Tag: wacana enunsiatif dan ciri sintaksis mantra Sunda

  • Analisis Semiotik Mantra Budaya Sunda: 

    Analisis Semiotik Mantra Budaya Sunda: 

    Menjelajahi Tingkat Wacana dan Konotasi Budayanya

    Penulis: Tatan Tawami; Lia Maulia Indrayani; Cece Sobarna; Susi Yuliawati
    DOI: 10.36923/jicc.v24i2.515

    Abstrak
    Penelitian ini menyajikan analisis semiotik dengan fokus pada tingkat wacana. Penelitian ini menginvestigasi komponen figuratif, ciri sintaksis/tata bahasa, serta komponen enunsiatif dari tanda-tanda yang tertanam dalam mantra budaya Sunda, khususnya Asihan Leugeut Teuerup. Metode deskriptif kualitatif diterapkan untuk mengungkap makna dan interpretasi yang disajikan dalam mantra tersebut. Studi ini menemukan bahwa: (1) rujukan tanda, yang dikenal sebagai komponen figuratifnya, terbagi ke dalam lima isotopi yang mengandung konotasi budaya spesifik; (2) mantra tersebut juga lebih disukai dicirikan oleh struktur nominatif daripada predikatif; struktur sintaksisnya didominasi oleh modus imperatif dan kecap anteuran (kata verbal inkoatif antisipatif); serta (3) cara mantra dinarasikan adalah melalui protagonis orang pertama dan diegetik, yang berarti pelaku adalah narator itu sendiri. Temuan menunjukkan bahwa tanda-tanda yang disajikan dalam mantra memberikan wawasan sugestif melalui komponen-komponen yang berkaitan erat dengan aktivitas harian dan berulang pengguna. Wawasan sugestif ini dapat diinterpretasikan sebagai cara pengguna memahami makna dari tanda-tanda tersebut. © 2024 oleh penulis.

    Kata Kunci Penulis
    Analisis Semiotik; Komponen Figuratif; Konotasi Budaya; Mantra Budaya Sunda; Tanda

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85195375122?

  • Analisis Semiotik Mantra Budaya Sunda: 

    Analisis Semiotik Mantra Budaya Sunda: 

    Menjelajahi Tingkat Wacana dan Konotasi Budayanya

    Penulis: Tatan Tawami; Lia Maulia Indrayani; Cece Sobarna; Susi Yuliawati
    DOI: 10.36923/jicc.v24i2.515

    Abstrak
    Penelitian ini menyajikan analisis semiotik dengan fokus pada tingkat wacana. Penelitian ini menginvestigasi komponen figuratif, ciri sintaksis/tata bahasa, serta komponen enunsiatif dari tanda-tanda yang tertanam dalam mantra budaya Sunda, khususnya Asihan Leugeut Teuerup. Metode deskriptif kualitatif diterapkan untuk mengungkap makna dan interpretasi yang disajikan dalam mantra tersebut. Studi ini menemukan bahwa: (1) rujukan tanda, yang dikenal sebagai komponen figuratifnya, terbagi ke dalam lima isotopi yang mengandung konotasi budaya spesifik; (2) mantra tersebut juga lebih disukai dicirikan oleh struktur nominatif daripada predikatif; struktur sintaksisnya didominasi oleh modus imperatif dan kecap anteuran (kata verbal inkoatif antisipatif); serta (3) cara mantra dinarasikan adalah melalui protagonis orang pertama dan diegetik, yang berarti pelaku adalah narator itu sendiri. Temuan menunjukkan bahwa tanda-tanda yang disajikan dalam mantra memberikan wawasan sugestif melalui komponen-komponen yang berkaitan erat dengan aktivitas harian dan berulang pengguna. Wawasan sugestif ini dapat diinterpretasikan sebagai cara pengguna memahami makna dari tanda-tanda tersebut. © 2024 oleh penulis.

    Kata Kunci Penulis
    Analisis Semiotik; Komponen Figuratif; Konotasi Budaya; Mantra Budaya Sunda; Tanda

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85195375122