Tag: kuliah teknologi informasi

  • 📢 PENGUMUMAN SELEKSI WAWANCARA KIP KULIAH GELOMBANG 1

    📢 PENGUMUMAN SELEKSI WAWANCARA KIP KULIAH GELOMBANG 1

    Halo, Calon Mahasiswa UNIKOM! 👋

    Bagi peserta KIP Kuliah Gelombang 1 yang telah menerima konfirmasi melalui WhatsApp dan Email, diharapkan untuk mengikuti seleksi wawancara melalui Zoom sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

    Pastikan bergabung tepat waktu dan mempersiapkan diri dengan baik ya!

    📩 Informasi lebih lanjut:
    📷 Instagram: @divisi_beasiswa_unikom
    📱 WhatsApp: 0852-9445-9915 (Divisi Beasiswa UNIKOM)

    UNIKOM #KIPKuliah #BeasiswaUNIKOM #PMBUNIKOM #SeleksiKIPKuliah

  • Google Student Ambassador Unikom Gelar One Day Deep Dive Google Ai Bootcamp, Dorong Literasi Ai Mahasiswa Dan Wujudkan Ai Ready Campus

    Google Student Ambassador Unikom Gelar One Day Deep Dive Google Ai Bootcamp, Dorong Literasi Ai Mahasiswa Dan Wujudkan Ai Ready Campus

    BANDUNG, UNIKOM  – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) melalui penyelenggaraan One Day Deep Dive Google AI Bootcamp pada Kamis, 9 Juli 2026, bertempat di Lab AI Learning Center, Smart Building UNIKOM. Kegiatan yang diinisiasi oleh Google Student Ambassador (GSA) UNIKOM dan difasilitasi oleh Lab AI Learning Center UNIKOM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi pemanfaatan teknologi AI secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran maupun pengembangan inovasi.

    Kegiatan bootcamp tersebut turut diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UNIKOM dengan menghadirkan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan teknologi AI Google, sekaligus memperkuat peran Google AI Lab UNIKOM sebagai laboratorium AI hasil kolaborasi UNIKOM bersama Google for Education pertama di Indonesia. Kehadiran laboratorium Artificial Intelligence tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM dalam membangun lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung implementasi kampus sebagai Digital Entrepreneurial University dan AI Ready Campus.

    Salah satu pemateri sekaligus Google Student Ambassador (GSA) UNIKOM, Rivan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi menjelaskan bahwa penyelenggaraan bootcamp merupakan bagian dari program Google Student Ambassador untuk meningkatkan literasi AI di kalangan mahasiswa melalui pelatihan yang aplikatif. “Melalui One Day Deep Dive Google AI Bootcamp ini kami ingin memberikan dampak nyata kepada mahasiswa UNIKOM agar semakin memahami cara memanfaatkan teknologi AI Google, mulai dari Gemini hingga NotebookLM. AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi, tetapi juga sebagai alat yang dapat membantu mahasiswa meningkatkan produktivitas belajar, menyelesaikan tugas akademik, hingga mengembangkan berbagai ide kreatif”, tuturnya.

    Selama satu hari pelaksanaan, peserta mengikuti lima sesi pelatihan yang membahas berbagai topik, yaitu Gemini AI Forward Edition, NotebookLM, Budgeting and Financial Modeling, UX Architecture menggunakan Gemini Google AI, serta Code Magic: Build and Launch with AI. Seluruh materi dirancang agar peserta dapat memahami penerapan AI sesuai dengan kebutuhan akademik maupun profesional melalui praktik secara langsung.

    Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan lima mahasiswa UNIKOM sebagai narasumber yang berasal dari berbagai program studi, yaitu Rivan Kurniawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Iqbal Hapidin Febrian dari Program Studi Hubungan Internasional, Rico Sagala dari Program Studi Akuntansi, M. Favian Jiwani dari Program Studi Teknik Informatika, serta Fariz Oktavian dari Program Studi Sistem Informasi. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat diterapkan di berbagai bidang ilmu dan mendorong lahirnya inovasi yang bersifat multidisipliner.

    Antusiasme mahasiswa juga terlihat sepanjang berlangsungnya kegiatan. Meskipun setiap sesi dirancang untuk jumlah peserta yang terbatas agar proses praktik berjalan lebih efektif, beberapa sesi bahkan diikuti lebih dari 20 peserta karena tingginya minat mahasiswa untuk mempelajari teknologi AI. Peserta bootcamp berasal dari berbagai fakultas dan program studi sehingga menciptakan suasana diskusi yang aktif dan kolaboratif.

    Salah satu peserta bootcamp, Mursida dari Program Studi Manajemen, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung proses belajar. Menurutnya, materi mengenai Google Gemini dan NotebookLM menjadi pengetahuan yang sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. “Pada sesi pertama saya belajar bahwa Google Gemini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencarian informasi, tetapi juga dapat menjadi teman berpikir dan media brainstorming sehari-hari. Kami diajarkan bagaimana menyusun prompt yang tepat agar Gemini mampu memberikan hasil sesuai dengan kebutuhan. Hasil tersebut kemudian dapat diintegrasikan dengan NotebookLM untuk menghasilkan berbagai bentuk luaran, seperti presentasi, audio, hingga video. Saya juga memahami bahwa NotebookLM menyusun informasi berdasarkan data yang sebelumnya telah dikumpulkan melalui Google Gemini sehingga sangat membantu dalam menyelesaikan tugas dan membuat proses belajar menjadi lebih efektif”, jelasnya.

    Lebih lanjut, Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi di bidang kecerdasan artifisial. “Saya berharap kedepannya semakin banyak seminar maupun pelatihan yang diselenggarakan oleh Google Student Ambassador bersama UNIKOM. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena membantu kami memanfaatkan AI secara tepat dalam proses pembelajaran sekaligus semakin memperkuat UNIKOM sebagai AI Ready Campus”, tambahnya.

    Sementara itu, Rivan menambahkan bahwa penyelenggaraan bootcamp ini tidak hanya menjadi bagian dari program kerja Google Student Ambassador, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembelajaran AI yang berkelanjutan di lingkungan UNIKOM. “Ke depan kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Google AI, Google for Education, serta UNIKOM melalui Lab AI Google untuk menghadirkan pelatihan-pelatihan lanjutan. Kami ingin semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan belajar, berbagi pengalaman, sekaligus memiliki kompetensi dan sertifikasi yang mendukung kesiapan mereka menghadapi era transformasi digital”, ungkapnya.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Koordinator Tim Eduplus UNIKOM sekaligus Direktur PTDSI UNIKOM, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi oleh Google Student Ambassador (GSA) di Google Lab AI UNIKOM. Menurutnya, UNIKOM sebagai fasilitator sangat mendukung berbagai kegiatan yang mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Google AI. Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Google, dari sekitar 81.000 pendaftar, hanya 2.000 peserta yang berhasil lolos menjadi Google Student Ambassador. Hal tersebut menunjukkan bahwa GSA merupakan individu-individu terpilih yang memiliki peran sebagai agent of change dalam mendorong adopsi dan pemanfaatan AI di lingkungan akademik. Melalui penyelenggaraan One Day Deep Dive Google AI Bootcamp, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi global. Kolaborasi antara Google Student Ambassador, Lab AI UNIKOM x Google, dan sivitas akademika menjadi langkah nyata dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan digital, kemampuan berpikir kritis, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat posisi UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dan AI Ready Campus yang terus mencetak lulusan unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta transformasi digital di masa depan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prototipe Aplikasi E-Dokumen Berbasis Tanda Tangan Digital untuk Mendukung Otentikasi Dokumen Digital

    Prototipe Aplikasi E-Dokumen Berbasis Tanda Tangan Digital untuk Mendukung Otentikasi Dokumen Digital

    Penulis: Afrianto I, Heryandi A, Finandhita A, Atin S

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012042

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan prototipe aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk memberikan tanda tangan digital pada berkas atau dokumen digital. Prototipe ini menggunakan mekanisme tanda tangan digital yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO). Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan uji alpha menunjukkan bahwa semua fungsi dalam aplikasi telah dapat berjalan dengan baik. Sementara uji otentikasi menunjukkan bahwa setiap perubahan yang dilakukan pada dokumen yang memiliki tanda tangan digital akan membatalkan tanda tangan digital tersebut, yang berarti ada upaya pemalsuan dokumen dan keasliannya dapat diidentifikasi. Hal ini karena pada dokumen yang memiliki tanda tangan digital akan memiliki nilai hash tertentu yang jika dokumen diubah atau dimodifikasi, maka nilai hash tersebut akan berubah. Inilah yang menentukan apakah suatu dokumen masih asli atau telah dimodifikasi isinya, yaitu dengan membandingkan nilai hash yang terdapat dalam dokumen tersebut. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091366235

  • Dompet Elektronik sebagai Instrumen Pembayaran di Era Milenial

    Dompet Elektronik sebagai Instrumen Pembayaran di Era Milenial

    Penulis: Soegoto D. S, Tampubolon M. P

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012139

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dompet Elektronik sebagai instrumen pembayaran di era milenial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan peran Dompet Elektronik sebagai instrumen pembayaran di era milenial. Pembayaran digital atau yang biasa disebut pembayaran seluler merupakan inovasi evolusi teknologi, khususnya di sektor keuangan. Hasil dari inovasi teknologi tersebut, salah satunya adalah dompet elektronik atau yang biasa disingkat E-Wallet. Saat ini, E-Wallet banyak digunakan oleh mereka yang berada di usia produktif. Kemudahan penggunaan yang tinggi merupakan salah satu faktor yang membuat E-Wallet semakin diminati oleh banyak orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cukup banyak orang yang mampu memahami penggunaan E-Wallet dan mulai menggunakannya dalam aktivitas perdagangan sehari-hari mereka. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091347420  

  • Model Sistem Streaming Relay ke Platform Media Sosial untuk Penyiaran Aktivitas Dalam Ruangan

    Model Sistem Streaming Relay ke Platform Media Sosial untuk Penyiaran Aktivitas Dalam Ruangan

    Penulis: Agustia R. D, Wibawa M. K

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012071

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang model streaming relay yang dapat di-streaming ke beberapa media sosial yang menyediakan layanan live streaming. Metode penelitian meliputi proses analisis yang dibagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama adalah analisis layanan live streaming di media sosial. Tahap kedua adalah menganalisis kebutuhan server agar mampu melakukan relay streaming. Tahap ketiga adalah analisis integrasi sistem server relay dengan layanan live streaming media sosial. Tahap terakhir adalah merancang model sistem berdasarkan analisis sebelumnya dan menentukan spesifikasi persyaratan perangkat lunak. Hasil akhir penelitian ini adalah model streaming relay dengan server menggunakan Raspberry Pi yang terintegrasi ke dalam layanan live streaming media sosial Facebook dan YouTube. Pengembangan model ini diharapkan dapat memecahkan masalah keterbatasan jaringan nirkabel dalam ruangan dan sumber input video dari berbagai perangkat perekam dalam streaming relai ke beberapa layanan media sosial streaming langsung secara bersamaan © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091380047 

  • Sinomorf Pengaturan Perilaku dalam Arsitektur Meningkatkan Desain Hijau

    Sinomorf Pengaturan Perilaku dalam Arsitektur Meningkatkan Desain Hijau

    Penulis: Wanita Subadra Abioso

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012159

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana sinomorf pengaturan perilaku dalam arsitektur dapat meningkatkan desain hijau, dengan memperhatikan kepuasan penggunaan ruang dan kekosongan ruang. Penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dan metode deskriptif, sebagai kelanjutan dari penelitian penulis sebelumnya. Pengaturan perilaku suatu ruang ada ketika sinomorf (sama dalam struktur dan bentuk) antara pola perilaku pengguna dan lingkungan fisik ruang bertemu di sekitarnya, semacam kesesuaian. Barker mengembangkan teori pengaturan perilaku untuk menjelaskan sistem sosial skala kecil, serta studi perilaku di lingkungan alaminya. Barker mendefinisikan pengaturan perilaku sebagai unit ruang independen, dengan batasan temporal dan spasial, yang memiliki kekuatan paksa yang besar atas perilaku yang terjadi di dalamnya. Sinomorf terjadi dalam konteks perilaku yang menawarkan kesesuaian antara perilaku dan konteks yang dapat meningkatkan konteks tersebut. Tujuan penelitian ini mendorong para arsitek untuk selalu mempertimbangkan pencapaian sinomorf dalam desain ruang mereka; sinomorf juga dapat meningkatkan kepuasan pengguna ruang serta nilai ruang sehingga arsitek dapat menghindari ruang kosong sebagai salah satu kode dalam desain hijau. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091355162

  • Peningkatan Kualitas Produk dengan Menggunakan Model Penilaian Limbah dan Metode Kipling

    Peningkatan Kualitas Produk dengan Menggunakan Model Penilaian Limbah dan Metode Kipling

    Penulis: Julian Robecca, I Made Aryantha Anthara, Monalisa Silaban, Maureena Ronahot Situmorang

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012172

    Abstrak

    Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi limbah, menghitung nilai limbah yang terjadi, dan memberikan saran perbaikan untuk mengurangi limbah. VSM menggambarkan alur produksi dan informasi limbah yang terjadi, sedangkan WAM adalah metode yang digunakan untuk menghitung penilaian limbah. Usulan perbaikan untuk mengurangi limbah yang terjadi menggunakan Metode Kipling. Terdapat 6 jenis limbah yang terjadi. Hasil penilaian limbah yang telah diurutkan dalam proses produksi adalah cacat, pergerakan, kelebihan produksi, transportasi, menunggu, dan proses. Urutan ini berdasarkan bobot terbesar ke bobot terkecil. Untuk usulan perbaikan diprioritaskan untuk jenis limbah dengan bobot tertinggi, yaitu cacat. Hal ini menunjukkan bahwa cacat merupakan jenis pemborosan yang paling memengaruhi proses produksi, sehingga memudahkan untuk menelusuri penyebab masalah dan saran yang akan diberikan untuk mengurangi cacat yang terjadi. Perusahaan sebaiknya membuat bentuk visual dari kategori cacat agar implementasi rekomendasi perbaikan dapat diterapkan dan operator dapat mengetahui bentuk sebenarnya dari kerusakan tersebut. Diharapkan perbaikan yang diusulkan dapat mengurangi jumlah cacat dan memenuhi target produksi yang dicapai. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091368856 

  • Pengembangan Perencanaan Sumber Daya Perusahaan menggunakan Blockchain

    Pengembangan Perencanaan Sumber Daya Perusahaan menggunakan Blockchain

    Penulis: Komala A. R, Gunanda I

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012141

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemungkinan penggunaan blockchain sebagai media untuk mengoperasikan ERP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif untuk menyajikan gambaran lengkap situasi yang berkaitan dengan beberapa variabel situasi yang diteliti. Hasil penelitian ini adalah cara untuk mengidentifikasi apakah blockchain cocok untuk diimplementasikan dengan ERP. Penelitian ini dilakukan dengan membahas kinerja, tingkat sumber daya yang digunakan, dan efek yang ditimbulkan jika blockchain digunakan sebagai media untuk pengoperasian ERP. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091390005

  • Sistem Kontrol Gerak dan Navigasi Robot Bergerak sebagai Prototipe Kendaraan Otonom

    Sistem Kontrol Gerak dan Navigasi Robot Bergerak sebagai Prototipe Kendaraan Otonom

    Penulis: Hartono R, Nizar T. N, Robani I, Jatmiko D. A

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012100

    Abstrak

    Kendaraan otonom adalah kendaraan yang dapat secara otomatis melakukan navigasi jarak jauh dan jarak dekat. Dalam makalah ini, kami merancang sistem kontrol gerak dan navigasi kendaraan otonom yang diimplementasikan pada robot bergerak. Proses navigasi jarak jauh melibatkan penggunaan sensor sistem penentuan posisi global (GPS) sebagai referensi untuk navigasi, dan untuk navigasi jarak dekat menggunakan sensor jarak dan gaya. Tugas robot adalah mencapai beberapa titik koordinat yang ditentukan dan ditandai dengan kerucut lalu lintas di setiap titik. Dalam kontrol navigasi jarak dekat, robot menggunakan lima sensor ultrasonik dan tiga sensor sakelar untuk membaca lingkungan sebagai masukan untuk deskripsi jarak antara robot dan objek. Mikrokontroler kemudian membandingkannya dengan instruksi jarak aman robot dalam bernavigasi dengan objek di sekitarnya. Sensor GPS digunakan untuk memberikan informasi jalur navigasi jarak jauh. Untuk mengkompensasi akurasi pembacaan sensor GPS yang lebar, beberapa titik arah dirancang untuk memandu robot ke kerucut lalu lintas yang ditentukan. Dari implementasi tersebut, pergerakan robot dapat mengikuti area navigasi dan dapat menghindari objek jarak dekat dalam lintasan robot serta mencapai titik kerucut lalu lintas dengan persentase keberhasilan mencapai tujuan akhir di atas 86% baik dalam cuaca cerah maupun berawan. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091369793 

  • Kecerdasan Buatan dan Tingkat Baru Berita Palsu

    Kecerdasan Buatan dan Tingkat Baru Berita Palsu

    Penulis: Nazar S, Bustam M. R

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012006

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap konten di internet, seperti berita palsu atau hoaks. Penelitian ini berfokus pada konten internet yang dibuat dengan kecerdasan buatan atau AI. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan kesiapan masyarakat terhadap berita palsu yang dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, kuesioner digunakan untuk memahami kesadaran masyarakat terhadap berita palsu. Karena penelitian ini berfokus pada salah satu teknologi AI, Deepfake dipilih sebagai subjek penelitian. Hasil menunjukkan bahwa video yang dibuat dengan Deepfake sulit dibedakan apakah itu palsu atau tidak. Selain itu, akses ke perangkat lunak yang mengimplementasikan Deepfake cukup mudah didapatkan; contohnya adalah faceswap, sebuah proyek sumber terbuka yang tersedia dan mudah digunakan. Deepfake berguna dalam industri pembuatan film, tetapi baru-baru ini muncul ke permukaan dan digunakan untuk membuat berita palsu. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091354962