Tag: smart village

  • Prodi Manajemen Informatika UNIKOM Perkuat Digitalisasi Desa Melalui Kerja sama dengan Pemerintah Desa Lembang

    Prodi Manajemen Informatika UNIKOM Perkuat Digitalisasi Desa Melalui Kerja sama dengan Pemerintah Desa Lembang

    BANDUNG, UNIKOM — Dalam upaya memperkuat transformasi digital di lingkungan pemerintahan desa, Program Studi Manajemen Informatika Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Lembang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada 10 November 2025, bertempat di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

    Dalam kesempatan tersebut, hadir Ketua Program Studi Manajemen Informatika Bella Hardiyana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., Koordinator Kerja Sama, Penelitian, dan Pengabdian, Syahrul Mauluddin, S.Kom., M.Kom., serta Sekretariat Prodi Manajemen Informatika, Neri Fajarwati, S.IP. Kehadiran jajaran Prodi Manajemen Informatika UNIKOM menunjukan komitmen kuat dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan teknologi informasi di tingkat desa.

    Kerja sama Prodi Manajemen Informatika UNIKOM dengan Pemerintah Desa Lembang, bertujuan untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa berbasis digital serta meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat Desa Lembang dalam memanfaatkan teknologi informasi. Melalui program tersebut, mahasiswa Prodi Manajamen Informatika UNIKOM turut diarahkan untuk melakukan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dengan menganalisis kebutuhan lapangan dan merancang sistem informasi yang relevan bagi pemerintahan desa, pelaku UMKM, komunitas, maupun lembaga sosial.

    Inisiatif tersebut juga sejalan dengan visi Desa Lembang, yakni Maju, Agamis, Nyaman, Transparan, Aspiratif, dan Produktif (MANTAP). Digitalisasi menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan desa yang transparan dan produktif melalui layanan publik yang cepat, mudah diakses, dan terintegrasi. Sebagai salah satu desa bersejarah yang telah berdiri sejak 16 Oktober 1882, Desa Lembang menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor desa digital di wilayah Lembang melalui penguatan SDM serta optimalisasi data dan sistem informasi.

    Sekretaris Desa Lembang, Mochamad Taufik, S.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama ini sekaligus mengungkapkan tantangan perjalanan digitalisasi desa yang telah berlangsung sejak 2016. “Program yang lebih nyata diharapkan dapat segera diwujudkan, termasuk pelatihan UMKM sebagai langkah awal. Selama ini, salah satu kendala terbesar adalah belum adanya aplikasi khusus untuk data kependudukan sehingga data masih dikelola secara manual dari berbagai sumber. Ke depan, kami berharap dapat membangun aplikasi data kependudukan yang terpadu dan berkelanjutan dengan dukungan SDM yang terampil”, tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Lembang, H. Dikdik Sadikin, S.I.P., turut menegaskan bahwa meski digitalisasi telah berjalan bertahap, masih terdapat keterbatasan perangkat dan aplikasi. “Saat ini Desa Lembang memiliki website yang dikembangkan relawan desa digital, sementara sebagian aplikasi masih mengandalkan sistem dari pemerintah seperti SISKEUDES dan SIPADES. Kami berencana mendistribusikan laptop ke setiap RW agar pelayanan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat dan efisien tanpa harus datang ke kantor desa”, demikian pungkasnya.

    Sinergi tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mewujudkan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memperkuat ekosistem digital bagi masyarakat Desa Lembang. Melalui kolaborasi tersebut juga, Prodi Manajemen Informatika UNIKOM akan memberikan pendampingan keterampilan dan riset dalam pengembangan sistem informasi, pelatihan literasi digital, serta penguatan kompetensi aparatur desa yang sangat bermanfaat bagi kebutuhan industri.. Kehadiran akademisi diharapkan mampu menjadi katalis dalam mempercepat digitalisasi desa sekaligus menciptakan praktik tata kelola pemerintahan yang efektif dan transparan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Tim PKM-PM “Peka Toksin” UNIKOM Berdayakan Karang Taruna Desa Pamekaran Lewat Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Cegah dan Deteksi Jamur Hitam

    Tim PKM-PM “Peka Toksin” UNIKOM Berdayakan Karang Taruna Desa Pamekaran Lewat Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Cegah dan Deteksi Jamur Hitam

    BANDUNG, UNIKOM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat PKM-PM Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) berhasil melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Peka Toksin” di Desa Pamekaran, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Program PKM tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi mahasiswa UNIKOM dalam menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan edukasi kesehatan lingkungan, khususnya dalam pendeteksian dini jamur hitam (black mold) yang berpotensi membahayakan sistem pernapasan.

    Program PKM “Peka Toksin” lahir dari kepekaan mahasiswa terhadap kondisi lingkungan Desa Pamekaran yang padat dan lembab, hal tersebut menjadi dua faktor yang sangat berisiko terhadap pertumbuhan jamur penghasil mikotoksin. Melalui “Peka Toksin”, tim menghadirkan aplikasi berbasis AI yang mampu membantu masyarakat mengidentifikasi keberadaan jamur hitam secara cepat, sekaligus memperkuat peran Karang Taruna sebagai motor edukasi kesehatan di tingkat komunitas.

    Tim “Peka Toksin” terdiri atas mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika, dengan Ketua Tim Nur Aisah (Sistem Informasi), Rizki Dwi Sya’bana Nugraha (Sistem Informasi), Rizka Dwi Putri Ningsih (Sistem Informasi), Rhadith Eka Erlangga Shaputra (Sistem Informasi), dan Abdul Malik Febrian Zulkifli (Teknik Informatika), didampingi dosen pembimbing, Dr. Hj. Supriyati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA., C.PI., CIAP., AMKI.

    Kegiatan tersebut juga mendapatkan dukungan dari Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si., Ph.D., yang menegaskan bahwa sinergi mahasiswa dan masyarakat merupakan wujud nyata dari visi UNIKOM dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang berdampak langsung. “Program ini adalah bentuk konkret komitmen kami dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi mahasiswa. Terima kasih kepada pemerintah desa dan Karang Taruna Desa Pamekaran atas kolaborasi dan dukungannya,” tuturnya.

    Program “Peka Toksin” didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Hibah PKM-PM Tahun 2025, dan telah berlangsung sejak Juli hingga November 2025. Pelaksanaan program dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahap, antara lain, 1). Tahap Observasi dan Analisis Lapangan (Juli 2025): Tim melakukan observasi lapangan pada 22 Juli untuk memahami kondisi riil masyarakat serta berdiskusi dengan Kepala Desa, Kepala Dusun, dan Karang Taruna. Hasil pengamatan digunakan sebagai dasar perencanaan pelatihan dan sosialisasi. 2). Tahap Pengembangan Teknologi (25–28 Juli 2025); Tim melakukan optimalisasi aplikasi “Peka Toksin” serta instalasi sistem di ponsel kader dan warga percontohan untuk memastikan kesiapan penggunaan. 3). Tahap Sosialisasi dan Pemberdayaan (Agustus 2025). Kegiatan dimulai dengan pembentukan kader Karang Taruna dan penyerahan buku pedoman, disusul demo aplikasi kepada warga pada 18 Agustus, dilanjutkan pelatihan teknis bagi kader pada 23 Agustus.  Program diakhiri dengan pendampingan intensif ke rumah-rumah warga pada 25 Agustus, untuk memastikan para kader mampu menjalankan fungsi edukatif dan deteksi secara mandiri.

    Antusiasme masyarakat Desa Pamekaran menjadi bukti keberhasilan pendekatan partisipatif tim mahasiswa. Iwan Wahyudin, Kepala Dusun Wilayah III, mengungkapkan apresiasinya. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNIKOM. Inovasi ini nyata dan relevan dengan kebutuhan warga. Sosialisasi yang dilakukan membantu kami memahami bahaya jamur hitam dan cara pencegahannya”, demikian ungkapnya.

    Sementara itu, Dini Nurjanah, Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pamekaran, menyebut bahwa program tersebut membawa dampak positif terhadap peningkatan kesadaran warga. “Sebelumnya banyak warga belum mengetahui bahaya jamur hitam. Setelah sosialisasi, mereka menjadi lebih waspada dan paham cara mencegahnya. Kami berharap program ini terus berlanjut,” harap Dini.

    Dukungan juga datang dari Fajar Sumirat, Ketua Karang Taruna Karya Mekar, “Terima kasih kepada Kemdiktisaintek dan UNIKOM atas edukasi yang sangat bermanfaat. Pengetahuan yang kami dapatkan menjadi bekal untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara mandiri”, ungkapnya.

    Lebih dari sekadar proyek teknologi, PKM-PM “Peka Toksin” menjadi contoh integrasi antara inovasi digital dan pemberdayaan sosial. Program tersebut tidak hanya melahirkan aplikasi berbasis AI, tetapi juga memperkuat kapasitas sosial masyarakat desa melalui kaderisasi dan pelatihan berkelanjutan.

    Dr. Hj. Supriyati, berharap, Karang Taruna Desa Pamekaran dapat menjadi pionir dalam menjaga kesehatan lingkungan berbasis teknologi, sekaligus menjadi model penerapan “smart village” berbasis edukasi dan AI bagi desa-desa lain di Indonesia.

    Dengan sinergi antara inovasi mahasiswa, dukungan pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat, UNIKOM kembali membuktikan perannya sebagai kampus yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan berbasis teknologi. (Direktorat Hms & Pro)