Tag: universitas bertaraf internasional

  • Analisis dan Desain Sistem Bimbingan Belajar Cerdas Berbasis Web dalam Sistem Pembelajaran Tentara Nasional Indonesia

    Analisis dan Desain Sistem Bimbingan Belajar Cerdas Berbasis Web dalam Sistem Pembelajaran Tentara Nasional Indonesia

    Penulis: Bobi Kurniawan, Meyliana M, Harco Leslie Hendric Spits Warnars, Bambang Suharjo

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendesain perangkat lunak untuk sistem bimbingan belajar cerdas berbasis web yang meningkatkan efektivitas dan adaptabilitas dalam proses pembelajaran di lingkungan Tentara Nasional Indonesia dengan mempersonalisasi siswa. Metode penelitian ini mengadopsi Unified Modeling Language (UML) yang digunakan sebagai kerangka kerja untuk mendesain sistem bimbingan belajar cerdas dalam pembelajaran berdasarkan personalisasi siswa. Sistem ITS ini dikembangkan berdasarkan model responsif yang telah dikembangkan berdasarkan komponen dan sub-komponen yang diidentifikasi dari proses tinjauan pustaka dalam penelitian kami sebelumnya. Implementasi sistem pembelajaran cerdas berbasis personalisasi siswa ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar, memberikan umpan balik yang lebih spesifik, dan siswa mendapatkan materi sesuai dengan gaya belajar masing-masing. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci: Adaptif; Sistem bimbingan belajar cerdas; Gaya belajar; Militer; Bahasa Pemodelan Terpadu

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002428940

  • Sistem Deteksi Stunting pada Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Sustainable Development Goals

    Sistem Deteksi Stunting pada Anak Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Sustainable Development Goals

    Penulis: Syahrul S, Sri Nurhayati, Mochamad Fajar Wicaksono, Tiara Nurul Fatimah

    Abstrak

    Penelitian ini berfokus pada deteksi stunting anak secara real-time menggunakan alat ukur yang didukung oleh teknologi Internet of Things (IoT). Stunting anak mengacu pada kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan yang terganggu dan tidak sesuai dengan usia anak. Salah satu strategi utama pemerintah untuk memerangi stunting adalah melalui Posyandu yang memainkan peran penting dalam inisiatif kesehatan masyarakat. Saat ini, sebagian besar Posyandu di Indonesia masih mengandalkan metode manual untuk memantau gizi anak, dengan adopsi teknologi IoT yang terbatas untuk tujuan ini. Penelitian ini memperkenalkan sistem yang terdiri dari komponen perangkat keras dan perangkat lunak untuk mengatasi kesenjangan ini. Perangkat keras meliputi sensor load cell untuk mengukur berat badan dan sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan. Sensor-sensor ini diintegrasikan dengan mikrokontroler ESP32 untuk pengolahan data. Komponen perangkat lunak adalah aplikasi berbasis web yang menerima data yang ditransmisikan dari perangkat keras melalui teknologi IoT. Selama pengujian, perangkat keras menunjukkan pengukuran berat dan tinggi badan anak yang akurat, dengan kesalahan rata-rata hanya 0,14 kg untuk berat dan 0 mm untuk tinggi. Lebih lanjut, aplikasi web bekerja dengan andal, memberikan informasi deteksi stunting dengan tingkat keberhasilan 100%. Studi ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). © Sekolah Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci: Internet of things, Mikrokontroler ESP32, Elektronik sensor, Sel beban sensor, Stunting


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85219072040

  • Meningkatkan Desain Media Interaktif Menggunakan Pendekatan Teori Beban Kognitif: Mengintegrasikan Chatbot Kecerdasan Buatan (AI)

    Penulis: Satwika Trianti Ngandoh, Riandi R, Adi Rahmat, Muslim M, Abdul Haris, Khaeruddin K, Angga Friyanto

    Abstrak

    Penelitian ini mengembangkan media interaktif yang dilengkapi dengan fitur chatbot kecerdasan buatan (AI) menggunakan prinsip-prinsip cognitive load theory (CLT). Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan: analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengembangan ini adalah media interaktif yang menerapkan prinsip-prinsip CLT dan menyertakan fitur chatbot untuk membantu siswa dalam belajar secara adaptif dan mandiri. Media interaktif tersebut dianggap layak digunakan karena hasil uji validasi pada aspek materi, aspek bahasa, aspek presentasi, dan aspek tampilan secara keseluruhan menunjukkan karakteristik yang sangat baik. Media interaktif dengan fitur chatbot AI diharapkan menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar siswa di era digital. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci: Chatbot AI; Teori beban kognitif; Media interaktif; Media pembelajaran; Multimedia

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002420432

  • K-Means Clustering untuk Analisis Klaster Kejahatan di Kejaksaan Negeri Indramayu

    K-Means Clustering untuk Analisis Klaster Kejahatan di Kejaksaan Negeri Indramayu

    Penulis: Aditya Erlangga, Rizky Bani Asmara E.M., Raudatussholihat Amalia, Estiko Rijanto

    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396984

    Abstrak

    Kejahatan adalah perilaku kriminal yang sering menimbulkan masalah di masyarakat dengan berbagai macam kejahatan yang sering terjadi seperti pembunuhan, penyerangan, pemerkosaan, pencurian, penipuan, penggelapan, narkotika dan lain-lain. Dalam Pasal 35 ayat (1) huruf K Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Jaksa Agung Republik Indonesia sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 menyatakan bahwa Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang fungsinya berkaitan dengan kewenangan yudisial untuk menuntut dan kewenangan lain yang tunduk pada hukum. Algoritma K-Means adalah algoritma pengelompokan non-hierarki yang memiliki kemampuan untuk mengelompokkan data dalam jumlah besar, dengan cepat dan efisien. Dalam makalah ini, data dari 217 kasus diuji dari Kejaksaan Distrik Indramayu selama Januari 2022 hingga Desember 2022. Algoritma K-Means berhasil mengklasifikasikan hubungan antara kasus kriminal dan jaksa penuntut yang menanganinya. Hasil dengan menggunakan K=3 optimal membentuk tiga klaster yang terdiri dari Klaster C1 = 9 jenis kasus, Klaster C2 = 9 jenis kasus, Klaster C3 = 9 jenis kasus dengan anggota C2 dan C3 memiliki karakteristik Global Unique, Domination, dan Share di dalam setiap klaster. © 2023 IEEE.

    Kata kunci: pengelompokan; kejahatan; K-Means; jaksa penuntut


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85185198398

  • Prediktor Pemenuhan Aspirasi Hidup sebagai Upaya Pekerja Sosial dalam Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan

    Prediktor Pemenuhan Aspirasi Hidup sebagai Upaya Pekerja Sosial dalam Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan

    Dewi Kurniasih ; Yudi Rusfiana

    DOI: –

    Abstrak:
    Kemiskinan yang meluas, kondisi kesehatan yang buruk, keterbatasan peluang ekonomi, serta akses pendidikan yang terbatas menyebabkan masyarakat pedesaan kehilangan sebagian besar kebutuhan dasar kehidupan. Sejumlah organisasi sosial telah menyadari permasalahan potensial tersebut dan berupaya meningkatkan kondisi masyarakat pedesaan. Mengingat pentingnya peran organisasi sosial dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan, penelitian ini mengkaji peran pekerja sosial, meliputi pemahaman dan ketertarikan terhadap wilayah pedesaan, jejaring sosial, serta integrasi tempat, dalam meningkatkan partisipasi dan kepuasan masyarakat, sehingga memungkinkan individu untuk mewujudkan tujuan hidup mereka. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari 480 keluarga berpenghasilan rendah secara sosial di wilayah pedesaan pada provinsi Kalimantan Selatan dan Banjarmasin, Indonesia. Melalui analisis statistik terhadap data yang diperoleh, hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pekerja sosial berperan penting dalam menyediakan peluang kerja bagi masyarakat pedesaan melalui inisiasi berbagai program yang mendorong keterlibatan dan kepuasan masyarakat terhadap proyek dan kegiatan yang dilaksanakan. Tingkat kebahagiaan dan partisipasi yang lebih tinggi tersebut berkontribusi pada terwujudnya tujuan hidup individu. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur sosiologi dengan menyajikan bukti empiris mengenai peran pekerja sosial dalam meningkatkan pemenuhan aspirasi hidup masyarakat pedesaan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan taraf hidup. © 2022, Oxbridge Publishing House. All rights reserved.

    Kata Kunci:
    partisipasi dan kepuasan masyarakat; pemenuhan aspirasi hidup; integrasi tempat; pemahaman dan ketertarikan terhadap wilayah pedesaan; jejaring sosial

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85158117360?

  • Keberadaan Praperadilan dalam Perspektif Negara Hukum Pancasila

    Keberadaan Praperadilan dalam Perspektif Negara Hukum Pancasila

    Sahat Maruli Tua Situmeang

    DOI: 10.14710/lr.v17i2.41746

    Abstrak:
    Praperadilan merupakan suatu proses yang mendahului persidangan di pengadilan atau pemeriksaan pendahuluan sebelum memasuki tahap persidangan. Namun demikian, dalam praktik penerapannya, lembaga praperadilan baik sebelum maupun sesudah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 belum sepenuhnya sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan masih memiliki berbagai kelemahan atau kekurangan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan lembaga praperadilan dalam perspektif negara hukum Pancasila. Di sisi lain, lembaga praperadilan sebagai institusi yang mengawasi perlindungan hak asasi manusia bagi tersangka/terdakwa diatur dalam Bab X Pasal 77 sampai dengan Pasal 83 KUHAP. Penetapan tersangka harus dilakukan secara cermat dengan memperhatikan asas praduga tak bersalah sebagai asas umum dalam hukum acara pidana yang wajib ditegakkan oleh aparat penegak hukum. Dalam penegakan hukum, tentu diperlukan adanya pengawasan baik secara vertikal maupun horizontal guna meminimalisasi terjadinya penyimpangan. Oleh karena itu, penting untuk membentuk suatu lembaga ad hoc sebagai pengganti lembaga praperadilan, di mana hakim yang terdiri atas hakim karier, praktisi hukum, dan akademisi dapat bertindak baik ada maupun tidak adanya permohonan yang diajukan oleh tersangka/terdakwa atau keluarganya maupun kuasanya, sehingga putusan yang dihasilkan bersifat objektif. Dengan demikian, menjadi penting untuk melakukan reformulasi terhadap KUHAP terkait dengan penetapan tersangka. © The Authors.

    Kata Kunci Penulis:
    Negara Hukum Pancasila; Keberadaan; Lembaga Praperadilan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85153849675?

  • Fungsionalisasi Hukum dan Prosedur Pidana dalam

    Menanggulangi Kecurangan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit

    Musa Darwin Pane ; Diah Pudjiastuti

    DOI: 10.22304/pjih.v8n3.a2

    Abstrak:
    Kecurangan merupakan kejahatan sistematis yang memiliki dampak sangat luas. Kecurangan dapat terjadi di berbagai bidang, termasuk di rumah sakit. Kecurangan merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi. Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan. Korupsi yang terjadi di rumah sakit berpotensi menyebabkan pelayanan kesehatan yang tidak efektif bagi masyarakat. Fenomena kecurangan pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan indikasi bahwa hukum belum berfungsi sesuai dengan tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsionalisasi hukum dan pemidanaan terhadap perbuatan kecurangan sebagai bentuk tindak pidana korupsi di rumah sakit yang berlandaskan nilai-nilai keadilan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode yuridis normatif yang menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Penelitian ini berpandangan bahwa penegakan tindak pidana korupsi memerlukan adanya fungsionalisasi hukum. Fungsionalisasi hukum harus dimaknai sebagai penempatan segala sesuatu pada posisinya secara tepat. Hal tersebut merupakan sinergi dari sistem hukum yang meliputi kebijakan formulatif, yudikatif, dan eksekutif. Prosedur pidana dapat menerapkan sistem pemidanaan terhadap pelaku kecurangan di rumah sakit, termasuk penerapan pidana alternatif yang diperluas. © 2021, Universitas Padjadjaran. Hak cipta dilindungi.

    Kata Kunci Penulis:
    kecurangan; fungsionalisasi hukum; sistem pemidanaan


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85137481599?

  • Sistem Informasi Aplikasi Penjualan Ternak Berbasis Android

    Sistem Informasi Aplikasi Penjualan Ternak Berbasis Android

    Rohmawati T. ; Ramadhani F.

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012005

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan fungsi aplikasi sistem informasi dalam membantu penjualan produk peternakan kepada para peternak sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat. Salah satu aspek yang dikaji adalah penerapan sistem informasi berupa aplikasi di bidang peternakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mengumpulkan data serta menggambarkan permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam penerapan sistem informasi aplikasi berbasis Android guna meningkatkan kualitas penjualan di bidang peternakan di wilayah perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tersebut menjadi salah satu media yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan hasil dan kualitas penjualan di sektor peternakan, salah satunya melalui aplikasi Selling Cattle. Aplikasi ini diyakini dapat mempermudah masyarakat dalam menjual ternak milik mereka sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. © Published under licence by IOP Publishing Ltd.


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091370180?

  • Aplikasi Sistem Informasi untuk Penjualan Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet

    Aplikasi Sistem Informasi untuk Penjualan Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet

    Nugraha P. ; Tawami T.

    DOI: 10.1088/1757-899X/879/1/012135

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sistem informasi dalam kegiatan jual beli hasil perkebunan kelapa sawit dan karet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menjelaskan permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam penerapan teknologi aplikasi guna meningkatkan kualitas penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi P&R Plantation dapat menjadi media untuk meningkatkan kualitas transaksi penjualan dan pembelian di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet. Aplikasi ini juga dapat membantu pemberdayaan masyarakat. © Published under licence by IOP Publishing Ltd.


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85091369376?

  • Aspek Hukum New Normal dan Pemberantasan Korupsi di Indonesia

    Musa Darwin Pane ; Diah Pudjiastuti

    Abstrak:
    Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum. Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kehadiran dan perkembangan pandemi Covid-19 saat ini telah membawa perubahan dalam berbagai sektor, yaitu politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan memperhatikan perkembangan tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang difokuskan pada upaya penanggulangan penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut antara lain mencakup program bantuan sosial selama masa pandemi Covid-19 yang memiliki potensi terjadinya tindak pidana korupsi yang cukup besar. Tindak pidana korupsi tersebut dapat terjadi dalam bentuk penggelapan dana bantuan, pengalihan anggaran, ketidakpatuhan terhadap persyaratan pemberian bantuan, dan lain sebagainya.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek hukum new normal serta pemberantasan korupsi di Indonesia dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan penelitian dilakukan dengan cara menelaah, menganalisis, dan menafsirkan aspek-aspek teoretis mengenai asas-asas hukum yang meliputi konsepsi, peraturan perundang-undangan, pandangan, doktrin hukum, serta sistem hukum yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberantasan korupsi (pencegahan dan penegakan hukum) di Indonesia selama pandemi Covid-19 dan penerapan kebijakan new normal memerlukan adanya pembaruan hukum pidana. Pembaruan tersebut dapat berupa rekonstruksi dan reformulasi terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya terkait sanksi bagi pelaku tindak pidana korupsi, guna memulihkan keuangan negara secara akuntabel hingga pihak ketiga, atau melalui penerapan sanksi pemiskinan terhadap pelaku korupsi. © 2020, Universitas Padjadjaran. Hak cipta dilindungi undang-undang.

    Kata Kunci Penulis:
    korupsi; penegakan hukum; aspek hukum new normal

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85137485224?