Tag: Rektor UNIKOM Prof Eddy Soeryanto

  • UNIKOM Bersama Direktur Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Lakukan Audiensi Strategis : Inisiasi Paguyuban Perguruan Tinggi Berbasis Kursus Untuk Perluas Akses Pendidikan

    UNIKOM Bersama Direktur Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Lakukan Audiensi Strategis : Inisiasi Paguyuban Perguruan Tinggi Berbasis Kursus Untuk Perluas Akses Pendidikan

    BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 12 Maret 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menerima kunjungan audiensi strategis dari Direktur Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta jajaran pimpinan perguruan tinggi dalam upaya memperkuat transformasi lembaga kursus menjadi institusi pendidikan tinggi, bertempat di Ruang Rektor Lantai 15 Smart Building UNIKOM.

    Dalam kesempatan wawancara, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi nasional melalui pembentukan sebuah paguyuban yang mewadahi perguruan tinggi yang berawal dari lembaga kursus dan pelatihan (LKP). Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarinstitusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas akses bagi masyarakat. “UNIKOM sendiri merupakan contoh nyata transformasi dari lembaga kursus (LPK) yang kemudian berkembang menjadi STMIK dan STIE, hingga akhirnya bertransformasi menjadi universitas. Model ini ternyata banyak terjadi di Indonesia dan jumlahnya tidak sedikit”, ungkap Prof. Eddy.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy menjelaskan bahwa pembentukan paguyuban tersebut bertujuan untuk merangkul berbagai perguruan tinggi berbasis kursus agar dapat bersinergi, khususnya dalam memanfaatkan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini dinilai strategis dalam memberikan kesempatan bagi alumni kursus, baik yang telah berusia maupun lulusan baru, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Sebagian besar peserta kursus berasal dari latar belakang yang memiliki keterbatasan untuk mengakses pendidikan tinggi. Melalui RPL, mereka dapat diarahkan dan difasilitasi untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi, termasuk di UNIKOM maupun institusi lainnya”, tuturnya. Diakhir pernyataannya, Prof. Eddy menyampaikan UNIKOM telah membuka jalur RPL pada Tahun Akademik 2026/2027 ini dengan menyambut baik kebijakan pemerintah dalam mendukung perluasan akses pendidikan tinggi melalui skema tersebut.

    Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Alamat Kantor Kompleks Kemendikdasmen, Dr. Yaya Sutarya, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan untuk mengajak UNIKOM berpartisipasi dalam pembentukan forum nasional yang akan menjadi wadah aspirasi bagi alumni LKP yang telah bertransformasi menjadi perguruan tinggi maupun politeknik. “Kami ingin membangun sebuah forum yang mampu menampung dan memperjuangkan kepentingan para alumni LKP, baik dari sisi pengembangan kelembagaan, peserta didik, hingga sistem pengelolaannya”, tutur Dr. Yaya.

    Dr. Yaya juga menekankan bahwa UNIKOM dipilih sebagai mitra strategis karena rekam jejaknya yang inspiratif dalam bertransformasi dari lembaga kursus kecil hingga menjadi perguruan tinggi unggul yang menyelenggarakan pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktoral. “Pengalaman UNIKOM menjadi contoh konkret keberhasilan transformasi LKP menjadi perguruan tinggi. Oleh karena itu, kami berharap kolaborasi ini dapat berjalan secara masif dan berdampak luas bagi pengembangan pendidikan di Indonesia”, tambahnya.

    Melalui inisiatif pembentukan paguyuban dan optimalisasi program RPL, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan peningkatan kualitas sumber daya manusia di era modern. (Direktorat Hms & Pro)

  • Sinergi Teknologi untuk Pertahanan Modern: UNIKOM dan PUSSENARMED Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    Sinergi Teknologi untuk Pertahanan Modern: UNIKOM dan PUSSENARMED Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    BANDUNG, UNIKOM — Di tengah gempuran teknologi dalam era perang modern, dinamika pertahanan tidak lagi bertumpu pada kekuatan fisik semata, melainkan pada keunggulan inovasi dan penguasaan teknologi canggih. Perkembangan pesat dalam bidang seperti Artificial Intelligence, sistem drone, hingga teknologi siber telah mengubah lanskap peperangan menjadi lebih kompleks, cepat, dan berbasis data. Dalam konteks tersebut, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) bersama Pusat Kesenjataan Artileri Medan (PUSSENARMED), melakukan kerja sama melalui kegiatan audiensi dan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) pada Kamis, 2 April 2026.

    Bertempat di Grand Meeting Lantai 15 Smart Building UNIKOM, Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., hadir didampingi jajaran Wakil Rektor UNIKOM, Para Dekan di lingkungan UNIKOM, Direktur INFRANET UNIKOM serta Ketua Divisi Kerja sama UNIKOM. Sementara rombongan dari PUSSENARMED dipimpin oleh Mayor Jenderal TNI Budi Eko Mulyono, S.Sos., M.Han., CHRMP., beserta jajaran. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dengan institusi pertahanan negara, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan sektor pertahanan dalam menjawab tantangan era digital. Prof. Eddy menyampaikan, “Pada kesempatan ini kita mendapatkan kunjungan kehormatan dari ARMED, yaitu Mayor Jenderal Budi beserta jajaran. UNIKOM sendiri memiliki direktorat dan divisi yang berkaitan dengan bidang robotika, roket, digital & ICT, serta Artificial Intelligence. Ini akan kita kolaborasikan agar dapat membentuk sistem yang semakin canggih”, tutur Prof. Eddy.

    Lebih lanjut, Prof. Eddy juga menegaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah dalam pengembangan sumber daya manusia serta inovasi teknologi pertahanan nasional. “Kami ingin berbagi dan membantu agar ARMED dapat menciptakan teknologi-teknologi baru yang dapat diterapkan dalam sistem kesenjataan, sekaligus mengharumkan nama bangsa Indonesia,” tambah Prof. Eddy.

    Sementara itu, Komandan PUSSENARMED, Mayor Jenderal TNI Budi Eko Mulyono, S.Sos., M.Han., CHRMP., dalam sambutannya menegaskan urgensi kerja sama ini dalam mendukung modernisasi sistem pertahanan negara. “Pada kesempatan ini kami PUSSENARMED melakukan kerja sama dengan UNIKOM. Intinya, kami ingin teknologi yang dimiliki oleh UNIKOM dapat ditransfer ke lingkungan kami untuk membantu tugas-tugas dalam melaksanakan pertahanan negara. Bentuk kerja samanya mengikuti pola Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian, pengajaran dalam bentuk pertukaran pendidik, serta pengabdian kepada masyarakat”, demikian ungkapnya.

    Lebih lanjut, Mayjen TNI Budi menjelaskan bahwa kerja sama tersebut juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan transformasi teknologi di lingkungan militer, dari sistem manual menuju sistem modern yang lebih canggih dan terintegrasi. Dalam audiensi yang berlangsung, sejumlah poin strategis turut dibahas, diantaranya: transformasi teknologi pertahanan dari sistem konvensional (manual) menuju teknologi modern berbasis digital yang lebih efektif dan presisi, perkembangan perang modern yang kini semakin mengandalkan teknologi seperti drone, rudal, dan sistem otomatis lainnya, kolaborasi dengan UNIKOM dalam pengembangan teknologi yang adaptif terhadap dinamika peperangan modern yang semakin kompleks, penelitian bersama dalam penciptaan dan pengembangan sistem persenjataan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan robotika, peran UNIKOM sebagai mitra strategis dalam memfasilitasi riset, pengembangan, serta implementasi teknologi tersebut secara nyata di lingkungan PUSSENARMED.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara kedua belah pihak sebagai bentuk komitmen resmi kerja sama strategis dan diikuti dengan sesi audiensi interaktif. Pada kegiatan tersebut, rombongan dari PUSSENARMED juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Laboratorium Artificial Intelligence UNIKOM x GOOGLE “AI Learning Center” guna melihat langsung inovasi teknologi yang dikembangkan.

    Melalui kerja sama antara UNIKOM dengan PUSSENARMED, UNIKOM semakin mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan inovatif, serta berkontribusi aktif dalam mendukung pengembangan teknologi pertahanan nasional yang modern, mandiri, dan berdaya saing global. (Direktorat Hms & Pro).

  • HARMONI UNIKOM DALAM HALAL BIHALAL IDUL FITRI 1447 H:                    SUCIKAN DIRI, SATUKAN LANGKAH MENUJU UNIVERSITAS                                       KELAS DUNIA YANG BERINTEGRITAS

    HARMONI UNIKOM DALAM HALAL BIHALAL IDUL FITRI 1447 H: SUCIKAN DIRI, SATUKAN LANGKAH MENUJU UNIVERSITAS KELAS DUNIA YANG BERINTEGRITAS

    BANDUNG, UNIKOM — Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan pasca-Ramadan, Universitas Komputer Indonesia melaksanakan kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah pada Selasa, 31 Maret 2026, dengan mengusung tema “Harmoni UNIKOM: Sucikan Diri, Satukan Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia yang Berintegritas”.Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., hadir didampingi Pembina Yayasan Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK) Dra. Hj. Ani Astuti, S.E., beserta jajaran Wakil Rektor, para Dekan, Direktur, Ketua Program Studi, dosen, dan seluruh sivitas akademika UNIKOM. Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan BNI Kantor Cabang/Wilayah Dago. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, momentum Halal Bihalal menjadi wadah strategis untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan kampus.Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3 Prof. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh sivitas akademika UNIKOM untuk turut mendoakan kesehatan Ketua Yayasan IPTEK, Hj. Lasmaya Oli’i yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit, semoga diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Prof. Eddy berharap doa dari seluruh keluarga besar UNIKOM dapat menjadi kekuatan serta membawa kesembuhan bagi Ibunda.Lebih lanjut ia menyampaikan refleksi perjalanan panjang UNIKOM sejak berdirinya pada 8 Agustus 2000 hingga saat ini. “Perjalanan panjang ini tentunya tidak terlepas dari kontribusi dan kerja keras seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta dukungan berbagai pihak. Berbagai capaian, termasuk peningkatan akreditasi program studi dan pengakuan di tingkat internasional, merupakan hasil sinergi yang telah dibangun bersama”, ungkap Prof. Eddy.Dalam konteks Halal Bihalal, Prof. Eddy menekankan pentingnya menjadikan momentum pasca-Ramadan sebagai titik awal untuk memperkuat nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian yang telah dibangun selama bulan suci dan menyebutkan bahwa pengalaman menjalankan ibadah puasa, mulai dari sahur, berbuka, hingga ibadah bersama keluarga, menjadi proses pembentukan karakter yang harus terus dijaga.Menutup sambutannya, Rektor UNIKOM menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh hadirin. “Melalui Halal Bihalal ini, kami berharap silaturahmi yang telah terjalin dapat semakin erat, serta menjadi fondasi dalam membangun UNIKOM yang lebih maju, unggul, dan berdaya saing menuju Universitas Kelas Dunia”, demikian pungkasnya.Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiah dan doa bersama yang disampaikan oleh narasumber, KH. Drs. Yayat Ruhiyat Ar-Rasyid. Ia menegaskan bahwa hakikat kesuksesan sejati terletak pada tiga hal utama: kebermanfaatan, ketenangan jiwa, dan kebersamaan. Seseorang dinilai sukses bukan dari seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari sejauh mana kehadirannya memberi manfaat bagi orang lain (being more), meninggalkan jejak kebaikan, serta melahirkan generasi yang lebih unggul.KH. Yayat menjelaskan bahwa kesuksesan juga tercermin dari ketenangan hati yang lahir dari kedekatan dengan Allah SWT, sehingga tidak mudah diliputi kekhawatiran terhadap hal-hal yang belum terjadi. Pada akhirnya, keberhasilan hidup tidak dapat diraih secara individu, melainkan melalui kolaborasi dan sinergi, di mana setiap peran memiliki arti penting dalam mencapai tujuan bersama. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan UNIKOM sebagai kampus berkelas dunia tidak terlepas dari sosok pemimpin yang memiliki nilai spiritual kuat, khususnya dalam berbakti kepada orang tua dan memuliakan Ibu. Nilai ini menjadi fondasi keberkahan dalam kepemimpinan, yang kemudian berdampak pada kemajuan institusi.Puncak dari rangkaian acara ditandai dengan sesi Halal Bihalal antara pimpinan, dosen, dan Tenaga Kependidikan, yang berlangsung dalam suasana hangat penuh kekeluargaan. Tradisi saling bersalaman dan bermaafan mencerminkan nilai luhur Idul Fitri sebagai sarana rekonsiliasi dan penguatan hubungan interpersonal di lingkungan kampus.Melalui kegiatan Halal Bihalal ini, UNIKOM tidak hanya memperkuat silaturahmi internal, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun budaya organisasi yang harmonis, inklusif, dan berintegritas. Diharapkan, semangat kebersamaan yang terbangun dapat menjadi energi positif dalam mendorong UNIKOM menuju universitas kelas dunia yang adaptif dan kolaboratif. (Direktorat Hms & Pro)

  • Harmoni UNIKOM: Sucikan Diri, Satukan Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia yang Berintegritas

    Harmoni UNIKOM: Sucikan Diri, Satukan Langkah Menuju Universitas Kelas Dunia yang Berintegritas

    UNIKOM telah menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal 1447 H yang bertempat di Auditorium Lantai 17, Smart Building UNIKOM pada Selasa, 31 Maret 2026. ​Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan.

    Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, MT., menyampaikan harapannya agar momentum silaturahmi ini dapat mempererat hubungan antar elemen universitas untuk bersama-sama memajukan UNIKOM menjadi perguruan tinggi unggul di kancah internasional. ​Turut hadir sebagai narasumber, KH. Drs. Yayat Ruhiyat Ar-Rasyid (Ketua Pembina & Founder Yayasan Aksara Qur’an Ar-Rasyid), yang memberikan tausiyah mengenai pentingnya memadukan IPTEK dan IMTAK dalam dunia akademisi.

    Segenap pimpinan dan sivitas akademika UNIKOM mengucapkan:
    Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Shiyamana Wa Shiyamakum.
    Selamat Hari Raya Idulfitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin. 🙏

    ​#UNIKOM #DiktiSaintekBerdampak #HalalBihalal1447H #IdulFitri #SivitasAkademikaUNIKOM

  • UNIKOM Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Bidang Sosiologi Pemerintahan dalam Sidang Terbuka Senat, Perkuat Keunggulan Akademik dan Transformasi Digital

    UNIKOM Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Bidang Sosiologi Pemerintahan dalam Sidang Terbuka Senat, Perkuat Keunggulan Akademik dan Transformasi Digital

    BANDUNG, UNIKOM — Sabtu, 14 Februari 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar dua akademisi UNIKOM yaitu Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak., CA., sebagai Guru Besar Bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Pemerintahan. Bertempat di Auditorium Lantai 17 Smart Building UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap tradisi akademik dan marwah keilmuan perguruan tinggi di lingkungan UNIKOM.

    Sidang terbuka senat UNIKOM dipimpin dan dibuka langsung oleh Ketua Senat, Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI JABAR Prof. 3 Prof. H.C. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Guru Besar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia bagi dua akademisi UNIKOM oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.

    Pada kesempatan tersebut, anggota senat, tamu dan undangan menyaksikan tayangan profil dari masing-masing Guru Besar yang memotret kilas perjalanan, kontribusi penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, sebagai rangkaian perjalanan akademik awal berkarya di UNIKOM hingga meraih gelar akademik tertinggi Guru Besar. Setelah itu, kedua Guru Besar menyampaikan orasi ilmiah sebagai puncak agenda akademik, yang merefleksikan gagasan, temuan, serta kontribusi keilmuan yang telah dikembangkan secara konsisten.

    Dalam orasinya, Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., Ak., CA. memaparkan refleksi perjalanan akademiknya hingga meraih jabatan Guru Besar, sekaligus menegaskan pentingnya penguatan sistem informasi akuntansi berbasis teknologi artificial intelligence yang dituangkan ke dalam bukunya berjudul “Artificial Intelligence dan Masa Depan Akuntansi”, sebagai fondasi transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola organisasi yang adaptif di era transformasi digital.

    Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., dalam orasi ilmiahnya membahas bukunya yang berjudul “Pemberdayaan Civil Society dalam Kerangka Good Governance di Era Pemerintahan Digital”, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah secara mendasar relasi antara negara, masyarakat sipil, dan sektor privat, sehingga teknologi tidak lagi sekadar instrumen administratif, melainkan struktur sosial yang memengaruhi cara kekuasaan dijalankan dan partisipasi warga dibentuk. Dalam konteks Indonesia, Prof. Dewi menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai pemberdayaan lokal dengan agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, melalui perencanaan partisipatif, kolaborasi multi pihak, dan pengawasan publik dalam sistem pemerintahan digital.

    Rangkaian Kegiatan pengukuhan Guru Besar kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kalung Guru Besar UNIKOM dan penyerahan sertifikat penghargaan oleh Rektor UNIKOM Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik,  Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si.,

    Rektor UNIKOM, Prof. 3. Prof. H.C. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan selamat dan sukses kepada kedua Profesor yang telah dikukuhkan. “Pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni administratif, melainkan lahirnya energi keilmuan baru bagi institusi. Profesor, menurutnya, adalah simbol integritas akademik sekaligus penggerak transformasi riset agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi berlanjut pada hilirisasi inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Selain itu, Prof. Eddy juga menyoroti masih rendahnya rasio Guru Besar di Indonesia yang berada pada kisaran 3-4 persen dari total dosen nasional, jauh dari target ideal 10 persen menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, kehadiran Guru Besar baru di UNIKOM diharapkan mampu memperkuat kepemimpinan intelektual, membangun budaya riset kolaboratif, serta mendorong lahirnya profesor-profesor berikutnya.

    Lebih lanjut, Prof Eddy menyatakan di bidang Sistem Informasi dan Akuntansi berbasis teknologi, penguatan tata kelola data dan transparansi menjadi fondasi penting ekonomi digital. Sementara dalam Ilmu Pemerintahan, kebijakan berbasis riset dan tata kelola yang baik merupakan kunci kemajuan sosial. Kedua bidang ini dinilai memiliki kontribusi strategis bagi daya saing bangsa.

    Pada kesempatan tersebut, Ketua LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., juga turut menyampaikan sambutan dan ucapan selamat kepada kedua profesor melalui tayangan video. Dalam pesannya, Dr. Lukman mengapresiasi UNIKOM atas konsistensi dan komitmennya dalam meningkatkan jumlah Guru Besar. Dr. Lukman juga menyebutkan bahwa dari total 317 perguruan tinggi swasta di wilayah pembinaan LLDIKTI Wilayah IV, saat ini baru 63 perguruan tinggi yang memiliki Guru Besar aktif. Dalam konteks tersebut, UNIKOM dinilai sebagai salah satu institusi yang menunjukkan keseriusan dalam pengembangan jabatan akademik tertinggi. Dengan capaian 11 Guru Besar aktif, UNIKOM termasuk di antara perguruan tinggi swasta dengan jumlah profesor terbanyak di wilayah Jawa Barat dan Banten.

    Sejalan dengan hal tersebut Ketua Paguyuban Profesor, Prof. Dr. Edi Setiadi, S.H., M.H., dan Ketua Persatuan Guru Besar Indonesia, Prof. Dr. Puwadhi, M.Hum., yang turut hadir dalam barisan senat, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada UNIKOM. Keduanya menegaskan bahwa meraih jabatan Guru Besar bukanlah proses yang mudah, dimana menjadi seorang profesor, menurut mereka memikul tanggung jawab strategis untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan bangsa.

    Pengukuhan Guru Besar UNIKOM tersebut menandai bertambahnya kekuatan akademik UNIKOM dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan dinamika transformasi digital dan perubahan sosial. Dengan komitmen pada riset, inovasi, dan pengabdian, UNIKOM terus memperkokoh perannya sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi yang berdaya saing dan berdampak bagi pembangunan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

  • Ketua APTISI Jawa Barat Sekaligus Rektor UNIKOM Tandatangani MOU dengan KEMENKUM KANWIL JABAR dan PT POS Regional 3 Bandung PADA Prosesi Pelantikan APTISI JABAR

    Ketua APTISI Jawa Barat Sekaligus Rektor UNIKOM Tandatangani MOU dengan KEMENKUM KANWIL JABAR dan PT POS Regional 3 Bandung PADA Prosesi Pelantikan APTISI JABAR

    BANDUNG, UNIKOM — Momentum pelantikan pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Jawa Barat periode 2025–2030 pada Rabu, 11 Februari 2026 di Bandung Convention Center tidak hanya menjadi ajang pengukuhan kepengurusan baru, tetapi juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Kantor Wilayah Jawa Barat dan PT Pos Indonesia Regional 3 Bandung.

    Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua APTISI Jawa Barat periode 2025-2030, sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., bersama Ketua Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Hemawati BR Pandia, A.Md., IP., S.H., M.M., serta Executive Vice President Regional 3 Bandung PT Pos Indonesia, Ryan Sahariany Syam. Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis antara perguruan tinggi swasta, pemerintah, dan BUMN.

    Kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat difokuskan pada pendampingan aspek hukum kelembagaan, peningkatan literasi hukum bagi sivitas akademika, serta penguatan perlindungan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi swasta. Melalui kemitraan ini, PTS diharapkan semakin tertib administrasi dan akuntabel serta memiliki daya saing berbasis kepastian hukum.

    Sementara itu, kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Regional 3 Bandung diarahkan pada pengembangan layanan logistik dan distribusi dokumen akademik, serta dukungan terhadap transformasi layanan berbasis digital. Sinergi ini membuka peluang integrasi sistem layanan kampus dengan jaringan distribusi nasional yang dimiliki PT Pos Indonesia guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan jangkauan pelayanan kepada mahasiswa maupun mitra institusi.

    Ketua APTISI Jawa Barat sekaligus Rektor UNIKOM, Prof. Eddy, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi swasta yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan regulasi serta percepatan transformasi digital. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mutu tata kelola dan pelayanan institusi.

    Melalui penandatanganan MoU tersebut, APTISI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan, guna memperkuat peran perguruan tinggi swasta sebagai pilar penting pembangunan sumber daya manusia di tingkat regional maupun nasional. (Direktorat Hms & Pro)