Tag: kampus swasta terbaik di bandung

  • Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Penulis: Harun Sujadi, Budiman B, Nunu Nurdiana, Dony Susandi, Elba Ghiffari Fitriasina, Trustorini Handayani

    Abstrak

    Pertanian tradisional dalam budidaya cabai seringkali membutuhkan bantuan dalam memantau kondisi tanaman secara efisien. Petani umumnya menggunakan metode manual untuk mengidentifikasi hama dan menentukan kebutuhan nutrisi tanah, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya cabai dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) untuk deteksi hama daun secara real-time. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem, yang meliputi pengumpulan data, pelatihan model, dan evaluasi kinerja sistem. Hasil uji menunjukkan bahwa teknologi YOLO dapat mengidentifikasi hama dengan akurasi yang cukup tinggi, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan cepat dan tepat. Penerapan pertanian cerdas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian akibat hama, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan sistem pemantauan berbasis YOLO yang dapat mendukung efisiensi budidaya cabai di Indonesia. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci: Pertanian; Tanaman Chili; Penelitian dan pengembangan; Pertanian cerdas; YOLO

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002405701

  • Analisis dan Desain Sistem Bimbingan Belajar Cerdas Berbasis Web dalam Sistem Pembelajaran Tentara Nasional Indonesia

    Analisis dan Desain Sistem Bimbingan Belajar Cerdas Berbasis Web dalam Sistem Pembelajaran Tentara Nasional Indonesia

    Penulis: Bobi Kurniawan, Meyliana M, Harco Leslie Hendric Spits Warnars, Bambang Suharjo

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendesain perangkat lunak untuk sistem bimbingan belajar cerdas berbasis web yang meningkatkan efektivitas dan adaptabilitas dalam proses pembelajaran di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dengan mempersonalisasi siswa. Metode penelitian ini mengadopsi Unified Modeling Language (UML) yang digunakan sebagai kerangka kerja untuk mendesain sistem bimbingan belajar cerdas dalam pembelajaran berdasarkan personalisasi siswa. Sistem ITS ini dikembangkan berdasarkan model responsif yang telah dikembangkan berdasarkan komponen dan sub-komponen yang diidentifikasi dari proses tinjauan pustaka dalam penelitian kami sebelumnya. Implementasi sistem pembelajaran cerdas berbasis personalisasi siswa ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, memberikan umpan balik yang lebih spesifik, dan siswa mendapatkan materi sesuai dengan gaya belajar masing-masing. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci: Adaptif; Sistem bimbingan belajar cerdas; Gaya belajar; Militer; Bahasa Pemodelan Terpadu

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002428940

  • Sistem Deteksi Stunting pada Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Sustainable Development Goals

    Sistem Deteksi Stunting pada Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Sustainable Development Goals

    Penulis: Syahrul S, Sri Nurhayati, Mochamad Fajar Wicaksono, Tiara Nurul Fatimah

    Abstrak

    Penelitian ini berfokus pada deteksi stunting anak secara real-time menggunakan alat ukur yang didukung oleh teknologi Internet of Things (IoT). Stunting anak mengacu pada kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang terganggu dan tidak sesuai dengan usia anak. Salah satu strategi utama pemerintah untuk memerangi stunting adalah melalui Posyandu yang memainkan peran penting dalam inisiatif kesehatan masyarakat. Saat ini, sebagian besar Posyandu di Indonesia masih mengandalkan metode manual untuk memantau gizi anak, dengan adopsi teknologi IoT yang terbatas untuk tujuan ini. Penelitian ini memperkenalkan sistem yang terdiri dari komponen perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengatasi kesenjangan ini. Perangkat keras meliputi sensor load cell untuk mengukur berat badan dan sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan. Sensor-sensor ini diintegrasikan dengan mikrokontroler ESP32 untuk pengolahan data. Komponen perangkat lunak adalah aplikasi berbasis web yang menerima data yang ditransmisikan dari perangkat keras melalui teknologi IoT. Selama pengujian, perangkat keras menunjukkan pengukuran berat dan tinggi badan anak yang akurat, dengan kesalahan rata-rata hanya 0,14 kg untuk berat dan 0 mm untuk tinggi. Lebih lanjut, aplikasi web bekerja dengan andal, memberikan informasi deteksi stunting dengan tingkat keberhasilan 100%. Studi ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). © Sekolah Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci: Internet of things, Mikrokontroler ESP32, Elektronik sensor, Sel beban sensor, Stunting


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85219072040

  • Meningkatkan Desain Media Interaktif Menggunakan Pendekatan Teori Beban Kognitif: Mengintegrasikan Chatbot Kecerdasan Buatan (AI)

    Penulis: Satwika Trianti Ngandoh, Riandi R, Adi Rahmat, Muslim M, Abdul Haris, Khaeruddin K, Angga Friyanto

    Abstrak

    Penelitian ini mengembangkan media interaktif yang dilengkapi dengan fitur chatbot kecerdasan buatan (AI) menggunakan prinsip-prinsip cognitive load theory (CLT). Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan: analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengembangan ini adalah media interaktif yang menerapkan prinsip-prinsip CLT dan menyertakan fitur chatbot untuk membantu siswa dalam belajar secara adaptif dan mandiri. Media interaktif tersebut dianggap layak digunakan karena hasil uji validasi pada aspek materi, aspek bahasa, aspek presentasi, dan aspek tampilan secara keseluruhan menunjukkan karakteristik yang sangat baik. Media interaktif dengan fitur chatbot AI diharapkan menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar siswa di era digital. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci: Chatbot AI; Teori beban kognitif; Media interaktif; Media pembelajaran; Multimedia

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002420432

  • Tren yang Muncul dalam Teknologi: Wawasan di Seluruh Pembelajaran Mesin, Digitalisasi, dan Aplikasi Industri

    Tren yang Muncul dalam Teknologi: Wawasan di Seluruh Pembelajaran Mesin, Digitalisasi, dan Aplikasi Industri

    Penulis: Senny Luckyardi, Euis Neni Hayati, Amirullah Abduh, Rosmaladewi R, Nuria Haristiani

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis tren yang muncul dalam teknologi, dengan fokus pada aplikasi pembelajaran mesin, transformasi digital, dan blockchain di berbagai industri, dengan penekanan pada mengatasi tantangan utama, mendorong inovasi, dan mempromosikan solusi berkelanjutan dalam bisnis, pendidikan, dan konservasi lingkungan. Penelitian ini menggunakan berbagai metodologi seperti tinjauan literatur, analisis sistematis, dan desain berbasis kasus. Temuan utama menyoroti penerapan teknik pembelajaran mesin untuk memprediksi tren pasar mata uang kripto meskipun sifatnya yang fluktuatif, potensi teknologi WebGIS dalam memajukan upaya konservasi lingkungan, dan peran blockchain dalam meningkatkan keamanan e-commerce. Diskusi juga mengeksplorasi bagaimana teknologi ini mendorong efisiensi bisnis yang lebih besar, mempromosikan keberlanjutan lingkungan, dan merevolusi metode pendidikan. Secara khusus, Penelitian ini menekankan pentingnya mengadopsi teknologi yang muncul untuk mengatasi tantangan kontemporer, meningkatkan aksesibilitas digital, dan mengoptimalkan hasil organisasi dan masyarakat. Terakhir, Penelitian ini memberikan perspektif komprehensif tentang bagaimana kemajuan teknologi membentuk kemajuan dan memberikan solusi di berbagai industri. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci: Kecerdasan buatan; Bibliometrik; Digitalisasi; Aplikasi industri; Pembelajaran mesin


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85219044486

  • Pelantikan BLM dan BEM IKM UNIKOM Periode 2025/2026: Momentum Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa Berintegritas

    Pelantikan BLM dan BEM IKM UNIKOM Periode 2025/2026: Momentum Regenerasi Kepemimpinan Mahasiswa Berintegritas

    BANDUNG, UNIKOM — Senin, 13 April 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi melantik kepengurusan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) periode 2025/2026 dalam sebuah prosesi khidmat. Bertempat di Auditorium Gedung Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat regenerasi kepemimpinan mahasiswa serta meneguhkan komitmen organisasi kemahasiswaan yang progresif dan berdaya saing.

    Prosesi inti pelantikan mencakup pengukuhan pengurus BLM UNIKOM Parlemen “Meritokrasi”, dilanjutkan dengan pelantikan Presiden Mahasiswa, Wakil Presiden Mahasiswa, serta jajaran pengurus BEM IKM UNIKOM Kabinet “Merajut Asa” periode 2025/2026. Pelantikan tersebut menandai dimulainya amanah baru bagi para mahasiswa terpilih sebagai representasi aspirasi mahasiswa UNIKOM.

    Presiden Mahasiswa periode 2025-2026, Sanditya Saputra dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk menghadirkan program kerja yang berdampak nyata serta memperkuat kolaborasi lintas organisasi. Ia juga mengajak seluruh organisasi kemahasiswaan untuk memperkuat persatuan dan sinergi dalam mewujudkan tujuan bersama. Melalui semangat kabinet “Merajut Asa”.

    Sejalan dengan hal tersebut, Ketua BLM UNIKOM periode 2025-2026, M. Reza Ramadhan Abdul Qohar, turut menyampaikan pesan kepada seluruh pengurus yang telah dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa setiap proses yang dimulai dari pelantikan ini harus diselesaikan dengan komitmen hingga akhir. Menurutnya, seluruh pengurus tidak boleh ragu dalam menjalankan peran, serta harus mampu mempertanggungjawabkan setiap tugas sampai akhir.

    Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik serta menekankan bahwa kepengurusan yang terbentuk saat ini merupakan representasi mahasiswa terbaik yang terpilih secara transparan dan kompetitif. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan ruang pembelajaran strategis dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengasah keterampilan komunikasi dan kepemimpinan. Menurutnya, mahasiswa yang aktif berorganisasi cenderung memiliki daya analisis yang lebih kuat serta kemampuan retorika yang lebih baik karena terbiasa menghadapi dinamika organisasi. “Organisasi kemahasiswaan bukan sekedar aktivitas, melainkan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan. Jadikan ini sebagai ruang untuk berkembang, berkontribusi, dan membawa UNIKOM menjadi lebih unggul”, demikian pungkasnya.

    Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan momen yang membanggakan karena menjadi wujud nyata dari pilihan mahasiswa UNIKOM sebagai representasi “rakyat kampus”. Prof. Umi menegaskan bahwa para pengurus BLM dan BEM yang dilantik merupakan mahasiswa terpilih yang telah diberikan amanah besar oleh sivitas akademika, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab hingga akhir masa jabatan.

    Selain itu, Prof. Umi juga menekankan bahwa tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk berada pada posisi tersebut. Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan harus dimanfaatkan secara optimal untuk berkontribusi bagi kemajuan organisasi dan kampus. “Jadikan organisasi sebagai ruang belajar, ruang bertumbuh, dan ruang berkontribusi. Teruskan yang baik, perbaiki yang belum, dan bawa UNIKOM menjadi lebih unggul di tingkat nasional maupun internasional”, pesannya.

    Kegiatan pelantikan BLM, BEM dan IKM tersebut tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang dinamis dan berkelanjutan. Dengan kepengurusan baru, diharapkan BLM dan BEM IKM UNIKOM mampu menghadirkan kontribusi nyata serta memperkuat posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi berkelas dunia. (Direktorat Hms & Pro).

  • PRODI DKV FAKULTAS DESAIN UNIKOM GELAR YUDISIUM: “PRAK TANDANG” SPORTIF CETAK LULUSAN SIAP BERSAING

    PRODI DKV FAKULTAS DESAIN UNIKOM GELAR YUDISIUM: “PRAK TANDANG” SPORTIF CETAK LULUSAN SIAP BERSAING

    BANDUNG, UNIKOM — Jumat, 10 April 2026, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Program Studi Desain Grafis (DG), Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), menggelar kegiatan yudisium, yaitu “Prak Tandang” Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.

    Bertempat di Ruang 6019, Lantai 6,  Smart Building UNIKOM. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para dosen di lingkungan program studi DKV dan program studi DG Fakultas Desain dan para mahasiswa semester akhir yang telah selesai mengikuti mata kuliah Tugas Akhir atau Skripsi dengan konsep unik bertema olahraga yang mencerminkan semangat kompetisi dan sportivitas.

    Sebanyak 28 mahasiswa prodi DKV resmi dinyatakan lulus pada periode tersebut, dengan mengusung tema olahraga, para mahasiswa tampil dengan kostum atletik yang menciptakan suasana segar dan berbeda dari yudisium pada umumnya. Konsep tersebut menjadi simbol kesiapan lulusan untuk “bertanding” di dunia profesional dengan bekal kreativitas dan daya saing tinggi.

    Koordinator Tugas Akhir dan Skripsi program Sarjana, Deni Albar, S.Sn., M.Ds., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan proses tugas akhir dengan baik. Ia juga memberikan pesan penuh makna kepada para lulusan. “Terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi. Selamat kepada para mahasiswa karena Anda telah mencapai titik akhir di mata kuliah tugas akhir dan skripsi”, demikian tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Program Studi DKV UNIKOM, Dr. Kankan Kasmana, S.Sn., M.Ds., dalam kapasitasnya mewakili Dekan Fakultas Desain UNIKOM, Prof. Dr. Ir. Lia Warlina, M.Si., dalam sambutan pembukanya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap agar para lulusan dapat terus berkarya dan mengembangkan ilmu yang telah diperoleh. “Alhamdulillah, yudisium ini terselenggara dengan baik. Saya berpesan agar lulusan DKV UNIKOM selalu menjaga nama baik almamater. Anda harus percaya diri karena para alumni telah membangun reputasi yang sangat baik. Lanjutkan estafet tersebut dengan berkarya secara maksimal agar memberi dampak positif bagi masyarakat. Semoga ilmu yang didapat terus berkembang dan bermanfaat”, pungkasnya.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi senam “lazy fitness”, melibatkan dosen dan mahasiswa, yang menciptakan interaksi hangat sekaligus memperkuat nuansa tema olahraga. Usai sesi senam, dilakukan pembacaan nilai Tugas Akhir dan Skripsi oleh Koordinator, pemberian penghargaan bagi mahasiswa dengan nilai tertinggi, serta sesi pesan singkat dari para dosen pembimbing yang disampaikan kepada mahasiswa secara bergantian.

    Selain itu, kegiatan juga diisi dengan penayangan video kilas balik serta kesan dan pesan selama proses pelaksanaan sidang tugas akhir dan skripsi berlangsung, dan ditutup dengan kegiatan yang merupakan puncak acara, yaitu penganugerahan penghargaan karya terbaik dengan berbagai kategori, antara lain, promosi komersial, promosi sosial, media informasi, media identitas, hingga media skripsi serta pengumuman best costume bagi mahasiswa dan dosen.

    Melalui kegiatan yudisium tersebut, program studi DKV dan program studi DG, Fakultas Desain UNIKOM tidak hanya merayakan kelulusan mahasiswa, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kreativitas, dan semangat kompetitif sebagai bekal utama dalam menghadapi tantangan industri kreatif di masa depan. (Direktorat Hms & Pro)

  • K-Means Clustering untuk Analisis Klaster Kejahatan di Kejaksaan Negeri Indramayu

    K-Means Clustering untuk Analisis Klaster Kejahatan di Kejaksaan Negeri Indramayu

    Penulis: Aditya Erlangga, Rizky Bani Asmara E.M., Raudatussholihat Amalia, Estiko Rijanto

    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396984

    Abstrak

    Kejahatan adalah perilaku kriminal yang sering menimbulkan masalah di masyarakat dengan berbagai macam kejahatan yang sering terjadi seperti pembunuhan, penyerangan, pemerkosaan, pencurian, penipuan, penggelapan, narkotika dan lain-lain. Dalam Pasal 35 ayat (1) huruf K Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Jaksa Agung Republik Indonesia sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 menyatakan bahwa Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang fungsinya berkaitan dengan kewenangan yudisial untuk menuntut dan kewenangan lain yang tunduk pada hukum. Algoritma K-Means adalah algoritma pengelompokan non-hierarki yang memiliki kemampuan untuk mengelompokkan data dalam jumlah besar, dengan cepat dan efisien. Dalam makalah ini, data dari 217 kasus diuji dari Kejaksaan Distrik Indramayu selama Januari 2022 hingga Desember 2022. Algoritma K-Means berhasil mengklasifikasikan hubungan antara kasus kriminal dan jaksa penuntut yang menanganinya. Hasil dengan menggunakan K=3 optimal membentuk tiga klaster yang terdiri dari Klaster C1 = 9 jenis kasus, Klaster C2 = 9 jenis kasus, Klaster C3 = 9 jenis kasus dengan anggota C2 dan C3 memiliki karakteristik Global Unique, Domination, dan Share di dalam setiap klaster. © 2023 IEEE.

    Kata kunci: pengelompokan; kejahatan; K-Means; jaksa penuntut


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85185198398

  • Prediktor Pemenuhan Aspirasi Hidup sebagai Upaya Pekerja Sosial dalam Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan

    Prediktor Pemenuhan Aspirasi Hidup sebagai Upaya Pekerja Sosial dalam Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan

    Dewi Kurniasih ; Yudi Rusfiana

    DOI: –

    Abstrak:
    Kemiskinan yang meluas, kondisi kesehatan yang buruk, keterbatasan peluang ekonomi, serta akses pendidikan yang terbatas menyebabkan masyarakat pedesaan kehilangan sebagian besar kebutuhan dasar kehidupan. Sejumlah organisasi sosial telah menyadari permasalahan potensial tersebut dan berupaya meningkatkan kondisi masyarakat pedesaan. Mengingat pentingnya peran organisasi sosial dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan, penelitian ini mengkaji peran pekerja sosial, meliputi pemahaman dan ketertarikan terhadap wilayah pedesaan, jejaring sosial, serta integrasi tempat, dalam meningkatkan partisipasi dan kepuasan masyarakat, sehingga memungkinkan individu untuk mewujudkan tujuan hidup mereka. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari 480 keluarga berpenghasilan rendah secara sosial di wilayah pedesaan pada provinsi Kalimantan Selatan dan Banjarmasin, Indonesia. Melalui analisis statistik terhadap data yang diperoleh, hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pekerja sosial berperan penting dalam menyediakan peluang kerja bagi masyarakat pedesaan melalui inisiasi berbagai program yang mendorong keterlibatan dan kepuasan masyarakat terhadap proyek dan kegiatan yang dilaksanakan. Tingkat kebahagiaan dan partisipasi yang lebih tinggi tersebut berkontribusi pada terwujudnya tujuan hidup individu. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur sosiologi dengan menyajikan bukti empiris mengenai peran pekerja sosial dalam meningkatkan pemenuhan aspirasi hidup masyarakat pedesaan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan taraf hidup. © 2022, Oxbridge Publishing House. All rights reserved.

    Kata Kunci:
    partisipasi dan kepuasan masyarakat; pemenuhan aspirasi hidup; integrasi tempat; pemahaman dan ketertarikan terhadap wilayah pedesaan; jejaring sosial

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85158117360?

  • Keberadaan Praperadilan dalam Perspektif Negara Hukum Pancasila

    Keberadaan Praperadilan dalam Perspektif Negara Hukum Pancasila

    Sahat Maruli Tua Situmeang

    DOI: 10.14710/lr.v17i2.41746

    Abstrak:
    Praperadilan merupakan suatu proses yang mendahului persidangan di pengadilan atau pemeriksaan pendahuluan sebelum memasuki tahap persidangan. Namun demikian, dalam praktik penerapannya, lembaga praperadilan baik sebelum maupun sesudah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 belum sepenuhnya sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan masih memiliki berbagai kelemahan atau kekurangan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan lembaga praperadilan dalam perspektif negara hukum Pancasila. Di sisi lain, lembaga praperadilan sebagai institusi yang mengawasi perlindungan hak asasi manusia bagi tersangka/terdakwa diatur dalam Bab X Pasal 77 sampai dengan Pasal 83 KUHAP. Penetapan tersangka harus dilakukan secara cermat dengan memperhatikan asas praduga tak bersalah sebagai asas umum dalam hukum acara pidana yang wajib ditegakkan oleh aparat penegak hukum. Dalam penegakan hukum, tentu diperlukan adanya pengawasan baik secara vertikal maupun horizontal guna meminimalisasi terjadinya penyimpangan. Oleh karena itu, penting untuk membentuk suatu lembaga ad hoc sebagai pengganti lembaga praperadilan, di mana hakim yang terdiri atas hakim karier, praktisi hukum, dan akademisi dapat bertindak baik ada maupun tidak adanya permohonan yang diajukan oleh tersangka/terdakwa atau keluarganya maupun kuasanya, sehingga putusan yang dihasilkan bersifat objektif. Dengan demikian, menjadi penting untuk melakukan reformulasi terhadap KUHAP terkait dengan penetapan tersangka. © The Authors.

    Kata Kunci Penulis:
    Negara Hukum Pancasila; Keberadaan; Lembaga Praperadilan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85153849675?