Tag: Prof. Debbie Plath

  • Dorong Internasionalisasi Kampus UNIKOM Gelar Pelatihan “English Conversation” untuk Tenaga Kependidikan

    Dorong Internasionalisasi Kampus UNIKOM Gelar Pelatihan “English Conversation” untuk Tenaga Kependidikan

    BANDUNG, UNIKOM — Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat langkah menuju World Class University melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu upaya strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan English Conversation Training yang diselenggarakan pada Selasa dan Kamis, 27 dan 29 Januari 2026. Kegiatan pelatihan tersebut merupakan inisiasi Direktorat International Program (DIP) yang berkolaborasi dengan Direktorat Administrasi Umum (DAU) UNIKOM. Pelatihan secara khusus ditujukan bagi tenaga kependidikan UNIKOM guna mengasah keterampilan dan kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, seiring meningkatnya kebutuhan layanan akademik dan administrasi berstandar internasional.

    Dua pakar internasional asal Australia, yakni Prof. Debbie Plath, Professor of Social Work dan akademisi dari Ikon Institute of Australia serta University of Newcastle, dan Prof. Abby Van Stryker, English Expert dari Australian Volunteers Programme, dihadirkan selaku instruktur dalam pelatihan tersebut. Di mana kedua instruktur tersebut memberikan perspektif global sekaligus pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan aplikatif.

    Rangkaian kegiatan pelatihan berlangsung dalam empat kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan di Ruang Serba Guna (RSG) Lantai 15 UNIKOM, sementara pertemuan kedua diselenggarakan di ruang kelas Lantai 10 Smart Building UNIKOM. Setiap sesi dirancang interaktif dengan menyesuaikan kebutuhan kerja peserta di lingkungan unit masing-masing.

    Pada pertemuan awal, peserta dilatih untuk menyusun dan mengajukan pertanyaan seputar unit kerja serta job desk masing-masing dalam bahasa Inggris, sekaligus berdiskusi secara aktif. Sementara itu, pada pertemuan berikutnya, materi difokuskan pada penggunaan kata sambung, pelafalan (pronunciation) yang tepat, serta pengayaan kosakata (vocabulary) guna mendukung komunikasi yang lebih efektif dan natural. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan berdiskusi dan keberanian mencoba berbicara dalam bahasa Inggris selama sesi berlangsung.

    Dalam kesempatan wawancara, Prof. Abby Van Stryker menyampaikan bahwa tujuan utama pelatihan tersebut adalah membangun keberanian peserta untuk menggunakan bahasa Inggris dalam konteks pekerjaan sehari-hari, khususnya dalam melayani mahasiswa internasional. “Tujuan aktivitas hari ini adalah membuat orang berbicara bahasa Inggris tentang mahasiswa internasional, pertanyaan apa yang bisa mereka ajukan, dan jawaban apa yang bisa mereka berikan. Ada banyak tawa di ruangan, dan itu penting dalam proses belajar”, demikian tuturnya.

    Lebih lanjut, Prof. Abby juga menekankan bahwa bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tidak harus digunakan secara sempurna untuk dapat dipahami. “Saya berharap tenaga kependidikan UNIKOM menyadari, bahwa suka atau tidak, bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Tidak perlu sempurna, yang terpenting adalah berani berbicara dan saling memahami. Jika pelatihan ini membuat orang merasa hangat dan percaya diri untuk berbicara bahasa Inggris, maka tugas kami sudah selesai”, tambahnya.

    Melalui pelatihan bahasa Inggris tersebut, UNIKOM berharap tenaga kependidikan memiliki kompetensi komunikasi internasional yang memadai, sehingga mampu mendukung layanan kampus yang profesional, inklusif, dan berdaya saing global. Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen UNIKOM dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap tuntutan internasionalisasi pendidikan tinggi. (Direktorat Hms & Pro)

  • Perluas Cakrawala Global, Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM Gelar Panel Lecture “Beyond Diplomacy”

    Perluas Cakrawala Global, Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNIKOM Gelar Panel Lecture “Beyond Diplomacy”

    BANDUNG, UNIKOM – Senin, 12 Januari 2026, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM),  menyelenggarakan Panel Lecture internasional bertajuk Beyond Diplomacy: Language, Culture, and Social Impact in International Relations”, yang diikuti oleh mahasiswa prodi HI FISIP UNIKOM. Bertempat di Auditorium Miracle Lantai 4 kegiatan tersebut menghadirkan para pakar lintas negara guna mengulas dinamika dan transformasi praktik diplomasi modern.

    Ketua Program Studi HI UNIKOM, Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP.,M.Si., dalam sambutannya menekankan relevansi tema kegiatan dengan perkembangan global kontemporer. Ia menjelaskan bahwa diplomasi masa kini tidak lagi terbatas pada jalur formal antarnegara, melainkan semakin dipengaruhi oleh relasi antar manusia, pemahaman lintas budaya, serta dampak sosial. “Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional perlu memahami bahwa diplomasi modern melampaui negosiasi formal. Interaksi global saat ini menempatkan bahasa, budaya, dan tanggung jawab sosial sebagai elemen kunci dalam membangun kepercayaan dan kerja sama internasional yang berkelanjutan”, jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis program studi dalam memperkuat kualitas akademik serta mendukung visi UNIKOM sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global melalui dialog dan kolaborasi internasional.

    Selanjutnya, Dekan FISIP UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., dalam sambutan pembukanya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum akademik berskala internasional tersebut. Ia menegaskan pentingnya penguasaan wawasan global dan multidisiplin bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan hubungan internasional di masa depan. “Saya merasa bangga dan bahagia dapat menyambut seluruh peserta dalam Panel Lecture ini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengetahuan yang komprehensif serta perspektif global langsung dari para narasumber ahli”, pungkasnya.

    Rangkaian kegiatan Panel Lecture tersebut terbagi ke dalam tiga sesi utama yang menghadirkan narasumber internasional berkompeten, yakni Sesi pertama bersama Abigail Van Stryke (Australia Aid Volunteer dari AH&B College, Sydney), yang dipandu oleh moderator dosen HI UNIKOM, Andrias Darmayadi, S.IP, M.Si, Ph.D. Kemudian, sesi kedua menghadirkan Prof. Debbie Plath (Australia Aid Volunteer dari Ikon Institute of Australia), dipandu oleh moderator Sylvia Octa Putri, S.IP., M.I.Pol. Sementaa sesi ketiga bersama Erika Matano (Junior Expert dari Japan International Cooperation Agency/JICA) dipandu oleh moderator Dr. Henike Primawanti, S.IP., M.I.Pol.

    Melalui kegiatan Panel Lecture yang digelar prodi HI tersebut, UNIKOM kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta penguatan jejaring akademik internasional menuju World Class University. (Direktorat Hms & Pro)

  • Prodi Sastra Inggris FIB UNIKOM Gandeng Pakar Australia dalam Coaching Clinic Penulisan Ilmiah Guna Perkuat Daya Saing Akademik

    Prodi Sastra Inggris FIB UNIKOM Gandeng Pakar Australia dalam Coaching Clinic Penulisan Ilmiah Guna Perkuat Daya Saing Akademik

    BANDUNG, UNIKOM — Selasa, 13 Januari 2026, Program Studi Sastra Inggris Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic penulisan artikel akademik bagi mahasiswa prodi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya UNIKOM. Bertempat di Ruang Very Very Important (VVIP) Person 16 UNIKOM, kegiatan tersebut menghadirkan dua pakar internasional, yakni Prof. Debbie Plath selaku Australia Aid Volunteer dari Ikon Institute of Australia dan Abigail van Stryke, Australia Aid Volunteer dari AH&B College, Sydney. Kegiatan coaching tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan akademik yang dirancang secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam penulisan artikel ilmiah, baik untuk publikasi jurnal maupun konferensi internasional.

    Dalam kesempatan wawancara, Ketua Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya UNIKOM, Dr. Tatan Tawami, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa coaching clinic tersebut telah memasuki sesi ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan dua sesi pendahuluan. “Pada sesi pertama mahasiswa diperkenalkan pada dasar-dasar penulisan artikel ilmiah, kemudian sesi kedua difokuskan pada teknik pengutipan dan pengelolaan referensi bekerja sama dengan Perpustakaan UNIKOM menggunakan Mendeley. Sesi ketiga ini menjadi tahap pengembangan, di mana mahasiswa mulai merancang topik tulisannya ke dalam struktur artikel atau makalah konferensi”, jelasnya.

    Lebih lanjut, Dr. Tatan, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pakar internasional memiliki relevansi strategis dengan kebutuhan akademik mahasiswa Sastra Inggris. Prof. Debbie Plath dikenal memiliki keahlian dalam bidang penulisan akademik, sementara Abigail van Stryke memiliki latar belakang kuat dalam kajian Sastra Inggris, sehingga kolaborasi keduanya dinilai selaras dengan kompetensi yang ingin dibangun pada mahasiswa.

    Melalui kegiatan coaching tersebut, Dr, Tatan berharap bahwa mahasiswa dapat menghasilkan artikel ilmiah yang berpotensi dipublikasikan, salah satunya pada konferensi Internasional “International Conference on Business, Economics, Social Sciences, and Humanities (ICOBEST) 2026” yang direncanakan akan berlangsung pada 4 Juni 2026. Selain itu, artikel yang dihasilkan juga didorong untuk dapat disesuaikan dengan berbagai jurnal atau forum ilmiah lain, sehingga mahasiswa terbiasa berpikir secara sistematis, ilmiah, dan terlibat langsung dalam proses publikasi akademik.

    Kegiatan coaching clinic tersebut menjadi wujud komitmen Program Studi Sastra Inggris UNIKOM dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan daya saing lulusan, serta memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi dengan pakar global. (Direktorat Hms & Pro)

  • Direktorat Perpustakaan UNIKOM Gelar Pelatihan Penulisan bersama Pakar Internasional untuk Perkuat Budaya dan Pemahaman Publikasi

    Direktorat Perpustakaan UNIKOM Gelar Pelatihan Penulisan bersama Pakar Internasional untuk Perkuat Budaya dan Pemahaman Publikasi

    BANDUNG, UNIKOM — Direktorat Perpustakaan Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) terus memperkuat perannya dalam pengembangan budaya riset dan publikasi akademik melalui penyelenggaraan Pelatihan Penulisan yang dilaksanakan pada Jum’at, 9 Januari 2025, bertempat di Ruang Rapat Perpustakaan Lantai 8 Smart Building UNIKOM.

    Prof. Debbie Plath, seorang Profesor Social Work dari Australian Catholic University dan ICON Institute, Australia, dihadirkan sebagai narasumber utama dalam pelatihan tersebut, yang diikuti oleh Direktur Perpustakaan UNIKOM, Ubudiyah Setiawati, S.Sos., M.I.Kom., bersama seluruh pustakawan dan pengelola layanan perpustakaan. Kegiatan pelatihan difokuskan pada penguatan kapasitas pustakawan dalam mendukung penulisan ilmiah, pengelolaan basis data akademik, serta strategi kolaborasi antara pustakawan dan peneliti untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah.

    Dalam kesempatan wawancara, Prof. Debbie Plath menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan pelatihan tersebut di UNIKOM adalah membangun pemahaman bersama mengenai peran strategis pustakawan dalam ekosistem riset dan publikasi. “Saya bertemu dengan para pustakawan di UNIKOM untuk memahami peran mereka di sini sekaligus berbagi pengalaman saya bekerja bersama pustakawan dalam mendukung penelitian dan publikasi di Australia. Berdasarkan pengalaman saya, pustakawan memiliki kemampuan yang sangat sistematis serta keahlian tinggi dalam sistem informasi dan akses jurnal ilmiah, yang sangat bernilai dalam pengembangan proyek penelitian dan persiapan publikasi”, demikian tuturnya.

    Prof. Debbie juga menekankan bahwa kolaborasi antara pustakawan dan peneliti merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas riset institusi. Melalui beberapa sesi lanjutan, ia berharap pustakawan UNIKOM dapat semakin mengembangkan perannya secara strategis. “Kami akan menjajaki berbagai cara agar pustakawan dapat meningkatkan dan mengembangkan peran mereka di UNIKOM. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan mampu meningkatkan profil penelitian dan publikasi UNIKOM secara institusional”, pungkasnya.

    Sementara itu, Direktur Perpustakaan UNIKOM, Ubudiyah Setiawati, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata dalam mendorong transformasi peran pustakawan. Menurutnya, pustakawan tidak hanya berfungsi sebagai pengelola informasi, tetapi juga sebagai penulis aktif serta pendamping penulis dan peneliti.

    Selain itu, Ia menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya digital yang melimpah harus diiringi dengan kemampuan eksplorasi dan pendampingan yang profesional. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, diharapkan jumlah pustakawan UNIKOM yang berkontribusi dalam publikasi ilmiah terus meningkat, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas unit, termasuk dengan jejaring internasional.

    Melalui pelatihan penulisan tersebut, Direktorat Perpustakaan UNIKOM menegaskan komitmennya sebagai pusat penguatan literasi akademik, riset, dan publikasi ilmiah, sejalan dengan upaya peningkatan reputasi akademik UNIKOM di tingkat nasional dan global. (Direktorat Hms & Pro)