BANDUNG, UNIKOM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menggelar workshop konten kreatif bertajuk “Level Up Your Content” pada Kamis, 13 Februari 2025. Acara ini berlangsung secara luring di Smart Building UNIKOM lantai 10, ruang 10.010, pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Workshop ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan menciptakan konten berkualitas di era digital. Di zaman di mana konten digital menjadi faktor utama dalam membangun personal branding dan bisnis, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan serta teknik aplikatif kepada peserta.
Acara ini menghadirkan narasumber berpengalaman, M. Febryandhika Fasha R, seorang nominasi TikTok Awards 2018, Brand Ambassador Peer App Indonesia, sekaligus content creator dari Program Studi Manajemen UNIKOM. Dengan pengalaman luas di dunia konten kreatif, Fasha membagikan berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas serta daya tarik konten yang dibuat mahasiswa.
Dalam sesi workshop, Fasha menjelaskan pentingnya memahami target audiens dalam proses kreatif. Peserta diajarkan cara mengidentifikasi segmen pasar yang tepat berdasarkan usia, lokasi, dan preferensi audiens. Selain itu, ia menekankan elemen teknis dalam pembuatan konten, seperti pencahayaan optimal, pemilihan latar belakang yang sesuai, serta tata letak yang menarik. Kualitas suara dan resolusi visual juga menjadi aspek penting dalam menciptakan konten yang lebih profesional.
Fasha juga mengupas pemanfaatan data dan analisis insight untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Peserta diperkenalkan dengan berbagai alat analitik yang dapat digunakan untuk mengevaluasi performa konten dan memperbaiki strategi di masa mendatang. Selain itu, ia menekankan pentingnya konsistensi, kepercayaan diri, dan semangat positif dalam membangun audiens yang loyal.
Workshop ini dihadiri oleh 32 mahasiswa serta jajaran akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKOM, termasuk Assoc. Prof. Dr. Raeni Dwi Santy, S.E., M.Si., CIMA (Kaprodi Manajemen), Assoc. Prof. Dr. Sridewi Anggadini, S.E., M.Si., Ak., CA (Kaprodi Akuntansi S1), Dr. Rizki Zulfikar, S.E., M.Si (Kaprodi D3 Manajemen Pemasaran dan D3 Keuangan dan Perbankan), serta Assoc. Prof. Dr. Wati Aris Astuti, S.E., M.Si., Ak., CA (Kaprodi D3 Akuntansi). Kehadiran para akademisi ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan kreativitas mahasiswa dalam bidang konten digital.
Antusiasme tinggi terlihat dari interaksi aktif peserta yang banyak mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman seputar dunia digital. Salah satu peserta, Rizky, mahasiswa semester 5, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan untuk membangun personal branding di media sosial. Menurutnya, workshop ini memberikan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pembuatan konten sehari-hari.
Selain sesi teori, workshop ini juga menyediakan sesi praktik langsung. Peserta berkesempatan menerapkan teknik pembuatan konten menggunakan perangkat mereka sendiri. Fasha memberikan umpan balik langsung terhadap hasil karya peserta serta berbagi tips untuk meningkatkan kualitas produksi konten mereka. Sesi ini memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga bagi mahasiswa.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan mahasiswa UNIKOM lebih siap dan terampil dalam bersaing di dunia digital, khususnya dalam industri kreatif. Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKOM berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan edukatif yang relevan dengan perkembangan zaman. Ke depan, UNIKOM berencana mengadakan lebih banyak pelatihan dan seminar yang membahas tren digital terkini, guna mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. (Direktorat Hms & Pro).
Bandung, UNIKOM – STIE Bisnis Internasional Indonesia (STIE BII) kembali menggelar Studium Generale dengan tema Navigating the Digital Landscape: Opportunities and Challenges for Virtual Branding and Supply Chains. Acara yang diadakan di Kampus STIE BII, Kabupaten Bekasi ini menghadirkan berbagai pakar akademik dan praktisi yang membahas tantangan serta peluang dalam branding virtual dan rantai pasok berbasis digital.
Prof. Dr. Ir. H. M. Yani Syafei, M.T., CSBA., selaku Kepala STIE BII, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung efisiensi rantai pasok serta membangun strategi branding digital yang kuat. Menurutnya, digitalisasi dalam supply chain dapat meningkatkan transparansi, mengoptimalkan operasional, serta mempercepat proses distribusi barang dan jasa di era globalisasi.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan Abdisamad Abdirahman Omar, Ph.D., Direktur African Institute for Multidisciplinary Studies (AIMS), Somalia, yang juga merupakan dosen di University of Hargeisa, Somalia, serta peneliti di Ankara Haci Bayeam Veri University, Turki. Dalam sesinya, ia membahas bagaimana perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan Blockchain telah mengubah lanskap rantai pasok global. Menurutnya, teknologi ini memberikan transparansi lebih besar dalam alur distribusi barang dan mempercepat proses logistik dengan sistem berbasis data yang lebih akurat.
Lebih lanjut, Abdisamad juga mengulas tantangan dalam branding virtual, terutama bagi bisnis yang ingin membangun kepercayaan pelanggan di dunia digital. Ia menegaskan bahwa citra merek yang kuat harus dibangun dengan strategi komunikasi digital yang efektif, termasuk pemanfaatan media sosial, pemasaran berbasis data, serta personalisasi pengalaman pelanggan.
Para peserta yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang akademik dan industri, yang tertarik untuk memahami bagaimana transformasi digital dapat membantu mereka dalam menghadapi persaingan global. Kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi peserta dalam bentuk e-certificate, networking opportunities, dan pengalaman baru dalam bidang branding digital serta rantai pasok berbasis teknologi.
Dengan terselenggaranya acara ini, STIE BII semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang berkomitmen dalam mengembangkan pemahaman akademik dan industri mengenai tantangan digitalisasi. Studium Generale ini tidak hanya menjadi wadah diskusi ilmiah, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, serta para pelaku industri untuk menciptakan solusi inovatif dalam menghadapi era digital.