Tag: universitas komputer indonesia

  • Kolaborasi Pkm Divisi Beasiswa Unikom Dan Politeknik Pajajaran Icb Bandung, Bekali Mahasiswa Kip Kuliah Dengan Literasi Keuangan Guna Cegah Cybercrime

    Kolaborasi Pkm Divisi Beasiswa Unikom Dan Politeknik Pajajaran Icb Bandung, Bekali Mahasiswa Kip Kuliah Dengan Literasi Keuangan Guna Cegah Cybercrime

    BANDUNG, UNIKOM — Kemudahan transaksi digital di tengah perkembangan teknologi juga diiringi meningkatnya risiko kejahatan siber yang dapat mengancam keamanan finansial mahasiswa. Dalam menyikapi hal tersebut, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Divisi Beasiswa bersama Politeknik Pajajaran ICB Bandung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pendampingan literasi dan pengelolaan keuangan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Ruang 4310, Gedung 3 UNIKOM. Kegiatan tersebut secara khusus bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dana bantuan KIP Kuliah sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan berbasis digital atau cybercrime.

    Peserta kegiatan merupakan mahasiswa penerima bantuan KIP Kuliah dari UNIKOM dan Politeknik Pajajaran ICB Bandung, dimana kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi kemitraan antara penyelenggara KIP Kuliah UNIKOM dengan Politeknik Pajajaran ICB Bandung dalam memberikan pendampingan yang relevan dengan tantangan mahasiswa di era digital.

    Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh pembekalan materi literasi keuangan yang disampaikan oleh Dr. Linna Ismawati, S.E., M.Si., CFRM., selaku Ketua Divisi Beasiswa UNIKOM. Materi tidak hanya berfokus pada bagaimana mahasiswa mengelola dana secara bijak, tetapi juga mengenalkan berbagai potensi risiko yang dapat terjadi ketika melakukan aktivitas keuangan secara daring.

    Salah satu perhatian utama dalam pendampingan tersebut adalah meningkatnya modus penipuan yang menyasar mahasiswa, terutama ketika dana KIP Kuliah telah dicairkan. Mahasiswa dapat menjadi target berbagai modus kejahatan, mulai dari phising untuk mencuri data keuangan, investasi bodong, penipuan belanja online, hingga penipuan berkedok hadiah atau tambahan beasiswa.

    Melalui simulasi dampak risiko kejahatan online, mahasiswa diajak memahami bagaimana sebuah tindakan yang tampak sederhana di ruang digital dapat berujung pada kerugian finansial. Pendekatan tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya memahami konsep literasi keuangan secara teoritis, tetapi juga mampu mengenali tanda-tanda penipuan dan mengambil keputusan yang lebih aman ketika mengelola keuangannya.

    Kegiatan tersebut juga dinilai semakin penting karena mahasiswa penerima KIP Kuliah merupakan kelompok yang perlu mendapatkan pendampingan dalam mengelola dana bantuan pendidikan dan biaya operasional. Kurangnya pengetahuan mengenai keamanan transaksi digital dapat meningkatkan kerentanan mahasiswa terhadap berbagai modus kejahatan keuangan.

    Dalam kesempatan wawancara, Ketua Divisi Beasiswa, Dr. Linna Ismawati, S.E., M.Si., CFRM., menyampaikan “kegiatan ini sangat penting, terutama bagi mahasiswa baru. Mahasiswa jalur KIP Kuliah rentan terhadap penipuan dana KIP Kuliah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pengetahuan literasi keuangan dan memahami risiko kejahatan online agar dapat menjaga dana bantuan yang diterimanya”, tuturnya.

    Selain itu, kolaborasi antara UNIKOM dan Politeknik Pajajaran ICB Bandung juga diperkuat melalui penandatanganan kesediaan mitra PKM oleh Direktur Politeknik Pajajaran ICB Bandung, Assoc. Prof. Dr. Gunardi, S.E., M.M., CFTAX. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak pendampingan dan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan di era digital.

    Melalui kegiatan PKM Divisi Beasiswa UNIKOM bersama mitra, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengelola dana KIP Kuliah secara bertanggung jawab, tetapi juga memiliki sikap kritis terhadap berbagai tawaran dan aktivitas keuangan di dunia maya. Kemampuan mengenali modus penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi dan finansial, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjaga keamanan dana bantuan yang diterimanya. Pada akhirnya, pendampingan literasi keuangan tersebut diharapkan dapat membangun mahasiswa KIP Kuliah yang lebih cerdas, mandiri, dan waspada dalam mengelola keuangan, sehingga dana bantuan pendidikan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan terlindungi dari ancaman cybercrime. (Direktorat Hms & Pro)

  • Unikom Resmi Lepas 560 Mahasiswa Kkn Berdampak 2026, Dorong Gerakan Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Coblong

    Unikom Resmi Lepas 560 Mahasiswa Kkn Berdampak 2026, Dorong Gerakan Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Coblong

    BANDUNG, UNIKOM — Rabu, 12 Agustus 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) secara resmi melepas 560 mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pengelolaan sampah di Kecamatan Coblong, Kota Bandung dengan mengusung tema “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”. Bertempat di Lapangan Kampus Dago UNIKOM, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3. Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh peserta KKN Berdampak UNIKOM 2026.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas semangat, kekompakan, dan integritas mahasiswa yang akan menjalankan KKN Berdampak. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda akademik, tetapi merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengatasi persoalan sampah. “Saya senang sekali dan bangga atas kekompakan masyarakat dan mahasiswa UNIKOM, serta integritas yang ditunjukkan. Hari ini secara resmi saya melepas mahasiswa UNIKOM untuk melaksanakan KKN di lapangan”, tutur Prof. Eddy.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menegaskan bahwa mahasiswa UNIKOM diharapkan menjadi pionir dan contoh bagi perguruan tinggi lainnya dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Mahasiswa tidak hanya diminta membantu menangani sampah secara langsung, tetapi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah residu dan plastik. “Yang paling utama, adik-adik mahasiswa diminta oleh pemerintah untuk mencerahkan masyarakat bagaimana memilah sampah, mana yang residu, mana yang plastik, dan selanjutnya. Sehingga akan tumbuh kebiasaan di masyarakat kita, khususnya Coblong”, tegas Prof. Eddy.

    Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari tingkat masyarakat akan memberikan kontribusi penting terhadap terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan persampahan. Prof. Eddy juga mengungkapkan bahwa KKN Berdampak UNIKOM diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh perguruan tinggi swasta lainnya di Jawa Barat. Sebagai Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. Eddy menyampaikan rencana untuk mendorong perguruan tinggi lain mengikuti pola kontribusi mahasiswa UNIKOM dalam menangani persoalan lingkungan. “Mahasiswa UNIKOM ini menjadi contoh untuk kemudian diikuti oleh PTS-PTS lain di seluruh Jawa Barat”, ungkapnya.

    Program tersebut dirancang dengan pendekatan kewilayahan, di mana perguruan tinggi mengambil peran dalam mendampingi satu kecamatan. UNIKOM memilih Kecamatan Coblong sebagai wilayah pelaksanaan karena berada di lingkungan sekitar kampus. Di akhir salmbutannya, Prof. Eddy berharap praktik baik yang dilakukan mahasiswa UNIKOM di Coblong nantinya dapat dikembangkan dan ditularkan kepada perguruan tinggi lainnya, baik di Jawa Barat maupun di berbagai kabupaten dan kota. Selain itu, ia  juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memberikan perhatian terhadap peran mahasiswa UNIKOM dalam mendukung penyelesaian persoalan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan UNIKOM dalam program tersebut sejalan dengan harapan pemerintah agar perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

    Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, sekaligus Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, program studi, dosen, dan DPL yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa KKN Berdampak merupakan wujud kepedulian UNIKOM terhadap masyarakat sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari persoalan yang terjadi di lapangan. “Ini adalah wujud kepedulian UNIKOM, kecintaan UNIKOM kepada para mahasiswa. Kita belajar di masyarakat yang sesungguhnya”, tuturnya.

    Prof. Umi menjelaskan bahwa KKN Berdampak tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan untuk “membersihkan sampah”, melainkan sebagai proses pembelajaran yang mendorong mahasiswa memahami dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Kegiatan ini juga mulai diarahkan untuk terintegrasi dengan kurikulum. Beban akademik KKN dapat disesuaikan dengan program studi, bahkan terdapat program studi yang mengajukan hingga sekitar 20 SKS. Hal tersebut menunjukkan dukungan kuat dari berbagai program studi di lingkungan UNIKOM terhadap program KKN Berdampak. “Tidak hanya karena menyelesaikan satu masalah, tetapi menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat”,  jelas Prof. Umi.

    Pada pelaksanaan KKN Berdampak 2026, UNIKOM mengirimkan 560 mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan di Kecamatan Coblong. Jumlah tersebut menunjukkan komitmen UNIKOM dalam memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap program pengelolaan sampah di Kota Bandung. Para mahasiswa akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yang memiliki peran penting dalam membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

    Prof. Umi berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga kedisiplinan, menaati aturan yang berlaku di wilayah tempat mereka bertugas, serta menjaga sikap dan nama baik almamater. “Jaga sikap, jaga nama baik UNIKOM yang kita cintai. Informasikan kebaikan-kebaikan UNIKOM di sana,” pesannya kepada para mahasiswa. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjalankan seluruh ketentuan administrasi dan kegiatan KKN, termasuk pengisian daftar hadir serta penyusunan laporan.

    Prosesi pelepasan ditandai dengan pelepasan mahasiswa KKN Berdampak secara simbolis oleh Rektor UNIKOM. Dua perwakilan mahasiswa, Arkan Ghifari dari Program Studi Teknik Arsitektur dan Renata Rufaidah dari Program Studi Hubungan Internasional, maju untuk mengikuti prosesi pelepasan dan pemakaian atribut serta penyerahan ID card. Setelah prosesi tersebut, mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 secara resmi dinyatakan dilepas untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

    Melalui KKN Berdampak 2026, UNIKOM berharap mahasiswa mampu menghadirkan kontribusi yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membangun kesadaran masyarakat serta mendorong terbentuknya kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan semangat “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”, 560 mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM siap menjalankan tugas di Kecamatan Coblong, membawa semangat akademik, kepedulian sosial, serta nama baik almamater untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Ukm Bulutangkis Unikom Raih Juara Umum Dan Raih Empat Gelar Tingkat Nasional Di Ajang Bumi Siliwangi Open 2026

    Ukm Bulutangkis Unikom Raih Juara Umum Dan Raih Empat Gelar Tingkat Nasional Di Ajang Bumi Siliwangi Open 2026

    BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bulutangkis. Tampil dalam ajang Bumi Siliwangi Open 2026, para atlet UNIKOM sukses menunjukkan performa gemilang dengan memborong empat gelar juara sekaligus mengantarkan UNIKOM meraih Juara Umum pada kejuaraan bulutangkis tingkat nasional di Bumi Siliwangi Open 2026 pada 26–31 Juli 2026. Bertempat di Sport Hall UPI Bandung, para atlet UKM Bulutangkis UNIKOM tampil kompetitif pada tiga kategori, yakni ganda campuran, ganda putra, dan ganda putri, dengan meraih prestasi yang semakin mengukuhkan kiprah mahasiswa UNIKOM di bidang olahraga.

    Pada kategori ganda campuran, pasangan Fajar Putra Setiawan dan Khashia Aqila Sasmita berhasil meraih Juara 1, sementara pasangan Ridho Ma’sum Firdaus dan Divya Clarisa Ayuni meraih Juara 2. Sementara itu, pada kategori ganda putra, Fajar Putra Setiawan dan Ridho Ma’sum Firdaus berhasil meraih Juara 3, sedangkan Khashia Aqila Sasmita dan Divya Clarisa Ayuni juga mengamankan Juara 3 pada kategori ganda putri. Keempat mahasiswa berprestasi tersebut berasal dari dua program studi, yakni Ridho Ma’sum Firdaus, mahasiswa Program Studi Akuntansi semester 6, serta Fajar Putra Setiawan, Khashia Aqila Sasmita, dan Divya Clarisa Ayuni, mahasiswa Program Studi Manajemen semester 8. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIKOM mampu menyeimbangkan pengembangan kompetensi akademik dengan prestasi nonakademik melalui pengembangan minat dan bakat di bidang olahraga.

    Dengan capaian tersebut, kontingen UKM Bulutangkis UNIKOM berhasil mengoleksi 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu, sekaligus mengukuhkan UNIKOM sebagai Juara Umum Bumi Siliwangi Open 2026.

    Direktur Kemahasiswaan UNIKOM sekaligus Pembina UKM Bulutangkis UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian yang kembali diraih para atlet UNIKOM. “Alhamdulillah, saya mengucapkan selamat kepada Tim UKM Bulutangkis UNIKOM yang untuk kesekian kalinya mencatatkan prestasi terbaik dengan meraih gelar Juara Umum pada kejuaraan nasional bergengsi Bumi Siliwangi Open 2026 dengan raihan 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu”, tutur Andrias Ph.D.

    Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari komitmen para atlet yang terus berjuang memberikan kontribusi prestasi bagi UNIKOM. Sebagai pembina, ia mengaku bangga terhadap semangat dan konsistensi para pemain dalam mengikuti berbagai kompetisi serta membawa nama baik almamater. “Saya selaku Pembina UKM Bulutangkis bangga dan memuji komitmen para pemain yang terus berjuang untuk selalu memberikan kontribusi prestasi kepada kampus kita tercinta”, tambahnya.

    Lebih lanjut, Andrias Ph.D menegaskan bahwa prestasi yang diraih tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. “Prestasi-prestasi yang diraih ini menjadi bukti bahwa kerja keras, komitmen, disiplin dan mengikuti arahan-arahan pembina serta tim pelatih menjadi kolaborasi indikator yang membentuk UKM Bulutangkis UNIKOM terus bergerak maju dalam upaya untuk terus menjadi yang terdepan”, ungkapnya.

    Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pengembangan potensi mahasiswa di UNIKOM tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan minat, bakat, karakter, sportivitas, dan prestasi di bidang nonakademik. Melalui UKM Bulutangkis, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental kompetitif melalui pengalaman bertanding di berbagai level kejuaraan. Keberagaman latar belakang akademik para atlet yang berhasil mengharumkan nama UNIKOM juga memperlihatkan bahwa budaya berprestasi dapat tumbuh di berbagai bidang keilmuan. Mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen mampu berkolaborasi dalam kompetisi olahraga sekaligus membawa nama almamater ke tingkat nasional.

    Raihan Juara Umum Bumi Siliwangi Open 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota UKM Bulutangkis UNIKOM untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempertahankan tradisi prestasi. Capaian ini juga menjadi energi positif bagi UNIKOM dalam mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui semangat “UNIKOM Berprestasi”, UKM Bulutangkis UNIKOM optimis untuk terus berkomitmen mengembangkan potensi atlet mahasiswa, memperkuat pembinaan, serta menghadirkan prestasi-prestasi baru yang membanggakan bagi almamater. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perkuat Eksistensi Global, Direktur International Program Unikom Hadir Sebagai Keynote Speaker Di Mahasarakham University Thailand: Bahas Smart University Hingga Student Mobility

    Perkuat Eksistensi Global, Direktur International Program Unikom Hadir Sebagai Keynote Speaker Di Mahasarakham University Thailand: Bahas Smart University Hingga Student Mobility

    BANDUNG, UNIKOM – Komitmen Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memberikan pengalaman global bagi mahasiswa terus diperkuat melalui berbagai program kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri. Salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Direktur International Program UNIKOM, Dr. Senny Luckarydi, S.P., M.M., sebagai keynote speaker dalam konferensi internasional yang diselenggarakan selama sepekan pada tanggal 20-27 Juli 2026, bertempat di Mahasarakham University, Thailand.

    Dr. Senny Luckarydi, S.P., M.M., berkesempatan memenuhi undangan Mahasarakham University, salah satu perguruan tinggi negeri terbesar di wilayah Thailand Utara yang memiliki sekitar 50.000 mahasiswa. Undangan tersebut datang dari Faculty of Education dalam rangka penyelenggaraan international conference yang mengangkat berbagai isu strategis dalam pengembangan pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi.

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. Senny dipercaya menjadi keynote speech dengan tema “Smart University Management”. Menurutnya, konsep smart university tidak dapat dimaknai sebatas digitalisasi pembelajaran atau perubahan layanan dari sistem konvensional menjadi daring, tetapi merupakan sebuah transformasi menyeluruh dalam pengelolaan perguruan tinggi. “Smart university itu bukan hanya sekadar transformasi dari offline ke online, tetapi juga merupakan massive transformation dari segi pelayanan, governance dan manajemen, infrastruktur, dan lain-lain”, tutur Dr. Senny.

    Lebih lanjut, Dr. Senny menjelaskan, transformasi menuju smart university membutuhkan perubahan yang terintegrasi pada berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi. Mulai dari bagaimana universitas memberikan pelayanan kepada sivitas akademika, membangun tata kelola yang adaptif, mengembangkan sistem manajemen yang efektif, hingga menyediakan infrastruktur yang mampu mendukung ekosistem pendidikan berbasis teknologi.

    Kehadiran Dr. Senny sebagai keynote speaker sekaligus menjadi bagian dari implementasi kerja sama internasional UNIKOM dengan Mahasarakham University, yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik antarinstitusi, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar lintas negara melalui program student mobility. “Ini termasuk kerja sama International Program karena kami juga mengirim mahasiswa untuk mengikuti mobility program di sana”, jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UNIKOM yang mengikuti program mobilitas berasal dari Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) dan Program Studi Sistem Informasi. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan secara langsung lingkungan akademik internasional, memperluas wawasan, membangun jejaring, serta berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.

    Kolaborasi tersebut juga akan terus dikembangkan secara dua arah. Pada bulan November 2026 mendatang, Mahasarakham University dijadwalkan mengirimkan 10 mahasiswa dan 4 dosen untuk berkunjung ke UNIKOM. Kehadiran delegasi tersebut diharapkan semakin memperkuat interaksi akademik dan membuka peluang kolaborasi baru antara kedua institusi. Selain menjadi keynote speaker, rangkaian kegiatan internasional tersebut juga menjadi momentum bagi Dr. Senny untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik, termasuk melalui kegiatan workshop publikasi yang memberikan penguatan kapasitas bagi peserta dalam memahami proses dan strategi publikasi ilmiah.

    Menurut Dr. Senny, keberlanjutan kerja sama internasional harus diarahkan pada manfaat nyata bagi institusi maupun mahasiswa. Kolaborasi tidak berhenti pada seremoni atau penandatanganan kerja sama, tetapi perlu diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang mampu memberikan pengayaan pengalaman dan meningkatkan kualitas pendidikan. “Harapannya kerja sama kita semakin banyak dan semakin bermanfaat. Tentunya ujungnya adalah peningkatan kualitas pendidikan dan memberi enrichment untuk mahasiswa, pengalaman yang menarik untuk mahasiswa, sehingga ilmu mereka itu lebih bisa dimanfaatkan dan mereka lebih semangat dalam menuntut ilmu”, ungkapnya.

    Penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi internasional menjadi bagian dari langkah UNIKOM dalam membangun ekosistem pendidikan yang semakin terbuka dan berorientasi global. Melalui program mobilitas mahasiswa, konferensi internasional, workshop akademik, serta berbagai bentuk kolaborasi lainnya, UNIKOM terus mendorong mahasiswa dan sivitas akademika untuk tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pengalaman dan perspektif global. Langkah tersebut sekaligus mempertegas komitmen UNIKOM sebagai Digital Entrepreneurial University dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, terbuka terhadap jejaring internasional, dan memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Direktorat Inbiskom Unikom Rayakan Hut Ke-3 Koperasi Smart Dan Market Day 2026, Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Muda Di Era Digital

    Direktorat Inbiskom Unikom Rayakan Hut Ke-3 Koperasi Smart Dan Market Day 2026, Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Muda Di Era Digital

    BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus melalui penyelenggaraan kegiatan “Coop-Preneur Fest: Creative Action, Safe Innovation”, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi Smart (KOSMART) UNIKOM ke-3 dan Market Day UNIKOM, pada Senin dan Selasa, 20–21 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperkenalkan produk, membangun pengalaman berbisnis, dan mengasah kemampuan memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas pasar.

    Bertempat di Lobby Smart Building UNIKOM, kegiatan Coop-Preneur Fest 2026 menghadirkan semangat kewirausahaan mahasiswa melalui berbagai booth yang menampilkan produk hasil kreativitas dan inovasi. Pada pelaksanaan hari pertama, tercatat 95 booth mahasiswa berpartisipasi dalam Market Day, sementara keseluruhan kegiatan melibatkan 622 mahasiswa yang terbagi dalam 260 kelompok bisnis. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, Internasional Program & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D., Direktur INBISKOM sekaligus Ketua Koperasi UNIKOM, Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak.CA., Ketua Panitia Coop-Preneur Fest, Apriani Puti Furfini, S.Kom., M.T., para pimpinan UNIKOM, Dekan, Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, anggota koperasi, serta mahasiswa peserta Market Day.

    Ketua Pelaksana Coop-Preneur Fest 2026, Apriani Puti Furfini, S.Kom., M.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pimpinan, tamu undangan, anggota koperasi, serta mahasiswa yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan, Market Day UNIKOM tahun ini melibatkan 622 mahasiswa yang terbagi dalam 260 kelompok bisnis. Para mahasiswa menghadirkan beragam produk yang dikembangkan dan dipasarkan secara langsung selama kegiatan berlangsung. “Market Day’s tahun ini diikuti oleh 622 mahasiswa yang terbagi dalam 260 kelompok bisnis. Selama dua hari, para mahasiswa menghadirkan dan memasarkan berbagai produk yang mereka kembangkan sendiri. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar merancang produk, membangun usaha, memasarkan produk, berinteraksi dengan konsumen, hingga mengembangkan jiwa kewirausahaan”, tuturnya.

    Selain itu, ia menjelaskan bahwa terdapat beragam produk yang ditampilkan sivitas akademika meliputi makanan dan minuman, kuliner khas daerah, produk kreatif dan kerajinan, tanaman hias, hingga berbagai produk inovatif lainnya. Keberagaman tersebut menjadi gambaran potensi kreativitas mahasiswa UNIKOM dalam mengolah ide menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Apriani pun mengajak seluruh civitas akademika untuk memberikan apresiasi terhadap karya mahasiswa dengan membeli dan menggunakan produk yang mereka hasilkan. “Mari kita dukung usaha dan karya mahasiswa UNIKOM agar mereka semakin percaya diri untuk berinovasi, mengembangkan bisnis, dan menjadi generasi entrepreneur yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan UNIKOM”, tambahnya.

    Sementara itu, Direktur INBISKOM sekaligus Ketua Koperasi UNIKOM, Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak.CA., menyatakan bahwa Market Day’s merupakan salah satu bentuk pembelajaran kewirausahaan yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga melatih keterampilan dalam menjalankan aktivitas bisnis. “Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat berkumpul bersama untuk memaksimalkan salah satu ruang pendidikan yang sangat penting bagi mahasiswa, yaitu Market Day UNIKOM yang kedua, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Koperasi KOSMART UNIKOM yang ketiga. Mari kita berikan apresiasi untuk seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini”, ungkap Prof. Lilis.

    Prof. Lilis juga menyampaikan bahwa Market Day tahun ini diikuti oleh lebih dari 600 mahasiswa dengan berbagai kategori produk. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperlihatkan hasil pengembangan produk sekaligus belajar menghadapi konsumen secara langsung. “Market Day kedua ini diikuti oleh lebih dari 600 mahasiswa dengan berbagai kategori produk. Yang paling utama adalah mempersembahkan dan memperkenalkan produk-produk mahasiswa yang berkualitas, mulai dari berbagai produk makanan, hasil industri kreatif, kerajinan, hingga produk-produk lainnya”, jelasnya.

    Lebih lanjut, Prof. Lilis berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama Market Day tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Mahasiswa didorong untuk melanjutkan usaha yang telah dirintis hingga berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan. “Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Mahasiswa dapat melanjutkan bisnisnya sampai benar-benar menjadi industri yang berkembang. Tidak hanya berjualan secara offline, tetapi kedepannya juga mampu memanfaatkan platform digital sehingga produk-produk mahasiswa dapat dipasarkan secara online dan berkembang menjadi bisnis digital”, ungkapnya. Menurut Prof. Lilis, pemanfaatan teknologi digital akan memberikan peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dalam mengembangkan pasar. Karena itu, Market Day diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk terus menguji, memperbaiki, dan memperluas bisnisnya.

    Koperasi KOSMART UNIKOM, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai koperasi konsumen, tetapi juga mampu memperluas bidang usaha dan menjadi wadah pengembangan produk serta bisnis yang tumbuh di lingkungan UNIKOM. “Ke depan, kami berharap produk-produk yang dihasilkan dapat semakin terintegrasi dengan koperasi. Saat ini kita masih berada pada tahap koperasi konsumen, tetapi insyaallah ke depan kami akan terus mengembangkan dan memperluas usaha koperasi, termasuk dalam mendukung bisnis-bisnis yang tumbuh di lingkungan UNIKOM”, demikian pungkasnya.

    Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor 4 UNIKOM Bidang Teknologi Digital & ICT, Internasional Program & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D., menilai Market Day dan Koperasi KOSMART UNIKOM memiliki peran strategis dalam membangun budaya kewirausahaan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak harus selalu berorientasi menjadi pekerja setelah lulus, tetapi juga dapat mempersiapkan diri sebagai pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan. “Kalau mahasiswa dan Gen Z nanti akan lulus, tentu perlu mulai merencanakan masa depan. Apakah ingin menjadi pegawai negeri, bekerja di perusahaan, atau justru membangun usaha sendiri. Jangan sampai kita hanya berpikir untuk menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan besar. Kita bisa mulai dari sesuatu yang kecil, kemudian berkembang menjadi usaha yang lebih besar”,  ungkap Prof. Zainal.

    Prof. Zainal menjelaskan bahwa perkembangan usaha dapat dimulai dari skala paling sederhana, seperti usaha rumahan, kemudian berkembang menjadi usaha mikro, kecil, hingga menengah. Tahapan tersebut menjadi proses penting untuk membangun pengalaman dan kemampuan mengelola bisnis. “Jangan menganggap usaha kecil sebagai sesuatu yang rendah. Justru dari usaha kecil itulah kita dapat membangun pengalaman dan secara bertahap mengembangkan bisnis”, jelasnya.

    Prof. Zainal juga menyoroti pentingnya kemampuan mahasiswa memadukan aktivitas bisnis secara langsung dengan pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, keberadaan physical tenant dan digital tenant bukan sesuatu yang saling menghilangkan, melainkan dapat saling memperkuat. “Di era digital, kita tidak perlu khawatir dengan keberadaan tenant fisik. Physical tenant dan digital tenant justru saling melengkapi. Orang yang datang secara langsung ke tempat seperti ini dapat mengenal produk secara fisik, tetapi pada saat yang sama produk tersebut juga dapat dipasarkan melalui kanal digital. Begitu pula sebaliknya, aktivitas digital dapat mendorong orang untuk datang dan melihat produk secara langsung”, tuturnya.

    Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan produk dan layanan yang sangat beragam, termasuk yang lahir dari kreativitas masyarakat di berbagai daerah. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikembangkan melalui inovasi, pemasaran, dan pengelolaan usaha yang baik. “Indonesia kaya akan berbagai macam produk dan layanan. Di tingkat UMKM, kita memiliki banyak sekali potensi yang berasal dari berbagai daerah, suku, budaya, dan kreativitas masyarakat. Semua itu memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi apabila kita mampu mengelolanya dengan baik”, tambahnya..

    Puncak rangkaian seremonial HUT ke-3 Koperasi KOSMART UNIKOM ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wakil Rektor UNIKOM bersama jajaran pimpinan dan panitia. Prosesi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar Koperasi KOSMART UNIKOM terus berkembang sebagai wadah inovasi yang mandiri dan adaptif serta mampu mendukung kreativitas kewirausahaan mahasiswa dan kesejahteraan civitas akademika UNIKOM.

    Usai prosesi tersebut, Wakil Rektor bersama jajaran pimpinan dan tamu undangan meninjau secara langsung booth Market Day’s yang dikreasikan oleh mahasiswa di sepanjang area Lobby Smart Building. Kehadiran pimpinan di booth menjadi bentuk apresiasi sekaligus kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai produk dan konsep bisnis yang dikembangkan mahasiswa. Tidak hanya menghadirkan aktivitas jual beli, Market Day juga dilengkapi dengan kompetisi Booth Terbaik Juara 1, 2, dan 3 serta kategori Penjualan Terbanyak. Tim penilai melakukan evaluasi berdasarkan kreativitas struktur booth, kualitas produk, inovasi, serta jumlah produk yang terjual.

    Pada sesi penilaian, tim juri berkeliling ke setiap booth untuk melihat langsung presentasi produk dan melakukan evaluasi. Dari total 95 booth yang berpartisipasi pada hari pertama, peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan produk dan menjelaskan konsep bisnis masing-masing. Penyelenggaraan Coop-Preneur Fest kemudian berlanjut pada hari kedua dengan menghadirkan Sharing Session P2MW Tahun 2026, talk show kewirausahaan bersama Ceptian Suryana, M.Ds., Founder dan CEO Jamise Syari, selaku narasumber sekaligus alumni UNIKOM serta pemilihan stan terbaik dari total 114 booth pada hari kedua.

    Melalui Coop-Preneur Fest 2026, UNIKOM tidak hanya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memasarkan produk, tetapi juga membangun pengalaman kewirausahaan yang terintegrasi dengan pembelajaran, teknologi digital, dan penguatan koperasi. Semangat “Creative Action, Safe Innovation” menjadi dorongan agar mahasiswa berani mengubah kreativitas menjadi produk, produk menjadi bisnis, dan bisnis menjadi usaha yang berkelanjutan. Memasuki usia ke-3, Koperasi Smart (KOSMART) UNIKOM diharapkan semakin mampu menjadi penggerak ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus, sekaligus menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, civitas akademika, koperasi, dan pelaku usaha untuk menciptakan nilai ekonomi yang berdampak bagi UNIKOM dan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Perangkat Lunak Akuntansi Manajemen

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Perangkat Lunak Akuntansi Manajemen

    Penulis: Lilis Puspitawati ; Hanhan Hanafiah Solihin ; Sukadwilinda ; Ivany Syarief ; Dody Kusmana ; Cecep Deni Mulyadi

    DOI: 10.1109/TSSA56819.2022.10063919

    Abstrak
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji kesesuaian model konseptual mengenai pengaruh strategi bisnis, kompetensi pengguna, dan struktur organisasi terhadap efektivitas perangkat lunak akuntansi manajemen (Management Accounting Software/MAS), serta untuk mengetahui hubungan antarvariabel yang diteliti selama masa pandemi Covid-19. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji kesesuaian model yang diusulkan sekaligus menentukan pengaruh yang diprediksi di antara variabel-variabel penelitian. Data dianalisis menggunakan Covariance Based Structural Equation Model (CB-SEM) dengan bantuan perangkat lunak Lisrel 8.5.Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada populasi sebanyak 118 departemen akuntansi manajemen pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia, dengan jumlah sampel terpilih sebanyak 100 BUMN yang ditentukan menggunakan teknik acak sederhana. Hasil penelitian berhasil mengonfirmasi model konseptual yang dikembangkan oleh peneliti serta membuktikan secara empiris adanya pengaruh strategi bisnis, kompetensi pengguna, dan struktur organisasi terhadap efektivitas MAS pada perusahaan BUMN di Indonesia. Efektivitas MAS sangat bergantung pada relevansi kebutuhan penggunanya. Strategi bisnis yang tepat mampu menyediakan informasi yang relevan bagi perusahaan dalam merancang sistem informasi akuntansi manajemen sesuai dengan kebutuhan pengguna, sehingga aktivitas operasional perusahaan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Hal ini juga memungkinkan perusahaan menerapkan strategi penurunan biaya melalui penghematan biaya produksi, peningkatan ketepatan proses produksi, penerapan diferensiasi produk, serta strategi harga rendah dengan berfokus pada kebutuhan pelanggan selama pandemi Covid-19. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi dalam menghasilkan informasi akuntansi manajemen strategis untuk mengantisipasi keberlangsungan usaha selama dan setelah pandemi Covid-19, serta membantu perusahaan dalam mengatasi krisis pada tahap awal pandemi melalui optimalisasi strategi bisnis, struktur organisasi, dan kompetensi sumber daya manusia perusahaan. © 2022 IEEE.

    Kata kunci penulis
    Perangkat lunak akuntansi; strategi bisnis; struktur organisasi; kompetensi pengguna; perangkat lunak akuntansi manajemen

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85151047189

  • Evaluasi Tekno-Ekonomi Produksi Nanopartikel Kobalt Ferit Terdoping Disprosium dengan Metode Sol-Gel Auto-Combustion

    Penulis: Asep Bayu Dani Nandiyanto; Yustika Desti Yolanda; Mia Widyaningsih; Risti Ragadhita; Herry Saputra; Eddy Soeryanto Soegoto; Senny LuckyardiDOI: 10.18280/mmep.090435

    Abstrak
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dua model kelayakan ekonomi produksi nanopartikel kobalt ferit yang didoping disprosium dengan metode sol-gel auto-kombusi, dari skala laboratorium hingga skala industri, termasuk analisis teknis dan evaluasi ekonomi. Berbagai parameter evaluasi ekonomi dianalisis untuk melaporkan potensi fabrikasi nanopartikel kobalt ferit yang didoping disprosium dalam hal waktu yang dibutuhkan spekulasi untuk memulihkan total pengeluaran awal (PBP), kondisi proyek pembangkitan dalam fungsi produksi dalam tahun (CNPV), keuntungan usaha, dll. Hasil studi kelayakan ekonomi pada produksi nanopartikel kobalt ferit yang didoping disprosium menunjukkan bahwa semua perubahan parameter memberikan nilai positif, menunjukkan bahwa proyek ini mungkin praktis untuk dijalankan secara komersial dan dalam skala besar. Analisis teknis untuk memproduksi 26,4 ton nanopartikel kobalt ferit yang didoping disprosium per tahun mengungkapkan bahwa investasi akan menguntungkan setelah lebih dari tiga tahun. Proyek ini meniru pedoman pasar modal PBP karena pengembalian investasi yang cepat. Estimasi berkisar dari kondisi ideal hingga terburuk dalam produksi untuk memastikan kelayakan proyek, termasuk tenaga kerja, penjualan, bahan baku, utilitas, faktor eksternal, dan pajak. © 2022, Pemodelan Matematika Masalah Teknik. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang.

    Kata kunci penulis
    nanopartikel kobalt ferit terdoping disprosium; evaluasi ekonomi; studi kelayakan; sol-gel auto-combustion

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85141271703

  • Visualisasi Data Ekspor Impor Menggunakan SIG pada Direktorat Jenderal Industri Agro dengan Metode Prototipe

    Penulis: J. C. Wibawa; M. E. Utomo; M. R. Sadif; R. F. Widiarachman; R. Fauzan; N. R. RadliyaDOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10395924

    Abstrak
    Visualisasi data ekspor-impor yang didukung oleh Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu mengubah data yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan gambaran yang lebih jelas dan komprehensif mengenai pola perdagangan ekspor dan impor suatu wilayah, sekaligus mengidentifikasi tren, hubungan spasial, serta faktor-faktor yang memengaruhi aktivitas perdagangan tersebut. Dengan memanfaatkan SIG, informasi dapat disajikan secara visual melalui peta interaktif sehingga para pengambil keputusan dapat melakukan analisis yang lebih mendalam dan merumuskan kebijakan yang tepat. Dalam proses pengembangan sistem, peneliti menerapkan metode prototipe yang diawali dengan tahap analisis kebutuhan, kemudian dilanjutkan dengan tahap perancangan, implementasi pengembangan, pengujian, dan tahap finalisasi. Luaran dari penelitian ini berupa visualisasi data ekspor dan impor yang disusun berdasarkan klasifikasi kode HS (Harmonized System) dan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). Penelitian ini memberikan kontribusi baik dalam konteks akademis maupun praktis, salah satunya sebagai bahan pertimbangan dalam menjalin atau melanjutkan perjanjian FTA (Free Trade Agreement). © 2023 IEEE.

    Kata kunci penulis
    visualisasi data; pengambilan keputusan ekonomi; analisis geospasial; ekspor impor; pola perdagangan

    Artikel ini dapat diakses melalui: https://www.scopus.com/pages/publications/85185197258

  • Implementasi Teknologi Konversi Suara ke Teks dan Geolokasi pada Sistem Pedagang Keliling

    Penulis: Eko Budi Setiawan, Syifaul Mukminin, Angga Setiyadi, Chrismikha Hardyanto

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121482

    Abstrak

    Pedagang keliling adalah jenis usaha yang menyediakan kebutuhan pangan di sektor informal. Saat ini, ketika konsumen ingin memesan, mereka harus mengetikkan kriteria dalam bentuk teks yang cukup panjang. Konsumen juga sering kesulitan mendeteksi lokasi pedagang keliling di sekitar mereka. Penelitian ini mengembangkan aplikasi berbasis web mobile responsif yang memanfaatkan teknologi pengenalan suara, khususnya konversi suara ke teks. Fitur konversi suara ke teks didukung oleh API Hugging Face Whisper, yang diterapkan selama proses pemesanan makanan dan teknologi geolokasi dalam bentuk Layanan Berbasis Lokasi untuk mendeteksi lokasi pedagang keliling secara real-time. Fitur notifikasi menggunakan service worker dan socket.io untuk memberikan informasi ketika pedagang keliling berada di dekat lokasi pembeli. Perangkat lunak ini dikembangkan menggunakan model metodologi agile. Berdasarkan hasil pengujian, 100% dari semua fitur berjalan dengan baik, 82,4% pedagang keliling, dan 94,4% pembeli setuju bahwa implementasi hasil penelitian dapat menyederhanakan proses pemesanan makanan dan pertemuan antara pedagang keliling dan pembeli. © 2024 IEEE.

    Kata kunci penulis

    Geolokasi; Pengenalan wajah; Notifikasi push; Konversi ucapan ke teks; Pedagang keliling

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105015715547

  • Mesin Penjual Kaos Menggunakan ESP32

    Penulis: Mochamad Fajar Wicaksono; Myrna Dwi Rahmatya; Syahrul Syahrul; Sri Nurhayati
    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396857

    Abstrak
    Pada lokasi-lokasi wisata, cenderamata umumnya hanya dapat ditemukan di tempat-tempat tertentu. Akan tetapi, dengan memanfaatkan mesin penjual otomatis (vending machine), penjualan cenderamata dapat dilakukan di berbagai lokasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan suatu sistem penjualan kaos dengan menggunakan mesin penjual otomatis. Mesin penjual otomatis ini dapat ditempatkan di tempat-tempat wisata, bandar udara, atau terminal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Dari sisi pengguna (client-side), sistem ini dikendalikan menggunakan ESP32. Sementara itu, dari sisi peladen (server-side), sistem diawasi oleh administrator dengan menggunakan aplikasi web. Administrator bertugas untuk memverifikasi pesanan yang masuk melalui aplikasi web dan mengirimkan kode batang (barcode) ke surel pembeli. ESP32 akan menunggu pembeli untuk memindai kode batang pada mesin penjual otomatis. Jika kode batang tersebut valid, ESP32 akan memberitahukan pembeli melalui OLED. Selanjutnya, ESP32 akan mengaktifkan motor DC untuk menjalankan konveyor. Proses pelepasan kaos yang telah selesai dideteksi menggunakan sensor inframerah. ESP32 kemudian memberitahukan peladen bahwa proses telah selesai dilakukan. Pengujian modular dilaksanakan untuk menguji fungsi setiap komponen perangkat. Sementara itu, pengujian menyeluruh dilaksanakan untuk menguji fungsionalitas sistem. Berdasarkan hasil dari kedua pengujian tersebut, Mesin Penjual Otomatis Menggunakan ESP32 ini bekerja 100% sesuai dengan yang diharapkan. Perangkat ini dapat membaca masukan Kode QR, memvalidasi data ke peladen, mengeluarkan kaos sesuai dengan pesanan yang telah divalidasi, serta meminta penghapusan pesanan kepada peladen ketika transaksi telah selesai dilakukan. Dengan adanya perangkat ini, diharapkan dapat membantu para penjual dan memudahkan para wisatawan. © 2023 IEEE.

    Kata kunci penulis
    ESP32; Kode QR; Kaos; Mesin Penjual Otomatis

    Kata kunci terindeks
    Istilah terkendali teknik
    Kode batang; Motor DC; Detektor inframerah
    Istilah tak terkendali teknik
    Sisi pengguna; Motor DC; ESP32; Kode QR; Sisi peladen; Penjualan cenderamata; Kaos; Tempat wisata; Aplikasi web; Aplikasi Web
    Bidang utama teknik
    Penjualan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85185195782