BANDUNG, UNIKOM – Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) secara resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026 dengan berbagai terobosan strategis yang menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan berbasis teknologi. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PMB UNIKOM 2026 kini telah dibuka lebih awal sejak 1 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya percepatan layanan dan peningkatan kualitas proses seleksi calon mahasiswa.
Dalam kesempatan wawancara, Direktur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNIKOM, Yudistira Soegoto, S.Kom., M.Kom., menyampaikan bahwa dari sisi kesiapan, UNIKOM berada dalam kondisi optimal. Seluruh proses PMB telah didukung oleh sistem digital terintegrasi yang berjalan secara daring, terbuka, adil, dan akuntabel. “Untuk tahun 2026 ini, kami menargetkan penerimaan mahasiswa baru di kisaran 3.000 hingga 3.500 orang. Dari sisi sistem dan layanan, UNIKOM sudah 100 persen siap dan PMB sudah berjalan”, ungkapnya.
Langkah pembukaan PMB lebih awal menjadi pembeda signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang umumnya dimulai pada bulan Januari atau Februari. Selain percepatan waktu, UNIKOM juga memperluas akses melalui penyediaan berbagai jalur beasiswa yang ditujukan untuk menjaring calon mahasiswa potensial dari beragam latar belakang.
Tidak hanya menyasar lulusan baru tahun 2026, PMB UNIKOM juga terbuka bagi lulusan tahun-tahun sebelumnya, termasuk para profesional yang telah bekerja namun belum menyelesaikan pendidikan sarjana, serta lulusan sarjana yang ingin melanjutkan ke jenjang magister dan doktoral. Pendekatan tersebut mencerminkan komitmen UNIKOM dalam merangkul seluruh segmen masyarakat tanpa batasan usia maupun jeda tahun kelulusan.
Dari sisi inovasi layanan, UNIKOM terus menyempurnakan sistem pendaftaran agar semakin mudah diakses dan ramah pengguna, termasuk bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas. Sistem PMB UNIKOM telah dilengkapi panduan penggunaan yang jelas serta fitur pendukung bagi pendaftar dengan kebutuhan khusus.
Selain pendaftaran, seluruh proses Ujian Saringan Masuk (USM) dilaksanakan secara daring, mulai dari pendaftaran, pelaksanaan tes, hingga pengumuman hasil. Fleksibilitas tersebut sangat memungkinkan calon mahasiswa baru UNIKOM dari berbagai daerah khususnya di jawa Barat, termasuk di seluruh Indonesia maupun di luar negeri, dapat mengikuti seleksi tanpa harus datang langsung ke kampus.
Sebagai kampus yang telah meraih akreditasi Unggul, UNIKOM terus memperkuat daya saing akademiknya melalui kurikulum berbasis teknologi. Salah satu keunggulan utama UNIKOM adalah penerapan mata kuliah wajib lintas program studi, meliputi software, hardware, kewirausahaan, animasi, serta pengembangan mata kuliah Artificial Intelligence (AI) yang tengah dipersiapkan untuk diterapkan di seluruh jenjang pendidikan di UNIKOM, mulai dari Diploma (D3) hingga program Doktoral (S3).
Yudistira juga mengungkapkan, “Kami melihat AI sebagai kebutuhan masa depan yang tidak terelakkan. Karena itu, UNIKOM mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi tantangan global melalui penguasaan teknologi mutakhir”, demikian pungkasnya.
Melalui PMB 2026, UNIKOM berharap dapat menjaring mahasiswa terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membawa nama baik almamater di tingkat nasional dan internasional. Seluruh strategi PMB dirancang secara inklusif sebagai bagian dari visi jangka panjang UNIKOM dalam memperkuat posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi berbasis ICT di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)



































