Tag: #PPKI

  • Ekspansi Ke Skala Internasional, DP2M UNIKOM Tingkatkan Partisipasi Dosen Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

    Ekspansi Ke Skala Internasional, DP2M UNIKOM Tingkatkan Partisipasi Dosen Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

    Ekspansi Ke Skala Internasional, DP2M UNIKOM Tingkatkan Partisipasi Dosen Dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

    BANDUNG, UNIKOM – Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) menjadi salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan oleh dosen, selain pendidikan dan penelitian. PKM bertujuan untuk menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan hasil riset yang dimiliki dosen kepada masyarakat secara langsung, agar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup, ekonomi, dan sosial masyarakat. Melalui program ini, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

    Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan dengan agenda penandatanganan perjanjian kerjasama antara Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DP2M) dengan Dosen Penerima Pendanaan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Internal Tahun Akademik 2025. Acara yang digelar pada Jumat 11 April 2025 di Ruang Seminar 1208 Kampus 1 UNIKOM ini menjadi bukti nyata meningkatnya antusiasme dosen dalam mengimplementasikan Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.

    Tahun ini, DP2M mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah proposal yang diterima: total 33 Proposal PKM, terdiri dari 30 Proposal Nasional dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK). Program Penerapan iptek Kepada masyarakat (PPIM), dan 3 Proposal Internasional dengan skema Program Pengabdian Kemitraan Internasional (PPKI). Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menerima 18 Proposal (14 Nasional dan 4 Internasional). Hal ini menunjukkan komitmen dosen UNIKOM yang semakin kuat dalam berkontribusi secara  nyata kepada masyarakat.

    Menariknya, pada tahun ini UNIKOM memperluas jangkauan kegiatan PKM Internasional, tidak hanya ke Malaysia seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi juga merambah ke Singapura. Ekspansi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring internasional serta membawa dampak global bagi program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan.

    Ketua DP2M, Dr. Tatik Fidhowaty, S.IP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan kontribusi dosen-dosen UNIKOM. Ia juga berharap bahwa “Semoga kedepannya, lebih banyak Dosen yang semangat mengikuti PKM Internal dan mendapatkan pendanaan. Serta kualitas proposalnya semakin berkualitas, karena memang tantangan untuk melaksanakan PkM Internal ini lumayan besar untuk mencari mitra PKM yang sesuai dan kooperatif tidaklah mudah” ujar Dr. Tatik

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan UNIKOM melalui DP2M dapat berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi program-program pengabdian masyarakat guna membentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat luas. (Direktorat Hms & Pro)

  • Fisip Unikom Laksanakan Program Pengabdian Kemitraan Internasional (PPKI) : Penguatan Literasi Kebangsaan Bagi Anak- Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) Di Sanggar Bimbingan Sentul Kuala Lumpur Sebagai Upaya Mendukung Tujuan Sustainable Development Goals (SDGS)

    Fisip Unikom Laksanakan Program Pengabdian Kemitraan Internasional (PPKI) : Penguatan Literasi Kebangsaan Bagi Anak- Anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) Di Sanggar Bimbingan Sentul Kuala Lumpur Sebagai Upaya Mendukung Tujuan Sustainable Development Goals (SDGS)

    BANDUNG, UNIKOMSustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Bekerlanjutan merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat, mencakup 17 tujuan dan sasaran global tahun 2030 yang dideklarasikan baik oleh negara maju maupun negara berkembang di Sidang Umum PBB pada September 2015. Goal ke-4 dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang dikenal dengan sebutan SDGs tersebut memiliki tujuan memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas merata, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi seluruh rakyat Indonesia. Masih cukup tingginya tingkat putus sekolah, rendahnya kualitas pendidikan merupakan beberapa kondisi yang terjadi karena tidak meratanya akses terhadap pendidikan yang baik. Ketidakmerataan akses pendidikan tersebut tidak hanya terjadi di dalam negeri saja, tetapi juga terjadi di luar negeri dimana warga negara Indonesia berada.

    Dilansir dari www.gatra.com, yang menjadi permasalahan kemudian adalah tidak semua Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia datang secara resmi. Kurang lebih 250 ribu PMI bekerja secara ilegal di Malaysia. Hal ini berdampak selain berpotensi menjadi korban perdagangan orang, anak-anak para PMI ilegal yang terlahir di Malaysia tidak dapat bersekolah dan tidak mendapat jaminan kesehatan yang mumpuni. Anak-Anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ini kemudian banyak diantaranya yang menjadi terlantar secara ekonomi bahkan juga terlahir tanpa dokumen resmi (Stateless) sehingga mereka tidak memiliki akses pendidikan formal yang seharusnya.

    Dalam rangka memberikan penguatan terhadap literasi kebangsaan anak-anak PMI yang tidak mendapatkan akses pendidikan formal di luar negeri, FISIP UNIKOM telah melaksanakan kegiatan Program Pengabdian Kemitraan Internasional (PPKI) di Sanggar Bimbingan Sentul-Kuala Lumpur Malaysia, yang berlangsung pada Selasa, 23 Juli 2024.

    Ketua Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNIKOM, Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.SI., CIQaR, yang juga bertindak selaku Ketua Pelaksana Program, mengungkapkan, kegiatan pengabdian tersebut bertujuan, antara lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran literasi kebangsaan melalui metode interaktif dengan pendampingan dosen yang kompeten di bidangnya, meningkatkan literasi kebangsaan dengan pengayaan literatur pendukung lewat buku-buku dan alat peraga yang disumbangkan, dan membangun kemitraan yang lebih kuat dengan lembaga belajar nonformal (SB-Sentul) di bawah koordinasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebagai bentuk kontribusi UNIKOM terhadap tercapainya tujuan Pembagunan Berkelanjutan (SDGs).

    Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebagsaan Indonesia Raya, yang diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta, termasuk anak-anak PMI ilegal yang turut hadir pada kegiatan tersebut. Dekan FISIP UNIKOM, Assoc. Prof. Dr. Lilis Puspitawati, S.E., M.Si., AkCA., CRP., CSRS., berkesempatan memberikan sambutan dan membuka acara secara langsung, serta memperkenalkan seluruh Tim FISIP UNIKOM yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari 3 Program Studi di lingkungan FISIP UNIKOM, antara lain, Dr. Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si., CIQaR, Sylvia Octa Putri, S.IP., M.I.Pol., Dr. Henike Primawanti, M.I.Pol., bersama Diyat Nurahmat, Alrezqio Meykhara Aqbel Berkahi, dan Muhammad Arifin (Hubungan Internasional), Dr. Ir. Yuni Mogot, M.Si., CPR. bersama Ahmad Putra Yonanda Figri dan Anggi Putri Sutisna (Ilmu Komunikasi), serta Rino Adibowo, S.IP., M.I.Pol. bersama Ricky Nathanael Siahaan dan Muhammad Edwin (Ilmu Pemerintahan).

    Agenda kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait penguatan literasi kebangsaan, yang disampaikan secara interaktif dengan menggunakan alat peraga yang menarik. Disertai permainan yang menimbulkan minat dan semangat anak-anak dalam mengikuti kegiatan dengan antusias.

    Wawasan  kebangsaan  mengacu  pada  pemahaman,  kesadaran,  dan  identifikasi  individu terhadap  nilai-nilai,  sejarah,  budaya,  dan  tujuan  bersama  suatu  bangsa.  Hal  ini  melibatkan pemahaman  yang  mendalam  tentang  identitas  nasional,  perjuangan  sejarah,  keberagaman budaya, dan tantangan serta peluang yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Melalui rangkaian kegiatan yang dilakukan, diharapkan pemahaman terhadap Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika akan tumbuh dalam jiwa setiap anak Indonesia, yang kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Esensi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengandung nilai religius, kekeluargaan, keselarasan, kerakyatan, dan keadilan yang merupakan jati diri bangsa Indonesia. Hal tersebut merupakan wujud dari Literasi Kebangsaan yang berjalan dengan baik. Karena Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dapat menangkal tantangan-tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dimanapun mereka berada.

    Tim FISIP UNIKOM menyerahkan bantuan berupa Speaker Aktif, sejumlah buku dari Perpustakaan UNIKOM, dan sejumlah alat peraga yang dapat digunakan untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar di sanggar bimbingan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan ucapan syukur, pembagian bingkisan untuk anak-anak, dan foto bersama guna dokumentasi. (Direktorat Hms & Pro).