Penelitian ini bertujuan untuk merancang platform digital sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah kemiskinan yang ada di masyarakat dengan berbagai penyebab. Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh multidimensi. Penyebab kemiskinan bukan hanya masalah ketidaksetaraan ekonomi tetapi juga disebabkan oleh masalah sosial, pendidikan, dan kurangnya akses komunikasi. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem Sosioteknik (STS), analisis STS menggunakan enam atribut, yaitu tujuan, masyarakat, bangunan/infrastruktur, teknologi, budaya, dan proses/prosedur. Pendekatan ini (STS) menganalisis pendekatan berdasarkan masalah sosial dan masalah teknis. Hasil akhir penelitian ini menciptakan desain platform digital sebagai ruang publik untuk menangkap partisipasi masyarakat agar dapat peduli dan ingin berbagi dengan masyarakat miskin dalam bentuk kelompok pelatihan kewirausahaan (UKM). Teknologi ini menjadi alat bantu dalam mendidik masyarakat, bukan saingan masyarakat sesuai dengan prinsip masyarakat 5.0.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh uang virtual terhadap mata uang rupiah. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif. Penulis memilih topik ini karena merasa bahwa uang virtual dapat menjadi jalan keluar dari krisis ekonomi yang sedang kita alami saat ini. Berdasarkan penelitian ini, penulis berasumsi bahwa dengan menggunakan uang virtual dapat meningkatkan produktivitas perusahaan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh diperolehnya uang virtual yang dapat ditukarkan dengan dolar. Selanjutnya, ketika dolar tersebut ditukarkan ke dalam rupiah, selain terjadi kontribusi dalam menekan nilai tukar dolar terhadap rupiah, dana tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk meningkatkan kinerja produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa uang virtual merupakan salah satu jalan keluar dari krisis ekonomi yang sedang diderita negara kita. Sehingga uang virtual ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian nasional, lapangan kerja, pendapatan masyarakat, dan kesejahteraan sosial.
BANDUNG, UNIKOM – Dukungan terhadap pengelolaan pajak dalam sebuah institusi tercermin melalui upaya peningkatan literasi perpajakan, pendampingan teknis, serta pemanfaatan sistem administrasi pajak berbasis digital. Pada Selasa, 24 Februari 2026 Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Tax Center UNIKOM bekerja sama dengan Direktorat Keuangan UNIKOM menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi (SPT PPh OP) melalui sistem Coretax bagi sivitas akademika UNIKOM. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh para dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan UNIKOM.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Tax Center UNIKOM dalam meningkatkan literasi dan kepatuhan perpajakan di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus mendukung program edukasi perpajakan yang berkelanjutan bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat I. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai persiapan pelaporan SPT Tahunan serta praktik langsung pengisian SPT Orang Pribadi melalui sistem Coretax, yang merupakan platform digital terbaru dalam administrasi perpajakan.
Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa transformasi digital dalam sistem administrasi perpajakan melalui Coretax merupakan langkah penting yang dilakukan pemerintah untuk menciptakan sistem pelaporan pajak yang lebih transparan, terintegrasi, dan efisien. “Sebagai perguruan tinggi yang berbasis teknologi, UNIKOM sangat mendukung implementasi sistem tersebut, sehingga kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana penting bagi sivitas akademika untuk memahami proses pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi secara tepat dan sesuai ketentuan”, tuturnya.
Lebih lanjut, Dr. Agus berharap melalui kegiatan tersebut para dosen dan staf dapat beradaptasi dengan sistem Coretax, memastikan keakuratan data dalam pelaporan pajak, serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Sementara itu, Wakil Ketua Tax Center UNIKOM Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., yang dalam kapasitasnya mewakili Ketua Tax Center sekaligus Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E.,M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan pendampingan pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi melalui sistem Coretax merupakan bagian dari komitmen Tax Center UNIKOM dalam memperkuat peran sebagai pusat edukasi perpajakan yang konsisten memberikan literasi dan pendampingan kepada sivitas akademika. Kegiatan tersebut juga merupakan kolaborasi antara Tax Center dan Direktorat Keuangan UNIKOM di bawah koordinasi Wakil Rektor II, dengan tujuan membantu dosen dan staf memahami proses pelaporan pajak secara lebih mudah, akurat, dan tepat waktu.
Selain itu, Prof. Siti Kurnia juga menekankan bahwa pada dasarnya banyak wajib pajak memiliki niat baik untuk patuh, namun sering menghadapi kendala teknis dalam menyiapkan dokumen dan mengisi SPT, sehingga melalui sosialisasi yang dilengkapi praktik langsung ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, literasi fiskal, serta membangun budaya kepatuhan pajak yang berkelanjutan di lingkungan UNIKOM.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi utama yang disampaikan oleh para narasumber dari Direktorat Jenderal Pajak, yaitu Penyuluh Pajak Ahli Madya, Rony Zakaria; dan Penyuluh Pajak Ahli Madya, Siska Maharani. Dalam pemaparannya, kedua narasumber memberikan penjelasan mengenai persiapan pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi serta praktik langsung pengisian SPT melalui sistem Coretax, sehingga peserta dapat memahami tahapan pelaporan secara lebih praktis dan aplikatif. Sesi diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, yang dipandu moderator Assoc. Prof. Dr. Ely Suhayati, S.E., M.Si., Ak., CA., yang juga menjabat Bendahara Tax Center UNIKOM. Pada kesempatan tersebut, peserta berkesempatan untuk berkonsultasi langsung terkait kendala atau masalah yang sering muncul dalam proses pelaporan pajak.
Melalui kegiatan sosialisasi pajak tersebut, UNIKOM menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan pemahaman perpajakan di kalangan akademisi dan tenaga kependidikan, sekaligus memperkuat peran Tax Center sebagai pusat edukasi dan pendampingan perpajakan. Diharapkan, kegiatan tersebut dapat membantu seluruh sivitas akademika UNIKOM dalam melaksanakan kewajiban pelaporan SPT Tahunan secara tepat waktu, akurat, dan sesuai dengan sistem administrasi perpajakan berbasis digital yang terus berkembang. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM). Tim Snailly Labs dari Divisi Codelabs resmi terpilih sebagai semifinalis ajang inovasi teknologi dunia Microsoft Imagine Cup 2026 yang diselenggarakan oleh Microsoft. Kompetisi bergengsi tersebut mempertemukan tim mahasiswa terbaik dari berbagai negara yang menghadirkan solusi berbasis kecerdasan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menjawab tantangan global.
Pada event tahun ini, Imagine Cup menghadirkan dua jalur kompetisi, yakni “Launch Path” dan “Scale Path”, yang dirancang untuk mendukung startup dan mahasiswa sesuai tahap pengembangannya. Sebanyak 22 tim terpilih sebagai semifinalis Imagine Cup 2026 yang terdiri dari 13 tim Scale Path, 9 tim Launch Path, dan tim Snailly Labs UNIKOM terpilih sebagai salah satu semifinalis Launch Path. Pada tahap selanjutnya, seluruh tim semifinalis akan memperoleh pendampingan intensif, bimbingan teknis, serta akses langsung kepada pakar industri dan profesional venture global. Dewan juri selanjutnya akan menyeleksi tim terbaik untuk melaju ke babak World Championship dan bersaing di panggung internasional. Pada tahap semifinal ini, sesi pitching akan dijadwalkan pada 7 April 2026, sementara pengumuman tim yang melaju ke tahap berikutnya direncanakan pada akhir musim semi hingga awal musim panas 2026.
Snailly Labs, tim asal Divisi Codelabs UNIKOM, tampil dengan inovasi solusi filterisasi konten adaptif yang memungkinkan orang tua dan institusi pendidikan menentukan standar keamanan konten digital yang relevan bagi perkembangan anak usia 5 sampai dengan 14 tahun. Berbeda dari sistem kontrol orang tua konvensional, solusi yang dikembangkan mengedepankan pendekatan berbasis AI yang kontekstual, transparan, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap keluarga maupun institusi pendidikan. Dengan desain inklusif, dukungan multibahasa, serta pendekatan human-in-the-loop, platform ini memungkinkan orang tua dan institusi pendidikan mendefinisikan standar keamanan konten digital secara lebih relevan dan partisipatif.
Tim Snailly Labs UNIKOM terdiri dari mahasiswa lintas program studi di lingkungan UNIKOM, yaitu Ariq Hikari Hidayat prodi Teknik Informatika, Muhammad Favian Jiwani prodi Teknik Informatika, Raditya Aryabudhi Ramadhan prodi Teknik Informatika, dan Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja prodi Sistem Informasi yang berkolaborasi dalam mengembangkan inovasi teknologi tersebut.
Keberhasilan menembus tahap semifinal menjadi bukti kapasitas mahasiswa UNIKOM dalam mengintegrasikan riset, inovasi teknologi, dan kepedulian sosial dalam satu solusi berkelanjutan. Ajang ini tidak hanya memberikan pengakuan global, tetapi juga membuka akses terhadap ekosistem teknologi kelas dunia, termasuk dukungan dari AI leaders, startup operators, dan venture professionals. Selain itu tim mendapatkan kesempatan menyempurnakan produk dengan pasar, dan mempersiapkan diri untuk tahap selanjutnya dalam kompetisi.
Ketua Divisi Codelabs, Dian Dharmayanti, S.T., M.Kom., menyampaikan harapannya tim Snailly Labs dapat mengoptimalkan akses ke infrastruktur modern dan bimbingan pakar sehingga platform ini benar-benar menjadi standar baru keamanan konten digital yang inklusif. “Semoga pengalaman di panggung internasional ini memicu semangat tim untuk tidak hanya berhenti di kompetisi, melainkan terus mentransformasi inovasi riset ini menjadi solusi nyata yang melindungi anak-anak di seluruh dunia secara berkelanjutan”, pungkasnya.
Melalui pencapaian tersebut, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak inovator muda yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat global. Langkah menuju babak selanjutnya di World Championship kini menjadi fokus perjuangan Snailly Labs untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah teknologi dunia. (Direktorat Hms & Pro).
BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 5 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjadi tuan rumah forum Rapat Kerja (RAKER) dengan agenda Penyamaan Persepsi Problematika Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Solusi Bersama APTISI Jawa Barat dan Asesor. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 Profesor se-Jawa Barat dan Banten, selain itu kegiatan turut dirangkaikan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) serta pelantikan Pengurus Paguyuban Guru Besar masa bakti 2026-2028 sekaligus forum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, dan para guru besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Barat dan Banten.
Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jabar, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIKOM sebagai tuan rumah kegiatan strategis tersebut. Prof. Eddy menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antar perguruan tinggi serta memperkuat peran guru besar dalam pengembangan pendidikan tinggi. “Kehadiran para guru besar dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi UNIKOM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan akademik dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi”, tutur Prof. Eddy.
Lebih lanjut, Prof. Eddy menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program strategis yang diinisiasi oleh LLDIKTI Wilayah IV, khususnya dalam mendorong peningkatan jumlah guru besar di perguruan tinggi. “Di bawah kepemimpinan Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., berbagai program strategis terus dijalankan untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi. Kita melihat perkembangan yang sangat baik, termasuk peningkatan jumlah guru besar di berbagai perguruan tinggi. Hal ini tentu menjadi pencapaian yang patut kita apresiasi bersama”, tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) dan pelantikan Pengurus Paguyuban Guru Besar yang dipimpin oleh Ketua Paguyuban Guru Besar, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H. Momentum tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran guru besar sebagai penggerak pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas akademik, serta kontribusi nyata terhadap kemajuan perguruan tinggi.
Ketua Paguyuban Guru Besar, Prof. Dr. Edi dalam sambutannya mengungkapkan “kami berterima kasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman atas dukungan dan arahannya, serta kepada Rektor UNIKOM, Prof. Eddy yang telah menyediakan fasilitas yang sangat baik sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat bermanfaat bagi pengembangan perguruan tinggi”. Ia juga mengajak seluruh guru besar untuk terus berkolaborasi dan bekerja bersama dalam membangun budaya akademik yang kuat, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada UNIKOM yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Lebih lanjut, Dr. Lukman mengungkapkan, “kami sangat berharap dukungan dan kontribusi pemikiran dari para guru besar. Bapak dan Ibu adalah tokoh akademik yang memiliki pengalaman, keilmuan, serta kapasitas untuk membantu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan akademik dan peningkatan kualitas dosen”, jelasnya.
Lebih lanjut Dr. Lukman juga menyampaikan paparan mengenai pentingnya percepatan peningkatan karir akademik dosen, khususnya pada jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar. Ia mencontohkan UNIKOM yang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan jumlah guru besar. Saat ini UNIKOM telah memiliki 11 profesor, yang menjadi bukti nyata upaya institusi dalam memperkuat kualitas sumber daya akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan perguruan tinggi
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel bertema “Strategi Percepatan Peningkatan Karir Dosen Lektor Kepala dan Guru Besar”. Diskusi tersebut menghadirkan Kepala LLDIKTI Wilayah IV bersama jajaran pengurus Paguyuban Guru Besar sebagai narasumber, termasuk Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si. yang juga menjabat selaku Sekretaris Umum Paguyuban Guru Besar masa bakti 2026-2028. Forum diskusi tersebut menjadi ruang dialog konstruktif untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dosen dalam proses kenaikan jabatan akademik, sekaligus merumuskan strategi dan solusi bersama.
Diskusi panel ditutup dengan sesi pleno rencana aksi yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis guna mendorong percepatan peningkatan karir dosen di lingkungan perguruan tinggi swasta, dan diakhiri dengan kegiatan buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan dan sinergi antara UNIKOM, LLDIKTI Wilayah IV, Paguyuban Guru Besar, serta para pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Jawa Barat.
Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong kolaborasi, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif dan berdaya saing. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Kamis, 5 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima kunjungan resmi dari Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus kegiatan benchmarking terkait tata kelola kampus digital. Bertempat di Ruang Grand Meeting Lantai 15 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua perguruan tinggi dalam memperkuat sinergi pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi dan transformasi digital.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari pihak UNIKOM hadir Rektor UNIKOM Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi dan Akreditasi Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA., serta Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program and Center of Excellence Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D. serta didampingi Deputi Wakil Rektor IV Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Direktur Humas dan Protokoler Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR., Ketua Divisi Kurikulum Assoc. Prof. Dr. Melly Maulin Purwaningwulan, S.Sos., M.Si., dan Ketua Divisi Kerjasama Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol.
Sementara itu, delegasi UGJ dipimpin oleh Rektor UGJ Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., yang hadir bersama Wakil Rektor I Dr. Surya Amami Pramuditya, M.Si., Wakil Rektor III Dr. H. Komarudin, Drs., M.Pd., Wakil Rektor IV Dr. Hj. Cita Dwi Rosita, S.Pd., M.Pd., Kepala Badan Pengembangan Akademik Dedi Muhamad Sidiq, Ph.D., Kepala Biro Kerjasama dan Humas Dr. H. Editnya Nurdiana, S.E., M.M., Kepala Bagian Kerjasama Dr. Irmawati Liliana Kusuma Dewi, M.Pd., serta tim kerja sama UGJ yang terdiri dari Diding Wardianto, S.Sos., M.AP., dan Rizky Triono Wijayanto, S.M.
Kerja sama tersebut dilatarbelakangi oleh hubungan strategis yang saling melengkapi antara kedua institusi. Universitas Swadaya Gunung Jati dipandang sebagai mitra strategis bagi UNIKOM dalam mendukung inisiasi pengembangan Fakultas baru yang tengah direncanakan oleh UNIKOM. Di sisi lain, UNIKOM juga menjadi mitra strategis bagi UGJ dalam penguatan bidang teknologi digital dan teknologi informasi, khususnya dalam pengembangan sistem tata kelola kampus digital, infrastruktur teknologi, serta inovasi berbasis IT di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jabar, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah nyata dalam membangun sinergi antara kedua institusi. “Kerja sama ini merupakan bagian dari semangat kolaboratif yang selama ini dibangun melalui organisasi perguruan tinggi APTISI Jawa Barat, sehingga implementasi kerja sama tidak hanya terbatas pada dua institusi, tetapi juga dapat diperluas dengan berbagai perguruan tinggi lain di Jawa Barat maupun provinsi lainnya”, tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Eddy menyampaikan bahwa UNIKOM sebagai perguruan tinggi yang memiliki kekuatan utama pada bidang digital dan ICT diminta oleh UGJ untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, terutama karena UGJ saat ini tengah mengembangkan program-program studi baru di bidang informatika yang membutuhkan referensi dan penguatan dari UNIKOM. Oleh karena itu, kolaborasi tersebut dinilai sebagai langkah yang tepat untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing institusi.
Sementara itu, Rektor UGJ, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Faqih, S.P., M.M., IPU., CIRR., dalam sambutannya menyampaikan kerja sama tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat kolaborasi antara kedua perguruan tinggi. Prof. Achmad juga menjelaskan bahwa dalam satu tahun terakhir UGJ telah mengembangkan sekitar sepuluh program studi baru yang sebagian besar berbasis teknologi informasi. Oleh karena itu, UGJ memandang penting untuk menjalin kerja sama dengan UNIKOM guna memperoleh dukungan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten serta penguatan sarana dan prasarana sebagai fondasi pengembangan program studi tersebut. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi serta menjadi langkah bersama dalam menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045”, demikian pungkasnya.
Sinergi kedua perguruan tinggi mencerminkan komitmen kedua institusi untuk saling mendukung dalam pengembangan sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kapasitas akademik dan kelembagaan. Melalui kolaborasi ini, UNIKOM dan UGJ diharapkan dapat bersama-sama mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui integrasi keunggulan di bidang inovasi pendidikan, teknologi digital, serta kesehatan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara UNIKOM dan UGJ sebagai komitmen bersama dalam mengembangkan berbagai program kolaboratif yang berfokus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan layanan akademik berbasis teknologi digital. Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, penguatan pembelajaran digital dan hybrid learning, pendampingan riset dan implementasi program MBKM, serta pengembangan berbagai program akademik yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan sesi benchmarking yang membahas secara khusus praktik tata kelola teknologi informasi dan transformasi digital yang diterapkan di UNIKOM. Diskusi ini mencakup pengelolaan kebijakan teknologi informasi, manajemen infrastruktur jaringan, keamanan siber, pengelolaan pusat data, serta pemanfaatan sistem cloud dalam mendukung operasional kampus digital.
Melalui kegiatan benchmarking tersebut, kedua universitas dapat saling bertukar pengalaman, praktik, serta strategi pengembangan sistem informasi kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan sistem teknologi pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dan inovasi digital yang berdampak di masa mendatang. (Direktorat Hms & Pro)
BANDUNG, UNIKOM – Rabu, 4 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) meresmikan Laboratorium Artificial Intelligence (AI) hasil kolaborasi strategis bersama Google AI. Laboratorium Artificial Intelligence UNIKOM X Google Learning Center ini menegaskan posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pusat pembelajaran AI yang terintegrasi dengan ekosistem teknologi Google. Inisiatif kolaboratif ini digagas oleh Direktorat IT Infrastructure & Network (INFRANET) UNIKOM, yang telah memulai proses pengembangan dan pembangunan Laboratorium AI tersebut sejak Agustus 2025, hingga diresmikan pada hari Rabu, 4 Maret 2026.
Peresmian yang digelar di Ruang L.018 Smart Building UNIKOM tersebut dihadiri Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dan disaksikan seluruh jajaran pimpinan universitas, mulai dari Wakil Rektor, para Dekan, dan Ketua Program Studi serta Tim Edu Plus UNIKOM yang meliputi Koordinator Tim, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom., Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., beserta seluruh tim. Selain itu, juga dihadiri secara langsung oleh Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Husli Basrin, bersama tim Digital Transformation, Kristiyanto dan Ahmad Fikri Dzulfikar, serta tim Google partner dari PT Datascript bersama PT Turbo, Jefferey Susanto Situmorang (Branch Sales Manager), Egi Singgih Prasetyo (Business Executive), dan Edwin Wijaya (Google Solutions Specialist).
Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan pembangunan LaboratoriumArtificial Intelligence ini merupakan langkah strategis UNIKOM dalam merespon dinamika perkembangan teknologi global yang bergerak sangat cepat. Era saat ini adalah era transformasi digital yang ditopang oleh kecerdasan buatan, komputasi cerdas, dan integrasi sistem berbasis data. Oleh karena itu, kehadiran Lab AI menjadi kebutuhan mendasar sekaligus investasi jangka panjang bagi institusi.
Lebih lanjut, Prof. Eddy menyampaikan, “UNIKOM mengambil posisi strategis dengan membangun kolaborasi bersama Google melalui program Google Learning Center. Kolaborasi ini menjadikan UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan pengembangan laboratorium AI berbasis kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global tersebut. Ini bukan sekadar simbol kerja sama, melainkan wujud komitmen untuk menghadirkan standar pembelajaran dan ekosistem teknologi kelas dunia di lingkungan kampus”, demikian pungkasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., menyampaikan “Hari ini merupakan momentum penting. Fasilitas yang sebelumnya telah dipersiapkan secara bertahap kini resmi dapat dimanfaatkan secara optimal. Ke depan, penguatan kurikulum berbasis kecerdasan buatan menjadi kebutuhan strategis. Ruang lingkup program ini tidak terbatas pada pengajaran semata. Kami juga membuka peluang kolaborasi riset, pendampingan industri, hingga program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, ekosistem AI di UNIKOM dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi sivitas akademika tetapi juga bagi mitra eksternal, dan masyarakat luas”, tutur Adam, Ph.D.
Sementara itu, Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Basrin, dalam sambutannya mengungkapkan “Kami sangat mengapresiasi langkah progresif UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menghadirkan AI Center melalui kolaborasi strategis dengan Google, sebuah inisiatif yang sebelumnya telah dijalankan di Singapura dan Korea Selatan dan kini dipelopori di Indonesia oleh UNIKOM. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memberikan dampak bagi UNIKOM, tetapi juga menjadi inspirasi dan katalis bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk turut mengembangkan ekosistem AI yang terintegrasi dan berdaya saing global”, tegasnya.
Prosesi peresmian juga ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas laboratorium sebagai simbol kemitraan berkelanjutan antara UNIKOM dan Google Indonesia. Proses pembangunan dan pengembangan Laboratorium AI tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak internal UNIKOM bersama Google, diantaranya, Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTDSI), serta Direktorat INFRANET yang turut berperan dalam perencanaan, pengembangan infrastruktur, hingga implementasi teknologi di dalam laboratorium.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan sesi demonstrasi interaktif, di mana mahasiswa menampilkan simulasi alur kunjungan laboratorium sebagai gambaran pengalaman pengguna, mulai dari registrasi hingga eksplorasi perangkat dan sistem AI. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan fitur laboratorium oleh Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom., dan Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D., yang menjelaskan integrasi sistem komputasi, dukungan platform Google, serta infrastruktur pendukung machine learning dan pengembangan proyek berbasis AI. Sesi ini dimoderatori langsung oleh Koordinator Tim Eduplus UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D.
Dari sisi fasilitas, UNIKOM X Google Learning Center memiliki desain ruang yang mendukung fleksibilitas dan produktivitas. Laboratorium ini dilengkapi dengan satu ruang utama yang disebut sebagai Main Area, yaitu area terbuka yang memungkinkan pengunjung untuk bebas mengeksplorasi, berdiskusi, maupun bekerja secara fleksibel dengan pilihan tempat duduk yang variatif dan kolaboratif.
Selain area utama, tersedia tiga ruang pendukung lainnya yang dirancang untuk kebutuhan fokus lebih intensif. Dua ruang fokus berkapasitas empat orang diperuntukkan bagi mahasiswa atau tim yang ingin melakukan diskusi mendalam, pengembangan proyek, maupun riset kolaboratif. Sementara itu, satu ruang fokus ultra disediakan untuk penggunaan individu, sehingga pengguna dapat bekerja secara lebih privat dan berkonsentrasi penuh dalam mengembangkan model, eksperimen, maupun analisis berbasis Artificial Intelligence.
Laboratorium tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga terbuka untuk dosen serta seluruh sivitas akademika UNIKOM, serta masyarakat yang memerlukan. Dengan konsep ruang yang adaptif dan inklusif, UNIKOM X Google Learning Center menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi berbasis teknologi.
Melalui kehadiran UNIKOM X Google Learning Center, UNIKOM semakin memperkuat komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi yang visioner dan berorientasi global, serta berkontribusi dalam mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia. Kolaborasi strategis ini juga menandai posisi UNIKOM sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang berkolaborasi langsung dengan Google dalam pengembangan Laboratorium Artificial Intelligence (AI). (Direktorat Hms & Pro)