Tag: Sistem Informasi Akuntansi AI

  • UNIKOM Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Bidang Sosiologi Pemerintahan dalam Sidang Terbuka Senat, Perkuat Keunggulan Akademik dan Transformasi Digital

    UNIKOM Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Bidang Sosiologi Pemerintahan dalam Sidang Terbuka Senat, Perkuat Keunggulan Akademik dan Transformasi Digital

    BANDUNG, UNIKOM — Sabtu, 14 Februari 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar dua akademisi UNIKOM yaitu Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak., CA., sebagai Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pemerintahan. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi akademik dan marwah keilmuan perguruan tinggi di lingkungan UNIKOM.

    Sidang terbuka senat UNIKOM dipimpin dan dibuka langsung oleh Ketua Senat, Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI JABAR Prof. 3 Prof. H.C. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Guru Besar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia bagi dua akademisi UNIKOM oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.

    Pada kesempatan tersebut, anggota senat, tamu dan undangan menyaksikan tayangan profil dari masing-masing Guru Besar yang memotret kilas perjalanan, kontribusi penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, sebagai rangkaian perjalanan akademik awal berkarya di UNIKOM hingga meraih gelar akademik tertinggi Guru Besar. Setelah itu, kedua Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah sebagai puncak agenda akademik, yang merefleksikan gagasan, temuan, serta kontribusi keilmuan yang telah dikembangkan secara konsisten.

    Dalam orasinya, Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak., CA. memaparkan refleksi perjalanan akademiknya hingga meraih jabatan Guru Besar, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan sistem informasi akuntansi berbasis teknologi artificial intelligence yang dituangkan ke dalam bukunya berjudul “Artificial Intelligence dan Masa Depan Akuntansi”, sebagai fondasi transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola organisasi yang adaptif di era transformasi digital.

    Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., dalam orasi ilmiahnya membahas bukunya yang berjudul “Pemberdayaan Civil Society dalam Kerangka Good Governance di Era Pemerintahan Digital”, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah secara mendasar relasi antara negara, masyarakat sipil, dan sektor privat, sehingga teknologi tidak lagi sekadar instrumen administratif, melainkan struktur sosial yang memengaruhi cara kekuasaan dijalankan dan partisipasi warga dibentuk. Dalam konteks Indonesia, Prof. Dewi menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai pemberdayaan lokal dengan agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, melalui perencanaan partisipatif, kolaborasi multi pihak, dan pengawasan publik dalam sistem pemerintahan digital.

    Rangkaian Kegiatan pengukuhan Guru Besar kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kalung Guru Besar UNIKOM dan penyerahan sertifikat penghargaan oleh Rektor UNIKOM Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik,  Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.,

    Rektor UNIKOM, Prof. 3. Prof. H.C. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan selamat dan sukses kepada kedua Profesor yang telah dikukuhkan. “Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni administratif, melainkan lahirnya energi keilmuan baru bagi institusi. Profesor, menurutnya, adalah simbol integritas akademik sekaligus penggerak transformasi riset agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi berlanjut pada hilirisasi inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Selain itu, Prof. Eddy juga menyoroti masih rendahnya rasio Guru Besar di Indonesia yang berada pada kisaran 3-4 persen dari total dosen nasional, jauh dari target ideal 10 persen menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, kehadiran Guru Besar baru di UNIKOM diharapkan mampu memperkuat kepemimpinan intelektual, membangun budaya riset kolaboratif, serta mendorong lahirnya profesor-profesor berikutnya.

    Lebih lanjut, Prof Eddy menyatakan di bidang Sistem Informasi dan Akuntansi berbasis teknologi, penguatan tata kelola data dan transparansi menjadi fondasi penting ekonomi digital. Sementara dalam Ilmu Pemerintahan, kebijakan berbasis riset dan tata kelola yang baik merupakan kunci kemajuan sosial. Kedua bidang ini dinilai memiliki kontribusi strategis bagi daya saing bangsa.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., juga turut menyampaikan sambutan dan ucapan selamat kepada kedua profesor melalui tayangan video. Dalam pesannya, Dr. Lukman mengapresiasi UNIKOM atas konsistensi dan komitmennya dalam meningkatkan jumlah Guru Besar. Dr. Lukman juga menyebutkan bahwa dari total 317 perguruan tinggi swasta di wilayah pembinaan LLDIKTI Wilayah IV, saat ini baru 63 perguruan tinggi yang memiliki Guru Besar aktif. Dalam konteks tersebut, UNIKOM dinilai sebagai salah satu institusi yang menunjukkan keseriusan dalam pengembangan jabatan akademik tertinggi. Dengan capaian 11 Guru Besar aktif, UNIKOM termasuk di antara perguruan tinggi swasta dengan jumlah profesor terbanyak di wilayah Jawa Barat dan Banten.

    Sejalan dengan hal tersebut Ketua Paguyuban Profesor, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H., dan Ketua Persatuan Guru Besar Indonesia, Prof. Dr. Puwadhi, M.Hum., yang turut hadir dalam barisan senat, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada UNIKOM. Keduanya menegaskan bahwa meraih jabatan Guru Besar bukanlah proses yang mudah, dimana menjadi seorang profesor, menurut mereka memikul tanggung jawab strategis untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan bangsa.

    Pengukuhan Guru Besar UNIKOM tersebut menandai bertambahnya kekuatan akademik UNIKOM dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan dinamika transformasi digital dan perubahan sosial. Dengan komitmen pada riset, inovasi, dan pengabdian, UNIKOM terus memperkokoh perannya sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi yang berdaya saing dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)