Tag: digital entrepreneurial university

  • Evaluasi Pengalaman Pengguna Sistem E-Planning SIPD dengan Kuesioner meCue di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa

    Evaluasi Pengalaman Pengguna Sistem E-Planning SIPD dengan Kuesioner meCue di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa

    Penulis: Khairu Rijalul Amin, Irfan Dwiguna Sumitra

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121515

    Abstrak

    E-Planning adalah aplikasi yang digunakan untuk membantu merumuskan kebijakan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah berbasis internet. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) mewajibkan pemerintah kota/kabupaten di seluruh Indonesia untuk menerapkan SIPD secara bertahap mulai tahun 2021 menggunakan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri, yaitu SIPD dengan alamat web https://sipd.kemendagri.go.id. Aplikasi SIPD e-Planning yang dibangun dan dikembangkan mencakup e-Database, e-Planning, eMonev, dan e-Reporting untuk membangun hubungan yang lebih efektif, efisien, dan taat hukum antara pemerintah pusat dan daerah, mempercepat reformasi birokrasi untuk memperkuat otonomi daerah. Untuk kebutuhan evaluasi dan pengembangan aplikasi, perlu dilakukan penelitian tentang pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning. Aplikasi SIPD ePlanning diperkenalkan kepada Pemerintah Daerah bersamaan dengan munculnya pandemi COVID-19, yang dimulai pada awal tahun 2020. Oleh karena itu, perlu juga untuk meneliti bagaimana layanan aplikasi SIPD e-Planning selama pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning di Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa, khususnya selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Kuesioner meCUE dan wawancara dengan pengguna aplikasi. Evaluasi pengalaman pengguna aplikasi SIPD e-Planning menunjukkan bahwa aplikasi SIPD e-Planning praktis dan sangat tepat digunakan untuk mencapai tujuan e-Planning. Aplikasi SIPD e-Planning mudah digunakan dan memiliki antarmuka yang ramah pengguna. Perencanaan pembangunan selama pandemi COVID-19 sangat efektif menggunakan aplikasi SIPD e-Planning karena dapat diakses secara online sehingga tidak terpengaruh oleh perubahan jadwal kerja yang disebabkan oleh kebijakan kerja dari rumah (WFH) selama pandemi COVID-19. Evaluasi keseluruhan pengalaman pengguna menunjukkan bahwa pengguna Kabupaten Luwu dan Kabupaten Gowa memiliki pengalaman yang relatif serupa dengan aplikasi SIPD e-Planning. © 2024 IEEE.

    Kata kunci: COVID-19; Kabupaten Gowa; Kabupaten Luwu; kuesioner meCUE; Aplikasi SIPD e-Planning; pengalaman pengguna

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015814061

  • Masyarakat 5.0: Optimalisasi Sistem Sosioteknik dalam Pengurangan Kemiskinan

    Masyarakat 5.0: Optimalisasi Sistem Sosioteknik dalam Pengurangan Kemiskinan

    ​​Gustiana I. ; Wahyuni W. ; Hasti N.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022019

    Abstrak: 

    Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah desain platform digital sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan yang ada di masyarakat dengan berbagai penyebab. Kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks dan bersifat multidimensional. Penyebab kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan ketimpangan ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh permasalahan sosial, pendidikan, serta keterbatasan akses komunikasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sociotechnical System (STS). Analisis STS menggunakan enam atribut, yaitu tujuan, manusia, bangunan/infrastruktur, teknologi, budaya, serta proses/prosedur. Pendekatan STS menganalisis permasalahan berdasarkan aspek sosial dan teknis. Hasil akhir dari penelitian ini menghasilkan rancangan platform digital sebagai ruang publik untuk menampung partisipasi masyarakat agar peduli dan bersedia berbagi dengan komunitas miskin dalam bentuk kelompok pelatihan kewirausahaan (UKM). Teknologi ini berperan sebagai alat bantu dalam mendidik masyarakat, bukan sebagai pesaing masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip Masyarakat 5.0.
    © Published under licence by IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075861932

  • Merancang Sistem Informasi Geografis untuk Rumah Tidak Layak Dilakukan Karena Pendukung Kebijakan

    Merancang Sistem Informasi Geografis untuk Rumah Tidak Layak Dilakukan Karena Pendukung Kebijakan

    Hardiyana B. ; Wibawa J.C.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022103

    Abstrak:

    Implementasi program pengembangan kesejahteraan sosial di negara berkembang umumnya berfokus pada program pemberdayaan masyarakat miskin, yang lebih bernuansa dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat, bisnis, dan pemerintah. Pemberdayaan dianggap sebagai salah satu pilihan kebijakan dalam pengembangan kesejahteraan sosial saat ini. Pengembangan kesejahteraan sosial berdasarkan prinsip pemberdayaan dimaksudkan bahwa dalam penanganan masyarakat miskin harus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk meningkatkan kemandirian (UU Nomor 13 Tahun 2011). Pembangunan daerah memiliki dampak pada pembangunan nasional. Kebijakan pengentasan kemiskinan yang diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat telah menjadi agenda utama dan prioritas pembangunan di Kecamatan Baleendah, khususnya Desa Rancamanyar. Salah satu program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di Desa Rancamanyar adalah Program Bantuan Perumahan bagi rumah-rumah tak layak huni. Berbagai upaya pemerintah daerah untuk mengurangi jumlah rumah tak layak huni masih dianggap tidak merata. Dengan terbatasnya pengelolaan dan pengolahan data survei di daerah, hal ini menjadi salah satu faktor yang tidak membantu kebijakan yang ada. Dengan pembangunan sistem informasi geografis untuk rumah-rumah tak layak huni, salah satu upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mendukung dan membantu pengambilan keputusan terkait rumah-rumah tak layak huni adalah melakukan analisis geografis dan pemetaan rumah-rumah tak layak huni di Desa Rancamanyar, agar bantuan yang diberikan tidak salah sasaran. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075869118

  • Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pendidikan di

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pendidikan di

    Perguruan Tinggi Swasta: Pendekatan Data Mining Menggunakan Model VAR

    Wahyuddin S. ; Fauzi Insan Estiko ; Estiko Rijanto

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/2/022050

    Abstrak: 

    Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis data mining untuk mengekstraksi pengetahuan terkait faktor-faktor yang memengaruhi biaya pendidikan serta memprediksi besaran biaya pendidikan di masa mendatang. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi biaya pendidikan di sebuah perguruan tinggi swasta di wilayah Indonesia bagian timur. Penelitian ini menggunakan model Vector Autoregressive (VAR) dengan variabel yang meliputi biaya pendidikan, tingkat inflasi, jumlah mahasiswa terdaftar, dan upah minimum regional. Data yang digunakan mencakup periode Januari 2010 hingga Desember 2018 dan dikumpulkan dari perguruan tinggi swasta terkait, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), serta BPS Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menerapkan prosedur bertahap yang meliputi uji stasioneritas, penentuan lag optimal, uji signifikansi parameter, pengujian ketidakberkorelasi residual, serta uji stabilitas struktur model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pendidikan dan jumlah mahasiswa dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Temuan ini memberikan implikasi terhadap prediksi biaya pendidikan. © Published under licence by IOP Publishing Ltd.

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075886440?

  • Pendidikan Kewirausahaan Terkomputerisasi – Tinjauan Khusus tentang Kualitas Hidup di Era Digital

    Pendidikan Kewirausahaan Terkomputerisasi – Tinjauan Khusus tentang Kualitas Hidup di Era Digital

    Eddy Soeryanto Soegoto ; Senny Luckyardi

    DOI: 10.1088/1742-6596/1477/3/032017

    Abstrak: 

    Kesenjangan sosial dan ekonomi tetap menjadi isu penting di Indonesia yang berkaitan dengan tingkat kemiskinan. Penelitian ini berfokus pada analisis bagaimana pendidikan kewirausahaan berbasis komputer dapat membantu mengurangi kemiskinan dalam hal peningkatan kualitas hidup. Studi tentang kualitas hidup perlu dilakukan dalam penelitian ini mengingat sebagian besar penelitian sebelumnya menyoroti pengangguran dan tingkat pendapatan sebagai indikator kemiskinan, tanpa mengaitkannya dengan kualitas hidup. Selain itu, bisnis berbasis komputer kini telah menjadi tren baru untuk kegiatan penghasil pendapatan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menerapkan analisis Mann-Whitney untuk membandingkan kualitas hidup antara dua kelompok responden. WHOQOL-BREF digunakan sebagai instrumen penelitian dan didistribusikan kepada kelompok 1 yang terdiri dari responden yang telah diberikan pendidikan kewirausahaan berbasis komputer dan kelompok 2 yang terdiri dari responden yang tidak diberikan pendidikan kewirausahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berbasis komputer dapat membantu mengurangi kemiskinan melalui peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Kewirausahaan menciptakan perubahan positif yang pada akhirnya membawa dampak besar pada kesejahteraan manusia. Penelitian ini berkontribusi untuk meningkatkan pengetahuan kita tentang pendidikan kewirausahaan berbasis komputer sebagai jalan untuk mengurangi kemiskinan. © 2020 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci terindeks: Istilah terkontrol teknik (Fisika) ;Istilah tidak terkontrol teknik (Pendidikan kewirausahaan; Kesejahteraan manusia; Aktivitas penghasil pendapatan; Kualitas hidup; Perubahan positif; Kualitas hidup; Metode kuantitatif; Instrumen penelitian) ; Judul utama teknik (E-learning)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85083788581

  • Signifikansi Pendidikan Pemasaran dalam Pengurangan Kemiskinan di Indonesia: Tinjauan Khusus Terhadap Kualitas Hidup

    Signifikansi Pendidikan Pemasaran dalam Pengurangan Kemiskinan di Indonesia: Tinjauan Khusus Terhadap Kualitas Hidup

    Senny Luckyardi ; Ratih Hurriyati ; Disman ; Puspo Dewi Dirgantari

    DOI: 10.15549/jeecar.v9i1.867

    Abstrak: 

    Kemiskinan di Indonesia telah menjadi permasalahan krusial sebagai akibat dari kesenjangan sosial dan ekonomi. Fenomena ini tidak terlepas dari peran pendidikan sebagai pintu masuk dalam upaya pengentasan kemiskinan. Salah satu penyebab utama kegagalan kewirausahaan yang pada akhirnya meningkatkan risiko kebangkrutan dan kemiskinan adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pemasaran. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pendidikan pemasaran dapat berkontribusi dalam pengurangan kemiskinan dalam konteks peningkatan kualitas hidup. Mengingat sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada tingkat pengangguran dan pendapatan sebagai indikator kemiskinan, yang belum mampu menjelaskan kualitas hidup secara komprehensif, maka diperlukan kajian terhadap kualitas hidup dalam penelitian ini. Selain itu, analisis Mann–Whitney digunakan untuk membandingkan kualitas hidup pada dua kelompok responden dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Observasi juga dilakukan selama enam bulan untuk menilai kualitas hidup responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah WHOQOL-BREF, yang didistribusikan kepada Kelompok 1 (30 responden yang telah menerima pendidikan pemasaran) dan Kelompok 2 (30 responden yang belum menerima pendidikan pemasaran). Setiap responden berasal dari provinsi yang berbeda di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan pemasaran dapat membantu mengurangi kemiskinan yang ditandai dengan peningkatan kualitas hidup secara signifikan. Pengetahuan pemasaran mendorong perubahan positif yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan manusia. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman mengenai pendidikan pemasaran sebagai salah satu sarana pengentasan kemiskinan. © 2022, Institute of Eastern Europe and Central Asia. All rights reserved.

    Kata Kunci: Analisis; Indonesia; Pendidikan pemasaran; Kemiskinan; Kualitas hidup

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85124341101?

  • Peran Pemerintah Indonesia di Era Inovasi Disrupsi Perbankan

    Poni Sukaesih Kurniati ; Suryanto

    DOI: 10.15549/jeecar.v9i1.881

    Abstrak:

    Inovasi disrupsi digital di industri jasa keuangan merupakan inovasi yang berhasil mengubah lanskap industri keuangan, mulai dari struktur, teknologi, hingga model pemasarannya. Munculnya industri Teknologi Keuangan (Fintech) menandai inovasi disrupsi di industri jasa keuangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah Indonesia di era disrupsi perbankan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif—data diperoleh melalui wawancara dan studi literatur, Bank Indonesia, Asosiasi Fintech Indonesia, dan Asosiasi Perbankan Nasional. Sebelum penelitian dimulai, validitas data terlebih dahulu diuji. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemerintah mendorong pertumbuhan perbankan dan fintech secara berdampingan dan diarahkan untuk segera berkolaborasi. Peran pemerintah sebagai regulator telah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI, Bank Sentral Indonesia) dengan menerbitkan berbagai peraturan. Studi ini menyimpulkan bahwa ada tiga area yang perlu dipantau dan dijaga oleh regulator, termasuk penyalahgunaan dana publik, perlindungan publik, data pribadi, dan pencucian uang. © 2022, Institute of Eastern Europe and Central Asia. All rights reserved.

    Keywords: Perbankan; Disrupsi; Fintech; Peran Pemerintah

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85124364446

  • Peran Investasi Domestik, Investasi Asing, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Pengurangan Kemiskinan di Indonesia

    Peran Investasi Domestik, Investasi Asing, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam Pengurangan Kemiskinan di Indonesia

    Herman Soegoto ; Surjatno Wiganepdo Seogoto ; Daniel Francois Meyer

    DOI: 10.15549/jeecar.v9i5.1072

    Abstrak:

    Pemerintah Indonesia berupaya mengurangi angka kemiskinan, dengan mendorong investasi dari dalam negeri dan luar negeri serta meningkatkan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, hingga akhir tahun 2020, kategori penduduk miskin di Indonesia masih relatif tinggi, sekitar sepuluh persen dari total penduduk Indonesia. Permasalahan penelitian ini mendorong penulis untuk meneliti peran Investasi Domestik (DI), Investasi Asing (FI), dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengurangi kemiskinan di Indonesia. Hal ini karena belum ada penelitian sebelumnya di Indonesia yang melibatkan keempat variabel tersebut dengan data dari tahun 2010 hingga 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menentukan dampak DI, FI, dan UMKM terhadap besarnya kemiskinan. Data yang menggabungkan data time series dan cross-section dianalisis menggunakan metode least square panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan akan menurun ketika terjadi peningkatan investasi domestik, peningkatan investasi asing, dan peningkatan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. © 2022, Institute of Eastern Europe and Central Asia. Seluruh hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Investasi domestik; investasi asing; Indonesia; UMKM; kemiskinan

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85141168690

  • Kinerja Keuangan Perbankan Di Era Teknologi Keuangan Industri

    Kinerja Keuangan Perbankan Di Era Teknologi Keuangan Industri

    Suryanto ; Herwan Abdul Muhyi ; Poni Sukaesih Kurniati ; Nazar Musthapa

    DOI: 10.15549/jeecar.v9i5.1075

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan bank-bank Indonesia berdasarkan Rasio Kecukupan Modal (CAR), Biaya Operasional per Pendapatan Operasional (BOPO), Rasio Pinjaman terhadap Simpanan (LDR), Margin Bunga Bersih (NIM), Pengembalian Aset (ROA), dan Kredit Macet (NPL). Metode penelitian yang digunakan adalah verifikasi dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data diperoleh dari laporan keuangan bank yang telah dipublikasikan. Sampel dikelompokkan menjadi bank milik negara, bank pembangunan daerah, bank swasta nasional, dan bank asing. Sampel dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kinerja perbankan sebelum dan setelah berlakunya regulasi teknologi keuangan (fintech). Teknik analisis yang digunakan adalah uji sampel berpasangan dan uji peringkat bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan pada CAR, LDR, NIM, ROA, dan NPL setelah berlakunya regulasi fintech. Sementara itu, hanya BOPO yang tidak mengalami perbedaan dengan berlakunya regulasi fintech. © 2022, Institut Eropa Timur dan Asia Tengah. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: kinerja perbankan; BOPO; CAR; Fintech; LDR; NIM; ROA

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85142196466

  • Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Perekonomian Uni Eropa

    Dampak Perang Rusia-Ukraina Terhadap Perekonomian Uni Eropa

    Andrias Darmayadi ; Nikolay Megits

    DOI: 10.15549/jeecar.v10i1.1079

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap perekonomian Uni Eropa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini menjawab pertanyaan penelitian yang membutuhkan penjelasan dan pemahaman tentang aktivitas sosial akibat perang. Dalam penelitian deskriptif ini, kami bertujuan untuk mengevaluasi dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap perekonomian Uni Eropa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perekonomian Uni Eropa sangat terpengaruh oleh perang ini, mulai dari terganggunya hubungan perdagangan antara Rusia dan Uni Eropa di semua bidang, terutama di sektor energi, hingga terciptanya tingkat inflasi yang tinggi di negara-negara berkembang. Dengan demikian, tentu saja, perekonomian dan stabilitas di Uni Eropa akan terganggu dan menyebabkan krisis ekonomi di banyak negara Eropa. © 2023, Institut Eropa Timur dan Asia Tengah. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Ekonomi; Uni Eropa; Rusia; Ukraina; Perang

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85146896294