Abstrak Layanan pendidikan anak usia dini pada kelompok bermain selama pandemi COVID-19 telah mengalami perubahan. Perubahan ini mencakup berbagai layanan seperti administrasi, penerimaan peserta didik baru, hingga proses pembelajaran tatap muka dan pertemuan jarak jauh. Hal ini tentu tidak mudah jika kelompok bermain memahami bagaimana kebutuhan akan suatu sistem informasi. Kebutuhan sistem informasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dari berbagai bidang pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini pada kelompok bermain. Dalam penelitian ini, kami akan membahas analisis kebutuhan sistem informasi dengan menggunakan metode analisis rantai nilai. Analisis menggunakan rantai nilai pada lima aktivitas utama dan empat aktivitas pendukung. Aktivitas-aktivitas ini akan membahas kebutuhan sistem informasi pendidikan anak usia dini pada kelompok bermain yang terdiri dari manajemen dan pelaksanaan kegiatan, pembiayaan, pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan sistem informasi khususnya pemanfaatan teknologi yang akan digunakan, serta bagaimana penggunaan sistem informasi ini akan diterapkan dalam memahami pihak internal dan eksternal yang akan terkait dengan pengelolaan sarana dan prasarana. Hasil analisis rantai nilai ini akan dijadikan panduan dalam menentukan kebutuhan sistem informasi dengan menyesuaikan layanan pendidikan anak usia dini pada kelompok bermain berdasarkan tingkat manajemen yang dimiliki oleh masing-masing kelompok bermain.
Kata Kunci Sistem Informasi, Layanan Pendidikan Anak Usia Dini, Kelompok Bermain, Pandemi Covid-19
Penulis: Sunny Goh Eng Giap (Universiti Malaysia Terengganu) ; Amirul Asyraf Zakaria (Universiti Malaysia Terengganu) ; Mohammad Fadhli Ahmad (Universiti Malaysia Terengganu) ; Muhammad Zamir Abdul Rasid (Soil Science, Water & Fertilizer Research Centre (SF)) ; Chee-Ming Chan (Universiti Tun Hussein Onn Malaysia) ; Mohd Sofiyan Sulaiman (Universiti Malaysia Terengganu) ; Rudiyanto (Universiti Malaysia Terengganu) ; Khasifah Muhamad (MARDI Cameron Highlands) ; Ting Chee Ling (Green Earth Consultancy & Services PLT) ; Hanhan Maulana (Universitas Komputer Indonesia)
Abstrak Infiltrasi air ke dalam tanah merupakan topik kajian yang esensial karena tanah yang jenuh air sepenuhnya akan membentuk genangan air yang berujung pada banjir di permukaan tanah. Penyelidikan tanah sangat penting dalam studi pertanian karena diperlukan pemahaman mengenai daya dukung tanah dalam menahan air, kapasitas lapang, serta suhu tanah untuk aktivitas biologis dan reaksi kimia. Namun, urbanisasi dan perluasan wilayah manusia ke area tanah yang sebelumnya belum tereksplorasi dapat menyebabkan tekanan lingkungan yang tidak perlu, seperti banjir. Air banjir terbentuk ketika intensitas curah hujan melampaui laju infiltrasi air tanah. Kejadian banjir bersifat krusial karena berdampak pada penghidupan masyarakat dan kerusakan fasilitas. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai infiltrasi air hidraulik tanah akan membantu memahami lebih baik penyebab terjadinya banjir. Studi terkini mengkaji seri-seri tanah di negara bagian Terengganu beserta sifat-sifat tanahnya terkait kurva karakteristik air tanah, yang mengindikasikan kemampuan tanah dalam menyerap dan mengalirkan air di dalam tanah. Persamaan yang digunakan adalah persamaan Richards yang telah dimodifikasi, yang dapat diterapkan untuk mengkaji dampak genangan air atau air banjir terhadap infiltrasi. Kondisi pergerakan kelembaban tanah tidak jenuh juga dapat diteliti. Persamaan simulasi diverifikasi dengan menggunakan kumpulan data acuan yang diselesaikan pada persamaan Richards dengan metode numerik yang berbeda. Dua belas seri tanah di Terengganu dikaji terkait infiltrasi air dalam kondisi terendam, dengan memapar tanah pada curah hujan tertinggi yang tercatat dalam sejarah Kuala Terengganu dari tahun 1985 hingga awal 2023. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa laju infiltrasi air pada seri tanah Jambu, Rhu Tapai, dan Rudua lebih besar daripada intensitas curah hujan, sedangkan seri tanah lainnya tidak mampu mengakomodasi intensitas curah hujan tersebut. Dengan demikian, area dengan seri tanah lainnya memiliki kemungkinan besar mengalami kondisi tergenang jika terpapar curah hujan lebat, sebagaimana yang pernah terjadi dalam sejarah.
BANDUNG, UNIKOM — Selasa, 7 April 2026, Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Desain Grafis (DG), Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), menyelenggarakan kegiatan Pameran Karya Skripsi dan Tugas Akhir S1 dan D3 Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang dikemas dalam tajuk “Majang Kawani”.
Bertempat di pelataran lantai 6 Fakultas Desain, Smart Building UNIKOM, “Majang Kawani” merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester sebagai wadah apresiasi dan publikasi karya mahasiswa tingkat akhir baik di program sarjana maupun diploma. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan kualitas serta daya saing karya mahasiswa UNIKOM di bidang industri kreatif.
Dekan Fakultas Desain UNIKOM, Prof. Dr. Ir. Lia Warlina, M.Si., dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa atas capaian yang telah diraih. “Selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akhir dan menghasilkan karya, baik berupa desain maupun skripsi. Sebagai seorang praktisi desain, keberanian untuk menyampaikan dan mempresentasikan karya adalah hal yang sangat penting. Tidak perlu takut akan kekurangan, karena dari situlah proses pembelajaran dan penyempurnaan terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana karya tersebut dapat terus berkembang, beradaptasi, dan memberikan manfaat”, tuturnya.
Lebih lanjut. Prof. Lia mengungkapkan, “Saya berharap seluruh karya yang ditampilkan dapat menjadi inspirasi, tidak hanya bagi sesama mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas. Semoga karya-karya ini menjadi awal dari perjalanan panjang menuju kesuksesan di dunia desain”, pungkas Prof. Lia.
Koordinator Tugas Akhir, Deni Albar, S.Sn.,M.Ds., menjelaskan bahwa pameran tersebut menjadi bukti eksistensi mahasiswa Fakultas Desain di kancah akademik maupun industri. “Pameran tugas akhir seperti “Majang Kawani’ ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa kualitas karya mahasiswa kita tidak kalah bersaing dengan mahasiswa dari institusi lain. Ini juga menjadi referensi bagi adik tingkat untuk meniru keberhasilan para peserta tugas akhir”, ungkap Deni.
Pada pelaksanaan kali ini, pameran diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari 5 mahasiswa kategori skripsi dan lainnya merupakan peserta tugas akhir. Karya tugas akhir yang dipamerkan terbagi ke dalam beberapa kategori, diantaranya identitas visual, perancangan produksi atau iklan, kampanye sosial, serta media informasi. Deni menambahkan bahwa tren kategori karya masih didominasi oleh media informasi, meskipun kategori promosi dan periklanan juga menunjukkan peningkatan minat dari mahasiswa.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa DKV UNIKOM, Faisal Alzaid Nugraha, yang turut memamerkan karyanya menyampaikan, “Melalui Majang Kawani ini, saya mendapatkan banyak sekali masukan dari para dosen pembimbing. Pada kesempatan ini, saya menampilkan produk promosi untuk warung bakso ‘Ceu Kokom’, dengan fokus permasalahan pada aspek persuasi komersial dalam media promosi”, ungkapnya. Di akhir pernyataannya, Faisal juga menyampaikan harapannya kepada para mahasiswa tingkat bawah yang akan menempuh skripsi atau tugas akhir agar tetap semangat, terus bertahan, dan terus berkarya tanpa batas untuk menghasilkan karya terbaik.
Melalui “Majang Kawani”, Fakultas Desain UNIKOM menegaskan komitmennya dalam menciptakan lulusan yang unggul, kreatif, dan adaptif dengan menjawab permasalahan melalui solusi visual yang dibutuhkan untuk perkembangan industri, sekaligus memperkuat posisi UNIKOM sebagai institusi pendidikan yang produktif dalam melahirkan karya inovatif. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 12 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima kunjungan audiensi strategis dari Direktur Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta jajaran pimpinan perguruan tinggi dalam upaya memperkuat transformasi lembaga kursus menjadi institusi pendidikan tinggi, bertempat di Ruang Rektor Lantai 15 Smart Building UNIKOM.
Dalam kesempatan wawancara, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi nasional melalui pembentukan sebuah paguyuban yang mewadahi perguruan tinggi yang berawal dari lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarinstitusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas akses bagi masyarakat. “UNIKOM sendiri merupakan contoh nyata transformasi dari lembaga kursus (LPK) yang kemudian berkembang menjadi STMIK dan STIE, hingga akhirnya bertransformasi menjadi universitas. Model ini ternyata banyak terjadi di Indonesia dan jumlahnya tidak sedikit”, ungkap Prof. Eddy.
Lebih lanjut, Prof. Eddy menjelaskan bahwa pembentukan paguyuban tersebut bertujuan untuk merangkul berbagai perguruan tinggi berbasis kursus agar dapat bersinergi, khususnya dalam memanfaatkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini dinilai strategis dalam memberikan kesempatan bagi alumni kursus, baik yang telah berusia maupun lulusan baru, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Sebagian besar peserta kursus berasal dari latar belakang yang memiliki keterbatasan untuk mengakses pendidikan tinggi. Melalui RPL, mereka dapat diarahkan dan difasilitasi untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, termasuk di UNIKOM maupun institusi lainnya”, tuturnya. Diakhir pernyataannya, Prof. Eddy menyampaikan UNIKOM telah membuka jalur RPL pada Tahun Akademik 2026/2027 ini dengan menyambut baik kebijakan pemerintah dalam mendukung perluasan akses pendidikan tinggi melalui skema tersebut.
Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Alamat Kantor Kompleks Kemendikdasmen, Dr. Yaya Sutarya, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk mengajak UNIKOM berpartisipasi dalam pembentukan forum nasional yang akan menjadi wadah aspirasi bagi alumni LKP yang telah bertransformasi menjadi perguruan tinggi maupun politeknik. “Kami ingin membangun sebuah forum yang mampu menampung dan memperjuangkan kepentingan para alumni LKP, baik dari sisi pengembangan kelembagaan, peserta didik, hingga sistem pengelolaannya”, tutur Dr. Yaya.
Dr. Yaya juga menekankan bahwa UNIKOM dipilih sebagai mitra strategis karena rekam jejaknya yang inspiratif dalam bertransformasi dari lembaga kursus kecil hingga menjadi perguruan tinggi unggul yang menyelenggarakan pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktoral. “Pengalaman UNIKOM menjadi contoh konkret keberhasilan transformasi LKP menjadi perguruan tinggi. Oleh karena itu, kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan secara masif dan berdampak luas bagi pengembangan pendidikan di Indonesia”, tambahnya.
Melalui inisiatif pembentukan paguyuban dan optimalisasi program RPL, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia di era modern. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM — Di tengah gempuran teknologi dalam era perang modern, dinamika pertahanan tidak lagi bertumpu pada kekuatan fisik semata, melainkan pada keunggulan inovasi dan penguasaan teknologi canggih. Perkembangan pesat dalam bidang seperti Artificial Intelligence, sistem drone, hingga teknologi siber telah mengubah lanskap peperangan menjadi lebih kompleks, cepat, dan berbasis data. Dalam konteks tersebut, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bersama Pusat Kesenjataan Artileri Medan (PUSSENARMED), melakukan kerja sama melalui kegiatan audiensi dan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) pada Kamis, 2 April 2026.
Bertempat di Grand Meeting Lantai 15 Smart Building UNIKOM, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., hadir didampingi jajaran Wakil Rektor UNIKOM, Para Dekan di lingkungan UNIKOM, Direktur INFRANET UNIKOM serta Ketua Divisi Kerja sama UNIKOM. Sementara rombongan dari PUSSENARMED dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Budi Eko Mulyono, S.Sos., M.Han., CHRMP., beserta jajaran. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dengan institusi pertahanan negara, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sektor pertahanan dalam menjawab tantangan era digital. Prof. Eddy menyampaikan, “Pada kesempatan ini kita mendapatkan kunjungan kehormatan dari ARMED, yaitu Mayor Jenderal Budi beserta jajaran. UNIKOM sendiri memiliki direktorat dan divisi yang berkaitan dengan bidang robotika, roket, digital & ICT, serta Artificial Intelligence. Ini akan kita kolaborasikan agar dapat membentuk sistem yang semakin canggih”, tutur Prof. Eddy.
Lebih lanjut, Prof. Eddy juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah dalam pengembangan sumber daya manusia serta inovasi teknologi pertahanan nasional. “Kami ingin berbagi dan membantu agar ARMED dapat menciptakan teknologi-teknologi baru yang dapat diterapkan dalam sistem kesenjataan, sekaligus mengharumkan nama bangsa Indonesia,” tambah Prof. Eddy.
Sementara itu, Komandan PUSSENARMED, Mayor Jenderal TNI Budi Eko Mulyono, S.Sos., M.Han., CHRMP., dalam sambutannya menegaskan urgensi kerja sama ini dalam mendukung modernisasi sistem pertahanan negara. “Pada kesempatan ini kami PUSSENARMED melakukan kerja sama dengan UNIKOM. Intinya, kami ingin teknologi yang dimiliki oleh UNIKOM dapat ditransfer ke lingkungan kami untuk membantu tugas-tugas dalam melaksanakan pertahanan negara. Bentuk kerja samanya mengikuti pola Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian, pengajaran dalam bentuk pertukaran pendidik, serta pengabdian kepada masyarakat”, demikian ungkapnya.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Budi menjelaskan bahwa kerja sama tersebut juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan transformasi teknologi di lingkungan militer, dari sistem manual menuju sistem modern yang lebih canggih dan terintegrasi. Dalam audiensi yang berlangsung, sejumlah poin strategis turut dibahas, diantaranya: transformasi teknologi pertahanan dari sistem konvensional (manual) menuju teknologi modern berbasis digital yang lebih efektif dan presisi, perkembangan perang modern yang kini semakin mengandalkan teknologi seperti drone, rudal, dan sistem otomatis lainnya, kolaborasi dengan UNIKOM dalam pengembangan teknologi yang adaptif terhadap dinamika peperangan modern yang semakin kompleks, penelitian bersama dalam penciptaan dan pengembangan sistem persenjataan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan robotika, peran UNIKOM sebagai mitra strategis dalam memfasilitasi riset, pengembangan, serta implementasi teknologi tersebut secara nyata di lingkungan PUSSENARMED.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara kedua belah pihak sebagai bentuk komitmen resmi kerja sama strategis dan diikuti dengan sesi audiensi interaktif. Pada kegiatan tersebut, rombongan dari PUSSENARMED juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Laboratorium Artificial Intelligence UNIKOM x GOOGLE “AI Learning Center” guna melihat langsung inovasi teknologi yang dikembangkan.
Melalui kerja sama antara UNIKOM dengan PUSSENARMED, UNIKOM semakin mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan inovatif, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pengembangan teknologi pertahanan nasional yang modern, mandiri, dan berdaya saing global. (Direktorat Hms & Pro).