Tag: Sri Dewi Anggadini

  • Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa: Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKOM Gelar Kuliah Dosen Tamu Bersama OJK Jawa Barat

    Tingkatkan Literasi Keuangan Mahasiswa: Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKOM Gelar Kuliah Dosen Tamu Bersama OJK Jawa Barat

    BANDUNG, UNIKOM – Dalam upaya memperkuat literasi keuangan serta meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap tata kelola sektor jasa keuangan yang transparan dan berkelanjutan, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dosen Tamu pada Kamis, 11 Juni 2026. Bertempat di Ruang 010.30 Lantai 10 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran OJK Provinsi Jawa Barat dalam Penguatan Literasi Keuangan, Ekonomi Nasional, dan Implementasi Akuntansi yang Transparan dan Berkelanjutan”.

    Kegiatan kuliah dosen tamu tersebut diintegrasikan ke dalam mata kuliah Teori Akuntansi, Akuntansi Syariah, serta Pengantar Ilmu Ekonomi (PIE) Mikro dan Makro yang diampu oleh Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si. Integrasi tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik dengan menghadirkan regulator secara langsung untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Ketua Program Studi D3 Akuntansi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Wati Aris Astuti, S.E., M.Si., Ak., CA., beserta mahasiswa dari mata kuliah terkait yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

    Ketua Program Studi S1 Akuntansi UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Sri Dewi Anggadini, S.E., M.Si., Ak., CA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran OJK Jawa Barat atas kesediaannya berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa, serta kepada dosen pengampu yang telah menginisiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami meminta agar seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya untuk menyerap ilmu langsung dari para regulator keuangan”, demikian tuturnya.

    Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat, Dikdik Kurnia, S.E., M.Si., hadir selaku narasumber, didampingi oleh Asisten Manajer Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK Jawa Barat, Rachmatul Karimah, S.E.

    Dalam pemaparan materinya, Dikdik menjelaskan secara komprehensif mengenai mandat dan tugas pokok OJK sebagai lembaga regulator sekaligus pengawas independen sektor jasa keuangan. Ia menguraikan bagaimana OJK menjalankan fungsi pengawasan yang terintegrasi terhadap berbagai sektor jasa keuangan, meliputi perbankan, pasar modal, industri asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, hingga berbagai lembaga jasa keuangan lainnya. Menurutnya, pengawasan tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan seluruh lembaga jasa keuangan menerapkan tata kelola yang sehat, transparan, dan akuntabel sehingga mampu menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Selain menjelaskan fungsi kelembagaan OJK, Dikdik juga mengajak mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial. Ia mengingatkan pentingnya menghindari fenomena psikologis yang kerap memengaruhi keputusan finansial generasi muda. “Hindari gaya hidup YOLO (You Only Live Once), FOMO (Fear of Missing Out), dan FOPO (Fear of Other People’s Opinion) yang sering kali menjadi akar masalah keuangan anak muda masa kini. “Jangan asal dan jangan abai”, tegasnya. Sebagai langkah preventif terhadap maraknya pinjaman online ilegal, Dikdik turut memperkenalkan rumus “CAMILAN” sebagai panduan menjaga keamanan data pribadi. Mahasiswa diimbau untuk hanya memberikan izin akses pada aplikasi keuangan yang legal terhadap tiga aspek, yaitu CAmera, MIcrophone, dan LANd (Location).

    Antusiasme peserta semakin terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis mengenai peran OJK dalam mengawasi sektor jasa keuangan serta berbagai fenomena yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan literasi keuangan generasi muda. Suasana diskusi semakin produktif ketika dosen pengampu, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., mengajukan pertanyaan mengenai peluang kerja sama antara UNIKOM dan OJK Jawa Barat, khususnya dalam program magang dan penelitian bagi mahasiswa.

    Menanggapi hal tersebut, Rachmatul menyambut baik usulan tersebut. Ia menjelaskan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan program edukasi literasi keuangan yang secara berkelanjutan dilaksanakan OJK Jawa Barat di berbagai perguruan tinggi. Kesamaan visi tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara OJK Jawa Barat dan UNIKOM pada masa mendatang.

    Melalui penyelenggaraan kuliah dosen tamu tersebut, Program Studi Akuntansi UNIKOM berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat dalam bidang akuntansi, tetapi juga mampu meningkatkan literasi keuangan, memahami peran regulator dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, serta menjadi agen edukasi yang dapat memberikan pemahaman keuangan yang baik kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNIKOM dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia profesional dan kebutuhan industri jasa keuangan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Kolaborasi Prodi Akuntansi FEB UNIKOM dan Tim Eduplus UNIKOM Tingkatkan Kompetensi Ai Mahasiswa Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Google AI

    Kolaborasi Prodi Akuntansi FEB UNIKOM dan Tim Eduplus UNIKOM Tingkatkan Kompetensi Ai Mahasiswa Melalui Pelatihan dan Sertifikasi Google AI

    BANDUNG, UNIKOM — Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) berkolaborasi dengan Tim Eduplus UNIKOM menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Why Artificial Intelligence Matters in Accounting” pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 Kampus I UNIKOM. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital di bidang akuntansi melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

    Pelatihan yang berlangsung secara interaktif tersebut menghadirkan narasumber dari Tim Eduplus UNIKOM, yakni Koordinator Eduplus sekaligus Deputi Wakil Rektor, IV, Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., Bella Hardiyana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., serta Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom., Ph.D. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan berbagai implementasi teknologi AI, termasuk pemanfaatan Google AI dalam proses akuntansi modern, mulai dari otomasi pencatatan keuangan, analisis data, hingga pengambilan keputusan bisnis berbasis data.

    Ketua Program Studi Akuntansi FEB UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Sri Dewi Anggadini, S.E., M.Si., Ak., CA., dalam sambutan pembukanya menegaskan pentingnya penguasaan teknologi bagi mahasiswa akuntansi sebagai bekal menghadapi dinamika industri yang terus berkembang. “Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, telah mengubah cara kerja akuntansi secara signifikan. Mahasiswa perlu memahami dan mampu memanfaatkan teknologi ini agar siap menghadapi tantangan industri”, tuturnya.

    Sebanyak 214 peserta yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Akuntansi, dosen, serta tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Hal tersebut tampak dari tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi interaktif yang membahas peluang dan tantangan implementasi AI dalam dunia akuntansi.

    Tidak hanya pelatihan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan ujian sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh Tim Eduplus UNIKOM. Sertifikasi tersebut menjadi bentuk evaluasi sekaligus penguatan kompetensi peserta dalam memahami dan mengimplementasikan teknologi AI secara praktis di bidang akuntansi.

    Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi tersebut, Program Studi Akuntansi FEB UNIKOM menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Diharapkan, mahasiswa Akuntansi UNIKOM memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi era digitalisasi akuntansi serta mampu bersaing di dunia kerja global berbasis teknologi dan data. (Direktorat Hms & Pro)