Tag: riset teknik komputer UNIKOM

  • Mesin Penjual Kaos Menggunakan ESP32

    Penulis: Mochamad Fajar Wicaksono; Myrna Dwi Rahmatya; Syahrul Syahrul; Sri Nurhayati
    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396857

    Abstrak
    Pada lokasi-lokasi wisata, cenderamata umumnya hanya dapat ditemukan di tempat-tempat tertentu. Akan tetapi, dengan memanfaatkan mesin penjual otomatis (vending machine), penjualan cenderamata dapat dilakukan di berbagai lokasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan suatu sistem penjualan kaos dengan menggunakan mesin penjual otomatis. Mesin penjual otomatis ini dapat ditempatkan di tempat-tempat wisata, bandar udara, atau terminal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Dari sisi pengguna (client-side), sistem ini dikendalikan menggunakan ESP32. Sementara itu, dari sisi peladen (server-side), sistem diawasi oleh administrator dengan menggunakan aplikasi web. Administrator bertugas untuk memverifikasi pesanan yang masuk melalui aplikasi web dan mengirimkan kode batang (barcode) ke surel pembeli. ESP32 akan menunggu pembeli untuk memindai kode batang pada mesin penjual otomatis. Jika kode batang tersebut valid, ESP32 akan memberitahukan pembeli melalui OLED. Selanjutnya, ESP32 akan mengaktifkan motor DC untuk menjalankan konveyor. Proses pelepasan kaos yang telah selesai dideteksi menggunakan sensor inframerah. ESP32 kemudian memberitahukan peladen bahwa proses telah selesai dilakukan. Pengujian modular dilaksanakan untuk menguji fungsi setiap komponen perangkat. Sementara itu, pengujian menyeluruh dilaksanakan untuk menguji fungsionalitas sistem. Berdasarkan hasil dari kedua pengujian tersebut, Mesin Penjual Otomatis Menggunakan ESP32 ini bekerja 100% sesuai dengan yang diharapkan. Perangkat ini dapat membaca masukan Kode QR, memvalidasi data ke peladen, mengeluarkan kaos sesuai dengan pesanan yang telah divalidasi, serta meminta penghapusan pesanan kepada peladen ketika transaksi telah selesai dilakukan. Dengan adanya perangkat ini, diharapkan dapat membantu para penjual dan memudahkan para wisatawan. © 2023 IEEE.

    Kata kunci penulis
    ESP32; Kode QR; Kaos; Mesin Penjual Otomatis

    Kata kunci terindeks
    Istilah terkendali teknik
    Kode batang; Motor DC; Detektor inframerah
    Istilah tak terkendali teknik
    Sisi pengguna; Motor DC; ESP32; Kode QR; Sisi peladen; Penjualan cenderamata; Kaos; Tempat wisata; Aplikasi web; Aplikasi Web
    Bidang utama teknik
    Penjualan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85185195782

  • Peningkatan Quality of Service pada Computation Offloading dengan Pendekatan Multilayer Berbasis Simulator Pure Edge Sim

    Penulis: Agus Mulyana; Sri Wahjuni; Taufik Djatna; Heru SukocoDOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396945

    Abstrak
    Perangkat Internet of Things (IoT) memiliki keterbatasan sumber daya, yang meliputi kecepatan komputasi mikrokontroler, kapasitas memori, sumber energi baterai, serta beragam kebutuhan komputasi. Arsitektur sistem yang umum digunakan terdiri atas dua lapisan, di mana perangkat IoT terhubung ke cloud untuk mengirimkan data atau menerima perintah dengan bergantung pada koneksi internet yang stabil. Namun, pada lingkungan dengan cakupan dan kestabilan internet yang terbatas, kondisi ini dapat menimbulkan permasalahan yang berpotensi menurunkan Quality of Service (QoS). Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui teknik computation offloading. Pendekatan ini dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik komputasi berdasarkan aturan tertentu untuk menentukan apakah proses komputasi sebaiknya dijalankan pada lapisan perangkat IoT, lapisan edge computing, atau pada cloud computing. Melalui penerapan skema multilayer tiga lapisan, proses computation offloading dapat dioptimalkan secara lebih efektif. Pengujian empiris yang dilakukan menggunakan simulator Pure Edge Sim menunjukkan bahwa integrasi lapisan IoT, Edge, dan Cloud memberikan hasil yang paling optimal dalam meningkatkan QoS. © 2023 IEEE.

    Kata kunci penulis
    computation offloading; internet of things; pendekatan multilayer; pure edge sim; quality of service

    Artikel ini dapat diakses melalui: https://www.scopus.com/pages/publications/85185199021

  • Desain dan Implementasi Sistem Pemantauan dan Pengendalian Suhu dan Kelembaban pada Inkubator Telur Ayam Berbasis IoT

    Penulis: Hidayat, Aditia Dwi Subhana Putra, Mochamad Fajar Wicaksono

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121478

    Abstrak

    Suhu dan kelembaban selama penetasan telur ayam sangat menentukan keberhasilannya. Pembalikan telur yang tidak konsisten menyebabkan perkembangan embrio yang lambat. Jumlah telur dapat memengaruhi suhu dan kelembaban jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem kontrol dan pemantauan berbasis IoT untuk penetasan telur ayam menggunakan ESP32 WROOM, DHT22, ESP32-CAM dan sensor PIR. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Manfaat penelitian adalah memantau nilai suhu dan kelembaban di dalam inkubator dan mengontrol pembalikan telur. ESP32 WROOM 32 digunakan sebagai unit pengolahan data. DHT22 digunakan sebagai sensor suhu dan kelembaban. ESP32-CAM digunakan untuk memantau kondisi telur di dalam inkubator. Sensor PIR digunakan untuk mendeteksi telur yang menetas. Selain itu, motor stepper digunakan untuk memutar rak rol sehingga telur dapat dibalik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu di dalam inkubator dapat distabilkan pada 37°C-39°C. Pembalikan telur dapat dilakukan secara otomatis dan teratur setiap hari. Aplikasi Blynk dapat menampilkan suhu dan kelembaban di dalam inkubator dan melakukan streaming kondisi inkubator. Diharapkan hasil penelitian ini akan meningkatkan kemudahan pengelolaan penetasan telur ayam. © 2024 IEEE.

    Kata kunci penulis

    Aplikasi Blynk; inkubator telur; Internet of Things; sistem pemantauan; suhu dan kelembaban

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015874296

  • Model Pembelajaran Arduino Berbasis Android dengan Implementasi Augmented Reality Multi Marker

    Penulis: John Adler; Selvia Lorena Br Ginting; Mochamad Fajar Wicaksono; Dianto Setiyadi; Yogie Rinaldy Ginting
    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396965

    Abstrak
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pembelajaran interaktif berbasis materi dasar Arduino Uno. Untuk mewujudkan sistem tersebut, digunakan teknologi Augmented Reality yang mampu menjelaskan fungsi setiap pin Arduino Uno beserta penjelasan dari setiap contoh rangkaian dasar yang disediakan. Latar belakang penelitian ini adalah proses pembelajaran Arduino Uno yang sering menyebabkan kerusakan pada papan Arduino maupun komponen yang terhubung dengannya saat proses perakitan rangkaian. Permasalahan ini terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap teori dasar. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality mampu menampilkan objek Arduino dalam bentuk virtual 3D. Agar objek 3D dapat ditampilkan, digunakan marker sebagai penanda setiap objek. Pengenalan Arduino Uno disimulasikan dengan menampilkan visual nyata melalui metode multi marker, yaitu marker utama yang memuat objek 3D rangkaian Arduino serta marker pendukung yang berisi penjelasan rangkaian. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak lagi terbatas pada metode konvensional dan dapat meminimalkan kesalahan pada saat praktik. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah metode waterfall. Metode ini merupakan bagian dari penerapan perancangan sistem dengan target yang terstruktur dan jelas. Berdasarkan hasil pengujian, aplikasi pembelajaran Arduino Uno mampu berjalan dengan baik menggunakan beberapa marker, objek 3D maupun 2D dapat dijalankan pada smartphone, serta pengujian black box dan pembacaan marker dilakukan pada tingkat pencahayaan yang berbeda dan dari berbagai sudut pembacaan. © 2023 IEEE.

    Kata kunci penulis
    arduino; augmented reality; pembelajaran; marker; smartphone

    Artikel ini dapat diakses melalui: https://www.scopus.com/pages/publications/85185201436

  • Penentuan Himpunan Keanggotaan Fuzzy untuk Pengendali Suhu Pengering Biji Kopi Hibrida

    Penulis: Yusrila Kerlooza; Ari RamadhaniDOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10396975

    Abstrak
    Pengolahan pascapanen biji kopi umumnya dilakukan secara tradisional di Indonesia dengan menjemur biji kopi di bawah sinar matahari. Metode ini cenderung menghasilkan mutu biji kopi yang tidak konsisten. Penggunaan pengering berskala industri yang canggih sulit diterapkan di daerah pedesaan karena keterbatasan pasokan listrik atau gas sebagai sumber energi pemanas. Dalam makalah ini dipaparkan perancangan pengendali suhu untuk pengering biji kopi menggunakan metode logika fuzzy. Perangkat ini mengatur suhu di dalam ruang pengering dengan menyesuaikan besar bukaan katup udara panas tanpa mengubah jumlah suplai panas dari elemen pemanas. Dengan pendekatan ini, berbagai sumber panas dapat dimanfaatkan sesuai ketersediaannya di lapangan. Penelitian ini menguji beberapa skenario fungsi keanggotaan fuzzy berupa variasi ukuran bukaan katup, serta mengukur kecepatan respons dan kestabilan masing-masing variasi dalam mencapai suhu yang diinginkan. Berdasarkan model pengering yang dikembangkan, skenario pengendalian paling stabil pada suhu ideal pengeringan biji kopi diperoleh pada penggunaan lima fungsi keanggotaan. Waktu tercepat untuk mencapai set point suhu 40°C dari suhu awal 28°C adalah 10 menit 26 detik, sedangkan waktu penurunan suhu tercepat dari 42°C ke set point yang sama adalah 3 menit 19 detik. © 2023 IEEE.

    Kata kunci penulis
    pengendali logika fuzzy; pengering biji kopi hibrida; pengendali suhu

    Artikel ini dapat diakses di Scopus: https://www.scopus.com/pages/publications/85185198581

  • Sistem Deteksi Gas Buang di Kabin Mobil Berbasis Internet of Things

    Penulis: Dedena Hirawan, Audy Revi Nugraha

    DOI: 10.1109/INCITEST64888.2024.11121491

    Abstrak

    Mengendarai mobil merupakan aktivitas transportasi harian yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini, belum ada fitur pada mobil untuk memeriksa dan memberikan peringatan tentang kualitas udara di dalam kabin. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun sistem deteksi gas buang di kabin mobil dengan menganalisis udara menggunakan sensor MQ-135 dan MQ-7. Penelitian ini menggunakan model prototipe untuk pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras. Model prototipe cukup efektif di setiap tahap, mulai dari tahap pengumpulan data hingga tahap pengujian dan implementasi sistem. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem untuk mendeteksi gas buang di dalam kabin mobil, karena saat ini belum ada fitur pada mobil untuk memantau kualitas udara kabin. Sistem ini menggunakan sensor MQ-135 dan MQ-7 untuk menganalisis kualitas udara dan mendeteksi gas berbahaya seperti Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Amonia (NH3), dan Nitrogen Oksida (NOx), yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Jika kadar gas melebihi batas aman, sistem akan memberikan peringatan dan merekomendasikan untuk membuka jendela guna meningkatkan sirkulasi udara. Tujuannya adalah untuk membantu menjaga kualitas udara yang sehat di dalam kabin mobil, mencegah dampak negatif terhadap kesehatan penumpang, dan memungkinkan pemilik mobil untuk memantau kondisi kendaraan demi penggunaan sehari-hari yang aman. © 2024 IEEE.

    Kata kunci penulis

    Kabin Mobil; Sistem Deteksi; Gas Buang; Internet of Things

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105015892910

  • Perancangan dan Implementasi Infrastruktur Laboratorium Virtual untuk Lomba Kompetensi Siswa Indonesia Menggunakan Cloud Computing

    Penulis: Angga Friyanto; Susmini Indriani Lestariningati

    DOI: 10.1109/INCITEST59455.2023.10397061

    Abstrak
    Indonesia Skill Competition, yang juga dikenal sebagai Lomba Kompetensi Siswa (LKS), merupakan program kompetisi keterampilan bagi siswa vokasi tingkat kelas X–XII. Para siswa berkompetisi dalam berbagai bidang lomba. Pada tahun ajaran 2020 hingga 2022, akibat pandemi COVID-19, panitia merancang sistem inovatif pada bidang IT Network System Administration dengan memanfaatkan cloud computing sebagai pengganti pembatalan kompetisi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan proses perancangan dan implementasi laboratorium virtual berbasis cloud. Peserta dari masing-masing daerah terhubung melalui internet menggunakan akses Virtual Private Network (VPN) menuju infrastruktur komputer dan server yang telah disiapkan oleh panitia sesuai dengan kebutuhan Test Project. Selama kompetisi berlangsung, peserta melakukan konfigurasi atau pengaturan secara langsung pada seluruh server dan komputer yang berada di lingkungan cloud computing. Dengan demikian, meskipun kompetisi dilaksanakan dari provinsi masing-masing, kejujuran dan keadilan tetap terjaga karena peserta menyelesaikan pekerjaan pada infrastruktur cloud yang terpusat di bawah pengawasan panitia pusat.

    Kata kunci: Cloud Computing; IaaS; Laboratorium Virtual

    Artikel ini dapat diakses di:  https://www.scopus.com/pages/publications/85185199477