Penulis: Hewa Majeed Zangana, Pratiwi Amelia, Senny Luckyardi, Firas Mahmood Mustafa, Shuai Li
DOI: 10.4018/979-8-3373-4862-9.ch011
Abstrak
Kecerdasan buatan (AI) mentransformasi pertanian dengan memungkinkan pertanian presisi, analitik prediktif, dan pengambilan keputusan otomatis, sehingga meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Namun, kemajuan teknologi yang pesat ini menimbulkan tantangan kebijakan dan etika yang kompleks, khususnya terkait tata kelola data, akses yang adil, dampak lingkungan, dan transparansi. Penelitian ini mengeksplorasi kerangka kerja regulasi yang membentuk praktik pertanian berbasis AI dan menekankan peran penting bahasa dalam memfasilitasi transfer pengetahuan yang efektif di antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk petani, pembuat kebijakan, dan peneliti. Dengan menganalisis pendekatan interdisipliner, penelitian ini menyoroti bagaimana kejelasan linguistik dan pertimbangan etika mendasari tata kelola AI yang bertanggung jawab di bidang pertanian, memastikan inovasi melayani kepentingan publik sekaligus mengurangi risiko. Penelitian ini menganjurkan kebijakan komprehensif yang menyeimbangkan inovasi dengan akuntabilitas dan inklusivitas dalam lanskap agriteknologi yang terus berkembang. © 2025, IGI Global Scientific Publishing.
Keywords: Agribisnis; Pertanian; Kecerdasan buatan
Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105011884709