Tag: Smart Farming Indonesia

  • Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Penulis: Harun Sujadi, Budiman B, Nunu Nurdiana, Dony Susandi, Elba Ghiffari Fitriasina, Trustorini Handayani

    Abstrak

    Pertanian tradisional dalam budidaya cabai seringkali membutuhkan bantuan dalam memantau kondisi tanaman secara efisien. Petani umumnya menggunakan metode manual untuk mengidentifikasi hama dan menentukan kebutuhan nutrisi tanah, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya cabai dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) untuk deteksi hama daun secara real-time. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem, yang meliputi pengumpulan data, pelatihan model, dan evaluasi kinerja sistem. Hasil uji menunjukkan bahwa teknologi YOLO dapat mengidentifikasi hama dengan akurasi yang cukup tinggi, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan cepat dan tepat. Penerapan pertanian cerdas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian akibat hama, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan sistem pemantauan berbasis YOLO yang dapat mendukung efisiensi budidaya cabai di Indonesia. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci: Pertanian; Tanaman Chili; Penelitian dan pengembangan; Pertanian cerdas; YOLO

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002405701

  • Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Penulis: Finandhita A. ; Maulana H.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042023

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model sistem lingkungan cerdas untuk optimasi di bidang pertanian, yaitu untuk memantau kondisi tanah, air, tingkat polusi, dan cuaca di lahan pertanian. Proses pemantauan dilakukan untuk meningkatkan tingkat produktivitas pertanian. Model ini dapat digunakan untuk membantu petani dalam proses pengambilan keputusan untuk mengolah lahan dan menentukan jenis komoditas yang akan ditanam. Metode yang digunakan untuk mengembangkan model ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa sebuah model. Tingkat polusi yang buruk dan cuaca yang relatif tidak menentu dapat memperburuk produktivitas lahan pertanian. Kondisi ini menyulitkan petani untuk menentukan benih dan pupuk yang tepat untuk digunakan, serta waktu yang tepat untuk memulai periode tanam. Dengan demikian, model ini diharapkan dapat mendukung petani dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian mereka. Model ini dikembangkan sebagai bagian dari implementasi konsep kota cerdas dan internet of things (IoT) yang khusus dalam menciptakan lingkungan cerdas di bidang pertanian. © 2019 IOP Publishing Ltd. Semua hak dilindungi undang-undang.

    Kata kunci terindeks:  Istilah terkontrol teknik (Pengambilan keputusan; Internet of Things; Produktivitas; Perencanaan regional; Pencemaran air) ; Istilah tidak terkontrol teknik (Lahan pertanian; Produktivitas pertanian; Produk pertanian; Proses pengambilan keputusan; Internet of Things (IOT); Proses pemantauan; Periode penanaman; Lingkungan cerdas) ; Judul utama teknik (Benih)

    Artikel ini dapat diakses di: https://www.scopus.com/pages/publications/85075858239

  • Perancangan Smart Portable Farming Kit untuk Budidaya Dalam Ruangan Menggunakan Platform Raspberry Pi

    Perancangan Smart Portable Farming Kit untuk Budidaya Dalam Ruangan Menggunakan Platform Raspberry Pi

    Penulis: Muhammad Izzad Ramli ; Muhammad Azizi Mohd Ariffin ; Zarina Zainol ; Mohd Nazrul Mohd Amin ; Dedeng Hirawan ; Irfan Dwiguna Sumitra ; Nursuriati Jamil

    DOI: 10.47836/pjst.31.4.08

    Abstrak:
    Krisis global dan perubahan iklim telah menyebabkan terjadinya kekurangan pangan yang serius di berbagai belahan dunia. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pertanian mandiri dengan memanfaatkan teknologi pertanian cerdas (smart farming). Produksi pertanian yang cerdas dan efisien melalui penerapan sensor Internet of Things (IoT), big data, dan layanan komputasi awan telah terbukti memberikan manfaat selama satu dekade terakhir, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan pertanian suatu negara atau masyarakat. Oleh karena itu, pertanian mandiri dipandang sebagai solusi yang paling memungkinkan untuk menghindari kelangkaan pangan. Sistem pertanian cerdas mampu memantau dan menjaga parameter pertumbuhan penting, seperti pencahayaan, suhu, dan kelembapan, guna memastikan hasil panen yang optimal. Dalam penelitian ini, diusulkan rancangan Smart Portable Farming Kit yang sederhana, ringan, dan tahan lama untuk ditempatkan di dalam ruangan pada kawasan perkotaan. Prototipe ini menggunakan sistem berbasis Internet of Things (IoT) untuk membudidayakan sayuran berumur pendek dan jamur di wilayah perkotaan dengan keterlibatan pengguna yang minimal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rancangan yang diusulkan memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional, ditunjukkan oleh peningkatan hasil panen jamur. Dengan adanya Smart Portable Farming Kit, pertanian perkotaan menjadi alternatif yang lebih layak untuk meningkatkan ketahanan pangan, serta menjadikan budidaya jamur tiram di kawasan perkotaan lebih mudah dan menguntungkan. © Universiti Putra Malaysia Press.

    Author Keywords:
    Ketahanan pangan; pertanian dalam ruangan; internet of things (IoT); pertanian jarak jauh; komputer papan tunggal; pertanian cerdas; pertanian perkotaan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85164196034?

  • Sistem Pemantauan Pertumbuhan dan Penyiraman Otomatis untuk Tanaman Cabai Berbasis Internet of Things

    Sistem Pemantauan Pertumbuhan dan Penyiraman Otomatis untuk Tanaman Cabai Berbasis Internet of Things

    Penulis: Dzulfikri Hanafi, Rina Mardiati, Toni Prabowo, Cecep Hidayat

    DOI: 10.1109/ICWT52862.2021.9678394

    Abstrak

    Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) di era serba digital ini semakin maju. Peralatan penyiraman tanaman otomatis di masyarakat mulai dibutuhkan mengingat semakin canggihnya teknologi. Pemenuhan kebutuhan yang semakin meningkat ini harus diiringi dengan peningkatan produktivitas budidaya cabai. Dalam penelitian ini, telah dikembangkan sistem pemantauan untuk mengamati pertumbuhan tanaman cabai yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) dengan sumber daya dari panel surya. Pada sistem ini, ditambahkan sensor kelembaban tanah yang berfungsi sebagai sensor pendeteksi kelembaban tanah, yang datanya akan digunakan sebagai variabel untuk sistem penyiraman otomatis. Pemantauan pertumbuhan cabai dilakukan menggunakan sensor ketinggian yang diletakkan di atas tanaman cabai. Berdasarkan hasil pengujian, hasil yang diperoleh untuk pertumbuhan tanaman sangat baik dan kelembapan tanah di bawah 60% yang menyebabkan pompa air menyala dan kemudian data dikirim ke aplikasi Blynk. Adapun tegangan yang diperoleh dari sel surya adalah 12,95 volt. © 2021 IEEE.

    Kata kunci: sensor kelembapan; IoT; sel surya; sensor ultrasonik; otomatisasi penyiraman

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85125303613

  • Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Sistem Pemantauan Tanaman Cabai Menggunakan Teknologi Deteksi Objek YOLO

    Penulis: Harun Sujadi, Budiman B., Dony Susandi, Elba Ghiffari Fitriasina, Trustorini Handayani

    Abstrak

    Pertanian tradisional dalam budidaya cabai seringkali membutuhkan bantuan dalam memantau kondisi tanaman secara efisien. Petani umumnya menggunakan metode manual untuk mengidentifikasi hama dan menentukan kebutuhan nutrisi tanah, yang seringkali tidak akurat dan memakan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya cabai dengan menerapkan teknologi pertanian cerdas menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once) untuk deteksi hama daun secara real-time. Metode yang digunakan adalah pengembangan sistem, yang meliputi pengumpulan data, pelatihan model, dan evaluasi kinerja sistem. Hasil uji menunjukkan bahwa teknologi YOLO dapat mengidentifikasi hama dengan akurasi yang cukup tinggi, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan cepat dan tepat. Penerapan pertanian cerdas diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi kerugian akibat hama, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan sistem pemantauan berbasis YOLO yang dapat mendukung efisiensi budidaya cabai di Indonesia. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Keywords: Pertanian; Tanaman Chili; Penelitian dan pengembangan; Pertanian cerdas; YOLO

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002405701

  • Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Pengembangan Model Sistem Lingkungan Cerdas untuk Optimalisasi Produk Pertanian

    Penulis: Finandhita A., Maulana H.

    DOI: 10.1088/1757-899X/662/4/042023

    Abstrak:

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model sistem lingkungan cerdas untuk optimasi di bidang pertanian, yaitu untuk memantau kondisi tanah, air, tingkat polusi, dan cuaca di lahan pertanian. Proses pemantauan dilakukan untuk meningkatkan tingkat produktivitas pertanian. Model ini dapat digunakan untuk membantu petani dalam proses pengambilan keputusan untuk mengolah lahan dan menentukan jenis komoditas yang akan ditanam. Metode yang digunakan untuk mengembangkan model ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa sebuah model. Tingkat polusi yang buruk dan cuaca yang relatif tidak menentu dapat memperburuk produktivitas lahan pertanian. Kondisi ini menyulitkan petani untuk menentukan benih dan pupuk yang tepat untuk digunakan, serta waktu yang tepat untuk memulai periode tanam. Dengan demikian, model ini diharapkan dapat mendukung petani dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk pertanian mereka. Model ini dikembangkan sebagai bagian dari implementasi konsep kota cerdas dan internet of things (IoT) yang khusus dalam menciptakan lingkungan cerdas di bidang pertanian. © 2019 IOP Publishing Ltd. All rights reserved.

    Keywords: Pengambilan keputusan; Internet of Things; Produktivitas; Perencanaan regional; Pencemaran air

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85075858239

  • Sistem Pemantauan Irigasi Berbasis Internet of Things

    Sistem Pemantauan Irigasi Berbasis Internet of Things

    Penulis:  Eddy Soeryanto Soegoto;  Agis Abhi Rafdhi; Dina Oktafiani; Rizky Jumansyah.

    Abstrak:

    Penelitian ini bertujuan untuk memantau keberlanjutan sistem irigasi melalui aplikasi smartphone. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder, didukung oleh analisis deskriptif kuantitatif dan desain prototipe. Hasil penelitian berupa desain aplikasi yang mudah dipahami dan digunakan dalam kegiatan pemantauan sistem irigasi secara rutin. Berdasarkan desain tersebut, hasil menunjukkan bahwa desain tampilan aplikasi dilengkapi dengan fitur informasi kualitas air, ketinggian air, debit air, dan titik lokasi pintu irigasi. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji kendala-kendala dalam pemantauan irigasi pertanian, sistem irigasi pertanian, dan kebutuhan petani dalam desain aplikasi yang digunakan. Desain aplikasi sistem irigasi ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produksi pertanian untuk mendukung konsep ekonomi hijau di sektor pertanian. © 2022 Taylor’s University. All rights reserved.

    Keywords: IoT; Irigasi; Sistem pemantauan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85136174030