Tag: unikom

  • Sistem Pemantauan Air Sungai Menggunakan Internet Of Things untuk Menentukan Lokasi Pencemaran Sungai

    Sistem Pemantauan Air Sungai Menggunakan Internet Of Things untuk Menentukan Lokasi Pencemaran Sungai

    Penulis: Agus Heri Setya Budi, Enjang Ahmad Juanda, Iwan Kustiawan, Najmi Najib Nasrulloh Kurniadi, Henny H.

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem pemantauan air sungai guna menentukan lokasi pencemaran sungai. Dilakukan tiga titik pemantauan, jika terjadi perubahan parameter air yang melebihi ambang batas, sistem dapat merespons dengan mengirimkan notifikasi melalui “Telegram” dan Aplikasi berbasis Web. Sistem telah berhasil mengirimkan notifikasi ketika terjadi perubahan nilai parameter air yang dipantau, yaitu suhu, kebisingan, dan pH air. Sistem dapat memproses data yang masuk kemudian melakukan perhitungan sesuai dengan program yang telah dibuat. Sistem ini dapat menghasilkan klasifikasi status suatu kondisi: aman, peringatan, atau bahaya dan memberikan koordinat lokasi pencemaran sungai. Sistem ini sangat cocok untuk diterapkan pada tim manajemen sistem informasi sumber daya air dan gugus tugas pengendalian pencemaran air. © School of Engineering, Taylor’s University

    Keywords: Koordinasi lokasi; Pendidikan; Internet of Things (IoT); Pemantauan; Polusi


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85114294316

  • Tinjauan Pustaka Sistematis tentang Internet of Things untuk Pendidikan Tinggi: Arsitektur dan Implementasi

    Tinjauan Pustaka Sistematis tentang Internet of Things untuk Pendidikan Tinggi: Arsitektur dan Implementasi

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Herman Soegoto, Dedi Sulistiyo Soegoto, Suryatno Wiganepdo Soegoto, Agis Abhi Rafdhi, Herry Saputra Dina Oktafiani

    DOI: 10.17509/ijost.v7i3.51464

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan arsitektur Internet of Things (IoT) dari studi sebelumnya, khususnya di dunia pendidikan tinggi; menawarkan rekomendasi untuk penelitian masa depan, serta memperkuat teori arsitektur IoT yang sudah ada di pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan pengumpulan data menggunakan Diagram Corong untuk memilih artikel berdasarkan relevansinya dengan pertanyaan penelitian. Tiga basis data penerbit (Scopus, Emerald, dan EBSCO) dan jurnal indeks digunakan dalam pencarian artikel. Sebanyak 1.200 artikel dikumpulkan dari ketiga sumber tersebut, dengan distribusi hingga 800 di Scopus, 150 di Emerald, dan 250 di EBSCO. Temuan menunjukkan bahwa arsitektur IoT yang ada memiliki model yang lebih canggih daripada ide dasarnya, yang memiliki tiga lapisan, yang menyiratkan bahwa penggunaan IoT dalam pendidikan dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan pengguna. Hal ini disebabkan oleh semakin kompleksnya persyaratan dari berbagai prosedur bisnis di pendidikan tinggi. Penelitian ini berfungsi sebagai inspirasi dan referensi untuk penelitian masa depan bagi lembaga pendidikan tinggi yang memasukkan Internet of Things dalam implementasinya untuk membangun lingkungan pengajaran dan pembelajaran yang efisien. © 2022 Tim Pengembang Jurnal UPI.

    Keywords: Pertumbuhan melekat; Biofilm; Pengolahan air limbah biologis; Kontaktor biologis berputar

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85139963290

  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aksi Kolektif Organisasi Petani di Daerah Pedesaan

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Aksi Kolektif Organisasi Petani di Daerah Pedesaan

    Aulia S.A., Sofhani T.F.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042005

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi munculnya dan keberlanjutan aksi kolektif Organisasi Petani (FAM). Lebih lanjut, penelitian ini menganalisis pengaruh aksi kolektif terhadap peningkatan skala ekonomi dan efisiensi anggota FAM. Metode analisis isi diterapkan dalam penelitian ini. Studi kasus melibatkan Organisasi Petani yang berlokasi di Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Banyak penelitian telah dilakukan tentang Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau Organisasi Petani (FAM) sebagai lembaga petani yang melakukan aksi kolektif dalam agribisnis dari proses input hingga proses pengolahan. Namun, penelitian sebelumnya belum banyak mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi munculnya aksi kolektif agribisnis di FAM. Keterbatasan penelitian sebelumnya menyebabkan kegagalan untuk memahami isu-isu yang muncul dari proses dan mekanisme aksi kolektif di dalam FAM. Aktivitas agribisnis yang dilakukan secara kolektif oleh Gapoktan Sri Mulya berkaitan dengan ikatan sosial dan jembatan sosial menuju kemauan untuk melakukan aktivitas agribisnis secara kolektif. Tetapi, indakan kolektif dalam produksi agribisnis tidak optimal, khususnya dalam mengantisipasi perubahan iklim. Hal ini karena faktor modal manusia, seperti pendidikan dan pengetahuan petani dalam mengembangkan budidaya padi juga dapat memengaruhi efisiensi pertanian. © 2019 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Perubahan iklim; Ekonomi; Efisiensi; Perencanaan regional; Daerah pedesaan


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075856234

  • Sistem Pemantauan Kualitas Udara Untuk Pesepeda

    Sistem Pemantauan Kualitas Udara Untuk Pesepeda

    Penulis: Aria M.,  Wangsanegara T., Kurniawan F., Maulana T.

    DOI: 10.1063/5.0129192

    Abstrak:

    Dalam beberapa tahun terakhir, emisi gas beracun yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, produksi industri, dan hilangnya vegetasi telah memperburuk polusi udara. Konsentrasi gas dan partikulat berbahaya meningkat di atmosfer. Kualitas udara memengaruhi kesehatan manusia, terutama partikulat yang memengaruhi sistem pernapasan manusia. Untuk mengetahui tingkat polusi udara bagi pengguna sepeda, dibutuhkan instrumen untuk mendeteksi tingkat polusi di udara yang berfungsi sebagai monitor tingkat polusi dan deteksi dini polusi udara, sehingga menjadi referensi bagi pengguna sepeda dalam mengetahui apakah area bersepeda mereka memiliki kualitas udara yang baik atau tidak. Metode pengembangan sistem dalam penelitian ini menggunakan metode prototipe karena metode ini mudah dievaluasi dan diimplementasikan secara bertahap. Perangkat keras alat ini terdiri dari tiga sensor: sensor gas MQ-7, MQ-135, dan sensor kelembaban DHT-11. Perangkat ini memiliki tiga sensor yang terhubung dengan Arduino. Perangkat pengukuran kualitas udara menghasilkan monitor polutan udara secara real-time dari sensor dan menampilkan informasi menggunakan Liquid Crystal Display (LCD). Kesimpulannya, perangkat ini terjangkau, mudah digunakan, berbiaya rendah, dan membutuhkan daya minimal, serta memiliki pengumpulan data yang mudah dipahami. Perangkat ini bermanfaat bagi pengguna sepeda untuk memperhatikan kesehatan kondisi udara di sekitar area bersepeda. © 2023 Author(s).

    Keywords: kualitas udara; pesepeda; sistem pemantauan


    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85177557112

  • Aplikasi AI yang Etis dan Aman dalam Penelitian Pertanian: Tantangan dan Peluang

    Aplikasi AI yang Etis dan Aman dalam Penelitian Pertanian: Tantangan dan Peluang

    Penulis: Hewa Majeed Zangana, Senny Luckyardi, Firas Mahmood Mustafa, Shuai Li

    DOI: 10.4018/979-8-3373-4252-8.ch002

    Abstrak

    Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam penelitian pertanian telah memperkenalkan inovasi transformatif yang menjanjikan peningkatan produktivitas, keberlanjutan, dan presisi dalam praktik pertanian. Namun, kemajuan dan penerapan sistem AI yang pesat di bidang ini juga menimbulkan kekhawatiran etis dan keamanan yang signifikan. Isu-isu seperti privasi data, bias algoritmik, akses yang adil, dampak lingkungan, dan transparansi menghadirkan tantangan kompleks yang harus dinavigasi dengan hati-hati. Penelitian ini mengeksplorasi pertimbangan etis dan risiko keamanan kritis yang terkait dengan aplikasi AI dalam penelitian pertanian, sekaligus menyoroti peluang besar untuk memajukan pemahaman ilmiah, meningkatkan ketahanan pangan, dan mempromosikan praktik berkelanjutan. Dengan meneliti tren terkini, studi kasus, dan kerangka peraturan, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana AI pertanian dapat dikembangkan dan diterapkan secara etis dan aman, memastikan bahwa inovasi melayani kemanusiaan dan lingkungan secara bertanggung jawab. © 2025, IGI Global Scientific Publishing. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Keywords: Pertanian; Kecerdasan buatan; Dampak lingkungan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105008416715

  • Mengatur Pertanian Berbasis AI: Kebijakan, Etika, dan Peran Bahasa dalam Transfer Pengetahuan

    Mengatur Pertanian Berbasis AI: Kebijakan, Etika, dan Peran Bahasa dalam Transfer Pengetahuan

    Penulis: Hewa Majeed Zangana, Pratiwi Amelia, Senny Luckyardi, Firas Mahmood Mustafa, Shuai Li

    DOI: 10.4018/979-8-3373-4862-9.ch011

    Abstrak

    Kecerdasan buatan (AI) mentransformasi pertanian dengan memungkinkan pertanian presisi, analitik prediktif, dan pengambilan keputusan otomatis, sehingga meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Namun, kemajuan teknologi yang pesat ini menimbulkan tantangan kebijakan dan etika yang kompleks, khususnya terkait tata kelola data, akses yang adil, dampak lingkungan, dan transparansi. Penelitian ini mengeksplorasi kerangka kerja regulasi yang membentuk praktik pertanian berbasis AI dan menekankan peran penting bahasa dalam memfasilitasi transfer pengetahuan yang efektif di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani, pembuat kebijakan, dan peneliti. Dengan menganalisis pendekatan interdisipliner, penelitian ini menyoroti bagaimana kejelasan linguistik dan pertimbangan etika mendasari tata kelola AI yang bertanggung jawab di bidang pertanian, memastikan inovasi melayani kepentingan publik sekaligus mengurangi risiko. Penelitian ini menganjurkan kebijakan komprehensif yang menyeimbangkan inovasi dengan akuntabilitas dan inklusivitas dalam lanskap agriteknologi yang terus berkembang. © 2025, IGI Global Scientific Publishing.

    Keywords: Agribisnis; Pertanian; Kecerdasan buatan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105011884709

  • Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Dissolved Solids (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Standar Sayuran untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Cara Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Daun Hidroponik dengan Menyeimbangkan Larutan Nutrisi, Total Dissolved Solids (TDS), dan pH Dilengkapi dengan Tinjauan Pustaka tentang Persyaratan pH & TDS Standar Sayuran untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)

    Penulis: Senny Luckardi; Agis Abhi Rafdhi; Annisa Wulan Sari; Hewa Majeed Zangana; Eddy Soeryato Soegoto

    DOI: 10.17509/ajse.v6i1.89992

    Abstrak 

    Penelitian ini mengeksplorasi cara meningkatkan produktivitas sayuran berdaun hidroponik dengan menyeimbangkan Total Dissolved Solids (TDS) dan pH larutan nutrisi. Menggunakan pakcoy dalam sistem rakit apung, penelitian ini menerapkan desain eksperimental terkontrol untuk mengamati bagaimana parameter-parameter ini berinteraksi dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan hasil panen. Pemantauan harian dan penyesuaian tingkat nutrisi dan pH yang cermat ditekankan untuk memastikan penyerapan nutrisi yang optimal. Kondisi TDS dan pH yang seimbang meningkatkan pembentukan daun dan akumulasi biomassa, sementara ketidakseimbangan menyebabkan stres nutrisi dan penghambatan pertumbuhan. Penelitian ini menawarkan panduan praktis bagi petani untuk menyinkronkan TDS dan pH secara real-time untuk pengelolaan nutrisi yang lebih baik. Temuan ini berkontribusi pada hidroponik presisi yang selaras dengan pertanian berkelanjutan, khususnya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk SDG 2 (Zero Hunger) melalui produksi pangan yang efisien dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong penggunaan input pertanian yang optimal. © 2026 Universitas Pendidikan Indonesia.

    Keywords: Hidroponik; Sayuran berdaun; pH; Sustainable Development Goals (SDGs); Total padatan terlarut (TDS)

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105018607274

  • Sistem Deteksi Kebakaran Hutan Menggunakan Jaringan Sensor Nirkabel (WSN)

    Sistem Deteksi Kebakaran Hutan Menggunakan Jaringan Sensor Nirkabel (WSN)

    Penulis: Nurhayati S., Indriani S.L., Ansori R.M.R.

    DOI: 10.1063/5.0129221

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang dapat mendeteksi kebakaran hutan sehingga dapat mencegah penyebaran kebakaran dan meminimalkan kerusakannya. Hutan merupakan sumber daya alam yang memiliki potensi besar untuk dieksploitasi dan dilestarikan, namun ancaman dan gangguan sering terjadi yang menghambat upaya konservasi. Salah satu ancaman dan gangguan tersebut adalah kebakaran hutan. Salah satu dampak dari kebakaran ini adalah hilangnya keanekaragaman hayati. Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat, dengan memanfaatkan Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Network), lokasi kebakaran hutan dapat dideteksi. Parameter yang digunakan untuk deteksi kebakaran adalah suhu, kelembaban, dan kualitas udara. Sistem ini dibangun menggunakan dua node sensor dan satu node koordinat menggunakan modul frekuensi radio XBee S2C untuk membentuk jaringan yang terhubung secara nirkabel. Semua informasi berupa kondisi pembentukan suhu, kelembaban, dan titik koordinat dikirim ke server. Data ini dapat dilihat di situs web melalui komputer server. Hasil uji menunjukkan bahwa sistem pemantauan telah mampu mendeteksi kebakaran hutan berdasarkan parameter yang telah ditentukan. © 2023 Penulis.

    Kata Kunci: Sistem deteksi kebakaran hutan; Jaringan sensor nirkabel; XBee


    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85177571063

  • Kemajuan dalam Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Biomassa yang Efektif.

    Kemajuan dalam Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Biomassa yang Efektif.

    Penulis: Asep Bayu Dani Nandiyanto, Siti Nur Hofifah, Dwi Fitria Al Husaeni, Dwi Novia Al Husaeni, Meli Fiandini, Senny Luckyardi, Eddy Soeryanto Soegoto, Arif Darmawan, Muhammad Aziz

    DOI: 10.1007/s10668-023-03655-6

    Abstrak:

    Eceng gondok (Eichhornia crassipes) dianggap sebagai tanaman air terapung yang berpotensi digunakan untuk mengatasi masalah pangan, energi, dan lingkungan saat ini. Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat dan mudah di berbagai lingkungan tropis dan subtropis selama memiliki akses terhadap cahaya dan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan fotosintesis. Ekosistem terancam oleh pertumbuhan invasifnya dan kapasitas adaptasinya yang luar biasa. Namun, pengelolaan tanaman ini dapat menghasilkan produk-produk berharga. Penelitian ini mendemonstrasikan teknologi partikel yang dapat digunakan untuk memanfaatkan eceng gondok, termasuk bantalan rem, pupuk, bioenergi, pakan ternak, agen fitoremediasi, bioplastik, dan adsorben. Studi ini disertai dengan diskusi berdasarkan eksperimen yang dilakukan dan literatur yang tersedia saat ini, memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca. Kapasitas eceng gondok untuk menyerap makro- dan mikro-nutrien, nitrogen, dan fosfor menjadikannya tanaman yang baik untuk fitoremediasi. Prospek produksi selulosa menjadikannya prospektif sebagai sumber energi biomassa dan pakan ternak. Lebih lanjut, eceng gondok dapat diubah menjadi partikel dengan kandungan selulosa tinggi untuk aplikasi dalam bioplastik, bantalan rem, dan adsorben. Laporan terkini mengenai edukasi eceng gondok kepada siswa juga ditambahkan. Terakhir, isu dan saran untuk pengembangan masa depan terkait penggunaan eceng gondok dibahas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan komprehensif tentang bagaimana mengubah tanaman eceng gondok invasif menjadi produk bernilai. © Penulis 2023.

    Kata Kunci: Tumbuhan air; Ekosistem; Teknik; Lingkungan; Teknologi partikel; Eceng gondok

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85171264623

  • Peran Kebijakan Lingkungan Dalam Mempromosikan Teknologi Transportasi Hijau

    Peran Kebijakan Lingkungan Dalam Mempromosikan Teknologi Transportasi Hijau

    Penulis: Siphimvadee Suthakavatin, Khodor Shatila, Karine Aydinyan, Raeni Dwi Santy

    ​​DOI: 10.1051/bioconf/202414506013

    Abstrak:

    Penelitian ini mengeksplorasi peran kebijakan lingkungan dalam mendorong adopsi teknologi transportasi hijau, dengan fokus pada pengaruh insentif keuangan, kerangka peraturan, dan investasi publik dalam infrastruktur di pusat-pusat kota utama Asia. Penelitian ini menyoroti bagaimana inovasi teknologi bertindak sebagai mediator penting antara kebijakan dan adopsi pilihan transportasi berkelanjutan seperti kendaraan listrik (EV) dan kendaraan bertenaga hidrogen. Dengan menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural (SEM), penelitin ini meneliti hubungan antara faktor-faktor tersebut, menunjukkan bahwa tingkat insentif keuangan yang lebih tinggi, peraturan yang mendukung, dan investasi publik strategis mengarah pada kemajuan signifikan dalam inovasi teknologi, yang pada gilirannya mendorong adopsi teknologi transportasi hijau. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang solusi mobilitas perkotaan berkelanjutan dan menawarkan wawasan penting bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan industri di wilayah yang mengalami urbanisasi cepat. Studi ini juga membahas peran ganda dari pendorong kebijakan ini, baik dalam memengaruhi adopsi secara langsung maupun dalam mendorong kemajuan teknologi. © Para Penulis, diterbitkan oleh EDP Sciences.

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85216661038