Tag: Zainal Arifin Hasibuan UNIKOM

  • Direktorat Inbiskom Unikom Rayakan Hut Ke-3 Koperasi Smart Dan Market Day 2026, Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Muda Di Era Digital

    Direktorat Inbiskom Unikom Rayakan Hut Ke-3 Koperasi Smart Dan Market Day 2026, Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Muda Di Era Digital

    BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus melalui penyelenggaraan kegiatan “Coop-Preneur Fest: Creative Action, Safe Innovation”, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi Smart (KOSMART) UNIKOM ke-3 dan Market Day UNIKOM, pada Senin dan Selasa, 20–21 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperkenalkan produk, membangun pengalaman berbisnis, dan mengasah kemampuan memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas pasar.

    Bertempat di Lobby Smart Building UNIKOM, kegiatan Coop-Preneur Fest 2026 menghadirkan semangat kewirausahaan mahasiswa melalui berbagai booth yang menampilkan produk hasil kreativitas dan inovasi. Pada pelaksanaan hari pertama, tercatat 95 booth mahasiswa berpartisipasi dalam Market Day, sementara keseluruhan kegiatan melibatkan 622 mahasiswa yang terbagi dalam 260 kelompok bisnis. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, Internasional Program & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D., Direktur INBISKOM sekaligus Ketua Koperasi UNIKOM, Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak.CA., Ketua Panitia Coop-Preneur Fest, Apriani Puti Furfini, S.Kom., M.T., para pimpinan UNIKOM, Dekan, Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, anggota koperasi, serta mahasiswa peserta Market Day.

    Ketua Pelaksana Coop-Preneur Fest 2026, Apriani Puti Furfini, S.Kom., M.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan, tamu undangan, anggota koperasi, serta mahasiswa yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan, Market Day UNIKOM tahun ini melibatkan 622 mahasiswa yang terbagi dalam 260 kelompok bisnis. Para mahasiswa menghadirkan beragam produk yang dikembangkan dan dipasarkan secara langsung selama kegiatan berlangsung. “Market Day’s tahun ini diikuti oleh 622 mahasiswa yang terbagi dalam 260 kelompok bisnis. Selama dua hari, para mahasiswa menghadirkan dan memasarkan berbagai produk yang mereka kembangkan sendiri. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar merancang produk, membangun usaha, memasarkan produk, berinteraksi dengan konsumen, hingga mengembangkan jiwa kewirausahaan”, tuturnya.

    Selain itu, ia menjelaskan bahwa terdapat beragam produk yang ditampilkan sivitas akademika meliputi makanan dan minuman, kuliner khas daerah, produk kreatif dan kerajinan, tanaman hias, hingga berbagai produk inovatif lainnya. Keberagaman tersebut menjadi gambaran potensi kreativitas mahasiswa UNIKOM dalam mengolah ide menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Apriani pun mengajak seluruh civitas akademika untuk memberikan apresiasi terhadap karya mahasiswa dengan membeli dan menggunakan produk yang mereka hasilkan. “Mari kita dukung usaha dan karya mahasiswa UNIKOM agar mereka semakin percaya diri untuk berinovasi, mengembangkan bisnis, dan menjadi generasi entrepreneur yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan UNIKOM”, tambahnya.

    Sementara itu, Direktur INBISKOM sekaligus Ketua Koperasi UNIKOM, Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak.CA., menyatakan bahwa Market Day’s merupakan salah satu bentuk pembelajaran kewirausahaan yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga melatih keterampilan dalam menjalankan aktivitas bisnis. “Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat berkumpul bersama untuk memaksimalkan salah satu ruang pendidikan yang sangat penting bagi mahasiswa, yaitu Market Day UNIKOM yang kedua, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Koperasi KOSMART UNIKOM yang ketiga. Mari kita berikan apresiasi untuk seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini”, ungkap Prof. Lilis.

    Prof. Lilis juga menyampaikan bahwa Market Day tahun ini diikuti oleh lebih dari 600 mahasiswa dengan berbagai kategori produk. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperlihatkan hasil pengembangan produk sekaligus belajar menghadapi konsumen secara langsung. “Market Day kedua ini diikuti oleh lebih dari 600 mahasiswa dengan berbagai kategori produk. Yang paling utama adalah mempersembahkan dan memperkenalkan produk-produk mahasiswa yang berkualitas, mulai dari berbagai produk makanan, hasil industri kreatif, kerajinan, hingga produk-produk lainnya”, jelasnya.

    Lebih lanjut, Prof. Lilis berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama Market Day tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Mahasiswa didorong untuk melanjutkan usaha yang telah dirintis hingga berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan. “Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Mahasiswa dapat melanjutkan bisnisnya sampai benar-benar menjadi industri yang berkembang. Tidak hanya berjualan secara offline, tetapi kedepannya juga mampu memanfaatkan platform digital sehingga produk-produk mahasiswa dapat dipasarkan secara online dan berkembang menjadi bisnis digital”, ungkapnya. Menurut Prof. Lilis, pemanfaatan teknologi digital akan memberikan peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dalam mengembangkan pasar. Karena itu, Market Day diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk terus menguji, memperbaiki, dan memperluas bisnisnya.

    Koperasi KOSMART UNIKOM, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai koperasi konsumen, tetapi juga mampu memperluas bidang usaha dan menjadi wadah pengembangan produk serta bisnis yang tumbuh di lingkungan UNIKOM. “Ke depan, kami berharap produk-produk yang dihasilkan dapat semakin terintegrasi dengan koperasi. Saat ini kita masih berada pada tahap koperasi konsumen, tetapi insyaallah ke depan kami akan terus mengembangkan dan memperluas usaha koperasi, termasuk dalam mendukung bisnis-bisnis yang tumbuh di lingkungan UNIKOM”, demikian pungkasnya.

    Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor 4 UNIKOM Bidang Teknologi Digital & ICT, Internasional Program & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D., menilai Market Day dan Koperasi KOSMART UNIKOM memiliki peran strategis dalam membangun budaya kewirausahaan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak harus selalu berorientasi menjadi pekerja setelah lulus, tetapi juga dapat mempersiapkan diri sebagai pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan. “Kalau mahasiswa dan Gen Z nanti akan lulus, tentu perlu mulai merencanakan masa depan. Apakah ingin menjadi pegawai negeri, bekerja di perusahaan, atau justru membangun usaha sendiri. Jangan sampai kita hanya berpikir untuk menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan besar. Kita bisa mulai dari sesuatu yang kecil, kemudian berkembang menjadi usaha yang lebih besar”,  ungkap Prof. Zainal.

    Prof. Zainal menjelaskan bahwa perkembangan usaha dapat dimulai dari skala paling sederhana, seperti usaha rumahan, kemudian berkembang menjadi usaha mikro, kecil, hingga menengah. Tahapan tersebut menjadi proses penting untuk membangun pengalaman dan kemampuan mengelola bisnis. “Jangan menganggap usaha kecil sebagai sesuatu yang rendah. Justru dari usaha kecil itulah kita dapat membangun pengalaman dan secara bertahap mengembangkan bisnis”, jelasnya.

    Prof. Zainal juga menyoroti pentingnya kemampuan mahasiswa memadukan aktivitas bisnis secara langsung dengan pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, keberadaan physical tenant dan digital tenant bukan sesuatu yang saling menghilangkan, melainkan dapat saling memperkuat. “Di era digital, kita tidak perlu khawatir dengan keberadaan tenant fisik. Physical tenant dan digital tenant justru saling melengkapi. Orang yang datang secara langsung ke tempat seperti ini dapat mengenal produk secara fisik, tetapi pada saat yang sama produk tersebut juga dapat dipasarkan melalui kanal digital. Begitu pula sebaliknya, aktivitas digital dapat mendorong orang untuk datang dan melihat produk secara langsung”, tuturnya.

    Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan produk dan layanan yang sangat beragam, termasuk yang lahir dari kreativitas masyarakat di berbagai daerah. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikembangkan melalui inovasi, pemasaran, dan pengelolaan usaha yang baik. “Indonesia kaya akan berbagai macam produk dan layanan. Di tingkat UMKM, kita memiliki banyak sekali potensi yang berasal dari berbagai daerah, suku, budaya, dan kreativitas masyarakat. Semua itu memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi apabila kita mampu mengelolanya dengan baik”, tambahnya..

    Puncak rangkaian seremonial HUT ke-3 Koperasi KOSMART UNIKOM ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wakil Rektor UNIKOM bersama jajaran pimpinan dan panitia. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar Koperasi KOSMART UNIKOM terus berkembang sebagai wadah inovasi yang mandiri dan adaptif serta mampu mendukung kreativitas kewirausahaan mahasiswa dan kesejahteraan civitas akademika UNIKOM.

    Usai prosesi tersebut, Wakil Rektor bersama jajaran pimpinan dan tamu undangan meninjau secara langsung booth Market Day’s yang dikreasikan oleh mahasiswa di sepanjang area Lobby Smart Building. Kehadiran pimpinan di booth menjadi bentuk apresiasi sekaligus kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai produk dan konsep bisnis yang dikembangkan mahasiswa. Tidak hanya menghadirkan aktivitas jual beli, Market Day juga dilengkapi dengan kompetisi Booth Terbaik Juara 1, 2, dan 3 serta kategori Penjualan Terbanyak. Tim penilai melakukan evaluasi berdasarkan kreativitas struktur booth, kualitas produk, inovasi, serta jumlah produk yang terjual.

    Pada sesi penilaian, tim juri berkeliling ke setiap booth untuk melihat langsung presentasi produk dan melakukan evaluasi. Dari total 95 booth yang berpartisipasi pada hari pertama, peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan produk dan menjelaskan konsep bisnis masing-masing. Penyelenggaraan Coop-Preneur Fest kemudian berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Sharing Session P2MW Tahun 2026, talk show kewirausahaan bersama Ceptian Suryana, M.Ds., Founder dan CEO Jamise Syari, selaku narasumber sekaligus alumni UNIKOM serta pemilihan stan terbaik dari total 114 booth pada hari kedua.

    Melalui Coop-Preneur Fest 2026, UNIKOM tidak hanya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memasarkan produk, tetapi juga membangun pengalaman kewirausahaan yang terintegrasi dengan pembelajaran, teknologi digital, dan penguatan koperasi. Semangat “Creative Action, Safe Innovation” menjadi dorongan agar mahasiswa berani mengubah kreativitas menjadi produk, produk menjadi bisnis, dan bisnis menjadi usaha yang berkelanjutan. Memasuki usia ke-3, Koperasi Smart (KOSMART) UNIKOM diharapkan semakin mampu menjadi penggerak ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus, sekaligus menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, civitas akademika, koperasi, dan pelaku usaha untuk menciptakan nilai ekonomi yang berdampak bagi UNIKOM dan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)