Tag: Romo Antonius Jonmedi Tarigan

  • Google Australia Tinjau Implementasi “Campus AI Ready” UNIKOM Perkuat Posisi Unikom Sebagai Kampus Digital

    Google Australia Tinjau Implementasi “Campus AI Ready” UNIKOM Perkuat Posisi Unikom Sebagai Kampus Digital

    BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 23 April 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima kunjungan dari Google Australia dalam rangka meninjau secara langsung implementasi program “Campus AI Ready”. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus menegaskan posisi UNIKOM sebagai kampus berbasis teknologi yang adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

    Dalam kunjungan tersebut, tim Google Australia melakukan peninjauan terhadap fasilitas unggulan UNIKOM, yakni Laboratorium AI UNIKOM x Google Learning Center. Dimana fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara UNIKOM dan Google, serta menjadi satu-satunya kerja sama serupa yang dimiliki oleh perguruan tinggi swasta di Indonesia dalam pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis AI.

    Turut hadir pada kesempatan tersebut, delegasi dari Google yaitu Olivia Husli Basrin selaku Country Lead Google for Education Indonesia beserta tim, mendampingi delegasi dari Google Australia antara lain: Scott Wong sebagai Lead APAC Emerging Markets, Kimberley Hall selaku Asia Pacific Digital Transformation Lead, serta Alex Galland sebagai APAC Digital Transformation Advisor.

    Kehadiran tim Google disambut langsung oleh Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., bersama jajaran pimpinan yaitu Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D., dam tim Eduplus UNIKOM, antara lain: Koordinator Tim Eduplus sekaligus Deputi Wakil Rektor IV Adam Mukharil Bachtiar, S.Kom., M.T., Ph.D., serta anggota tim yaitu Direktur INFRANET, Berny Indrawan, S.T., M.Kom.,  dan Direktur PTDSI, Irfan Dwiguna Sumitra, S.Kom., M.Kom. Ph.D., beserta tim lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, tim Google Australia meninjau secara langsung kondisi dan kesiapan fasilitas di Laboratorium AI UNIKOM. Selain itu, mereka juga memantau aktivitas mahasiswa yang sedang memanfaatkan teknologi dan infrastruktur AI dalam proses pembelajaran. Interaksi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai implementasi konsep “Campus AI Ready”, dimana integrasi teknologi AI tidak hanya sebatas fasilitas, tetapi juga telah digunakan secara aktif dalam kegiatan akademik.

    Dalam kesempatan wawancara, Asia Pacific Digital Transformation Lead, Kimberley Hall menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas dan ekosistem pembelajaran yang dimiliki UNIKOM. Ia mengungkapkan, “Kami memiliki kesempatan luar biasa hari ini untuk mengunjungi UNIKOM dan melihat langsung AI Lab mereka beraksi. Saat memasuki laboratorium, kami menyaksikan mahasiswa yang tengah mengerjakan proyek coding yang sangat berkembang dan kompleks. Hal tersebut menunjukkan tingkat kompetensi yang tinggi di kalangan mahasiswa”, tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa lingkungan belajar yang didukung teknologi mutakhir membuka peluang yang sangat luas bagi mahasiswa. “Melihat ruang dan ekosistem pembelajaran yang luar biasa ini, kemungkinannya benar-benar tidak terbatas, terutama ketika mahasiswa didukung oleh teknologi seperti Gemini dan NotebookLM. Masa depan terlihat sangat cerah dan penuh potensi”, ungkapnya. Selain itu, Kimberly juga menilai bahwa model pengembangan yang diterapkan UNIKOM patut menjadi inspirasi secara global. “Saya sangat terkesan dengan apa yang telah dicapai. Pendekatan seperti yang dilakukan UNIKOM layak untuk direplikasi di berbagai universitas di seluruh dunia. Menciptakan ruang yang aman dan memberdayakan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan mereka adalah hal yang sangat berharga”, pungkasnya.

    Sementara itu, Koordinator Tim Eduplus sekaligus Deputi Wakil Rektor IV, Adam Mukharil Bachtiar S.Kom., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut turut menghasilkan sejumlah masukan strategis dari pihak Google. Ia menjelaskan, “Tim Google Australia menyarankan agar laboratorium ini dapat dibuka lebih luas untuk publik, tidak hanya melayani sivitas akademika UNIKOM, tetapi juga komunitas yang telah bekerja sama dengan kami. Dengan demikian, akan terbentuk ekosistem yang lebih luas, tidak hanya di UNIKOM tetapi juga di lingkungan sekitarnya”, tuturnya.

    Lebih lanjut, Adam Ph.D. menambahkan bahwa UNIKOM tengah menyiapkan berbagai langkah konkret, termasuk pelatihan internal dan sertifikasi internasional. “Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan pelatihan khusus bagi beberapa direktorat dan divisi, serta mengejar sertifikasi bertaraf internasional. Pada akhirnya, seluruh inisiatif ini ditujukan untuk mahasiswa sebagai target utama”, tambahnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur INFRANET UNIKOM, Berny Indrawan, S.T., M.Kom., mengungkapkan bahwa kehadiran Google juga dilatarbelakangi oleh ketertarikan terhadap keberadaan Laboratorium AI di UNIKOM. “Mereka cukup terkejut dengan adanya Lab AI di Indonesia, khususnya di UNIKOM saat ini. Karena itu, mereka ingin melihat lebih jauh bagaimana implementasi teknologi AI, pemanfaatannya, hingga fasilitas ruang yang tersedia,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa kunjungan Google ke UNIKOM juga membuka peluang kerja sama lanjutan. “Ke depan, ada beberapa hal yang akan kami diskusikan bersama, termasuk kemungkinan program-program UNIKOM yang akan melibatkan langsung pihak Google sebagai pengisi atau mitra kolaborasi”, tutupnya.

    Melalui kunjungan Google ke UNIKOM, diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara UNIKOM dan Google dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis teknologi, sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan era transformasi digital global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) UNIKOM Gelar Mentoring Agama Inspiratif: Dorong Penguatan Iman Dan Karakter Mahasiswa

    Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) UNIKOM Gelar Mentoring Agama Inspiratif: Dorong Penguatan Iman Dan Karakter Mahasiswa

    BANDUNG, UNIKOM – Pentingnya integrasi antara iman dan kesehatan mental menjadi kunci dalam membentuk pribadi yang tangguh, berintegritas, serta memiliki keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis dalam kehidupan sehari-hari. Bertolak dari hal tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Komputer Indonesia (KMK UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Mentoring Agama pada Jumat, 10 April 2026. Bertempat di Ruang 4310 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah mahasiswa Katolik yang akan melaksanakan tugas akhir, sebagai bagian dari upaya pembinaan spiritual dan penguatan karakter mahasiswa.

    Romo Antonius Jonmedi Tarigan hadir selaku nara sumber, yang memberikan pembekalan rohani sekaligus refleksi mendalam mengenai kehidupan iman di tengah dinamika akademik. Selain itu, hadir pula Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si, Ph.D., didampingi Pembina KMK UNIKOM, Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR.,  yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Pembina KMK UNIKOM, Dr. Yuni menyampaikan apresiasi mendalam kepada narasumber dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa mentoring agama merupakan bagian penting dalam proses pembinaan mahasiswa, tidak hanya dari sisi spiritual, tetapi juga sebagai salah satu syarat administratif bagi mahasiswa yang akan menempuh sidang akhir. “Terima kasih atas kesediaan Romo untuk hadir dan berbagi pengalaman serta pengetahuan kepada kami, juga kepada seluruh panitia yang membantu. Semoga melalui paparan materi yang diberikan, kami semua mendapatkan pencerahan dan penguatan untuk lebih baik lagi dalam berpikir maupun bersikap, tidak mudah putus asa saat berada dalam tekanan, dan terus berharap pada kerahiman Allah”, demikian tuturnya.

    Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP., M.Si, Ph.D., dalam sambutan pembukanya turut menegaskan pentingnya kegiatan mentoring agama sebagai bagian dari penguatan karakter mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam membentuk sikap, etika, dan tanggung jawab mahasiswa di lingkungan akademik maupun sosial.

    Rangkaian kegiatan mentoring kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Romo Antonius Jonmedi Tarigan dengan mengangkat tema “Mental Resilience: Restorasi dan Navigasi Mahasiswa dalam Menghadapi Burnout, Kecemasan, serta Proses Pemulihan Diri”, disambung dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya menyimak pemaparan, tetapi juga aktif terlibat dalam diskusi dan refleksi bersama. Materi yang disampaikan juga menitikberatkan pada penguatan ketahanan iman, pembentukan integritas pribadi, serta relevansi nilai-nilai ajaran iman Katolik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

    Melalui kegiatan mentoring agama tersebut, KMK UNIKOM berkomitmen menjadi wadah pembinaan yang holistik bagi mahasiswa Katolik, serta berkontribusi dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat. Selain itu, kegiatan mentoring agama tersebut juga menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)