Tag: Sistem Informasi

  • Wujudkan Desa Digital Melalui Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Manajemen Informatika dan Prodi Sistem Informasi UNIKOM Lakukan MOU Bersama Pemerintah Desa Kayuambon

    Wujudkan Desa Digital Melalui Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Manajemen Informatika dan Prodi Sistem Informasi UNIKOM Lakukan MOU Bersama Pemerintah Desa Kayuambon

    BANDUNG, UNIKOM – Selasa, 21 Oktober 2025, Program Studi (Prodi) Manajemen Informatika (MI) dan Sistem Informasi (SI) Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kolaborasi tersebut dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berfokus pada penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Langkah sinergis tersebut menjadi hal yang sebelumnya sudah UNIKOM lakukan dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa, khususnya melalui penerapan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan, layanan publik, dan pemberdayaan masyarakat. Agenda penandatanganan berlangsung di Kantor Desa Kayuambon, dihadiri oleh jajaran pimpinan prodi dan perangkat desa, antara lain: dari Prodi Manajemen Informatika hadir Ketua Program Studi, Bella Hardiyana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., Koordinator Kerja Sama, Penelitian, dan Pengabdian, Syahrul Mauluddin, S.Kom., M.Kom., serta Sekretariat Prodi Neri Fajarwati, S.IP. Sementara dari Prodi Sistem Informasi turut hadir Ketua Program Studi, Dr. Wartika, S.Kom., M.T., Penjamin Mutu Internal Lusi Melian, S.Si., M.T., Pembina Kemahasiswaan, Rangga Sidik, S.Kom., M.Kom., M.Eng., dan Sekretariat Prodi Lela Karlina, A.Md. Sementara dari pihak Pemerintah Desa Kayuambon hadir Kepala Desa, Hari Irawan, bersama Sekretaris Desa, M. Chandra G.

    Ketua Program Studi Manajemen Informatika, Bella Hardiyana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kerja sama tersebut akan membuka ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisis dan pemecahan masalah berbasis teknologi informasi. “Melalui kolaborasi ini, mahasiswa diarahkan untuk terjun langsung ke lapangan, menganalisis kebutuhan masyarakat, dan merancang sistem informasi yang aplikatif bagi lingkungan pemerintahan desa, pelaku UMKM, komunitas, maupun lembaga sosial,” demikian pungkasnya.

    Selain itu, Kepala Desa Kayuambon, Hari Irawan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNIKOM yang turut berkontribusi dalam memajukan digitalisasi di wilayahnya. “Kami menyambut baik kerja sama ini. Harapannya, kolaborasi dengan UNIKOM dapat membantu mengoptimalkan pengelolaan data kependudukan, layanan administrasi, serta sistem informasi desa yang lebih efisien dan terintegrasi,” tuturnya.

    MoU yang berlaku selama lima tahun ini akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program lanjutan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) atau Memorandum of Agreement (MoA). Beberapa program yang direncanakan, antara lain pelatihan literasi digital, pengembangan sistem informasi desa, serta kegiatan proyek dosen dan mahasiswa untuk mendukung kebutuhan teknologi informasi di desa.

    Kolaborasi antara UNIKOM dan Pemerintah Desa Kayuambon diharapkan menjadi model nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis teknologi. Dengan semangat gotong royong antara akademisi dan pemerintah, Desa Kayuambon ditargetkan menjadi Desa Digital yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi di era transformasi digital. (Direktorat Hms & Pro)

  • PKM-KC “NETRANA” UNIKOM Lolos Pendanaan Dikti, Solusi Digital Bagi Tunanetra Dalam Program Dikti Saintek Berdampak

    PKM-KC “NETRANA” UNIKOM Lolos Pendanaan Dikti, Solusi Digital Bagi Tunanetra Dalam Program Dikti Saintek Berdampak

    BANDUNG, UNIKOM — Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di samping pendidikan dan penelitian. Dalam konteks Program Dikti Saintek Berdampak yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), pengabdian ini diarahkan untuk menghadirkan solusi nyata berbasis sains dan teknologi terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Kali ini, Inovasi mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) berhasil lolos pendanaan Kemdiktisaintek 2025 melalui proyek bertajuk “Netrana: Tongkat Teleskopik Berbasis AI dan IoT Terintegrasi Aplikasi Mobile untuk Deteksi Rintangan, Navigasi, dan Keamanan Tunanetra di Ruang Publik.”

    Proyek “Netrana” menjadi jawaban konkret atas pentingnya kesetaraan gender dan perlindungan hak penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Nama Netrana sendiri berasal dari kata Netra yang berarti mata dalam bahasa Sanskerta, melambangkan fungsi vital tongkat tunanetra sebagai “mata kedua” dalam menavigasi dunia.

    Dibimbing oleh Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., dosen dari Program Studi Teknik Informatika, tim ini mengembangkan Netrana sebagai perangkat tongkat teleskopik cerdas yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan aplikasi mobile. Tim penggagas inovasi ini terdiri dari mahasiswa-mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi, yaitu, Ariq Hikari Hidayat (Ketua Tim – Teknik Informatika), Adisya Ainun Fatihah (Teknik Informatika), Rifky Al Mukmin Rachmat (Teknik Informatika), Regia Qolbu Rivita Atmowidjaja (Sistem Informasi)

    “Tujuan utama kami adalah menciptakan alat bantu yang mampu meningkatkan kemandirian tunanetra saat beraktivitas di ruang publik. Netrana tidak hanya mendeteksi rintangan secara otomatis, tapi juga memberikan informasi navigasi dan pelacakan lokasi secara real-time kepada keluarga pengguna,”  ujar Adam selaku dosen pendamping.

    Melalui aplikasi mobile yang terintegrasi, pengguna tunanetra dapat merasakan navigasi yang lebih aman dan nyaman. Sementara keluarga atau pendamping dapat memantau posisi serta menerima notifikasi darurat, sehingga meningkatkan rasa aman.

    Lebih lanjut, Adam menyampaikan harapan besarnya terhadap proyek ini. “Saya berharap kegiatan PKM ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang berdampak langsung pada masyarakat. Netrana diharapkan mampu membantu mengurangi kesenjangan sosial serta mendukung mobilitas tunanetra yang lebih mandiri dan bermartabat.” pungkasnya.

    Keberhasilan “Netrana” lolos pendanaan nasional membuktikan komitmen UNIKOM dalam mendorong inovasi inklusif dan berkelanjutan untuk mendukung program Dikti Saintek Berdampak. Inovasi ini juga tidak hanya menjadi karya teknologi, tetapi juga simbol kepedulian sosial dan kontribusi nyata mahasiswa terhadap kesetaraan hak di ruang publik. (Direktorat Hms & Pro)