Tag: Umi Narimawati UNIKOM

  • Bidik Hibah Nasional Dan Internasional, Pusat Kajian Bisnis Digital FEB UNIKOM Perkuat Kompetensi Dosen Melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Riset

    Bidik Hibah Nasional Dan Internasional, Pusat Kajian Bisnis Digital FEB UNIKOM Perkuat Kompetensi Dosen Melalui Workshop Penulisan Proposal Hibah Riset

    BANDUNG, UNIKOM — Memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan riset berkualitas dan meningkatkan peluang memperoleh pendanaan penelitian, Pusat Kajian Bisnis Digital yang berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan Workshop Penulisan Proposal Hibah Riset Dalam dan Luar Negeri pada Selasa, 8 September 2026. Bertempat di Ruang VVIP 16, Lantai 16 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut secara khusus ditujukan bagi dosen-dosen di lingkungan FEB UNIKOM sebagai upaya membekali peserta dengan strategi dan keterampilan dalam menyusun proposal hibah yang kompetitif, baik pada skema pendanaan nasional maupun internasional. Workshop tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya kelompok-kelompok riset yang mampu menghasilkan proposal, publikasi, serta luaran penelitian yang berdampak.

    Turut hadir jajaran pimpinan UNIKOM, antara lain: Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Teknologi & ICT, International Program & Center of Excellence, Prof. Zainal A. Hasibuan, MLS., Ph.D., Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., Kepala Pusat Kajian Bisnis Digital sekaligus Direktur International Program UNIKOM, Dr. Senny Lukyardi, S.P., M.M., Direktur DP3M UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Irawan Afrianto, S.T., M.T., Direktur Pusat Kajian dan Hibah International UNIKOM, Dr. Muhammad Aria Rajasa Pohan, M.T., serta narasumber eksternal multi hibah Dr. Adi Santoso, S.E., M.M., selaku COE Economics of Advanced Digital Technology (EADT) Telkom University, serta para Ketua Program Studi dan dosen di lingkungan FEB UNIKOM.

    Wakil Rektor Bidang Teknologi & ICT, International Program & Center of Excellence UNIKOM Prof. Zainal A. Hasibuan, MLS., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya pengembangan Center of Excellence, khususnya dalam penguatan bidang penelitian. “Pada kesempatan ini kami mengadakan workshop mengenai penulisan proposal hibah dalam negeri maupun luar negeri. Ini merupakan suatu upaya yang sangat strategis dan merupakan jalan panjang, tetapi harus kita mulai, yaitu melakukan persiapan-persiapan dalam menyongsong berbagai undangan hibah yang sifatnya kompetitif”,  ungkap Prof. Zainal.

    Menurutnya, kegiatan tersebut dimotori oleh FEB UNIKOM dan diharapkan dapat menjadi langkah awal yang nantinya dapat dikembangkan dan diikuti oleh fakultas-fakultas lain di lingkungan UNIKOM. Kehadiran narasumber dari internal maupun eksternal UNIKOM diharapkan dapat memberikan pengalaman, arahan, serta pendampingan kepada para dosen dalam menghasilkan proposal yang berkualitas dan kompetitif. Prof. Zainal menambahkan, penguatan riset tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi UNIKOM dalam mendukung program pemerintah, khususnya melalui pengembangan perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata.

    Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si. menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop yang secara khusus melibatkan dosen-dosen FEB UNIKOM. Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan upaya UNIKOM dalam membangun dan memperkuat kelompok-kelompok riset. “Penelitian itu membutuhkan pemikiran, tidak hanya pemikiran sendiri, tetapi pemikiran banyak orang sehingga menghasilkan ide-ide yang baik. Dengan data yang berkualitas dan menggunakan metode yang tepat, tentunya akan menghasilkan penelitian yang berdampak”, tutur Prof. Umi.

    Lebih lanjut, Prof. Umi mendorong para dosen untuk membangun budaya penelitian secara kolaboratif. Menurutnya, kolaborasi menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya akademik yang berkualitas sekaligus mendukung pengembangan karier akademik dosen. “Tidak ada satu pun karya yang hanya dikerjakan sendiri. Maka, ini sudah tepat, UNIKOM khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis membedah kegiatan penelitian ini bersama”, tambahnya. .

    Prof. Umi juga menyoroti keberadaan Pusat Kajian Bisnis Digital sebagai salah satu potensi yang dapat dikembangkan FEB UNIKOM. Menurutnya, keberadaan pusat kajian tersebut memiliki karakteristik tersendiri karena didukung pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Ia juga berharap hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi dapat diimplementasikan dan dikembangkan menjadi berbagai inovasi serta aktivitas kewirausahaan. Hal tersebut sejalan dengan arah UNIKOM dalam mendorong lahirnya entrepreneur unggul berbasis AI.

    Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB UNIKOM Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop merupakan bagian dari upaya FEB untuk mengimplementasikan visi, misi, dan tujuan UNIKOM, khususnya dalam mendukung penguatan Center of Excellence serta pengembangan budaya riset di lingkungan fakultas. Menurutnya, FEB UNIKOM telah memiliki pusat kajian yang meskipun masih relatif baru, telah didukung oleh sumber daya dosen yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Workshop tersebut secara khusus diarahkan untuk memberikan fasilitas dan pendampingan kepada dosen, terutama mereka yang belum memiliki pengalaman sebagai ketua dalam pengajuan hibah penelitian.

    Prof. Siti juga menjelaskan bahwa salah satu target yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut adalah menghasilkan proposal penelitian yang telah memenuhi persyaratan dan kualifikasi sesuai dengan arahan para narasumber. Saat ini, FEB UNIKOM telah membentuk 15 kelompok riset yang mengikuti proses pengembangan proposal dan diharapkan jumlahnya dapat terus bertambah. “Untuk output-nya, harapannya adalah proposal yang memang sudah memenuhi syarat dan kualifikasi yang diarahkan oleh narasumber. Kami sudah mempunyai 15 kelompok, insya Allah akan bertambah. Dari 15 kelompok tersebut, targetnya minimal satu proposal dari setiap kelompok, dan apabila lebih dari satu tentu menjadi capaian yang lebih baik”, jelasnya.

    Tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, FEB UNIKOM juga menyiapkan tahapan tindak lanjut melalui proses monitoring dan evaluasi. Pemantauan akan dilakukan bersama Pusat Kajian FEB UNIKOM untuk memastikan materi dan hasil workshop dapat ditindaklanjuti menjadi proposal yang siap diajukan pada berbagai skema hibah. “Langkah berikutnya setelah kegiatan ini adalah monitoring. Dari Ketua Pusat Kajian, Ibu Senny, akan dilihat sejauh mana follow-up dari pelaksanaan workshop ini, karena kami mengejar agar tahun ini sudah ada proposal yang dapat disubmit ke sistem-sistem yang berkaitan dengan pemerintahan, baik nasional maupun internasional”, pungkas Prof. Siti.

    Rangkaian workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi utama yang menghadirkan sejumlah narasumber. Direktur Pusat Kajian dan Hibah International UNIKOM Dr. Muhammad Aria Rajasa Pohan, M.T., menyampaikan materi mengenai navigasi hibah internasional dan konsorsium. Selanjutnya, Direktur DP3M UNIKOM Assoc. Prof. Dr. Irawan Afrianto, S.T., M.T., membahas kebijakan riset nasional dan penguatan internal.

    Sementara itu, narasumber eksternal multi hibah Dr. Adi Santoso, S.E., M.M., menyampaikan materi mengenai bedah anatomi proposal dan perumusan novelty. Sesi tersebut dilanjutkan dengan hands-on workshop dan klinik draft, sehingga para dosen tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga dapat mengembangkan rancangan proposal secara langsung.

    Kegiatan kemudian dilengkapi dengan diskusi panel dan live review draft proposal dengan membedah sejumlah ide proposal dari perwakilan dosen FEB UNIKOM. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh masukan langsung dari narasumber untuk menyempurnakan gagasan dan substansi proposal sebelum diarahkan menuju tahap pengajuan hibah.

    Melalui workshop hibah yang secara khusus ditujukan bagi dosen FEB UNIKOM tersebut, diharapkan terbentuk ekosistem riset yang semakin kolaboratif dan produktif, sekaligus menghasilkan proposal-proposal penelitian yang kompetitif pada tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah FEB UNIKOM dalam memperkuat kontribusi riset, meningkatkan kapasitas dosen, serta menghasilkan karya akademik yang memiliki relevansi dan dampak lebih luas. (Direktorat Hms & Pro)

  • Synergy in Discipline”: FEB UNIKOM Bentuk Generasi Berkarakter melalui Character Building di Rindam III Siliwangi

    Synergy in Discipline”: FEB UNIKOM Bentuk Generasi Berkarakter melalui Character Building di Rindam III Siliwangi

    BANDUNG, UNIKOM — Sebagai bagian dari upaya membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan sejak awal perjalanan akademik mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Character Building bertajuk “Synergy in Discipline: One Soul One Goal”. Bertempat di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari pada tanggal 5–6 Agustus 2026, dengan diikuti oleh mahasiswa semester satu Tahun Akademik 2025-2026.

    Dekan FEB UNIKOM, Prof. Dr. Siti Kurnia Rahayu, S.E., M.Ak., Ak., CA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk dunia kerja. “Disiplin dan karakter merupakan fondasi penting yang perlu dibangun sejak mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar untuk mencapai tujuan secara individu, tetapi juga memahami pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama”, demikian tuturnya.

    Mengusung semangat “Synergy in Discipline: One Soul One Goal”, Character Building FEB UNIKOM dirancang untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai arti penting disiplin, kerja sama, tanggung jawab, solidaritas, dan kepemimpinan. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam membangun kekompakan sekaligus mengembangkan kemampuan beradaptasi dan bekerja dalam tim.

    Pemilihan Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, sebagai lokasi kegiatan juga turut mendukung tujuan tersebut. Lingkungan pelatihan yang sarat dengan nilai kedisiplinan, ketangguhan mental, kepemimpinan, dan kerja sama memberikan suasana yang berbeda dari lingkungan pembelajaran di kampus. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diajak untuk keluar dari zona nyaman, membangun komunikasi yang efektif, serta memperkuat rasa saling percaya di antara sesama peserta.

    Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang mendorong keterlibatan aktif, kekompakan, dan pembentukan karakter. Semangat “One Soul One Goal” menjadi benang merah dalam setiap aktivitas, dengan pesan bahwa keberhasilan sebuah kelompok membutuhkan keselarasan tujuan, komitmen, dan kontribusi dari setiap individu.

    Rangkaian kegiatan Character Building kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd. Dalam pidato penutupnya, Prof. Umi mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Lebih lanjut, Prof. Umi juga berpesan agar pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama Character Building tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan akademik maupun kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan kekompakan diharapkan menjadi kebiasaan yang terus tumbuh seiring perjalanan mahasiswa di lingkungan FEB UNIKOM. “Character Building bukan sekadar kegiatan yang selesai dalam dua hari. Nilai-nilai yang diperoleh harus dibawa kembali ke kampus dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam belajar, berorganisasi, maupun membangun hubungan dengan sesama”, ungkap Prof. Umi.

    Melalui penyelenggaraan Character Building tersebut, FEB UNIKOM menegaskan komitmennya untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, mampu bekerja sama, serta memiliki jiwa kepemimpinan. Semangat “Synergy in Discipline: One Soul One Goal” juga diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa tingkat satu FEB UNIKOM untuk membangun perjalanan akademik yang penuh prestasi sekaligus tumbuh sebagai pribadi yang mampu bersinergi, berkontribusi, dan mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, Character Building bukan hanya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antarmahasiswa, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun generasi FEB UNIKOM yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prodi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM Lahirkan Dua Akademisi, Perkuat Kiprah Keilmuan di Bidang Manajemen

    Prodi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM Lahirkan Dua Akademisi, Perkuat Kiprah Keilmuan di Bidang Manajemen

    BANDUNG, UNIKOM — Pada bulan Agustus 2026, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali mencatat capaian akademik dan melahirkan dua doktor baru melalui keberhasilan Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., dan Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si. Keduanya dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi masing-masing di hadapan Tim Promotor dan Tim Penguji. Sidang Promosi Doktor Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., berlangsung pada Rabu, 5 Agustus 2026, sementara Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si., mengikuti sidang pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kedua sidang tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., selaku Promotor sekaligus Ketua Sidang.

    Dr. Windi Novianti Teliti Keputusan Investasi Generasi Z

    Pada sidang yang berlangsung 5 Agustus 2026, Dr. Windi mempertahankan disertasi berjudul “Keputusan Investasi Gen Z Melalui Bias Perilaku: Pendekatan Keuangan Keperilakuan dalam Konteks Paparan Media Sosial, Literasi Keuangan, dan Ekspektasi Keuntungan (Survey pada Mahasiswa Perguruan Tinggi yang Memiliki Galeri Investasi di Wilayah Jawa Barat)”. Topik tersebut menempatkan perilaku Generasi Z dalam mengambil keputusan investasi sebagai fokus kajian, dengan pendekatan keuangan keperilakuan yang mempertimbangkan paparan media sosial, literasi keuangan, dan ekspektasi keuntungan.

    Dr. Windi dibimbing oleh Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., sebagai Co Promotor. Dalam mempertahankan hasil penelitiannya, ia mempresentasikan disertasi secara singkat sebelum menghadapi sesi pertanyaan dan tanggapan dari Tim Penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.; Prof. Dr. H. Nugraha, S.E., Ak., M.Si., CA, CPA., CFP; Assoc. Prof. Dr. Yoyok Prasetyo, S.T., M.Sy.; dan Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, S.E., M.Si. Setelah melalui seluruh rangkaian evaluasi, ia dinyatakan lulus Ujian Promosi Doktor. Dalam rangkaian sidang tersebut, Dr. Windi tercatat sebagai Doktor ke-4 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM.

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. Windi menyampaikan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktor di UNIKOM. Perjalanan akademiknya di UNIKOM telah berlangsung sejak jenjang S1 dan S2 Manajemen, hingga kemudian melanjutkan pendidikan doktor pada Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Saat ini, Dr. Windi juga mengabdikan diri sebagai dosen tetap UNIKOM. “Alhamdulillah, ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian studi saya. Prosesnya luar biasa, melewati berbagai rintangan dan tantangan, hingga akhirnya saya dapat mencapai jenjang pendidikan tertinggi, yaitu S3”, ungkapnya. Ia menilai sistem perkuliahan hybrid di UNIKOM menjadi salah satu kemudahan selama menempuh pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang berdomisili di luar Bandung.

    Dr. Yadi Maryadi Kaji Kinerja Perguruan Tinggi di Era Digital

    Masih di bulan yang sama, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen kembali menggelar Sidang Promosi Doktor. Pada kesempatan tersebut, Dr. Yadi mempertahankan disertasi berjudul “Model Kinerja Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Kepemimpinan Digital dan Sistem Informasi Manajemen Melalui Budaya Organisasi Sebagai Variabel Mediasi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah II”. Disertasi Dr. Yadi mengangkat kajian mengenai model kinerja perguruan tinggi swasta dengan menyoroti kepemimpinan digital dan sistem informasi manajemen serta menempatkan budaya organisasi sebagai variabel mediasi.

    Dalam sidang tersebut, Dr. Yadi diuji oleh Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si.; Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA.; Dr. Elvera, S.E., M.Sc.; dan Assoc. Prof. Dr. Deden Abdul Wahab Sya’roni, Ir., M.Si. Sementara proses penyusunan disertasi dibimbing oleh Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. sebagai Promotor dan Assoc. Prof. Dr. Isniar Budiarti, SE., M.Si. sebagai Co Promotor. Setelah mempresentasikan disertasi dan menjawab berbagai pertanyaan serta tanggapan dari Tim Penguji dan Tim Promotor, Dr. Yadi dinyatakan lulus Ujian Promosi Doktor. Ia menjadi Doktor ke-5 Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM.

    Pada kesempatan tersebut, Dr. Yadi mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran Sidang Promosi Doktor yang menjadi puncak perjalanan akademiknya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor UNIKOM beserta jajaran pimpinan, dosen, promotor, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, fasilitas, doa, serta bimbingan selama masa studi. Menurutnya, sistem pembelajaran hybrid di UNIKOM memberikan kemudahan dalam mengikuti perkuliahan secara daring maupun luring, khususnya karena dirinya berasal dari Pagar Alam. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara, serta mengajak rekan-rekan DIM Angkatan 1 untuk segera menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor bersama.

    Dalam disertasinya, Dr. Yadi mengangkat penelitian mengenai model kinerja perguruan tinggi swasta berbasis kepemimpinan digital dan sistem informasi manajemen dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi terhadap kinerja perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah II. Ia memilih topik tersebut karena relevan dengan proses transformasi digital yang tengah berlangsung di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, dengan harapan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja perguruan tinggi swasta.

    Dua Disertasi, Dua Perspektif untuk Menjawab Tantangan Manajemen Kontemporer

    Keberhasilan Dr. Windi dan Dr. Yadi menunjukkan keberagaman isu yang dikaji melalui pendidikan doktoral di Program Studi Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM.

    Dr. Windi menghadirkan kajian mengenai keputusan investasi Generasi Z dan keuangan keperilakuan, sedangkan Dr. Yadi mengangkat kinerja perguruan tinggi swasta dalam konteks kepemimpinan digital, sistem informasi manajemen, dan budaya organisasi. Dua tema tersebut memiliki konteks yang berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari persoalan manajemen yang berkembang di tengah perubahan lingkungan organisasi dan masyarakat. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengembangan akademik Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM. Dengan bertambahnya dua doktor baru, UNIKOM terus mendorong lahirnya insan akademik yang memiliki kapasitas keilmuan dan mampu menghasilkan kajian berbasis penelitian.

    UNIKOM Apresiasi Capaian Dua Doktor Baru

    Rangkaian Sidang Promosi Doktor tidak hanya menjadi tahap akhir perjalanan akademik, tetapi juga menjadi momentum penting bagi keluarga, promotor, penguji, serta sivitas akademika yang turut mendukung proses pendidikan doktoral.

    Setelah dinyatakan lulus, kedua doktor baru menerima Surat Keterangan Lulus Ujian Promosi Doktor dan mengikuti sesi foto bersama Tim Promotor, Tim Penguji, serta keluarga. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penyampaian kesan, pesan, dan harapan dari promotor serta ungkapan rasa syukur dari masing-masing doktor baru.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3. Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya Sidang Promosi Doktor Ilmu Manajemen yang diikuti oleh Dr. Windi dan Dr. Yadi, keduanya dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh tahapan akademik, mulai dari proses studi, penelitian dan disertasi, sidang tertutup hingga ujian terbuka, sebagai bagian dari pencapaian akademik di Program Doktor Ilmu Manajemen UNIKOM. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi UNIKOM sekaligus menunjukkan komitmen dan ketekunan para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan doktoral. Rektor berharap capaian kedua doktor tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen lainnya yang tengah menyelesaikan disertasi agar dapat segera menuntaskan studinya dan mengikuti jejak keberhasilan para pendahulunya.

    Menurut Prof. Eddy, perjalanan studi para promovendus menjadi bukti bahwa jarak dan kesibukan bukanlah hambatan untuk meraih pendidikan doktoral. Dukungan sistem pembelajaran hybrid yang diterapkan UNIKOM memberikan kemudahan bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar daerah, untuk mengikuti perkuliahan, bimbingan, maupun berkomunikasi dengan promotor dan tim penguji secara efektif. Pemanfaatan teknologi digital tersebut menjadi bagian dari upaya UNIKOM menghadirkan proses pendidikan yang adaptif, fleksibel, dan relevan dengan perkembangan zaman. Atas capaian tersebut, Prof. Eddy juga menyampaikan selamat kepada Dr. Windi Novianti, S.E., M.M., dan Dr. Yadi Maryadi, S.E., M.Si., serta berharap ilmu dan hasil penelitian yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktor dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, institusi, dan masyarakat.

    Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, organisasi, dan masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Webinar Prodi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM: Dorong Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan

    Webinar Prodi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana UNIKOM: Dorong Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan

    BANDUNG, UNIKOM — Sabtu, 08 Agustus 2026, Program Studi Magister Sistem Informasi Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) mendorong penguatan kompetensi mahasiswa dalam membangun bisnis digital yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan melalui Webinar “Membangun Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan”. Kegiatan yang mengangkat tema “Implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital” tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran pada mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital. Webinar tersebut diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, masyarakat, serta pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

    Ketua Pelaksana kegiatan, Wita Fajriah, mahasiswa Magister Sistem Informasi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis. Digitalisasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang menuntut dunia usaha untuk terus beradaptasi. “Bisnis digital yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan teknologi dan inovasi, tetapi juga tata kelola yang baik serta jiwa kewirausahaan. Ketiga aspek tersebut diharapkan dapat bersinergi untuk menciptakan bisnis yang inovatif, adaptif, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang”, ungkapnya.

    Selanjutnya, Ketua Program Studi Magister Sistem Informasi UNIKOM, Sri Supatmi, M.T., D.Sc., menegaskan bahwa tema webinar sangat relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Menurutnya, teknologi digital tidak lagi sekadar menjadi alat pendukung, tetapi telah berkembang menjadi bagian penting dari strategi bisnis dalam menciptakan nilai dan keunggulan kompetitif. “Bisnis digital yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Kita membutuhkan tata kelola yang kuat, inovasi berkelanjutan, serta jiwa kewirausahaan yang mampu melihat peluang dan mengubahnya menjadi solusi serta model bisnis yang bernilai”, jelasnya. Ia menambahkan, melalui mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami aspek teknologi, tetapi juga mampu berpikir strategis, menciptakan peluang, membangun model bisnis, dan memimpin transformasi digital.

    Pada kesempatan tersebut, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan unsur fakultas, program studi, mahasiswa, dan masyarakat dalam satu forum pembelajaran. Menurutnya, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat sehingga dunia bisnis harus memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan tersebut melalui kreativitas dan inovasi. “Para mahasiswa Magister Sistem Informasi tentunya dituntut untuk mengembangkan daya kreasi dan inovasinya, supaya pengetahuan yang didapatkan selama menempuh studi S2 dapat diterapkan, dikembangkan, dan memberikan value added bagi institusi yang membutuhkan,” ungkapnya. Prof. Eddy juga menilai webinar menjadi wadah yang baik untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong mahasiswa menghubungkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan nyata di berbagai institusi.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Pascasarjana UNIKOM,  Assoc. Prof. Dr. Rahma Wahdiniwaty, Dra., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital yang menggunakan pendekatan team teaching. Mata kuliah tersebut melibatkan Rektor UNIKOM, Dekan Fakultas Pascasarjana, Deputi Wakil Rektor IV, serta Direktur Pengembangan Teknologi Digital & Sistem Informasi (PTDSI). “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan dan bisnis digital tidak hanya berlangsung dalam suasana kelas, tetapi juga dapat diimplementasikan melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman”, jelasnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur PTDSI UNIKOM sekaligus Dosen Magister Sistem Informasi, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom. Ph.D., menyoroti pentingnya kemampuan manusia beradaptasi di tengah percepatan teknologi. Menurutnya, teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai faktor yang menggantikan manusia, melainkan sebagai sarana untuk mempercepat inovasi dan menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Teknologi bukan lagi menjadi faktor yang akan menggantikan manusianya, tetapi bagaimana manusianya bisa beradaptasi terhadap kemajuan teknologi dengan tetap terus belajar dan mengasah kreativitas”, tuturnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan produk teknologi, baik berupa aplikasi maupun model bisnis, sangat ditentukan oleh kemampuannya menjawab kebutuhan nyata masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Webinar tersebut juga menjadi bagian dari momentum perayaan 26 tahun UNIKOM. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Pascasarjana dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kewirausahaan menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi sekaligus mengajak generasi muda untuk menjadi bagian dari ekosistem UNIKOM. “Entrepreneurship menjadi usaha kita bersama untuk menghadirkan mahasiswa dan calon mahasiswa yang mampu berkembang serta berkontribusi di masa depan,” ungkapnya.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dipandu oleh Luthfiyah Sakinah selaku moderator. Tiga narasumber dari latar belakang yang berbeda turut hadir untuk membagikan pengalaman dan perspektif praktis mengenai tata kelola teknologi informasi, pengembangan bisnis digital, serta transformasi digital.

    Narasumber pertama, A.S. Antapradja, S.IP., selaku mahasiswa Magister Sistem Informasi UNIKOM sekaligus Kepala PDOS Unit Bisnis Teknologi PT Sucofindo (Persero), memaparkan materi mengenai layanan jasa ICT PT Sucofindo dalam mendukung tata kelola sektor teknologi informasi di Indonesia. Pemaparannya memberikan gambaran mengenai bagaimana pemanfaatan layanan dan solusi teknologi informasi dapat mendukung tata kelola organisasi serta kebutuhan transformasi digital di sektor industri.

    Selanjutnya, David Erwinson, S.Kom., M.M., selaku owner Croccante Chips sekaligus alumni Magister Manajemen Fakultas Pascasarjana UNIKOM, berbagi pengalaman dalam membangun dan mengelola bisnis digital secara berkelanjutan. Pengalaman praktis yang disampaikan menjadi gambaran bagi peserta mengenai bagaimana konsep bisnis digital dapat diterapkan secara langsung, mulai dari pengembangan usaha hingga upaya mempertahankan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pasar.

    Sementara itu, narasumber ketiga, Ariep, S.T., M.CAS., Founder Rumah Komunitas, membahas strategi membangun bisnis digital serta pentingnya transformasi digital bagi keberlangsungan bisnis. Ia mengajak peserta memahami bahwa transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, serta menciptakan model bisnis yang lebih adaptif terhadap perubahan.

    Ketiga pemaparan tersebut memperkaya perspektif peserta karena menghadirkan kombinasi antara tata kelola teknologi informasi, pengalaman praktis membangun bisnis, dan strategi transformasi digital. Hal tersebut sejalan dengan tujuan mata kuliah Kewirausahaan dan Model Bisnis Digital yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan konsep, tetapi juga mendorong mereka memahami penerapannya dalam dunia nyata.

    Sesi terakhir webinar berlangsung interaktif melalui tanya jawab dan diskusi antara peserta dan para narasumber. Berbagai pertanyaan dan pengalaman yang disampaikan peserta menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan pengembangan bisnis digital, pemanfaatan teknologi, tata kelola, hingga strategi membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Melalui kegiatan Webinar “Membangun Bisnis Digital Berkelanjutan melalui Sinergi Tata Kelola, Inovasi, dan Kewirausahaan”, Program Studi Magister Sistem Informasi UNIKOM menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi diarahkan pada implementasi, inovasi, dan penciptaan nilai. Sinergi tata kelola, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap membangun bisnis digital secara berkelanjutan sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)

  • Sampah Terdata, Lingkungan Tertata: KKN Berdampak 2026 UNIKOM di Kecamatan Coblong, Bangun Model Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Menuju Zero Waste

    Sampah Terdata, Lingkungan Tertata: KKN Berdampak 2026 UNIKOM di Kecamatan Coblong, Bangun Model Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi Menuju Zero Waste

    BANDUNG, UNIKOM — Dalam memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kecamatan Coblong melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus membangun ruang pembelajaran bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.

    Fokus utama KKN Berdampak di Kecamatan Coblong mencakup edukasi pemilahan sampah dari sumber, pendampingan masyarakat, penguatan tata kelola, pendataan berbasis teknologi, hingga pengembangan ekonomi sirkular. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari kontribusi UNIKOM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pembangunan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan, pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, aksi terhadap perubahan iklim, serta penguatan kemitraan multipihak. Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, UNIKOM secara resmi menurunkan mahasiswa peserta KKN Berdampak ke Kecamatan Coblong pada 12 Agustus 2026. Sekitar 569 mahasiswa dilibatkan untuk berkolaborasi secara langsung dengan masyarakat dan berbagai unsur pemerintahan wilayah dalam menjalankan program pengelolaan sampah yang telah disiapkan.

    PIC sekaligus Koordinator Program KKN Berdampak UNIKOM, Dr. Nungki Heriyati, S.S., M.A., menjelaskan bahwa KKN Berdampak merupakan bentuk kolaborasi UNIKOM dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dirancang untuk menghubungkan proses pembelajaran mahasiswa dengan persoalan nyata di masyarakat. “Pada kesempatan ini UNIKOM menerjunkan kurang lebih 569 mahasiswa ke Kecamatan Coblong. Fokus utamanya adalah pengentasan persoalan sampah, khususnya di wilayah Kecamatan Coblong”, jelas Dr. Nungki.

    Para mahasiswa akan berkolaborasi dengan unsur kelurahan, petugas pengelolaan sampah, serta masyarakat di tingkat RW dan RT. Kolaborasi tersebut diarahkan terutama untuk memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah, sekaligus mendampingi masyarakat agar praktik tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.

    KKN Berdampak sebagai Implementasi SDGs

    Pengelolaan sampah yang menjadi fokus KKN Berdampak memiliki keterkaitan langsung dengan sejumlah target pembangunan berkelanjutan. Melalui upaya membangun lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, tertata, dan berkelanjutan, program ini mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities. Edukasi pemilahan sampah dari rumah, pengurangan sampah, pemanfaatan kembali material, serta pengembangan ekonomi sirkular juga sejalan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production.

    Di sisi lain, pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan pemanfaatan kembali material memiliki relevansi dengan upaya mengurangi dampak lingkungan serta mendukung SDG 13: Climate Action. Sementara keterlibatan UNIKOM, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Coblong, kelurahan, RT/RW, masyarakat, serta perangkat daerah terkait mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals.

    Mahasiswa Belajar, Masyarakat Mendapat Dampak

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM sekaligus Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM 2026, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menegaskan bahwa KKN Berdampak merupakan rangkaian pembelajaran yang telah dipersiapkan melalui pembekalan mahasiswa dan survei lapangan sebelum mahasiswa diterjunkan ke masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas. Melalui KKN Berdampak, mahasiswa belajar melihat kondisi nyata di lapangan, berkolaborasi dengan masyarakat, dan mengimplementasikan soft skill yang mereka miliki”, tutur, Prof. Umi.

    Untuk memastikan pelaksanaan KKN berjalan terarah dan terukur, mahasiswa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). UNIKOM juga menyiapkan sistem digital untuk membantu memonitor aktivitas mahasiswa dan DPL di lapangan. Setiap aktivitas mahasiswa akan dicatat melalui sistem, termasuk lokasi, waktu, jenis kegiatan, serta dokumentasi pelaksanaan. Sistem tersebut dirancang untuk membantu memastikan mahasiswa menjalankan aktivitas sesuai program yang telah ditetapkan sekaligus menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi.

    Dari sisi akademik, kegiatan KKN Berdampak juga terintegrasi dengan proses pembelajaran melalui skema rekognisi Satuan Kredit Semester (SKS). Dr. Nungki menjelaskan bahwa secara skema, kegiatan KKN dapat direkognisi hingga maksimal 20 SKS, namun penerapannya disesuaikan dengan kebijakan dan kurikulum masing-masing program studi. “Konversi ke SKS itu kurang lebih maksimal 20 SKS, tetapi nanti bergantung dengan program studi. Ada program studi misalnya Manajemen yang mengambil skema 10 SKS, dan beberapa program studi yang memiliki mata kuliah wajib tetap menjalankan perkuliahan pada satu atau dua mata kuliah”, jelasnya.

    Berangkat dari Persoalan Nyata

    Pengembangan KKN Berdampak UNIKOM dilakukan berdasarkan identifikasi persoalan yang ditemukan di lapangan. Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., selaku dosen FTIK UNIKOM yang terlibat dalam pengembangan KKN Berdampak UNIKOM, menjelaskan bahwa KKN Berdampak diposisikan sebagai sebuah proyek sosial yang dikerjakan secara serius dan terstruktur, bukan sekadar kegiatan administratif perguruan tinggi. “Jadi KKN Berdampak ini sesuatu proyek sosial yang bisa kita kerjakan dengan sungguh-sungguh”, ungkap Dr. Agus. Karena itu, pendekatan yang digunakan bukan sekadar membawa solusi dari kampus ke masyarakat, melainkan dimulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat atau bottom-up approach.

    Dalam konteks pengelolaan sampah, persoalan dipetakan ke dalam tiga bagian, yaitu hulu, tengah, dan hilir. Pada tingkat hulu, persoalan utama yang ditemukan adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. “Problem besarnya adalah di hulu, pemilahan. Sehingga pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan persuasif edukatif,” terang Dr. Agus. Pendekatan tersebut juga dilakukan melalui edukasi, pemberian contoh, pendampingan, dan apresiasi kepada masyarakat yang mulai menerapkan pemilahan sampah.

    “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”

    Untuk memperkuat tata kelola, UNIKOM menyiapkan pendekatan berbasis teknologi melalui sistem pendataan sampah. Tempat sampah terpilah akan dilengkapi kode identifikasi berbasis QR yang dapat dihubungkan dengan aplikasi mobile. Sistem tersebut dirancang untuk menghubungkan tempat sampah dengan rumah atau pemiliknya sehingga aktivitas pengelolaan sampah dapat tercatat secara lebih sistematis.

    Dengan dukungan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem tersebut dirancang untuk membantu mengidentifikasi kondisi tempat sampah, termasuk volume serta karakteristik sampah organik dan non organik. Data yang terkumpul nantinya dapat membantu petugas menentukan prioritas pengangkutan sekaligus memberikan gambaran mengenai produksi sampah di setiap wilayah. Pada tingkat RT, RW, kecamatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH), data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan kebijakan pengelolaan sampah.

    Konsep tersebut dirangkum dalam semangat “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata.” Menurut Dr. Agus, pendekatan berbasis data penting agar kebijakan tidak hanya dibuat berdasarkan asumsi, tetapi berdasarkan kondisi faktual di lapangan. “Kalau perlu menambah orang, kita punya data. Kalau perlu menambah infrastruktur atau alat angkut, kita punya data operasional yang sudah kita miliki,” jelasnya.

    Dari Sampah Menjadi Ekonomi Sirkular

    KKN Berdampak UNIKOM juga membawa pendekatan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah. Sampah organik berpotensi diolah menjadi pakan maggot, sedangkan sampah non organik dapat disalurkan melalui bank sampah maupun dimanfaatkan menjadi berbagai produk bernilai guna. Salah satu contoh yang dipersiapkan adalah pemanfaatan botol bekas menjadi pot tanaman dan bagian dari pengembangan hidroponik. Pemanfaatan tersebut dapat dikolaborasikan dengan program “Buruan Sae” di Kota Bandung.

    UNIKOM juga membuka peluang pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses budidaya, seperti sistem penyiraman dan pemupukan berbasis teknologi. “Target besarnya adalah menurunkan volume sampah per hari per wilayah, menaikkan tingkat kesadaran, lalu menghasilkan manfaat baru. Itu yang kita akan bangun, namanya circular economy”, tutur, Dr. Agus.

    Kecamatan Coblong Dorong Konsistensi hingga Zero Waste

    Camat Coblong, Ratna Rahayu Pitriyati, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNIKOM yang menjadikan Kecamatan Coblong sebagai salah satu lokus pelaksanaan KKN Berdampak. Menurutnya, persoalan sampah merupakan isu strategis di Kota Bandung yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Kehadiran UNIKOM dinilai dapat memperkuat upaya pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat dalam mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif. “Luar biasa apresiasi sebesar-besarnya kepada UNIKOM yang telah menginisiasi kegiatan yang nantinya pasti akan memberikan kontribusi dan dampak yang luar biasa”, tuturnya.

    Ia menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi juga dapat menjadi contoh yang mendorong keterlibatan perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan KKN Berdampak. “Mari kita dukung, mari berkolaborasi, mari bekerja sama dan mari sama-sama menciptakan lingkungan yang bersih, asri, bebas dari sampah”, tegasnya.

    Lebih jauh, Kecamatan Coblong berharap dampak KKN dapat terus berlanjut setelah mahasiswa menyelesaikan programnya. Konsistensi menjadi salah satu output utama yang diharapkan sehingga pemilahan dan pengelolaan sampah dapat berkembang menjadi budaya masyarakat. “Output yang paling kami inginkan adalah konsistensi. Diharapkan nanti terjadi perubahan dalam pengolahan sampah, bahkan menjadi kecamatan zero waste”, pungkasnya

    UNIKOM Bangun Role Model Pengelolaan Lingkungan

    Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan tidak hanya diarahkan kepada masyarakat, tetapi juga dimulai dari internal UNIKOM. Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa UNIKOM tengah memperkuat tata kelola sampah di lingkungan kampus melalui penyediaan fasilitas pemilahan, edukasi, serta upaya membangun kesadaran dan kepatuhan sivitas akademika.

    Di lingkungan UNIKOM, pemilahan diarahkan ke dalam beberapa kategori, yaitu organik, non organik, residu, serta material yang dapat didaur ulang. “UNIKOM harus menjadi role model di internalnya sendiri”, ungkap Dr. Agus. Menurutnya, perubahan perilaku tidak dapat dibangun hanya melalui instruksi. Pendekatan persuasif dan edukatif diperlukan agar pemilahan sampah berkembang dari sekadar kesadaran menjadi kepatuhan dan akhirnya menjadi kebiasaan.

    Kolaborasi untuk Dampak yang Berkelanjutan

    KKN Berdampak 2026 di Kecamatan Coblong menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat memainkan peran strategis dalam menyelesaikan persoalan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa menjadi bagian dari proses perubahan, dosen berperan dalam pendampingan dan penguatan metodologi, pemerintah menyediakan dukungan kebijakan dan koordinasi wilayah, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga keberlanjutan program.

    Bagi mahasiswa, KKN menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, pemecahan masalah, serta kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Sementara itu, bagi pemerintah, kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan tambahan sumber daya, gagasan, pendampingan, serta data yang dapat memperkuat pengambilan kebijakan. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan memberikan pengetahuan, pendampingan, sistem pengelolaan, serta peluang pemanfaatan sampah menjadi sumber daya yang bernilai.

    Pada akhirnya, keberhasilan KKN Berdampak tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diterjunkan atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Dampak yang lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat, berkurangnya volume sampah, tersedianya data, tumbuhnya ekonomi sirkular, serta keberlanjutan sistem yang dibangun setelah program berakhir. Melalui semangat “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”, UNIKOM bersama Kecamatan Coblong berupaya membangun model pengelolaan lingkungan yang menghubungkan pendidikan, teknologi, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif. Dari kampus ke masyarakat, dari sampah menjadi data, dari data menjadi kebijakan, dan dari kolaborasi menjadi dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • UNIKOM Gelar Workshop Kurikulum “Reimagining Curriculum for Artificial Intelligence Era” Perkuat Kurikulum Berbasis OBE Untuk Lahirkan Digital Leaders Berkelas Dunia

    UNIKOM Gelar Workshop Kurikulum “Reimagining Curriculum for Artificial Intelligence Era” Perkuat Kurikulum Berbasis OBE Untuk Lahirkan Digital Leaders Berkelas Dunia

    BANDUNG, UNIKOM — Dalam rangka Dies Natalis ke-26, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masa depan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui workshop bertajuk “26 Years of UNIKOM: Reimagining Curriculum for Artificial Intelligence Era Melahirkan Digital Leaders Berkelas Dunia melalui Kurikulum Masa Depan” yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 17 UNIKOM.

    Workshop yang digagas oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan bersama Tim Ad Hoc Kurikulum UNIKOM tersebut, secara khusus diarahkan untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai filosofi, urgensi, implementasi, dan evaluasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai salah satu fondasi penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Kehadiran seluruh unsur pimpinan, pengelola program studi, dan dosen dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa transformasi kurikulum merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi bagian penting dari arah pengembangan akademik UNIKOM dalam menghadapi era kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, dan Akreditasi Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA, Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., serta Deputi Wakil Rektor IV Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., bersama para dekan, ketua program studi, dan seluruh dosen di lingkungan UNIKOM.

    Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari langkah strategis UNIKOM untuk membangun kesamaan pemahaman dan mindset seluruh sivitas akademika mengenai penerapan kurikulum berbasis OBE. Menurutnya, kurikulum memiliki posisi yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan karena menjadi dasar dalam menentukan bagaimana proses pembelajaran dilaksanakan dan bagaimana kompetensi mahasiswa dibentuk. “Kurikulum adalah jantungnya pendidikan. Dari kurikulum inilah kita menyampaikan kepada masyarakat apa yang menjadi kekuatan dan keunggulan kita. Karena itu, bagaimana kurikulum tersebut disusun dan disajikan menjadi tanggung jawab bersama para pimpinan, dosen, dan seluruh sivitas akademika”, tutur Prof. Umi.

    Ia menjelaskan bahwa pengembangan dan penyempurnaan kurikulum selama ini dilakukan melalui proses di tingkat program studi, kemudian dibawa ke tingkat fakultas untuk mendapatkan masukan dan persetujuan. Berbagai masukan dari pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting agar kurikulum yang dihasilkan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan teknologi.

    Selain itu, Prof. Umi juga menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang saat ini menjadi bagian dari perubahan besar dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kehadiran AI merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga sivitas akademika, khususnya dosen, perlu memiliki kesiapan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya secara tepat dalam proses pendidikan. “Ini adalah era digital. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menghadapinya. Yang penting bukan sekadar menggunakan AI, tetapi bagaimana dosen dapat mengantisipasi dan mengarahkan penggunaannya sehingga daya pikir dan kreativitas mahasiswa tetap berkembang”, jelasnya.

    Menurut Prof. Umi, pemanfaatan AI tidak seharusnya menghilangkan peran dosen maupun kemampuan berpikir mahasiswa. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, adaptif, kolaboratif, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

    Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNIKOM dalam mendukung terwujudnya Campus AI Ready, yaitu lingkungan kampus yang memiliki kesiapan sumber daya manusia, proses pembelajaran, kurikulum, serta ekosistem akademik dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial. Kesiapan tersebut tidak hanya diarahkan pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan sivitas akademika untuk memanfaatkan AI secara bijak, produktif, etis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.

    Dengan demikian, transformasi kurikulum yang dilakukan UNIKOM memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar pembaruan dokumen akademik. Kurikulum diarahkan menjadi instrumen untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu menghubungkan kompetensi akademik, penguasaan teknologi, inovasi, kewirausahaan, dan kebutuhan dunia profesional.

    Lebih lanjut, Prof. Umi menyampaikan bahwa setelah mendapatkan pemahaman mengenai konsep OBE, para dosen dan pengelola program studi akan melanjutkan proses pengembangan terhadap kurikulum yang telah dipersiapkan. Kurikulum tersebut selanjutnya akan dievaluasi dan dikembangkan dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk pihak eksternal, sehingga kurikulum yang dihasilkan benar-benar memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia profesional dan perkembangan teknologi. “Setelah konsep ini diberikan, para dosen akan masuk ke sesi pengembangan untuk mengolah kurikulum yang sudah dipersiapkan. Pada tahap berikutnya, kita akan mengundang pihak eksternal untuk memberikan masukan terhadap kurikulum yang telah disusun”, tambahnya.

    Prof. Umi berharap proses tersebut dapat menghasilkan kurikulum yang mampu menjawab tantangan era digital sekaligus mendukung visi UNIKOM dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing global. Ia menegaskan bahwa ke depan seluruh kurikulum di lingkungan UNIKOM diarahkan untuk mengimplementasikan prinsip OBE. “Tidak boleh ada kurikulum di UNIKOM ke depan yang tidak mengimplementasikan prinsip OBE. Kita ingin melalui kurikulum ini lahir digital leaders berkelas dunia”, demikian pungkasnya.

    Memasuki agenda utama, sesi talkshow diisi oleh narasumber Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE., M.Si., dan Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., dengan dipandu oleh Deputi Wakil Rektor IV UNIKOM, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D selaku moderator. Dalam pengantarnya, Adam Ph.D., menjelaskan bahwa pembahasan mengenai kurikulum pada workshop tersebut memiliki keterkaitan erat dengan agenda transformasi AI yang tengah dikembangkan UNIKOM. “Tema kita hari ini masih berkaitan dengan AI. Kalau sebelumnya kita membahas AI secara umum, sekarang kita masuk ke bagaimana AI ditempatkan dalam kurikulum,” ungkap Adam.

    Adam menjelaskan bahwa rangkaian workshop dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep OBE secara teoritis, tetapi juga mampu melihat bagaimana prinsip tersebut diterapkan secara nyata dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum. Sesi awal difokuskan pada pemahaman filosofis mengenai OBE, termasuk perubahan pola pikir yang diperlukan untuk mengimplementasikannya secara konsisten.

    Menurut Adam Ph.D., OBE tidak dapat dipandang sebatas pemenuhan administrasi akademik. OBE membutuhkan perubahan cara pandang dalam merancang pendidikan, mulai dari menentukan capaian pembelajaran, menyusun proses pembelajaran, memilih metode asesmen, hingga melakukan evaluasi terhadap ketercapaian kompetensi mahasiswa. “OBE itu bukan hanya administrasi. Ada dokumen, ada evaluasi, tetapi yang paling penting adalah mindset. Kalau mindset kita masih menggunakan pola kurikulum lama, maka kita akan kesulitan untuk benar-benar menerapkan OBE”, jelasnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dibagi ke dalam beberapa sesi dengan fokus yang saling melengkapi. Pada sesi pagi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai filosofi dan konsep OBE, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai evaluasi implementasinya. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel yang melibatkan para pengelola program studi dan dosen sesuai dengan fokus pembahasan masing-masing.

    Para kepala dan koordinator program studi diarahkan menuju Ruang 7.010 Lantai 7 UNIKOM untuk mengikuti pembahasan yang lebih terfokus pada kesiapan dan pengembangan kurikulum berbasis OBE, termasuk melihat sejauh mana rancangan kurikulum yang telah disusun memenuhi prinsip OBE. Sementara itu, para dosen melanjutkan kegiatan di Auditorium Lantai 17 UNIKOM dengan pembahasan mengenai implementasi OBE dalam proses pembelajaran.

    Sesi bagi dosen juga diarahkan untuk membahas bagaimana prinsip OBE dapat diimplementasikan dalam menghadapi perubahan ekosistem pendidikan, termasuk perkembangan pembelajaran hibrida dan pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, transformasi kurikulum tidak hanya berhenti pada dokumen akademik, tetapi dapat diterjemahkan secara nyata ke dalam pengalaman belajar mahasiswa. Pembagian sesi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi kurikulum dapat dipahami dari berbagai perspektif, baik dari sisi pengelolaan dan pengembangan kurikulum di tingkat program studi maupun dari sisi implementasinya dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen.

    Pendekatan OBE menjadi salah satu fondasi penting dalam proses tersebut karena menempatkan capaian pembelajaran sebagai orientasi utama pendidikan. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi yang disampaikan kepada mahasiswa, tetapi juga memastikan kompetensi yang ditargetkan benar-benar dapat dicapai dan diukur.

    Melalui momentum Dies Natalis ke-26, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan inovasi dalam pendidikan tinggi. Penguatan kurikulum berbasis OBE, kesiapan menghadapi era AI, serta pengembangan ekosistem digital dan kewirausahaan menjadi bagian dari perjalanan UNIKOM dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan zaman. Melalui workshop tersebut, UNIKOM juga terus berupaya menghadirkan kurikulum masa depan yang adaptif, berorientasi pada capaian pembelajaran, responsif terhadap perkembangan AI, mendukung terwujudnya Campus AI Ready, memperkuat arah Digital Entrepreneurial University, serta mampu melahirkan digital leaders berkelas dunia. (Direktorat Hms & Pro)

  • Kolaborasi Besar Unikom, Aptisi Jabar, Dan Pemprov Jabar: Perguruan Tinggi Swasta Bersatu Tangani Darurat Sampah Melalui Kkn Berdampak

    Kolaborasi Besar Unikom, Aptisi Jabar, Dan Pemprov Jabar: Perguruan Tinggi Swasta Bersatu Tangani Darurat Sampah Melalui Kkn Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 5 Agustus 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Jawa Barat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta Dinas Lingkungan Hidup melalui penyelenggaraan Rencana Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Bersama bertajuk “Penanganan Masalah Lingkungan, Kebersihan, dan Persampahan di Jawa Barat”. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi wadah kolaborasi strategis antara 94 perguruan tinggi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengatasi persoalan lingkungan, meningkatkan pengelolaan kebersihan dan persampahan, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Jawa Barat melalui implementasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berdampak.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, tokoh pemerintah, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Herman Suryatman, Drs., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Wilayah IV Jawa Barat Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., dan para rektor perguruan tinggi anggota APTISI Jawa Barat, perwakilan Pemerintah Kota Bandung, serta berbagai unsur pemerintah. Hal tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

    Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Wilayah IV Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Untuk itu, UNIKOM telah menugaskan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan untuk menyusun mekanisme implementasi PkM, termasuk pengintegrasiannya dengan Satuan Kredit Semester (SKS), sehingga setiap program studi dapat menyesuaikan pelaksanaannya sesuai karakteristik dan capaian pembelajaran masing-masing.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy juga berharap sinergi antara APTISI Jawa Barat, perguruan tinggi swasta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta pemerintah kabupaten dan kota dapat menghasilkan program PkM yang memberikan solusi nyata bagi penanganan kebersihan dan persampahan di Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pemerintah akan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi kebijakan daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

    Sementara itu dalam kesempatan wawancara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi atas inisiatif APTISI Jawa Barat dan UNIKOM dalam membangun kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah. Menurutnya, persoalan sampah yang kini menjadi tantangan serius di Jawa Barat bahkan secara nasional tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix. “Sebagaimana kita ketahui bahwa di Jawa Barat bahkan nasional sudah mengalami darurat sampah dan tentunya ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh pihak secara pentahelix”, tuturnya.

    Ai Saadiyah, S.T., M.T., juga menyampaikan apresiasi atas komitmen APTISI Jawa Barat yang akan menggerakkan dosen dan mahasiswa secara serentak dalam penanganan sampah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dan mendampingi implementasi program tersebut, khususnya melalui gerakan pilah sampah dari rumah sebagai upaya penyelesaian persoalan sampah dari hulu. “Kami sangat mengapresiasi komitmen APTISI yang melibatkan mahasiswa dalam penanganan sampah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dan mendampingi agar gerakan ini mampu menjadi solusi penyelesaian sampah dari hulu sekaligus membangun perubahan perilaku masyarakat menuju Jawa Barat yang lebih bersih dan berkelanjutan”, pungkasnya.

    Agenda utama kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penyusunan rekomendasi yang melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, serta para peserta. Sesi diskusi dipandu oleh Dr. Rini Ayu Susanti, S.E., M.Pd. selaku moderator, serta menghadirkan narasumber Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., Sekretaris APTISI Wilayah IV Jawa Barat, Dr. Supriyadi, S.E., M.Si., dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, S.T., M.T.. Diskusi membahas strategi implementasi KKN Berdampak dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam penanganan kebersihan dan persampahan di Jawa Barat, sekaligus merumuskan berbagai rekomendasi untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, Drs., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan penanganan persoalan sampah hanya dapat dicapai melalui semangat gotong royong atau dalam filosofi budaya Sunda dikenal sebagai sabilulungan. Menurutnya, penyelenggaraan pemerintahan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh unsur pentahelix, termasuk perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa Jawa Barat, khususnya kawasan Bandung Raya, setiap hari menghasilkan sekitar 5.000 ton sampah, dengan sekitar separuhnya merupakan sampah organik yang sebagian besar berasal dari rumah tangga. Oleh karena itu, selain penguatan teknologi pengolahan sampah, diperlukan rekayasa sosial (social engineering) melalui edukasi masyarakat agar perubahan perilaku dimulai dari tingkat rumah tangga.

    Lebih lanjut, Dr. Herman menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong keterlibatan mahasiswa melalui program KKN Berdampak dan Pengabdian kepada Masyarakat yang dikonversi ke dalam 10–20 SKS. Mahasiswa diharapkan turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi warga mengenai pengurangan, pemanfaatan, dan pemilahan sampah sejak dari rumah. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah, tetapi juga menjadi living laboratory bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta soft skills sebagai bekal memasuki dunia kerja. Terakhir, Dr. Herman berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan APTISI Wilayah IV Jawa Barat dapat diperluas ke seluruh perguruan tinggi swasta sehingga mampu menciptakan gerakan bersama yang berkelanjutan dalam mewujudkan Jawa Barat yang lebih bersih dan berwawasan lingkungan.

    Bertolak dari hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa UNIKOM sendiri berkomitmen mendukung implementasi KKN Berdampak sebagai bagian dari penguatan Pengabdian kepada Masyarakat. Pada tahun ini, UNIKOM telah menugaskan 560 mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat. Menurutnya, mahasiswa UNIKOM tidak hanya berperan membantu mengatasi persoalan sampah di lingkungan masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, berkelanjutan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi dan inovasi.

    Melalui kolaborasi tersebut, APTISI Wilayah IV Jawa Barat bersama UNIKOM dan pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan program-program pengabdian yang berkelanjutan, berdampak nyata, serta mendukung terwujudnya Jawa Barat yang lebih bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Hadirkan Kesempatan Emas, Unikom dan Djarum Foundation Gelar Sosialisasi Rekrutmen Beasiswa Djarum Plus 2026 bagi Mahasiswa Berprestasi

    Hadirkan Kesempatan Emas, Unikom dan Djarum Foundation Gelar Sosialisasi Rekrutmen Beasiswa Djarum Plus 2026 bagi Mahasiswa Berprestasi

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya meningkatkan motivasi pendidikan, prestasi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Divisi Beasiswa bekerja sama dengan Djarum Foundation menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Rekrutmen Beasiswa Djarum Plus 2026 pada Selasa, 2 Juni 2026. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM, Kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan sektor swasta dalam mendukung lahirnya generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Melalui program beasiswa ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh dukungan finansial, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan keterampilan diri melalui berbagai program pembinaan dan pelatihan.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., Direktur Kemahasiswaan, Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si, Ph.D., Ketua Divisi Beasiswa, Dr. Linna Ismawati, S.E., M.Si., dan perwakilan Djarum Foundation, Sandy Yudha, serta mahasiswa UNIKOM yang antusias mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap program beasiswa yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga berbagai program pengembangan kapasitas diri.

    Sandy Yudha, selaku perwakilan Djarum Foundation dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan UNIKOM dalam program Sosialisasi Rekrutmen Beasiswa Djarum Plus 2026. Ia menjelaskan bahwa kemitraan dengan UNIKOM berawal dari komunikasi yang terjalin melalui salah satu alumni UNIKOM yang saat ini bergabung dengan Djarum Foundation. Melalui berbagai diskusi dan pertemuan yang telah dilakukan, Djarum Foundation melihat potensi besar yang dimiliki mahasiswa UNIKOM, baik dari sisi jumlah maupun kualitas akademiknya, sehingga UNIKOM resmi menjadi salah satu perguruan tinggi mitra dalam program Beasiswa Djarum Plus mulai tahun 2026.

    Lebih lanjut, Sandy menjelaskan bahwa Beasiswa Djarum Plus merupakan merit-based scholarship atau beasiswa berbasis prestasi yang ditujukan bagi mahasiswa aktif dengan capaian akademik yang baik serta memiliki potensi kepemimpinan dan kontribusi sosial. Selain memperoleh bantuan dana pendidikan sebesar Rp1.000.000 per bulan selama satu tahun, para penerima beasiswa juga akan mendapatkan berbagai program pengembangan diri yang menjadi nilai tambah utama dari program tersebut. “Beasiswa Djarum Plus tidak hanya berbicara mengenai bantuan dana pendidikan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan soft skills, memperluas jejaring nasional, serta membangun karakter kepemimpinan yang kuat. Melalui program ini, para penerima beasiswa akan berinteraksi dan belajar bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia”, tuturnya.

    Selain itu, Sandy memaparkan bahwa para Beswan Djarum akan mengikuti berbagai pelatihan pengembangan diri secara nasional, seperti Character Building, Leadership Development, dan Nation Building. Program-program tersebut dirancang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, komunikasi, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan yang kuat. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara luring di berbagai kota di Indonesia dengan biaya transportasi, akomodasi, dan kebutuhan pelatihan yang sepenuhnya didukung oleh Djarum Foundation.

    Sementara itu pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., M.Si., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh Djarum Foundation kepada mahasiswa UNIKOM melalui program beasiswa tersebut. Beliau menyatakan, “Kami sangat bersyukur atas kehadiran dan dukungan dari Djarum Foundation yang memberikan kesempatan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa UNIKOM. Ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti sekaligus menunjukkan adanya kepercayaan dari masyarakat dan dunia usaha terhadap kualitas mahasiswa UNIKOM. Kami berharap program ini dapat disambut dengan antusias oleh para mahasiswa, khususnya mereka yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik untuk turut mendaftar dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Karena ini merupakan kali pertama kerja sama beasiswa ini dilaksanakan di UNIKOM, kami berharap ke depan kolaborasi yang terjalin tidak hanya terbatas pada pemberian beasiswa, tetapi juga dapat berkembang ke berbagai bentuk kerja sama lainnya. Salah satunya melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dimiliki UNIKOM, di mana lulusan atau karyawan dari lingkungan Djarum dapat melanjutkan pendidikan melalui program Sarjana yang dapat ditempuh dalam dua tahun maupun program Magister dalam satu tahun. Kami berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak”, ungkapnya.

    Memasuki sesi inti, Sandy Yudha memaparkan secara komprehensif mengenai program Beasiswa Djarum Plus, mulai dari persyaratan pendaftaran, tahapan seleksi, manfaat program, hingga berbagai kegiatan pengembangan karakter yang akan diperoleh para penerima beasiswa. Mahasiswa diberikan gambaran mengenai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi akademik, kepemimpinan, komunikasi, serta jejaring profesional yang lebih luas.

    Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan diajukan mahasiswa terkait mekanisme seleksi, kriteria penilaian, hingga pengalaman para penerima beasiswa pada tahun-tahun sebelumnya. Sesi tersebut menjadi ruang diskusi yang memberikan pemahaman lebih mendalam bagi mahasiswa yang berminat mengikuti proses rekrutmen Beasiswa Djarum Plus.

    Melalui penyelenggaraan Sosialisasi Rekrutmen Beasiswa Djarum Plus 2026 tersebut, UNIKOM berharap semakin banyak mahasiswa yang memperoleh informasi yang akurat mengenai peluang beasiswa dan termotivasi untuk terus meningkatkan prestasi serta kapasitas diri. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata komitmen UNIKOM dalam memfasilitasi mahasiswa untuk mengakses berbagai program pengembangan diri yang dapat mendukung kesuksesan akademik maupun profesional di masa depan. (Direktorat Hms & Pro)