Tag: Tema Hidayah

  • Perkuat Spiritualitas Sivitas Akademika, Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM Gelar Kajian Rutin:  “Anugerah itu Bernama Hidayah”

    Perkuat Spiritualitas Sivitas Akademika, Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM Gelar Kajian Rutin:  “Anugerah itu Bernama Hidayah”

    BANDUNG, UNIKOM – Sebagai upaya penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan sivitas akademika UNIKOM, Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menyelenggarakan kajian rutin yang dilaksanakan setiap minggunya pada hari Jum’at. Pada 23 januari 2026, MT Ashfiyatun Nisa mengangkat tema “Anugerah Itu Bernama Hidayah”, sebagai upaya penguatan nilai-nilai spiritual di lingkungan sivitas akademika UNIKOM. Kegiatan yang digelar secara daring melalui platforms Zoom dan streaming Youtube tersebut menghadirkan Ustadz Dedi Hariadi, Lc. selaku narasumber

    Rangkaian kegiatan kajian diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Tilawah, Lasmanah, S.E., bersama Saritilawah, Christiarini Tri Martiaswati, S.I.Kom., pembacaan ayat suci tersebut menghadirkan suasana khidmat dan menjadi pembuka refleksi spiritual bagi seluruh peserta kajian.

    Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula firman Allah SWT sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 125 “Faman yuridillahu an yahdiyahu yashrah sadrahu lil islaam, wa man yurid an yudillahu yaj’al sadrahu dayyiqan harajan ka’annama yassa’adu fis samaa’. Kadhalika yaj’alullahu ar-rijsa ‘alal ladhina la yu’minun” (Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman). (QS. Al-An’am:125)

    Rangkaian Kajian kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ustadz Dedi Hariadi, Lc. Dalam tausiyahnya, Ustadz Dedi menjelaskan ciri-ciri serta keutamaan orang-orang yang mendapatkan hidayah Allah SWT. Ia menekankan bahwa hidayah tercermin dalam kelapangan hati untuk menerima kebenaran, konsistensi dalam menjalankan perintah agama, serta kesungguhan dalam memperbaiki akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

    Kajian tersebut juga menekankan aspek implementasi nilai hidayah dalam kehidupan sivitas akademika UNIKOM. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan dapat diwujudkan dalam sikap integritas, etos kerja yang jujur dan amanah, serta budaya akademik yang menjunjung tinggi akhlak mulia. Bagi dosen dan tenaga kependidikan, hidayah menjadi landasan dalam menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab. Sementara bagi mahasiswa, hidayah diimplementasikan melalui semangat menuntut ilmu, kedisiplinan, serta perilaku yang mencerminkan karakter insan akademik yang beriman dan berakhlak.

    Melalui kajian rutin tersebut, Majelis Ta’lim Ashfiyatunnisa UNIKOM menunjukan komitmennya untuk terus menjadi wadah pembinaan rohani yang inspiratif, sekaligus memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan sivitas akademika UNIKOM di tengah dinamika kehidupan modern. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UNIKOM dalam menyeimbangkan pengembangan intelektual dan spiritual secara berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)