Tag: universitas bertaraf internasional

  • Desain Alat Latihan Lengan Ekstremitas Atas Portabel-Repetitif untuk Pasien Pasca-Stroke Menggunakan Metode Rasional Nigel Cross

    Desain Alat Latihan Lengan Ekstremitas Atas Portabel-Repetitif untuk Pasien Pasca-Stroke Menggunakan Metode Rasional Nigel Cross

    Penulis: Mariawati A.S. ; Wahyuni ​​N. ; Fawaid M. ; Umyati A. ; Riesha M.W. ; Iridistadi H. ; Henny

    DOI: 10.13189/ujme.2019.070403

    Abstrak

    Masalah umum yang dihadapi pasien pasca-stroke adalah kurangnya fasilitas dan waktu untuk berolahraga dalam rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain peralatan latihan ekstremitas atas portabel. Teori dasar desain produk ini adalah Rentang Gerak Aktif (Active Range of Motion/Active Range of Motion/Active-RAT). Desain peralatan latihan ekstremitas atas portabel (P-RAT) menggunakan Metode Rasional Nigel Cross. Sebagai hasil dari desain tersebut, kami memperoleh solusi alternatif terbaik untuk peralatan latihan lengan atas portabel dengan panjang 43 cm, lebar 8,5 cm, dan tinggi 11 cm yang dilengkapi dengan ekstensi rel untuk panjang tambahan 10 cm, 20 cm, dan 30 cm, serta kemampuan pengaturan elevasi rel pada 0°, 10°, 20°, dan 30°. © 2019 oleh penulis.

    Kata kunci penulis

    Rentang Gerak; Rehabilitasi; Pelatih Lengan Atas

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85069692718

  • Peramalan Jumlah Kasus Penyakit Paru-paru dengan Metode ARIMA-ARCH

    Peramalan Jumlah Kasus Penyakit Paru-paru dengan Metode ARIMA-ARCH

    Penulis: Mbau B.K

    DOI: 10.1088/1757-899X/407/1/012155

    Abstrak

    Makalah ini bertujuan untuk meramalkan jumlah kasus Tuberkulosis di rumah sakit XYZ. Paru-paru merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia. Metode penelitian ini menggunakan model ARIMA-ARCH. Hasil pengujian menunjukkan pengaruh heteroskedastisitas peramalan jumlah kasus tuberkulosis, di mana ketika model ARIMA awalnya tidak berpengaruh tetapi tetap dilanjutkan dengan nilai ARIMA-ARCH menghasilkan MAPE yang lebih baik, dibuktikan dengan model ARIMA (0, 1, 3) yang memiliki tingkat akurasi lebih baik, yaitu memiliki nilai MAPE 2,09% sedangkan model ARIMA (0, 1, 3) memiliki nilai MAPE 2,31%. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Peramalan

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Tingkat akurasi; Model ARCH; Tubuh manusia; Metode penelitian

    Judul utama teknik

    Arches

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85054832731

  • Analisis Kontrol Optimal Keadaan Akhir Tetap pada Sistem Bilinear yang Diterapkan pada Sumsum Tulang dengan Spesifik Siklus Sel

    Analisis Kontrol Optimal Keadaan Akhir Tetap pada Sistem Bilinear yang Diterapkan pada Sumsum Tulang dengan Spesifik Siklus Sel

    Penulis: Rainarli E. ; Dewi K.E.

    DOI: 10.1088/1742-6596/824/1/012029

    Abstrak

    Penelitian yang dilakukan oleh Fister & Panetta menunjukkan model kontrol optimal sel sumsum tulang terhadap obat kemoterapi Spesifik Siklus Sel. Model yang digunakan adalah model sistem bilinear. Penelitian Fister & Panetta telah membuktikan keberadaan, keunikan, dan karakteristik kontrol optimal (efek kemoterapi). Namun, dengan menggunakan model ini, jumlah sumsum tulang pada waktu akhir dapat mencapai kurang dari 50 persen dari jumlah sumsum tulang sebelum diberikan pengobatan. Hal ini dapat membahayakan pasien karena kekurangan sel sumsum tulang dapat menyebabkan jumlah leukosit menurun dan pasien akan mengalami leukemia. Penelitian ini akan menguji kontrol optimal dari sistem bilinear yang diterapkan pada keadaan akhir tetap. Metode ini akan digunakan untuk menentukan durasi optimal pemberian kemoterapi dan menjaga sel sumsum tulang pada tingkat yang diizinkan secara bersamaan. Sebelum simulasi dilakukan, makalah ini menunjukkan bahwa sistem dapat dikendalikan dengan menggunakan teori Aljabar Lie. Selanjutnya, makalah ini menunjukkan karakteristik kontrol optimal. Berdasarkan simulasi, hal ini menunjukkan bahwa obat kemoterapi kuat yang diberikan dalam jangka waktu singkat merupakan kondisi paling optimal untuk menjaga sel sumsum tulang tetap pada tingkat yang diizinkan namun tetap dapat memberikan pengobatan yang efektif. Hal ini memberikan preferensi pada bobot pengobatan untuk menjaga sel sumsum tulang. Hasil efek kemoterapi (u) tidak dapat mencapai nilai maksimum. Dengan kata lain, perlu dilakukan penyesuaian dosis obat untuk memenuhi kondisi pengobatan akhir, misalnya jumlah sel sumsum tulang harus berada pada tingkat yang diizinkan. © Diterbitkan di bawah lisensi oleh IOP Publishing Ltd.

    Kata kunci terindeks

    Istilah terkontrol teknik

    Aljabar; Tulang; Kemoterapi; Sitologi

    Istilah tidak terkontrol teknik

    Sel sumsum tulang; Kemoterapi spesifik siklus sel; Keadaan akhir tetap; Kontrol optimal dengan keadaan akhir tetap; Kondisi optimal; Model kontrol optimal; Kerangka waktu singkat; Kondisi perlakuan

    Judul utama teknik

    Sel

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85018435297

  • Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Penulis: Finandhita A. ; Maulana H.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042023

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model sistem lingkungan cerdas untuk optimasi di bidang pertanian, yaitu untuk memantau kondisi tanah, air, tingkat polusi, dan cuaca di lahan pertanian. Proses pemantauan dilakukan untuk meningkatkan tingkat produktivitas pertanian. Model ini dapat digunakan untuk membantu petani dalam proses pengambilan keputusan untuk mengolah lahan dan menentukan jenis komoditas yang akan ditanam. Metode yang digunakan untuk mengembangkan model ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa sebuah model. Tingkat polusi yang buruk dan cuaca yang relatif tidak menentu dapat memperburuk produktivitas lahan pertanian. Kondisi ini menyulitkan petani untuk menentukan benih dan pupuk yang tepat untuk digunakan, serta waktu yang tepat untuk memulai periode tanam. Dengan demikian, model ini diharapkan dapat mendukung petani dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian mereka. Model ini dikembangkan sebagai bagian dari implementasi konsep kota cerdas dan internet of things (IoT) yang khusus dalam menciptakan lingkungan cerdas di bidang pertanian. © 2019 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci terindeks:  Istilah terkontrol teknik (Pengambilan keputusan; Internet of Things; Produktivitas; Perencanaan regional; Pencemaran air) ; Istilah tidak terkontrol teknik (Lahan pertanian; Produktivitas pertanian; Produk pertanian; Proses pengambilan keputusan; Internet of Things (IOT); Proses pemantauan; Periode penanaman; Lingkungan cerdas) ; Judul utama teknik (Benih)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075858239

  • Perancangan Smart Portable Farming Kit untuk Budidaya Dalam Ruangan Menggunakan Platform Raspberry Pi

    Perancangan Smart Portable Farming Kit untuk Budidaya Dalam Ruangan Menggunakan Platform Raspberry Pi

    Penulis: Muhammad Izzad Ramli ; Muhammad Azizi Mohd Ariffin ; Zarina Zainol ; Mohd Nazrul Mohd Amin ; Dedeng Hirawan ; Irfan Dwiguna Sumitra ; Nursuriati Jamil

    DOI: 10.47836/pjst.31.4.08

    Abstrak:
    Krisis global dan perubahan iklim telah menyebabkan terjadinya kekurangan pangan yang serius di berbagai belahan dunia. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pertanian mandiri dengan memanfaatkan teknologi pertanian cerdas (smart farming). Produksi pertanian yang cerdas dan efisien melalui penerapan sensor Internet of Things (IoT), big data, dan layanan komputasi awan telah terbukti memberikan manfaat selama satu dekade terakhir, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan pertanian suatu negara atau masyarakat. Oleh karena itu, pertanian mandiri dipandang sebagai solusi yang paling memungkinkan untuk menghindari kelangkaan pangan. Sistem pertanian cerdas mampu memantau dan menjaga parameter pertumbuhan penting, seperti pencahayaan, suhu, dan kelembapan, guna memastikan hasil panen yang optimal. Dalam penelitian ini, diusulkan rancangan Smart Portable Farming Kit yang sederhana, ringan, dan tahan lama untuk ditempatkan di dalam ruangan pada kawasan perkotaan. Prototipe ini menggunakan sistem berbasis Internet of Things (IoT) untuk membudidayakan sayuran berumur pendek dan jamur di wilayah perkotaan dengan keterlibatan pengguna yang minimal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rancangan yang diusulkan memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional, ditunjukkan oleh peningkatan hasil panen jamur. Dengan adanya Smart Portable Farming Kit, pertanian perkotaan menjadi alternatif yang lebih layak untuk meningkatkan ketahanan pangan, serta menjadikan budidaya jamur tiram di kawasan perkotaan lebih mudah dan menguntungkan. © Universiti Putra Malaysia Press.

    Author Keywords:
    Ketahanan pangan; pertanian dalam ruangan; internet of things (IoT); pertanian jarak jauh; komputer papan tunggal; pertanian cerdas; pertanian perkotaan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85164196034?

  • Perancangan Sistem Informasi untuk Pemeriksaan Stunting pada Anak di Pusat Kesehatan Wijaya Kusumah

    Perancangan Sistem Informasi untuk Pemeriksaan Stunting pada Anak di Pusat Kesehatan Wijaya Kusumah

    Penulis: Gadang Bagasraga ; Habib Muzakki ; Mohammad Reynaldi Rahman ; Efrizal Degriyanto ; Leonardi Paris Hasugian

    DOI: 10.1063/5.0175677

    Abstrak:

    Permasalahan kesehatan pada anak merupakan isu yang sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah melalui pusat kesehatan masyarakat perlu memberikan edukasi kepada orang tua, khususnya mereka yang memiliki anak. Dengan berpartisipasi dalam program yang diselenggarakan di pusat kesehatan, orang tua dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode analisis sistem yang didasarkan pada hasil observasi dan studi literatur. Metode perancangan sistem informasi yang digunakan mengacu pada siklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyediakan rancangan sistem yang dapat mempermudah tenaga kesehatan di pusat kesehatan dalam melakukan pemeriksaan stunting pada anak. Melalui perancangan sistem informasi ini, diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam pengembangan sistem informasi pusat kesehatan yang terintegrasi. © 2023 AIP Publishing LLC.


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177567848?

  • Analisis Kinerja Pemantauan Kelembapan Tanah pada Tanaman Kentang Menggunakan Topologi Jaringan

    Penulis: Frafana Arifudin Khawas ; Sri Supatmi

    DOI: 10.1063/5.0176475

    Abstrak:

    Kentang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Pemantauan kelembapan tanah dalam perawatan tanaman kentang memiliki peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Terdapat berbagai kendala dalam melakukan pengawasan lahan gambut di Indonesia, sehingga diperlukan metode pemantauan alternatif yang mampu menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah kolaborasi antara teknologi Wireless Sensor Network (WSN) dan Internet of Things (IoT) berbasis mikrokontroler. Penelitian ini bertujuan untuk merancang node sensor kelembapan tanah pada jaringan sensor nirkabel agar sistem memiliki kinerja pemantauan yang optimal, mengimplementasikan Internet of Things (IoT) pada sistem nirkabel sehingga dapat diakses secara jarak jauh, serta membandingkan tingkat akurasi, jangkauan jarak, dan kecepatan pada topologi jaringan tree dan mesh. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan proses pengembangan sistem menggunakan Wireless Sensor Network yang terintegrasi dengan Internet of Things. Sistem ini menggunakan ESP8266 sebagai prosesor pada node sensor yang dirancang dan Raspberry Pi sebagai server dari keseluruhan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dapat dipantau secara jarak jauh dan memudahkan petani dalam mengetahui kondisi kelembapan tanah. Konsep utama penelitian ini adalah perancangan sebuah situs web sebagai antarmuka yang mampu menyajikan informasi dari sensor. Selain itu, penelitian ini juga mencakup perancangan Wireless Sensor Network (WSN) dengan topologi jaringan tree, mesh, dan bus untuk menerima dan mengirimkan data dari node sensor, serta penerapanInternet of Things (IoT) agar sistem dapat dipantau secara jarak jauh dan mempermudah petani dalam mengetahui kelembapan tanah. Pada akhirnya, aplikasi ini hadir sebagai media informasi untuk menentukan komunikasi antar node sensor dalam bidang pertanian. Sistem ini juga memiliki fitur terintegrasi dengan instansi atau wilayah setempat untuk melaporkan kondisi kelembapan tanah pada perkebunan kentang yang melebihi batas kelembapan yang telah ditentukan. © 2023 Author(s).

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177585726?

  • Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Mengidentifikasi Distribusi Objek Wisata dan Fasilitas Pendukung yang Berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

    Penulis: Lia Warlina; Afredi A.

    DOI: 10.17509/ijost.v11i2.89803

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pola distribusi objek wisata, hotel, dan restoran, serta mengeksplorasi implikasinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Kabupaten Lembang. Untuk menganalisis distribusi ini, pendekatan kuantitatif diterapkan menggunakan analisis tetangga terdekat dan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). 38 objek wisata diidentifikasi, termasuk 17 objek wisata alam, 17 objek wisata buatan, dan empat objek wisata budaya; semuanya menunjukkan pola distribusi yang tersebar. Terdapat 32 hotel dengan pola distribusi acak dan 178 restoran yang berkelompok. Objek wisata alam dicirikan oleh medan berbukit, hutan, lembah, dan sungai, yang mengakibatkan pemisahan fisik antara beberapa lokasi. Sebaliknya, atraksi buatan dan budaya cenderung terkonsentrasi di daerah yang lebih mudah diakses, terutama di sepanjang jalur utama. Perlu dicatat, desa-desa seperti Cikahuripan, Cikidang, Mekarwangi, Suntenjaya, Wangunharja, dan Wangunsari memiliki atraksi wisata tetapi kekurangan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk hotel dan restoran. Alokasi spasial atraksi wisata, akomodasi, dan restoran secara signifikan memengaruhi pencapaian SDGs. Pariwisata berkontribusi pada 14 dari 17 SDGs, terutama SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), dan SDG 5 (Kesetaraan Gender). © 2026 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Kata kunci penulis:

    GIS; Analisis tetangga terdekat; SDGs; Atraksi wisata

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105015322980

  • Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

    Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

    Penulis: Senny Luckyardi; Muhamad Fahrezi; Eddy Soeryanto Soegoto

    Abstrak

    Perkembangan cepat teknologi keuangan (FinTech) tidak hanya menghadirkan berbagai inovasi, tetapi juga memunculkan isu terkait keamanan, transparansi, dan tingkat kepercayaan pengguna. Penelitian ini mengkaji peran blockchain dan Artificial intelligence (AI) dalam memperkuat kepercayaan pada sistem keuangan digital melalui peningkatan keamanan, optimalisasi deteksi penipuan, serta pemenuhan aspek kepatuhan regulasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan sistematis, studi ini menganalisis integrasi kedua teknologi tersebut dalam operasional keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa blockchain berkontribusi dalam memperkuat keamanan transaksi melalui mekanisme desentralisasi dan karakteristik data yang sulit dimodifikasi, sehingga menjamin integritas informasi. Di sisi lain, AI berperan penting dalam meningkatkan efektivitas deteksi penipuan dan evaluasi risiko melalui pemanfaatan analitik prediktif serta algoritma pembelajaran mesin. Sinergi antara kemampuan blockchain dalam menjaga keutuhan data dan kapasitas AI dalam memproses serta menganalisis data berskala besar secara waktu nyata menjadi faktor kunci dalam peningkatan keandalan sistem. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan blockchain dan AI berpotensi memperkuat kepercayaan konsumen, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan ketahanan ekosistem keuangan digital. Meskipun demikian, tantangan seperti kompleksitas regulasi, tingginya biaya integrasi, dan isu interoperabilitas masih perlu diatasi guna mendukung adopsi teknologi secara lebih luas. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Artificial intelligence (AI); Blockchain; Keuangan digital; Deteksi penipuan; Kepatuhan regulasi

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105001500348

  • Meningkatkan Kepercayaan dalam Keuangan Digital: Blockchain dan AI untuk Solusi Fintech yang Aman dan Transparan

    Penulis: Senny Luckyardi; Muhamad Fahrezi; Eddy Soeryanto Soegoto

    Abstrak

    Perkembangan cepat teknologi keuangan (FinTech) tidak hanya menghadirkan berbagai inovasi, tetapi juga memunculkan isu terkait keamanan, transparansi, dan tingkat kepercayaan pengguna. Penelitian ini mengkaji peran blockchain dan Artificial intelligence (AI) dalam memperkuat kepercayaan pada sistem keuangan digital melalui peningkatan keamanan, optimalisasi deteksi penipuan, serta pemenuhan aspek kepatuhan regulasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan sistematis, studi ini menganalisis integrasi kedua teknologi tersebut dalam operasional keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa blockchain berkontribusi dalam memperkuat keamanan transaksi melalui mekanisme desentralisasi dan karakteristik data yang sulit dimodifikasi, sehingga menjamin integritas informasi. Di sisi lain, AI berperan penting dalam meningkatkan efektivitas deteksi penipuan dan evaluasi risiko melalui pemanfaatan analitik prediktif serta algoritma pembelajaran mesin. Sinergi antara kemampuan blockchain dalam menjaga keutuhan data dan kapasitas AI dalam memproses serta menganalisis data berskala besar secara waktu nyata menjadi faktor kunci dalam peningkatan keandalan sistem. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan blockchain dan AI berpotensi memperkuat kepercayaan konsumen, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan ketahanan ekosistem keuangan digital. Meskipun demikian, tantangan seperti kompleksitas regulasi, tingginya biaya integrasi, dan isu interoperabilitas masih perlu diatasi guna mendukung adopsi teknologi secara lebih luas. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Artificial intelligence (AI); Blockchain; Keuangan digital; Deteksi penipuan; Kepatuhan regulasi

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/105001500348