Universitas Komputer Indonesia dengan bangga menyelenggarakan konferensi ini dengan tema:
Meningkatkan Ketahanan Global: Sains dan Teknologi Inovatif untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.
Menghadirkan para pakar terkemuka dari berbagai negara:
🌟 Assoc. Prof. Abdulkareem Shafiq M. Al-Obaidi (Taylors University, Malaysia) 🌟 Prof. Dr. Muhammad Imran Aslam (NED University of Engineering & Technology, Pakistan) 🌟 Jufra Fy, S.Kom (Wilmar Consultancy Services, Indonesia) 🌟 Assoc. Prof. Dr. Chowwalit Chookhampaeng (Mahasarakham University)
Kirimkan hasil penelitian terbaik Anda dan jadilah bagian dari diskusi global mengenai inovasi dan solusi dalam bidang Sains dan Teknologi Kebumian serta Lingkungan.
Dapatkan berbagai kesempatan berharga untuk publikasi, memperluas jejaring, dan menjalin kolaborasi internasional.
📌 Tanggal Penting: 📖 Batas Akhir Pengumpulan Makalah Lengkap: 29 Juli 2026 ✍️ Batas Akhir Pengumpulan Makalah Revisi: 9 September 2026 ✅ Pengumuman Penerimaan: 10 Oktober 2026 🏫 Pelaksanaan Konferensi: 5 November 2026
BANDUNG, UNIKOM — Pada bulan Agustus 2026, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali mencatat capaian akademik dan melahirkan dua doktor baru melalui keberhasilan Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., dan Dr. Yadi Maryadi, S.E.,M.Si. Keduanya dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi masing-masing di hadapan Tim Promotor dan Tim Penguji. Sidang Promosi Doktor Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, sementara Dr. Yadi Maryadi, S.E.,M.Si., mengikuti sidang pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kedua sidang tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., selaku Promotor sekaligus Ketua Sidang.
Dr. Windi Novianti Teliti Keputusan Investasi Generasi Z
Pada sidang yang berlangsung 5 Agustus 2026, Dr. Windi mempertahankan disertasi berjudul “Keputusan Investasi Gen Z Melalui Bias Perilaku: Pendekatan Keuangan Keperilakuan dalam Konteks Paparan Media Sosial, Literasi Keuangan, dan Ekspektasi Keuntungan (Survey pada Mahasiswa Perguruan Tinggi yang Memiliki Galeri Investasi di Wilayah Jawa Barat)”. Topik tersebut menempatkan perilaku Generasi Z dalam mengambil keputusan investasi sebagai fokus kajian, dengan pendekatan keuangan keperilakuan yang mempertimbangkan paparan media sosial, literasi keuangan, dan ekspektasi keuntungan.
Dr. Windi dibimbing oleh Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., sebagai Co Promotor. Dalam mempertahankan hasil penelitiannya, ia mempresentasikan disertasi secara singkat sebelum menghadapi sesi pertanyaan dan tanggapan dari Tim Penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.; Prof. Dr. H. Nugraha, S.E., Ak., M.Si., CA, CPA., CFP; Assoc. Prof. Dr. Yoyok Prasetyo, S.T., M.Sy.; dan Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si. Setelah melalui seluruh rangkaian evaluasi, ia dinyatakan lulus Ujian Promosi Doktor. Dalam rangkaian sidang tersebut, Dr. Windi tercatat sebagai Doktor ke-4 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Windi menyampaikan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktor di UNIKOM. Perjalanan akademiknya di UNIKOM telah berlangsung sejak jenjang S1 dan S2 Manajemen, hingga kemudian melanjutkan pendidikan doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Saat ini, Dr. Windi juga mengabdikan diri sebagai dosen tetap UNIKOM. “Alhamdulillah, ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian studi saya. Prosesnya luar biasa, melewati berbagai rintangan dan tantangan, hingga akhirnya saya dapat mencapai jenjang pendidikan tertinggi, yaitu S3”, ungkapnya. Ia menilai sistem perkuliahan hybrid di UNIKOM menjadi salah satu kemudahan selama menempuh pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang berdomisili di luar Bandung.
Dr. Yadi Maryadi Kaji Kinerja Perguruan Tinggi di Era Digital
Masih di bulan yang sama, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen kembali menggelar Sidang Promosi Doktor. Pada kesempatan tersebut, Dr. Yadi mempertahankan disertasi berjudul “Model Kinerja Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Kepemimpinan Digital dan Sistem Informasi Manajemen Melalui Budaya Organisasi Sebagai Variabel Mediasi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah II”. Disertasi Dr. Yadi mengangkat kajian mengenai model kinerja perguruan tinggi swasta dengan menyoroti kepemimpinan digital dan sistem informasi manajemen serta menempatkan budaya organisasi sebagai variabel mediasi.
Dalam sidang tersebut, Dr. Yadi diuji oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si.; Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA.; Dr. Elvera, S.E., M.Sc.; dan Assoc. Prof. Dr. Deden Abdul Wahab Sya’roni, Ir., M.Si. Sementara proses penyusunan disertasi dibimbing oleh Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, SE., M.Si. sebagai Co Promotor. Setelah mempresentasikan disertasi dan menjawab berbagai pertanyaan serta tanggapan dari Tim Penguji dan Tim Promotor, Dr. Yadi dinyatakan lulus Ujian Promosi Doktor. Ia menjadi Doktor ke-5 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Yadi mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran Sidang Promosi Doktor yang menjadi puncak perjalanan akademiknya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNIKOM beserta jajaran pimpinan, dosen, promotor, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, fasilitas, doa, serta bimbingan selama masa studi. Menurutnya, sistem pembelajaran hybrid di UNIKOM memberikan kemudahan dalam mengikuti perkuliahan secara daring maupun luring, khususnya karena dirinya berasal dari Pagar Alam. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, serta mengajak rekan-rekan DIM Angkatan 1 untuk segera menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor bersama.
Dalam disertasinya, Dr. Yadi mengangkat penelitian mengenai model kinerja perguruan tinggi swasta berbasis kepemimpinan digital dan sistem informasi manajemen dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi terhadap kinerja perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah II. Ia memilih topik tersebut karena relevan dengan proses transformasi digital yang tengah berlangsung di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, dengan harapan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja perguruan tinggi swasta.
Dua Disertasi, Dua Perspektif untuk Menjawab Tantangan Manajemen Kontemporer
Keberhasilan Dr. Windi dan Dr. Yadi menunjukkan keberagaman isu yang dikaji melalui pendidikan doktoral di Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM.
Dr. Windi menghadirkan kajian mengenai keputusan investasi Generasi Z dan keuangan keperilakuan, sedangkan Dr. Yadi mengangkat kinerja perguruan tinggi swasta dalam konteks kepemimpinan digital, sistem informasi manajemen, dan budaya organisasi. Dua tema tersebut memiliki konteks yang berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari persoalan manajemen yang berkembang di tengah perubahan lingkungan organisasi dan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengembangan akademik Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Dengan bertambahnya dua doktor baru, UNIKOM terus mendorong lahirnya insan akademik yang memiliki kapasitas keilmuan dan mampu menghasilkan kajian berbasis penelitian.
UNIKOM Apresiasi Capaian Dua Doktor Baru
Rangkaian Sidang Promosi Doktor tidak hanya menjadi tahap akhir perjalanan akademik, tetapi juga menjadi momentum penting bagi keluarga, promotor, penguji, serta sivitas akademika yang turut mendukung proses pendidikan doktoral.
Setelah dinyatakan lulus, kedua doktor baru menerima Surat Keterangan Lulus Ujian Promosi Doktor dan mengikuti sesi foto bersama Tim Promotor, Tim Penguji, serta keluarga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyampaian kesan, pesan, dan harapan dari promotor serta ungkapan rasa syukur dari masing-masing doktor baru.
Rektor UNIKOM, Prof. 3. Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya Sidang Promosi Doktor Ilmu Manajemen yang diikuti oleh Dr. Windi dan Dr. Yadi, keduanya dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh tahapan akademik, mulai dari proses studi, penelitian dan disertasi, sidang tertutup hingga ujian terbuka, sebagai bagian dari pencapaian akademik di Program Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi UNIKOM sekaligus menunjukkan komitmen dan ketekunan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan doktoral. Rektor berharap capaian kedua doktor tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen lainnya yang tengah menyelesaikan disertasi agar dapat segera menuntaskan studinya dan mengikuti jejak keberhasilan para pendahulunya.
Menurut Prof. Eddy, perjalanan studi para promovendus menjadi bukti bahwa jarak dan kesibukan bukanlah hambatan untuk meraih pendidikan doktoral. Dukungan sistem pembelajaran hybrid yang diterapkan UNIKOM memberikan kemudahan bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar daerah, untuk mengikuti perkuliahan, bimbingan, maupun berkomunikasi dengan promotor dan tim penguji secara efektif. Pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM menghadirkan proses pendidikan yang adaptif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman. Atas capaian tersebut, Prof. Eddy juga menyampaikan selamat kepada Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., dan Dr. Yadi Maryadi, S.E.,M.Si., serta berharap ilmu dan hasil penelitian yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktor dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan masyarakat.
Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, organisasi, dan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Sebagai bagian lanjutan dari rangkaian Lokakarya Sosialisasi Visi, Misi,Tujuan dan Sasaran (VMTS) Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) pada 14 Agustus 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Parallel Session sesi tersebut diselenggarakan dalam ruang diskusi untuk mempersentasikan, memperdalam dan menerjemahkan arah strategis VMTS Fakultas Pascasarjana ke dalam konteks pengembangan masing-masing Program Studi, Khususnya dalam menghadapi dinamika perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam rangkaian Lokakarya Sosialisasi VMTS Fakultas Pascasarjana UNIKOM Setelah sebelumnya para peserta mengikuti pemaparan mengenai VMTS Fakultas Pascasarjana serta memperoleh perspektif dari para pemangku kepentingan eksternal, pembahasan kemudian diperdalam melalui forum diskusi di tingkat Program Studi melalui sesi pararel tersebut, setiap Program Studi diharapkan dapat mengidentifikasi tantangan, peluang dan strategipengembangan yang selaras dengan arah strategis Fakultas serta responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan.
Sesi paralel pertama berlangsung dengan melibatkan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen (DIM) dan Program Studi Doktor Sistem Informasi (DSI). Program Studi Doktor Ilmu Manajemen melaksanakan paparan VMTS dan sesi diskusi bersama pembicara eksternal yang dipimpin Ketua Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si. Sementara itu, Program Studi Doktor Sistem Informasi melaksanakan agenda serupa di Ruang DSI 12.011 yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi, Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., M.M., bersama pembicara eksternal.
Format diskusi yang menghadirkan perspektif eksternal memberikan ruang bagi masing-masing program studi untuk melihat kembali arah VMTS dari sudut pandang yang lebih luas. Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat keterkaitan antara pengembangan akademik dengan dinamika lingkungan eksternal.
Empat Program Magister Lanjutkan Penguatan VMTS
Rangkaian paralel session juga dilanjutkan dengan melibatkan empat program studi magister, yaitu Magister Manajemen (MM), Magister Desain (M.Ds), Magister Sistem Informasi, dan Magister Ilmu Komunikasi (MIK).
Pada Program Studi Magister Manajemen, sosialisasi VMTS dan diskusi dipimpin Ketua Program Studi Magister Manajemen, Assoc. Prof. Dr. Ir. Deden A. Wahab Sya’roni, M.Si., bersama pembicara eksternal.
Selain itu, Program Studi Magister Desain juga menggelar sosialisasi VMTS dan diskusi bersama pembicara eksternal bersama dengan mahasiswa dan alumni yang dipimpin oleh Ketua Program Studi Magister Desain, Dr. Taufan Hidayatullah, S.Sn.,M.Ds., dengan membahas sejumlah diskusi mengenai arus cascading penyusunan VMTS yang menyesuaikan dengan Visi dan Misi Universitas, Fakultas, dan Program Studi.
Sementara itu, Program Studi Magister Sistem Informasi menyelenggarakan sosialisasi VMTS dan diskusi yang dipimpin Ketua Program Studi Magister Sistem Informasi, Sri Supatmi, M.T.,D.Sc.
Adapun Program Studi Magister Ilmu Komunikasi melaksanakan sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) sekaligus diskusi bersama para pakar dan akademisi di bidang Ilmu Komunikasi. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Ketua Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), Dr. Hj. Ani Yuningsih, Dra.,M.Si., Ketua DPW Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (FORSILADI), Dr. Imam Jahrudin Priyanto, Drs., M.Hum. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat (KPID Jabar), yang diwakili oleh Wakil Ketua KPID Jabar, Dr. Almadina Rakhmaniar, S.Psi., M.I.Kom., serta Ikatan Doktor Ilmu Komunikasi (IDIK) yang diwakili oleh Dr. Eki Baihaki,M.Si., hadir secara hybrid.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Desayu Eka Surya, M.Si., CICS., dengan dihadiri jajaran dosen homebase Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, diantaranya Dr. Rismawaty Rais, S.Sos., M.Si., dan Dr. Olih Solihin, S.Sos., M.I.Kom., serta mahasiswa.
Diskusi tersebut melahirkan beragam masukan, evaluasi, dan perspektif dari para pakar, dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra sebagai bahan penting dalam penyempurnaan dan perumusan VMTS Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM, agar semakin relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan masyarakat, dan tantangan dunia komunikasi di era digital.
Dalam kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Desayu menyampaikan bahwa seluruh masukan dan hasil evaluasi yang disampaikan dalam forum akan diolah dan dikaji secara bersama-sama sebagai bahan penyusunan VMTS Program Studi Magister Ilmu Komunikasi. “Masukan-masukan yang berharga dari Bapak dan Ibu untuk penyusunan visi dan misi program studi ini sangat bernilai bagi Prodi MIK. Terlebih, sebagai Prodi yang baru berdiri di universitas yang mengedepankan Artificial Intelligence (AI), hal tersebut tidak dapat kita hindari di era saat ini”, ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI menjadi salah satu aspek yang perlu diintegrasikan dalam pengembangan pendidikan di UNIKOM. Implementasi teknologi tersebut telah dilakukan dalam proses pembelajaran, termasuk melalui beberapa mata kuliah Program Studi Magister Ilmu Komunikasi yang fokus pada Komunikasi digital diantaranya pada MK Analisis Konten Media dan khalayak, Digital PR, Analisis Jaringan Sosial, dan sebagainya. Menurutnya, penguatan aspek teknologi dan Artificial Intelligence (AI) tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan Magister Ilmu Komunikasi yang adaptif, kompeten, dan mampu menghadapi dinamika industri komunikasi di era transformasi digital.
Dari Sosialisasi Menuju Penguatan Strategi Program Studi
Penyelenggaraan sesi secara paralel memungkinkan pembahasan VMTS dilakukan secara lebih terarah berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing program studi. Kehadiran pembicara eksternal juga memperluas ruang dialog sehingga proses sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian dokumen atau arah strategis, tetapi menjadi forum untuk membangun pemahaman bersama.
Di tengah perkembangan AI yang semakin mempengaruhi berbagai bidang keilmuan dan dunia profesional, penguatan VMTS menjadi bagian penting bagi perguruan tinggi untuk memastikan arah pengembangan akademiknya tetap relevan dengan perubahan lingkungan. Melalui forum tersebut, Fakultas Pascasarjana UNIKOM mempertemukan perspektif internal dan eksternal sebagai bagian dari proses penguatan arah Program Studi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pendidikan Pascasarjana yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada penguatan keilmuan.
Pelaksanaan paralel session menegaskan bahwa akselerasi VMTS di era Artificial Intelligence membutuhkan kolaborasi dan dialog lintas perspektif. Melalui keterlibatan program studi dan pihak eksternal, Fakultas Pascasarjana UNIKOM terus mendorong penguatan arah strategis yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan lingkungan eksternal. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM — Guna memperkuat arah pengembangan pendidikan tinggi di era Artificial Intelligence (AI), Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS), pada Jumat 14 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kelas Hybrid Lantai 12 Smart Building UNIKOM. Mengangkat tema “Tantangan Akselerasi VMTS pada Era Artificial Intelligence”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penyelarasan VMTS Universitas, Fakultas Pascasarjana, hingga Program Studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Forum tersebut juga sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan sivitas akademika dengan para pemangku kepentingan eksternal dalam memperoleh masukan bagi pengembangan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Kegiatan Lokakarya tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan UNIKOM, antara lain Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Umi Narimawati, S.E.,M.Si., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi, Assoc. Prof. Dr. H. Herman S. Soegoto, M.B.A., serta Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D. Turut hadir pula Dekan Fakultas Pascasarjana, para Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa di lingkungan Pascasarjana UNIKOM, serta para mitra dari dunia industri, dunia usaha, perguruan tinggi, asosiasi, alumni, dan berbagai institusi terkait.
Ketua Pelaksana Lokakarya sekaligus Ketua Program Studi Doktor Sistem Informasi, Assoc. Prof. Dr. Agus Nursikuwagus, S.T., M.T., M.M., dalam laporannya menyampaikan “Lokakarya yang dilaksanakan adalah satu finalisasi kerja Dekan dan para Kaprodi Doktor dan Magister di lingkungan Pascasarjana, yang dilaksanakan dalam rangkaian yang cukup panjang melalui beberapa kali diskusi bersama melalui rapat fakultas. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses penyelarasan VMTS tidak dapat dilepaskan dari arah pengembangan UNIKOM yang semakin memperhatikan perkembangan teknologi AI.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa lokakarya menjadi momentum penting untuk memastikan kesinambungan antara VMTS Universitas, Fakultas Pascasarjana, dan Program Studi. “Karena UNIKOM mengadakan perubahan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS), maka kami dari Fakultas Pascasarjana turut menyusun Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Fakultas yang selanjutnya akan menjadi dasar bagi Program Studi dalam menyusun VMTS-nya, sehingga akan terbentuk keselarasan antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Universitas, Fakultas dan Program Studi di Lingkungan Pascasarjana UNIKOM”, ungkapnya. Menurutnya, proses penyelarasan dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama berupa pemaparan VMTS Universitas dan Fakultas Pascasarjana, sedangkan tahap berikutnya dilanjutkan melalui parallel session pada masing-masing program studi.
Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Rahma menyampaikan bahwa ada enam Program Studi di lingkungan Pascasarjana yang terlibat dalam proses tersebut, yaitu Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Doktor Sistem Informasi, Magister Manajemen, Magister Desain, Magister Sistem Informasi, dan Magister Ilmu Komunikasi. Selain itu, ia menjelaskan “kami sengaja menghadirkan stakeholder supaya VMTS yang sudah disusun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Keterlibatan internal UNIKOM dalam Lokakarya tersebut mencakup jajaran pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Pascasarjana, serta mahasiswa. Sementara itu, stakeholder eksternal yang turut berpartisipasi berasal dari dunia industri dan dunia usaha, perguruan tinggi mitra, alumni, serta asosiasi”, jelasnya. Ia juga berharap kolaborasi dengan para mitra dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kegiatan, antara lain guest lecture, dosen tamu, kolaborasi riset, dukungan penelitian, serta pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., dalam kapasitasnya mewakili Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutan pembukanya menekankan pentingnya adaptasi seluruh Fakultas dan Program Studi terhadap perubahan visi universitas yang memasukkan unsur kompetensi AI dan digital. Prof. Umi menjelaskan, perubahan visi di tingkat universitas secara otomatis perlu diterjemahkan ke dalam arah pengembangan fakultas dan program studi. “Semua Fakultas dan semua Program Studi harus menuju pada visi, misi, tujuan, dan sasaran tingkat universitas yang memasukkan unsur AI dan digital”, ungkap Prof. Umi.
Menurut Prof. Umi, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam lokakarya menjadi penting karena masukan yang diberikan akan menjadi bagian dari proses pengembangan pendidikan dan kurikulum. Ia juga menyatakan bahwa UNIKOM sebelumnya telah mulai memasukkan unsur kompetensi AI dan digital dalam pengembangan kurikulum. Selanjutnya, VMTS Fakultas Pascasarjana akan diadopsi dan diterjemahkan oleh Program Studi di lingkungan Pascasarjana. “Pada akhirnya ke mana? Ke kurikulum. Semua harus mengacu pada Visi, Misi, dan Tujuan sehingga profil lulusan yang ditetapkan oleh program studi di Pascasarjana dapat tercapai,” tegasnya. Dengan demikian, penyelarasan VMTS tidak berhenti pada penyusunan dokumen strategis, tetapi diarahkan hingga implementasi dalam kurikulum dan pencapaian profil lulusan.
Salah satu agenda penting dalam Lokakarya adalah penandatanganan kerja sama antara Fakultas dan Program Studi di lingkungan Pascasarjana UNIKOM dengan para mitra. Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Pascasarjana dan mitra, serta Memorandum of Agreement (MoA) antara Program Studi dengan mitra. Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah Program Studi pada jenjang Doktor dan Magister, diantaranya Program Studi Doktor Sistem Informasi, Doktor Ilmu Manajemen, Magister Manajemen, Magister Desain, serta Magister Ilmu Komunikasi.
Wakil Ketua Pelaksana dan Penanggung Jawab acara lokakarya sekaligus Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Desayu Eka Surya., M.Si.,CICS., mengatakan terdapat 15 mitra yang melakukan penandatangan MoU dengan Fakultas Pascasarjana dan MoA dengan Program Studi di Lingkungan Pascasarjana, antara lain PT 4nesia Digital Solution, PT Metro Smart Technology, Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (KAMSELINDO), Rumah Sakit YARSI, PT Dekatama Centra, Institut Agama Islam As-Syifa, Perumda Air Minum Tirta Patriot, PT Tajir Berkah Sinergi, PT Sanggar Indah Group, Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia, PT Primega Saniyya Lestari, Java Robotika Teknologi, CV Jamise Kreativa Indonesia, PT Mutiara Packaging, TVRI Bandung, Janavalla Hotel Bandung, PT Mozza Travel, serta Journal of Social Media and Message Universitas Islam Riau. Selain itu, pelaksanaan kerja sama juga melibatkan mitra yang hadir secara daring. Salah satunya adalah PT Tajir Berkah Sinergi yang melaksanakan penandatanganan MoU dan MoA secara online.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan VMTS Fakultas Pascasarjana UNIKOM serta perspektif eksternal. Pemaparan VMTS disampaikan oleh Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., bersama pembicara eksternal. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam lokakarya karena perkembangan Artificial Intelligence membawa perubahan yang semakin luas terhadap dunia pendidikan, penelitian, kebutuhan kompetensi, serta hubungan perguruan tinggi dengan dunia industri dan masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian sesi pertama Lokakarya, seluruh peserta bersama jajaran pimpinan UNIKOM melaksanakan sesi foto bersama di Lantai 15 Smart Building UNIKOM, yang turut dihadiri oleh Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. H. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T.
Sesi kedua dilaksanakan setelah waktu ishoma, yaitu parallel session yang diikuti oleh enam Program Studi di lingkungan Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Keenam program studi tersebut meliputi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Doktor Sistem Informasi, Magister Manajemen, Magister Desain, Magister Sistem Informasi, dan Magister Ilmu Komunikasi.
Melalui rangkaian kegiatan lokakarya tersebut, Fakultas Pascasarjana UNIKOM menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, dan sasaran dengan tantangan transformasi teknologi. Penguatan kolaborasi dengan mitra serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan di era Artificial Intelligence. Proses tersebut diarahkan untuk menghasilkan kurikulum yang adaptif, profil lulusan yang relevan, riset yang lebih kolaboratif, serta pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM — Sabtu, 08 Agustus 2026, Program Studi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) mendorong penguatan kompetensi mahasiswa dalam membangun bisnis digital yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan melalui Webinar “Membangun Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan”. Kegiatan yang mengangkat tema “Implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital” tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran pada mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital. Webinar tersebut diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, masyarakat, serta pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Ketua Pelaksana kegiatan, Wita Fajriah, mahasiswa Magister Sistem Informasi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis. Digitalisasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang menuntut dunia usaha untuk terus beradaptasi. “Bisnis digital yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan teknologi dan inovasi, tetapi juga tata kelola yang baik serta jiwa kewirausahaan. Ketiga aspek tersebut diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan bisnis yang inovatif, adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang”, ungkapnya.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Magister Sistem Informasi UNIKOM, Sri Supatmi, M.T., D.Sc., menegaskan bahwa tema webinar sangat relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Menurutnya, teknologi digital tidak lagi sekadar menjadi alat pendukung, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari strategi bisnis dalam menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif. “Bisnis digital yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Kita membutuhkan tata kelola yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta jiwa kewirausahaan yang mampu melihat peluang dan mengubahnya menjadi solusi serta model bisnis yang bernilai”, jelasnya. Ia menambahkan, melalui mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teknologi, tetapi juga mampu berpikir strategis, menciptakan peluang, membangun model bisnis, dan memimpin transformasi digital.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan unsur fakultas, program studi, mahasiswa, dan masyarakat dalam satu forum pembelajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat sehingga dunia bisnis harus memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan tersebut melalui kreativitas dan inovasi. “Para mahasiswa Magister Sistem Informasi tentunya dituntut untuk mengembangkan daya kreasi dan inovasinya, supaya pengetahuan yang didapatkan selama menempuh studi S2 dapat diterapkan, dikembangkan, dan memberikan value added bagi institusi yang membutuhkan,” ungkapnya. Prof. Eddy juga menilai webinar menjadi wadah yang baik untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong mahasiswa menghubungkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan nyata di berbagai institusi.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra.,M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital yang menggunakan pendekatan team teaching. Mata kuliah tersebut melibatkan Rektor UNIKOM, Dekan Fakultas Pascasarjana, Deputi Wakil Rektor IV, serta Direktur Pengembangan Teknologi Digital & Sistem Informasi (PTDSI). “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan dan bisnis digital tidak hanya berlangsung dalam suasana kelas, tetapi juga dapat diimplementasikan melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman”, jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur PTDSI UNIKOM sekaligus Dosen Magister Sistem Informasi, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom. Ph.D., menyoroti pentingnya kemampuan manusia beradaptasi di tengah percepatan teknologi. Menurutnya, teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai faktor yang menggantikan manusia, melainkan sebagai sarana untuk mempercepat inovasi dan menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Teknologi bukan lagi menjadi faktor yang akan menggantikan manusianya, tetapi bagaimana manusianya bisa beradaptasi terhadap kemajuan teknologi dengan tetap terus belajar dan mengasah kreativitas”, tuturnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan produk teknologi, baik berupa aplikasi maupun model bisnis, sangat ditentukan oleh kemampuannya menjawab kebutuhan nyata masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.
Webinar tersebut juga menjadi bagian dari momentum perayaan 26 tahun UNIKOM. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E.,M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pascasarjana dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kewirausahaan menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi sekaligus mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari ekosistem UNIKOM. “Entrepreneurship menjadi usaha kita bersama untuk menghadirkan mahasiswa dan calon mahasiswa yang mampu berkembang serta berkontribusi di masa depan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dipandu oleh Luthfiyah Sakinah selaku moderator. Tiga narasumber dari latar belakang yang berbeda turut hadir untuk membagikan pengalaman dan perspektif praktis mengenai tata kelola teknologi informasi, pengembangan bisnis digital, serta transformasi digital.
Narasumber pertama, A.S. Antapradja,S.IP., selaku mahasiswa Magister Sistem Informasi UNIKOM sekaligus Kepala PDOS Unit Bisnis Teknologi PT Sucofindo (Persero), memaparkan materi mengenai layanan jasa ICT PT Sucofindo dalam mendukung tata kelola sektor teknologi informasi di Indonesia. Pemaparannya memberikan gambaran mengenai bagaimana pemanfaatan layanan dan solusi teknologi informasi dapat mendukung tata kelola organisasi serta kebutuhan transformasi digital di sektor industri.
Selanjutnya, David Erwinson, S.Kom., M.M., selaku owner Croccante Chips sekaligus alumni Magister Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM, berbagi pengalaman dalam membangun dan mengelola bisnis digital secara berkelanjutan. Pengalaman praktis yang disampaikan menjadi gambaran bagi peserta mengenai bagaimana konsep bisnis digital dapat diterapkan secara langsung, mulai dari pengembangan usaha hingga upaya mempertahankan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.
Sementara itu, narasumber ketiga, Ariep, S.T., M.CAS., Founder Rumah Komunitas, membahas strategi membangun bisnis digital serta pentingnya transformasi digital bagi keberlangsungan bisnis. Ia mengajak peserta memahami bahwa transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan model bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan.
Ketiga pemaparan tersebut memperkaya perspektif peserta karena menghadirkan kombinasi antara tata kelola teknologi informasi, pengalaman praktis membangun bisnis, dan strategi transformasi digital. Hal tersebut sejalan dengan tujuan mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan konsep, tetapi juga mendorong mereka memahami penerapannya dalam dunia nyata.
Sesi terakhir webinar berlangsung interaktif melalui tanya jawab dan diskusi antara peserta dan para narasumber. Berbagai pertanyaan dan pengalaman yang disampaikan peserta menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan pengembangan bisnis digital, pemanfaatan teknologi, tata kelola, hingga strategi membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Melalui kegiatan Webinar “Membangun Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan”, Program Studi Magister Sistem Informasi UNIKOM menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diarahkan pada implementasi, inovasi, dan penciptaan nilai. Sinergi tata kelola, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap membangun bisnis digital secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri melalui Program Studi (Prodi) Bisnis Digital. Berada di bawah naungan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Prodi Bisnis Digital UNIKOM hadir dengan pendekatan lintas disiplin yang memadukan ilmu manajemen, pemasaran, sistem informasi, informatika, analitik data, serta kewirausahaan digital.
Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi dan Akreditasi UNIKOM sekaligus Dekan FTIK Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA., menjelaskan bahwa kehadiran Prodi Bisnis Digital didorong oleh kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami konsep bisnis dan manajemen, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital dalam praktiknya. “Target kami adalah mendidik mahasiswa menjadi profesional yang memahami ilmu manajemen, tetapi juga memahami ilmu digital. Kami mengkombinasikan manajemen, pemasaran, perilaku konsumen digital, analitik data, dan sistem informasi menjadi satu kesatuan yang dibutuhkan mahasiswa dalam membangun karir ke depan”, ungkapnya.
Menurutnya, karakteristik tersebut menjadi salah satu pembeda Bisnis Digital UNIKOM dengan program studi sejenis. Karena berada di lingkungan FTIK, mahasiswa memperoleh penguatan aspek teknologi sekaligus pemahaman bisnis dan pemasaran. Kurikulum juga diarahkan untuk membangun kemampuan kewirausahaan berbasis teknologi digital sehingga mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang usaha.
Kurikulum Empat Tahun, dari Dasar hingga Proyek Bisnis
Sementara itu, Ketua Program Studi Bisnis Digital UNIKOM, Bella Hardiyana, S.Kom, M.Kom., Ph.D., menjelaskan bahwa kurikulum S1 Bisnis Digital dirancang untuk ditempuh selama empat tahun atau delapan semester dengan tahapan pembelajaran yang sistematis.
Pada tahun pertama, mahasiswa mendapatkan fondasi dasar bisnis, manajemen, teknologi, dan bidang terkait. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan untuk mengikuti pembelajaran tanpa harus memiliki kemampuan awal tertentu dalam bidang manajemen, bisnis, maupun pemrograman.
Memasuki tahun kedua, mahasiswa diarahkan pada penguatan kompetensi inti Bisnis Digital. Selanjutnya, pada tahun ketiga, mahasiswa mendapatkan kesempatan memperluas pengalaman melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), termasuk magang maupun pembelajaran lintas program studi dan perguruan tinggi. “Bisnis itu pintunya bisa dari mana saja. Karena itu, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar di program studi maupun universitas lain melalui program MBKM,” jelas Bella.
Sementara itu, tahun keempat difokuskan pada pengembangan proyek bisnis digital dan penyelesaian skripsi. Dengan desain tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan karya dan pengalaman praktis yang relevan dengan bidang yang akan mereka tekuni setelah lulus.
AI Menjadi Rekan Belajar dan Penggerak Bisnis
Sebagai bagian dari UNIKOM yang mengembangkan ekosistem AI Ready, penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu penguatan penting dalam pembelajaran Bisnis Digital. Disisi lain, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman juga menegaskan bahwa AI telah dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum dan penguatan berbagai mata kuliah. AI tidak hanya diposisikan sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai alat bantu yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas profesional maupun kewirausahaan.
Sejalan dengan hal tersebut, Bella Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa akan diperkenalkan pada pemanfaatan AI melalui sejumlah bidang pembelajaran, termasuk Machine Learning, Business Intelligence, dan AI for Business. “Di program studi Bisnis Digital, AI itu menjadi teman. Kita tidak bermusuhan dengan AI. AI menjadi rekanan kita. Kita ingin mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai asisten dalam menjalankan bisnis”, jelasnya. Pendekatan tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak sekadar memahami teknologi AI secara konseptual, tetapi mampu menggunakannya untuk menganalisis data, memahami konsumen, meningkatkan efisiensi, mengembangkan strategi pemasaran, hingga mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Diperkuat Praktikum, Magang, dan Sertifikasi
Untuk memastikan kompetensi mahasiswa tidak berhenti pada teori, Prodi Bisnis Digital UNIKOM menempatkan kegiatan praktikum dan implementasi sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk mengubah pengetahuan yang diperoleh di kelas menjadi produk, proyek, maupun model bisnis yang dapat dikembangkan secara nyata.
Selain itu, mahasiswa memiliki peluang mengikuti program magang melalui MBKM serta memperoleh penguatan kompetensi melalui berbagai kolaborasi yang telah dikembangkan UNIKOM. Dukungan kerja sama dengan mitra seperti Google, Cisco, dan BNSP juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan sertifikasi yang dapat memperkuat kesiapan mereka memasuki dunia profesional.
Kolaborasi dengan dunia industri dan berbagai mitra tersebut terus dikembangkan untuk memberikan pengalaman yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.
Menargetkan Lulusan Profesional sekaligus Entrepreneur Digital
Prodi Bisnis Digital UNIKOM menargetkan lulusan yang memiliki kemampuan lintas bidang dan mampu beradaptasi dengan dinamika industri digital. Lulusan tidak hanya diarahkan untuk bekerja sebagai profesional, tetapi juga memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan bisnis berbasis teknologi. Profil karir yang dapat dikembangkan antara lain digital entrepreneur, business analyst, digital marketer, data/business intelligence specialist, product atau business development, serta berbagai profesi lain yang berkaitan dengan bisnis dan teknologi digital.
Namun, sasaran utama pendidikan Bisnis Digital UNIKOM adalah membentuk lulusan yang mampu mengimplementasikan pengetahuan bisnis dan teknologi dalam kehidupan nyata. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mengerti teori berbisnis, tetapi benar-benar bisa melakukan implementasi. Dari hal kecil pun tidak masalah, misalnya membangun toko online dengan menerapkan AI. Dari bisnis yang kecil, kemudian dikembangkan hingga menjadi lebih besar”, tutur Bella.
Dengan demikian, capaian lulusan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kemampuan menciptakan, mengelola, dan mengembangkan solusi serta bisnis berbasis teknologi digital.
From Zero to Hero Menuju Bisnis Digital Berdaya Saing
Kehadiran Bisnis Digital UNIKOM menjadi bagian dari upaya universitas dalam menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital. Dukungan ekosistem teknologi UNIKOM, pengalaman pada bidang informatika dan sistem informasi, serta kekuatan di bidang manajemen menjadi modal untuk membangun pendidikan Bisnis Digital yang terintegrasi.
Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman mengajak calon mahasiswa untuk tidak ragu memilih Prodi Bisnis Digital UNIKOM. Menurutnya, kekuatan program studi tersebut terletak pada integrasi berbagai bidang keilmuan yang selama ini telah berkembang di UNIKOM.
Sementara itu, Bella, Ph.D., menekankan bahwa mahasiswa dari berbagai latar belakang dapat bergabung dan berkembang melalui pembelajaran yang bertahap, mulai dari memahami konsep dasar hingga mampu menghasilkan karya dan membangun bisnis. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktikum. Dari yang awalnya belum bisa apa-apa, kita dampingi sampai bisa membuat sesuatu. Harapannya, mahasiswa dapat membangun bisnis dari skala kecil hingga berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional,” demikian pungkasnya.
Melalui kurikulum berbasis bisnis dan teknologi, penguatan AI, pengalaman praktis, program MBKM, sertifikasi, serta kolaborasi dengan industri, Prodi Bisnis Digital UNIKOM menunjukan komitmennya untuk menghasilkan generasi profesional sekaligus entrepreneur digital yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi masa depan. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Kreativitas dan inovasi mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali ditunjukkan melalui Pekan Pameran Hasil Penelitian Mahasiswa Program Studi Sistem Komputer dan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) UNIKOM, yang digelar pada 23 Juli 2026 di Plataran Lantai 7 UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan berbagai karya dan produk teknologi yang dikembangkan melalui penelitian, tugas akhir, maupun proyek perkuliahan sebagai tugas Ujian Akhir Semester (UAS) semester Genap Tahun Akademik 2025-2026.
Pameran tersebut menghadirkan sekitar 50 karya mahasiswa dengan beragam tema dan penerapan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, dan Internet of Things (IoT). Tidak hanya menjadi ajang showcase, kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan diterjemahkan menjadi solusi teknologi yang berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Sistem Komputer UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Hidayat, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan pameran hasil karya mahasiswa tersebut telah dilaksanakan secara rutin selama tiga tahun terakhir dan menjadi agenda tahunan yang umumnya diselenggarakan pada semester genap. “Ini sudah kita laksanakan selama tiga tahun terakhir. Jadi setiap tahun kita selenggarakan, biasanya pada semester genap. Produk yang dipamerkan merupakan hasil skripsi mahasiswa, tugas dari beberapa mata kuliah yang memang mengarahkan mahasiswa untuk membuat produk, serta proyek akhir mahasiswa D3 Teknik Komputer dan beberapa proyek lainnya”, jelasnya.
Menurut Assoc. Prof. Dr. Hidayat, terdapat perkembangan yang cukup signifikan dari karya mahasiswa yang dipamerkan setiap tahunnya, baik dari sisi tema maupun pemanfaatan teknologi. Jika sebelumnya karya mahasiswa lebih beragam dalam penerapan teknologi, pada pameran tahun ini implementasi AI dan IoT semakin mendapat perhatian. “Yang membedakan setiap tahun salah satunya adalah tema yang dikembangkan mahasiswa. Intinya, produk-produk ini menerapkan apa yang dipelajari oleh mahasiswa. Mereka mampu menerapkan penelitian di bidang AI dan juga Internet of Things”, tuturnya.
Lebih lanjut, Assoc. Prof. Dr. Hidayat mengatakan bahwa penerapan AI dan IoT dalam karya mahasiswa tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan produk teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat menjawab kebutuhan dan memberikan dampak nyata di berbagai bidang kehidupan. “Intinya kita ingin mahasiswa mampu mengaplikasikan pemahaman mereka tentang AI dan Internet of Things yang bisa berdampak kepada masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial, bahkan kesehatan”, ungkapnya.
Sejumlah karya bahkan telah mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di bidang kesehatan, misalnya, terdapat karya yang memanfaatkan AI atau Machine Learning untuk prediksi dan klasifikasi status gizi, hingga teknologi yang dikembangkan untuk membantu pendeteksian kondisi jantung. Sementara itu, pada bidang lingkungan, mahasiswa menghadirkan konsep Smart Bin atau tempat sampah pintar yang memanfaatkan teknologi IoT untuk mendeteksi kondisi tempat sampah dan memberikan informasi ketika kapasitasnya telah penuh. Di bidang edukasi, terdapat pula karya yang mengangkat tema pengenalan sejarah, lapisan tanah, hingga pengenalan organ tubuh manusia dengan pendekatan teknologi interaktif.
Keberagaman karya tersebut menunjukkan bahwa penguasaan teknologi tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang memiliki nilai guna dan relevansi dengan persoalan di masyarakat. Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah Smart Parking, sebuah prototipe sistem parkir otomatis yang dikembangkan oleh mahasiswa dengan memanfaatkan sejumlah komponen IoT.
Kelompok pengembang Smart Parking prodi Sistem Komputer yang terdiri dari, Salsa Adila Casandra, Rafi Madani, Muhammad Reza Pahlevi, dan Mochammad Dava Somadyana menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari permasalahan yang kerap ditemui pada area parkir, khususnya ketika pengguna kendaraan kesulitan mengetahui ketersediaan slot parkir. “Tujuan kita membuat alat ini karena melihat masih banyak tempat, seperti mal, yang belum menggunakan sistem parkir otomatis. Kita juga tidak tahu apakah masih ada slot parkir yang tersedia atau tidak. Karena itu kita membuat sistem data parkir otomatis”, ungkap Mohamad Reza.
Dalam pengoperasiannya, Smart Parking menggunakan ESP, sensor ultrasonik, servo, LED, buzzer, project board, dan kabel jumper. Sensor digunakan untuk mendeteksi kendaraan yang masuk maupun keluar, kemudian sistem akan memperbarui informasi jumlah slot parkir yang masih tersedia. “Ketika mobil masuk, sensor akan mendeteksi ada mobil masuk. Di tampilan akan terlihat slot parkir yang kosong dan yang terisi. Ketika kendaraan keluar, sistem akan membaca kembali sehingga jumlah slot kosong dan terisi akan berubah secara otomatis”, jelasnya.
Prototipe tersebut dikembangkan dalam waktu sekitar satu minggu sebagai bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) semester genap TA 2025-2026. Ke depan, mahasiswa berharap Smart Parking dapat dikembangkan dan diterapkan pada lingkungan yang membutuhkan sistem pengelolaan parkir secara lebih efektif, termasuk kawasan rumah susun (rusun). Tidak berhenti pada sistem pendeteksi ketersediaan lahan parkir, mahasiswa juga telah menyiapkan gagasan pengembangan berupa sistem akses berbasis kartu. Dengan sistem tersebut, setiap penghuni rusun yang memiliki kartu dapat memperoleh akses untuk memasuki area parkir secara lebih terkontrol.
Bagi Assoc. Prof. Dr. Hidayat, berbagai karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus langkah awal untuk membawa inovasi mahasiswa agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas. “Harapannya, produk-produk ini tidak berhenti di sini, tidak berhenti di pameran, tetapi bisa benar-benar diterapkan dan digunakan oleh masyarakat”, tegasnya.
Pekan Pameran Hasil Penelitian Mahasiswa tersebut sekaligus memperkuat komitmen FTIK UNIKOM dalam membangun budaya inovasi dan penelitian di kalangan mahasiswa. Melalui pengalaman merancang, mengembangkan, menguji, dan mempresentasikan produk, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif. “Teman-teman siswa SMA yang sudah lulus dan sedang mencari kampus, khususnya yang tertarik dengan AI dan Internet of Things, boleh bergabung dengan Program Studi Sistem Komputer UNIKOM untuk jenjang S1. Bagi yang ingin menempuh pendidikan lebih cepat, tersedia juga Program Studi D3 Teknik Komputer. Kita bersama-sama belajar tentang AI, IoT, dan bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat”, demikian pungkasnya. Melalui pameran Prodi Sistem Komputer dan Teknik Komputer tersebut, UNIKOM terus mendorong lahirnya generasi mahasiswa yang tidak hanya melek teknologi, tetapi mampu menjadi problem solver dan inovator yang menghadirkan teknologi berbasis AI dan IoT untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, karya mahasiswa diharapkan dapat berkembang dari prototipe akademik menjadi inovasi yang memiliki nilai guna, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM — Dalam memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kecamatan Coblong melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus membangun ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
Fokus utama KKN Berdampak di Kecamatan Coblong mencakup edukasi pemilahan sampah dari sumber, pendampingan masyarakat, penguatan tata kelola, pendataan berbasis teknologi, hingga pengembangan ekonomi sirkular. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari kontribusi UNIKOM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pembangunan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan, pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi terhadap perubahan iklim, serta penguatan kemitraan multipihak. Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, UNIKOM secara resmi menurunkan mahasiswa peserta KKN Berdampak ke Kecamatan Coblong pada 12 Agustus 2026. Sekitar 569 mahasiswa dilibatkan untuk berkolaborasi secara langsung dengan masyarakat dan berbagai unsur pemerintahan wilayah dalam menjalankan program pengelolaan sampah yang telah disiapkan.
PIC sekaligus Koordinator Program KKN Berdampak UNIKOM, Dr. Nungki Heriyati, S.S., M.A., menjelaskan bahwa KKN Berdampak merupakan bentuk kolaborasi UNIKOM dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dirancang untuk menghubungkan proses pembelajaran mahasiswa dengan persoalan nyata di masyarakat. “Pada kesempatan ini UNIKOM menerjunkan kurang lebih 569 mahasiswa ke Kecamatan Coblong. Fokus utamanya adalah pengentasan persoalan sampah, khususnya di wilayah Kecamatan Coblong”, jelas Dr. Nungki.
Para mahasiswa akan berkolaborasi dengan unsur kelurahan, petugas pengelolaan sampah, serta masyarakat di tingkat RW dan RT. Kolaborasi tersebut diarahkan terutama untuk memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah, sekaligus mendampingi masyarakat agar praktik tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.
KKN Berdampak sebagai Implementasi SDGs
Pengelolaan sampah yang menjadi fokus KKN Berdampak memiliki keterkaitan langsung dengan sejumlah target pembangunan berkelanjutan. Melalui upaya membangun lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, tertata, dan berkelanjutan, program ini mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities. Edukasi pemilahan sampah dari rumah, pengurangan sampah, pemanfaatan kembali material, serta pengembangan ekonomi sirkular juga sejalan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production.
Di sisi lain, pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan pemanfaatan kembali material memiliki relevansi dengan upaya mengurangi dampak lingkungan serta mendukung SDG 13: Climate Action. Sementara keterlibatan UNIKOM, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Coblong, kelurahan, RT/RW, masyarakat, serta perangkat daerah terkait mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals.
Mahasiswa Belajar, Masyarakat Mendapat Dampak
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM sekaligus Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM 2026, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menegaskan bahwa KKN Berdampak merupakan rangkaian pembelajaran yang telah dipersiapkan melalui pembekalan mahasiswa dan survei lapangan sebelum mahasiswa diterjunkan ke masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas. Melalui KKN Berdampak, mahasiswa belajar melihat kondisi nyata di lapangan, berkolaborasi dengan masyarakat, dan mengimplementasikan soft skill yang mereka miliki”, tutur, Prof. Umi.
Untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan terarah dan terukur, mahasiswa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). UNIKOM juga menyiapkan sistem digital untuk membantu memonitor aktivitas mahasiswa dan DPL di lapangan. Setiap aktivitas mahasiswa akan dicatat melalui sistem, termasuk lokasi, waktu, jenis kegiatan, serta dokumentasi pelaksanaan. Sistem tersebut dirancang untuk membantu memastikan mahasiswa menjalankan aktivitas sesuai program yang telah ditetapkan sekaligus menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi.
Dari sisi akademik, kegiatan KKN Berdampak juga terintegrasi dengan proses pembelajaran melalui skema rekognisi Satuan Kredit Semester (SKS). Dr. Nungki menjelaskan bahwa secara skema, kegiatan KKN dapat direkognisi hingga maksimal 20 SKS, namun penerapannya disesuaikan dengan kebijakan dan kurikulum masing-masing program studi. “Konversi ke SKS itu kurang lebih maksimal 20 SKS, tetapi nanti bergantung dengan program studi. Ada program studi misalnya Manajemen yang mengambil skema 10 SKS, dan beberapa program studi yang memiliki mata kuliah wajib tetap menjalankan perkuliahan pada satu atau dua mata kuliah”, jelasnya.
Berangkat dari Persoalan Nyata
Pengembangan KKN Berdampak UNIKOM dilakukan berdasarkan identifikasi persoalan yang ditemukan di lapangan. Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., selaku dosen FTIK UNIKOM yang terlibat dalam pengembangan KKN Berdampak UNIKOM, menjelaskan bahwa KKN Berdampak diposisikan sebagai sebuah proyek sosial yang dikerjakan secara serius dan terstruktur, bukan sekadar kegiatan administratif perguruan tinggi. “Jadi KKN Berdampak ini sesuatu proyek sosial yang bisa kita kerjakan dengan sungguh-sungguh”, ungkap Dr. Agus. Karena itu, pendekatan yang digunakan bukan sekadar membawa solusi dari kampus ke masyarakat, melainkan dimulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat atau bottom-up approach.
Dalam konteks pengelolaan sampah, persoalan dipetakan ke dalam tiga bagian, yaitu hulu, tengah, dan hilir. Pada tingkat hulu, persoalan utama yang ditemukan adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. “Problem besarnya adalah di hulu, pemilahan. Sehingga pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan persuasif edukatif,” terang Dr. Agus. Pendekatan tersebut juga dilakukan melalui edukasi, pemberian contoh, pendampingan, dan apresiasi kepada masyarakat yang mulai menerapkan pemilahan sampah.
“Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”
Untuk memperkuat tata kelola, UNIKOM menyiapkan pendekatan berbasis teknologi melalui sistem pendataan sampah. Tempat sampah terpilah akan dilengkapi kode identifikasi berbasis QR yang dapat dihubungkan dengan aplikasi mobile. Sistem tersebut dirancang untuk menghubungkan tempat sampah dengan rumah atau pemiliknya sehingga aktivitas pengelolaan sampah dapat tercatat secara lebih sistematis.
Dengan dukungan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem tersebut dirancang untuk membantu mengidentifikasi kondisi tempat sampah, termasuk volume serta karakteristik sampah organik dan non organik. Data yang terkumpul nantinya dapat membantu petugas menentukan prioritas pengangkutan sekaligus memberikan gambaran mengenai produksi sampah di setiap wilayah. Pada tingkat RT, RW, kecamatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH), data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan kebijakan pengelolaan sampah.
Konsep tersebut dirangkum dalam semangat “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata.” Menurut Dr. Agus, pendekatan berbasis data penting agar kebijakan tidak hanya dibuat berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan kondisi faktual di lapangan. “Kalau perlu menambah orang, kita punya data. Kalau perlu menambah infrastruktur atau alat angkut, kita punya data operasional yang sudah kita miliki,” jelasnya.
Dari Sampah Menjadi Ekonomi Sirkular
KKN Berdampak UNIKOM juga membawa pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Sampah organik berpotensi diolah menjadi pakan maggot, sedangkan sampah non organik dapat disalurkan melalui bank sampah maupun dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai guna. Salah satu contoh yang dipersiapkan adalah pemanfaatan botol bekas menjadi pot tanaman dan bagian dari pengembangan hidroponik. Pemanfaatan tersebut dapat dikolaborasikan dengan program “Buruan Sae” di Kota Bandung.
UNIKOM juga membuka peluang pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses budidaya, seperti sistem penyiraman dan pemupukan berbasis teknologi. “Target besarnya adalah menurunkan volume sampah per hari per wilayah, menaikkan tingkat kesadaran, lalu menghasilkan manfaat baru. Itu yang kita akan bangun, namanya circular economy”, tutur, Dr. Agus.
Kecamatan Coblong Dorong Konsistensi hingga Zero Waste
Camat Coblong, Ratna Rahayu Pitriyati, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNIKOM yang menjadikan Kecamatan Coblong sebagai salah satu lokus pelaksanaan KKN Berdampak. Menurutnya, persoalan sampah merupakan isu strategis di Kota Bandung yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Kehadiran UNIKOM dinilai dapat memperkuat upaya pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat dalam mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif. “Luar biasa apresiasi sebesar-besarnya kepada UNIKOM yang telah menginisiasi kegiatan yang nantinya pasti akan memberikan kontribusi dan dampak yang luar biasa”, tuturnya.
Ia menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi juga dapat menjadi contoh yang mendorong keterlibatan perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan KKN Berdampak. “Mari kita dukung, mari berkolaborasi, mari bekerja sama dan mari sama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, asri, bebas dari sampah”, tegasnya.
Lebih jauh, Kecamatan Coblong berharap dampak KKN dapat terus berlanjut setelah mahasiswa menyelesaikan programnya. Konsistensi menjadi salah satu output utama yang diharapkan sehingga pemilahan dan pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi budaya masyarakat. “Output yang paling kami inginkan adalah konsistensi. Diharapkan nanti terjadi perubahan dalam pengolahan sampah, bahkan menjadi kecamatan zero waste”, pungkasnya
UNIKOM Bangun Role Model Pengelolaan Lingkungan
Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat, tetapi juga dimulai dari internal UNIKOM. Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa UNIKOM tengah memperkuat tata kelola sampah di lingkungan kampus melalui penyediaan fasilitas pemilahan, edukasi, serta upaya membangun kesadaran dan kepatuhan sivitas akademika.
Di lingkungan UNIKOM, pemilahan diarahkan ke dalam beberapa kategori, yaitu organik, non organik, residu, serta material yang dapat didaur ulang. “UNIKOM harus menjadi role model di internalnya sendiri”, ungkap Dr. Agus. Menurutnya, perubahan perilaku tidak dapat dibangun hanya melalui instruksi. Pendekatan persuasif dan edukatif diperlukan agar pemilahan sampah berkembang dari sekadar kesadaran menjadi kepatuhan dan akhirnya menjadi kebiasaan.
Kolaborasi untuk Dampak yang Berkelanjutan
KKN Berdampak 2026 di Kecamatan Coblong menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat memainkan peran strategis dalam menyelesaikan persoalan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa menjadi bagian dari proses perubahan, dosen berperan dalam pendampingan dan penguatan metodologi, pemerintah menyediakan dukungan kebijakan dan koordinasi wilayah, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga keberlanjutan program.
Bagi mahasiswa, KKN menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, pemecahan masalah, serta kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Sementara itu, bagi pemerintah, kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan tambahan sumber daya, gagasan, pendampingan, serta data yang dapat memperkuat pengambilan kebijakan. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan memberikan pengetahuan, pendampingan, sistem pengelolaan, serta peluang pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang bernilai.
Pada akhirnya, keberhasilan KKN Berdampak tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diterjunkan atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Dampak yang lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat, berkurangnya volume sampah, tersedianya data, tumbuhnya ekonomi sirkular, serta keberlanjutan sistem yang dibangun setelah program berakhir. Melalui semangat “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”, UNIKOM bersama Kecamatan Coblong berupaya membangun model pengelolaan lingkungan yang menghubungkan pendidikan, teknologi, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif. Dari kampus ke masyarakat, dari sampah menjadi data, dari data menjadi kebijakan, dan dari kolaborasi menjadi dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)
Dapatkan strategi konkret menembus skema hibah nasional hingga internasional bersama narasumber berpengalaman:
Dr. Muhammad Aria Rajasa Pohan, S.T., M.T. (Direktur Pusat Kajian & Hibah Internasional UNIKOM) – Navigasi Hibah Internasional: Strategi Membangun Konsorsium Global & Proposal Berdaya Saing
Assoc. Prof. Dr. Irawan Afrianto, S.T., M.T. (Direktur DP3M UNIKOM) – Kebijakan Riset Nasional & Penguatan Proposal: Menyelaraskan Potensi FEB dengan Prioritas Pendanaan Institusional
Dr. Adi Santoso, S.E., M.M. (COE EADT Telkom University) – Bedah Anatomi Proposal Menang Hibah: Trik Praktis State of the Art, Novelty, & Narasi Persuasif
Catat jadwalnya! 🗓️ Selasa, 8 September 2026 ⏰08.30 WIB – Selesai 📍Ruang VVIP Lantai 16, Gedung Baru UNIKOM
Catatan: Peserta diharapkan membawa laptop dan Draft Concept Note / Ringkasan Ide Riset (1–2 halaman) untuk sesi Klinik Draft Proposal secara langsung.
BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya meningkatkan kompetensi, wawasan, dan profesionalisme anggota di bidang keprotokolan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Kabinet Sarvajaya Periode 2025–2026 melaksanakan kegiatan KPM Visit and Sharing 2026 ke Kantor Pusat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Selasa, 14 Juli 2026. Mengusung tema “Protokoler PRIME: Presisi, Responsif, Integritas, Mandiri, Etis” dengan tagline “Learn With Precision, Lead With Integrity”, kegiatan tersebut menjadi wadah pembelajaran bagi anggota KPM UNIKOM untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik keprotokolan, khususnya dalam lingkungan pemerintahan.
Melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, simulasi, serta observasi terhadap praktik kerja keprotokolan, peserta mendapatkan kesempatan untuk memahami secara langsung bagaimana standar dan etika keprotokolan diterapkan dalam mendukung berbagai agenda resmi pemerintahan. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Divisi Keprotokolan UNIKOM, Agung Nugraha, S.I.Kom., serta H. Ribert Susanto, S.A.P., M.M., M.I.Kom., M.A.P., dari Bagian Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat yang berkesempatan menjadi narasumber sekaligus berbagi pengalaman selama menjalankan tugas di bidang keprotokolan.
Kehadiran narasumber dari lingkungan pemerintahan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh wawasan praktis mengenai standar kerja, etika, keterampilan komunikasi, hingga berbagai tantangan yang dihadapi seorang protokoler dalam melaksanakan tugasnya. Riza Marisa Hermawati, S.S., selaku perwakilan Bagian Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KPM Visit and Sharing 2026. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal praktik keprotokolan secara lebih dekat. Ia menekankan bahwa keprotokolan tidak hanya berkaitan dengan tata acara dan etika, tetapi juga membutuhkan kemampuan beradaptasi, komunikasi yang efektif, ketelitian, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
Lebih lanjut, Riza juga mendorong para peserta untuk terus belajar dan memanfaatkan setiap kesempatan sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi anggota KPM UNIKOM untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter protokoler yang profesional dan berintegritas.
Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session bersama H. Ribert Susanto, S.A.P., M.M., M.I.Kom., M.A.P., yang telah berkiprah selama 26 tahun di bidang keprotokolan. Sesi tersebut berlangsung secara interaktif. Selain menjelaskan konsep dan prinsip dasar keprotokolan di lingkungan pemerintahan, narasumber turut membagikan pengalaman selama menjalankan berbagai tugas protokoler serta mengajak peserta mengikuti sejumlah simulasi yang menggambarkan situasi nyata di lapangan.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai penerapan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sesuai dengan ketentuan keprotokolan. Tidak hanya menerima materi secara teoritis, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung penempatan posisi protokoler, tata letak tamu kehormatan, serta penanganan berbagai kondisi yang dapat terjadi dalam pelaksanaan acara resmi. Metode pembelajaran tersebut membuat peserta dapat memahami materi secara lebih konkret sekaligus memperoleh pengalaman praktik yang relevan dengan tugas seorang protokoler.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa seorang petugas protokol, termasuk protokoler di lingkungan perguruan tinggi, perlu memiliki dan menguasai empat aspek utama, yaitu keterampilan utama, etika protokol, sikap kerja protokol mahasiswa, serta perilaku di lapangan. Keempat aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk seorang protokoler yang mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan adaptif terhadap berbagai kondisi yang muncul selama pelaksanaan kegiatan.
Narasumber juga menjelaskan bahwa secara umum tugas petugas protokol mencakup pengaturan “makhluk hidup” dan “benda mati”. Dalam konteks pengaturan benda mati, peserta diperkenalkan dengan berbagai ketentuan mengenai lambang negara yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, termasuk penggunaan Lambang Negara Garuda Pancasila, Bendera Negara, foto Presiden, dan foto Wakil Presiden.
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata penempatan bendera negara dan bendera organisasi serta penerapan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dalam rangkaian acara resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara dalam pengaturan “makhluk hidup”, narasumber memaparkan klasifikasi tamu berdasarkan tingkat kedudukan dan prioritas keprotokolan, mulai dari pejabat negara, unsur pemerintahan, hingga tokoh masyarakat. Pemahaman tersebut menjadi dasar dalam menentukan tata tempat, tata penghormatan, dan tata penyambutan agar pelaksanaan suatu kegiatan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Selain aspek teoritis, peserta juga dibekali berbagai keterampilan dasar yang perlu dimiliki seorang petugas protokol. Materi mencakup penguasaan susunan acara, pemahaman terhadap alur kegiatan dan denah lokasi, penentuan tata tempat bagi tamu kehormatan, serta kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan. Peserta juga mengikuti simulasi penempatan tamu berdasarkan prioritas jabatan serta latihan menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi terjadi selama pelaksanaan acara.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika sesi dilanjutkan dengan tanya jawab, simulasi, dan kuis interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menguji pemahaman sekaligus menyampaikan berbagai pertanyaan berdasarkan pengalaman dan situasi yang mungkin mereka hadapi sebagai protokoler mahasiswa.
Sebagai bentuk apresiasi, narasumber turut memberikan hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan serta menunjukkan pemahaman terbaik selama sesi berlangsung. Interaksi tersebut menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif, dinamis, dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi interaktif menggunakan platform Quizizz. Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi keprotokolan yang telah disampaikan selama kegiatan. Kuis berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta berkompetisi untuk memperoleh hasil terbaik sekaligus menguji kembali pemahaman mereka terhadap berbagai materi yang telah diberikan.
Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian dan keaktifan peserta, KPM UNIKOM memberikan apresiasi khusus kepada peserta yang berhasil meraih nilai terbaik dalam evaluasi tersebut. Seluruh rangkaian KPM Visit and Sharing 2026 kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama anggota KPM UNIKOM dengan jajaran Bagian Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Visit and Sharing 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen KPM UNIKOM dalam membangun sumber daya manusia protokoler mahasiswa yang presisi, responsif, berintegritas, mandiri, dan etis. Melalui kegiatan pembelajaran langsung bersama praktisi, anggota KPM UNIKOM tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teori dan tata aturan keprotokolan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan organisasi maupun agenda resmi di lingkungan perguruan tinggi. Dengan semangat “Learn With Precision, Lead With Integrity”, KPM UNIKOM diharapkan terus berkembang sebagai wadah pembinaan mahasiswa yang mampu melahirkan generasi protokoler yang profesional, adaptif, dan memiliki standar kerja yang tinggi. (Direktorat Hms & Pro)