Tag: kampus IT terbaik

  • Integrasi dan Visualisasi Lanjutan Konstruksi 4.0: Otomasi, Robotika, dan BIM

    Integrasi dan Visualisasi Lanjutan Konstruksi 4.0: Otomasi, Robotika, dan BIM

    Penulis: Yongki Alexander Tanne; Ni Luh Ayu Indrayani

    DOI: 10.1007/s42107-024-01101-0

    Abstrak

    Fragmentasi yang disebabkan oleh meningkatnya kompleksitas proyek tentu merugikan kinerja industri konstruksi, mengakibatkan produktivitas rendah dan pemborosan. Teknologi Konstruksi 4.0 diharapkan dapat mengatasi masalah produktivitas tetapi menyebabkan fragmentasi karena implementasinya yang parsial. Integrasi teknologi dapat memberikan inovasi yang lebih signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada beberapa penelitian tentang integrasi teknologi. Fokus penelitian hanya pada interaksi antara beberapa teknologi, tanpa penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana teknologi-teknologi ini berinteraksi satu sama lain, dan saat ini masih dalam tahap konseptual. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memvisualisasikan integrasi teknologi konstruksi dalam bentuk kerangka kerja yang komprehensif dan mutakhir di antara teknologi Konstruksi 4.0. Kerangka kerja tersebut dibangun menggunakan analisis tautan dari basis data yang dikumpulkan melalui tinjauan literatur sistematis menggunakan Metode PRISMA. Artikel ini menyoroti peran dominan BIM dalam mengintegrasikan teknologi Konstruksi 4.0, meskipun rangkaian terintegrasi terlengkap hanya mencakup tujuh dari 21 teknologi yang diidentifikasi dari penelitian sebelumnya. Evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan terbaru, yang mengarah pada proposal pengembangan serangkaian teknologi Konstruksi 4.0. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong dan memotivasi para pemangku kepentingan dan akademisi untuk mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi Konstruksi 4.0 terintegrasi, mengatasi tantangan produktivitas, dan mengatasi fragmentasi. © Penulis, di bawah lisensi eksklusif Springer Nature Switzerland AG 2024.

    Kata kunci penulis

    Konstruksi 4.0; Fragmentasi; Kerangka kerja baru; Produktivitas; Teknologi

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85196491993

  • Integrasi Poin Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan ke dalam Mata Pelajaran Sistem Telekomunikasi di Sekolah Menengah Kejuruan

    Integrasi Poin Kompetensi Pembangunan Berkelanjutan ke dalam Mata Pelajaran Sistem Telekomunikasi di Sekolah Menengah Kejuruan

    Penulis: Agus Heri Setya Budi; Juanda E.A.; Indrawan D.; Henny H.; Masek A.

    DOI: 10.30880/jtet.2024.16.03.016

    Abstrak

    Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PJK) memainkan peran penting sebagai pendekatan instrumental yang harus dipromosikan secara luas untuk memastikan masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif keberhasilan implementasi PJK di Sekolah Menengah Kejuruan (SMP) dengan spesialisasi Mata Pelajaran Sistem Telekomunikasi. Untuk mencapai tujuan ini, digunakan metodologi penelitian yang menggabungkan analisis dokumen dan wawancara. Melalui analisis dokumen dan wawancara semi-terstruktur dengan tiga ahli bidang studi di kalangan personel sekolah, data yang relevan dikumpulkan. Data tersebut mencakup pemeriksaan silabus dan rencana pembelajaran, yang kemudian diteliti secara cermat menggunakan perangkat lunak Maxqda yang canggih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian dan kriteria kualifikasi yang ada untuk siswa VHS selaras secara signifikan dengan kompetensi inti ESD. Namun, perlu dicatat bahwa silabus dan Rencana Pembelajaran (RPP) itu sendiri kurang mengintegrasikan prinsip-prinsip ESD secara eksplisit. Implementasi Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) yang efektif sangat bergantung pada upaya proaktif para guru. Selain itu, sangat penting bahwa kurikulum dan rencana pembelajaran (RPP) direvisi secara cermat untuk mengintegrasikan kompetensi ESD utama. Pendekatan ini akan membantu menumbuhkan generasi yang lebih berkelanjutan, sadar lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial. © 2024, Penerbit UTHM. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    kompetensi; Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan; telekomunikasi; TVET; Sekolah Menengah Kejuruan

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85213799038

  • Penelitian Materi Pengajaran Bahasa Arab Berbasis Cerita Rakyat Indonesia: Studi Etnografi tentang Dongeng “Bandung”

    Penelitian Materi Pengajaran Bahasa Arab Berbasis Cerita Rakyat Indonesia: Studi Etnografi tentang Dongeng “Bandung”

    Penulis: Mohamad Zaka Al Farisi; Hikmah Maulani; Adityo Baskoro Hardoyo; Shofa Musthofa Khalid; Nalahuddin Saleh

    DOI: 10.1108/AEDS-07-2023-0082

    Abstrak

    Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi potensi penggabungan cerita rakyat Indonesia, khususnya cerita rakyat tentang asal usul Bandung, ke dalam materi pengajaran bahasa Arab. Mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pengajaran bahasa dapat meningkatkan pengalaman belajar bahasa siswa dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Indonesia. Desain/metodologi/pendekatan: Kota asal Bandung adalah salah satu cerita rakyat terkenal di Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Melalui studi etnografi, berbagai aspek cerita rakyat tentang asal usul kota Bandung akan diteliti, yang dapat dimanfaatkan dalam pengajaran bahasa Arab. Hal ini mencakup analisis struktur linguistik, kosakata, dan referensi budaya yang tertanam dalam cerita tersebut. Selain itu, kami akan mengeksplorasi bagaimana guru dapat secara efektif memasukkan cerita rakyat ini ke dalam materi pengajaran mereka untuk menciptakan pelajaran bahasa Arab yang menarik dan relevan secara budaya. Temuan: Penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa yang inovatif dan responsif secara budaya dengan menyelidiki penggunaan cerita rakyat Indonesia dalam pengajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan guru dan siswa dengan menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap budaya Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa Arab. Pendekatan ini meningkatkan hasil pembelajaran bahasa, mendorong kesadaran budaya, dan menumbuhkan hubungan yang lebih dalam antara siswa dan budaya lokal. Dengan merangkul cerita rakyat, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran bahasa yang dinamis dan bermakna yang memberdayakan siswa untuk menjadi penutur bahasa Arab yang mahir dengan apresiasi yang kuat terhadap kearifan dan budaya Indonesia. Keterbatasan/implikasi penelitian: Secara keseluruhan, penggunaan cerita rakyat sebagai materi pengajaran bahasa asing memberikan keuntungan yang signifikan bagi siswa dalam mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang bahasa, keterampilan budaya, dan minat pada bahasa dan budaya yang dipelajari. Pendekatan ini meningkatkan hasil pembelajaran bahasa, mendorong kesadaran budaya, dan menumbuhkan hubungan yang lebih dalam antara siswa dan budaya lokal sehingga pembelajaran bahasa asing (Arab) menjadi efektif. Dengan merangkul cerita rakyat, guru dapat menciptakan pengalaman belajar bahasa yang dinamis dan bermakna yang memberdayakan siswa untuk menjadi penutur bahasa Arab yang mahir dengan apresiasi yang kuat terhadap kearifan dan budaya lokal Indonesia. Implikasi praktis: Secara praktis, ini melibatkan pemahaman konteks sosial, politik, ekonomi, atau budaya di mana cerita rakyat tersebut muncul, serta interpretasi baru yang memberikan pemahaman yang lebih luas tentang nilai, pesan, atau konflik dalam cerita tersebut. Dalam berkontribusi pada pengetahuan, penelitian ini memiliki implikasi untuk wawasan tentang pengetahuan linguistik dan pembelajaran bahasa kedua dalam norma bahasa pertama tanpa menggeser budaya bahasa pertama. Implikasi sosial: Secara empiris, studi ini menggabungkan pendekatan interdisipliner untuk penelitian cerita rakyat yang dapat membawa pemahaman baru tentang hubungan antara cerita rakyat dan bidang lain seperti linguistik, sastra, antropologi, atau psikologi. Pendekatan ini dapat menghasilkan wawasan yang lebih komprehensif tentang cerita rakyat dan pengaruhnya pada berbagai aspek kehidupan. Berkontribusi pada dampak sosial, memperkenalkan budaya dalam materi pembelajaran merupakan daya tarik wisata pendidikan bagi siswa. Hal ini juga berdampak pada kebijakan publik bahwa pendidikan pariwisata tentang cerita rakyat diperkenalkan sebagai pengajaran dan digunakan sebagai studi lapangan lebih lanjut bagi siswa. Orisinalitas/nilai: Penelitian ini mengkonseptualisasikan keragaman budaya Indonesia yang terintegrasi ke dalam materi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia melalui cerita rakyat. Untuk mengintegrasikan cerita rakyat ke dalam proses pembelajaran, keluarga, tradisi, dan ritual perlu berperan dalam melestarikan dan mendidik. Peneliti dapat mengembangkan wawasan baru, memperluas pemahaman kita tentang budaya dan tradisi, serta memperkaya pengetahuan dan warisan budaya kita. Pendekatan baru ini berpotensi menghasilkan penemuan dan pemahaman yang lebih dalam tentang cerita rakyat sebagai warisan budaya yang penting. Penelitian ini mengeksplorasi potensi penggabungan cerita rakyat Indonesia, khususnya cerita rakyat asal Bandung, ke dalam materi pengajaran bahasa Arab. Mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pengajaran bahasa Arab bagi penutur bahasa Indonesia dapat meningkatkan pengalaman belajar bahasa siswa dan mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Indonesia melalui pengajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing. © 2024, Emerald Publishing Limited.

    Kata kunci penulis

    Pengajaran bahasa Arab; Etnografi; Cerita rakyat; Cerita rakyat Indonesia; Materi pengajaran

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85187936372

  • Desain Sistem Pemantauan Kesehatan Domba Berbasis IoT

    Desain Sistem Pemantauan Kesehatan Domba Berbasis IoT

    Penulis: Henny; Saifan Fachri Azharan; Agus Heri Setya Budi; Enjang Akhmad Juanda; I Made Aryantha Anthara

    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396935

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pemantauan kesehatan berbasis IoT untuk domba guna memantau parameter fisiologis vital secara akurat, seperti suhu tubuh, denyut nadi, dan laju pernapasan. Sistem ini menggabungkan berbagai teknologi IoT, mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, platform ThingSpeak, dan sensor non-invasif. Metode penelitian dan pengembangan, termasuk desain sistem, implementasi, dan pengujian, digunakan. Hasil menunjukkan bahwa sistem secara efektif memberikan pemantauan parameter fisiologis yang ditargetkan secara akurat dan real-time. Hasil menunjukkan akurasi sensor yang mengesankan dengan presisi lebih dari 90% dalam sebagian besar kasus. Pengukuran suhu tubuh menunjukkan kesalahan rata-rata hanya 2,6%, sementara pengukuran denyut nadi menunjukkan kesalahan rata-rata yang sangat rendah, hanya 1,2%. Pengukuran laju pernapasan menunjukkan kesalahan rata-rata yang sedikit lebih tinggi, yaitu 7,55%. Implementasi sistem ini memungkinkan deteksi dini potensi masalah kesehatan, yang mengarah pada peningkatan pengambilan keputusan, manajemen ternak, dan kesejahteraan hewan. Dampak studi ini terletak pada kemajuan sistem pemantauan kesehatan non-invasif untuk ternak dan prospek analisis prediktif berbantuan AI, pengambilan keputusan otomatis, dan perluasan ke spesies ternak lainnya untuk peningkatan kesejahteraan hewan dan produktivitas pertanian secara keseluruhan. © 2023 IEEE.

    Kata kunci penulis

    kesejahteraan hewan; suhu tubuh; mikrokontroler esp32; iot; manajemen ternak; denyut nadi; laju pernapasan; pemantauan kesehatan domba; thingspeak esp-now

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85185200172

  • Skrining Hipertensi Menggunakan Faktor Risiko Non-Laboratorium dengan Pembelajaran Mesin: Studi Potong Lintang Retrospektif di Indonesia

    Penulis: Reza Ishak Estiko ; Bambang Widyantoro ; Dafsah Arifa Juzar ; Ramdhan Maulana Yusup ; Iqbal Fauzi Rakhmat ; Estiko Rijanto

    Abstrak:
    Tujuan:
    Studi ini bertujuan untuk melakukan skrining hipertensi pada populasi Indonesia yang luas dengan menggunakan pembelajaran mesin (machine learning/ML) dan 11 faktor risiko non-laboratorium, serta memvalidasi hasilnya melalui validasi internal dan eksternal.
    Latar belakang dan peserta: Dari 1.782.365 peserta awal berusia 15 tahun ke atas yang terdaftar di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) pusat pelayanan kesehatan primer di seluruh Indonesia pada periode 2014 hingga 2017, data yang tidak lengkap dan pencilan (outliers) dikeluarkan. Sebanyak 268.210 peserta dimasukkan dalam analisis kami. Kumpulan data (dataset) dibagi secara deterministik menjadi satu dataset untuk pelatihan menggunakan validasi silang internal 10-lipat pada 204.315 peserta dan dataset lainnya untuk validasi eksternal pada 63.895 peserta.
    Desain: Studi potong lintang retrospektif ini menggunakan tiga algoritma pembelajaran mesin, yaitu random forest, gradient boosting, dan extreme gradient boosting (XGBoost), serta membandingkannya dengan regresi logistik sebagai tolok ukur (benchmark) untuk skrining hipertensi berdasarkan kriteria WHO dan International Society of Hypertension. Tingkat kepentingan (importance) faktor risiko diurutkan. Dengan sebagian menggunakan variabel kontinu versus kategorikal untuk usia, lingkar pinggang (waist circumference/WC), dan indeks massa tubuh (body mass index/BMI), kami mengevaluasi kinerja skrining terkait sensitivitas dan area di bawah kurva karakteristik operasi penerima (area under the receiver operating characteristic curve/AUC).
    Hasil: Validasi eksternal mengungkapkan bahwa model XGBoost memberikan kinerja terbaik dalam skrining hipertensi. Validasi eksternal yang sebagian menggunakan variabel kontinu memberikan sensitivitas 0,97 dan AUC 0,75, yang mengindikasikan kemampuan skrining yang sangat baik. Peringkat kepentingan faktor risiko secara berurutan adalah riwayat keluarga hipertensi (family history of hypertension/FH-HTN), usia, WC, BMI, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, merokok, aktivitas fisik rendah, kurang asupan buah atau sayuran, dan konsumsi alkohol.
    Kesimpulan: Dengan menggunakan 11 faktor risiko non-laboratorium yang mudah dikumpulkan, model pembelajaran mesin berhasil melakukan skrining hipertensi dengan kinerja yang lebih baik daripada tolok ukur. Penggunaan variabel numerik untuk usia, WC, dan BMI menghasilkan kemampuan diskriminasi yang lebih baik dibandingkan variabel kategorikal. FH-HTN dan usia merupakan dua faktor risiko utama terjadinya hipertensi. Studi ini merupakan latihan akademis yang bermanfaat dan menunjukkan pentingnya pembelajaran mesin dalam menangani kumpulan data berskala besar.

    Artikel ini dapat diakses di https://bmjopen.bmj.com/content/15/8/e092364

  • Dampak Global COVID-19: Manajemen Risiko dan Krisis pada Perusahaan yang Terdampak

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto ; Senny Luckyardi
    DOI:

    Abstrak
    Penurunan ekonomi menjadi fenomena paling berat yang melanda dunia di samping dampak medis dari wabah virus korona. Negara-negara Asia Tenggara sebagai negara berpendapatan menengah memerlukan strategi yang lebih baik untuk merespons pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dengan sukses. Lebih lanjut, kondisi yang sangat tidak pasti menyulitkan manajemen perusahaan-perusahaan yang terdampak dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Oleh karena itu, bab ini bertujuan untuk mengembangkan manajemen risiko dan krisis yang lebih baik sebagai respons yang tepat terhadap perubahan yang cepat dan mendadak dalam situasi krisis. Secara khusus, bab ini menyarankan cara-cara di mana para pengambil keputusan dapat menyesuaikan manajemen perusahaan mereka untuk menghadapi kondisi ekstrem. Bab ini mengeksplorasi manajemen risiko dan krisis dari beberapa ahli manajemen menggunakan analisis deskriptif, tinjauan literatur, dan teknik kualitatif. Bab ini menghasilkan strategi-strategi manajemen risiko dan krisis untuk mengurangi kerugian namun sekaligus memberikan perlindungan bagi karyawan dengan mempertimbangkan bahwa keselamatan manusia adalah yang paling utama. Cara perusahaan bereaksi akan membawa dampak besar dalam mengendalikan penurunan ekonomi di tengah resesi global yang kini tampak tak terhindarkan. © 2024 oleh Nova Science Publishers, Inc.

    Kata Kunci Penulis
    perusahaan; pandemi; manajemen risiko dan krisis; Asia Tenggara


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85216680653?

  • Pendekatan Baru Pencegahan COVID-19 melalui Penerapan Kombinasi Algoritma Sistem Pendukung Keputusan

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto; Yeffry Handoko Putra; Rahma Wahdiniwaty; Zuriani Ahmad Zukarnain; Noorihan Abdul Rahman

    DOI: 10.1109/ICIC56845.2022.10006989

    Abstrak:
    Indonesia dan Malaysia dari tahun 2020 hingga 2021 terkena pandemi COVID-19. Kedua negara menerapkan kebijakan pembatasan masuk area berdasarkan kriteria yang hampir sama. Di Indonesia dikenal sebagai PPKM yang menerapkan beberapa tingkat paparan terhadap mereka yang terinfeksi COVID-19. Penentuan tingkat ini seluruhnya didasarkan pada pertumbuhan jumlah yang terpapar COVID-19. Namun, dalam kasus pandemi, jumlah orang yang tidak menderita penyakit COVID-19 tetapi memiliki gejala yang sama dengan gejala COVID-19 juga perlu dipertimbangkan sebagai agen pandemi di lingkungan mereka. Kami menamakannya sebagai Tingkat Kewaspadaan Pandemi COVID-19 (Precaution Covid-19 Pandemic/PCP Level). Tingkat pandemi COVID-19 saat ini belum sepenuhnya ditentukan oleh gagasan ini. Oleh karena itu, gagasan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat pra-pandemi atau kewaspadaan COVID-19 di suatu area dengan mempertimbangkan interferensi dari area sekitarnya. Tingkat PCP tidak didasarkan pada pertumbuhan mereka yang terinfeksi penyakit COVID-19, tetapi dipengaruhi oleh jumlah pasien yang memiliki gejala mirip dengan gejala dominan COVID-19. Penentuan Tingkat PCP dapat digunakan untuk kebijakan kewaspadaan dan mendukung Metode Tingkat Pandemi sebelumnya. Untuk mewujudkan gagasan ini, tiga algoritma digunakan, yaitu algoritma K-Means sebagai pengelompokan pola dan algoritma AHP sebagai penentu tingkat pandemi COVID-19, sementara hubungan pasangan gejala kandidat terhadap penularan COVID-19 dilakukan dengan menggunakan algoritma Naïve Bayes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ketiga algoritma yang diusulkan serta penggunaan data gejala yang erat dengan gejala dominan COVID-19 dapat memberikan alternatif untuk tingkat kewaspadaan pandemi COVID-19. Model untuk menentukan penularan COVID-19 berdasarkan empat gejala kandidat memiliki presisi 89% dan akurasi 85%. Diterbitkan dalam 2022 Seventh International Conference on Informatics and Computing (ICIC).

    Artikel ini dapat diakses di https://ieeexplore.ieee.org/document/10006989

  • Model Manfaat yang Diharapkan, Kurikulum E-Learning, dan Mitra Pendidikan terhadap E-Learning

    Model Manfaat yang Diharapkan, Kurikulum E-Learning, dan Mitra Pendidikan terhadap E-Learning

    Penulis: Indriana; Doni Purnama Alamsyah; Nina Kurnia Hikmawati
    DOI: 10.1109/ICIMTech55957.2022.9915129

    Abstrak
    Adaptasi teknologi baru dalam e-learning diawali dengan motivasi psikologis dari mahasiswa, yang menjadi hal penting terkait kesuksesan konsep e-learning. Menelaah fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara motivasi psikologis mahasiswa dengan manfaat yang diharapkan, kurikulum e-learning, dan mitra pendidikan. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswa di Kota Bandung melalui survei kuantitatif. Data dari mahasiswa diambil melalui kuesioner dan data yang terkumpul dari kuesioner diolah menggunakan SmartPLS. Terdapat model penelitian yang didasarkan pada desain hipotesis yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat yang diharapkan dan kurikulum e-learning memiliki hubungan positif dengan motivasi psikologis. Sementara itu, mitra pendidikan tidak memiliki hubungan positif dengan motivasi psikologis. Lebih lanjut, diketahui bahwa manfaat yang diharapkan memberikan dampak terbesar dalam mendukung motivasi psikologis mahasiswa. Motivasi psikologis merupakan hal yang penting terkait adaptasi teknologi baru dalam e-learning, karena merupakan faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan penggunaan e-learning sebagai media pembelajaran. Temuan penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi perguruan tinggi dalam meninjau konsep e-learning agar dapat diterima dengan baik oleh penggunanya.

    Kata Kunci
    Industri, COVID-19, Pembelajaran Elektronik, Pandemi, Pendidikan, Kawasan Perkotaan, Psikologi

    Artikel ini dapat diakses di https://ieeexplore.ieee.org/document/9915129

  • Inovasi Layanan untuk Pasokan Bahan Bakar Berkelanjutan Menggunakan Teknologi Sistem Siber-Fisik-Sosial

    Inovasi Layanan untuk Pasokan Bahan Bakar Berkelanjutan Menggunakan Teknologi Sistem Siber-Fisik-Sosial

    Penulis: Suhardi; Anastasia Rose Adellina; Marini Wulandari; Jaka Sembiring; Leonardi Paris Hasugian
    DOI: 10.1109/ICEEI.2017.8312424

    Abstrak
    Indonesia tercatat sebagai salah satu dari dua puluh besar negara dengan konsumsi energi bahan bakar fosil tertinggi. Masyarakat Indonesia sangat bergantung pada keberlanjutan pasokan bahan bakar ini. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan PT Pertamina (Persero) memegang peran yang sangat krusial dalam rantai pasokan bahan bakar domestik. Berdasarkan analisis Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), para pihak tersebut masih menghadapi satu permasalahan besar, yaitu menjaga keberlanjutan pasokan bahan bakar minyak ke seluruh wilayah negara. Sementara itu, rantai pasokan terpadu yang ada saat ini hanya mencakup sektor hulu secara penuh. Hal ini meninggalkan masalah terbuka yang perlu diselesaikan. Salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan rantai pasokan adalah pengendalian persediaan. Pengendalian persediaan yang baik akan menjaga keberlanjutan pasokan bahan bakar kepada masyarakat, yang menjadi nilai dalam layanan SPBU. Sebuah pengendalian persediaan yang cerdas menerapkan teknologi sebagai komponennya. Mengingat teknologi sistem siber-fisik-sosial (Cyber Physical Social System/CPSS) telah dikenal memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari melalui otomatisasi aktivitas dan aliran informasi yang andal, maka implementasi CPSS dalam sistem pengendalian persediaan patut diusulkan sebagai sebuah inovasi layanan pada SPBU. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan permasalahan dan mencapai tujuan layanan yang unggul serta kepuasan pelanggan.

    Kata Kunci
    Bahan Bakar, Inovasi Teknologi, Minyak, Pengendalian Persediaan, Rantai Pasokan, Pembangunan Berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di https://ieeexplore.ieee.org/document/8312424

  • Blockchain untuk Mengelola Data Warga Negara: Analisis Bibliometrik dan Tinjauan Literatur Sistematis

    Blockchain untuk Mengelola Data Warga Negara: Analisis Bibliometrik dan Tinjauan Literatur Sistematis

    Penulis: Erna Piantari, Dwi Novia Al Husaeni, Eddy Prasetyo Nugroho, Ani Anisyah, Irawan Afrianto, Irham Jundurrahman, Ibrahim Danial Bisulthon

    DOI: 10.56294/dm2024.537

    Abstrak

    Pendahuluan: blockchain adalah teknologi canggih yang memastikan tingkat transparansi dan keamanan data yang tinggi dengan memanfaatkan mekanisme terdistribusi dalam menyimpan dan mengelola data. Meskipun saat ini blockchain sebagian besar digunakan untuk memfasilitasi transaksi mata uang kripto karena kemampuannya dalam mengamankan data, blockchain juga berpotensi untuk menyimpan dan mengelola berbagai data, termasuk data pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan dalam literatur tentang tren dalam penerapan teknologi blockchain dalam manajemen data warga negara dan sistem e-Government, dengan fokus pada tren, desain arsitektur, dan sektor implementasi teknologi ini. Penelitian ini juga akan menyelidiki integritas data dan akuntabilitas penduduk. Penelitian ini berupaya memberikan wawasan tentang tantangan dan penerapan teknologi blockchain dalam sistem pemerintahan melalui beberapa pertanyaan penelitian. Metode: Metode PRISM digunakan sebagai panduan untuk melakukan analisis tinjauan pustaka mulai dari mendefinisikan kriteria kelayakan literatur, mendefinisikan sumber informasi, melakukan penyaringan, dan analisis data. Hasil: Berdasarkan hasil tinjauan pustaka, beberapa studi sebelumnya telah mengintegrasikan Blockchain dengan IoT untuk meningkatkan transparansi rantai pasokan. Sementara itu, dalam sistem e-government, beberapa implementasi Blockchain digunakan untuk verifikasi identitas terdesentralisasi guna memastikan integritas dan privasi data demografis. Kesimpulan: Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa teknologi Blockchain memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan transparansi di berbagai bidang, terutama dalam manajemen dan tata kelola data. © 2024; Penulis.

    Kata kunci penulis

    Blockchain; Manajemen Data; Keamanan Data; E-Government; SLR

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85216280528