BANDUNG, UNIKOM — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan riset terapan berbasis teknologi dengan meresmikan Stasiun IoT berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (AIoT) bertajuk AgriSense. Peresmian tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara UNIKOM dan SD Telaga Cendekia yang dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di lingkungan SD Telaga Cendekia, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Bupati Sumedang yang diwakili oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, serta DPRD Kabupaten Sumedang, Wakil Rektor IV UNIKOM Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D., dan dosen UNIKOM, Dr. Agus Mulyana, M.T., bersama para mitra kolaborasi, termasuk Kepala Sekolah SD Telaga Cendekia, Dra. Odah. Peresmian tersebut menjadi momen penting dalam implementasi hasil riset internasional yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga diterapkan langsung di lapangan guna memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
SD Telaga Cendekia sendiri menjadi sekolah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan sistem AIoT untuk pemantauan karbon lingkungan secara langsung. Hal tersebut menjadikan sekolah sebagai living laboratory dalam edukasi berbasis data dan teknologi lingkungan bagi generasi muda. Melalui kerja sama tersebut, diperkenalkan sistem cerdas berbasis AIoT yang mampu memantau karbon tanah serta parameter lingkungan lainnya secara real time. Teknologi tersebut tentunya menjadi langkah maju dalam mendukung pertanian presisi sekaligus menghadirkan pengambilan keputusan yang lebih akurat berbasis data.
Stasiun AIoT AgriSense juga merupakan hasil riset tahun kedua dalam skema internasional e-Asia yang melibatkan kolaborasi global antara UNIKOM dan University of Tokyo, Waseda University, dan Chiang Mai University. Kolaborasi tersebut mencerminkan penguatan jejaring World Class University (WCU) yang mendorong inovasi teknologi berbasis keberlanjutan.
Implementasi teknis dan operasional sistem AgriSense di lapangan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor IV Bidang Digital & ICT, International Program & Center of Excellence UNIKOM, Prof. Ir. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D., bersama dosen Fakultas Teknik UNIKOM sekaligus teknopreneur, Dr. Agus Mulyana, M.T. Keduanya berperan strategis dalam memastikan integrasi teknologi AI dan IoT berjalan optimal serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Teknologi AgriSense dirancang sebagai sistem cerdas untuk pemantauan dan analisis emisi karbon serta parameter lingkungan secara real-time. Implementasinya mencakup area sekolah, lahan pertanian, hingga kawasan permukiman. Sistem tersebut mampu menghasilkan data yang akurat dan cepat, guna mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam pengelolaan lingkungan.
Berdasarkan hasil riset, sektor pertanian dan penggunaan lahan berkontribusi secara signifikan terhadap emisi gas rumah kaca, sehingga dibutuhkan sistem monitoring yang presisi dan berkelanjutan. Dengan demikian, AgriSense hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan tersebut melalui integrasi sensor IoT dan kecerdasan buatan.
Implementasi hasil riset tersebut merupakan bentuk nyata dari kontribusi UNIKOM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-13, yaitu penanganan perubahan iklim. Selain itu, program tersebut turut mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dalam aspek hilirisasi riset dan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan wawancara, Prof. Zainal menyampaikan harapannya, “Semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh dosen UNIKOM untuk bersama-sama berkontribusi dan beraktivitas dalam mendukung pencapaian SDGs, Asta Cita, serta pemenuhan kontrak IKU UNIKOM dengan Kemendiktisaintek, yang semuanya selaras”, tutur Prof. Zainal.
Melalui implementasi tersebut, UNIKOM menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan lingkungan. Ke depan, sistem AgriSense diharapkan dapat direplikasi di berbagai wilayah sebagai bagian dari transformasi menuju ekosistem cerdas dan berkelanjutan di Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)