Tag: QS World University Ranking

  • Kondisi Terkini Teknologi Digital Twin di Sektor Konstruksi Indonesia: Sebuah Survei

    Kondisi Terkini Teknologi Digital Twin di Sektor Konstruksi Indonesia: Sebuah Survei

    Penulis: Yongki Alexander Tanne, Nauval Pramesta Nugroho, Keisya Nairazzahra Abduloh, Gischa Sandrina Aulia

    Abstrak

    Kemajuan teknologi di era industri 4.0 telah secara signifikan meningkatkan pentingnya teknologi Digital Twin. Berbagai industri, seperti manufaktur, kesehatan, pertanian, otomotif, dan lainnya, telah mulai merasakan manfaat Digital Twin dalam konteks simulasi dan pengambilan keputusan, termasuk industri konstruksi secara global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai status terkini pengembangan Digital Twin di Indonesia dari perspektif pemangku kepentingan, dengan fokus pada tingkat pemahaman, potensi, dan tantangan implementasinya. Melalui survei terhadap 99 responden yang mewakili pemangku kepentingan konstruksi dari berbagai wilayah di Indonesia, penelitian ini mengungkapkan bahwa teknologi Digital Twin di sektor konstruksi Indonesia masih dalam tahap awal pengembangan. Hal ini terlihat dari tingkat pemahaman definisi dan manfaatnya, yang hanya mencapai 16,2% dan 22,2%, masing-masing. Mengenai potensi, sebagian besar responden percaya bahwa Digital Twin dapat mengatasi tantangan konstruksi seperti efisiensi, simulasi, dan dukungan pengambilan keputusan (95%). Mengenai tantangan, pendapat responden umumnya terbagi dalam kategori seperti sumber daya manusia (40,7%), infrastruktur (29,1%), biaya (12,8%), sosialisasi (12,8%), regulasi (3,5%), dan keamanan data (1,2%). Penelitian ini diharapkan dapat mendorong studi lebih lanjut oleh para peneliti dan pemangku kepentingan tentang penerapan teknologi Digital Twin di sektor konstruksi Indonesia. © Fakultas Teknik, Universitas Taylor.

    Kata kunci penulis

    Integrasi BIM; Industri konstruksi; Digital twin; Analisis prediktif dalam konstruksi; Survei

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002299137

  • Pengembangan Instrumen Refleksi Diri untuk Deteksi Karakter (Serinteron) untuk Membantu Siswa Mengenali Kekuatan dan Kelemahan Karakter Mereka

    Pengembangan Instrumen Refleksi Diri untuk Deteksi Karakter (Serinteron) untuk Membantu Siswa Mengenali Kekuatan dan Kelemahan Karakter Mereka

    Penulis: Hendrik Pandu Paksi, Sa’dun Akbar, A. Rosyid Al Atok, Ari Sapto, Zaenal Abidin, Zainal Arifin Hasibuan, Amadhila Elina Penehafo

    Abstrak

    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen refleksi berbasis teknologi yang independen untuk mendeteksi kekuatan karakter religius, membantu siswa mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karakter mereka sekaligus membantu guru dalam memilih program penguatan karakter religius yang sesuai berdasarkan kondisi siswa. Kami menggunakan model Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi karena memberikan pendekatan terstruktur untuk desain pembelajaran, memastikan pengembangan dan evaluasi yang sistematis. Hasil menunjukkan bahwa instrumen tersebut memiliki tingkat validitas yang baik karena evaluasi ahli mengkonfirmasi keakuratannya. Penilaian validitas konstruk dan isi menunjukkan bahwa instrumen tersebut memenuhi standar yang dibutuhkan. Setelah validasi, uji coba terbatas dilakukan dengan siswa, menunjukkan efektivitas yang tinggi. Instrumen ini juga dianggap praktis, sebagaimana dibuktikan oleh tanggapan kuesioner siswa. Selain itu, wawancara dengan guru mengkonfirmasi kemudahan implementasinya dalam pembelajaran karena instrumen ini dirancang dengan prosedur yang mudah digunakan. Temuan ini diperoleh karena instrumen tersebut menjalani pengembangan sistematis, memasukkan revisi berdasarkan umpan balik ahli, dan diujicobakan untuk menilai efektivitas dan kepraktisannya. Penelitian ini berdampak pada siswa dengan memungkinkan mereka untuk menilai kekuatan karakter religius mereka sekaligus memberikan data berharga kepada guru untuk merancang program pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan siswa. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Sekolah dasar; Karakter religius; Instrumen refleksi diri; Serinteron; Siswa

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002300534

  • Eksplorasi Metode Pemikiran Desain untuk Platform Digital

    Eksplorasi Metode Pemikiran Desain untuk Platform Digital

    Penulis: Rifqi Fahrudin, Marsani Asfi, Sudadi Pranata, Chandra Lukita, Eddy Soeryanto Soegoto, Irfan Dwiguna Sumitra

    Abstrak

    Dalam dunia digital yang serba cepat saat ini, platform digital membentuk interaksi komersial, pendidikan, dan sosial. Meningkatnya persaingan dalam pengembangan platform digital menuntut inovasi berkelanjutan dan pendekatan yang berpusat pada pengguna. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi proses pemikiran desain ke dalam desain platform digital, meneliti bagaimana setiap tahap metodologi ini dapat diadaptasi untuk mengatasi tantangan utama seperti kolaborasi multi-pemangku kepentingan dan kompleksitas teknologi. Melalui beberapa studi kasus pengembang platform digital, penelitian kualitatif ini menyelidiki bagaimana Pemikiran Desain mendorong inovasi dan meningkatkan kepuasan pengguna. Penelitian ini berpuncak pada kerangka kerja praktis yang dirancang untuk membantu pengembang mengoptimalkan pengalaman pengguna dan memperkuat keunggulan kompetitif mereka di pasar. Selain itu, temuan ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan menyempurnakan penerapan pemikiran desain di lingkungan digital dan menyoroti jalan untuk penelitian lebih lanjut dalam konteks terkait. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Pemikiran desain; Platform digital; Eksplorasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001496046

  • Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tidak Terstruktur: Analisis Menggunakan Teori Harel

    Siswa SMP dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tidak Terstruktur: Analisis Menggunakan Teori Harel

    Penulis: Shelly Morin, Didi Suryadi, Sufyani Prabawanto, Dedi Sulistiyo

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana siswa berpikir ketika menyelesaikan soal matematika tidak terstruktur. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif yang melibatkan siswa kelas VIII SMP. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal matematika tidak terstruktur berupa materi geometri, observasi, dan wawancara mendalam. Selanjutnya, setelah siswa menyelesaikan soal; untuk lebih menggambarkan jawaban siswa, wawancara mendalam dilakukan untuk mengeksplorasi dan menggali informasi lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa masalah ditemukan: kompleksitas soal yang diberikan kepada siswa menjadi tantangan dalam menyelesaikan soal geometri tidak terstruktur, siswa mengalami kesulitan menafsirkan soal karena keterbatasan pengetahuan sebelumnya, terutama mengenai materi geometri, dan soal yang diberikan membutuhkan kreativitas dalam menemukan solusi. Kendala siswa terletak pada kurangnya pengetahuan sebelumnya, terutama materi geometri, dan kreativitas untuk menemukan dan menetapkan strategi untuk membangun solusi sesuai dengan pengetahuan mereka. Penelitian ini berkontribusi dalam mengungkap proses berpikir siswa ketika membangun solusi berdasarkan pengetahuan sebelumnya untuk mengidentifikasi kesulitan belajar secara lebih mendalam. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberagaman cara berpikir siswa memberikan peluang pemecahan masalah yang berbeda. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Geometri; Sekolah menengah pertama; Matematika yang tidak terstruktur; Siswa; Cara berpikir

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002415768

  • Penelitian Ilmu Komputer di Indonesia untuk Menciptakan Infrastruktur Berkelanjutan bagi Sustainable Development Goals Perserikatan Bangsa-Bangsa

    Penelitian Ilmu Komputer di Indonesia untuk Menciptakan Infrastruktur Berkelanjutan bagi Sustainable Development Goals Perserikatan Bangsa-Bangsa

    Penulis: Eddy Soeryanto Soegoto, Brandon Nathanael Meliala, Senny Luckyardi, Bobi Kurniawan

    Abstrak

    Penelitian ini mengeksplorasi peran ilmu komputer dalam memajukan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seiring dengan pesatnya urbanisasi, tantangan lingkungan, dan ketahanan terhadap bencana di negara ini, teknologi baru seperti Kecerdasan Buatan (AI), big data, Internet of Things (IoT), dan blockchain menghadirkan solusi inovatif. Penelitian ini mengkaji studi-studi yang menggunakan tinjauan pustaka sistematis dari lima tahun terakhir yang berfokus pada penerapan ilmu komputer dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Peneitian ini menyoroti kontribusi yang selaras dengan SDGs PBB melalui proses terstruktur dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan yang relevan. Temuan utama mengungkapkan potensi jaringan pintar bertenaga AI, pemantauan lingkungan berbasis IoT, dan analitik prediktif untuk manajemen bencana. Namun, tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, risiko keamanan siber, dan kesenjangan regulasi tetap menjadi hambatan signifikan bagi adopsi. Penelitian ini menekankan perlunya investasi yang lebih signifikan, kebijakan yang lebih kuat, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat integrasi teknologi. Dengan menggabungkan ilmu komputer dengan strategi keberlanjutan, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat perlindungan lingkungan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan dan wawasan untuk studi masa depan, yang menganjurkan pendekatan berbasis teknologi untuk pembangunan berkelanjutan. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Kecerdasan buatan (AI); Penelitian komputer; Infrastruktur digital; Internet of Things; Tujuan pembangunan berkelanjutan

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105001481965

  • Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematika Tingkat Lanjut Siswa dalam Aljabar melalui Tiga Perjalanan Dunia pada Lembar Kerja Matematika

    Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematika Tingkat Lanjut Siswa dalam Aljabar melalui Tiga Perjalanan Dunia pada Lembar Kerja Matematika

    Penulis: Nadya Dewinda Agustin, Mohamad Syarif Sumantri, Arita Marini, Sri Pernia Warakmulty

    Abstrak

    Penelitian ini menyelidiki perkembangan advanced mathematical thinking (AMT), kemampuan berpikir matematika tingkat lanjut, siswa sekolah dasar dalam memecahkan masalah aljabar menggunakan lembar kerja berdasarkan perjalanan tiga dunia matematika Tall. Dengan menggunakan desain sekuensial eksploratif, penelitian ini mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif dari 40 siswa kelas lima. Instrumen dan analisis data divalidasi melalui penilaian ahli dan triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa siswa mencapai kemampuan AMT, termasuk representasi matematika, kreativitas, abstraksi, dan pembuktian. Sekitar 40% siswa mencapai fase alami, 35% berkembang ke fase alami-ke-formal, dan 35% mencapai fase formal-aksiomatik. Hasil ini terjadi karena pendekatan Tall memanfaatkan kecenderungan alami anak-anak untuk bermain, berimajinasi, dan mengeksplorasi, sehingga mendorong penalaran yang lebih dalam. Studi ini berdampak pada pendidikan matematika dengan menunjukkan bahwa keterampilan AMT dapat dipupuk di tingkat sekolah dasar melalui dukungan terstruktur, meningkatkan perkembangan kognitif siswa dan kemampuan pemecahan masalah dalam aljabar. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Pemikiran matematika tingkat lanjut; Masalah aljabar; Pembuktian matematika; Sekolah dasar; Tiga dunia matematika

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105021025512

  • Eksplorasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Perencanaan Transmigrasi

    Eksplorasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Perencanaan Transmigrasi

    Penulis: Leonardi Paris Hasugian, Budi Setiyono, Reyner Marvi Leiwakabessy, Amri Diensyah Hufadz Abdullah, Rama Mahesa Raja Arum, Myrna Dwi Rahmatya, Ashurova Sanobar Yuldashevna, Feby Artwodini Muqtadiroh, Nur Aini Rakhmawati

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat penggunaan dan integrasi teknologi informasi dalam perencanaan transmigrasi di wilayah Kobalima Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif eksploratif seperti penelusuran literatur dan analisis konten media online, wawancara, dan observasi lapangan pendahuluan. Temuan menunjukkan bahwa terdapat banyak potensi penggunaan teknologi. Kondisi saat ini menunjukkan penerapan teknologi informasi yang terbatas pada fungsi administratif, koneksi yang tidak stabil, tingkat literasi digital yang rendah, dan tidak adanya sistem terintegrasi antara berbagai lembaga yang terlibat. Di sisi lain, peningkatan investasi dalam infrastruktur, dan peningkatan keterlibatan kaum muda dengan teknologi, menawarkan peluang untuk mengembangkan solusi yang relevan secara kontekstual, partisipatif, dan adaptif untuk perencanaan transmigrasi melalui penggunaan sistem informasi digital. Hasil penelitian ini adalah dasar konseptual untuk menciptakan sistem informasi yang relevan secara kontekstual, partisipatif, dan adaptif untuk perencanaan transmigrasi di wilayah Kobalima Timur. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata kunci penulis

    Kobalima Timur; Adopsi TIK; Sistem informasi; Studi kualitatif; Perencanaan transmigrasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105029675576

  • Pemantauan Otonom dengan Pengenalan Ekspresi Wajah

    Pemantauan Otonom dengan Pengenalan Ekspresi Wajah

    dan Gamifikasi untuk Mendukung Model Pembelajaran Blended

    Penulis: Indra Kurniawan ; Yeffry Handoko Putra

    DOI: –

    Abstrak:
    Model pembelajaran blended merupakan salah satu model pembelajaran yang populer dan dipercaya oleh banyak institusi pendidikan di dunia sebagai model yang lebih efektif. Namun demikian, model ini memiliki sejumlah tantangan dan kelemahan, terutama terkait keterbatasan pemantauan dan penilaian aktivitas pembelajaran selama sesi daring atau sesi asinkron. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pemantauan otonom dengan memanfaatkan metode pengenalan ekspresi wajah dan gamifikasi guna mendukung proses pembelajaran dengan model blended learning. Hasil penelitian ini berupa perancangan dan implementasi sistem pemantauan otonom yang menyajikan laporan pemantauan secara waktu nyata (real-time) dengan konsep gamifikasi. Laporan waktu nyata tersebut dapat dimanfaatkan oleh pendidik sebagai salah satu komponen penilaian terhadap peserta didik. Selain itu, penerapan konsep gamifikasi terbukti mampu memotivasi peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran jarak jauh secara lebih serius dan responsif, karena adanya mekanisme kompetisi dalam perolehan poin. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci Penulis:
    Pemantauan otonom; Pengenalan ekspresi wajah; Gamifikasi

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/85148345218?

  • Meningkatkan Desain Media Interaktif Menggunakan Pendekatan Teori Beban Kognitif: Mengintegrasikan Chatbot Kecerdasan Buatan (AI)

    Meningkatkan Desain Media Interaktif Menggunakan Pendekatan Teori Beban Kognitif: Mengintegrasikan Chatbot Kecerdasan Buatan (AI)

    Penulis: Satwika Trianti Ngandoh, Riandi R, Adi Rahmat, Muslim M, Abdul Haris, Khaeruddin K, Angga Friyanto

    Abstrak

    Penelitian ini mengembangkan media interaktif yang dilengkapi dengan fitur chatbot kecerdasan buatan (AI) menggunakan prinsip-prinsip cognitive load theory (CLT). Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan: analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengembangan ini adalah media interaktif yang menerapkan prinsip-prinsip CLT dan menyertakan fitur chatbot untuk membantu siswa dalam belajar secara adaptif dan mandiri. Media interaktif tersebut dianggap layak digunakan karena hasil uji validasi pada aspek materi, aspek bahasa, aspek presentasi, dan aspek tampilan secara keseluruhan menunjukkan karakteristik yang sangat baik. Media interaktif dengan fitur chatbot AI diharapkan menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar siswa di era digital. © School of Engineering, Taylor’s University.

    Kata Kunci: Chatbot AI; Teori beban kognitif; Media interaktif; Media pembelajaran; Multimedia

    Artikel ini dapat diakses di https://www.scopus.com/pages/publications/105002420432

  • UNIKOM Perkuat Kompetensi SDM Melalui Program “Tendik Berdampak 2026” Kemendiktisaintek

    UNIKOM Perkuat Kompetensi SDM Melalui Program “Tendik Berdampak 2026” Kemendiktisaintek

    BANDUNG, UNIKOM — Universitas Komputer Indonesia melalui Direktorat Administrasi Umum kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia dengan berpartisipasi aktif dalam program “Workshop-Benchmarking Tendik Berdampak Tahun 2026: Penguatan Kompetensi dan Profesionalisme” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada 6–10 April 2026.

    Dalam program nasional tersebut, UNIKOM mengirimkan dua tenaga kependidikan terbaik yang berhasil lolos proses seleksi ketat, yaitu Agung Nugraha, S.I.Kom., dari Direktorat Humas dan Protokoler UNIKOM pada bidang Pranata Humas yang mengikuti pelatihan benchmarking di Universitas Bina Nusantara (BINUS University), Jakarta, serta Salman Muhammad, S.Kom., dari Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTDSI) pada bidang Pranata Komputer yang mengikuti pelatihan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta..

    Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, pada Senin, 11 Mei 2026, bertempat di Ruang L.030 Smart Building UNIKOM, keduanya mempresentasikan hasil pelatihan dan implementasi program Tendik Berdampak di lingkungan UNIKOM. Kegiatan presentasi tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, S.T., M.T., CSBA., bersama Direktur Administrasi Umum, Assoc. Prof. Dr. Adeh Ratna Komala, S.E., M.Si., CERA.,  serta Direktur Humas dan Protokoler UNIKOM, Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR.

    Dalam kesempatan wawancara, Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Agus menyampaikan bahwa keterlibatan UNIKOM dalam program Tendik Berdampak merupakan bagian dari upaya universitas dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan profesional. “Sebagai bentuk pencapaian sumber daya manusia yang unggul, tentunya UNIKOM juga berpartisipasi dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, salah satunya melalui program Tendik Berdampak. Alhamdulillah, UNIKOM melalui dua tenaga kependidikannya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Saya berharap apa yang diperoleh selama pelatihan di BINUS maupun UGM dapat diimplementasikan di UNIKOM sesuai bidangnya masing-masing”, tuturnya.

    Assoc. Prof. Dr. Agus, juga menambahkan bahwa kesempatan serupa akan terus dibuka bagi tenaga kependidikan lainnya sebagai bagian dari peningkatan kompetensi dan penguatan kapasitas SDM di lingkungan UNIKOM. “Ke depan, kami berharap UNIKOM dapat mengirimkan lebih banyak tenaga kependidikan untuk mengikuti program-program pengembangan kompetensi seperti ini. Kemampuan dan skill tenaga kependidikan harus terus ditingkatkan melalui workshop maupun sertifikasi kompetensi yang berkelanjutan”, tambahnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Administrasi Umum UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Adeh turut memberikan apresiasi atas capaian kedua tenaga kependidikan tersebut. “Saya sangat mengapresiasi upaya luar biasa ini. Program Tendik Berdampak dari Kemendiktisaintek disambut baik oleh Rektor UNIKOM melalui Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya. Dari tujuh tenaga kependidikan yang direkomendasikan untuk mengikuti seleksi, alhamdulillah Pak Agung dan Pak Salman berhasil lolos dan mengikuti program selama satu minggu penuh. Hari ini keduanya telah melaporkan hasil kegiatan dan implementasinya kepada kami. Mudah-mudahan ini memberikan dampak positif yang besar bagi UNIKOM”, demikian ungkapnya.

    Dalam laporannya, Agung Nugraha, S.I.Kom., menyampaikan sejumlah poin penting hasil pelaksanaan Program Tendik Berdampak 2026, diantaranya : pentingnya peran strategis Pranata Humas dalam institusi pendidikan, penyampaian informasi yang akurat, cepat, humanis, dan beretika kepada stakeholder universitas, penguatan strategic public relations mindset dalam menghadapi dinamika komunikasi digital, hingga perencanaan dan eksekusi strategi komunikasi yang terarah (PR Planning & Execution). Selain itu, materi yang diperoleh juga mencakup adaptasi media baru dan pengelolaan komunikasi digital (Digital PR & Media Management), penguatan hubungan dan keterlibatan stakeholder (Stakeholder Engagement), penerapan benchmarking dan best practices kehumasan modern, implementasi pendekatan humanis dalam pelayanan publik di lingkungan kampus, penguatan budaya excellent service kepada mahasiswa, orang tua, dan tamu universitas, evaluasi peningkatan kualitas pelayanan melalui pendekatan komunikasi interpersonal, penguatan sinergi internal antarunit kerja di lingkungan UNIKOM, serta strategi peningkatan reputasi institusi melalui komunikasi publik yang profesional dan adaptif.

    Agung juga mengungkapkan bahwa “secara keseluruhan, kegiatan ini bukan hanya memberikan penguatan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk paradigma baru dalam melihat peran humas sebagai penghubung strategis antara institusi dan publik. Saya merasa lebih siap, terinspirasi, dan percaya diri untuk menghadapi dinamika komunikasi di lapangan”, ungkapnya.

    Sementara itu, Salman Muhammad, S.Kom., menyampaikan bahwa pelatihan bidang Pranata Komputer di UGM memberikan pengalaman berharga terkait transformasi digital, penguatan infrastruktur teknologi, keamanan sistem, hingga implementasi smart campus. Menurutnya, program tersebut juga membuka ruang kolaborasi dan relasi antartenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. “Program ini sangat menarik karena kami mendapatkan relasi dan pengalaman baru dari berbagai universitas di Indonesia. Kami juga memiliki action learning project sebagai bentuk implementasi hasil benchmarking antara UNIKOM dengan UGM, khususnya dalam pengembangan layanan digital dan tata kelola teknologi informasi”,  jelasnya.

    Partisipasi aktif UNIKOM dalam program Tendik Berdampak 2026 menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga kependidikan yang adaptif, profesional, dan berdaya saing tinggi. Melalui peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan, UNIKOM optimis mampu terus menghadirkan pelayanan pendidikan dan tata kelola institusi yang unggul di era transformasi digital. (Direktorat Hms & Pro)