Tag: kampus berbasis AI

  • UNIKOM Tuan Rumah Forum Strategis Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Paguyuban Guru Besar LLDIKTI Wilayah IV Dorong Peningkatan Guru Besar Baru

    UNIKOM Tuan Rumah Forum Strategis Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Paguyuban Guru Besar LLDIKTI Wilayah IV Dorong Peningkatan Guru Besar Baru

    BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 5 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjadi tuan rumah forum Rapat Kerja (RAKER) dengan agenda Penyamaan Persepsi Problematika Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Solusi Bersama APTISI Jawa Barat dan Asesor. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 Profesor se-Jawa Barat dan Banten, selain itu kegiatan turut dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) serta pelantikan Pengurus Paguyuban Guru Besar masa bakti 2026-2028 sekaligus forum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, dan para guru besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Barat dan Banten.

    Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jabar, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIKOM sebagai tuan rumah kegiatan strategis tersebut. Prof. Eddy menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antar perguruan tinggi serta memperkuat peran guru besar dalam pengembangan pendidikan tinggi. “Kehadiran para guru besar dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi UNIKOM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan akademik dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi”, tutur Prof. Eddy.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program strategis yang diinisiasi oleh LLDIKTI Wilayah IV, khususnya dalam mendorong peningkatan jumlah guru besar di perguruan tinggi. “Di bawah kepemimpinan Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., berbagai program strategis terus dijalankan untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi. Kita melihat perkembangan yang sangat baik, termasuk peningkatan jumlah guru besar di berbagai perguruan tinggi. Hal ini tentu menjadi pencapaian yang patut kita apresiasi bersama”, tambahnya.

    Pada kesempatan tersebut, dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan Pengurus Paguyuban Guru Besar yang dipimpin oleh Ketua Paguyuban Guru Besar, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H. Momentum tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru besar sebagai penggerak pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas akademik, serta kontribusi nyata terhadap kemajuan perguruan tinggi.

    Ketua Paguyuban Guru Besar, Prof. Dr. Edi dalam sambutannya mengungkapkan “kami berterima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman atas dukungan dan arahannya, serta kepada Rektor UNIKOM, Prof. Eddy yang telah menyediakan fasilitas yang sangat baik sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat bermanfaat bagi pengembangan perguruan tinggi”. Ia juga mengajak seluruh guru besar untuk terus berkolaborasi dan bekerja bersama dalam membangun budaya akademik yang kuat, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

    Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV,  Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada UNIKOM yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Lebih lanjut, Dr. Lukman mengungkapkan, “kami sangat berharap dukungan dan kontribusi pemikiran dari para guru besar. Bapak dan Ibu adalah tokoh akademik yang memiliki pengalaman, keilmuan, serta kapasitas untuk membantu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan akademik dan peningkatan kualitas dosen”, jelasnya.

    Lebih lanjut Dr. Lukman juga menyampaikan paparan mengenai pentingnya percepatan peningkatan karir akademik dosen, khususnya pada jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar. Ia mencontohkan UNIKOM yang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan jumlah guru besar. Saat ini UNIKOM telah memiliki 11 profesor, yang menjadi bukti nyata upaya institusi dalam memperkuat kualitas sumber daya akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel bertema “Strategi Percepatan Peningkatan Karir Dosen Lektor Kepala dan Guru Besar”. Diskusi tersebut menghadirkan Kepala LLDIKTI Wilayah IV bersama jajaran pengurus Paguyuban Guru Besar sebagai narasumber, termasuk Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si. yang juga menjabat selaku Sekretaris Umum Paguyuban Guru Besar masa bakti 2026-2028. Forum diskusi tersebut menjadi ruang dialog konstruktif untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dosen dalam proses kenaikan jabatan akademik, sekaligus merumuskan strategi dan solusi bersama.

    Diskusi panel ditutup dengan sesi pleno rencana aksi yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis guna mendorong percepatan peningkatan karir dosen di lingkungan perguruan tinggi swasta, dan diakhiri dengan kegiatan buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan dan sinergi antara UNIKOM, LLDIKTI Wilayah IV, Paguyuban Guru Besar, serta para pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Jawa Barat.

    Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong kolaborasi, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif dan berdaya saing. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM dan UGJ Lakukan MOU dan Benchmarking Perkuat Transformasi Digital Perguruan Tinggi Dorong Kolaborasi Berdampak

    UNIKOM dan UGJ Lakukan MOU dan Benchmarking Perkuat Transformasi Digital Perguruan Tinggi Dorong Kolaborasi Berdampak

     BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 5 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima kunjungan resmi dari Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus kegiatan benchmarking terkait tata kelola kampus digital. Bertempat di Ruang Grand Meeting Lantai 15 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua perguruan tinggi dalam memperkuat sinergi pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi dan transformasi digital.

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari pihak UNIKOM hadir Rektor UNIKOM Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi dan Akreditasi Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA., serta Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program and Center of Excellence Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D. serta didampingi Deputi Wakil Rektor IV Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Direktur Humas dan Protokoler Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR., Ketua Divisi Kurikulum Assoc. Prof. Dr. Melly Maulin Purwaningwulan, S.Sos., M.Si., dan Ketua Divisi Kerjasama Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol.

    Sementara itu, delegasi UGJ dipimpin oleh Rektor UGJ Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., yang hadir bersama Wakil Rektor I Dr. Surya Amami Pramuditya, M.Si., Wakil Rektor III Dr. H. Komarudin, Drs., M.Pd., Wakil Rektor IV Dr. Hj. Cita Dwi Rosita, S.Pd., M.Pd., Kepala Badan Pengembangan Akademik Dedi Muhamad Sidiq, Ph.D., Kepala Biro Kerjasama dan Humas Dr. H. Editnya Nurdiana, S.E., M.M., Kepala Bagian Kerjasama Dr. Irmawati Liliana Kusuma Dewi, M.Pd., serta tim kerja sama UGJ yang terdiri dari Diding Wardianto, S.Sos., M.AP., dan Rizky Triono Wijayanto, S.M.

    Kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh hubungan strategis yang saling melengkapi antara kedua institusi. Universitas Swadaya Gunung Jati dipandang sebagai mitra strategis bagi UNIKOM dalam mendukung inisiasi pengembangan Fakultas baru yang tengah direncanakan oleh UNIKOM. Di sisi lain, UNIKOM juga menjadi mitra strategis bagi UGJ dalam penguatan bidang teknologi digital dan teknologi informasi, khususnya dalam pengembangan sistem tata kelola kampus digital, infrastruktur teknologi, serta inovasi berbasis IT di lingkungan perguruan tinggi.

    Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jabar, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah nyata dalam membangun sinergi antara kedua institusi. “Kerja sama ini merupakan bagian dari semangat kolaboratif yang selama ini dibangun melalui organisasi perguruan tinggi APTISI Jawa Barat, sehingga implementasi kerja sama tidak hanya terbatas pada dua institusi, tetapi juga dapat diperluas dengan berbagai perguruan tinggi lain di Jawa Barat maupun provinsi lainnya”, tuturnya.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menyampaikan bahwa UNIKOM sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekuatan utama pada bidang digital dan ICT diminta oleh UGJ untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, terutama karena UGJ saat ini tengah mengembangkan program-program studi baru di bidang informatika yang membutuhkan referensi dan penguatan dari UNIKOM. Oleh karena itu, kolaborasi tersebut dinilai sebagai langkah yang tepat untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing institusi.

    Sementara itu, Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., dalam sambutannya menyampaikan kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat kolaborasi antara kedua perguruan tinggi. Prof. Achmad juga menjelaskan bahwa dalam satu tahun terakhir UGJ telah mengembangkan sekitar sepuluh program studi baru yang sebagian besar berbasis teknologi informasi. Oleh karena itu, UGJ memandang penting untuk menjalin kerja sama dengan UNIKOM guna memperoleh dukungan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten serta penguatan sarana dan prasarana sebagai fondasi pengembangan program studi tersebut. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi serta menjadi langkah bersama dalam menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045”, demikian pungkasnya.

    Sinergi kedua perguruan tinggi mencerminkan komitmen kedua institusi untuk saling mendukung dalam pengembangan sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kapasitas akademik dan kelembagaan. Melalui kolaborasi ini, UNIKOM dan UGJ diharapkan dapat bersama-sama mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui integrasi keunggulan di bidang inovasi pendidikan, teknologi digital, serta kesehatan.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara UNIKOM dan UGJ sebagai komitmen bersama dalam mengembangkan berbagai program kolaboratif yang berfokus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan layanan akademik berbasis teknologi digital. Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, penguatan pembelajaran digital dan hybrid learning, pendampingan riset dan implementasi program MBKM, serta pengembangan berbagai program akademik yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

    Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sesi benchmarking yang membahas secara khusus praktik tata kelola teknologi informasi dan transformasi digital yang diterapkan di UNIKOM. Diskusi ini mencakup pengelolaan kebijakan teknologi informasi, manajemen infrastruktur jaringan, keamanan siber, pengelolaan pusat data, serta pemanfaatan sistem cloud dalam mendukung operasional kampus digital.

    Melalui kegiatan benchmarking tersebut, kedua universitas dapat saling bertukar pengalaman, praktik, serta strategi pengembangan sistem informasi kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan sistem teknologi pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dan inovasi digital yang berdampak di masa mendatang. (Direktorat Hms & Pro)

  •  UNIKOM Resmi Hadirkan “UNIKOM X GOOGLE Learning Center” Pusat Inovasi Lab AI Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia

     UNIKOM Resmi Hadirkan “UNIKOM X GOOGLE Learning Center” Pusat Inovasi Lab AI Perguruan Tinggi Pertama di Indonesia

    BANDUNG, UNIKOM – Rabu, 4 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) meresmikan Laboratorium Artificial Intelligence (AI) hasil kolaborasi strategis bersama Google AI. Laboratorium Artificial Intelligence UNIKOM X Google Learning Center ini menegaskan posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pusat pembelajaran AI yang terintegrasi dengan ekosistem teknologi Google. Inisiatif kolaboratif ini digagas oleh Direktorat IT Infrastructure & Network (INFRANET) UNIKOM, yang telah memulai proses pengembangan dan pembangunan Laboratorium AI tersebut sejak Agustus 2025, hingga diresmikan pada hari Rabu, 4 Maret 2026.

    Peresmian yang digelar di Ruang L.018 Smart Building UNIKOM tersebut dihadiri Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dan disaksikan seluruh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor, para Dekan, dan Ketua Program Studi serta Tim Edu Plus UNIKOM yang meliputi Koordinator Tim, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D.,  Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom., Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., beserta seluruh tim. Selain itu, juga dihadiri secara langsung oleh Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Husli Basrin, bersama tim Digital Transformation, Kristiyanto dan Ahmad Fikri Dzulfikar, serta tim Google partner dari PT Datascript bersama PT Turbo, Jefferey Susanto Situmorang (Branch Sales Manager), Egi Singgih Prasetyo (Business Executive), dan Edwin Wijaya (Google Solutions Specialist).

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan pembangunan LaboratoriumArtificial Intelligence ini merupakan langkah strategis UNIKOM dalam merespon dinamika perkembangan teknologi global yang bergerak sangat cepat. Era saat ini adalah era transformasi digital yang ditopang oleh kecerdasan buatan, komputasi cerdas, dan integrasi sistem berbasis data. Oleh karena itu, kehadiran Lab AI menjadi kebutuhan mendasar sekaligus investasi jangka panjang bagi institusi.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menyampaikan, “UNIKOM mengambil posisi strategis dengan membangun kolaborasi bersama Google melalui program Google Learning Center. Kolaborasi ini menjadikan UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pengembangan laboratorium AI berbasis kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global tersebut. Ini bukan sekadar simbol kerja sama, melainkan wujud komitmen untuk menghadirkan standar pembelajaran dan ekosistem teknologi kelas dunia di lingkungan kampus”, demikian pungkasnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., menyampaikan “Hari ini merupakan momentum penting. Fasilitas yang sebelumnya telah dipersiapkan secara bertahap kini resmi dapat dimanfaatkan secara optimal. Ke depan, penguatan kurikulum berbasis kecerdasan buatan menjadi kebutuhan strategis. Ruang lingkup program ini tidak terbatas pada pengajaran semata. Kami juga membuka peluang kolaborasi riset, pendampingan industri, hingga program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, ekosistem AI di UNIKOM dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi sivitas akademika tetapi juga bagi mitra eksternal, dan masyarakat luas”, tutur Adam, Ph.D.

    Sementara itu, Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Basrin, dalam sambutannya mengungkapkan “Kami sangat mengapresiasi langkah progresif UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan AI Center melalui kolaborasi strategis dengan Google, sebuah inisiatif yang sebelumnya telah dijalankan di Singapura dan Korea Selatan dan kini dipelopori di Indonesia oleh UNIKOM. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan dampak bagi UNIKOM, tetapi juga menjadi inspirasi dan katalis bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk turut mengembangkan ekosistem AI yang terintegrasi dan berdaya saing global”, tegasnya.

    Prosesi peresmian juga ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas laboratorium sebagai simbol kemitraan berkelanjutan antara UNIKOM dan Google Indonesia. Proses pembangunan dan pengembangan Laboratorium AI tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak internal UNIKOM bersama Google, diantaranya, Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTDSI), serta Direktorat INFRANET yang turut berperan dalam perencanaan, pengembangan infrastruktur, hingga implementasi teknologi di dalam laboratorium.

    Rangkaian kegiatan turut diisi dengan sesi demonstrasi interaktif, di mana mahasiswa menampilkan simulasi alur kunjungan laboratorium sebagai gambaran pengalaman pengguna, mulai dari registrasi hingga eksplorasi perangkat dan sistem AI. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan fitur laboratorium oleh Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom.,  dan Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., yang menjelaskan integrasi sistem komputasi, dukungan platform Google, serta infrastruktur pendukung machine learning dan pengembangan proyek berbasis AI. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D.

    Dari sisi fasilitas, UNIKOM X Google Learning Center memiliki desain ruang yang mendukung fleksibilitas dan produktivitas. Laboratorium ini dilengkapi dengan satu ruang utama yang disebut sebagai Main Area, yaitu area terbuka yang memungkinkan pengunjung untuk bebas mengeksplorasi, berdiskusi, maupun bekerja secara fleksibel dengan pilihan tempat duduk yang variatif dan kolaboratif.

    Selain area utama, tersedia tiga ruang pendukung lainnya yang dirancang untuk kebutuhan fokus lebih intensif. Dua ruang fokus berkapasitas empat orang diperuntukkan bagi mahasiswa atau tim yang ingin melakukan diskusi mendalam, pengembangan proyek, maupun riset kolaboratif. Sementara itu, satu ruang fokus ultra disediakan untuk penggunaan individu, sehingga pengguna dapat bekerja secara lebih privat dan berkonsentrasi penuh dalam mengembangkan model, eksperimen, maupun analisis berbasis Artificial Intelligence.

    Laboratorium tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk dosen serta seluruh sivitas akademika UNIKOM, serta masyarakat yang memerlukan. Dengan konsep ruang yang adaptif dan inklusif, UNIKOM X Google Learning Center menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis teknologi.

    Melalui kehadiran UNIKOM X Google Learning Center, UNIKOM semakin memperkuat komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi yang visioner dan berorientasi global, serta berkontribusi dalam mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia. Kolaborasi strategis ini juga menandai posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang berkolaborasi langsung dengan Google dalam pengembangan Laboratorium Artificial Intelligence (AI). (Direktorat Hms & Pro)

  • Prestasi Internasional! UNIKOM Raih Peringkat 3 Kampus Swasta di Jawa Barat dengan Rasio Publikasi Scopus Tertinggi versi QS AUR 2026

    Prestasi Internasional! UNIKOM Raih Peringkat 3 Kampus Swasta di Jawa Barat dengan Rasio Publikasi Scopus Tertinggi versi QS AUR 2026

    Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) meraih Peringkat 3 Universitas Swasta di Jawa Barat dengan rasio publikasi paper tertinggi di Scopus berdasarkan pemeringkatan QS Asia University Rankings 2026.

    Capaian ini menjadi bukti komitmen UNIKOM dalam membangun budaya riset, inovasi, dan kontribusi akademik bertaraf internasional.

    Di era Artificial Intelligence dan transformasi digital, kualitas publikasi ilmiah menjadi fondasi penting menuju World Class University.

  • Grand Opening & Inauguration Google AI Learning Center UNIKOM –  Pusat Inovasi Lab AI Pertama di Perguruan Tinggi Indonesia  

    Grand Opening & Inauguration Google AI Learning Center UNIKOM –  Pusat Inovasi Lab AI Pertama di Perguruan Tinggi Indonesia  

    Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi menghadirkan Laboratorium Artificial Intelligence hasil kolaborasi strategis bersama Google melalui program Google Learning Center. Inisiatif ini menegaskan posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki pusat pembelajaran AI terintegrasi dengan ekosistem teknologi global Google.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan bahwa Lab AI merupakan investasi strategis dalam merespons percepatan transformasi digital berbasis kecerdasan buatan dan komputasi cerdas. Kolaborasi ini bukan sekadar simbol kemitraan, tetapi komitmen menghadirkan standar pembelajaran dan ekosistem teknologi kelas dunia di lingkungan kampus.

    Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Husli Basrin, mengapresiasi langkah progresif UNIKOM sebagai pelopor AI Center di Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi langkah progresif UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan AI Center melalui kolaborasi strategis dengan Google, sebuah inisiatif yang sebelumnya telah dijalankan di Singapura dan Korea Selatan dan kini dipelopori di Indonesia oleh UNIKOM.”

    UNIKOM X Google Learning Center dirancang sebagai ruang kolaboratif dan adaptif, mendukung riset, pengembangan machine learning, penguatan kurikulum AI, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.

    Kehadiran pusat inovasi ini semakin memperkuat posisi UNIKOM sebagai campus AI ready, digital entrepreneurial university, dan institusi visioner menuju world-class university.

  • UNIKOM dan BPOM Perkuat Kerja Sama Strategis Perkuat Implementasi Tri Dharma dan Pelatihan Sistem

    UNIKOM dan BPOM Perkuat Kerja Sama Strategis Perkuat Implementasi Tri Dharma dan Pelatihan Sistem

    BANDUNG, UNIKOM  – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat jejaring kolaborasi institusi melalui penjajakan perpanjangan kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) dalam rangka persiapan penerapan kecerdasan artifisial pada proses pengembangan sistem manajemen talenta pada SIASN BPOM. Pertemuan penjajakan perpanjangan kerja sama tersebut digelar secara luring dan daring (hybrid) pada hari Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Ruang Meeting, Lobby Smart Building UNIKOM, dan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen kedua belah pihak dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan sistem berbasis teknologi.

    Hadir pada kesempatan tersebut Tim BPOM diantaranya, Asesor SDM Aparatur Sipil Madya, Dra. Ida Farida, Apt, Analisis SDM Aparatur Ahli Madya, Selvina Dzulhi, S.Farm, Apt, M.Farm., Analisis, Lia Mardidyaastuti, S.T., Pranata Komputer Ahli Pertama, Dzikri Habibilah, S.Kom., Pranata Komputer Terampil, Tata Sutiadi, A.Md. sementara dari pihak UNIKOM dihadiri oleh, Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom. Ph.D., Ketua Divisi kerjasama, Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol., dan Ketua Divisi Codelabs yang juga Dosen Teknik Informatika UNIKOM, Dian Dharmayanti, S.T, M.Kom., serta tiga mahasiswa tim KP yang turut serta dalam pembahasan strategis mengenai arah kolaborasi lima tahun ke depan.

    Kerja sama periode pertama (2021-2026) telah berjalan melalui berbagai implementasi program, khususnya dalam penguatan sistem dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BPOM. Sejak 2021 hingga saat ini, dukungan akademik dan teknis telah diwujudkan melalui implementasi dalam bentuk pelatihan sistem yang berfokus pada penguatan kompetensi teknologi informasi dan optimalisasi sistem kerja yang adaptif terhadap transformasi digital, dalam hal ini melibatkan tim akademisi dan praktisi UNIKOM, diantaranya melalui kontribusi Deputi Wakil Rektor IV dan Ketua Divisi Codelabs, serta dukungan dari Tim Codelabs. Selain itu bentuk lainnya melalui pengembangan kapasitas digital, serta kolaborasi berbasis kebutuhan kelembagaan.

    Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas evaluasi capaian kerja sama sebelumnya sekaligus merumuskan pembaruan kerja sama untuk periode 2025–2030. Perpanjangan tersebut juga menyesuaikan dengan dinamika kepemimpinan dan periode baru di lingkungan BPOM, sehingga diperlukan penyelarasan visi dan strategi kolaborasi ke depan. Salah satu faktor penguat sinergi tersebut adalah peran alumni UNIKOM yang kini berkiprah di BPOM, salah satunya Zikri, yang menjadi jembatan komunikasi dan pengembangan kerja sama antarinstitusi. Keberadaan alumni di lembaga strategis negara dinilai efektif dalam membangun kolaborasi yang lebih aplikatif dan berkelanjutan.

    Ketua Divisi Kerja Sama, Dr. Henike, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari pembaruan kerja sama yang telah terjalin, dengan fokus pada penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pengembangan pelatihan sistem yang relevan dengan kebutuhan kelembagaan BPOM.

    Melalui pembaruan kerja sama tersebut, UNIKOM dan BPOM menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan kolaborasi yang berdampak nyata, tidak hanya dalam penguatan tata kelola dan sistem kelembagaan, tetapi juga dalam mendukung pengawasan obat dan makanan yang lebih efektif dan berbasis teknologi di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Direktorat Administrasi Umum UNIKOM Gelar Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Guna Tingkatkan Kompetensi SDM

    Direktorat Administrasi Umum UNIKOM Gelar Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Guna Tingkatkan Kompetensi SDM

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia serta memastikan standar kompetensi tenaga kependidikan sesuai dengan kebutuhan industri dan regulasi nasional, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Direktorat Administrasi Umum melaksanakan kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada Sabtu, 21 Februari 2026, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting. Pelatihan tersebut diikuti oleh 39 tenaga kependidikan yang terdiri dari staf direktorat, bagian keuangan, serta perwakilan sekretariat program studi sebagai bagian dari strategi institusi dalam membangun tata kelola profesional berbasis kompetensi.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan program pelatihan dan sertifikasi. Pada sesi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan materi terkait standar kompetensi kerja, ruang lingkup skema sertifikasi, serta teknis pelaksanaan asesmen. Pelatihan ini mengacu pada standar yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai lembaga independen yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja di Indonesia. Melalui proses tersebut, peserta dipersiapkan untuk memenuhi indikator kompetensi yang terukur dan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasiona Indonesia (SKKNI). Sebagai tindak lanjut dari tahap pembekalan, uji kompetensi dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Tahap asesmen tersebut menjadi penentu kelulusan sertifikasi, di mana para peserta akan dinilai secara objektif oleh asesor kompetensi sesuai skema yang dipilih.

    Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr Agus Riyanto, S.T.,M.T., CSBA., dalam sambutan pembukanya menyampaikan “perlu kita pahami bahwa investasi terbesar sebuah institusi pendidikan bukan hanya pada infrastruktur, tetapi pada kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya kerja UNIKOM yaitu Professionalism, Integrity, Quality, IT, & Excellence (PIQIE). Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta menjadikan kesempatan ini sebagai momentum pengembangan diri dan peningkatan kinerja”, tuturnya. Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Agus menyampaikan harapannya melalui pelatihan tersebut, para tenaga kependidikan UNIKOM, khususnya staf SDM dan keuangan, benar-benar memahami standar kompetensi yang berlaku secara nasional, serta mampu meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial sesuai dengan kebutuhan institusi, direktorat, maupun program studi.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Administrasi Umum, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., CERA., menyampaikan harapannya agar pelatihan dan sertifikasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat strategis bagi institusi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi serta peningkatan profesionalisme SDM UNIKOM secara berkelanjutan.

    Sementara itu, Dr. Sri Lestari Prasilowati, M.A., selaku Asesor BNSP, dalam sambutannya menyampaikan, “pelatihan ini merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami para asesor untuk dapat berkolaborasi dengan UNIKOM yang telah dikenal sebagai institusi unggulan. Sebagai Dewan Pengawas ADPM-SDM, kami memastikan pelatihan ini berjalan optimal sehingga peserta memperoleh pemahaman yang kuat sebagai bekal menghadapi uji kompetensi, dengan memadukan materi pelatihan dan pengalaman kerja sehari-hari di bidang SDM maupun administrasi keuangan. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pimpinan UNIKOM dan berharap pelatihan ini dimanfaatkan secara aktif dan interaktif, sehingga mampu memperkuat profesionalisme serta menghasilkan bukti kompetensi yang autentik dan berkelanjutan”, demikian pungkasnya.

    Melalui program pelatihan dan uji kompetensi, UNIKOM menegaskan keseriusannya dalam mengembangkan kompetensi internal sebagai fondasi penguatan institusi, sekaligus mendukung visi perguruan tinggi yang unggul, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Direktorat Kemahasiswaan UNIKOM Gelar Sosialisasi PPK ORMAWA 2026 Perkuat Kapasitas dan Daya Saing Organisasi Mahasiswa

    Direktorat Kemahasiswaan UNIKOM Gelar Sosialisasi PPK ORMAWA 2026 Perkuat Kapasitas dan Daya Saing Organisasi Mahasiswa

    BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 19 Februari 2026, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Tahun 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Direktur Kemahasiswaan Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., Koordinator PPK ORMAWA UNIKOM, Dr. Hj. Supriyati, SE., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., CPI., CIAP., AMKI, dan para dosen pembina kemahasiswaan, pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta perwakilan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di lingkungan UNIKOM.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Kemahasiswaan atas konsistensi dalam mengawal pelaksanaan PPK ORMAWA. Prof. Umi juga menyampaikan terima kasih kepada Koordinator PPK ORMAWA yang terus mendorong lahirnya proposal-proposal berkualitas dan berdaya saing untuk memperoleh pendanaan dari Kemendikti Saintek.

    Menurut Prof. Umi, PPK ORMAWA bukan sekadar kompetisi pendanaan, melainkan ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kapasitas akademik, kepemimpinan, serta kepekaan sosial. Selain itu, Prof. Umi juga menegaskan bahwa persaingan pada tingkat nasional sangat ketat, sehingga dibutuhkan kesungguhan, disiplin, serta kolaborasi solid antara dosen pembimbing dan Ormawa. “Yang patut kita banggakan bukan hanya ketika proposal didanai, tetapi proses perjuangan, inovasi yang dihasilkan, serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat dan pengembangan diri mahasiswa”, tegasnya.

    Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, Ph.D., menyampaikan bahwa tahun 2026 merupakan tahun keempat pelaksanaan PPK ORMAWA sejak dimulai pada 2022. Ia menekankan bahwa program ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan sekaligus mendorong pemberdayaan desa secara berkelanjutan.

    Andrias, Ph.D., juga menjelaskan bahwa setiap tahun UNIKOM menunjukkan progres positif. Meskipun pada tahun sebelumnya belum mencapai tahap pendanaan, proposal yang diajukan telah lolos seleksi, yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas. Untuk itu, ia mengajak seluruh Ormawa memaksimalkan waktu dan potensi yang ada agar dapat mencapai tahap pendanaan pada tahun ini. Lebih lanjut, Andrias menegaskan pentingnya kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa (Hima) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang telah dipetakan sesuai kapasitas masing-masing. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan proposal yang komprehensif dan aplikatif dengan pendampingan dosen pembina yang kompeten.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Koordinator PPK ORMAWA UNIKOM, Dr. Supriyati, yang menjelaskan latar belakang, tujuan utama, serta regulasi pelaksanaan PPK ORMAWA 2026, di mana program tersebut merupakan bentuk pembinaan Ormawa oleh Belmawa dan perguruan tinggi yang diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

    Dr. Supriyati menjelaskan, “PPK ORMAWA bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan Ormawa, mengembangkan hard skills dan soft skills mahasiswa secara integratif, serta mendorong kontribusi nyata dalam meningkatkan kemajuan desa atau kelurahan sesuai topik yang dipilih. Program ini juga menjadi sarana pembentukan pemimpin transformasional yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan di masyarakat”, pungkasnya.

    Pada tahun 2026 terdapat sejumlah penyesuaian kebijakan. Jika sebelumnya tersedia 13 topik pilihan, kini disederhanakan menjadi 8 topik strategis. Selain itu, pendanaan per sub proposal mengalami penyesuaian dari Rp. 35.000.000,- pada tahun sebelumnya menjadi Rp. 30.000.000,- pada tahun ini.

    Melalui sosialisasi tersebut, Direktorat Kemahasiswaan UNIKOM berharap seluruh Ormawa dapat menyusun proposal yang inovatif, solutif, dan berorientasi pada keberlanjutan, sehingga mampu meningkatkan daya saing di tingkat nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perkuat Transformasi Digital dan Mobilitas Akademik UNIKOM Jalin Kerja Sama Internasional dengan University of the Philippines Mindanao

    Perkuat Transformasi Digital dan Mobilitas Akademik UNIKOM Jalin Kerja Sama Internasional dengan University of the Philippines Mindanao

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 13 Januari 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi menjalin kerja sama internasional dengan University of the Philippines Mindanao melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Filipina, dan disiarkan secara hybrid melalui Zoom, kegiatan MoU tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Filipina, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi berbasis teknologi.

    Penandatanganan MoU tersebut diwakili oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, Agus Trenggono, yang hadir bersama jajaran Konsulat Jenderal Republik Indonesia Davao City sebagai bentuk dukungan diplomatik terhadap penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Filipina. Hadir pula secara daring, jajaran pimpinan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), yaitu Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Direktur International Program, Dr. Senny Luckyardi, S.P., M.M., Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta Ketua Divisi Kerja Sama, Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol. Sementara itu, dari pihak University of the Philippines Mindanao, kegiatan dihadiri oleh Prof. Lyre Anni E. Murao, Chancellor UP Mindanao, beserta para pejabat universitas.

    Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., yang dalam kapasitasnya mewakili Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, Ph.D., dalam sambutan pembukanya mengungkapkan bahwa Indonesia dan Filipina memiliki kedekatan historis, kultural, dan regional sebagai sesama negara di Asia Tenggara. Kedekatan tersebut menjadi fondasi kuat bagi penguatan kolaborasi akademik yang responsif terhadap tantangan global dan kebutuhan kawasan. “MoU ini bukan sekadar dokumen formal, melainkan jembatan strategis untuk memperluas mobilitas dosen dan mahasiswa, mengembangkan penelitian bersama, serta mendorong berbagai inisiatif akademik lintas disiplin. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengintegrasikan potensi regional dengan jejaring pengetahuan global guna menciptakan dampak yang berkelanjutan”, demikian ungkapnya.

    Lebih lanjut, Adam Ph.D., menyebut bahwa UNIKOM, sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada sains, teknologi, inovasi, dan riset terapan, memandang kemitraan tersebut sebagai langkah konkret dalam memperkuat transformasi digital dan internasionalisasi institusi.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur International Program, Dr. Senny menyampaikan, “saya berharap penandatanganan MoU ini tidak sekadar menjadi formalitas administratif, melainkan menjadi tonggak penting bagi kedua institusi. Momentum ini juga membuka ruang bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk membangun kolaborasi yang lebih erat, produktif, dan berkelanjutan. Kami optimis kerja sama ini dapat diimplementasikan secara aktif melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak”, tutur Dr. Senny.

    Sementara itu, Konsulat Jenderal RI Davao City, Agus Trenggono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antara UNIKOM dan University of the Philippines Mindanao. Ia menekankan bahwa kolaborasi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia–Filipina, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Menurutnya, kerja sama antar perguruan tinggi seperti ini akan memperkuat people-to-people contact yang menjadi fondasi hubungan jangka panjang kedua negara. KJRI Davao City juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung implementasi program-program turunan dari MoU agar dapat berjalan secara konkret, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

    Berdasarkan kesepahaman yang telah disepakati, ruang lingkup kerja sama melalui MoU tersebut meliputi: program pertukaran mahasiswa yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedua institusi untuk mengikuti pengalaman akademik dan pertukaran budaya yang memperkaya wawasan global; program pertukaran dosen untuk  mendorong kolaborasi pengajaran, dan pengembangan kurikulum, serta pertukaran keahlian dalam metodologi inovatif. Selanjutnya, penelitian kolaboratif bertujuan untuk pengembangan riset bersama di berbagai bidang strategis yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan dampak sosial. Terakhir, yaitu inisiatif akademik lainnya, termasuk publikasi bersama, seminar internasional, inovasi digital, serta program penguatan kapasitas institusi.

    Dalam hal ini, University of the Philippines Mindanao yang mengusung kerangka Education 5.0 for Regenerative Futures menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan, ketahanan, dan pembangunan inklusif. Kesamaan visi tersebut sejalan dengan komitmen UNIKOM dalam mengintegrasikan teknologi dan inovasi untuk menjawab tantangan masyarakat global.

    Melalui penandatanganan MoU tersebut,  diharapkan menjadi awal dari kemitraan yang dinamis dan produktif, yang tidak hanya memperkuat kapasitas institusi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kawasan Asia Tenggara. Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, UNIKOM dan University of the Philippines Mindanao optimis bahwa sinergi ini akan menghasilkan program-program unggulan yang berdampak luas bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat kedua negara. (Direktorat Hms & Pro)

  • Direktorat Kemahasiswaan UNIKOM Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Sinergi Ormawa dan Pembina

    Direktorat Kemahasiswaan UNIKOM Gelar Rapat Koordinasi Perkuat Sinergi Ormawa dan Pembina

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 10 Februari 2026, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kemahasiswaan, bertempat di Ruang 4310 Kampus I UNIKOM. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi dan bertujuan sebagai upaya memperkuat tata kelola Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) sekaligus menyelaraskan program kerja tahun kepengurusan 2025/2026.

    Rapat sesi pertama dihadiri oleh para Dosen Pembina Kemahasiswaan dan Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selanjutnya, pada sesi kedua, rapat dilanjutkan bersama para Ketua Organisasi Mahasiswa (ORMAWA), meliputi Ketua BLM, BEM, HIMA, serta UKM periode 2025-2026.

    Kegiatan rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis bagi Direktorat Kemahasiswaan dalam menyampaikan informasi terkait agenda kegiatan ORMAWA yang akan berlangsung sepanjang tahun, sebagai penegasan kembali mekanisme administrasi organisasi. Beberapa hal yang dibahas antara lain prosedur peminjaman ruangan, pengajuan dana kegiatan, tata kelola surat-menyurat, serta perizinan kegiatan baik di dalam maupun di luar kampus.

    Tidak hanya bersifat informatif, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi diskusi dan berbagi pandangan antara para Dosen Pembina, Pembina UKM, dan pimpinan Direktorat Kemahasiswaan mengenai dinamika organisasi mahasiswa. Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi tantangan yang dihadapi ORMAWA sekaligus merumuskan solusi kolaboratif demi peningkatan kualitas pembinaan dan kinerja organisasi.

    Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., dalam arahannya menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam berorganisasi. Ia menyampaikan bahwa setiap ORMAWA perlu memiliki program kerja tahunan yang jelas agar setiap kegiatan maupun kompetisi yang diikuti memiliki arah dan tujuan yang terukur.

    Menurutnya, masa mahasiswa merupakan momentum strategis untuk mengembangkan kapasitas diri melalui berbagai aktivitas positif, seperti kepanitiaan, kompetisi, pelatihan, dan program pengembangan diri lainnya. Seluruh aktivitas tersebut diharapkan dilaporkan melalui Sistem Penilaian Aktivitas Mahasiswa (SPAK) sebagai bagian dari rekam jejak pengembangan kompetensi yang akan menjadi salah satu syarat pendaftaran tugas akhir. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk membebani mahasiswa, melainkan sebagai upaya institusi dalam mendorong pertumbuhan hard skills dan soft skills secara seimbang. Pembelajaran, menurutnya, tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.

    Di akhir kegiatan, Direktorat Kemahasiswaan berharap terjalin kolaborasi yang semakin solid antara Dosen Pembina dan ORMAWA, serta optimalisasi pemanfaatan dukungan dana dan waktu kepengurusan hingga akhir periode. Melalui sinergi yang terarah dan terencana, UNIKOM berkomitmen untuk menciptakan ekosistem kemahasiswaan yang produktif, profesional, dan berdaya saing. (Direktorat Hms & Pro)