Makalah ini mendeskripsikan proses historis munculnya masjid kampus di Indonesia. Pemahaman tentang arsitektur Islam dan arsitektur masjid telah terbentuk dari generasi ke generasi selama berabad-abad. Arsitektur masjid di Indonesia akhirnya muncul dengan bentuk atap bertingkat yang diwarisi dari arsitektur lokal, dan atap kubah sebagai hasil dari hubungan dengan dunia Timur Tengah. Seorang arsitek bernama Ahmad Noeman dengan karyanya, Masjid Salman di kampus Institut Teknologi Bandung – institusi teknologi pertama di Indonesia – akhirnya mengubah tradisi pemikiran gaya lama. Perubahan radikal pada saat itu menghasilkan masjid tanpa kubah, masjid dengan tampilan minimalis fungsional, sebuah terobosan desain pada masanya yang mendorong arsitek lain untuk mengubah ide bentuk masjid. Makalah ini akan memberikan gambaran umum tentang perkembangan masjid kampus, dalam konteks fleksibilitas bentuk. Diskusi ini berfokus pada pemikiran Ahmad Noeman, yang kemudian menginspirasi sejumlah desainer untuk mengeksplorasi gagasan masjid tanpa belenggu tradisi.
Kata kunci penulis
Ahmad Noeman; Pemikiran arsitek; Masjid kampus; Fleksibilitas; Indonesia
Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/84971434537
Kata Kunci Penulis Kualitas Layanan Elektronik (E-Service Quality/ESQ); Ketidakpuasan Pengalaman (Experience Dissatisfaction/ED); Persepsi Harga (Perceived Price/PP); Perilaku Perpindahan (Switching Behavior/SB); Niat Perpindahan (Switching Intention/SI)
Berdasarkan pernyataan penelitian dari para peneliti tentang Pemasaran Kewirausahaan (KPU) selama hampir 30 tahun sejak 1982 hingga saat ini, sejumlah peneliti menemukan keterkaitan antara disiplin ilmu kewirausahaan dengan disiplin ilmu pemasaran. Para peneliti mulai mengungkap definisi Pemasaran Kewirausahaan sejak tahun 2002. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis perkembangan definisi Pemasaran Kewirausahaan sejak tahun 2002 hingga saat ini, serta untuk menganalisis persamaan dan perbedaan definisi yang diajukan oleh para ahli. Artikel ini terdiri dari tiga bagian, pertama pendahuluan, kedua perkembangan definisi Pemasaran Kewirausahaan (KPU), dan ketiga kesimpulan. Penelitian ini menggunakan studi literatur. Dari hasil penelusuran literatur, secara kronologis ditemukan bahwa Pemasaran Kewirausahaan telah mengembangkan definisi, terutama dalam penerapannya pada usaha kecil dan menengah (UKM).
Kata kunci penulis
Definisi; Pemasaran kewirausahaan; UKM
Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/84971492804
Bisnis merupakan bagian dari masyarakat dan wajib memiliki tanggung jawab sosial (CSR) yang serupa dengan masyarakat itu sendiri. Pada kenyataannya, peran bisnis terbatas pada pemberian dukungan keuangan sukarela dan amal (filantropi) sehingga aktivitas tersebut memberikan manfaat yang sedikit bagi masyarakat. Hal ini menyebabkan kekecewaan bagi masyarakat dan pemerintah karena peran bisnis yang tidak signifikan dalam dunia sosial-ekonomi. Para pelaku bisnis cenderung melihat aktivitas ini hanya untuk memenuhi citra mereka di mata masyarakat dan konsumen. Oleh karena itu, para pelaku bisnis tidak hanya harus memenuhi keinginan pribadi dan insidental mereka, tetapi juga memberikan kemakmuran jangka panjang kepada masyarakat melalui aktivitas CSR mereka. Penelitian ini bertujuan untuk membahas Manajemen Komunikasi dalam Implementasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai cara untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat sehingga hubungan yang berkelanjutan dan harmonis antara masyarakat dan pelaku bisnis dapat tercapai. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif diimplementasikan menggunakan metode studi kasus untuk menjawab latar belakang dan cara para pelaku bisnis dalam melaksanakan aktivitas CSR mereka, pengambilan keputusan, penentuan strategi komunikasi dan penyebaran informasi dengan cara membangun konsep komunikasi berkelanjutan dan terus-menerus. Aktivitas profesional ini dilakukan melalui kemitraan; menjadikannya faktor penting dalam mengamankan pengembangan aktivitas yang diciptakan oleh praktisi hubungan masyarakat perusahaan.
Kata kunci penulis
Strategi penyebaran informasi; Latar belakang; Komunikasi; Hubungan berkelanjutan; Tanggung jawab sosial perusahaan; Pengambilan keputusan
Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/84971422126?
BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 21 Juli 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang, Jawa Tengah. Bertempat di Ruang serbaguna Lantai 16 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua perguruan tinggi untuk berbagi praktik terbaik dalam tata kelola kelembagaan, pengembangan akademik, sistem penjaminan mutu, transformasi digital, serta memperkuat peluang kolaborasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKOM., Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., beserta jajaran pimpinan Fakultas, para Direktur di lingkungan universitas, dosen, Kaprodi, dan tenaga kependidikan. Sementara itu, delegasi Universitas Tidar dipimpin oleh Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Axel Giovanni, S.E., M.M., beserta jajaran dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar.
Dekan FEB UNIKOM, Prof. Siti Kurnia menyampaikan bahwa salah satu kekuatan UNIKOM terletak pada sistem tata kelola yang tersentralisasi di tingkat universitas. Berbagai layanan strategis, mulai dari bidang akademik, sumber daya, administrasi umum, teknologi informasi, hingga penjaminan mutu, dikelola oleh direktorat yang berada di bawah koordinasi pimpinan universitas sehingga mampu menciptakan tata kelola yang efektif, efisien, produktif, dan memiliki standar layanan yang sama di seluruh fakultas. Oleh karena itu, pada kegiatan benchmarking tersebut FEB UNIKOM menghadirkan jajaran pimpinan universitas agar delegasi Universitas Tidar memperoleh gambaran yang utuh mengenai sistem pengelolaan yang diterapkan di UNIKOM.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh UNIKOM. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan benchmarking adalah mempelajari berbagai praktik unggulan yang telah diterapkan UNIKOM, khususnya dalam tata kelola organisasi, sistem informasi, serta pengelolaan akademik yang telah berjalan secara terintegrasi. “Kami datang ke UNIKOM untuk belajar dari perguruan tinggi yang telah berkembang sangat baik. Banyak hal yang ingin kami pelajari, mulai dari tata kelola organisasi, sistem informasi yang terintegrasi, hingga bagaimana membangun budaya kerja yang mampu mendorong seluruh sivitas akademika bekerja secara optimal. Kami melihat UNIKOM sebagai perguruan tinggi yang memiliki tata kelola organisasi yang baik, didukung arsitektur teknologi, proses bisnis yang jelas, serta sistem informasi yang terintegrasi. Hal-hal tersebut menjadi inspirasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola di Fakultas Ekonomi Universitas Tidar”, tutur Prof. Izza.
Memasuki sesi benchmarking, jajaran pimpinan dan direktorat UNIKOM secara bergantian memaparkan profil unit kerja, struktur organisasi, tata kelola, serta inovasi yang telah diterapkan di lingkungan universitas. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Umi memaparkan sistem pengelolaan akademik dan kemahasiswaan yang terintegrasi, sedangkan Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus menjelaskan strategi pengelolaan sumber daya manusia, struktur organisasi, dan tata kelola institusi yang mendukung efektivitas, efisiensi, dan produktivitas universitas.
Direktur Pengembangan Teknologi Digital dan Sistem Informasi (PTDSI), Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., memaparkan implementasi ekosistem teknologi informasi yang menjadi fondasi transformasi digital UNIKOM. Berbagai sistem informasi telah dikembangkan secara terintegrasi untuk mendukung proses akademik, administrasi, layanan sivitas akademika, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Transformasi tersebut diperkuat melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran maupun tata kelola institusi sebagai implementasi visi UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dan Campus AI Ready.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Umi juga menyampaikan bahwa banyak perguruan tinggi menjadikan UNIKOM sebagai tujuan benchmarking karena keberhasilan institusi dalam membangun tata kelola berbasis teknologi informasi. “Alhamdulillah, UNIKOM sering menjadi tujuan benchmarking karena tata kelola administrasi dosen maupun tenaga kependidikan kami dinilai baik. Seluruh sistem telah terintegrasi dengan teknologi informasi sehingga layanan dapat berjalan secara digital, efektif, efisien, dan modern”, ungkap Prof. Umi.
Selain itu, Prof. Umi menambahkan bahwa hasil benchmarking tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara UNIKOM dan Universitas Tidar. Menurutnya, kedua institusi memiliki peluang untuk menindaklanjuti hubungan tersebut melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Nota Kesepakatan (MoA), hingga Implementation Agreement (IA). Bahkan, kedua perguruan tinggi juga membuka peluang pengembangan program double degree dalam negeri sebagai bentuk kolaborasi akademik yang akan memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, maupun pengembangan kelembagaan kedua institusi. Melalui kegiatan benchmarking tersebut, FEB UNIKOM kembali menegaskan komitmennya sebagai fakultas yang terbuka terhadap kolaborasi, inovasi, dan berbagi praktik terbaik dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Sejalan dengan visi UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dan Campus AI Ready, sinergi antara UNIKOM dan Universitas Tidar diharapkan mampu melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan institusi serta mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital dan Artificial Intelligence. (Direktorat Hms & Pro)
Budaya organisasi dan komitmen manajemen merupakan konsep populer sekaligus kompleks yang diidentifikasi sebagai faktor yang dapat berhasil atau gagal dalam pencapaian tujuan perusahaan. Fenomena yang terjadi di organisasi publik Indonesia adalah mereka belum mencapai budaya organisasi yang sesuai dengan harapan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari kebenaran melalui pengujian (konfirmasi) pengaruh komitmen manajemen terhadap budaya organisasi. Hasil yang diharapkan dapat membuktikan bahwa model yang ditawarkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah budaya organisasi yang terjadi saat ini. Data yang digunakan diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 188 LTO di Jawa, dan diolah secara statistik menggunakan SEMPLS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksploratif, untuk mendapatkan jawaban atas sebab dan akibat dasar dengan menganalisis penyebab masalah dalam komitmen manajemen dan budaya organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan budaya organisasi yang diharapkan belum terwujud karena komitmen manajemen yang optimal belum diterapkan. Selama ini, budaya organisasi belum berjalan sesuai harapan karena adanya pergeseran nilai dalam penerapan sistem birokrasi. Demikian pula, komitmen manajemen belum sepenuhnya menjamin implementasi sistem birokrasi tersebut. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, organisasi harus memberikan perhatian pada upaya mengarahkan anggota organisasi dalam menerapkan budaya organisasi yang nilai-nilainya telah ditetapkan, melalui peran aktif manajemen puncak yang menunjukkan dedikasi berkelanjutan dalam pelaksanaan kegiatan organisasi.
Kata kunci penulis
Kantor Pajak; Komitmen manajemen; Budaya organisasi