Tag: World Class University

  • Pemanfaatan Ferrocement dan Pelat Seng sebagai Bekisting Lantai Rumah Bertingkat

    Pemanfaatan Ferrocement dan Pelat Seng sebagai Bekisting Lantai Rumah Bertingkat

    Penulis: Y. Djoko Setiyarto, Vanya Jasmine Shaf

    Abstrak

    Ferrocement adalah beton berdinding tipis yang kurang umum digunakan dibandingkan beton bertulang. Di sisi lain, pelat seng adalah jenis logam yang sering digunakan sebagai bahan atap dan untuk talang air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik seng dan kekuatan lentur ferrocement untuk memastikan kapasitas daya dukung beban yang aman untuk lantai bangunan bertingkat. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menguji kekuatan pelat bekisting yang terbuat dari ferrocement, dengan pelat dasar yang terdiri dari lapisan seng. Ferrocement yang digunakan dalam percobaan mengandung dua lapisan jaring kawat dan mortar dengan rasio semen-pasir 1:3. Hasil eksperimen menghasilkan nilai kekuatan lentur bekisting sebesar 0,403 kNm, kekuatan tekan mortar sebesar 22,3 MPa dan tegangan luluh seng sebesar 194,6 MPa. Berdasarkan kegiatan uji coba konstruksi pada rumah bertingkat, pelat ferosemen berlapis seng dianggap aman untuk diaplikasikan sebagai bekisting permanen untuk pelat lantai. © 2025 Taylor’s University. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci penulis

    Ferosemen; Bekisting; Mortar; Pelat; Seng

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85214512806

  • Augmented Reality (AR) untuk Geometri Berdasarkan Pengetahuan Matematika Sebelumnya

    Augmented Reality (AR) untuk Geometri Berdasarkan Pengetahuan Matematika Sebelumnya

    Penulis: Lilis Marina Angraini, Dianne Amor Kusuma, Reni Wahyuni, Muchamad Subali Noto, Astri Wahyuni, Aay Susilawati, Donny Reza

    Abstrak

    Studi ini menguraikan proses pengembangan media augmented reality (AR) untuk pengajaran geometri, yang didasarkan pada pengetahuan matematika sebelumnya. Kami menggunakan metode design thinking, yang terdiri dari empati, definisi, ideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian. Studi ini menunjukkan bahwa media AR yang dikembangkan untuk geometri berdasarkan pengetahuan matematika sebelumnya sangat valid untuk digunakan oleh validator ahli media dan konten. Hal ini karena media AR dirancang sesuai dengan pengetahuan matematika sebelumnya siswa, yang dikategorikan ke dalam tingkat tinggi, menengah, dan rendah, sehingga pembelajaran geometri menjadi lebih efektif. Dampaknya meluas ke berbagai bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), memperkenalkan cara penyampaian konten pendidikan yang baru, lebih menarik, dan menyenangkan. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Augmented reality; Geometri; Matematika; Media; Pengajaran

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002424757 

  • Aplikasi Baru IoT, Pembelajaran Mesin, Realitas Virtual, Realitas Tertambah, dan Kecerdasan Buatan dalam Sistem Pemantauan: Tinjauan dan Analisis Komprehensif

    Aplikasi Baru IoT, Pembelajaran Mesin, Realitas Virtual, Realitas Tertambah, dan Kecerdasan Buatan dalam Sistem Pemantauan: Tinjauan dan Analisis Komprehensif

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Agis Abhi Rafdhi, Amirullah Abduh, Rosmaladewi R, Nuria Haristiani

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi integrasi Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Internet of Things (IoT) di berbagai domain, termasuk keamanan siber, perawatan kesehatan, pendidikan, dan sistem pemantauan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren yang muncul, mengevaluasi pendekatan saat ini, dan membahas implikasinya. Area fokus utama meliputi pemantauan nutrisi tanaman yang didukung IoT, prediksi penjualan berbasis ML, dan solusi keamanan siber berbasis AI, seperti GPT-2 untuk deteksi ancaman zero-day. Temuan tersebut menyoroti aplikasi inovatif, seperti analisis bibliometrik sistem bimbingan cerdas untuk modernisasi pendidikan, aplikasi IoT di bidang pertanian, dan inisiatif berbasis AI untuk inklusi keuangan digital. Tantangan kritis, khususnya skalabilitas dan perlindungan data, juga diidentifikasi. Diskusi ini menekankan potensi transformatif teknologi ini dalam meningkatkan pengambilan keputusan, mengoptimalkan proses, dan mengatasi tantangan sosial seperti keamanan siber dan inklusi digital. Kesimpulannya, IoT, ML, dan AI memainkan peran penting dalam mendorong inovasi di berbagai industri. Penelitian di masa mendatang harus memprioritaskan pendekatan multidisiplin untuk mengatasi tantangan yang ada dan memaksimalkan potensi teknologi ini. © Sekolah Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Kecerdasan buatan; Realitas tertambah; Internet of Things; Pembelajaran mesin; Realitas virtual

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85219051948

  • Pengembangan E-Modul Reflektif yang Dimuat dengan Strategi Berbicara untuk Materi Argumen Hukum

    Pengembangan E-Modul Reflektif yang Dimuat dengan Strategi Berbicara untuk Materi Argumen Hukum

    Penulis: Deri Wan Minto, Dadang S. Anshori, Vismaia S. Damaianti, Andoyono Sasromiharjo, Yeti Mulyati, Ananda Putriani, Angga Setiyadi

    Abstrak

    Penelitian ini merancang dan mengembangkan e-modul reflektif yang dimuat dengan strategi berbicara untuk materi argumentasi hukum. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian berbasis desain (DBR), termasuk analisis kebutuhan, perencanaan desain, pengembangan desain, dan refleksi. Pada tahap pengembangan, e-modul dirancang oleh dua belas validator ahli untuk mengevaluasi kunci produk. Pengembangan dilakukan di lapangan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan e-modul model reflektif dengan strategi naratif dalam materi argumentasi hukum, yang valid dan termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil yang sangat baik diperoleh karena e-modul memiliki keunggulan berupa struktur yang berbasis sintaks model yang efektif dan memuat strategi berbicara. Selain itu, beberapa konten dapat diakses untuk memotivasi pengetahuan mahasiswa, termasuk media interaktif berupa tayangan video dari YouTube untuk merangsang pemahaman mahasiswa tentang cara berbicara langsung di pengadilan, dan pengumpulan tugas yang dilakukan dengan mengunggah langsung ke aplikasi e-modul (bukan secara manual). E-modul ini juga unik karena mendorong mahasiswa untuk berpikir analitis dan kritis. Penelitian ini menyiratkan bahwa e-modul dapat digunakan sebagai alternatif karena dapat mempermudah calon pengacara untuk memahami materi argumentasi hukum. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Strategi berbicara yang tegas; Pengembangan; E-modul; Argumentasi hukum; Reflektif

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002414508

  • Pengembangan Aplikasi AppSheet untuk Evaluasi Nilai-Nilai Karakter Dakwah Digital

    Pengembangan Aplikasi AppSheet untuk Evaluasi Nilai-Nilai Karakter Dakwah Digital

    Penulis: Rika Kartika, Karim Suryadi, Rahmat R, Syaifullah S, Yudistira Soegoto

    Abstrak

    Penelitian ini mengembangkan desain aplikasi berbasis AppSheet yang dapat digunakan untuk menganalisis penyampaian nilai-nilai karakter dalam narasi dakwah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian berbasis desain. Hasil penelitian ini berupa produk AppSheet yang telah dirancang berdasarkan kategori nilai-nilai karakter. AppSheet ini efektif karena aspek-aspek yang ditampilkan tampak dalam menyampaikan dan mengajarkan nilai-nilai karakter dalam Islam. Dakwah para ulama menekankan nilai-nilai karakter yang mulia dan ajaran Islam. Namun, tantangan dalam menganalisis dakwah terletak pada kesulitan menyaring dan mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang disampaikan dalam narasi dakwah, terutama dalam konteks digitalisasi. Kontribusi pengembangan AppSheet terletak pada pengoptimalan penggunaan aplikasi untuk menganalisis narasi dakwah berbasis digital, sehingga dapat diterapkan untuk dakwah yang lebih efektif dengan dampak yang lebih luas. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Desain aplikasi; AppSheet; Nilai karakter; Dakwah; Teknologi digital

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002414157 

  • Prototipe Asesmen Digital: Alat untuk Memetakan Ketahanan Ekonomi Keluarga

    Prototipe Asesmen Digital: Alat untuk Memetakan Ketahanan Ekonomi Keluarga

    Penulis: Achmad Hufad, Purnomo P, Deti Nudiati, Nani Sutarni, Mohamad Hadi Ali Mutamam, Lusi Melian, Abdul Razaq Ahmad

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Prototipe Asesmen Digital untuk menganalisis dan memetakan ketahanan ekonomi keluarga di Desa Lampegan, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian berbasis desain (DBR), dengan tahapan penelitian yang dilakukan meliputi analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Hasil aplikasi yang dikembangkan menunjukkan validitas yang sangat baik dalam hal akurasi instrumen, media, dan kemudahan penggunaan web. Selain itu, uji coba terbatas dilakukan pada 46 keluarga di Desa Lampegan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen digital yang dikembangkan dapat digunakan secara efektif dan memberikan informasi yang jelas tentang kondisi dan ketahanan ekonomi keluarga di Desa Lampegan, Jawa Barat. Aplikasi penilaian digital mampu mengelompokkan ketahanan ekonomi masyarakat ke dalam keluarga rentan, keluarga berisiko, dan keluarga mandiri berdasarkan akses terhadap sumber daya, pengelolaan keuangan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ekonomi. Aplikasi web ini memiliki implikasi bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya meningkatkan ketahanan keluarga di berbagai wilayah. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Penilaian digital; Ketahanan ekonomi; Pemberdayaan keluarga; Ketahanan keluarga; Diagnosis sosial

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002411691

  • Analisis Kesulitan Siswa dalam Literasi Numerik: Fokus pada Fungsi Linear dan Dimensi Alat

    Analisis Kesulitan Siswa dalam Literasi Numerik: Fokus pada Fungsi Linear dan Dimensi Alat

    Penulis: Sarah Inayah, Dirham D, Sufyani Prabawanto, Al Jupri, Selfa Septiani

    Abstrak

    Studi ini meneliti kesulitan siswa dalam literasi numerasi, dengan fokus khusus pada fungsi linear dan dimensi alat. Ini adalah penelitian studi kasus yang mengumpulkan informasi kualitatif yang relevan dari 34 siswa kelas sembilan yang telah mempelajari konsep fungsi linear. Berdasarkan analisis kesalahan siswa dalam menjawab pertanyaan numerasi pada bagian dimensi alat yang dapat diidentifikasi dalam topik fungsi linear, siswa mengalami kesulitan dalam menafsirkan fenomena matematika dengan berbagai representasi matematika; dan siswa mengalami kesulitan dalam melakukan translasi antar representasi matematika. Hal ini karena siswa mengalami kesulitan dalam mengelola tuntutan kognitif, pemahaman yang dangkal tentang prinsip-prinsip matematika, kompleksitas konsep, praktik pembelajaran yang tidak tepat, kesempatan praktik yang terbatas, dan kurangnya keakraban dengan alat-alat matematika. Dampak dari studi ini adalah sebagai langkah awal dalam merancang materi pembelajaran tentang materi fungsi linear yang membahas dan mengantisipasi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan masalah numerik berdasarkan temuan empiris. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Studi kasus; Fungsi linear; Kemampuan berhitung; Kesulitan siswa; Dimensi alat

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002420217

  • Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026, Hima Ilmu Komunikasi UNIKOM Perkuat Semangat Kolaborasi Melalui Gerakan “New Face, New Movement”

    Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026, Hima Ilmu Komunikasi UNIKOM Perkuat Semangat Kolaborasi Melalui Gerakan “New Face, New Movement”

    BANDUNG, UNIKOM – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi meluncurkan Kabinet Jayantaka 2026 pada Senin, 8 Juni 2026, melalui kegiatan Grand Launching & Talkshow bertajuk “Jayantaka: New Face, New Movement 2026” dengan mengusung tema “Takut Salah Berujung Diam: Dinamika Partisipasi Mahasiswa dalam Ruang Kelas”. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kepengurusan baru sekaligus membangun semangat kolaborasi, inovasi, dan partisipasi aktif mahasiswa di lingkungan akademik.

    Grand Launching Kabinet Jayantaka 2026 menjadi langkah awal dalam memperkenalkan wajah baru kepengurusan HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM beserta semangat transformasi yang diusung melalui slogan “New Face, New Movement”. Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya organisasi mahasiswa yang adaptif, kolaboratif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIKOM.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Manap Solihat, M.Si., Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr. Olih Solihin, S.Sos., M.I.Kom., Dosen Pembina Kemahasiswaan Yasundari, S.I.Kom., M.I.Kom., Ketua HIMA Ilmu Komunikasi Muhammad Fadhil Hafidz Abdillah, serta dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIKOM.

    Rangkaian acara diawali dengan laporan Ketua Pelaksana Dimas Aryo Danendra, dilanjutkan sambutan Ketua HIMA Ilmu Komunikasi Muhammad Fadhil Hafidz Abdillah, Dosen Pembina Kemahasiswaan Yasundari, S.I.Kom., M.I.Kom., serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Assoc. Prof. Dr. Manap Solihat, M.Si., dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si.

    Dalam sambutan pembukanya, Dekan FISIP UNIKOM Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa mahasiswa harus memiliki keberanian untuk berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta berpartisipasi aktif dalam ruang diskusi dengan tetap menjunjung tinggi etika akademik. “Diam tidak akan menghasilkan perubahan. Justru perubahan dapat dimulai dari keberanian mahasiswa untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menghadirkan solusi yang konstruktif” tuturnya. Lebih lanjut, Prof. Dewi menekankan bahwa mahasiswa merupakan bagian penting dari proses pembangunan bangsa sekaligus agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, Himpunan Mahasiswa diharapkan mampu menjadi wadah yang mendorong lahirnya generasi yang kritis, inovatif, dan bertanggung jawab melalui berbagai program yang berdampak positif.

    Di akhir sambutannya, Prof. Dewi juga mengapresiasi inisiatif Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkenalkan kepengurusan baru, tetapi juga membuka ruang diskusi yang edukatif. Prof. Dewi juga berharap HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM dapat terus mempertahankan semangat tersebut dan menjadi teladan bagi organisasi kemahasiswaan lainnya di lingkungan UNIKOM.

    Pada kesempatan tersebut, seluruh jajaran struktural Kabinet Jayantaka 2026 diperkenalkan secara resmi, mulai dari jajaran Middle Management, Top Management, hingga Badan Pengurus Harian. Momentum tersebut menjadi simbol dimulainya kepengurusan baru yang akan mengemban amanah dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan. Selain memperkenalkan struktur kepengurusan, Ketua HIMA bersama Wakil Ketua HIMA juga memaparkan visi, misi, serta arah gerak Kabinet Jayantaka 2026 sebagai pedoman pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada pengembangan organisasi dan pemberdayaan mahasiswa.

    Memasuki sesi berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertema “Takut Salah Berujung Diam: Dinamika Partisipasi Mahasiswa dalam Ruang Kelas”. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si., dan Naufal Muhammad Abdul Rahim, dengan dipandu oleh moderator, Muhammad Yauma Akbar. Sesi talkshow menjadi ruang diskusi yang terbuka dan inspiratif untuk membahas tantangan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan, berpartisipasi aktif di ruang kelas, serta membangun budaya akademik yang komunikatif dan inklusif.

    Pada forum diskusi, peserta diajak memahami pentingnya membangun kepercayaan diri, berpikir kritis, dan menciptakan komunikasi dua arah yang sehat antara mahasiswa dan dosen. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang lebih aktif, transparan, kolaboratif, dan solutif sehingga partisipasi mahasiswa dalam proses akademik dapat terus meningkat. Melalui penyelenggaraan Grand Launching & Talkshow Jayantaka: New Face, New Movement 2026, HIMA Ilmu Komunikasi UNIKOM menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi kemahasiswaan yang tidak hanya aktif dalam menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan ruang kolaborasi, pengembangan kapasitas, serta penguatan budaya akademik yang partisipatif. Dengan semangat baru yang diusung, Kabinet Jayantaka 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa, Program Studi Ilmu Komunikasi, serta Universitas Komputer Indonesia secara keseluruhan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perencanaan Jalur Tingkat Lanjut untuk Mengurangi Tabrakan Depan dan Belakang pada Kendaraan Otonom Menggunakan Pemetaan dan Perencanaan yang Sadar akan Ketidakpastian

    Perencanaan Jalur Tingkat Lanjut untuk Mengurangi Tabrakan Depan dan Belakang pada Kendaraan Otonom Menggunakan Pemetaan dan Perencanaan yang Sadar akan Ketidakpastian

    Penulis: Muhammad Aria Rajasa Pohan, Jana Utama, Budi Herdiana

    Abstrak

    Kendaraan otonom (AV) menghadapi risiko keselamatan ketika pengemudi manusia berperilaku berbahaya di sekitar AV. Penelitian ini mengusulkan strategi perencanaan jalur untuk mengurangi risiko tabrakan depan dan belakang. Metode ini mengintegrasikan teknik pemetaan dan perencanaan yang sadar ketidakpastian. Pemetaan menggunakan ruang waktu konfigurasi (CTS) yang sadar ketidakpastian. Dalam CTS, ukuran batas objek dinamis beradaptasi dengan ketidakpastian geraknya. Representasi ini dikombinasikan dengan algoritma perencanaan jalur RRT-PSO dan Templat Aturan Multi. Kami menamai algoritma ini perencana jalur sadar ketidakpastian (Uncertainty-Aware Path Planner/UAPP). Sistem ini diuji dalam empat skenario simulasi. Skenario tersebut mencakup pengemudi yang berperilaku berbahaya di sekitar AV. Hasil menunjukkan bahwa UAPP mengurangi risiko tabrakan depan dan belakang. Analisis komparatif juga dilakukan. Kinerja UAPP dibandingkan dengan algoritma Fast RRT dan closed loop RRT (CL-RRT). Analisis statistik menunjukkan bahwa UAPP mencapai nilai p yang lebih rendah dalam sebagian besar kasus. Penelitian ini menunjukkan potensi strategi perencanaan jalur yang sadar akan ketidakpastian untuk kendaraan otonom. Penelitian ini berpotensi untuk mengembangkan sistem kendaraan otonom yang lebih aman. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Kendaraan otonom; Mitigasi tabrakan; Templat aturan ganda; Perencanaan jalur; Pemetaan yang sadar akan ketidakpastian

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002429415

  • Model Keamanan Data Internet of Things Menggunakan Elliptic Curve Diffie Hellman dan Advanced Encryption Standard

    Model Keamanan Data Internet of Things Menggunakan Elliptic Curve Diffie Hellman dan Advanced Encryption Standard

    Penulis: Sopian Alviana, Muhamad Faishal Azizi, Dedeng Hirawan

    Abstrak

    Internet of Things (IoT) adalah teknologi transformatif yang memungkinkan perangkat keras untuk terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan komputer. Di antara protokol yang umum digunakan dalam IoT adalah Message Queue Telemetry Transport (MQTT). Meskipun MQTT menawarkan keuntungan transmisi data yang ringan, ia kurang mampu memastikan keamanan dan kerahasiaan data. Keterbatasan ini dapat diatasi melalui implementasi algoritma kriptografi. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan data pada perangkat IoT dengan memanfaatkan pendekatan kriptografi gabungan yang mengintegrasikan Elliptic Curve Diffie Hellman (ECDH) dengan Advanced Encryption Standard (AES). Metodologi penelitian melibatkan beberapa tahapan utama: menganalisis dan menentukan persyaratan sistem, merancang model keamanan, dan melakukan pengujian kinerja. Keberhasilan dievaluasi berdasarkan parameter seperti penggunaan memori dan prosesor. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa integrasi ECDH dan AES secara efektif mengamankan data pada perangkat IoT, dengan penggunaan memori tercatat sebesar 8,69% dan pemanfaatan prosesor sebesar 21,3%. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    AES; ECDH; Internet of Things; MQTT; Keamanan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002311862