Tag: riset Scopus UNIKOM

  • Meningkatkan Kinerja Padding Laston AC-WC dengan Pemanfaatan Limbah Terak Nikel

    Meningkatkan Kinerja Padding Laston AC-WC dengan Pemanfaatan Limbah Terak Nikel

    Penulis: Falderika, Nur Fitrah

    Abstrak

    Pemanfaatan limbah sebagai bagian dari material perkerasan jalan merupakan isu penting. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya ketersediaan material alami sebagai bahan baku jalan dan meningkatnya biaya pengadaan serta proses perolehan agregat. Akibatnya, dibutuhkan material alternatif dan salah satunya adalah terak nikel. Terak nikel dikategorikan sebagai limbah Beracun dan Berbahaya (B3), sehingga pengujian diperlukan untuk menentukan kandungan zat berbahaya. Nilai uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) lebih kecil dan memenuhi persyaratan, hasil pengujian karakteristik fisik terak nikel juga memenuhi persyaratan yang digunakan dalam material konstruksi jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan terak nikel terhadap kinerja campuran Laston (AC-WC). Pengujian dilakukan berdasarkan metode empiris dengan uji Marshall yang mengacu pada ketentuan sifat campuran Laston (AC-WC) Spesifikasi Umum untuk Jalan dan Jembatan Jalan Raya, Bina Marga, 2018. Variasi Kandungan Aspal Referensi (KAA) yang digunakan adalah 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, dan 7%. Berdasarkan hasil analisis uji Marshall, diketahui bahwa penggunaan terak nikel memiliki kinerja yang lebih baik dalam hal nilai stabilitas Marshall yang lebih tinggi yaitu 1803 kg dibandingkan dengan 1660 kg pada campuran tanpa terak nikel. Dari hasil pengujian dan analisis yang dilakukan, limbah terak nikel ini dapat digunakan sebagai bahan baru dalam campuran aspal sehingga dampaknya adalah limbah tersebut dapat digunakan kembali. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Laston AC-WC; Marshall; Terak nikel

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85145569238 

  • Perancangan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif untuk Visualisasi Kesesuaian Lahan

    Perancangan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif untuk Visualisasi Kesesuaian Lahan

    Penulis: Hanhan Maulana, Kanai H

    Abstrak

    Studi ini bertujuan untuk memvisualisasikan potensi kesesuaian lahan pertanian menggunakan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif (AR-GIS). Dalam pengambilan keputusan pertanian, aspek geografis merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Namun, terdapat banyak keterbatasan pada platform AR awal dan salah satunya adalah keterbatasan jumlah pengguna. Titik jangkar berbasis cloud mampu mengatasi keterbatasan ini dengan menghubungkan banyak pengguna melalui internet yang memungkinkan mereka untuk melihat, berinteraksi, dan menyinkronkan konteks digital secara bersamaan. Melalui teknologi ini, penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah membuat peta kesesuaian lahan. Tahap kedua adalah pengembangan AR-GIS Kolaboratif dengan mengadopsi pendekatan desain yang berpusat pada pengguna. Studi ini mengintegrasikan GIS dengan kemampuan visualisasi AR untuk memvisualisasikan peta kesesuaian lahan kemudian memungkinkan kerja kolaborasi multi-pengguna berdasarkan Objek AR. Studi ini mengembangkan sistem berbasis AR-GIS menggunakan UNITY 3D. AR GIS yang dibangun didasarkan pada multi-platform untuk mengatasi berbagai platform perangkat seluler yang digunakan oleh petani, yang kemudian diintegrasikan dengan jangkar Cloud untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lain. Jangkar Cloud memungkinkan kerja kolaboratif antara petani dan pemangku kepentingan lainnya. Studi ini mengevaluasi kinerja sistem menggunakan dua perangkat dengan spesifikasi berbeda. Berdasarkan hasil evaluasi, visualisasi peta yang baik dapat diberikan oleh AR-GIS kolaboratif. Teknologi AR kolaboratif juga memberikan visualisasi alternatif serta interaksi alternatif dengan peta yang memiliki banyak pengguna. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap peta kesesuaian lahan. Diharapkan sistem AR-GIS kolaboratif dapat memberikan bantuan yang bermanfaat bagi petani dalam hal pengambilan keputusan. Dengan keputusan dan wawasan yang tepat mengenai peta kesesuaian lahan, risiko gagal panen dapat diminimalkan, dan produktivitas sektor pertanian dapat ditingkatkan. © 2023 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    2708; GIS Pertanian; Jangkar Cloud; Sistem kolaboratif; GIS; Peta kesesuaian lahan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85176566794 

  • Perancangan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif untuk Visualisasi Kesesuaian Lahan

    Penulis: Hanhan Maulana, Kanai H

    Abstrak

    Studi ini bertujuan untuk memvisualisasikan potensi kesesuaian lahan pertanian menggunakan Sistem Informasi Geografis Realitas Tertambah Kolaboratif (AR-GIS). Dalam pengambilan keputusan pertanian, aspek geografis merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Namun, terdapat banyak keterbatasan pada platform AR awal dan salah satunya adalah keterbatasan jumlah pengguna. Titik jangkar berbasis cloud mampu mengatasi keterbatasan ini dengan menghubungkan banyak pengguna melalui internet yang memungkinkan mereka untuk melihat, berinteraksi, dan menyinkronkan konteks digital secara bersamaan. Melalui teknologi ini, penelitian ini dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah membuat peta kesesuaian lahan. Tahap kedua adalah pengembangan AR-GIS Kolaboratif dengan mengadopsi pendekatan desain yang berpusat pada pengguna. Studi ini mengintegrasikan GIS dengan kemampuan visualisasi AR untuk memvisualisasikan peta kesesuaian lahan kemudian memungkinkan kerja kolaborasi multi-pengguna berdasarkan Objek AR. Studi ini mengembangkan sistem berbasis AR-GIS menggunakan UNITY 3D. AR GIS yang dibangun didasarkan pada multi-platform untuk mengatasi berbagai platform perangkat seluler yang digunakan oleh petani, yang kemudian diintegrasikan dengan jangkar Cloud untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat lain. Jangkar Cloud memungkinkan kerja kolaboratif antara petani dan pemangku kepentingan lainnya. Studi ini mengevaluasi kinerja sistem menggunakan dua perangkat dengan spesifikasi berbeda. Berdasarkan hasil evaluasi, visualisasi peta yang baik dapat diberikan oleh AR-GIS kolaboratif. Teknologi AR kolaboratif juga memberikan visualisasi alternatif serta interaksi alternatif dengan peta yang memiliki banyak pengguna. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap peta kesesuaian lahan. Diharapkan sistem AR-GIS kolaboratif dapat memberikan bantuan yang bermanfaat bagi petani dalam hal pengambilan keputusan. Dengan keputusan dan wawasan yang tepat mengenai peta kesesuaian lahan, risiko gagal panen dapat diminimalkan, dan produktivitas sektor pertanian dapat ditingkatkan. © 2023 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    2708; GIS Pertanian; Jangkar Cloud; Sistem kolaboratif; GIS; Peta kesesuaian lahan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85176566794