Tag: penelitian

  • Analisis Semiotik Mantra Budaya Sunda: 

    Analisis Semiotik Mantra Budaya Sunda: 

    Menjelajahi Tingkat Wacana dan Konotasi Budayanya

    Penulis: Tatan Tawami; Lia Maulia Indrayani; Cece Sobarna; Susi Yuliawati
    DOI: 10.36923/jicc.v24i2.515

    Abstrak
    Penelitian ini menyajikan analisis semiotik dengan fokus pada tingkat wacana. Penelitian ini menginvestigasi komponen figuratif, ciri sintaksis/tata bahasa, serta komponen enunsiatif dari tanda-tanda yang tertanam dalam mantra budaya Sunda, khususnya Asihan Leugeut Teuerup. Metode deskriptif kualitatif diterapkan untuk mengungkap makna dan interpretasi yang disajikan dalam mantra tersebut. Studi ini menemukan bahwa: (1) rujukan tanda, yang dikenal sebagai komponen figuratifnya, terbagi ke dalam lima isotopi yang mengandung konotasi budaya spesifik; (2) mantra tersebut juga lebih disukai dicirikan oleh struktur nominatif daripada predikatif; struktur sintaksisnya didominasi oleh modus imperatif dan kecap anteuran (kata verbal inkoatif antisipatif); serta (3) cara mantra dinarasikan adalah melalui protagonis orang pertama dan diegetik, yang berarti pelaku adalah narator itu sendiri. Temuan menunjukkan bahwa tanda-tanda yang disajikan dalam mantra memberikan wawasan sugestif melalui komponen-komponen yang berkaitan erat dengan aktivitas harian dan berulang pengguna. Wawasan sugestif ini dapat diinterpretasikan sebagai cara pengguna memahami makna dari tanda-tanda tersebut. © 2024 oleh penulis.

    Kata Kunci Penulis
    Analisis Semiotik; Komponen Figuratif; Konotasi Budaya; Mantra Budaya Sunda; Tanda

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85195375122?

  • Analisis Semiotik Mantra Budaya Sunda: 

    Analisis Semiotik Mantra Budaya Sunda: 

    Menjelajahi Tingkat Wacana dan Konotasi Budayanya

    Penulis: Tatan Tawami; Lia Maulia Indrayani; Cece Sobarna; Susi Yuliawati
    DOI: 10.36923/jicc.v24i2.515

    Abstrak
    Penelitian ini menyajikan analisis semiotik dengan fokus pada tingkat wacana. Penelitian ini menginvestigasi komponen figuratif, ciri sintaksis/tata bahasa, serta komponen enunsiatif dari tanda-tanda yang tertanam dalam mantra budaya Sunda, khususnya Asihan Leugeut Teuerup. Metode deskriptif kualitatif diterapkan untuk mengungkap makna dan interpretasi yang disajikan dalam mantra tersebut. Studi ini menemukan bahwa: (1) rujukan tanda, yang dikenal sebagai komponen figuratifnya, terbagi ke dalam lima isotopi yang mengandung konotasi budaya spesifik; (2) mantra tersebut juga lebih disukai dicirikan oleh struktur nominatif daripada predikatif; struktur sintaksisnya didominasi oleh modus imperatif dan kecap anteuran (kata verbal inkoatif antisipatif); serta (3) cara mantra dinarasikan adalah melalui protagonis orang pertama dan diegetik, yang berarti pelaku adalah narator itu sendiri. Temuan menunjukkan bahwa tanda-tanda yang disajikan dalam mantra memberikan wawasan sugestif melalui komponen-komponen yang berkaitan erat dengan aktivitas harian dan berulang pengguna. Wawasan sugestif ini dapat diinterpretasikan sebagai cara pengguna memahami makna dari tanda-tanda tersebut. © 2024 oleh penulis.

    Kata Kunci Penulis
    Analisis Semiotik; Komponen Figuratif; Konotasi Budaya; Mantra Budaya Sunda; Tanda

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85195375122

  • Analisis Struktur Bahasa dan Implikasinya dalam Linguistik Modern: 

    Analisis Struktur Bahasa dan Implikasinya dalam Linguistik Modern: 

    Sebuah Kajian tentang Pemahaman dan Penerapan Konsep Linguistik Struktural

    Penulis: Juanda

    DOI: 10.36941/jesr-2024-0019

    Abstrak
    Linguistik struktural merupakan cabang linguistik yang menganalisis bahasa dari sudut pandang struktural. Kajian ini berfokus pada bagaimana bahasa terbentuk dan dikonstruksi, serta bagaimana bahasa dapat dipahami secara struktural. Penelitian ini menganalisis struktur bahasa dan implikasinya dalam linguistik modern, mengkaji pemahaman dan penerapan konsep-konsep linguistik struktural, serta mengidentifikasi bagaimana konsep-konsep tersebut dapat digunakan untuk memahami dan menganalisis bahasa. Saussure mengembangkan teori tentang bahasa sebagai sistem simbolis yang terorganisir. Ia menekankan bahwa bahasa merupakan suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen yang saling berhubungan satu sama lain. Setelah Saussure, beberapa ahli bahasa lainnya juga mengembangkan konsep linguistik struktural. Linguistik Struktural telah berkembang menjadi salah satu cabang linguistik yang paling penting. Kontribusi Linguistik Struktural telah memberikan dampak besar pada berbagai bidang. Dengan menganalisis struktur bahasa, para ahli bahasa dapat memahami bagaimana bahasa berkembang dan bagaimana bahasa berinteraksi secara kultural dan sosial. Hal ini telah membantu para guru, penerjemah, dan ahli bahasa dalam mengembangkan bahasa serta meningkatkan kualitas pengajaran bahasa, penerjemahan, dan analisis. Penerapan Linguistik Struktural telah banyak membantu ahli bahasa dalam memahami bagaimana bahasa berkembang dan berubah. Teori ini telah membantu ahli bahasa untuk memahami bagaimana bahasa dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya, serta bagaimana bahasa digunakan untuk mengungkapkan makna dalam konteks bahasa yang berbeda. © 2024 Juanda.

    Kata Kunci Penulis
    Struktur Bahasa; Linguistik Modern; Pragmatik; Linguistik Struktural

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85182754337

  • Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Mendorong Perubahan Sosial dan Politik di Indonesia

    Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Mendorong Perubahan Sosial dan Politik di Indonesia

    Yudi Rusfiana ; Dewi Kurniasih

    DOI: 10.29333/ejecs/2154

    Abstrak

    Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) berperan sebagai pilar penting kemajuan masyarakat, mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi warga dalam pemerintahan sekaligus mengadvokasi hak asasi manusia, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Studi ini meneliti peran OMS dalam mempromosikan perubahan sosial dan politik di Indonesia. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui analisis dokumen dan wawancara mendalam. Analisis tematik digunakan untuk menganalisis data, mengidentifikasi pola dan tema yang berkaitan dengan strategi OMS, interaksi dengan negara, dampak pada kebijakan, dan tantangan yang dihadapi KPP di Indonesia. OMS di Indonesia menggunakan beragam strategi advokasi, termasuk lobi, kampanye publik, mobilisasi akar rumput, dan pembangunan koalisi, untuk memajukan perubahan sosial dan politik. Mereka berinteraksi dengan pembuat kebijakan dan lembaga pemerintah untuk memengaruhi legislasi dan membentuk kebijakan. Meskipun menghadapi tantangan, KPP sangat penting dalam mempromosikan akuntabilitas pemerintah, transparansi, dan keterlibatan warga. Pengakuan akan peran penting KPP dalam mempromosikan tata kelola demokratis dan keadilan sosial dapat mendorong kolaborasi yang lebih besar antara masyarakat sipil, pemerintah, dan komunitas internasional. Studi ini memberikan kontribusi pada ilmu politik, ilmu sosial, dan studi pembangunan dengan menawarkan kajian komprehensif tentang peran organisasi masyarakat sipil (KSO) di Indonesia. Studi ini mengisi kesenjangan yang signifikan dalam literatur akademis dengan menganalisis secara sistematis strategi, interaksi, dampak, dan tantangan KSO, serta memberikan wawasan berharga untuk penelitian dan pengembangan kebijakan di masa mendatang. Selain itu, studi ini menggarisbawahi pentingnya masyarakat sipil dalam mempromosikan tata kelola demokrasi dan perubahan sosial di negara-negara demokrasi berkembang. © 2024, Florida Gulf Coast University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Organisasi Masyarakat Sipil; pemerintahan demokratis; keadilan sosial; kemajuan masyarakat

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85205838905

  • Penelitian tentang Penggunaan Pilihan Kata dan Prestasi Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

    Penelitian tentang Penggunaan Pilihan Kata dan Prestasi Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

    Penulis: Juanda, Ridwin Purba, Muhammad Wahyu Setiyadi, Daniel Frengki Kamengko, Herman, Kasih Lestari Zega, Rakhmat Wahyudin Sagala, Nanda Saputra

    DOI: 10.5430/jct.v14n2p195

    Abstrak

    Penelitian ini menganalisis korelasi antara pilihan kata guru dan hasil belajar siswa di kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English as a Foreign Language/EFL). Penelitian ini menyoroti pentingnya pilihan kata guru dalam pemerolehan bahasa, dengan mencatat kesenjangan antara pemahaman teoritis dan penerapan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, termasuk observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, dan teknik analisis data, untuk mengeksplorasi dampak pilihan kata guru terhadap pemahaman siswa. Temuan menunjukkan bahwa pilihan kata guru dapat secara signifikan memengaruhi interaksi kelas dan pemahaman siswa. Pilihan kata yang tidak tepat, seperti penggunaan kosakata yang terlalu kompleks atau penjelasan yang tidak jelas, dapat menyebabkan kesalahpahaman dan menghambat pembelajaran siswa. Sebaliknya, penggunaan bahasa yang sederhana, jelas, dan relevan secara kontekstual dapat memfasilitasi pemahaman siswa dan meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini menyimpulkan dengan menekankan pentingnya pelatihan guru dalam penggunaan bahasa yang efektif dan pemilihan kosakata yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran siswa di kelas EFL. Temuan ini menggarisbawahi peran penting kesadaran bahasa guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Guru harus didorong untuk merefleksikan pilihan kata mereka dan menyesuaikan bahasa mereka agar sesuai dengan tingkat kemahiran dan kebutuhan belajar mereka. Menggabungkan pengajaran kosakata eksplisit dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat dengan kata-kata baru dalam konteks yang bermakna dapat meningkatkan pemerolehan bahasa dan kinerja akademik mereka secara keseluruhan. © 2025 Sciedu Press. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    analisis wacana; EFL; guru bahasa Inggris; pilihan kata

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105007974153

  • Meta-Analisis Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pendidikan Biologi Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

    Meta-Analisis Efektivitas Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pendidikan Biologi Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

    Penulis: Mia Nurkanti, Maesaroh Lubis, Cartono, Atok Miftachul Hudha, Ahmad Adnan Mohd Shukri, Yasundari

    DOI: 10.22521/edupij.2025.18.463

    Abstrak

    Pengembangan Higher-Order Thinking Skills (HOTS) merupakan tantangan kritis dalam pendidikan tinggi biologi. Meskipun Project-Based Learning (PjBL) menunjukkan potensi yang menjanjikan, bukti empiris masih terfragmentasi di berbagai studi individual. Meta-analisis ini secara sistematis mensintesis bukti tentang efektivitas PjBL dalam mengembangkan HOTS di kalangan mahasiswa biologi dan mengeksplorasi faktor-faktor moderasi yang memengaruhi hasil. Pencarian literatur komprehensif di lima basis data mengikuti pedoman PRISMA menghasilkan 2.847 catatan. Penyaringan ketat mengidentifikasi 42 studi eksperimental berkualitas tinggi yang mencakup 5.247 mahasiswa biologi sarjana di 18 negara. Prosedur meta-analitik meliputi perhitungan perbedaan rata-rata standar, penilaian heterogenitas, analisis moderator, dan evaluasi bias publikasi. Sintesis meta-analitik mengungkapkan ukuran efek keseluruhan yang besar (d = 0,847, 95% CI: 0,692-1,002, p < 0,001) yang mendukung intervensi PjBL dibandingkan metode pengajaran tradisional. Analisis spesifik domain menunjukkan efek besar yang konsisten di seluruh dimensi kognitif (d = 0,923), psikomotor (d = 0,862), dan afektif (d = 0,756) dari perkembangan HOTS. Heterogenitas sedang (I2 = 68,4%) mencerminkan variasi yang bermakna dalam pendekatan implementasi sambil mempertahankan koherensi yang cukup untuk estimasi gabungan. Analisis sensitivitas mengkonfirmasi kekokohan temuan di berbagai karakteristik studi, tanpa bukti bias publikasi yang signifikan yang terdeteksi melalui analisis plot corong dan pengujian statistik. Meta-analisis ini memberikan bukti yang meyakinkan bahwa PjBL merupakan intervensi pedagogis yang sangat efektif untuk mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam konteks pendidikan tinggi biologi. Efek yang besar, konsisten, dan kuat yang diamati di berbagai domain dan konteks implementasi yang beragam mendukung adopsi luas intervensi PjBL yang dirancang dengan baik sebagai strategi transformatif untuk mempersiapkan mahasiswa biologi dalam menghadapi tantangan ilmiah kontemporer dan persyaratan pemecahan masalah kolaboratif. © Penulis, 2025.

    Kata kunci penulis

    pendidikan biologi; meta-analisis; pendidikan tinggi; keterampilan berpikir tingkat tinggi; Pembelajaran berbasis proyek

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105017176719

  • Dampak Pemasaran Hijau dan Dimensi Manajemen Mutu Total terhadap Peningkatan Kinerja Keuangan Bank Syariah Indonesia: Konsep Baru

    Dampak Pemasaran Hijau dan Dimensi Manajemen Mutu Total terhadap Peningkatan Kinerja Keuangan Bank Syariah Indonesia: Konsep Baru

    Penulis: Sudadi Pranata, Umi Narimawati, M Yani Syafei

    DOI: 10.62754/joe.v4i2.5868

    Abstrak

    Pemasaran hijau adalah teknik periklanan yang berfokus pada promosi dan penjualan produk atau jasa yang memiliki dampak lingkungan minimal atau positif. Mengingat meningkatnya kesadaran akan masalah lingkungan dan keberlanjutan, konsep ini semakin penting dan mendapat perhatian di bidang pemasaran dan manajemen bisnis. Manajemen mutu adalah strategi untuk terus meningkatkan (peningkatan kinerja berkelanjutan) kinerja di semua tingkatan operasi dan proses organisasi, serta di semua bidang fungsional, dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan keuangan. Bagaimana menerapkan pemasaran hijau dan manajemen mutu total terhadap kinerja keuangan Bank Syariah Indonesia menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh pemasaran ekologis dan manajemen mutu total terhadap kinerja keuangan. Metode penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan sampel 237 individu, termasuk administrator keuangan dan karyawan. Menurut temuan penelitian ini, kesadaran konsumen berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, loyalitas konsumen berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, peningkatan efisiensi sumber daya berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, obsesi terhadap kualitas berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, kerja tim berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, dan keterlibatan serta pemberdayaan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. © 2025, Creative Publishing House. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    Kinerja Keuangan; Pemasaran Hijau; Manajemen Mutu Total

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85217540282

  • Peran Bahasa dalam Mengatur AI dan Teknologi Pertanian: Perspektif Hukum dari Dunia yang Terglobalisasi

    Peran Bahasa dalam Mengatur AI dan Teknologi Pertanian: Perspektif Hukum dari Dunia yang Terglobalisasi

    Penulis: Hewa Majeed Zangana, Amelia Pratiwi, Senny Luckyardi, Firas Mahmood Mustafa, Shuai Li

    DOI: 10.4018/979-8-3373-4862-9.ch008

    Bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kerangka hukum dan regulasi yang mengatur pengembangan serta penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi pertanian. Dalam konteks globalisasi, bahasa regulasi tidak hanya memengaruhi penafsiran hukum dan implementasi kebijakan, tetapi juga berdampak pada kerja sama internasional, standar kepatuhan, serta wacana etika. Bab ini mengkaji bagaimana nuansa linguistik, tantangan penerjemahan, dan ambiguitas semantik dapat memengaruhi perumusan dan harmonisasi norma hukum lintas yurisdiksi. Melalui telaah studi kasus dan instrumen regulasi dari berbagai sistem hukum, bab ini menyoroti kompleksitas dalam merancang bahasa hukum yang jelas, inklusif, dan dapat ditegakkan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bab ini berpendapat bahwa pendekatan multibahasa dan interdisipliner merupakan hal yang esensial untuk membangun ekosistem regulasi yang kuat, yang mampu mendorong inovasi sekaligus melindungi kepentingan sosial dan lingkungan. © 2025, IGI Global Scientific Publishing.

    Kata Kunci Terindeks

    Istilah Terkendali
    Teknologi pertanian; Kecerdasan buatan; Ekosistem; Teknologi etis; Kerja sama internasional; Semantik

    Istilah Tidak Terkendali
    Teknologi pertanian; Teknologi kecerdasan buatan; Studi kasus; Harmonisasi; Kerangka hukum dan regulasi; Norma hukum; Sistem hukum; Implementasi kebijakan; Ambiguitas semantik

    Judul Utama
    Kepatuhan regulasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105011884149

  • Mengamankan Pertanian Cerdas: Forensik Digital Berbasis AI dalam Investigasi Kejahatan Siber Agri-Tech

    Mengamankan Pertanian Cerdas: Forensik Digital Berbasis AI dalam Investigasi Kejahatan Siber Agri-Tech

    Penulis: Hewa Majeed Zangana, Aree Adel Abdulgader, Senny Luckyardi, Shuai Li

    DOI: 10.4018/979-8-3373-6536-7.ch009

    Abstrak

    Transformasi digital pertanian yang pesat, didukung oleh Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), dan teknologi presisi, telah menyebabkan munculnya “Pertanian Cerdas.” Meskipun inovasi ini menjanjikan peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan optimalisasi sumber daya, inovasi ini juga memperkenalkan kerentanan keamanan siber yang signifikan. Sistem pertanian cerdas, termasuk mesin otonom, jaringan sensor, dan analitik berbasis AI, semakin menjadi sasaran penjahat siber yang berupaya mengganggu rantai pasokan makanan, mencuri data pertanian yang sensitif, atau memanipulasi algoritma pengambilan keputusan. Penelitian ini mengeksplorasi persimpangan AI dan forensik digital dalam menyelidiki dan mengurangi kejahatan siber dalam lanskap agri-tech. Penelitian ini menyoroti peran AI dalam deteksi ancaman proaktif, pemantauan anomali, dan pengumpulan bukti, sekaligus membahas kesiapan forensik dan tantangan terkait integritas data, privasi, dan tata kelola etika. © 2026, IGI Global Scientific Publishing.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Agribisnis; Pertanian; Kecerdasan buatan; Kejahatan komputer; Forensik komputer; Keamanan siber; Privasi data; Pengambilan keputusan; Penanggulangan kejahatan elektronik; Pasokan makanan; Internet of Things; Pertanian cerdas

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Sistem pertanian; Keamanan siber; Kejahatan siber; Penjahat siber; Algoritma pengambilan keputusan; Transformasi digital; Rantai pasokan makanan; Optimalisasi sumber daya; Jaringan sensor; Pertanian cerdas

    Judul utama teknik

    Jaringan sensor

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105020537505

  • Pelecehan Seksual Terhadap Anak Melalui Live Streaming: Celah Hukum dalam Menghadapi Anonimitas Transaksi Online

    Pelecehan Seksual Terhadap Anak Melalui Live Streaming: Celah Hukum dalam Menghadapi Anonimitas Transaksi Online

    Penulis: L. Alfies Sihombing, Yeni Nuraeni, Wahyudi, Loso Judijanto, Abidah Abdul Ghafar

    DOI: 10.15294/lslr.v9i2.28259

    Abstrak

    Perkembangan pesat teknologi digital telah memungkinkan bentuk-bentuk baru eksploitasi seksual anak, termasuk pelecehan seksual yang dilakukan melalui platform live streaming. Fenomena ini menunjukkan tidak hanya peningkatan kerentanan anak-anak di dunia maya tetapi juga keterbatasan kerangka hukum nasional dalam menangani pola kejahatan yang ditandai dengan anonimitas dan transaksi keuangan online. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan normatif dan yuridis empiris untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang kasus pelecehan online di Indonesia. Komponen normatif menganalisis ketentuan undang-undang, undang-undang perlindungan anak, dan peraturan platform digital untuk mengidentifikasi perlindungan hukum yang dimaksudkan untuk anak-anak. Komponen empiris melengkapi hal ini dengan mengumpulkan wawasan langsung melalui wawancara semi-terstruktur dengan petugas penegak hukum, perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), operator platform digital, dan pendamping korban. Integrasi pendekatan ini mengungkapkan kesenjangan antara norma hukum dan praktik penegakan hukum, khususnya mengenai kendala kelembagaan, mekanisme pelaporan, dan tantangan sosio-teknis yang dihadapi dalam penanganan kasus. Temuan menunjukkan bahwa pelecehan seksual melalui siaran langsung melibatkan manipulasi psikologis kompleks yang difasilitasi oleh fitur platform yang memungkinkan pelaku untuk menjaga anonimitas. Regulasi saat ini tidak secara eksplisit mengakui pelecehan seksual daring sebagai tindak pidana tersendiri, dan juga tidak secara memadai membahas transaksi elektronik anonim yang umum digunakan dalam kejahatan ini. Putusan pengadilan juga menggambarkan inkonsistensi dalam penerapan hukum karena tidak adanya norma khusus yang mengatur pelecehan seksual berbasis teknologi. Temuan ini menyoroti urgensi untuk merumuskan kembali kebijakan hukum nasional dengan memperkenalkan norma pidana eksplisit tentang pelecehan seksual digital, memperkuat hukuman untuk kejahatan seksual berbasis media daring, dan mengatur transaksi daring anonim. Penelitian ini selanjutnya merekomendasikan peningkatan peran lembaga keuangan digital dan platform teknologi dalam mekanisme pencegahan, pemantauan, dan pelaporan. Selain itu, pendidikan berbasis komunitas dan intervensi pencegahan sangat penting untuk melengkapi upaya penegakan hukum dan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak. © 2024 Penulis.

    Kata kunci penulis

    Transaksi Anonim; Celah Hukum; Siaran Langsung; Pelecehan Seksual

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105028106228