini mengeksplorasi cara meningkatkan produktivitas sayuran daun hidroponik dengan menyeimbangkan Total Padatan Terlarut (TDS) dan pH larutan nutrisi. Menggunakan pakcoy dalam sistem rakit apung, penelitian ini menerapkan desain eksperimental terkontrol untuk mengamati bagaimana parameter-parameter ini berinteraksi dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan hasil panen. Pemantauan harian dan penyesuaian tingkat nutrisi dan pH yang cermat ditekankan untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Kondisi TDS dan pH yang seimbang meningkatkan pembentukan daun dan akumulasi biomassa, sementara ketidakseimbangan menyebabkan stres nutrisi dan penghambatan pertumbuhan. Studi ini menawarkan panduan praktis bagi petani untuk menyinkronkan TDS dan pH secara real-time guna meningkatkan pengelolaan nutrisi. Temuan ini berkontribusi pada hidroponik presisi yang selaras dengan pertanian berkelanjutan, khususnya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui produksi pangan yang efisien dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong penggunaan input pertanian secara optimal. © 2026 Universitas Pendidikan Indonesia.

    Kata kunci penulis

    Hidroponik; Sayuran berdaun; pH; Tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs); Total padatan terlarut (TDS)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105018607274

  • UNIKOM dan King Sejong Institute Bandung 1 Kembali Hadirkan SKA ke-13 bagi Pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat.

    UNIKOM dan King Sejong Institute Bandung 1 Kembali Hadirkan SKA ke-13 bagi Pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat.

    Bandung, September 2026 — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali dipercaya sebagai lokasi pelaksanaan Sejong Korean Language Assessment (SKA) ke-13 melalui kerja sama dengan King Sejong Institute Bandung 1 (KSI Bandung 1). Kegiatan ini menjadi kali ketiga pelaksanaan SKA di lingkungan UNIKOM dan merupakan bagian dari upaya menyediakan akses pengukuran kemampuan Bahasa Korea bagi para pembelajar di wilayah Jawa Barat.

    Sejong Korean Language Assessment (SKA) merupakan ujian kemampuan Bahasa Korea yang diselenggarakan oleh Sejong Institute Foundation di bawah Ministry of Culture, Sports and Tourism Republic of Korea. SKA dirancang untuk mengukur kemampuan komunikasi Bahasa Korea secara komprehensif melalui empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, membaca, menulis, dan berbicara.

    Pelaksanaan SKA ke-13 di UNIKOM berlangsung selama dua hari. Pada Sabtu, 5 September 2026, peserta mengikuti ujian menyimak, membaca, dan menulis. Sementara itu, ujian berbicara dilaksanakan secara daring melalui Zoom Real Time dengan pihak Yayasan King Sejong Institute di Korea pada Minggu, 6 September 2026. Sebanyak 30 peserta mengikuti rangkaian ujian pada pelaksanaan tahun ini.

    Selain menjadi instrumen pengukuran kemampuan Bahasa Korea, sertifikat hasil SKA juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen pendukung untuk keperluan akademik maupun profesional tertentu. Sertifikat tersebut dapat digunakan dalam proses pendaftaran pada beberapa universitas di Korea Selatan serta menjadi salah satu dokumen yang dapat dipertimbangkan oleh sejumlah perusahaan Korea, sesuai dengan persyaratan masing-masing institusi.

    Pelaksanaan SKA di UNIKOM didukung oleh lingkungan kampus yang kondusif serta fasilitas yang memadai untuk menunjang kelancaran ujian. Dukungan tersebut turut menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta selama mengikuti seluruh rangkaian pelaksanaan SKA.

    Penyelenggaraan SKA menjadi bagian dari komitmen UNIKOM dalam memperluas kerja sama internasional di bidang bahasa dan budaya. Kolaborasi dengan KSI Bandung 1 diharapkan dapat terus memberikan kesempatan bagi pembelajar Bahasa Korea di Jawa Barat untuk mengembangkan dan mengukur kemampuan mereka, sekaligus mendukung persiapan untuk melanjutkan studi maupun membangun peluang karier di Korea Selatan.

  • Gemilang Di Dunia Literasi, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNIKOM Raih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2026

    Gemilang Di Dunia Literasi, Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UNIKOM Raih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat 2026

    BANDUNG, UNIKOM — Kiprah mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dalam menorehkan prestasi kembali mendapat sorotan. Kali ini, Ghaitsa Amalia, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM sekaligus Duta Baca UNIKOM periode 2025-2026 berhasil mengukir prestasi di bidang literasi dengan meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Capaian tersebut sekaligus mengantarkan Ghaitsa untuk mewakili Kabupaten Bandung Barat dalam ajang Pemilihan Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat.

    Prestasi tersebut semakin memperkuat deretan capaian mahasiswa UNIKOM yang terus menunjukkan kemampuan dan potensi di berbagai bidang. Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, mahasiswa UNIKOM juga aktif mengembangkan diri melalui kegiatan sosial, kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, hingga literasi. Khusus dalam ajang Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, capaian Ghaitsa Amalia menjadi prestasi kedua yang berhasil diraih mahasiswa sekaligus Duta Baca UNIKOM secara berturut-turut. Sebelumnya, pada tahun 2025, Jihan Salsabila, mahasiswa UNIKOM sekaligus Duta Baca UNIKOM Periode 2024–2025, juga berhasil meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat.

    Ghaitsa sendiri sebelumnya telah dipercaya sebagai Duta Baca UNIKOM Periode 2025–2026. Pengalaman tersebut menjadi modal penting baginya untuk berkontribusi lebih luas dalam gerakan literasi sekaligus membawa nama UNIKOM ke tingkat daerah. Keberhasilannya meraih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bandung Barat menjadi capaian yang membanggakan, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa UNIKOM mampu bersaing dan berprestasi di luar lingkungan kampus.

    Dalam kesempatan wawancara, Direktur Perpustakaan UNIKOM, Ubudiyah Setiawati, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan doa dan harapannya atas kehadiran Duta Baca UNIKOM. Menurutnya, kehadiran Duta Baca UNIKOM telah menunjukkan progres nyata dalam mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN) serta memperluas kontribusi gerakan literasi melalui keterlibatan para duta baca di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung. Pada tahun 2026, estafet program tersebut akan dilanjutkan oleh Ghaitsa Amalia bersama Duta Baca UNIKOM lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat Gerakan Literasi Nasional. Melalui program tersebut, UNIKOM terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan dampak nyata dalam melahirkan generasi yang memiliki budaya literasi yang kuat.

    Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat sendiri diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bandung Barat bersama Paguyuban Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 20 Juni hingga 12 Agustus dan merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mendorong peningkatan minat baca serta budaya literasi masyarakat.

    Dalam kesempatan wawancara, Ghaitsa menjelaskan bahwa Pemilihan Duta Baca berkaitan dengan literasi, minat baca, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membangun budaya membaca di Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, Duta Baca memiliki peran penting sebagai representasi sekaligus penggerak yang dapat mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk semakin dekat dengan buku, informasi, dan berbagai kegiatan literasi. “Tujuan utamanya adalah memilih generasi muda yang dapat menjadi Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, sekaligus menjadi penggerak dan contoh dalam meningkatkan minat baca serta budaya literasi masyarakat”, tutur Ghaitsa.

    Rangkaian Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat berlangsung melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran peserta, seleksi administrasi, tes tulis, aksi literasi, penyaringan peserta hingga Top 10, pembekalan, hingga grand final.

    Pada tahap akhir, peserta dinilai berdasarkan berbagai aspek, termasuk wawasan, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta gagasan dan program yang berkaitan dengan literasi. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, dua peserta terbaik kemudian ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Bandung Barat untuk mengikuti Pemilihan Duta Baca tingkat Provinsi Jawa Barat. “Saya memperoleh peringkat Juara 2, sehingga saya mendapatkan kesempatan untuk mewakili Kabupaten Bandung Barat dalam ajang Duta Baca tingkat Jawa Barat”, kata Ghaitsa.

    Sebagai mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi sekaligus Duta Baca UNIKOM, Ghaitsa memandang literasi sebagai isu yang semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kemampuan literasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca, tetapi juga kemampuan memilih, memahami, dan menggunakan informasi secara bijak. “Duta Baca dapat menjadi representasi sekaligus penggerak yang mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan buku, informasi, dan berbagai kegiatan literasi”, ungkapnya.

    Kesiapan dan kecakapan Ghaitsa dalam mengikuti ajang tersebut juga tidak terlepas dari proses pembinaan yang telah dijalaninya selama aktif berorganisasi di lingkungan UNIKOM. Pengalaman Ghaitsa sebagai anggota Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) di bawah Divisi Keprotokolan Direktorat Humas dan Protokoler UNIKOM, menjadi salah satu ruang pembelajaran yang membentuk kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kecakapannya dalam berinteraksi dan membawa diri di berbagai situasi. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Ghaitsa dalam menjalani setiap tahapan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat, mulai dari proses seleksi hingga mampu menyampaikan gagasan dan program literasi di hadapan dewan juri.

    Raihan prestasi tersebut tidak terlepas dari proses, kerja keras, serta dukungan dari berbagai pihak yang senantiasa memberikan motivasi dan pendampingan kepada Ghaitsa. Dukungan tersebut datang dari orang tua, keluarga, para pembina dan mentor, civitas akademika UNIKOM, serta berbagai pihak yang turut memberikan arahan dan semangat selama mengikuti rangkaian proses Pemilihan Duta Baca Kabupaten Bandung Barat. Bagi Ghaitsa, capaian tersebut bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga merupakan hasil dari kolaborasi dan dukungan orang-orang di sekitarnya yang terus mendorongnya untuk berkembang, berani berkompetisi, dan memberikan kontribusi positif di bidang literasi.

    Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan, mengembangkan potensi, dan berprestasi di berbagai bidang. Dengan demikian, UNIKOM terus mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkarya, berkompetisi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Prestasi Ghaitsa Amalia menjadi salah satu representasi semangat tersebut bahwa mahasiswa UNIKOM terus bergerak, berprestasi, dan membawa nama baik almamater. (Direktorat Hms & Pro)

  • Pengaruh Dompet Digital

    Pengaruh Dompet Digital

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Sumantri M. B. R

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012122

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dompet digital terhadap perilaku pembelian konsumen di Indonesia. Pembahasan utama akan mengenai Gopay yang diciptakan oleh Gojek, salah satu perusahaan startup terkemuka di Indonesia, yang terkenal dengan layanan transportasi daringnya. Penelitian ini mencakup beberapa faktor, seperti kemudahan penggunaan, keamanan, kredibilitas, dan penawaran untuk dibahas lebih spesifik. Pengumpulan studi literatur sebelumnya dan data perusahaan dipilih dan dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor-faktor apa yang menjadikan dompet digital sebagai dompet digital pilihan konsumen, dan apakah Gopay memiliki dampak signifikan terhadap perilaku konsumen yang mencakup semua faktor yang disebutkan di atas. © Diterbitkan di bawah lisensi IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091357442 

    Abstract

  • Pengembangan Algoritma Perencanaan Jalur yang Menggabungkan Algoritma Rapidly-Exploring Random Tree dan Algoritma  Particle Swarm Optimization

    Pengembangan Algoritma Perencanaan Jalur yang Menggabungkan Algoritma Rapidly-Exploring Random Tree dan Algoritma  Particle Swarm Optimization

    Penulis: Adam Malik, Muhammad Aria Rajasa Pohan

    Abstrak

    Penelitian ini mengusulkan algoritma perencanaan jalur yang menggabungkan algoritma Rapidly-exploring Random Tree (RRT) dan Particle Swarm Optimization (PSO). Penelitian ini bertujuan untuk mencapai nilai mendekati optimal dengan konvergensi cepat menggunakan algoritma yang diusulkan. Algoritma RRT dapat menghasilkan jalur yang lebih cepat, tetapi tidak optimal. Algoritma RRT dihybridkan dengan algoritma PSO untuk meningkatkan kinerjanya dan menghasilkan jalur yang mendekati optimal. Setiap iterasi dari proses kombinasi melibatkan pemutaran roda roulette. Hasil pemutaran roda roulette menentukan apakah proses pengambilan sampel selanjutnya dilakukan secara acak, di sekitar jalur terbaik lokal, atau di sekitar jalur terbaik global. Akibatnya, seiring meningkatnya kualitas suatu jalur, probabilitas pengambilan sampel di sepanjang jalur tersebut juga meningkat. Algoritma PSO-RRT adalah nama yang diberikan untuk algoritma yang diusulkan. Algoritma PSO-RRT diuji dan dibandingkan dengan algoritma RRT* dan RRT* terinformasi. Pengujian didasarkan pada simulasi dan menggunakan berbagai tolok ukur seperti lingkungan yang berantakan, banyak jalur sempit, lapangan persegi, dan jalur yang sulit. Hasil pengujian ini, yang dibahas di bagian hasil dan diskusi, menunjukkan bahwa algoritma yang diusulkan mengungguli RRT* dan RRT* terinformasi. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Konvergensi cepat; Optimasi swarm partikel; Perencanaan jalur; Pohon acak yang menjelajahi dengan cepat

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85145409136  

  • Fakultas Pascasarjana UNIKOM Gandeng 15 Mitra Strategis, Perkuat Arah Pendidikan di Era Artificial Intelligence melalui Lokakarya VMTS

    Fakultas Pascasarjana UNIKOM Gandeng 15 Mitra Strategis, Perkuat Arah Pendidikan di Era Artificial Intelligence melalui Lokakarya VMTS

    BANDUNG, UNIKOM — Guna memperkuat arah pengembangan pendidikan tinggi di era Artificial Intelligence (AI), Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS), pada Jumat 14 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kelas Hybrid Lantai 12 Smart Building UNIKOM. Mengangkat tema “Tantangan Akselerasi VMTS pada Era Artificial Intelligence”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penyelarasan VMTS Universitas, Fakultas Pascasarjana, hingga Program Studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Forum tersebut juga sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan sivitas akademika dengan para pemangku kepentingan eksternal dalam memperoleh masukan bagi pengembangan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

    Kegiatan Lokakarya tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan UNIKOM, antara lain Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Umi Narimawati, S.E., M.Si., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi, Assoc. Prof. Dr. H. Herman S. Soegoto, M.B.A., serta Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D. Turut hadir pula Dekan Fakultas Pascasarjana, para Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Pascasarjana UNIKOM, serta para mitra dari dunia industri, dunia usaha, perguruan tinggi, asosiasi, alumni, dan berbagai institusi terkait.

    Ketua Pelaksana Lokakarya sekaligus Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi, Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., M.M., dalam laporannya menyampaikan “Lokakarya yang dilaksanakan adalah satu finalisasi kerja Dekan dan para Kaprodi Doktor dan Magister di lingkungan  Pascasarjana, yang dilaksanakan dalam rangkaian yang cukup panjang melalui beberapa kali diskusi bersama melalui rapat fakultas. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses penyelarasan VMTS tidak dapat dilepaskan dari arah pengembangan UNIKOM yang semakin memperhatikan perkembangan teknologi AI.

    Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa lokakarya menjadi momentum penting untuk memastikan kesinambungan antara VMTS Universitas, Fakultas Pascasarjana, dan Program Studi. “Karena UNIKOM mengadakan perubahan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS), maka kami dari Fakultas Pascasarjana turut menyusun Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Fakultas yang selanjutnya akan menjadi dasar bagi Program Studi dalam menyusun VMTS-nya, sehingga akan terbentuk keselarasan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Universitas, Fakultas dan Program Studi di Lingkungan Pascasarjana UNIKOM”, ungkapnya.  Menurutnya, proses penyelarasan dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama berupa pemaparan VMTS Universitas dan Fakultas Pascasarjana, sedangkan tahap berikutnya dilanjutkan melalui parallel session pada masing-masing program studi.

    Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Rahma menyampaikan bahwa ada enam Program Studi di lingkungan Pascasarjana yang terlibat dalam proses tersebut, yaitu Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Doktor Sistem Informasi, Magister Manajemen, Magister Desain, Magister Sistem Informasi, dan Magister Ilmu Komunikasi. Selain itu, ia menjelaskan “kami sengaja menghadirkan stakeholder supaya VMTS yang sudah disusun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Keterlibatan internal UNIKOM dalam Lokakarya tersebut mencakup jajaran pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Pascasarjana, serta mahasiswa. Sementara itu, stakeholder eksternal yang turut berpartisipasi berasal dari dunia industri dan dunia usaha, perguruan tinggi mitra, alumni, serta asosiasi”, jelasnya. Ia juga berharap kolaborasi dengan para mitra dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan, antara lain guest lecture, dosen tamu, kolaborasi riset, dukungan penelitian, serta pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

    Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., dalam kapasitasnya mewakili Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutan pembukanya menekankan pentingnya adaptasi seluruh Fakultas dan Program Studi terhadap perubahan visi universitas yang memasukkan unsur kompetensi AI dan digital. Prof. Umi menjelaskan, perubahan visi di tingkat universitas secara otomatis perlu diterjemahkan ke dalam arah pengembangan fakultas dan program studi. “Semua Fakultas dan semua Program Studi harus menuju pada visi, misi, tujuan, dan sasaran tingkat universitas yang memasukkan unsur AI dan digital”, ungkap Prof. Umi.

    Menurut Prof. Umi, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam lokakarya menjadi penting karena masukan yang diberikan akan menjadi bagian dari proses pengembangan pendidikan dan kurikulum. Ia juga menyatakan bahwa UNIKOM sebelumnya telah mulai memasukkan unsur kompetensi AI dan digital dalam pengembangan kurikulum. Selanjutnya, VMTS Fakultas Pascasarjana akan diadopsi dan diterjemahkan oleh Program Studi di lingkungan Pascasarjana. “Pada akhirnya ke mana? Ke kurikulum. Semua harus mengacu pada Visi, Misi, dan Tujuan sehingga profil lulusan yang ditetapkan oleh program studi di Pascasarjana dapat tercapai,” tegasnya. Dengan demikian, penyelarasan VMTS tidak berhenti pada penyusunan dokumen strategis, tetapi diarahkan hingga implementasi dalam kurikulum dan pencapaian profil lulusan.

    Salah satu agenda penting dalam Lokakarya adalah penandatanganan kerja sama antara Fakultas dan Program Studi di lingkungan Pascasarjana UNIKOM dengan para mitra. Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Pascasarjana dan mitra, serta Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Studi dengan mitra. Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah Program Studi pada jenjang Doktor dan Magister, diantaranya Program Studi Doktor Sistem Informasi, Doktor Ilmu Manajemen, Magister Manajemen, Magister Desain, serta Magister Ilmu Komunikasi.

    Wakil Ketua Pelaksana dan Penanggung Jawab acara lokakarya sekaligus Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Desayu Eka Surya., M.Si.,CICS., mengatakan terdapat 15 mitra yang melakukan penandatangan MoU dengan Fakultas Pascasarjana dan MoA dengan Program Studi di Lingkungan Pascasarjana, antara lain PT 4nesia Digital Solution, PT Metro Smart Technology, Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (KAMSELINDO), Rumah Sakit YARSI, PT Dekatama Centra, Institut Agama Islam As-Syifa, Perumda Air Minum Tirta Patriot, PT Tajir Berkah Sinergi, PT Sanggar Indah Group, Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia, PT Primega Saniyya Lestari, Java Robotika Teknologi, CV Jamise Kreativa Indonesia, PT Mutiara Packaging, TVRI Bandung, Janavalla Hotel Bandung, PT Mozza Travel, serta Journal of Social Media and Message Universitas Islam Riau. Selain itu, pelaksanaan kerja sama juga melibatkan mitra yang hadir secara daring. Salah satunya adalah PT Tajir Berkah Sinergi yang melaksanakan penandatanganan MoU dan MoA secara online.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan VMTS Fakultas Pascasarjana UNIKOM serta perspektif eksternal. Pemaparan VMTS disampaikan oleh Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., bersama pembicara eksternal. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam lokakarya karena perkembangan Artificial Intelligence membawa perubahan yang semakin luas terhadap dunia pendidikan, penelitian, kebutuhan kompetensi, serta hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri dan masyarakat.

    Sebagai penutup rangkaian sesi pertama Lokakarya, seluruh peserta bersama jajaran pimpinan UNIKOM melaksanakan sesi foto bersama di Lantai 15 Smart Building UNIKOM, yang turut dihadiri oleh Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. H. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T.

    Sesi kedua dilaksanakan setelah waktu ishoma, yaitu parallel session yang diikuti oleh enam Program Studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Keenam program studi tersebut meliputi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Doktor Sistem Informasi, Magister Manajemen, Magister Desain, Magister Sistem Informasi, dan Magister Ilmu Komunikasi.

    Melalui rangkaian kegiatan lokakarya tersebut, Fakultas Pascasarjana UNIKOM menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, dan sasaran dengan tantangan transformasi teknologi. Penguatan kolaborasi dengan mitra serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan di era Artificial Intelligence. Proses tersebut diarahkan untuk menghasilkan kurikulum yang adaptif, profil lulusan yang relevan, riset yang lebih kolaboratif, serta pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Program Studi Bisnis Digital UNIKOM: Siapkan Generasi Entrepreneur Digital Masa Depan

    Program Studi Bisnis Digital UNIKOM: Siapkan Generasi Entrepreneur Digital Masa Depan

    BANDUNG, UNIKOM — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri melalui Program Studi (Prodi) Bisnis Digital. Berada di bawah naungan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Prodi Bisnis Digital UNIKOM hadir dengan pendekatan lintas disiplin yang memadukan ilmu manajemen, pemasaran, sistem informasi, informatika, analitik data, serta kewirausahaan digital.

    Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi dan Akreditasi UNIKOM sekaligus Dekan FTIK Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA., menjelaskan bahwa kehadiran Prodi Bisnis Digital didorong oleh kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep bisnis dan manajemen, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital dalam praktiknya. “Target kami adalah mendidik mahasiswa menjadi profesional yang memahami ilmu manajemen, tetapi juga memahami ilmu digital. Kami mengkombinasikan manajemen, pemasaran, perilaku konsumen digital, analitik data, dan sistem informasi menjadi satu kesatuan yang dibutuhkan mahasiswa dalam membangun karir ke depan”, ungkapnya.

    Menurutnya, karakteristik tersebut menjadi salah satu pembeda Bisnis Digital UNIKOM dengan program studi sejenis. Karena berada di lingkungan FTIK, mahasiswa memperoleh penguatan aspek teknologi sekaligus pemahaman bisnis dan pemasaran. Kurikulum juga diarahkan untuk membangun kemampuan kewirausahaan berbasis teknologi digital sehingga mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang usaha.

    Kurikulum Empat Tahun, dari Dasar hingga Proyek Bisnis

    Sementara itu, Ketua Program Studi Bisnis Digital UNIKOM, Bella Hardiyana, S.Kom, M.Kom., Ph.D., menjelaskan bahwa kurikulum S1 Bisnis Digital dirancang untuk ditempuh selama empat tahun atau delapan semester dengan tahapan pembelajaran yang sistematis.

    Pada tahun pertama, mahasiswa mendapatkan fondasi dasar bisnis, manajemen, teknologi, dan bidang terkait. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan untuk mengikuti pembelajaran tanpa harus memiliki kemampuan awal tertentu dalam bidang manajemen, bisnis, maupun pemrograman.

    Memasuki tahun kedua, mahasiswa diarahkan pada penguatan kompetensi inti Bisnis Digital. Selanjutnya, pada tahun ketiga, mahasiswa mendapatkan kesempatan memperluas pengalaman melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk magang maupun pembelajaran lintas program studi dan perguruan tinggi. “Bisnis itu pintunya bisa dari mana saja. Karena itu, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar di program studi maupun universitas lain melalui program MBKM,” jelas Bella.

    Sementara itu, tahun keempat difokuskan pada pengembangan proyek bisnis digital dan penyelesaian skripsi. Dengan desain tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan karya dan pengalaman praktis yang relevan dengan bidang yang akan mereka tekuni setelah lulus.

    AI Menjadi Rekan Belajar dan Penggerak Bisnis

    Sebagai bagian dari UNIKOM yang mengembangkan ekosistem AI Ready, penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu penguatan penting dalam pembelajaran Bisnis Digital. Disisi lain, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman juga menegaskan bahwa AI telah dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum dan penguatan berbagai mata kuliah. AI tidak hanya diposisikan sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas profesional maupun kewirausahaan.

    Sejalan dengan hal tersebut, Bella Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa akan diperkenalkan pada pemanfaatan AI melalui sejumlah bidang pembelajaran, termasuk Machine Learning, Business Intelligence, dan AI for Business. “Di program studi Bisnis Digital, AI itu menjadi teman. Kita tidak bermusuhan dengan AI. AI menjadi rekanan kita. Kita ingin mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai asisten dalam menjalankan bisnis”, jelasnya. Pendekatan tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak sekadar memahami teknologi AI secara konseptual, tetapi mampu menggunakannya untuk menganalisis data, memahami konsumen, meningkatkan efisiensi, mengembangkan strategi pemasaran, hingga mendukung pengambilan keputusan bisnis.

    Diperkuat Praktikum, Magang, dan Sertifikasi

    Untuk memastikan kompetensi mahasiswa tidak berhenti pada teori, Prodi Bisnis Digital UNIKOM menempatkan kegiatan praktikum dan implementasi sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk mengubah pengetahuan yang diperoleh di kelas menjadi produk, proyek, maupun model bisnis yang dapat dikembangkan secara nyata.

    Selain itu, mahasiswa memiliki peluang mengikuti program magang melalui MBKM serta memperoleh penguatan kompetensi melalui berbagai kolaborasi yang telah dikembangkan UNIKOM. Dukungan kerja sama dengan mitra seperti Google, Cisco, dan BNSP juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi yang dapat memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia profesional.

    Kolaborasi dengan dunia industri dan berbagai mitra tersebut terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.

    Menargetkan Lulusan Profesional sekaligus Entrepreneur Digital

    Prodi Bisnis Digital UNIKOM menargetkan lulusan yang memiliki kemampuan lintas bidang dan mampu beradaptasi dengan dinamika industri digital. Lulusan tidak hanya diarahkan untuk bekerja sebagai profesional, tetapi juga memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan bisnis berbasis teknologi. Profil karir yang dapat dikembangkan antara lain digital entrepreneur, business analyst, digital marketer, data/business intelligence specialist, product atau business development, serta berbagai profesi lain yang berkaitan dengan bisnis dan teknologi digital.

    Namun, sasaran utama pendidikan Bisnis Digital UNIKOM adalah membentuk lulusan yang mampu mengimplementasikan pengetahuan bisnis dan teknologi dalam kehidupan nyata. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengerti teori berbisnis, tetapi benar-benar bisa melakukan implementasi. Dari hal kecil pun tidak masalah, misalnya membangun toko online dengan menerapkan AI. Dari bisnis yang kecil, kemudian dikembangkan hingga menjadi lebih besar”, tutur Bella.

    Dengan demikian, capaian lulusan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kemampuan menciptakan, mengelola, dan mengembangkan solusi serta bisnis berbasis teknologi digital.

    From Zero to Hero Menuju Bisnis Digital Berdaya Saing

    Kehadiran Bisnis Digital UNIKOM menjadi bagian dari upaya universitas dalam menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital. Dukungan ekosistem teknologi UNIKOM, pengalaman pada bidang informatika dan sistem informasi, serta kekuatan di bidang manajemen menjadi modal untuk membangun pendidikan Bisnis Digital yang terintegrasi.

    Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman mengajak calon mahasiswa untuk tidak ragu memilih Prodi Bisnis Digital UNIKOM. Menurutnya, kekuatan program studi tersebut terletak pada integrasi berbagai bidang keilmuan yang selama ini telah berkembang di UNIKOM.

    Sementara itu, Bella, Ph.D., menekankan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat bergabung dan berkembang melalui pembelajaran yang bertahap, mulai dari memahami konsep dasar hingga mampu menghasilkan karya dan membangun bisnis. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktikum. Dari yang awalnya belum bisa apa-apa, kita dampingi sampai bisa membuat sesuatu. Harapannya, mahasiswa dapat membangun bisnis dari skala kecil hingga berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional,” demikian pungkasnya.

    Melalui kurikulum berbasis bisnis dan teknologi, penguatan AI, pengalaman praktis, program MBKM, sertifikasi, serta kolaborasi dengan industri, Prodi Bisnis Digital UNIKOM menunjukan komitmennya untuk menghasilkan generasi profesional sekaligus entrepreneur digital yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi masa depan. (Direktorat Hms & Pro)

  • KPM UNIKOM Perkuat Kompetensi Keprotokolan melalui KPM Visit and Sharing 2026 ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat

    KPM UNIKOM Perkuat Kompetensi Keprotokolan melalui KPM Visit and Sharing 2026 ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya meningkatkan kompetensi, wawasan, dan profesionalisme anggota di bidang keprotokolan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Kabinet Sarvajaya Periode 2025–2026 melaksanakan kegiatan KPM Visit and Sharing 2026 ke Kantor Pusat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Selasa, 14 Juli 2026. Mengusung tema “Protokoler PRIME: Presisi, Responsif, Integritas, Mandiri, Etis” dengan tagline “Learn With Precision, Lead With Integrity”, kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi anggota KPM UNIKOM untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik keprotokolan, khususnya dalam lingkungan pemerintahan.

    Melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, simulasi, serta observasi terhadap praktik kerja keprotokolan, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana standar dan etika keprotokolan diterapkan dalam mendukung berbagai agenda resmi pemerintahan. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Divisi Keprotokolan UNIKOM, Agung Nugraha, S.I.Kom., serta H. Ribert Susanto, S.A.P., M.M., M.I.Kom., M.A.P., dari Bagian Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat yang berkesempatan menjadi narasumber sekaligus berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di bidang keprotokolan.

    Kehadiran narasumber dari lingkungan pemerintahan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan praktis mengenai standar kerja, etika, keterampilan komunikasi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi seorang protokoler dalam melaksanakan tugasnya. Riza Marisa Hermawati, S.S., selaku perwakilan Bagian Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KPM Visit and Sharing 2026. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal praktik keprotokolan secara lebih dekat. Ia menekankan bahwa keprotokolan tidak hanya berkaitan dengan tata acara dan etika, tetapi juga membutuhkan kemampuan beradaptasi, komunikasi yang efektif, ketelitian, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

    Lebih lanjut, Riza juga mendorong para peserta untuk terus belajar dan memanfaatkan setiap kesempatan sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota KPM UNIKOM untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter protokoler yang profesional dan berintegritas.

    Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session bersama H. Ribert Susanto, S.A.P., M.M., M.I.Kom., M.A.P., yang telah berkiprah selama 26 tahun di bidang keprotokolan. Sesi tersebut berlangsung secara interaktif. Selain menjelaskan konsep dan prinsip dasar keprotokolan di lingkungan pemerintahan, narasumber turut membagikan pengalaman selama menjalankan berbagai tugas protokoler serta mengajak peserta mengikuti sejumlah simulasi yang menggambarkan situasi nyata di lapangan.

    Peserta mendapatkan pemahaman mengenai penerapan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sesuai dengan ketentuan keprotokolan. Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung penempatan posisi protokoler, tata letak tamu kehormatan, serta penanganan berbagai kondisi yang dapat terjadi dalam pelaksanaan acara resmi. Metode pembelajaran tersebut membuat peserta dapat memahami materi secara lebih konkret sekaligus memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan tugas seorang protokoler.

    Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa seorang petugas protokol, termasuk protokoler di lingkungan perguruan tinggi, perlu memiliki dan menguasai empat aspek utama, yaitu keterampilan utama, etika protokol, sikap kerja protokol mahasiswa, serta perilaku di lapangan. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk seorang protokoler yang mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan adaptif terhadap berbagai kondisi yang muncul selama pelaksanaan kegiatan.

    Narasumber juga menjelaskan bahwa secara umum tugas petugas protokol mencakup pengaturan “makhluk hidup” dan “benda mati”. Dalam konteks pengaturan benda mati, peserta diperkenalkan dengan berbagai ketentuan mengenai lambang negara yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, termasuk penggunaan Lambang Negara Garuda Pancasila, Bendera Negara, foto Presiden, dan foto Wakil Presiden.

    Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata penempatan bendera negara dan bendera organisasi serta penerapan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dalam rangkaian acara resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara dalam pengaturan “makhluk hidup”, narasumber memaparkan klasifikasi tamu berdasarkan tingkat kedudukan dan prioritas keprotokolan, mulai dari pejabat negara, unsur pemerintahan, hingga tokoh masyarakat. Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menentukan tata tempat, tata penghormatan, dan tata penyambutan agar pelaksanaan suatu kegiatan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.

    Selain aspek teoritis, peserta juga dibekali berbagai keterampilan dasar yang perlu dimiliki seorang petugas protokol. Materi mencakup penguasaan susunan acara, pemahaman terhadap alur kegiatan dan denah lokasi, penentuan tata tempat bagi tamu kehormatan, serta kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan. Peserta juga mengikuti simulasi penempatan tamu berdasarkan prioritas jabatan serta latihan menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi terjadi selama pelaksanaan acara.

    Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi dilanjutkan dengan tanya jawab, simulasi, dan kuis interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menguji pemahaman sekaligus menyampaikan berbagai pertanyaan berdasarkan pengalaman dan situasi yang mungkin mereka hadapi sebagai protokoler mahasiswa.

    Sebagai bentuk apresiasi, narasumber turut memberikan hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan serta menunjukkan pemahaman terbaik selama sesi berlangsung. Interaksi tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif, dinamis, dan menyenangkan.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi interaktif menggunakan platform Quizizz. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi keprotokolan yang telah disampaikan selama kegiatan. Kuis berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta berkompetisi untuk memperoleh hasil terbaik sekaligus menguji kembali pemahaman mereka terhadap berbagai materi yang telah diberikan.

    Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian dan keaktifan peserta, KPM UNIKOM memberikan apresiasi khusus kepada peserta yang berhasil meraih nilai terbaik dalam evaluasi tersebut. Seluruh rangkaian KPM Visit and Sharing 2026 kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama anggota KPM UNIKOM dengan jajaran Bagian Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Visit and Sharing 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen KPM UNIKOM dalam membangun sumber daya manusia protokoler mahasiswa yang presisi, responsif, berintegritas, mandiri, dan etis. Melalui kegiatan pembelajaran langsung bersama praktisi, anggota KPM UNIKOM tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teori dan tata aturan keprotokolan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan organisasi maupun agenda resmi di lingkungan perguruan tinggi. Dengan semangat “Learn With Precision, Lead With Integrity”, KPM UNIKOM diharapkan terus berkembang sebagai wadah pembinaan mahasiswa yang mampu melahirkan generasi protokoler yang profesional, adaptif, dan memiliki standar kerja yang tinggi. (Direktorat Hms & Pro)

  • UAS Berbasis Proyek: Mahasiswa Prodi Teknik Komputer FTIK UNIKOM Bangun Mini Start-Up lewat Capstone Project, Ciptakan 9 Inovasi Teknologi

    UAS Berbasis Proyek: Mahasiswa Prodi Teknik Komputer FTIK UNIKOM Bangun Mini Start-Up lewat Capstone Project, Ciptakan 9 Inovasi Teknologi

    BANDUNG, UNIKOM — Inovasi pembelajaran terus dikembangkan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) untuk memastikan mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat dan dunia industri. Salah satu inovasi tersebut diinisiasi oleh Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., dosen Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM, lulusan Program Doktor Ilmu Komputer IPB University sekaligus Lulusan Terbaik Program Doktor dengan IPK 3,97 pada Wisuda Tahap III Tahun Akademik 2025/2026 di IPB University. Berbekal kompetensi akademik dan pengalamannya di bidang teknologi, Dr. Agus menginisiasi penerapan Capstone Project sebagai model evaluasi akhir semester sekaligus alternatif pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) tertulis bagi mahasiswa Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM.

    Puncak pelaksanaan Final UAS Capstone Project dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kelas 4507, Kampus I UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi tahap akhir dari rangkaian pembelajaran berbasis proyek yang telah dijalani mahasiswa selama satu semester genap 2025-2026. Dalam pelaksanaan final tersebut, setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan proyek yang telah dikembangkan di hadapan tim penilai. Presentasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjelaskan permasalahan yang diangkat, kebutuhan pengguna, inovasi yang ditawarkan, arsitektur teknologi, fungsi prototipe, hingga potensi pengembangan solusi ke depannya.

    Setelah seluruh kelompok menyampaikan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan proses penjurian berdasarkan rubrik penilaian Capstone Project yang telah ditetapkan. Penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek permasalahan dan kebutuhan pengguna, validasi pengguna, inovasi, kesesuaian solusi dengan permasalahan, arsitektur teknis, fungsionalitas prototipe, UI/UX, keamanan, model bisnis, potensi pasar, kemampuan presentasi, serta kemampuan tim dalam menjawab pertanyaan dan mengeksekusi proyek.

    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengumuman hasil dan pemenang Capstone Project berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh komponen penilaian. Mekanisme tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk tidak hanya menghasilkan sebuah proyek, tetapi juga mempertanggungjawabkan gagasan dan produk yang dikembangkan secara profesional di hadapan juri.

    Capstone Project diterapkan pada sejumlah mata kuliah yang diampu Dr. Agus Mulyana,  S.Kom., M.T., yakni Teknologi Internet of Things (IoT), Pemrograman Mobile Android, dan Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Model pembelajaran tersebut dirancang untuk mengakumulasi berbagai materi yang telah dipelajari mahasiswa ke dalam sebuah proyek yang berangkat dari persoalan nyata di lingkungan masyarakat maupun industri.

    Menurut Dr. Agus, perubahan dunia teknologi dan industri yang bergerak semakin cepat menuntut perguruan tinggi untuk mengembangkan pola pembelajaran yang lebih adaptif. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori dan praktikum, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman dalam mengidentifikasi persoalan, merancang solusi, bekerja dalam tim, serta memahami orientasi karier dan profesi setelah menyelesaikan pendidikan. “Capstone itu adalah mekanisme akumulasi materi pengajaran dengan pendekatan mini-projek yang berbasis kondisi sosial aktual dari lingkungan atau masyarakat ataupun industri”, jelas Dr. Agus.

    Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak sekadar menyelesaikan tugas untuk memperoleh nilai, tetapi ditantang untuk menemukan dan memahami persoalan yang benar-benar terjadi di sekitar mereka. Persoalan tersebut kemudian dirumuskan menjadi sebuah proyek yang menghasilkan solusi berbasis keilmuan yang telah dipelajari.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan dua pendekatan utama, yaitu design thinking dan computational thinking. Kedua pendekatan tersebut digunakan untuk membantu mahasiswa memahami permasalahan secara sistematis, merumuskan kebutuhan pengguna, serta mengembangkan solusi yang relevan dan dapat diterapkan.

    Menariknya, kelompok mahasiswa dalam Capstone Project tidak dibentuk seperti kelompok tugas pada umumnya. Mereka diarahkan untuk membangun sebuah mini startup, sehingga setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang menyerupai struktur organisasi perusahaan. Mahasiswa dapat memposisikan diri sebagai CEO, CTO, CFO, maupun peran lainnya sesuai dengan kebutuhan tim dan proyek yang dikembangkan.

    Pendekatan tersebut sekaligus membangun tiga fondasi penting dalam proses pembelajaran mahasiswa, yakni mindset, skillset, dan toolset. Mindset diarahkan untuk membangun pola pikir mahasiswa sebagai calon profesional maupun entrepreneur. Skillset dikembangkan melalui kemampuan lintas bidang, termasuk pemahaman terhadap aspek sosial, ekonomi, teknologi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam menyelesaikan persoalan. Sementara toolset menekankan penguasaan berbagai perangkat dan teknologi terkini yang relevan dengan kebutuhan industri.

    Pada pelaksanaan semester ini, terdapat sembilan tim yang mengembangkan solusi teknologi dengan fokus permasalahan yang beragam. Tim AlteraSight mengembangkan solusi IoT monitoring for safety and environment, sementara AQUALYZE berfokus pada smart aquaculture water monitoring. Tim EduAir mengangkat solusi healthy learning-space air monitoring, sedangkan hirup.id mengembangkan connected safety for better living.

    Selanjutnya, LadangKu Smart Farming menghadirkan solusi precision farming for a better future. Tim NADIMAX berfokus pada smart health monitoring performance, sementara Pantau Banjir Group mengembangkan sistem early flood detection and faster response. Adapun VeloCity Bandung mengangkat tema smart mobility for efficient activity, dan VitaCheck mengembangkan solusi digital health check for the future.

    Keragaman tema tersebut menunjukkan bahwa Capstone Project memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi teknologi pada berbagai persoalan aktual, mulai dari pertanian, kesehatan, lingkungan, pendidikan, keselamatan, mitigasi bencana, hingga mobilitas perkotaan. Selain, itu, sistem penilaian Capstone Project disusun secara terukur dengan total bobot 100 persen. Aspek yang dinilai mencakup Problem, SDGs & User Need sebesar 8 persen, User Validation & Evidence sebesar 8 persen, Innovation & Differentiation sebesar 10 persen, serta Solution–Problem Fit sebesar 8 persen. Penilaian juga mencakup Technical Architecture sebesar 10 persen dan Prototype Functionality & Demo dengan bobot 12 persen.

    Selain kemampuan teknis dan inovasi, mahasiswa dinilai dari aspek UI/UX & Accessibility sebesar 7 persen, Security, Reliability & Ethics sebesar 7 persen, Business Model & Sustainability sebesar 8 persen, serta Market Potential & Scalability sebesar 7 persen. Kemampuan menyampaikan gagasan melalui Pitch Delivery & Storytelling memperoleh bobot 7 persen, sedangkan Q&A, Team Capability & Execution memiliki bobot 8 persen. Rangkaian kriteria tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut mampu membuat produk yang berfungsi, tetapi juga harus mampu memahami kebutuhan pengguna, melakukan validasi, menunjukkan kebaruan solusi, mempertimbangkan keamanan dan etika, merancang keberlanjutan bisnis, melihat potensi pasar, serta mempertanggungjawabkan gagasannya di hadapan juri.

    Dari hasil penilaian, LadangKu Smart Farming berhasil menempati peringkat pertama dengan nilai 86,40, disusul VeloCity Bandung pada peringkat kedua dengan nilai 85,00, dan NADIMAX pada peringkat ketiga dengan nilai 84,80. Ketiga tim tersebut menunjukkan performa terbaik berdasarkan keseluruhan kriteria penilaian yang telah ditetapkan dalam Capstone Project.

    Menurut Dr. Agus, hasil penilaian tersebut tidak semata-mata menggambarkan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan sebuah produk, tetapi juga menjadi bagian dari proses untuk mengukur perkembangan kompetensi mahasiswa secara lebih utuh. Pembelajaran diarahkan agar mahasiswa mengalami proses perkembangan dari tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi paham, hingga mampu menjadi terampil. “Studi itu yang diukur deltanya. Dari tidak tahu menjadi tahu, tahu menjadi paham, paham menjadi terampil”, ungkap Dr. Agus.

    Model evaluasi tersebut sekaligus menempatkan kemampuan kolaborasi sebagai bagian penting dari capaian pembelajaran. Mahasiswa dilatih membangun komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, kemampuan manajerial, administrasi, serta interaksi sosial dalam sebuah tim. Kompetensi tersebut dinilai penting karena dunia kerja menuntut kemampuan bekerja secara kolaboratif dan tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Lebih jauh, Capstone Project diharapkan dapat menjadi bagian dari pembentukan portofolio mahasiswa. Setiap proyek yang dikembangkan tidak dipandang sekadar sebagai tugas perkuliahan, tetapi dapat menjadi rekam jejak kompetensi yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi masalah, merancang solusi, membangun produk, bekerja dalam tim, dan mempresentasikan gagasan secara profesional.

    Dr. Agus juga menekankan bahwa tujuan pembelajaran tidak semata-mata mengukur kemampuan mahasiswa dalam menjawab soal secara tertulis. Perkembangan mahasiswa perlu dilihat secara lebih holistik melalui aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Karena itu, Capstone Project hadir sebagai alternatif evaluasi yang memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi dan kompetensinya. Ke depan, Dr. Agus berharap model pembelajaran tersebut dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak praktisi industri, instansi terkait, serta pihak yang berpotensi mendukung pengembangan proyek mahasiswa. Keterlibatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada proses evaluasi, tetapi dapat membuka peluang bagi proyek-proyek terbaik untuk memperoleh pendampingan, inkubasi, bahkan pendanaan sehingga berpotensi berkembang menjadi startup yang sesungguhnya.

    Pelaksanaan Final UAS Capstone Project di Ruang Kelas 4507 Kampus I UNIKOM menjadi penanda bahwa proses pembelajaran dapat dikembangkan menjadi pengalaman yang lebih kontekstual, kompetitif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Melalui presentasi, penjurian, hingga pengumuman pemenang, mahasiswa memperoleh pengalaman yang menyerupai proses profesional dalam mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan sebuah inovasi. Melalui Capstone Project, UAS tidak lagi sekadar menjadi tahap akhir untuk mengukur kemampuan menjawab soal, tetapi menjadi ruang pembuktian kompetensi, kreativitas, kolaborasi, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia nyata. Dari sembilan tim dengan beragam gagasan dan solusi, diharapkan lahir inovasi yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia industri. (Direktorat Hms & Pro)